Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ

Istilah buraq mungkin berasal dari istilah barqu yang berarti kilat sebagaimana terdapat pada QS. Al Baqarah ayat 20,

Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas segala sesuatu.

Dengan perubahan istilah barqu menjadi buraq, Nabi Muhammad SAW hendak menyampaikan kepada kita bahwa kendaraannya itu memiliki kecepatan di atas sinar. Suatu kendaraan dengan kecepatan yang sangat jauh meninggalkan teknologi yang sudah kita capai sekarang ini. (Sumber: ’Isra dan Mi’raj’ oleh Armansyah, 20 Agustus 2006, http://www.swaramuslim.com).

Berdasarkan penyelidikan, kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300.000 km per detik. Bila diketahui jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil, maka diperlukan waktu dilintasi oleh sinar dalam 8 menit.

Sedangkan untuk menerobos garis tengah jagat raya memerlukan waktu 10 milyar tahun cahaya, dengan melalui galaksi-galaksi, yang selanjutnya menuju kulit bola alam raya. (Sumber: S. Anwar Effendie, Isra’ Mi’raj, Perjalanan Ruang Waktu dalam Kaitannya dengan Penciptaan Alam Raya, Penerbit PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1993).


Bagaimana dengan kecepatan malaikat?

Seperti kita pahami, satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi. Ini ada di dalam QS. Al Ma’arij ayat 4,

Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.

Sementara, untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Sidratul Muntaha, dengan melewati angkasa raya yang disebut sebagai ‘Arsy Ilahi, setidaknya diperlukan waktu 10 milyar tahun cahaya (bahkan mungkin lebih dari itu, wallahu a’lam).

Artinya untuk perjalanan tersebut diperlukan waktu seperti perhitungan berikut ini:

1 hari malaikat = 50.000 tahun
200.000 hari malaikat = 10 milyar tahun (cahaya)
200.000 hari = 547,9 tahun (dengan perbandingan 365 hari = 1 tahun).

Berdasarkan data di atas, malaikat memerlukan waktu 547,9 tahun, untuk melintasi jagat raya. Namun pada kenyataannya, malaikat Jibril dalam peristiwa Mi’raj, menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi (maksimum 12 jam).

Jadi kecepatan buraq, berkali-kali lipat daripada kecepatan kilat, bahkan melebihi kecepatan malaikat sekalipun.

Dengan demikian, wajarlah bila dikatakan, peristiwa Isra’ Mi’raj diperjalankan oleh Allah sebagaimana ditunjukkan dalam QS. Al Isra’ ayat 1,
Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Suatu perjalanan yang digunakan untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Artikel Terkait
01. Teori Fisika Hawking, mengungkap Perjalanan Isra Nabi?
02. Identifikasi Fenomena Wormhole, menurut Al Qur’an?
03. Menghitung Umur Semesta

Tentang iklan-iklan ini

12 Juli 2010 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , , , , , , , ,

61 Komentar »

  1. terima kasih banyak atas artikelnya. Sangat sangat menambah rasa keimanan kita..

    Komentar oleh raditya irawan | 12 Juli 2010 | Balas

  2. subhannaullah….
    tehnologi kita (manusia)”teramat” jauh tertinggal

    Komentar oleh ekovercetti | 12 Juli 2010 | Balas

    • malaikat ga pake teknologi bro, tapi dikasi kekuatan oleh Allah, wajar aja kita ketinggalan

      Komentar oleh ganyangyajujmajuj | 25 Maret 2012 | Balas

  3. Masya Allah….subhanallah….

    Komentar oleh totabuanmadani | 12 Juli 2010 | Balas

  4. subhanallah….. allahu akbar

    Komentar oleh rika novyanti | 13 Juli 2010 | Balas

  5. Subhanallah begitu besar keangunganmu ,sulit ku cerna lewat akal ini, namun Engkau beriku hati untuk menyakini hal itu.

    Komentar oleh Dunia Organic | 13 Juli 2010 | Balas

  6. Suatu yang gaib dibuat eksak :)

    Komentar oleh Semendo | 13 Juli 2010 | Balas

  7. Subhanallah maha suci allah

    Komentar oleh rivan | 13 Juli 2010 | Balas

  8. Subhannallah,,,,,,,,Allahuakbar,,,,,
    areeve

    Komentar oleh Arief | 14 Juli 2010 | Balas

  9. Allahuakbar….

    Komentar oleh saranggo | 16 Juli 2010 | Balas

  10. mohon informasi, 1 tahun cahaya itu utk bhs yg kita mengerti itu brp lama ya?
    trimakasih.

    Komentar oleh saptops | 10 Agustus 2010 | Balas

    • 1 tahun cahaya merupakan jarak yang ditempuh cahaya selama 1 tahun…

      Kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik…

      Ini berarti 1 tahun cahaya = 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365 hari/tahun x 1 tahun = (300.000 x 31.536.000) km…

      1 tahun cahaya = (94.608 x 10^8) km…

      Komentar oleh kanzunqalam | 12 Agustus 2010 | Balas

  11. subhanallah,..Allahu Akbar…

    Komentar oleh unyil_kuching | 14 September 2010 | Balas

  12. Allahu Akbar.. Bukan hanya Rasulullah saw. Bahkan pengikut beliau dianugrahi kemampuan-kemampuan seperti ini. Tidak heran para Wali bisa sholat dan makan nasi kebuli di makkah dan dlm waktu kurang dari sedetik bisa pulang ke indonesia. karena mereka mengetahui ilmu2 ruhiah seperti ini.

    Komentar oleh Fadel | 18 September 2010 | Balas

  13. Subbhanllah………..Allahu Akbar

    Komentar oleh rozi | 4 November 2010 | Balas

  14. Sementara, untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Sidratul Muntaha, dengan melewati angkasa raya yang disebut sebagai ‘Arsy Ilahi, setidaknya diperlukan waktu 10 milyar tahun cahaya (bahkan mungkin lebih dari itu, wallahu a’lam).

    DATA INI DARI MANA SUMBERNYA ?? PADAHAL PENULIS SUDAH MENGATAKAN : WALLAHU A’LAM !! TAPI KENAPA 10 MILYAR TAHUN INI DIPAKSAKAN SEBAGAI PEDOMAN PERHITUNGAN.??
    benar2 aqlaniyun..

    Komentar oleh ibnu fauzy | 13 November 2010 | Balas

  15. Menghitung kecepatan malaikat
    Kecepatan bumi Kita berputar pada sumbunya ini menakjubkan juga yaitu sekitar 463 m/detik. Jadi kalau satu tahun kita menempuh waktu 365 hari , sungguh kita telah menempuh perjalanan mengendarai bumi kita sejauh 365 x 40.000 km = 14.600.000 km.
    Surat al ma’arij, 4 memberi petunjuk, bahwa kalau malaikat ini bergerak dalam waktu 1 hari , sama halnya dengan kalau kita mengendarai bumi ini (hidup di bumi) selama 50.000 tahun atau menempuh 50.000 x 14.600.000 km = 730.000.000.000 km . oleh malaikat jarak tersebut ditempuh dalam waktu satu hari. Maka kecepatan malaikat ini, jika kita asumsikan menggunakan satuan 1 hari malaikat = 24 jam malaikat 24 x 3.600 detik malaikat, adalah 8.449.074 km/detik
    atau 28,16358 kali kecepatan cahaya.
    membaca blog http://www.freedom-fastabiq.blogspot.com

    Komentar oleh abulhujja | 25 November 2010 | Balas

  16. seluruh Ilmu didunia ibarat setitik buih dilautan…
    kita boleh mengira2, namun belum tentu benar, Wallahu ‘alam

    Komentar oleh Falatehan | 29 Desember 2010 | Balas

  17. ,,apa sudah ada yg mlhat,,,

    Komentar oleh rizty | 28 Mei 2011 | Balas

  18. maha benar allah dengan segal firmannya.

    Komentar oleh anak barkey | 4 Juni 2011 | Balas

  19. kalo boleh tau…berapa perbandingan kecepatan cahaya dengan kecepatan perjalanan keong???…hehehe

    Komentar oleh kanda | 3 Oktober 2011 | Balas

    • kecepatan keong = 1 mm/s
      kecepatan cahaya = 300.000km/s = 30.000.000.000 mm/s
      perbandingan kecepatan cahaya dengan kecepatan keong adalah 30.000.000.000 : 1

      Komentar oleh ganyangyajujmajuj | 25 Maret 2012 | Balas

  20. artikel bagus

    Komentar oleh Toko Laptoponline | 19 Oktober 2011 | Balas

  21. terlalu sulit dijangkau oleh akal sehat

    Komentar oleh scriptwizard | 4 Desember 2011 | Balas

  22. Subhanallah ..
    Itu lah kuasa allah .
    Jadi itu bukanlah kendaraan yg di buat oleh manusia .

    Tetapi itu kendaraan yang di ciptakan untuk nabi muhammad pergi ke langit 7 . Untuk mengubah rakaat dalam shalat .
    Wallahu a’lamm.

    Komentar oleh Rendy putra | 7 Desember 2011 | Balas

  23. Subhanallah

    Komentar oleh Jon Guevara | 11 Januari 2012 | Balas

  24. Menurut saya. statement 1 hari malaikat waktu naik ke langit = 50.000 tahun menurut perhitunganmu. adalah untuk menunjukkan bahwa dilatasi waktu pada teori relativitas Einstein konsisten dengan Quran. Berdasarkan teori itu, waktu yang di alami pada benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya atau melebihinya, lebih singkat dari waktu yang dialami pengamat dalam kondisi diam. Jadi malaikat naik tetap dalam 1 hari (24 jam, menurut jam mereka) sedangkan menurut jam di bumi adalah 50.000 tahun. jadi malakat tidak naik dalam 547,9 tahun menurut artiket di atas tapi menurut saya tetap 24 jam. Tapi menurut perhitungan waktu di bumi 50.000 tahun. Salam

    Komentar oleh Sohu57 | 9 Februari 2012 | Balas

  25. Tambahan komentar. Ada perdebatan mengenai apakah nabi waktu Miraj naik bersama raganya atau ruhnya saja. Kalau mengacu pada teori relativitas Einstein, bahwa benda yang mendekati kecepatan cahaya, massanya jadi tak berhingga, maka jika nabi berangkat dengan raganya, tubuh beliau akan hancur karena tekanan massa tak berhingga. Pilot saja saat manuver sulit bisa mengalami blackout (pingsan) pada gravitasi 6g, apalgi tak berhingga.
    Namun pada saat mendapat perintah Shalat langsung dari Allah dikatakan nabi berdiri dibalik tabir (perisai pelindung). Berarti nabi mendapat perintah bersama raganya, karena dikatakan tidak ada seorangpun melihatku (Allah) dalam keadaan hidup. Karena dibalik tabir berarti Nabi bertemu Allah dalam keadaan hidup (bersama raganya).
    Ada riwayat yang mengatakan bahwa sebelum Isra Miraj, nabi di”bedah” dulu tubuhnya oleh para Malaikat, Mungkin disitulah kuncinya, dimana tubuh nabi di “adjust” dulu dari materi menjadi cahaya, agar bisa bergerak di atas cahaya seperti para malaikat tanpa efek samping terhadap raganya. Perlu diketahui massa cahaya adalah 0 (nol). Salam

    Komentar oleh Sohu57 | 9 Februari 2012 | Balas

    • hanya dengan RUH nya mas, birruh/burroh.

      kecepatan RUH mengahadap Tuhan itu di gambarkan seperti 50.000 th kadar perjalanan jasad manusia..

      dengan maksud sederhananya, adalah Qias bahwa RUH dan Malaikat itu jika kembali ke hadirat hanya dengan sekelip mata. sesuatu yang tidak bisa di capai oleh manusia dengan sifat kemanusiaannya, namun bisa di tebus dengan keROHANIANnya.

      ada ayat lain yang menerangkan 1 hr di sisi ALLAH = 1.000 th perhitungan manusia.

      ayat tersebut tidak menjadi kontradiktif, sebab, 1.000 th yg di maksud itu adalah dalam keadaan diam.

      sedangkan gambaran 50.000 th itu merupakan kadar sebuah perjalanan.

      jika 50.000 : 1.000 = 50………. maka sebenarnya tidak terlalu jauh dengan kecepatan rata rata manusia berlari, yaitu 50-60 km/jam.

      dengan asumsi dunia itu di ratakan, maka manusia berlari mengitari khatulistiwa, akan membutuhkan masa lebih krg = 1bln.

      Komentar oleh Raja | 26 Agustus 2012 | Balas

      • Semua ulama Islam bnyk yg spakat bahwa nabi Muhammad SAW melakukan Isra’ Mi’raj adlh dg tubuh n ruh (jasmani-rohani)..
        Ilmu sains jg g’ mempermasalahkn hal tsb.., karna materi saat mengalami kecepatn cahaya tidak harus berubah dlm hal massanya ato bentuknya..
        Klo memakai pesawat biasa, memang bener klo pilot bs mengalami kenaikan gravitasi.., tp pesawat yg sudah berteknologi canggih, memiliki anti gravitasi, mk gravitasi d dlm pesawat n dluar pesawat sm besarnya..
        Buraq dlm hal ini bs dkatakan sebuah “pesawat canggih”..
        Siapapun yg mengatakan klo Nabi melihat Allah saat peristiwa tsb, dikatakan dia bs murtad.., ada hadistnya..
        Sedangkan isra’ mi’raj itu bkn untuk mendapat perintah shalat.., tp mendapat perintah kewajiban shalat 5 waktu.., ingat shalat dr sejak nabi Adam AS sudah diperintahkn n sudah dilaksanakan oleh para Nabi..

        Komentar oleh Wong cakep | 22 Februari 2013

  26. subhanallah betapa besar mukjizat Allah

    Komentar oleh ONH Plus | 13 Februari 2012 | Balas

  27. subhanallah,..Allahu akbar,.. maha besar keagunganmu ya ALLAH..

    Komentar oleh abid ahsan | 4 Maret 2012 | Balas

  28. 1 hari malaikat = 50.000 tahun
    200.000 hari malaikat = 10 milyar tahun (cahaya)
    200.000 hari = 547,9 tahun (dengan perbandingan 365 hari = 1 tahun).

    Yg 200.000 hari malaikat = 10 Milyar tahun cahaya Dapat dalil dari mana y???
    Masa tiba2 ngongol gitu ja???
    Jangan samakan tahun manusia (1hari malaikat=50.000 tahun di bumi) dengan 1 tahun kecepatan cahaya!!Gak nyambung..
    Yang satu, kata tahun mewakili lamanya waktu berjalan..
    Yang satu mewakili kecepatan cahaya…
    Klo dihitung lebih teliti., pasti kecepatan Buraq lebih dari itu..

    Waallahu a’lam bishawaf..

    Komentar oleh bejo | 7 Maret 2012 | Balas

  29. ya allah yang maha besar sungguh besar k e agunganya

    Komentar oleh ifat nuursrayu | 15 Maret 2012 | Balas

  30. subhanallah……….

    Komentar oleh doeyeh | 20 Maret 2012 | Balas

  31. Dengan demikian, wajarlah bila dikatakan, peristiwa Isra’ Mi’raj diperjalankan oleh Allah sebagaimana ditunjukkan dalam QS. Al Isra’ ayat 1, ”Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi ‘sekelilingnya’ “…

    “Sekelilingnya” menurut saya, mungkin pada saat kejadian Isra’ Mi’raj itu hukum Eisntein yang menyatakan bila suatu benda bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka massa benda tsb menjadi tak terhingga beratnya. menurut logika saya : Pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj maka Alloh SWT meniadakan atau menghilangkan hukum Eisntein tsb pada sekeliling tubuh Nabi Muhammad beserta Buraq nya. Bagi Alloh itu adalah mudah, seperti Alloh menghilangkan hukum alam tentang api yang tidak membakar tubuh Nabi Ibrahim, ketika Dia dibakar oleh raja Namrud. “Zdalika ‘alallohu Yasiir” artinya : Yang demikian itu bagi Alloh adalah mudah.

    Komentar oleh Orsini Osman | 10 April 2012 | Balas

    • Ya, kalau tidak daerah / kawasan antara masjidil aqsa dan masjidil haram akan hancur karena besarnya massa dan effect sonic boom yang di akibatkan kecepatan tsb

      Komentar oleh Rully | 3 Juni 2012 | Balas

  32. I couldn’t resist commenting. Perfectly written!

    Komentar oleh Humor y Curiosidades | 15 April 2012 | Balas

  33. kl sy memahami sidratul muntaha ada di tatasurya kt,yaitu diufuk tertinggi disystem kt.
    Kalo alam semesta sgt luas,rujukan ayatnya diufuk nyata,diufuk yg tinggi tk ada yg mengatakan ke luar galaksi. Q.53:1-18.

    Komentar oleh reza | 5 Mei 2012 | Balas

    • Allah menurunkan Al-qur’an sesuai konsep pemikiran dan pemahaman manusia dan bagaimana kalau Allah menurunkan seluruh ayat diluar pengertian manusia yang terjadi malah kekacauan bukannya keselamatan.
      Sesunggunya Allah maha pengasih lagi maha penyayang
      Ex: langit yang disebut di al-qur’an bukan berarti apa yang kita lihat di awan karena menurut kedudukan bumi di alam semesta, atas dan bawah tdk dapat ditentukan secara ilmiah

      Komentar oleh Rully | 3 Juni 2012 | Balas

  34. Wormhole berarti instant sedangkan Rasullullah mengalami berbagai peristiwa selama melaksanakan perjalanan isra miraj (spekulasi; info para ulama)
    Apapun yang terjadi takkan terwujud tanpa izin Allah S.W.T

    Komentar oleh Rully | 3 Juni 2012 | Balas

  35. kalau misalkan buroq itu sebuah portal gimana ? (hhe ngarang), dan pasti akan sangat cepat untuk kemana saja, karena adanya wormhole. dan mungkin selama isra mi’raj juga, rasulullah pergi ke planet dan galaksi lain untuk melaksanakan dakwahnya.
    pernahkah kalian dengar bahwa isra mi raj itu sama dengan 1000 tahun (saya agak lupa ini)
    dan mungkinkah selama 1 malam itu Rasululloh melakukan paradox time ?
    dan yang lebih menguatkan lagi, Rasululloh ialah Rahmat bagi semesta alam, bukan hanya planet bumi saja :)

    tapi hanya Allah lah yang Maha Mengetahui.

    Komentar oleh hasanmerc99 | 15 Juni 2012 | Balas

  36. Isra mi’raj bisa digambarkan dengan rasio bila rasio manusia sudah cerdas untuk memahaminya,kita oakai analogi : semut yang dikaki kita bila jalan sendiri ke kepala kita lalu balik lagi ke kaki akan memakan waktu lama tapi coba semut itu kita ambil dengan tangan kita kita letakkan dikepala lalu kita letakkan lagi dikaki kita maka coba bandingkan hitungan waktu nya dengan apabila ia berjalan sendiri. Tuhan menguasai keseluruhan dimensi ruang – waktu sehingga mudah bagiNya melakukan sesuatu yang berada diluar kalkulasi perhitungan hukum fisika ruang-waktu menurut kacamata sudut pandang manusia.
    Jadi perdebatan seputar Isra mi’raj seringkali terjadi sebenarnya lebih karena rasio manusia kurang cerdas untuk memahami sesuatu yang tidak biasa ia fikirkan dengan logikanya (bisa jadi karena rasio terlalu terbiasa mengelola atau berputar putar di seputar realitas dunia matreri).itulah sebab harus dibiasakan agar cara berfikir akal luas sehingga bisa menjelajah realitas dunia yang tak nampak mata (abstrak),apalagi kacamata sudut pandang atheistik pasti sulit untuk memahami peristiwa Isra mi’raj dari kacamata sudut pandang logika mereka sebab mereka terbiasa menggunakan metodologi cara berfikir logika dialektika materialistik (cara berfikir yang hanya bisa zig-zag diseputar dunia materi-cara berfikir yang hanya bisa berjalan bila dituntun terus oleh bukti material yang langsung).sebab itu jangan heran bila kacamata sudut pandang atheistik kemudian mendefinisikan peristiwa isra mi’raj itu sebagai : ‘irrasional’ hal itu sebenarnya lebih karena logika akalnya sulit untuk membaca dan memahaminya, karena akalnya terkurung-terpenjara disebuah ruang yaitu ruang ‘realitas lahiriah-material’

    Komentar oleh pencari kebenaran | 19 Juni 2012 | Balas

  37. menurut dari apa yg pernah saya bca hal yg trcepat yg ada d jagad raya ini adlh komet. Yg mana komet dpt berpindah dari satu galaksi ke galaksi lain dlm sekejap mata.
    Allah SWT memberangkatkan Rasulullah dgn kendaraan sprti itu tp kendaraan itu bukan komet.

    Komentar oleh Lyco | 8 Juli 2012 | Balas

  38. Manusia tidak bisa menjangkau ilmu dan kuasa Allah yang maha luas jika di bahas menurut akal dan logika kita, hasilnya akan menemukan kebuntuan….
    jika akal sudah buntu,cobalah membuka dengan hati yang bersih/ingat kepada allah. Bukannya hati itu lautan tanpa tepi.

    Bisa jadi alat yg kita dibicarakan yg maha cepat ini adalah hati kita sendiri.
    seperti contoh ketika kita hendak mau ke suatu tempat yang benar2 kita inginkan misalnya ke Mekkah , hati kita seperti sudah sampai disana walaupun jasad masih tetap tinggal.

    seperti hadist dibawah ini :

    Langit tak dapat menampung-Ku,
    bumipun tidak dapat memuat-Ku,
    begitupula ruang di antara keduanya.
    Hanya hati orang berimanlah
    yang dapat meliputi-Ku.
    (Hadis Qudsi)

    Komentar oleh danssss | 24 Juli 2012 | Balas

  39. membaca QS. Al Ma’arij ayat 4 , nyatalah bahwa Jasad manusia tidak dapat menjangkau Kehadirat ALLAH Ta’ala dan seakan2 / di gambarkan sangat jauh sekali.., namun jika membaca QS. Qaaf 16.

    ” Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, ”

    maka sudah selayaknya kita menyadari, bahwa, Jauhnya kita kepada ALLAH itu lantaran jasad (dunia/materi), dan dekatnya kita kepada ALLAH itu lantaran Ruh. (ruhani).

    disinilah letak pentingnya usaha dalam Membersihkan/ mensucikan jiwa, mengendalikan Nafsi-nafsi, agar dapat bersinergi dengan Ruhani kita masing2.

    maka nikmat yang mana yang hendak kita pungkiri?.???

    wassalam

    Komentar oleh Raja | 26 Agustus 2012 | Balas

    • inilah jawaban yg paling masuk akal

      Komentar oleh erwin | 19 Oktober 2013 | Balas

  40. ini ada analisa sedikit.., entah benar atau tidak EGP…, hanya sedang buka excel, jadi deh utak atik angka.

    A. jika perbandingan 1 hr : 1.000 th , yang menjadi konstantanya adalah Rotasi Bumi maka :

    1 hari = 24.00 jam
    1,440.00 menit
    86,400.00 detik

    1 tahun = 365.50 hari
    31,579,200.00 detik

    keliling bumi = 40,160.00 Km
    kecepatan rotasi bumi = 1,673.33 km/jam = 0.4648 km/s

    jika berbanding selama 50.000 th

    didapat kecepatan / detik = 31,579,200.00 x 0.4648 (km/dt) x 1000 (kali lipat) =

    14,678,480,000.00

    setara 48,928.27 kecepatan cahaya mendekati angka ” 50.000 x kecepatan cahaya.”

    B. jika perbandingan 1 hr : 50.000 th , yang menjadi konstantanya PERJALANAN /GERAK MANUSIA.

    pelari tercepat mencapai 9,63 dt dengan jarak 100 m berarti 0,1 km/9.63 dt = 0.010384216 km /dt.

    mari kita hitung kecepatan rotasi bumi berbanding kecepatan manusia berlari

    0.46 (km/dt)
    ————————- = 44,76 kali lipat…., mendekati 50 kali lipat, alias 50.000 : 1.000
    0.010384216 km /dt.

    jika di gunakan kecepatan pelari 100 m dg waktu tempuh 10.76 dt …, nyaris mendekati 50 :1.

    ——– ini sekadar hitungan dari orang yang gak pernah ngotak ngatik togel.., kalau keliru jgn di ambil peduli ya gan… hhhh

    Komentar oleh Raja | 26 Agustus 2012 | Balas

    • Apa? ente pernah ikut togel? masya allah, masuk neraka. tau rasa entar,

      Komentar oleh Kartto | 26 Agustus 2012 | Balas

      • ??? koq jatuh vonis bro??

        Komentar oleh Raja | 27 Agustus 2012

  41. Banyak Baca2 . Nabi Melakukan Isra’ Mi’raz Bersama Dengan Raganya. Saya Malas Menjelaskan Soalnya Udah Keseringan….. :)

    Komentar oleh Taufik Muhamad Ramdani | 7 Desember 2012 | Balas

    • assalamu’alaikum wr wb

      teman, kenapa kamu malas menjelaskannya? apakah karena terlalu sering?

      apakah Allah malas didalam memberikan rahmatNya kepada manusia?
      apakah Allah juga malas memberikan hidayahNya?
      apakah Allah malas mengalirkan darah didalam urat nadi manusia?
      apakah Allah jg malas mengedarkan oksigen didalam tubuh manusia?

      tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung

      wallahu a’lam
      wasalamu’alaikum wr wb

      Komentar oleh fadil | 17 Maret 2013 | Balas

  42. Subhanallah Walhamdulillah Wala Ila haillallah Allahu Akbar!

    Komentar oleh Darul Qutni Ch | 27 Maret 2013 | Balas

  43. Dari penjelasan yang panjang lebar di atas, masih ada satu rasa penasaran yang cukup menggelitik

    Kenapa dasar perhitungannya menggunakan kalender masehi ya ? bukan Hijriah ? ( 24 jam, 365 hari )

    Itu aja sih..

    Komentar oleh dieno001 | 17 April 2013 | Balas

  44. kilat ngejar buraq itu bagaikan kura kura ngejar manusia…

    Komentar oleh jembelet | 31 Mei 2013 | Balas

  45. Kenapa nabi muhammad saw harus menggunakan buroq? Padahal mahluk yang paling cepat adalah baginda nabi, yang bahkan tidak ada bayang2 ketika siang karena cahaya matahari terlalu lemah daripada cahaya baginda nabi.. Apalagi kilat.. Seluruh alam tidak ada yang melebihi cahaya sang nabi. Kenapa buroq yang dijadikan tunggangan?

    Komentar oleh Iam | 1 Juli 2013 | Balas

  46. thank’s gan perfect lah

    Komentar oleh sayyid97sayyid | 9 November 2013 | Balas

  47. Iman itu lebih penting, maka yang pertama kita katakan Rasulullah Saw benar seperti Abubakar Sidiq ra, yang ke dua segala ulasan di atas adalah berdasar pada ilmu fisika 3 dimensi (masa, panjang, dan waktu), sedangkan ilmu Allah itu multi dimensi, biar dibahas sampai capek ya gak bakalan ketemu.

    Komentar oleh muhammad amir | 25 Januari 2014 | Balas

  48. yg penting kita yakini kl mengaku umat nya rosul jngn byak komen yg muslim kl ragu tentang isra miraj perlu di pertanyakan ke imanannya?kl yg di luar keyakinan ga ada untung nya di debatkan..sbnarnya mereka menyangkal atas kemunafikan nya adatetapi nya mereka pintar?secara ga langsung yg mereka ga percayai di pelajari ilmunya?pd abad skrng dah terbukti manusia sdh bs ke luar angkasa dngn ilmu teknologi berarti lambat laun sdh bs di tapsirkan secara ilmiah yg awal nya mrk sangkal?perbedaan nya mslh tempat dan waktu..secanggih2manusia dngn teknologinya kendaraan buatan manusia untuk menuju ke sidratulmuntaha keburu kiamat ente paling mentok nyasar ke planet mars?rosul dngn kendaraan ALLOH dah 14abad yg lalu?bagi ALLOH sngat mudah ga usah byk di pertanyakan prosesnya sperti apa dah jelas di jelaskan lwt quran hadis?mslh hrs lewat dimensi pake teori ya itu akal manusia karna keterbatasan?ktnya kendaraan nyakenapa hrs pake burok?jwb nya sngt mudah bisa aja ALLOH ganti dngn kendaraan canggih yg lebih ilmiah?karna ALLOH sayang umat nya untuk tidak KUFUR.mslkan di ganti dngan pesawat pd saat itu teknologi blm canggih bagi ALLOH sih mudah kan ALLOH lebih tahu kemampuan isi pikiran manusia?tar DI KIRA ALIEN weweeeeeek weeeeekkk mohon maap

    Komentar oleh deden | 6 Februari 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: