Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Peristiwa Hijrah, Siyasah Rasul dalam Mempersatukan Ummat

Muhammad Rasulullah adalah Uswatun Hasanah (QS.33:21), yang menjadi acuan bagi ummat Islam dalam bertindak, salah satunya peristiwa Hijrah.

Makna Peristiwa Hijrah

Pada tulisan yang dimuat dalam Majalah Mimbar Ulama Nomor 7, bulan Januari 1977, yang berjudul “Hijrah Nabi ke Madinah penuh hikmah bagi Mujahidin”, H. Sudirman menulis:
Hijrah Nabi tidak dapat dinilai sebagai “Lari Dari Medan Laga” yang amat dikutuk oleh Allah s.w.t., sebagaimana Hadits Nabi yang menegaskan : Tiga perkara tidak memberi manfaat serta amalan, yaitu : menyekutukan Allah, durhaka kepada Bapak dan Ibu dan Lari dari Barisan.

Selanjutnya dibagian lain, Ia menulis : “Hijrah Nabi ke Madinah hendaknya dipandang sebagai gerakan taktis untuk mencari Medan bagi Ruang Gerak yang lebih baik.

Perpindah dari Makkah ke Madinah, adalah suatu medan yang dipilih sendiri oleh Allah s.w.t.. Madinah adalah tempat yang memiliki ruang gerak yang baik karena telah dipersiapkan oleh Rasulullah, khususnya dengan telah dibuatnya perjanjian saling bantu membantu antara Rasulullah sendiri dengan orang Madinah dari suku Khazraj dan suku Aus (melalui dua perjanjian di Aqobah, yang disebut Baitul Aqobah).

Dengan demikian, bila kita kaji lebih dalam. Ketika Rasulullah Hijrah, sesungguhnya Rasulullah bersama kaum beriman, telah berpindah dari suatu keadaan yang kurang baik kepada keadaan yang lebih baik. Serta berhasil memadukan langkah dua kelompok kaum beriman, yaitu antara Muhajirin di Makkah dengan Anshar di Madinah. Jadi Hijrah dapat diartikan sebagai penyatuan potensi orang beriman, dalam upaya melaksanakan Jihad, sebagaimana firman Allah (Surah At Taubah (9) ayat 20).

Kegemilangan Siyasah Rasulullah

Gerakan taktis ini merupakan salah satu contoh dari Siyasah yang dilakukan Rasulullah. Hasilnya dalam masa yang tidak terlalu lama, telah menghasilkan sesuatu yang sangat menakjubkan.

Bukti keberhasilan Rasulullah dapat terlihat dari jumlah kaum Muslimin yang terus bertambah sejak beliau berhijrah. Saat Rasulullah melaksanakan Hijrah, beliau hanya diikuti sekitar 200 orang.

Tetapi 8 tahun kemudian, yaitu dalam penaklukan kota Makkah (Fathu Makkah), tanggal 10 Ramadhan 8 H, Nabi memimpin sekitar 10,000 tentara, dan ketika Rasulullah melaksanakan Haji Wada’, beliau berangkat dengan sekitar 100.000 sahabat. Dan sekarang, diperkirakan jumlah ummat muslim sedunia sekitar 1,3 milliar jiwa.

Tentang iklan-iklan ini

21 Mei 2010 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. salam,,, sepertinya artikel ini bertentangan dengan artikel yang lain di blog ini http://kanzunqalam.wordpress.com/2010/07/14/rasulullah-dan-politik/. atau “siyasah” memang tidak sama dengan “politik”? mohon penjelasannya, wassalam….

    Komentar oleh ovan | 23 Januari 2011 | Balas

    • Siyasah beda sama politik…

      Siyasah tujuan utamanya kesejahteraan…

      sedangkan politik, tujuan utamanya adalah kekuasaan…

      Komentar oleh kanzunqalam | 23 Januari 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: