Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

World Record Menulis, di Abad ke-9 Masehi ?

Pentingnya menulis di dalam Islam, bisa kita lihat di dalam Al Qur’an. Allah SWT bersumpah dengan alat tulis dan tulisan. Ini bisa dilihat dalam QS. Al Qalam ayat 1,

“Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”

Wahyu pertama yang turun adalah perintah untuk membaca, Iqra’! (bacalah). Tentu ketika Allah SWT memerintahkan untuk membaca, secara tersirat juga ada perintah untuk menciptakan bahan bacaan atau karya tulis.

Didorong perintah Allah SWT ini, membuat para ulama seolah tidak pernah kehabisan energi dalam menulis. Salah satunya, Imam Ath-Thabari (224 H – 310 H, hidup sekitar abad ke-9 Masehi), yang menulis selama 40 tahun. Setiap harinya beliau menulis sebanyak 40 halaman.

Coba kita hitung:
40 tahun x 365 hari/tahun x 40 halaman/hari, maka akan didapat 584.000 halaman.

Menulis sebanyak itu, tentu sangat menakjubkan, mungkin masuk World Record pada masa itu. Apalagi saat itu, pena masih terbuat dari bulu ayam dan mesti diisi dengan tinta setiap kali habis. Masa itu bukan era digital yang serba canggih seperti sekarang ini.


Dakwah Bilqalam

Dakwah melalui tulisan telah dilakukan para utusan Allah SWT, sejak masa dahulu. Hal ini terlihat, ketika Nabi Sulaiman AS mengirimkan surat kepada Ratu Balqis, untuk mengajaknya kepada ajaran Tauhid. Ini tergambar dalam QS An Naml ayat 28—31.

”Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.” (28)

”Dia (Balqis) berkata, ’Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.’.” (29)

”Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, ’Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.’.” (30)

”Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (31)

Demikian halnya, yang dilakukan di masa Rasulullah. Nabi Muhammad SAW mengirimkan surat sebagai ajakan dakwah dan syiar Islam ke berbagai negeri.

Dakwah yang dilakukan melalui tulisan dikenal dengan nama dakwah bilqalam. Istilah itu didefinisikan sebagai bentuk ajakan kepada manusia lewat perantara pena (tulisan), untuk membawa ke jalan Allah SWT.

Dakwah melalui tulisan memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

o Pesan yang disampaikan bisa dibaca berulang-ulang. Ini dapat menghindarkan kesalahpahaman.


o Mencakup masyarakat yang luas dalam kondisi apapun. Siapa saja yang bisa membaca, bisa memikirkan sendiri dakwah tersebut.

o Memiliki kesan mendalam bagi pembacanya, karena bisa diulang-ulang pembacaannya.

o Merupakan bentuk ilmu yang bermanfaat dan isinya bisa ditularkan kepada orang lain. Setelah selesai membaca sesuatu, bacaan itu bisa diberikan pada orang lain untuk membacanya sehingga memperoleh manfaat dan ilmu seperti yang didapatkan pembaca sebelumnya.

Jadi, di masa sekarang saat menulis begitu mudah. Tidak mesti harus dipublikasikan lewat penerbitan buku. Ada banyak sarana blog di internet yang bisa diperoleh dengan gratis. Dengan demikian, menulis jadi bisa dilakukan oleh siapa saja dan dibaca oleh masyarakat luas. Apalagi sarana internet bisa diakses dari seluruh penjuru dunia.

About these ads

14 Juli 2010 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: