Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Wafatnya Nabi Isa, menurut Buya HAMKA

Ketika menafsirkan QS. Ali Imron (3) ayat 55, buya HAMKA didalam Tafsir Al Azhar, menulis :

إِذْ قالَ اللهُ يا عيسى‏ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَ رافِعُكَ إِلَيَّ وَ مُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذينَ كَفَرُوا


“(Ingatlah) tatkala Allah berkata: Wahai lsa,sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu, dan membersihkan engkau dari orang-orang yang kafir ” (pangkal ayat 55).

Artinya yang tepat dari ayat ini ialah bahwa maksud orang-orang kafir itu hendak menjadikan Isa Almasih mati dihukum bunuh, seperti yang dikenal yaitu dipalangkan dengan kayu, tidaklah akan berhasil.

Tetapi Nabi Isa Almasih akan wafat dengan sewajarnya dan sesudah beliau wafat, beliau akan diangkat Tuhan ke tempat yang mulia di sisiNya, dan bersihlah diri beliau dari gangguan orang yang kafir-kafir itu.

Kata mutawwafika telah kita artikan menurut logatnya yang terpakai arti asal itu diambillah arti mematikan, sehingga wafat berarti mati, mewafatkan ialah mematikan. Apatah lagi bertambah kuat arti wafat ialah mati, mewafatkan ialah mematikan itu karena banyaknya bertemu dalam al-Qur’an ayat-ayat, yang disana disebutkan tawaffa, tawaffahumul-malaikatu, yang semuanya itu bukan menurut arti asal yaitu mengambil sempurna ambil, melainkan berati mati. Sehingga sampai kepada pemakaian bahasa yang umum jarang sekali diartikan wafat dengan ambil, tetapi pada umumnya diartikan mati juga.

Maka dari itu arti yang lebih dahulu dapat langsung difahamkan, apabila kita membaca ayat ini ialah: “Wahai Isa, Aku akan mematikan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada tipudaya orang yang kafir.”


Pendapat Pendukung

A. Al-Alusi

Di dalam tafsirnya yang terkenal Ruhul Ma’ani, setelah memberikan keterangan beberapa pendapat tentang arti mutawwafika, akhirnya menyatakan pendapatnya sendiri bahwa artinya telah mematikan engkau, yaitu menyempurnakan ajal engkau (mustaufi ajalika) dan mematikan engkau menurut jalan biasa, tidak sampai dapat dikuasai oleh musuh yang hendak membunuh engkau.

Dan beliau menjelaskan lagi bahwa arti warafi’uka ilayya, dan mengangkat engkau kepadaKu , telah mengangkat derajat beliau , memuliakan beliau, mendudukkan beliau, di tempat yang tinggi, yaitu roh beliau sesudah mati. Bukan mengangkat badannya.

Lalu al-Alusi mengemukakan beberapa kata rafa’a yang berarti “angkat” itu terdapat pula dalam beberapa ayat dalam al-Qur’an yang tiada lain artinya daripada mengangkat kemuliaan rohani sesudah meninggal.

B. Syaikh Muhammad Abduh

Beliau menerangkan tentang tafsir ayat ini demikian:
Ulama di dalam menafsirkan ayat ini menempuh dua jalan. Yang pertama dan yang masyhur ialah bahwa dia diangkat Allah dengan tubuhnya dalam keadaan hidup, dan nanti dia akan turun kembali di akhir zaman dan menghukum di antara manusia dengan syariat kita. Dan kata beliau seterusnya: ” …….Dan jalan penafsiran yang kedua ialah memahamkan ayat menurut asli yang tertulis, mengambil arti tawaffa dengan maknanya yang nyata, yaitu mati seperti biasa, dan rafa’a (angkat), ialah rohnya diangkat sesudah beliau mati.

Dan kata beliau pula: ” Golongan yang mengambil tafsir cara yang kedua ini terhadap hadits-hadits yang menyatakan Nabi Isa telah naik ke langit dan akan turun kembali, mereka mengeluarkan dua kesimpulan (takhrij).

Kesimpulan pertama: Hadits-hadits itu ialah hadits-hadits ahad yang bersangkut-paut dengan soal i’tikad (kepercayaan) sedang soal-soal yang bersangkutan dengan kepercayaan tidaklah dapat diambil kalau tidak qath’i (tegas). Padahal dalam perkara ini tidak ada sama sekali hadits yang mutawatir.”

Kemudian beliau terangkan pula takhrij golongan kedua ini tentang nuzul Isa (akan turun Nabi Isa di akhir zaman) itu. Menurut golongan ini kata beliau turunnya Isa bukanlah turun tubuhnya, tetapi akan datang masanya pengajaran Isa yang asli , bahwa intisari pelajaran beliau yang penuh rahmat, cinta dan damai dan mengambil maksud pokok dari syariat, bukan hanya semata-mata menang kulit, yang sangat beliau cela pada perbuatan kaum Yahudi seketika beliau datang dahulu, akan bangkit kembali.” Demikianlah keterangan Syaikh Muhammad Abduh. (Tafsiral-Manar, jilid III, 317, cet. ke 3.)

C. Sayid Rasyid Ridha

Beliau pernah menjawab pertanyaan dari Tunisia. Bunyi pertanyaan: “Bagaimana keadaan Nabi Isa sekarang? Di mana tubuh dan nyawanya? Bagaimana pendapat tuan tentang ayat inni mutawwaffika wa rafi’uka ? Kalau memang dia sekarang masih hidup, seperti di dunia ini, dari mana dia mendapat makanan yang amat diperlukan bagi tubuh jasmani haiwani itu ? Sebagaimana yang telah menjadi Sunnatullah atas makhlukNya ? “

Sayid Rasyid Ridha, sesudah menguraikan pendapat- pendapat ahli tafsir tentang ayat yang ditanyakan ini, mengambil kesimpulan: “Jumlah kata, tidaklah ada nash yang sharih (tegas) di dalam al-Qur’an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke langit dan hidup di sana seperti di dunia ini, sehingga perlu menurut sunnatullah tentang makan dan minum, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang makan beliau sehari-hari.

Dan tidak pula ada nash yang sharih menyatakan beliau akan turun dari langit. Itu hanyalah akidah dari kebanyakan orang Nasrani, sedang mereka itu telah berusaha sejak lahirnya Islam menyebarkan kepercayaan ini dalam kalangan kaum Muslimin.”
Lalu beliau teruskan lagi: “Masalah ini adalah masalah khilafiyah sampaipun tentang masih diangkat ke langit dengan roh dan badannya itu.”

D. Syaikh Mustafa al-Maraghi

Beliau adalah Syaikh Jami al-Azhar yang terkenal sebelum Perang Dunia ke-2, menjawab pertanyaan orang tentang ayat ini: “Tidak ada dalam al-Qur’an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa as. diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya itu, dan bahwa dia sampai sekarang masih hidup, dengan tubuh nyawanya.

Adapun sabda Tuhan mengatakan: “Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada orang-orang yang kafir itu!” Jelaslah bahwa Allah mewafatkannya dan mematikannya dan mengangkatnya, zahirlah (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Allah, sebagaimana Idris as. dikatakan Tuhan: “dan Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi.” Dan inipun jelas pula, yang jadi pendapat setengah ulama-ulama Muslimin, bahwa beliau diwafatkan Allah, wafat yang biasa, kemudian diangkatkan derajatnya. Maka diapun hiduplah dalam kehidupan rohani, sebagaimana hidupnya orang-orang yang mati syahid dan kehidupan Nabi-nabi yang lain juga.

Tetapi jumhur Ulama menafsirkan bahwa beliau diangkat Allah dengan tubuh dan nyawanya, sehingga dia sekarang ini hidup dengan tubuh dan nyawa, karena berpegang kepada hadits yang memperkatakan ini, lalu mereka tafsirkan al-Qur’an disejalankan dengan maksud hadits-hadits itu.

Lalu kata beliau: “Tetapi hadits-hadits ini tidaklah sampai kepada derajat hadits-hadits yang mutawatir, yang wajib diterima sebagai akidah. Sebab akidah tidaklah wajib melainkan dengan nash al-Qur’an dan hadits-hadits yang mutawatir. Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang Muslim beri’tikad bahwa Isa Almasih hidup sekarang dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani akidah itu tidaklah kafir dari Syariat Islam.”

Sumber :
Tafsir Al Azhar Qs Ali Imron ayat 52-58

Artikel Terkait
01. Komunitas Muslim, dari Bani Israil
02. Pengembaraan Yesus (Nabi Isa), dalam berbagai Versi
03. Misteri Silsilah Yesus (Nabi Isa)

About these ads

19 September 2010 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , , , , , , ,

12 Komentar »

  1. salam…

    Komentar oleh dildaar80 | 9 Mei 2011 | Balas

    • kamu ini bertanya tentang perihal apa ? hari ketiga apa dan kubur siapa yg kamu tanya kan. jangan lah kamu tanyakan tentang suatu informasi yg pengetahuan nya memang tidak ada.

      Komentar oleh tomo | 22 November 2011 | Balas

  2. kalo memang Yesus tidak mati di kayu salib… bisakah alquran menjelaskan siapakah yang bangkit dr kubur pada hari ketiga?

    Komentar oleh agus | 28 Oktober 2011 | Balas

    • review lagi sejarahnya,….banyak sekali kebohongan pada zaman itu. cerita kebangkitan di hari ketiga lebih mirip cerita kaum pagan,… dan pada masa itu mungkin di blow up untuk kepentingan politis.

      Komentar oleh Cloud | 27 November 2011 | Balas

    • kalu yesus itu tuhan, kenapa dia disiksa hingga mati oleh cipta,annya sendiri, ………. kemana mahanya sifat tuhan itu?

      Komentar oleh sule | 29 Juli 2012 | Balas

  3. Pendapat B. Syaikh Muhammad Abduh yang mengatakan pada note diatas:

    “Kemudian beliau terangkan pula takhrij golongan kedua ini tentang nuzul Isa (akan turun Nabi Isa di akhir zaman) itu. Menurut golongan ini kata beliau turunnya Isa bukanlah turun tubuhnya, tetapi akan datang masanya pengajaran Isa yang asli”.

    PEMBAHASAN:(Masanya pengajaran Isa yang asli)
    Pendapat beliau yang mengatakan “akan datang masanya pengajaran Isa yang asli”.ini lemah karena wahyu Allah itu akan bermanfaat kalau diturunkan awal mula,bukan diturunkan sesudah akhir jaman,karena wahyu/Ajaran Nabi Isa.As yang diturunkan pada akhir jaman tidak bermanfaat karena manusia sudah terlanjur banyak yang mati.

    (¯`*•.¸♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!SalamDamai!:♥☆♥.:!:.♥☆♥¸.•*´¯)

    Poin D. Syaikh Mustafa al-Maraghi

    Note diatas:
    Tetapi jumhur Ulama menafsirkan bahwa beliau diangkat Allah dengan tubuh dan nyawanya, sehingga dia sekarang ini hidup dengan tubuh dan nyawa, karena berpegang kepada hadits yang memperkatakan ini, lalu mereka tafsirkan al-Qur’an disejalankan dengan maksud hadits-hadits itu.

    Lalu kata beliau: “Tetapi hadits-hadits ini tidaklah sampai kepada derajat hadits-hadits yang mutawatir, yang wajib diterima sebagai akidah. Sebab akidah tidaklah wajib melainkan dengan nash al-Qur’an dan hadits-hadits yang mutawatir.

    PEMBAHASAN:
    Pendapat dia yang mengatakan ” lalu mereka tafsirkan al-Qur’an disejalankan dengan maksud hadits-hadits itu”.

    Pendapat ini lemah KARENA AL QUR’AN DISEJALANKAN DENGAN HADITS MENGANDUNG ARTI AL QUR’AN MENERANGKAN HADITS/ADA DI HADITS DULU BARU KEMUDIAN ADA DI ALQURAN,sehingga pemahaman ini terbalik yang betul Hadits itu menerangkan isi Al Qur’an.atau dengan kata lain yang benar Hadits itu disejalankan dengan isi dari Al Qur’an,

    Sedang mereka sendiri juga mengatakan:“Tetapi hadits-hadits ini tidaklah sampai kepada derajat hadits-hadits yang mutawatir

    (¯`*•.¸♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!SalamDamai!:♥☆♥.:!:.♥☆♥¸.•*´¯)

    Pendapat saya pribadi :
    Al Qur’an tidak menyataan dengan tegas dan jelas tentang:
    1.Yesus sama dengan Nabi Isa atau
    2.Yesus tidak sama dengan Nabi Isa.As

    Sehingga Yesus dan Nabi Isa.As itu adalah sesosok yang misteri,tapi di dalam tafsir Almishbah lebih jelas bisa kita tangkap maknanya yang mengatakan:

    ORANG MENGENAL NABI ISA.AS ITU HANYA DALAM KEADAAN DIA MASIH HIDUP,TAPI SIAPAKAH NABI ISA ITU YANG SESUNGGUHNYA BARU AKAN TERJAWAB PADA AKHIR JAMAN,DIA AKAN MENJADI HAKIM ADIL MENGADILI ORANG YANG MATI.

    KESIMPULAN:
    Orang muslim akan kesulitan membahas Yesus dengan dalil Nabi Isa.As

    Bila mereka berusaha menyatukan persepsi antara Yesus dan Nabi Isa.As maka mereka termasuk orang yang MELAMPAUI BATAS.

    Tapi jika dia hanya membahas Nabi Isa saja dengan dalil di Al Qur’an maka itu syah syah saja,dan tak menimbulkan gesekan dengan umat lain.

    Nabi Isa dan Yesus itu seperti Rel kereta api yang sejajar menuju jalan yang lurus,namun bila Rel itu di satukan maka KERETA API DIATASNYA AKAN RUBUH.

    atau dengan kata lain bila umat muslim membahas Yesus dengan dalil nabi Isa maka akan timbul masalah dengan umat ktistiani.
    http://on.fb.me/zznPM4

    Komentar oleh Bernadeta Srihanjanti | 4 Maret 2012 | Balas

    • “Bila mereka berusaha menyatukan persepsi antara Yesus dan Nabi Isa.As maka mereka termasuk orang yang MELAMPAUI BATAS.”

      melampaui batas bagaimana? Islam mengatakan Isa itu putra Maryam. Kristen mengatakan Yesus putra Maryam.
      apakah mungkin Maryam punya anak 2?? Atau Maryam yang dimaksud itu berbeda?

      Komentar oleh balanyc | 13 Maret 2012 | Balas

    • bagi saya : nabi Isa As adlah bukan Yesus yang iyakini ummat nasrani
      tapi yang Jelas Isa bukan putra Tuhan,logikanya kalau ada putra Tuhan…berarti ada cucu Tuhan….ada kakek Tuhan dsb!!!
      “Nabi Isa dan Yesus itu seperti Rel kereta api yang sejajar menuju jalan yang lurus,namun bila Rel itu di satukan maka KERETA API DIATASNYA AKAN RUBUH.”

      Masinisnya siapa dulu????itu perumpamaan yang mengaburkan logika
      saya ulangi: nabi Isa As adlah bukan Yesus yang yakini ummat nasrani alias berbeda jauhhhhh!!!!
      orang Muslim yang taat pasti tau yang saya maksud!!!!

      Komentar oleh PARLIN TRI S | 26 Maret 2012 | Balas

  4. bener gak tuh ayat di atas? bukannya yang bener ini ya gan?

    3. Ali ‘Imran

    55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”

    Komentar oleh No Name | 7 Agustus 2012 | Balas

  5. masing-masing ajaran agama diperkuat dengan tulisan tangan manusia dan wahyu Tuhan yg hingga saat ini terus diperdebatkan. siapakah saksinya yg melihat langsung kejadian di masa lampau dan terus hidup hingga sekarang dan mengisahkannya?? jawabannya tidak ada selain iman.
    Entah Tuhan ada 1 atau 2 atau 3 bahkan 1000 dengan masing-masing jemahhnya sendiri, yg pasti bumi hanya 1 dan mataharipun hanya 1. dan semuanya itu ada bagi semua orang… jika matahari adalah ciptaaan “Tuhannya” umat muslim, mengapa hujan turun juga bagi umat kristen?? dan jika tanah adalah ciptaaan “Tuhannya” orang kristen, mengapa masjid berdiri kokoh di atasnya?? begitu juga pura, wihara, klenteng dan ratusan tempat ibadah megah lainnya yg menyebut Tuhan dengan nama yg selalu berbeda
    hipotesa yg paling kuat hanya satu : AGAMA mu adalah AGAMA MU,, DAN AGAMA ku adalah AGAMA ku,,

    Komentar oleh alexander | 8 Agustus 2012 | Balas

  6. khusus kepada umat islam….

    kembalikan semua kajian itu kepada Al-quran secara utuh. yang artinya, saling mengaitkan sebuah ayat dengan ayat lainnya. demikian juga menyikapi sebuah hadis, seharusnya, tetap mengacu kepada Al-quran sbg Pedoman/panduan.

    TELAAH :

    nabi Isa, memang Tidak mati di salib, sebab itu merupakan sebuah kehinaan. demikianlah al-quran berkata.

    namun apakah Nabi isa masih hidup sampai sekarang dan masih diam di langit setelah Gagalnya drama penyaliban???.. atau beliau juga telah Wafat, sebagaimana Sunatullah terhadap manusia???

    silahkan di simak ayat2 di bawah ini.

    A.di runut mulai surah an-nisa 157-158,

    diterangkan bahwa isa tidak di salib namun di angkat ke sisi ALLAH. pengangkatan ini tidak bisa LANGSUNG DI ARTIKAN bahwa Jasmani nabi isa , tiba2 terangkat ke langit menemui ALLAH.
    namun lebih kepada sebuah Perjalanan Ruhani, alias Pengangkatan Derajat RUHANI- di sisi ALLAH.

    silahkan di teliti, ayat2 lain ttg Pengakatan yang dilakukan Allah kepada Manusia, nyaris merupakan sebuah AMSAL.

    sebagai bukti :

    17. Al Israa’

    79. Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

    apakah jika seseorang sholat malam, ALLAH akan Mengangkat kita Ke Sisi NYA ( tempat terpuji) dengan makna jasmani kita akan langsung MELESAT ke HADAPAN ALLAH??.. tidak kan.., yang terjadi adalah Derajat Secara RUHANI kita akan Terangkat.


    >B. dari surah 3. Ali ‘Imran

    55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”

    jika di baca dg teliti, maka ALLAH sesungguhnya Akan Menyampaikan NABI ISA ke Akhir Ajal ( meninggal yang wajar)…, barulah secara Ruhani Allah akan mengangkat RUH yang ada pada nabi isa kembali kepada ALLAH.

    tentu saja peristiwa ini adalah keharusan bagi manusia yang benar2 beriman kpd ALLAH. utk bisa di kala mati menyandang gelar.. INNA LILLAHI WA INNA ILAIHIROJIUN,,, sesuatu yang berasal dari ALLAH ( RUH ) haruslah kembali kepada ALLAH. utk itulah kisah2 teladan dari para nabi dan rasul itu di ceritakan utk menjadi pelajaran kpd umat manusia.

    C. — sampai di sini, orang2 sering berkata, bahwa tidak ada keterangan lain ttg isa, setelah gagalnya drama penyaliban…, seolah2 kisah isa terhenti tepat di surah an-nisa 157-158,
    maka ketahuilah bahwa kisah kelanjutan nya itu ADA.

    dalilnya :

    23. Al Mu’minuun
    50. Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.

    begitu peristiwa penyergapan dilakukan sehingga terjadi salah tangkap oleh pasukan rum, Nabi Isa dan ibunya, sebenarnya sudah mengungsi ke sebuah datran tinggi, yang saat ini di kenal sebagai wilayah QUMRAN.

    itulah Tanda Bukti Kebesaran ALLAH, yang menyelamatkan Hambanya dari perbuatan orang2 zalim.

    D. <keterangan selanjutnya dari Alquran, menjelaskan bahwa WAFAT nya Nabi Isa itu, terlebh dahulu dari pada beberapa pengikut nya.

    silahkan di simak dengan baik :

    5. Al Maa'idah

    116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman:

    "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?."
    Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib."

    ayat 117.

    isa berkata : Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya

    yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka.

    Maka setelah Engkau WAFATKAN aku (nabi Isa), Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    nah PERHATIKANLAH :, kata ganti MEREKA, adalah Pengikut2 Isa atau Manusia manusai yang hidup sezaman nabi isa, ketika nabi Isa masih Hidup.

    kemudian di akhir dari dua ayat tersebut dengan TEGAS nabi isa menyatakan , SETELAH ALLAH MEWAFATKAN nabi ISA, maka ALLAH lah yang mengawasi kelakuan2 pengikutnya.

    apakah mrk masih beriman atau tidak.

    sehingga turun lagi ayat yang menjelaskan

    4. An Nisaa'

    159. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya (kematian ISA) .

    Dan DI HARI KIAMAT nanti Isa itu akan MENJADI SAKSI terhadap mereka.

    annisa ayat 159, stidaknya memberikan keterangan hubungan dengan al-maa'idah ayat 116-117, bahwa sepeninggalah (wafatnya Nabi Isa), maka Pengikutnya itu ada yang mulai melakukan perubahan2 ttg bab Keimanan,

    wassalam… semoga bermanfaat

    Komentar oleh Raja | 25 Agustus 2012 | Balas

    • tambahan

      21. Al Anbiyaa’

      34. Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?

      di cek juga dengan surah al-ambiya 7-8. dan 34.

      nabi Isa, hidup jauh sebelum nabi muhammad, dengan ket. di ayat tsb, sudah terang bahwa nabi isa pun sebenarnya suah wafat.

      Komentar oleh Raja | 25 Agustus 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: