Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

METODE yang digunakan NABI SULAIMAN, untuk memahami bahasa SEMUT

Kita sering mendengar kisah tentang kehebatan Nabi Sulaiman, yang bisa mengerti bahasa Semut.

Tentu banyak yang penasaran, bagaimana beliau melakukannya?

Mungkin tulisan ini, adalah jawaban dari semua misteri itu…

.
Manusia dari Suku Semut

.
Di dalam salah satu tulisannya, yang berjudul “Apakah dalam Kejadian Sesungguhnya Nabi Sulaiman AS Dapat Bercakap-cakap dengan Burung dan Semut?” di harian Fajar Makassar, saat membahas QS.27:18-19, Ustadz Muhammad Nur Abdurrahman, menulis…
.

Hattay idza- Ataw ‘alay Wa-di nNamli Qa-lat Namlatun Ya-ayyuha- nNamlu Dkhuluw Masa-kinakum.
Sehingga tatkala mereka sampai ke lembah “semut”, berkata “seekor semut”, hai “semut” masuklah ke dalam tempat tinggalmu (QS.27:18).

Fatabassama Dha-hikan min Qawliha-.
Maka (Sulaiman) tersenyum oleh ucapan (“semut”) itu (QS.27:19).

.
“Semut” dalam ayat 18 dan 19 yang dikutip di atas itu, bukanlah semut yang sebenarnya, akan tetapi manusia biasa dari “puak semut“. “Seekor semut” maksudnya Kepala Suku dari puak semut.

Kalau AL NML dianggap betul-betul semut, maka orang akan menghadapi kesulitan dalam menterjemahkannya ke bahasa lain yang mengenal pembedaan bentuk kata tunggal (mufrad, singular) dengan jamak (jama’, plural), yaitu seperti berikut:

an ant said: O, ant, enter your dwellings.

Maka perhatikan ant itu tunggal, (u)Dkhuluw dan Masa-kinakum adalah jamak.


Selanjutnya beliau menulis…

Untuk mengelakkan kesalahan gramatikal, apabila anNamlu dianggap betul-betul semut, maka M.M. Pikthall menterjemahkannya dengan:

an ant exlaimed, O ants! Enter your dwellings.

Jadi M.M.Pikthall “terpaksa” menjamakkan ants untuk menyesuaikannya dengan dwellings (Masa-kinakum). Maka akibat mengelakkan kesalahan gramatikal, ia salah dengan menjamakkan ants yang sesungguhnya tunggal (mufrad), yaitu anNamlu.

Namun jika difahamkan anNamlu adalah nama diri dari suatu puak bangsa manusia, yaitu puak Semut, maka tidak akan ada kesulitan gramatikal, sebab walaupun anNamlu itu singular, sesungguhnya ia plural, sekelompok bangsa manusia yang mengelompokkan diri dalam sebuah qaum, yaitu mereka namakan dirinya sebagai puak Semut.

sumber : Apakah dalam kejadian sesungguhnya, Nabi Sulaiman AS dapat bercakap-cakap dengan Burung dan Semut?

Dengan demikian METODE yang dipakai Nabi Sulaiman, untuk memahami bahasa semut adalah dengan cara mempelajari bahasa mereka. Yaitu bahasa yang dipergunakan oleh sekelompok manusia, yang bernama Puak Semut atau Suku Semut atau Kaum Semut.

Artikel Terkait
01. Siti Aisyah RA, menikah di usia 19 tahun
02. Rasionalisasi, Kisah Syaikh Siti Jenar
03. Meninjau Kembali Masa Hidup Rasulullah

About these ads

26 Juni 2010 - Posted by | islam, kanzunQALAM | , , , , , , , , , , , , , ,

100 Komentar »

  1. wah nambah ilmu….subhanallah…makasih ilmunya…

    Komentar oleh camera | 26 Juni 2010 | Balas

  2. Maaf, IMHO…. An Namlu adalah bentuk jamak (plural) dari An Namlatu (singular), Biasa dalam kaidah tata bahasa arab disebut Jamak Taksir.
    Jadi tidak ada kontradiksi dalam ayat di atas, yang harus kita yakini bahwa Nabi Sulaiman As. memiliki mu’jizat yang banyak, diantaranya bisa memahami bahasa binatang (bukan hanya semut)

    Komentar oleh Gaby | 26 Juni 2010 | Balas

    • betul…para nabi mempunyai keistimwaan yg dinamakan mukjizat,begitu juga para wali punya karomat,dan kita sebagai kaum awam punya rahmat.
      tentunya nabi sulaeman punya mukjizat berbicara atau mengerti bahasa binatang,termasuk semut dan burung hud-hud

      Komentar oleh irfan | 8 November 2010 | Balas

      • setuju.. di sini memang nabi Sulaiman memahami dengan bhs semut sungguhan, bukan suku semut. coba fahami ayat di atas, masuklah kamu ke sarangmu, karena khawatir kamu akan diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya. tentu logikanya, masak iya manusia dgn suku semut akan diinjak oleh Sulaiman sewaktu akan lewat… tolong diperhatikan lagi…

        Komentar oleh jamilah | 23 Juli 2014

  3. menurut sy salah yg menerjemahkannya masa di bilang bicara dengan manusia jg seorang nabi memang memiliki mukjizat masing” untuk membuktikan klw allah itu maha besar dia berhak memberikan mukjizat kpd siapa saja yg di inginkan.wajar jika nabi sulaiman di beri mukjizat bisa berbicara dengan binatang dan jin memang udah mukjizatnya seperti itu krn seorang nabi di berikan kelebihan dari allah dari manusia lain jd menurut sy ngawur banget klw di anggap berbicara dengan manusia jg menyesatkan

    Komentar oleh beru | 26 Juni 2010 | Balas

    • Kami sangat percaya dengan mukjizat Para Nabi…

      silahkan anda baca…

      artikel kami yang lain, yang menceritakan tentang mukjizat…

      Komentar oleh kanzunqalam | 28 Juni 2010 | Balas

      • belajar bahasa arab lagi mas….biar lbih ngetopp..!

        Komentar oleh Farihin | 20 Mei 2011

      • namlatu itu mufrad dan jamaknya adalah namlu….jd ceritanya bos smut satu (qaalat namlatu)bicara pada anak buahnya yg banyak(jamak)yaa ayyuhan namlu….udkhuluu (masuklah/jamak) masaakinakum (tempatmu/jamak)

        Komentar oleh Farihin | 20 Mei 2011

  4. didalam alqur’an dan alhadits sudah jelas sekali bahwa yang diajak berbicara oleh nabi sulaiman as adalah semut, betul2 semut, binatang semut .. diterangkan dalam tafsir hadit sbuchori adanya mereka ( semut ) diperintahkan untuk masuk ke sarangnya ( sarang apakah sebutan ‘rumah’ untuk manusia atau binatang?), masuk kesarangnya agar tidak terinjak oleh nabi sulaiman as dan para pengikutnya ( seberapa kecilkah para puak semut tersebut kalau arti dari semut itu adalah manusia?)
    ingat, ilmunya Alloh SWT dibandingkan dengan manusia seperti halnya burung yang minum air di samudra, air yang tertempel di paruh burung itulah ilmu manusia, sedangkan air yang terdapat di samudra tersebut itulah ilmu Alloh, dan ilmu Alloh tidak bisa dipecahkan dengan akal logika, seperti kefadholan ilmu nabi sulaiman ini

    Komentar oleh syura | 26 Juni 2010 | Balas

    • Apabila kita berpedoman kepada QS.27:18-19…

      Nabi Sulaiman hanya mendengarkan percakapan, jadi beliau tidak bercakap-cakap
      dengan semut….

      Perlu kita pahami, melalui penelitian ilmiah…

      Hewan Semut dalam berkomunikasi melalui bau,
      bukan suara…

      Jadi akan terasa aneh, apabila dikatakan…
      ada percakapan antar sesama hewan semut

      Terkecuali Semut yang dimaksud adalah manusia,
      sebagaimana artikel yang kami tulis di atas…

      Komentar oleh kanzunqalam | 28 Juni 2010 | Balas

      • semut tidak berkomunikasi melalui bau, tapi semut sudah mengenal sistem komunikasi yang canggih, itu menurut ilmuwan boris ryabko ,http://www.reznikova.net/infotransf.html, bagaimana caranya nabi Sulaiman as, berkomunikasi, itu hanya ALLAH SWT yang tau persisnya, dan itu merupakan kelebihan atau mukjizat yang hanya diberikan kepada nabi Sulaiman as dan tidak kepada orang lain.
        apanya yang aneh ? kalau ALLAH SWT menghendaki sesuatu maka tidak ada yang tidak mungkin,

        Komentar oleh jason | 18 November 2011

      • “Perlu kita pahami, melalui penelitian ilmiah, hewan Semut dalam berkomunikasi melalui bau, bukan suara. Jadi akan terasa aneh, apabila dikatakan ada percakapan antar sesama hewan semut”

        Seperti yg kita ketahui, ilmu yg dimiliki manusia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dgn ilmu Allah SWT. Penelitian ilmiah menghasilkan sebuah pemikiran yg dibatasi oleh kemampuan berpikir manusia, sedangkan Allah SWT memiliki batasan pemikiran yg tidak terbatas. Jadi jgn kaitkan hal ini hanya dgn sebatas pemikiran manusia. Perlu diketahui, tidak ada satupun yg mustahil bagi Allah SWT. Jika telah dikatakan bahwa nabi Sulaiman dpt berbicara dgn hewan, maka memang begitulah kenyataannya. Tidak ada keraguan, dan memang tidak pantas untuk diragukan.

        Komentar oleh nino | 23 Juli 2012

      • Boleh tanya mas..
        Apa definisi Anda mengenai kata : komunikasi dan berbicara.

        Komentar oleh fahmi | 30 April 2014

  5. maaf penjelasanya muter-muter…aku ga paham,.. harusnya lebih simple dan mudah di pahami

    Komentar oleh bingung | 26 Juni 2010 | Balas

  6. Maaf, artikel yg cukup bagus. Saran saya, anda pelajari dan pahami betul definisi mu’jizat.. Sebelum mengangkat artikel seperti ini, salam :-).

    Komentar oleh Radyzta | 26 Juni 2010 | Balas

  7. intinya :
    1.An Namlu adalah bentuk jamak (plural) dari An Namlatu.
    dalam kaidah Nahwu biasa di sebut Jamak Taksir…

    jadi, artikel ini terasa rancu…

    2. Nabi Sulaiman memiliki beberapa mu’jizat diantaranya ; bisa memahami bahsa binatang (bukan hanya semut).

    Terima kasih.. bila kurang berkenan silahkan jelaskan alasannya, atau kirim lewat email saya.

    Komentar oleh Gaby | 27 Juni 2010 | Balas

    • Perlu kita pahami, melalui penelitian ilmiah…

      Hewan Semut dalam berkomunikasi melalui bau,
      bukan suara…

      Jadi akan terasa aneh, apabila dikatakan…
      ada percakapan antar sesama hewan semut

      Terkecuali Semut yang dimaksud adalah manusia,
      sebagaimana artikel yang kami tulis di atas…

      Komentar oleh kanzunqalam | 28 Juni 2010 | Balas

  8. sumbernya dari mana???????????

    Komentar oleh panduXpandu | 27 Juni 2010 | Balas

  9. Penjelasan yg penuh fakta dan alasan yg akurat… Terimakasih atas postingan nya… mudah2 terus di perbanyak ha2 yg seperti ini.

    Komentar oleh Nuarr abdya | 27 Juni 2010 | Balas

  10. Nice posting, makasih infonya..

    Komentar oleh arRa II | 27 Juni 2010 | Balas

  11. Bagaimana dengan bahasa burung yang nabi sulaiman berbicara dengan burung hud-hud dan mendapat informasi mengenai ratu balqis darinya.

    Komentar oleh indra | 27 Juni 2010 | Balas

    • Mengenai burung hud-hud…

      mungkin perlu penjelasan khusus di topik yang lain…

      terima kasih

      Komentar oleh kanzunqalam | 28 Juni 2010 | Balas

  12. ooo jadi dulu itu ada suku yang bernama suku semut ya, wah semutnya besar-besar dong.

    http://arieprawira.wordpress.com/

    Komentar oleh arieprawira | 28 Juni 2010 | Balas

  13. menarik

    Komentar oleh PONTIANAK | 28 Juni 2010 | Balas

  14. manusia hanya bs menerka dan menerka….hmmmm ….hanya dgn keimanan jwbannya.

    Komentar oleh rayndika | 28 Juni 2010 | Balas

  15. jauhilah perdebatan, janganlah begitu, sesungguhnya kamu tidak mengetahuinya dengan pasti, kelak kamu akan melihatnya bahwa kalam illahi tiada batasnya dan ilmu manusia hanya setitik buih di lautan. yg lain juga msh belajar sm kitab atw bc buku jadi lbh baik kt bershalawat atas junjungan nabi besar kita Muhammad SAW. afwan syukron

    Komentar oleh asska | 29 Juni 2010 | Balas

  16. mohon dikoreksi jika salah
    -namlatu: kata arab feminim,jadi artinya semut betina
    -namlu: semut-semut, jamak.
    saya yakin ayat ini memberikan pengetahuan buat kita bahwasanya suatu koloni semut di pimpin oleh semut betina (ratu). dan hebatnya kita baru menyadari ini tahun 1990 di buku ‘The Ant’ pulitzer 1990. Sumber lengkap ada di Wiki.

    Komentar oleh loremipsum | 2 Juli 2010 | Balas

    • Ratu betina yang di maksud adalah Ratu Bilqis bukan? Perempuan yang memegang pimpinan sejak zamannya Nabi Sulaiman

      Komentar oleh abdul dzikrun | 8 Juli 2011 | Balas

  17. kalo nabi sulaiman mendengar percakapan manusia puak semut,brarti bukan mu’jizat ya bang…?!

    Komentar oleh saya bukan semut | 3 Juli 2010 | Balas

    • saya hampir tidak mengerti saudaraku ini. berani menukil suatu ayat lalu menterjemhkan semaunya sendiri, kalau Allah memberi suatu mu’jizat kepada nabinya itu sdh diluar nalar manusia. itu kelebihan diberikan kepada rasulnya, kelebihan diberikan kepada seseorang Rasul.bukallah kitab2 rujukan berupa hadits nabi gimana jalan ceritanya pendapat para ulama ahli tafsir jangan cuma satu ulama tafsir. mungkin di lain kali bisa ditafsirkan lagi bagaimana mu’jizat Nabi Muhamad dan nabi Isya , Nabi Musa yg tongkatnya bisa menjadi ular, bisa membelah lautan nanti bisa diterjemhkan lain lagi .diterjemahkan seenaknya. tanpa ada rujukan dari ahli tafser.kalau memang nabi sulaiman berbicara dengan manusia bukan semut ( suku Semut yg dimaksud )ini bukan mu’jizat dong..! karena berbica dengan manusia buat apa Allah tuliskan dalam Al’qur’an, kalau cuma beritanya seperti itu.

      Komentar oleh ahmad yudians | 19 Juli 2010 | Balas

      • Akan menjadi Mukjizat…
        Jika kemudiaan hari, para arkeolog menemukan, apa dan siapa suku semut itu sesungguhnya….

        lagipula, nama satu suku, dengan mengambil nama hewan…
        bukan sesuatu hal yang aneh….

        Terima kasih…

        Komentar oleh kanzunqalam | 19 Juli 2010

      • Subhanallah..seorang manusia seperti anda mencoba untuk menggugat kandungan/isi Al Quran.

        Komentar oleh putu panji | 6 November 2011

      • ada terusannya, di dalam cerita sisemut menyuruh kaumnya untuk menghindar agar tentara nabi Sulaiman tidak menginjak mereka karena tidak tahu (tidak melihat) (berarti “semut itu kecil” hingga tentara nabi sulaiman tidak tahu. tidak mungkin semut diartikan manusia karena kecil, saya yakin itu semut sesungguhnya

        Komentar oleh alfandi | 17 November 2013

  18. wah kontroversi sekali….

    hati hati bang TS, jangan mudah menerima suatu ilmu dari penalaran manusia,,,,,
    jikalau bingung kembalilah ke Alqur’an dan Al hadist..
    sebenarnya semua ada jawaban disitu..
    dan pada hakikatnya Ghaib adalah urusan Allah.
    dan Mu’jizat perkara ghaib.

    hati hati dengan logika..
    bagaimana dengan Burung Hud-Hud, Jin, dan Angin yang dikendarai…, membelah laut, keluar air dari jari, batu yang berubah jadi unta, dll?

    kalau kita terus mencari cari dengan logika saja dan dengan ilmu apa adanya maka yang ketemu adalah apa yang kita inginkan bukan kejadian sebenarnya.

    atau kalau perlu pelajari lagi ilmu al qur’an dan al hadist yang dibawakan oleh sumber sumber yang bisa dipertanggung jawabkan ilmunya, termahsyur ilmunya, dan diakui oleh banyak kalangan yang termahsyur pula.. banyak kan dari cendikiawan muslim abad pertengahan, dll…

    setidaknya sebelum memulai mempelajari suatu hal. sebaiknya kita menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang serta berdoa kepada Allah agar dibukakan pintu hikmah untuk kita dan diberikan jalan yang benar..

    terimakasih

    Komentar oleh iwan | 21 Juli 2010 | Balas

  19. koq sumbernya ga jelass bos….
    dari media barat ? siapa pitkal itu ? ustadnya juga ga pernah denger? apa pemikiran dia udah di terima ya minimal se indonesia deh ??

    Komentar oleh bangkur | 21 Juli 2010 | Balas

  20. Menarik, dan kontroversi pasti :)
    Pastinya pembaca faham bahwa penulis bukanlah marja’ (tempat mengambil pendapat), atau berhak memberi fatwa, atau pembaca dipaksa meyakini hal yang disampaikan penulis.
    Tapi saya mengagumi upaya penulis untuk berbagi pendapat, opini, dan saya yakin kita tidak akan menutup pintu diskusi.

    Sampai ke pendapat bahwa Nabi Sulaiman As hanya mendengar pembicaraan Semut (Nabi Sulaiman As tidak berdialog dengan semut untuk memerintahkan para semut minggir, iring2an nabi mau lewat, tetapi para semut mawas diri, sang pemimpin semut yang mengomandokan pasukan semut untuk memberi jalan) saya msh bisa menerima, tapi ketika bahwa semut yang dumaksud bukanlah binatang, nah ini agak sulit diterima.

    Anggaplah bahwa itu bentuk tunggal/jamak sekalipun, bukan alasan untuk mengatakan itu bukan binatang apatah manusia. Al Nml atau The Ant, bisa berarti Sang Semut, Semut yang khusus, Semut yang bijak, semut yang spesial, raja semut, ratu semut, the one and the only ever birth semut. Kenapa bisa menjadi semut yang bukan binatang? bisa jadi emang semut semut juga (binatang). Mohon penjelasan yang lebih, untuk kami yang msh blm paham.

    Keragu-raguan akan memicu penyelidikan, dan penyelidikan adalah langkah awal ditemukannya kebenaran. Orang yang tidak pernah ragu tidak akan pernah menemukan kebenaran (Imam Ghozali RA)

    Komentar oleh irsandi | 22 Juli 2010 | Balas

    • Di dalam QS.27:18 disebutkan, bahwa Al Nml tinggal di Lembah Semut, apakah yang tinggal disana harus hewan semut?

      Kita mengenal daerah Cikalong (Jawa Barat), dan isinya bukan kalong semua… sangat banyak manusia tinggal disana…

      ada lagi nama daerah Cilandak (Jakarta), Talang Semut (Palembang), Muara Lembu (Riau), yang banyak didiami manusia…

      Kemudian muncul pertanyaan…
      Mengapa daerah tersebut, dinamakan Lembah Semut?

      ada banyak kemungkinan…

      bisa jadi dahulunya disana ada satu sarang semut yang sangat besar…

      atau bisa juga disebabkan karakter manusia-manusia di lembah tersebut, berprilaku seperti hewan semut…

      yang hidup berkoloni dan bertempat tinggal di gua-gua lorong bawah tanah…

      Kami kira bukan sesuatu hal aneh…

      apabila ada nama suku, yang diambil dari nama tempat mereka tinggal…

      Kita mengenal nama Suku Ogan (Sumatera Selatan), karena mendiami di pinggiran Sungai Ogan, ada lagi Suku Komering (karena tinggal di sekitar Sungai Komering).. dan sebagainya…

      Selain itu, kita juga mengenal beberapa nama suku, yang mengambil dari nama hewan… seperti : Suku Naga (Jawa Barat) dan Suku Kajang (Sulawesi Selatan)

      Komentar oleh kanzunqalam | 22 Juli 2010 | Balas

      • Memang adalah kebiasaan kita untuk memberi nama suatu wilayah/objek dengan keunikan atau kekhasannya. Sama halnya ketika seseoang yang bernama Haydar (bahasa arab yang berarti Singa) mestilah bukan singa beneran tapi hanya nama seseorang yang keberaniannya diibaratkan seperti singa, kita maklum akan hal itu.

        Tetapi bisa jadi bahwa nama itu memang adalah nama seekor Singa (bukan manusia), contoh Simba (bahasa Swahili yang berarti Singa) adalah memang nama seekor singa di film kartun Lion King.

        Jadi ini terlalu bebas jika kita mengasumsikan makna kata AL-NML adalah merujuk kepada bukan binatang, tidak ada petunjuk jelas bahwa kata itu merujuk “ke-kemanusian”/Puak/bangsa daripada bahwa ayat tersebut segamblang artinya, ya semut semut juga (binatang). Apalagi di ayat yang lain diperkuat dengan kejadian serupa, bahwa memang Nabi Allah Sulaiman As mampu untuk bercakap-cakap dengan binatang yaitu burung Hud-hud. Perhatikan Al-Qur’an menyampaikan kepada kita dengan gaya dialog antara burung Hud-hud dan Nabi Sulaiman As.

        Dan sejak kapan bentuk jamak dari suatu benda, mempunyai arti lain (apalagi sampai beda jenis)? Allah SWT pun sering menggunakan bentuk jamak dalam menyebut DiriNya dalam Al Qur’an, Apakah layak kita artikan beda? Bukankah bentuk jamak adalah bentuk kesopanan dalam bahasa.. “antum kapan datang” (padahal kita berbicara kepada 1 org lawan bicara), “Menurut kami…” (padahal bicara sendirian).

        Afwan..

        Komentar oleh irsandi | 23 Juli 2010

      • Apakah menurut Anda yang tinggal disana juga harus manusia, karena Allah SWT.menggunakan kata “berkata”..?

        Menurut Anda semut berkomunikasi dengan bau.
        Sebagaimana kata yang Anda tuliskan (kata : “bisa jadi”), maka bisa jadi Allah SWT. telah mengajarkan kepada Nabi Sulaiman as. ilmu mengenai bau semut yang merupakan bahasa semut, sehingga Nabi Sulaiman as. bisa mengerti (bisa jadi).

        Jika menurut Anda yang “berkata” itu hanya manusia, maka bagaiman dengan orang tuna rungu yang “berkata” dengan menggunakan jarinya.

        Rabbissrahli sadri wayassirli amri, wahlul uqdatammillisaani yafqahu qauli.
        Assalaamu’alainaaa wa’alaa ibaadillahisshoolihiin.

        Komentar oleh fahmi | 30 April 2014

  21. annamlu mungkin memang di artikan secara harfiah sebagai lembah semut, tapi apakah anda tau maksud dari surat tersebut ?? yang kita pakai dari alQuran yaitu inti maksud dari surat tersebut, bukan penafsiran harfiahnya, yang mana di surat annaml menjelaskan tentang kisah nabi sulaiman as dengan para semut, bukan menjelaskan disana bekas tempat para semut dll .
    kalau kita menghubungkan logika dengan kuasanya Alloh SWT, apakah mampu kita pikirkan kejadian2 aneh seperti hal di atas ? semua penjelasan di alQuran telah dijelaskan dalam alhadits, jika kita tidak menggunakan kacamata iman kita untuk memahami suatu kandungan yang terdapat di alQuran dan alHadith, hanya menggunakan logika dan penafsiran kita sendiri dengan mencari bukti ilmiah yang belum tentu kebenarannya (apalagi karena pemikirannya sendiri) berarti kita tidak iman kepada alQuran dan alHadits ??

    Komentar oleh syura | 25 Juli 2010 | Balas

    • ya bukan berarti tidak beriman ke pada alquran dan hadis.
      maksudnya kita sbgai manusia boleh belajar mengenai isi kandungan alquran.
      krn alquran itu kan user manual kehidupan manusia, yg dlm dunia modern trbukti kebenarannya.
      whyu pertama rasul kn iqra yg maknanya bukan cuma baca tp juga mengkaji.
      jika memikirkannya apalagi mengkritisinya takut dosa,yg terjadi umat islam cuma bisa membaca alquran sebatas untuk ibadah.
      sementara ilmu yg maha dahsyat dikusai oleh orang barat.
      pelajarilah alquran semaksimal mungkin tnpa melanggar aqidah.
      wahyu tanpa akal=iman tanpa ilmu

      Komentar oleh Ki joko bodo | 20 Maret 2012 | Balas

  22. @syura… boleh kami diperlihatkan… hadits yang saudara maksud? dalam kitab apa? dan bagaimana pula sanadnya?

    Komentar oleh kanzunqalam | 25 Juli 2010 | Balas

  23. Agan syura, makasih nasehatnya.
    Tapi bukan berarti umat dilarang untuk berdiskusi, bukankah perintah yang pertama turun adalah bermakna belajar?

    Atau akankah kita perlakukan Al-Qur’an hanya sebatas Kitab Suci? sehingga untuk mengupasnya saja kita takut2?

    Tidak ya akhi, ini wilayah debat, diskusi, yang sangat bagus untuk melatih cara berfikir. Bukankah anda sendiri tidak berubah kadar keimanannya stlh membaca tulisan TS? Begitu juga kami.

    Komentar oleh irsandi | 25 Juli 2010 | Balas

  24. Kang masih lanjut gak nih diskusi kita?
    ane dapet lg nih pemahaman yg baru, sambil diskusi ya.

    Bunyi lengkap ayat tsb (QS 27:18) adalah:
    Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”

    Kalau seandainya Mr, M.M. Pikthal itu benar bahwa semut yang dimaksud itu manusia, masa sih Nabi Sulaiman As ampe gak sadar ada orang disitu dan sampai terinjak2 pula? dan Nabi As kan bawa pasukan, masa gak satupun yg ngeliat n ngasih tau ke nabi? sampai2 malah si pemimpin semut yg mewanti2 para semut yg lain utk minggir :)

    Mestinya adalah makhluk yang kecil dan tidak terlihat oleh mata sang nabi As, ya mestinya semut dong.

    geto kang..

    Komentar oleh irsandi | 27 Juli 2010 | Balas

  25. sekedar koreksi… MM. Pikthall, bila kita baca dari terjemahannya, justru berpendapat bahwa semut yang dimaksud, adalah hewan sungguhan…

    Komentar oleh kanzunqalam | 27 Juli 2010 | Balas

    • oh.. afwan, berarti tulisan berikut adalah pemahaman dari antum sendiri? :
      “Semut” dalam ayat 18 dan 19 yang dikutip di atas itu, bukanlah semut yang sebenarnya, akan tetapi manusia biasa dari “puak semut“. “Seekor semut” maksudnya Kepala Suku dari puak semut.

      Komentar oleh irsandi | 30 Juli 2010 | Balas

      • Kami mengambil pendapat…
        Ustadz Muhammad Nur Abdurrahman…

        Komentar oleh kanzunqalam | 30 Juli 2010

  26. Itu sanadznya dari Ahlul Bayt?

    Komentar oleh irsandi | 30 Juli 2010 | Balas

  27. wah… kalau itu, tanya langsung ke orangnya… beliau juga ada diskusi di yahoo grub… alamat blognya bisa cari di google…

    Komentar oleh kanzunqalam | 30 Juli 2010 | Balas

  28. untuk keywordnya hmna wahyu

    Komentar oleh kanzunqalam | 30 Juli 2010 | Balas

  29. Assalamu’alaikum… wah teori yang menarik, sungguh menarik, jadi teringat dengan pendapat dari KH. Fahmi Basya tentang wadin naml, coba aja cari digoogle keyword flying books fahmi basya. Namun bagi saya yang awam, yang saya dapat tangkap dari kisah ini adalah ucapan Nabi Sulaiman ketika mendengar “para semut” ini berkata demikian yaitu : “Ya Allah berikan kepada ku RASA SYUKUR KEPADA-MU atas nikmat-nikmat-Mu yang engkau berikan kepada ku………….(ma’af kalau salah menerjemahkan) yang mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur, bersyukur, bersyukur atas segala yang ada pada diri kita……… Wallahu a’lam….

    Komentar oleh M Agus Syafrudin | 24 Agustus 2010 | Balas

  30. Kanzun Qalam …
    Batasi diri terhadap sejarah, mentashih sejarah ..
    Hindari khilafiah dan ayat-ayat mutasyabihat ….
    Jangan kontra produktif, sebagaimana Harun Yahya ..
    yang akhirnya benang merahnya pada anti Darwinisme ..
    bukan pada dzikir terhadap ayat2 kawniyah …
    Saya akan baca dan kritisi ..
    Semoga makin tajam dan terpercaya …
    Selain Al Qur’an, mohon gunakan juga Shahihain …
    wassalam

    Komentar oleh Yayok Haryanto | 14 Oktober 2010 | Balas

    • kalau antum bisa lebih baik dari harun yahya boleh bilang demikian…darwinisme sangat keliru kalau dilihat dari sisi al Quran bro…

      Komentar oleh Nurkholis Ghufron | 21 November 2012 | Balas

  31. maaf alaman email salah :
    yang benar :
    bapak_e_fatih@yahoo.co.id

    Komentar oleh Yayok Haryanto | 14 Oktober 2010 | Balas

  32. Ini yang saya tunggu2,..saya percaya Qur’an mengajak kita untuk berfikir logika,..bukan berarti kita tidak boleh percaya mukjizat, tapi harus benar2 paham akan makna2 yang terkandung didalamnya dan ini memang memerlukan bahan wawasan yang mnyeluruh bidang ilmu pengetahuan mulai dari biologi, fisika, politik, ekonomi dan sebagainya. Memang benar semuanya atas kehendak Alloh, tetapi jangan sampai membuat kita jadi malas untuk berfikir,..contoh yang paling sederhana :
    *bahasa yang bermakna luas.
    1. Surga berada di bawah kaki ibu
    2. kaki tangan, panjang tangan, tangan kiri dsb
    *iptek
    1. Hujan karena Alloh yang menurunkan. Memang betul,artinya kita dituntut untuk tahu teknis hujan seperti apa.
    Mungkin kita sepaham bahwa Al-Qur’an diturunkan adalah untuk memajukan ilmupengetahuan manuasi bagi mereka yang mau berfikir.
    @bung Syura : memang benar yang anda katakan,..tapi bukan itu maksudnya,..justru kajian diatas bisa menambah keimana kita terhadap Alloh (menrut saya). Intinya jangan menganggap diri anda benar dengan menggunakan Ayat2, tapi jadilah pribadi yang bisa membuktikan kebenaran ayat2 Alloh.

    Komentar oleh bruu | 29 Oktober 2010 | Balas

  33. kalo sekiranya an-Naml ayat 18 yang anda sebutkan di artikel tersebut tidak anda penggal di tengah, akan nampak jelas, maaf, konyolnya argumen anda.

    An Naml ayat 18 komplit: “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

    kalo bener itu bangsa manusia dari suku semut, apa iya bisa diinjak manusia lain tanpa disadari??

    lagipula ibnu abbas, ibnu kathir, Mujahid ibn Jubair dan para mufassirin yang berbahasa induk arab aja ga pernah menafsiri seperti ini. Tafsiran ini diambil oleh Muhammad Nur Abdurrahman dari tiga orang non-Arab; yaitu orang indonesia, pakistan dan iran. Dan celakanya ia menganggap penafsiran jumhur ulama mufassirin itu sebagai landasan imajinasi cerita-cerita israiliyat.

    Apakah kita akan lebih memilih tafsiran 3 orang ajam (non-arab) dibanding tafsiran ibnu Abbas yang belajar langsung tafsir alQur’an pada Rasulullah?

    sungguh ini adalah tafsiran baru yang dibuat-buat, bertentangan dengan pemahaman ulama salaf (terdahulu)

    Komentar oleh satriopiningit | 6 November 2010 | Balas

  34. Janganlah memahami agama dengan akal.
    ini adalah keyakinan bid’ah dan bathil. tidak ada satu sahabatpun, juga ulama, yg berpendapat seperti artikel diatas.

    Komentar oleh ibnu fauzy | 13 November 2010 | Balas

  35. Hahaha…malah pada ribut sendiri. Yg satu dengan cara ilmiah yg lainnya dengan keyakinan. Ya susah dicari titik temunya, sama saja membicarakan antara teori Darwin dan Nabi Adam & Hawa. Jika diantara kalian ada yg pernah mengalami sesuatu hal yg luar biasa di dalam kehidupannya, pastinya akan percaya apa yg yang tidak mungkin diberikan Allah kepada hambanya. Salam

    Komentar oleh Andrew | 14 November 2010 | Balas

  36. dari awal sudah tercium kurang beres karena memotong ayat.
    jadi, kazun qalam,
    lain kali jangan maen putus-putus ayat

    dan
    jangan memberi konklusi aneh sekaligus sepihak, seperti kalimat terakhir.
    “Dengan demikian METODE yang dipakai Nabi Sulaiman, untuk memahami bahasa semut adalah dengan cara mempelajari bahasa mereka. Yaitu bahasa yang dipergunakan oleh sekelompok manusia, yang bernama Puak Semut atau Suku Semut atau Kaum Semut.”

    Komentar oleh aryakamandanu | 17 November 2010 | Balas

  37. agama itu logika…
    saya suka itu…
    trm kasih

    Komentar oleh H M Zen Khan | 24 November 2010 | Balas

  38. Yang penting nabi sulaiman bicara kepada semut.. ya udah.. gitu aja ko’ repot gak perlulah di tafsir2kan kemana2 yg penting hati kita yakin klo nabi sulaiman itu berbicara kepada semut kan dah jelas jelas alQuran mengatakan…

    mau yang bicara itu ketuanya ane rasa gak perlu dbahas.. cukup kita pahami aja bahwa Allah SWt maha kuasa sehingga nabi sulaiman bisa memahami bahasa semut… Nice Share anyway…

    Komentar oleh kang Robby | 26 November 2010 | Balas

  39. dengan nama Allah yang maha berkasih sayang.
    maha suci ALLAH diatas fitnah yang hebat ini,berita gembira untuk penyebar fitnah azab yang pedih di akhirat.islam itu mudah tapi jangan di permudahkan.
    lembah semut itu sememangnya ada tetapi sudah tenggelam cuma kesannya boleh dilihat di pulau-pulau kepulauan melaka umpama pulau besar serta pulau-pulau berhampiran dengannya.kajian yang mendalam tentang kerajaan saba’.sila buat kajian bersama-sama.sememangnya kerajaan nabi sulaiman di nusantara adalah terbukti di pentas sunda.dalam masa yang terdekat banyak penemuan-penemuan baru yang mengemparkan dunia akan berlaku.sesungguhnya sudah hampir masa 13 hari bumi di ciptakan.sehari bersamaan 1000 tahun.6 hari terjadi serta 7 hari masa kita, nabi isa genap 2 hari di langit 2033.doa adalah senjata orang mukmin,masanya huru hara sudah hampir, kezaliman sudah hampir, sengsara sudah hampir bersiap siagalah.kerana kemenangan itu apabila turunnya rasul ALLAH.besiap siagalah, kembalilah kepada AL-quraan dan hadis.demi kasih sayang.

    Komentar oleh quraancode | 5 Desember 2010 | Balas

    • kok keren banget nih bahasanya abang satu ini….

      maap OOT dikit :p

      Komentar oleh suryokecu | 1 Juli 2013 | Balas

  40. Sebenarnya, siapa yang menafsirkan “Semut” dalam pembahasan ini adalah sekelompok “orang” dan bukan “hewan” ?

    Ustadz Muhammad Nur Abdurrahman
    M.M Pitkhall
    Para Ilmuwan berdasar riset ilmiah
    Atau penulis ?

    coba perhatikan kalimat ini :

    “Semut” dalam ayat 18 dan 19 yang dikutip di atas itu, bukanlah semut yang sebenarnya, akan tetapi manusia biasa dari “puak semut“. “Seekor semut” maksudnya Kepala Suku dari puak semut.

    – Apakah derajat manusia sejajar dengan “Se-ekor” semut ?

    juga kalimat ini :
    Untuk mengelakkan kesalahan gramatikal, apabila anNamlu dianggap betul-betul semut, maka M.M. Pikthall menterjemahkannya dengan:

    an ant exlaimed, O ants! Enter your dwellings.

    Jadi M.M.Pikthall “terpaksa” menjamakkan ants untuk menyesuaikannya dengan dwellings (Masa-kinakum). Maka akibat mengelakkan kesalahan gramatikal, ia salah dengan menjamakkan ants yang sesungguhnya tunggal (mufrad), yaitu anNamlu.

    Dilain komentar, penulis berpedoman pada sebuah kesimpulan hasil penelitian bahwa:

    Perlu kita pahami, melalui penelitian ilmiah…
    Hewan Semut dalam berkomunikasi melalui bau,
    bukan suara…
    Jadi akan terasa aneh, apabila dikatakan…
    ada percakapan antar sesama hewan semut…
    Terkecuali Semut yang dimaksud adalah manusia,
    sebagaimana artikel yang kami tulis di atas…

    Jika M.M.Pikthall dan juga para pendapat yang lain menganggap bahwa maksud dari QS.27 Ayat 18-19 adalah salah tafsir, kenapa dia tidak lahir ketika jaman Rasulullah dan mengoreksi kesalahan-Nya ?

    Jika semua tafsir Al-quran banyak yang salah…

    ILMU TANPA IMAN akan berbuah PRADUGA DAN WASANGKA.

    Apakah ini salah satu maksud dan tujuan dari artikel ini ?

    Komentar oleh guest | 13 Desember 2010 | Balas

    • afwan.. pengertian bhs alat komunikasi.. bisa dg suara/bunyi, bisa gerak tubuh dll…
      setiap hewan ada insting dan cara komunikasi tersendir.. adalah tdk mustahil apabila dg Mukjizat Sulaiman AS dpt mengerti “bhs hewan” dll.
      spt contoh org bisu bhsnya lain, menggunakan Bhs Isyarat.
      afwan ana pasti salah, yg Maha Benar Allah SWT saja.

      Komentar oleh Falatehan | 29 Desember 2010 | Balas

  41. NO NO NO NO….. Kalo aq Kepala Suku ‘SEMUT’ (manusia) dan tahu ada KING SOLOMON & pasukannya mo lewat kampungku, pasti aku suruh semua penduduk untuk menyambut mereka! Bukan malah menyuruh mereka sembunyi di dalam rumah.

    Komentar oleh Mira | 18 Juni 2011 | Balas

  42. “Dan sesungguhnya kami telah berikan kepada Daud karunia dari kami(Firman-nya):Hai gunung gunung dan burung burung bertasbehlah berulang ulang bersama daud dan kami telah ,melunakan besi untuknya.yaitu buatlah baju besi yg besar besar dan tentukan ukuranya dg tepat dan kerjakanlah amalan yg soleh,sesungguhnya aku melihat apa yg kamu kerjakan(surah saba:10-11)……….

    Komentar oleh karuhun | 3 November 2011 | Balas

  43. maaf’ antum harus lebih jelli mengkaji alquran, coba antum lihat kembali ayat2 alquran yang menjelaskan tenatang nabi sulaiman dan semut & hewan2 yang lain.di alquran telah dijelaskan dengan detail bahwasannya nabi sulaiman as mempunyai mukjizat yang luar biasa, coba antum lihat ayat 17-27 & 20-27 & 21-27disana di jelaskan tentang tentara nabi sulaiman as yang terdiri dari jin,manusia dan burung, ayat” ini membuktikan bahwa nabi sulaiman as mempunyai mukjizat yang luar biasa yakni mampu berkomunikasi dengan hewan dan jin.jadi annaml di alquran bukan kelompok manusia, kl memang annaml adlh sekolompok manusia maka nama hewan yang ada di kisah “nabi sulaiman” itu sekelompok manusia ini sangat di luar kenyataan dan kl ini benar, dimana letak mukjizat nabi sulaiman kl nama2 hewan itu sekelompok manusia.annamlah adalah bentuk “mufrad muannast” bukan jamak.wallahu a’lam

    Komentar oleh rooney ahmad | 20 November 2011 | Balas

  44. whaladhalahhh.. mu’jizat hanya bs dterima dengan iman.. wajar saja ente lahir bukan dijamannya, ente mengartikan dengan akal ente yg cuma secum’lik tsb, ketahuilah.. ilmu Allah jauh lebih besar dari akal kite”, /dalam lagi telusuri lagi.. keluasan ilmu Allah,.. niscaya ente akan tau .. itu kalo tetep pake akal” n dasar dari ulama yg juga jauh lebih jauh lg dr jaman Nabi.. yah..tep ejeh ente majnun..

    Komentar oleh maspry17 | 21 November 2011 | Balas

  45. kamu harus yakin, semua Nabi punya Mukjizat atau keistimewaan.
    dan kamu harus yakin, kalau Allah menghendaki apapun bisa tejadi.
    Karena Allah Maha Besar dan selalu Maha Besar dan Benar dengan dan untuk segala firmanNya

    Komentar oleh La Ode Rifai | 22 November 2011 | Balas

  46. Keajaiban Al Qur’an, dari sisi manapun di kaji merupakan Mukjizat dari Allah, semakin di kaji semakin menarik, bagai magnet. Inilah bukti bahwa Al Qur’an tak lekang oleh zaman. dia hadir dimasa apapun dan tetap menarik tuk di kaji.
    Berbeda pendapat boleh-boleh saja, namun jangan menjadikan kita bercerai berai. inilah kekuatan Islam sesungguhnya.

    Komentar oleh Suron | 29 November 2011 | Balas

  47. Semut berkomunikasi dg Bau ?, harus dicantumkan hasil penelitianya dan itu pun sesuatu yang tidak mutlak (karena belum saya temui kamus bahasa semut/ burung). Kayaknya ini cuma peafsiran pribadi sang ustadz yg mengkotak katik kata ? Disana saya tidak melihat hadits, atau pun keterangan sahabat nabi dan para ulama ahli tafsiryang lebih faham bahasa arab & kaidah tair yg syar’i seprti ibnu katsir, dan ulama2 tafsir lainnya ?

    Ingat burung ababil? mereka menggenggam batu panas untuk dijatuhkan pada pasukan Abrahah. Kenapa mereka kuat & tidak panas ? Tidak semua hal bisa di logika kan dengan standar manusia. Yang mutlak hanya kbenaran dari Allah, masuk akal atau tidak, kita trima tanpa banyak protes apalagi mempertanyakan. Islam= Tasli (Pasrah/ menerima pada apapun yg datang dari-Nya baik masuk akal atau tidak)

    (Afwan sebaiknya dalam tafsir Qur’an merujuk pada Tafsir Qur’an seperti Ibnu Katsir, Taisir Karimir Rahman, dll. supaya lebih selamat)

    Komentar oleh mowsaku2008 | 2 Desember 2011 | Balas

  48. sumpah gak masuk akal, saya beneran yakin kalo nabi sulaiman itu memang memiliki mukjizat untuk bicara dengan banyak binatang salah satunya adalah si semut tadi…

    kalo di bilang penjelasan kek gitu, seolah” semua yg ada di alquran nyambung semua dengan logika..

    dan ini ane pikir akan menyesatkan…

    Komentar oleh dika | 16 Desember 2011 | Balas

  49. WAH SEERRU NIH ,EMANG GAK MASUK LOGIKA ARTIKEL INI ,MUNGKIN BISA DICARI ALTERNATIF YG LAIN ????

    Komentar oleh mantap | 12 Februari 2012 | Balas

  50. ANDA TERLALU MEMAKSAKAN LOGIKA. BISA DIKATAKAN LOGIKA ANDA TIDAK SAMPAI PADA ILMU ALLAH. NABI SULAIMAN A.S MEMANG BICARA DENGAN SEMUT KARENA SETIAP NABI PASTI MEMILIKI MUKJIZAT. YANG NAMANYA MUKJIZAT SUSAH UNTUK DINALAR LOGIKA MANUSIA. KARENA MEMANG ITU KEHENDAK ALLAH. JADILAH MAKA JADILAH..
    CONTOH LAINNYA NABI IBRAHIM A.S TIDAK MEMPAM TERBAKAR API? HANYA ALLAH YG MAMPU MEMBERIKAN MUKJIZAT ITU.

    Komentar oleh didla08 | 29 April 2012 | Balas

  51. tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT…. itulah Mu’jizat Nabi Sulaiman. namanya aja mu’jizat… gimana sih lo…! itulah tanda kebesaran ALLAH SWT. bukan berarti ada suku semut… hehhehe… lucu-lucu

    Komentar oleh shofi | 10 Mei 2012 | Balas

  52. bukankah gunung2, burung dan seluruh alam semesata tunduk dan patuh kepada sunnatulloh? mereka pun beribadah kepada Allah, bertasbih kepada Allah, lantas mengapa heran jika ada orang yang bisa berbicara dengan hewan…….

    ada 70 ribu hijab antara engkau dan Tuhanmu, padahal Allah itu lebih dekat dari pada urat lehermu…….

    Komentar oleh sabdoalit | 25 Juni 2012 | Balas

  53. dan Sulaiman telah mewarisi Daud[1092], dan Dia berkata: “Hai manusia, Kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan Kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.

    Komentar oleh Al-Battar | 19 Juli 2012 | Balas

  54. cuma sekedar koreksi gan

    27. An Naml

    18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;

    27. An Naml

    19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    kok banyak yang beda sih ayatnya?

    Komentar oleh No Name | 7 Agustus 2012 | Balas

  55. coba anda jelaskan dgn logika anda bagaimana manusia bisa diciptakan dr tanah. secara ilmiah, tanah kan gak bisa brubah jd daging manusia.

    Komentar oleh daniel | 29 Oktober 2012 | Balas

  56. apa yang anehnya….ALLAH Maha Berkuasa Diatas tiap-tiap sesuatu.kita manusia biasa ni jgnlah ikut sangat logiknya.ilmu kita terbatas……SubhanALLAH

    Komentar oleh masri | 30 Oktober 2012 | Balas

  57. ALLAH maha kuasa. tidak selamanya sesuatu diukur dengan akal.

    Komentar oleh mestation retwer | 4 November 2012 | Balas

  58. aduh kebanyakan komentar tidak mengenai sasaran penulis yang penulis singgung itu bukan masalah mukjisat tapi mengenai kata yang dimaknai oleh beberapa kalangan itu multi tafsir lagian tafsir saat itu membuat aku bertanya ? dan bingung apalagi tafsir yang dibuat oleh pemerintah indonesia wow membingungkan tapi untung kita masih punya tafsir yang ditulis penulis setidaknya membuka lembaran perbandingan tafsir

    Komentar oleh sultan | 16 November 2012 | Balas

  59. Apa yang anda bahas sangat tidak masuk akal..anda ingin mengalihkan mukjizat nabi Sulaiman kepada puaknya semut..sungguh kajian yang sangat berlebihan.

    Komentar oleh Nurkholis Ghufron | 21 November 2012 | Balas

  60. saya yakin pemaparan di atas keliru..dan saya yakin alquran dan mukjizat nabi sulaiman as benar..

    Komentar oleh kilio | 1 Januari 2013 | Balas

  61. 100% saya percaya kpd nabi allah sulaiman akan mukjizat yg diberikan allah kpdnya

    Komentar oleh robby | 24 Februari 2013 | Balas

  62. menurut saya yang d jelaskan d al qur`an qs 27:18 itu bukan sekelompok manusia ( suku puak )… tetapi itu adalah smut … lagian apakah pantas manusia msuk kedlam lmbah (lubang smut )…allah menciptakan nabi n rasul d perintahkan untuk membawa ajaran allah …. allah lah yang menciptakan alama semesta ini … n tidak ada yang tidak mungkin apabila nabi bsa berbicara dengan smut ..itu adalah mu`jizat dari allah … dan itu adalah
    tanda bukti kekuasaan allah

    Komentar oleh el fahrurrazi | 26 April 2013 | Balas

  63. Tak ada yg tak mungkin bagi ALLAH, termasuk memberikan mukzijat kepada Nabi Sulaiman untuk mengerti bahasa semua hewan…

    Komentar oleh Rudy Syalfian | 24 Mei 2013 | Balas

  64. kalo memang benar dari puak/kaum semut, yang mana kaum semut itu disebutkan diatas berbentuk manusia, lantas dari mana (bagaimana) puak/kaum semut memahami bahasa semut itu sendiri.????.

    #segala puji bagi Allah yang menjadikan manusia selalu mencari penjelasan atas apa yang membingungkannya. .

    Komentar oleh fandelur7 | 30 Mei 2013 | Balas

  65. saya agak bingung juga sih…tapi jadi teringat tentang kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis-salaam yg memasukkan semut ke dalam sebuah botol…kemudian menaruh sebiji kurma di dalamnya…kalau pembuat artikel bisa menjelaskan ini…dan seharusnya ini yg pertama wajib dijelaskan,sebelum menuju lembah semut…kisah tentang ini banyak di mbah google…jadi silahkan dicari sendiri lah…hehehe…o iya…satu hal lagi…kayaknya para peneliti itu lupa kalau ada percakapan ini,makanya jadi lupa…kalau manusia itu pelupa…

    Komentar oleh eja | 31 Mei 2013 | Balas

  66. ALLAH SWT tlh tegaskan dlm Al Qur’an bhw bertasbih kpd-Nya segenap apa yang ada di alam semesta.hny kt tdk mengetahui tasbih mereka.oleh karena itu, jk semua yang ALLAH ciptakan bertasbih,mk tdk aneh jk mereka bisa atau memiliki bahasa,sebagaimana manusia memiliki bahasa.ada bahasa lisa,ada tulisan,dan ada bahasa isyarat.bahasa isyarat bs berbentuk getaran emosi,bahasa tubuh,dsb (ada nih ilmu membaca body laguange dan isyarat2 lain).jd jk dinyatakan di Al Qur’an Nabi Sulaiman AS dengan izin ALLAH SWT bs memahami bahasa semut,mk itu bkn hal yg aneh.di discovery channel ada acara yg bernama ‘dog whisper’.host-nya caesar bs ‘memahami bhs anjing’,sehingga bs mengajarkan org2 lain utk lbh memahami+”mendidik’ anjing mereka agar hubungan anjing+pemeliharanya bs lbh harmonis (kl nggak slh inti acaranya gitu).jd tdk aneh jk semut memmiliki bahasa…dan mngkn kelak ada teknologi yg bs menangkap getaran or bhs isyarat yg dikeluarkan alam shingga kt bs memahami bhs setiap ciptaan ALLAH.teknologinya sebagaimana ilmuwan bule menciptakan kamera yg bs menangkap aura or energi manusia bangsa jin (ini ada nih teknologinya)….sip..

    Komentar oleh rizky | 22 Juli 2013 | Balas

  67. semut yg di maksud adalah semut beneran,mengapa? mereka takut terinjak manusia[solomon]
    klo “puak semut/manusia” mestinya ga takut terinjak tp “tertabrak” [ logika termudah tp ga di pakai] ini klo mau mikir sih…..
    maksud ‘kanzunqalam’ bagus ingin mengajak pembaca berfikir,tapi klo kebablasan malah akan menyesatkan dan menimbulkan keraguan bagi yg kurang berfikir dan sok berfikir…..
    yg jelas kita imani mukjizat rasul dari Allah swt dan jangan berpendapat klo ga di dasari dgn keilmuan yg matang,salam islam

    Komentar oleh ridlokamathlubii | 18 September 2013 | Balas

  68. Dahulukan iman sebelum Logika.biarkan logika menyusul dgn batas-batasan Logika manusia.

    Ilmu Allah tak terbatas.
    Termsk Mukjizat yg di karuniakan Para Nabi.

    Komentar oleh randu | 21 Oktober 2013 | Balas

  69. bagus x blog nya,cuma yg kata puak2 semut aneh bin ajaib,..ntar nabi sulaiman dapat bercakap2 dgn burung di anggap puak2 burung juga,..bgm kalo nabi sulaiman dpt bercakap2 jin,ifrit dst….menganalogikakan nya..wkwkwk…
    thanks..admin…

    Komentar oleh prass | 4 Februari 2014 | Balas

    • haha ya stuju.

      Komentar oleh feri | 15 Juli 2014 | Balas

  70. lalu bagaimana menyikapi mukjizat nabi2 yang lain?? apa akan berakhir dengan mengedepankan ilmiah?? “ada manusia yang tidak terbakar jika di bakar di kobaran api yang besar?? mau di telaah menurut ilmiah??
    “ada manusia yang bisa membelah lautan??..

    Komentar oleh alam | 15 Maret 2014 | Balas

  71. Allaahu a’alam..
    ingat teman” apapun pendapat dan argumen antum.
    yang penting persatuan harus tetap dijaga..
    ingatlah banyak di luar sana saudara-saudara kita perlu pertolongan.

    Komentar oleh emil | 22 April 2014 | Balas

  72. kalo menurut gw sih ini ngasal. yg namanya Jg mukjizat, kalo masi bicara sama manusia juga mah. bukan mukjizat lg namanyaa

    Komentar oleh feri | 15 Juli 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: