Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia

Banjir besar dunia (Bencana Nuh), berdasarkan temuan-temuan geologi diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 11.000 SM atau 13.000 tahun yang lalu. Selain temuan geologi, Peristiwa Bencana Nuh, juga meninggalkan Jejak Arkeologis berupa Patung Sphinx di Mesir (sumber : Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam).

Bencana Nuh ini juga melanda Nusantara. Hal ini bisa kita buktikan, dengan ditemukannya, ikan spesifik yang bernama ikan belido, pada dua pulau yang berbeda, yakni Sumatera (sungai musi) dan Kalimantan (sungai kapuas).

Diperkirakan, Pulau Sumatera dan Kalimantan, dahulunya menyatu, dimana sungai musi dan sungai kapuas, merupakan anak sungai, dari sebuah sungai, yang saat ini berada di dasar laut Selat Malaka. (sumber : Banjir di Zaman Nabi Nuh dan Forum Diskusi Banjir Nuh)

Berdasarkan ilmu Geografi, Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Jazirah Malaka dipisahkan oleh laut yang dangkal. Diperkirakan sebelum terjadi bencana Nuh, pulau-pulau itu berada dalam satu daratan, yang disebut Keping Sunda (Sunda Plat).

Beberapa ilmuwan, diantaranya Profesor Aryso Santos dari Brasil, menduga Keping Sunda ini, dahulunya merupakan benua Atlantis, seperti disebut-sebut Plato di dalam bukunya Timeus dan Critias.


Peradaban Tinggi Masa Lalu

Berdasarkan kepada penemuan naskah kuno di dalam Piramid Besar Cheops, yang mengatakan piramid dibangun ‘pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer’. Menurut sejarawan, Abu Said El Balchi, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar 73.300 tahun yang lalu. (sumber : Forbidden archeology).

Kemajuan teknologi di masa lalu, juga terlihat dari kecanggihan, kapal yang dibuat Nabi Nuh bersama pengikutnya, sekitar 11.000 SM (13.000 tahun yang lalu).

Mari kita coba bayangkan…

Kapal ini bisa memuat ribuan bahkan mungkin ratusan ribu pasang hewan, yang kelak menjadi nenek moyang hewan masa kini….

Masing-masing hewan harus ditempatkan sesuai dengan habitatnya. Unta harus di tempat yang panas. Pinguin harus di daerah dingin. Belum lagi buat binatang-binatang kecil seperti semut, kutu, jangkrik, dll. Semuanya harus disiapkan tempat khusus. Kalau tidak, wah, jelas binatang-binatang kecil itu bisa terinjak-injak oleh binatang-binatang lainnya.

Untuk pelayaran berminggu-minggu jelas diperlukan gudang makanan yang besar dan canggih. Kalau tidak, bisa-bisa semua tikus dimakan ular, akibatnya tikus menjadi punah. Belum lagi makanan buat harimau, singa dan buaya. Untuk sapi, kambing dan kuda juga harus disiapkan rumput segar.

Tempat makanan juga harus steril, sebab kalau sampai hewan itu sakit lalu mati, hewan tersebut akan menjadi punah. Mungkin kita tidak akan pernah melihat lagi di masa sekarang kalau saja di masa itu telah punah.

Kapal tersebut juga dirancang agar tahan terhadap terjangan ombak dan air bah, yang mungkin 1000x lebih hebat dari tsunami. Dan harus menahan beban ribuan hewan.

Di dalam Al Qur’an diceritakan, gelombang air ketika itu laksana gunung, sebagaimana firman-Nya :

”Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung…(QS. Hud (11) ayat 42-43).

Bahkan berdasarkan pendapat, salah seorang cendikiawan Muslim, Ustadz Nazwar Syamsu, dalam Buku Serial “Tauhid dan Logika“, bencana Nuh ini, telah mengakibatkan bergesernya kutub utara bumi, dari Makkah kepada posisinya yang sekarang.

Kapal Nabi Nuh AS ini dibuat di atas bukit yang tinggi. Diperlukan peralatan yang canggih untuk mengangkut bahan bangunannya. Belum lagi perhitungan struktur kapal yang harus teliti, tentunya untuk proyek raksasa perjalanan Nabi Nuh AS dan pengikutnya, tidak mungkin dibuat secara asal-asalan.

.
The Great Noah Ark, belum ditemukan

Dengan memperhatikan, betapa dahsyatnya teknologi Bahtera Nuh ini, rasanya sulit bagi kita untuk mempercayai temuan Ekspedisi “Noah’s Ark Ministries International” (NAMI) dari Hongkong, yang mengklaim telah menemukan ”The Great Noah Ark”, di gunung Arafat Turki, pada ketinggian 4.000 meter, sekitar bulan April 2010.

Lagipula Kapal Nabi Nuh, yang mereka temukan diperkirakan terbuat dari susunan kayu purba, dan berdasarkan hasil penelitian, telah berumur 4.800 tahun.


Apa mungkin, ada sebuah kapal kayu bisa bertahan dari bencana Nuh, yang gelombangnya laksana gunung, dengan kekuatan mungkin 1.000 kali, lebih hebatnya dari Tsunami di Aceh ?

Apa ada bukti arkeologis, yang menyatakan pada 4.800 tahun yang lalu, pernah terjadi banjir besar di permukaan bumi ?

Intinya, Kapal Nabi Nuh AS merupakan kapal tercanggih yang pernah dibuat umat manusia. Dan sampai saat ini, keberadaannya masih misterius.

Bencana banjir di masa Nabi Nuh AS telah menghancurkan dan menenggelamkan peradaban tinggi umat manusia pada masa itu. Akibatnya peradaban itu musnah tak bersisa kecuali sebagian kecil saja yang diselamatkan, dan semua itu telah membawa kembali umat manusia kepada zaman batu.

Artikel Terkait
01. REVISI Periode KENABIAN?
02. Monotheisme, warisan Syariat Nuh
03. Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?

About these ads

27 September 2010 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , , , , , , ,

113 Komentar »

  1. Berarti Nabi Nuh jago taksonomi ya… kok semua marsupialia adanya cuma di Australia? Kalo semua binatang diturunin kembali dari gunung Judi, kenapa ga ada Marsupial yg tercecer, misalnya, di India? Kenapa semuanya sukses sampai ke Australia?
    Saran: Baca Origins of Species sebelum komentar miring tentang Darwin…

    Komentar oleh Faisal Magrie | 13 Oktober 2010 | Balas

    • Sebelum mengkhayal lebih jauh. Ane pengin nanya sama yg bikin artikel. Secara dalil ISLAM, dimanakah ada pernyataan bahwa banjir NUH itu adalah banjir global?
      Setahu ane pernyataan bahwa itu adalah banjir global itu hanya bersumber dari kitab perjanjian lama saja.

      Komentar oleh Arya Kamen Rider | 29 Mei 2012 | Balas

    • Baik yang bikin Artikel maupun yang mengomentari tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk mengungkap Kisah Nabi Nuh as.

      Komentar oleh Prof.Agung setiawan | 6 November 2012 | Balas

    • tidak tercecer, tapi mereka mencari tempat yang sesuai dengan habitat mereka setelah turun dari kapal.

      Komentar oleh ridwan | 11 Februari 2014 | Balas

  2. 1. Kisah nabi Nuh, mirip seperti kisah kerajaan Sri Kresna yang sengaja dihancurkan, bisa dibaca di kisah-2 Mahabrata (misalnya karangan RA Kosasih). Dan ini disinggung juga oleh Prof. Arysio. Sri Kreshna = Nabi Nuh ?

    2. Mungkin istilah yang tepat adalah “pergeseran medan magent bumi” dan bukan “pergeseran kutub bumi”, seperti yg dikatakan oleh Prof. Arysio dalam buku Atlantis itu. Ini terlepas dari dari mana ke mana pergeseran itu terjadi.

    Komentar oleh Abu Jundullah | 15 Oktober 2010 | Balas

  3. No comment guys! I just can say…..its amazing!!

    Komentar oleh Ardian langit selatan | 14 November 2010 | Balas

  4. Sebagai tambahan referensi dan untuk lebih membuka wawasan, ada baiknya anda baca juga tulisan Harun Yahya “Negeri-negeri Yang Musnah” (Penerbit Dzikra, 2002).

    Apakah Al-Quran menyebutkan banjir Nabi Nuh sebagai banjir global? Menurut Harun Yahya, sumber-sumber yang menyebutkan banjir Nabi Nuh sebagai bencana global adalah Bibel, bukan Quran. Banjir Nabi Nuh menurut Harun Yahya, adalah banjir lokal untuk mengazab kaum Nabi Nuh saja. Sebagaimana juga bencana lokal lainnya yang menimpa kaum Nabi Luth (kaum Sodom), Nabi Shalih (kaum Tsamud/Petra), atau Nabi Hud (kaum ‘Ad).

    Hewan yang dibawa pun hanya sebatas hewan yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup selama di kapal. Bukan semua spesies hewan di muka bumi seperti yang disebutkan Bibel. Nggak kebayang bagaimana sibuknya pengikut Nabi Nuh keliling dunia membawa seluruh jenis binatang berpasang-pasangan…

    Komentar oleh Ayah Nadzif | 16 November 2010 | Balas

    • Tidak mungkin bencana banjir Nabi Nuh hanya untuk kalangan tertentu di muka bumi, dalam hal ini “kaum nya nabi nuh”, apa kah mungkin ajaran ALLAH SWT hanya untuk kaum tertentu dan tidak meng-global?? mungkin yang di maksud dengan Kaum Nabi Nuh adalah seluruh umat manusia yang ada pada zaman Nabi Nuh AS.
      kalau gelombang yang terjadi setinggi gunung seperti yg dikatakan AlQuran (ingat tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLAH SWT), dan putera nya nabi Nuh tidak bisa selamat walaupun dia telah pergi ke atas gunung…maka banjir seperti apakah yang bisa menenggelamkan sebuah gunung, tidak mungkin hanya satu buah gunung yang terendam, mengingat sifat air yang cenderung datar…maka daratan lain pun akan tenggelam setinggi gunung tadi….

      sekian, mudah2an bermanfaat…

      Komentar oleh Carnady | 24 Januari 2011 | Balas

      • Menarik:
        maka banjir seperti apakah yang bisa menenggelamkan sebuah gunung…

        Komentar oleh Jookut dkk. | 10 Februari 2011

      • Jumlah air adalah tetap.
        Jika ada Tsunami di wilayah tertentu maka wilayah lainnya air lautnya surut.
        Contoh yg baru terjadi tsunami di Jepang, orang2 di pesisir Papua Utara melihat air laut surut sampai 300 m dr bibir pantai.
        Jadi sy lebih setuju banjir/tsunami jaman nb Nuh adalah bencana lokal.

        Salam.

        Komentar oleh Gamalpra | 19 Maret 2011

      • belajar lagi mas, ajaran yang global itu hanya Islam, agama sebelum Islam itu hanya untuk kaum masing-masing Nabi saja…jd bncana Nabi Nuh itu Bencana lokal…dan terlalu muluk2 kalau menyebut bahwa kapal nabi nuh adalah “kapal tercanggih yang pernah ada” bahkan pengelolaan besi itu mulai ada pada zaman Nabi Daud, sebelum itu belum ada…itu ALlah sendiri yang berFirman dalam Al-Quran…”…wa alanta lahul hadida…”

        Komentar oleh Farihin | 20 Mei 2011

      • ajaran sebelum nabi muhammad adalah bersifat lokal.dan ajara nabi muhammad adalah universal.

        Komentar oleh eellaann | 31 Agustus 2011

      • sebagai gambaran, di lautan luas yang kita ketahui saat ini, banyak juga gunung berapi yang masih aktif, dan tetap terendam air laut. dengan kata lain itu adalah gunung bawah laut dan tentu saja letaknya terendam air laut.

        Komentar oleh arief | 9 Februari 2012

      • Siapa bilang jumlah air itu tetap ? Ini bukan air bak mandi loh ya tp air yang sifatnya bisa menimbulkan bencana. Ingat loh ya jumlah air 13.000 tahun yang lalu tidak sama dengan tahun 2012.. Dan udah menjadi rahasia umum banyak ditemukan puing2x kota yang hilang didasar laut tentunya itu salah satu contoh bencana air yang menenggelamkannya… Semoga bisa menjadi sedikit pencerahan

        Komentar oleh kenta | 25 Februari 2012

      • tidak ada yang mustahil bagi ALLAH SWT para sahabat ku .. jika ALLAH menghendakinya maka akan terjadi ..

        “Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .” (QS. Huud : 44)

        allahu a’lam bisshowab…

        Komentar oleh Muchlis Rahmatullah | 4 Agustus 2012

      • Kalo hewannya menyeramkan bisa saja mengganggu manusia

        Komentar oleh annisa rahma | 7 September 2012

    • :D

      Komentar oleh who | 31 Mei 2012 | Balas

  5. allahu a’lam bisshowab…..

    Komentar oleh aPriL | 10 Januari 2011 | Balas

  6. “Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.” (QS. Ash-Shaaffaat [37]: 79)

    Komentar oleh Jookut dkk. | 10 Februari 2011 | Balas

  7. coba dikumpulkan seluruh ayat-ayat tentang Nuh, semoga dapat memperjelas kisahnya

    Komentar oleh qarrobin | 2 Maret 2011 | Balas

  8. saya percaya bahwa agama yang di bawa oleh Nabi Nuh AS sama dengan agama yang di bawa Rasullulah Muhammad SAW dan juga sama dengan Agama yang di anut Nabi Idris AS dan nabi² lainnya … dan saya percaya bahwa agama ini untuk semua yang ada di muka Bumi ini. kesimpulannya saya percaya bahwa banjir di zaman Nabi Nuh AS itu adalah Banjir Global. Kemungkinan bahwa manusia di jaman Nabi Nuh AS mempunyai peradaban yang begitu tinggi jauh lebih tinggi dari kebudayaan yang ada sekarang sehingga manusia² pada zaman Nabi Nuh AS lupa dengan Sang Pencipta mereka, itu lah sebabnya Allah menurunkan azabNya

    Komentar oleh xgrune | 5 Maret 2011 | Balas

    • sbg muslim, sy percaya bhw banjir di zmn Nuh itu betul2 trjadi. akan ttpi hrs d ingat bhw manusia pada saat itu br menempati tempat dimana nabiyullah Nuh berada (daratan mesopotamia).jadi, banjir itu hnya menimpah daerah tsb.
      .

      Komentar oleh jengis khan | 28 Oktober 2011 | Balas

  9. hah q jadi tambah bingung… nich ngeliat komennt’y

    Komentar oleh couplax21 | 6 Maret 2011 | Balas

  10. saya setuju bahwa Bahtera Nuh belum ditemukan, jika saya menjadi salah satu Anak Buah Kapal Nabi Nuh.Maka saya akan menggunakan materi kapal untuk membuat bangunan/gedung ketika air surut. Yang artinya: kayu dinding dan konstruksi kapal habis digunakan saat itu.

    cek juga di blog saya:

    http://anotherpaths.blogspot.com/2010/07/misteri-banjir-besar-5000-tahun-lalu.html

    Komentar oleh haryadi be | 8 Maret 2011 | Balas

    • “sbg muslim, sy percaya bhw banjir di zmn Nuh itu betul2 trjadi. akan ttpi hrs d ingat bhw manusia pada saat itu br menempati tempat dimana nabiyullah Nuh berada (daratan mesopotamia).jadi, banjir itu hnya menimpah daerah tsb” MENURUT HEMAT SAYA INI YANG PALING MASUK DIAKAL

      Komentar oleh MASUK AKAL | 19 Juni 2013 | Balas

  11. Allah Maha Besar…

    Komentar oleh Phitty syang haalin | 29 Maret 2011 | Balas

  12. Wah ngeliat artikel n komennya jd bngung mw nulis apa,cek artikel d blog sy tentang firaun sudah menciptakan pesawat terbang

    Komentar oleh adjie501ers | 25 April 2011 | Balas

    • biasa ajj…. kali’

      Komentar oleh aji satria | 24 September 2012 | Balas

  13. itulah yg dinamakn rahasia ALLAH SWT,, biar bagaimanapun sibuknya manusia tuk mencari tahu bagaimana terjadinya kejadian itu tetap ga pernah terungkap dngan jelas dan pasti. kebesarannya akn tatap menjadi rahasianya, semua itu hanya untuk diperlihatkan kepada makluknya bukan untuk diperdebatkan atau diperselisihkan. bila ia(allah) telah berkehendak, maka apa dan siapa yg sanggup untuk membantahnya. “maha besar allah dengan segala firmannya”

    Komentar oleh kato | 28 Mei 2011 | Balas

    • Masya Allah

      bener banget tuh Mas

      Komentar oleh Snake | 15 Maret 2012 | Balas

      • Allahu Akbar.. Maha besar Allah penguasa seluruh Alam.. Bukan Hal sulit untuk Allah yang telah menciptakan Alam Semesta.. maka Allah pun Akan mudah untuk Meng hancurkan nya.. Akal akal Manusia tak akan snggup untuk mengungkap rahasia
        -rahasia Allah.. dan sebagai Muslim kita Wajib Meng Imani NYA.

        Komentar oleh satrio piningit | 19 Juli 2012

  14. Mau tau dan lebih jelas perjalanan Nabi Nuh As datanglah ke papua dan cari salah satu daerah yang bernama arguni disitulah baru bisa dapat penjelasan dan anda bisa lihat bukti peninggalan peninggalanya yang ada di sana.salah satu bukti yang ada sampe sekarang yaitu jangkar perahu nabi nuh yang putus sewaktu air bah terjadi.tu cuma sekilas cerita dan kami tikad akan ceritakan semua.mau tau ya datang aja ke gunung nabi yang terletaknya di papua./nu efa.

    Komentar oleh hanafi wania | 26 Agustus 2011 | Balas

  15. kun fayakun

    Komentar oleh asah asih | 26 Agustus 2011 | Balas

  16. sy yakin bentuk peradaban dan teknologi kaum terdahulu jauh lebih tinggi, hanya pola kehidupan yg berbeda sehingga bentuk teknologipun berbeda. Bagaimanapun kita melihat bukti peninggalan seperti piramid dsb. yg menandakan kaum trdahulu sdh mengenal matematika scara akurat. Adakah teknologi jaman skrg yg mampu membuatnya? Dan adzab dr Allah pasti akan dtng kpd manusia yg melampaui batas. Kebanyakan org2 yg ber-IQ tinggi, dan hdp di peradaban tinggi tp tidak beriman akan membuatnya sombong dan keras kepala hingga tidak mengenal dosa dan melampaui batas.

    Komentar oleh heru | 18 September 2011 | Balas

  17. Membaca begitu rincinya sejarah banjir nabi Nuh, sampai gak rasional dijaman sekarang, apakah itu semua memang muzizat ALLAH atau sebetulnya merupakan simulasi bencana global dizaman dulu sampai yang akan datang,karena sekarangpun bencana sudah terjadi dan merata di seluruh dunia kena semua.

    Komentar oleh mudjilah | 13 Oktober 2011 | Balas

  18. Intinya semuahal itu hanyalah allah yang tahu….dan akan diberitahukan diakhir zaman nanti…

    Komentar oleh Baihaqi | 25 November 2011 | Balas

  19. JARANG SAYA TEMUI BLOG SEPERTI INI. DAN MAKIN MENAMBAH WAWASAN SAYA..TERUS BERKIBAR…SALAM
    palabuhanratuonline.wordpress.com

    Komentar oleh palabuhanratuonline | 27 November 2011 | Balas

  20. wah, kenapa Al-Quran tidak sekaligus memberi gambaran tentang letak atau keberadaan Bahtera tersebut ya? Bukankah katanya ”Allah itu maha mengetahui” past present dan future? Dia kan bisa berfriman untuk mengkonfirmasi.
    Terus kalau misalkan ada yg berpendapat tentang banjir global (setinggi gunung) lalu kemana air bah tersebut mengalir dalam rangka surut? Ke laut? Nggak masuk akal.

    Komentar oleh Minah Nur Hashanah | 6 Desember 2011 | Balas

    • mengapa kita belum mengetahuinya ?

      mungkin telah ada petunjuk2 dari-NYA,
      cuma kita belum dapat memahaminya…

      mengapa Bencana Nuh masih diselimuti misteri ?

      Hal ini menunjukkan, akal pikir manusia,
      masih sangat terbatas pengetahuannya…

      Komentar oleh kanzunQALAM | 6 Desember 2011 | Balas

    • Di Alquran sudah dijelaskan kok. QS Huud(4) Dan difirmankan:” Hai
      bumi telanlah airmu, dan hai langit
      (hujan) berhentilah, “dan airpun
      disurutkan, perintahpun diselesaikan
      dan bahtera itupun berlabuh di atas
      bukit Judi, dan dikatakan:” Binasalah
      orang-orang yang zalim.” Terbukti banjir ini banjir global

      Komentar oleh Tukul | 21 April 2012 | Balas

      • Wah, salah ini. Hai bumi, artinya yg dimaksud bumi itu kemungkinan daerah wilayah kaum Nabi Nuh, sekitar wilayah Turki, Iran, Suriah, Azerbaijan, itu loh. Yg mana, tanah disekitar wilayah itu difirmankan oleh Allah SWT untuk menyerap air bah itu.

        Begini, firmannya:
        Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah

        Surah Hud.

        Sy lupa ayat yg keberapa.

        Komentar oleh Kartto | 1 September 2012

    • kasih pancing jangan kasih ikannya

      kasih kerja jgn kasih duitnya za

      manusia di kasih akal untuk dipergunakan., kalo semua di beri tahu., buat apa diturunkan kebumi., udah za tinggal di surga teruz…

      Komentar oleh dea fadillah | 10 Maret 2013 | Balas

    • kalau semua diberitahu, lalu apa yang harus kita cari tahu? Bukankan Allah menganugerahkan kita akal untuk berpikir? mengkaji setiap kejadian di atas bumi..^^

      Komentar oleh Niena | 12 Mei 2013 | Balas

  21. makanya pakai logika dong, jangan pakai perasaan.

    Komentar oleh Ali | 14 Desember 2011 | Balas

  22. ALLAH memerintahkan dlm alquran untuk berjalan di muka bumi(meneliti) dan alquran adalah bahan pemikiran yag memperhatikan alquran disebut ulul albab

    Komentar oleh yatmo | 22 Desember 2011 | Balas

  23. halah..ini kan cm dongeng gan..
    gk ada bedanya dgn dongeng gunung tangkuban perahu
    CMIIW

    Komentar oleh Sule | 27 Desember 2011 | Balas

    • dari alquran koq dibilang dongeng?
      boleh tau situ agama apa? koq seenaknya aja

      Komentar oleh galih | 19 Juni 2012 | Balas

  24. menurut ane,ini hanya dongeng gan.
    cerita yg dibuat untuk menyadarkan orang2 akan prilaku nya

    Komentar oleh Sule | 27 Desember 2011 | Balas

    • anda salah coy

      Komentar oleh coy | 29 Februari 2012 | Balas

    • kalo aab banjir di jaman Nabi Nuh ini dongen belaka, berarti Tsunami di Aceh n di Thailand cerita dongeng juga donk di masa 2.000 tahun mendatang…..kalo komen mbok ya di pikir dulu tho kang?

      Komentar oleh hamba Allah | 29 Agustus 2013 | Balas

  25. Laut itu adalah banjir nabi Nuh yang tidak menyurut, dari mana datangnya air, dari gunung-gunung es di kutub utara dan selatan, dari mana datangnya es, dari hasil papasan dengan komet yang berasal dari tepi tata surya.

    Komentar oleh mustolih | 27 Desember 2011 | Balas

  26. “Berdasarkan ilmu Geografi, Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Jazirah Malaka dipisahkan oleh laut yang dangkal. Diperkirakan sebelum terjadi bencana Nuh, pulau-pulau itu berada dalam satu daratan, yang disebut Keping Sunda (Sunda Plat)” kalo diliat dari cuplikan ini kayaknya anda cukup ngawur ya membuat argumen. banjirnya jaman apa, pisahnya pulau pulau itu jaman apa… saya pikir sebagai pembaca yg mampir diblog ini harus jeli melihat setiapargumen yang dibangun, lumayan kalo buat hiburan, tapi bukan fakta. semoga tidak menyesatkan.

    Komentar oleh narutoboy11 | 29 Desember 2011 | Balas

    • anda punya data…
      kapan Keping Sunda, terpecah menjadi beberapa pulau ?

      Komentar oleh kanzunQALAM | 29 Desember 2011 | Balas

  27. kemanakah semua air itu menghilang?
    maka allah berfirman : “Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .” (QS. Huud : 44)

    sudah jelas dari firman allah di atas tersebut..
    apa tanggapan rekan2 semua!? Global atau LOKAL? aku global.. hehe peace

    Komentar oleh indra | 26 Januari 2012 | Balas

    • gini aj deh biar ga pada ribut, he3
      kira2 bukt Judi itu di zaman sekarang ni bukit yg mana?
      terus dipikirkan, bukit judi itu tinggix berapa, dan pikirkan lg, kira2 seandainya banjir pada zaman nabi Nuh itu, menutupi bukit judi, maka tinggi bukit itu bisa dijadikan parameter banjir itu sifatnya global atw lokal, dgn membandingkan ketinggian bukit tersebut terhadap tinggi permukaan bumi di daerah lain :)

      Komentar oleh who | 31 Mei 2012 | Balas

      • nah skarang siapa yg punya data tinggi permukaan se bumi pada zaman itu?
        ngga ada kan!
        sama kaya ilmuan memperkirakan usia fosil, ga ada yg pasti tahunnya berapa kan?
        trus gimana?
        Agama bro.. ke imanan / kepercayaan bro.. Iman menjawab yg ga bisa manusia jawab..
        gw sendiri ga percaya 100% kalo ilmuwan bilang banjirnya seberapa luas, trus apa yg terjadi setelah itu..
        tp gw percaya kalo banjir itu terjadi karna Allah menyuruh gw untuk percaya (ada di alquran)

        Komentar oleh galih | 19 Juni 2012

      • coba deh dibaca baik2 “dan bahtera itupun berlabuh diatas bukit Judi” jadi bukit Judi BUKAN patokan seberapa tinggi banjir/bencana nabih Nuh, Ayat tersebut menjelaskan bagaimana bencana tersebut telah selesai dan kapal/bahtera Nabi Nuh BERLABUH di atas bukit Judi, bisa kita pahami bahwa air surutnya saja masih setinggi bukit Judi… kita tau kata BERLABUH pengertiannya apa,,

        Komentar oleh Nasir | 7 Juli 2012

  28. Artikelnya bagus. Menambah wawasan. Sip!

    Komentar oleh Adi | 12 Februari 2012 | Balas

  29. subhanallah

    Komentar oleh edi | 22 Februari 2012 | Balas

  30. Kan udah dilarang menggabungkan ilmu dengan agama. Ga bakal ketemu itu debat di komen2 atas.

    Komentar oleh donskyy | 28 Februari 2012 | Balas

    • agama apa yang melarang ilmu dan agama bergabung?? agama yang tak sesuai dengan ilmu itu berarti agama yang tak sempurna, atau agama (yang asalnya) sempurna tapi sudah banyak tangan yang merubahnya. ilmu pengetahuan mesti selaras dengan agama karna berasal dari sumber yang sama.

      Komentar oleh samsul hidayat | 29 Desember 2012 | Balas

    • siapa yg melarang?
      justru dengan adanya ilmu semakin membuktikan kebenaran agama.

      Komentar oleh thamtham | 24 Januari 2014 | Balas

    • Agama tanpa ilmu adalah Lumpuh….. Ilmu Tanpa Agama adalah Buta….

      WAHAAAI…… DONSKYY………..!!!!!!! CAMKAN BAIK-BAIK……..!!!!!!!

      DENGNGAN ALASAN MENJAGA IMAN MAKA Para pemimpin Agama mu sengaja melarang umatnya meng kaji agama dengan ilmu agar kamu dan penganutnya sekalian tidak mengetahui semua kebohongan yang telah dibuat oleh para pendahulu agama mu yang sengaja dengan akal bulusnya meng utak atik wahyu yang dibawa oleh rhosulnya…..

      Komentar oleh 001 1ab | 13 April 2014 | Balas

  31. nuh itu hanya membawa informasi DNA mahluk hidup saja, kenapa karena dia seorang diri membuat perahu (perahu dibuat dalam waktu sebentar saja) lihat gambar bangsa sumeria ada orangyang hanya bawa gentong kecil mengotak atik pohon (DNA)

    Komentar oleh nini telem | 8 Maret 2012 | Balas

    • Wow nice coment ha ha ha

      Komentar oleh Snake | 15 Maret 2012 | Balas

  32. Subhanalloooh.,

    smw mngeluarkan argumentnnya sendiri2,.
    yang terpenting jangan sampai prbedaan pndapat ini,.
    memecah belah Ukhuwah islamiyah qt,.

    sesungguhnya Perbedaan itu mnjadikan sesuatu lbih indah soob,.

    Smoga slmat serta salam slalu trcurahkn kpad smw Rosul utusan Alloh SWT,.

    Komentar oleh Adelio Hyozou | 2 April 2012 | Balas

  33. Menurut saya, jumlah manusia pada jaman nabi nuh itu masih sedikit. Karena setau saya, jarak antara nabi adam dan nabi nuh itu hanya beberapa generasi. Jadi kemungkinan besar umatnya masih terkumpul pada suatu wilayah saja. Jadi, entah itu mau bencana lokal atau bencana global, ya dampaknya kepada manusia yang ada menurut saya sama saja. Toh jumlahnya masih sedikit dan belum menyebar luas. (Opini pribadi)

    Komentar oleh Ilhamsyah | 13 April 2012 | Balas

    • sedikit plus pasangan hewan, yang sudah banyak. Kalau sedikit gakkan jadi minyak bumi

      Komentar oleh nini telem | 16 April 2012 | Balas

  34. apakah ada buku spesifik yang membahas kejadian ini.. baik itu yang berbahasa indonesia maupun inggris atau arab.. terima kasih.. wassalam

    Komentar oleh Muhammad As'ad | 21 April 2012 | Balas

  35. nice share.

    Komentar oleh Andri Fardila | 22 April 2012 | Balas

  36. gini lo gan :D
    dulunya lautan ada diselatan,kan wkt bumi msh lunak yg disebelah selatan trtarik magnet diutara,karena ktb.utara lbh aktif.

    Sehingga sbelah selatan jd lubang dan jd lautan.

    Sementara itu,hehe stelah topan Nuh terjadi erosi dan mengakibatkn trbentuk lautan diutara.

    Adanya musim kan stelah kjadian tsb,mestinya dahulu bumi kt tdk berayun/zigzag shg ada musim,stelah topan besar trjadi pergeseran kutub dan bumi kt jd terayun/zigzag.

    Kan ada ayat umur Nuh 1000sanatin(thn bulan) kurang 50 aam(thn matahari)
    jadi tahun amm(matahari/musim)baru ada stelah topan besar.

    Soal bahtera Nuh cb lht surat yasin.
    itu kan ada maksudnya?

    Komentar oleh reza | 6 Mei 2012 | Balas

  37. udh jelas airnya kmn? :D
    kedalam bumi n membentuk lautan di utara atau mgkn jd es.

    Ni ttg bahtera,scr logika banjir tsb dr atas dr bwh tnt trjadi badai,topan.

    Kira2 kalau kapan terbuka spt skg gmn?
    Ada ombak setinggi gunung?

    Ya kapalnya kemasukan air..

    Kapal kan bs brati kapal udara,mgkn saja bisa melayang atau msk ke dalam air,mungkin gk gan ? :D

    ini ayatnya,

    Dan suatu tanda (kebesaran
    Allah yg besar) bagi mreka adlah
    bhwa Kami angkut kturunan mrk
    dlm bahtera yg penuh
    muatan,”dan Kami ciptakan utk mrk yg akn mrk kendarai spt
    bahtera itu(QS:Yaasin:42-43)

    apa yg dimaksud ayat diatas kapal laut biasa?
    Tnt ini hitech

    Salaam.

    Komentar oleh reza | 6 Mei 2012 | Balas

  38. Klo jawabnya pake logika.. waktu ane berkunjung kerumah temen ane, ane ketuk2 pintu ga ada sahutan mungkin lg ga ada orang, tapi pas ane ngucapin salam, ada balasan salam dan itu bukan dari dalam rumah, tapi berasal dari burung beo peliharaannya temen ane itu.. Subhanallah seekor burung bisa menjawab dan ngucapin salam sebagai mana seperti kita manusia mengucapkan salam… Nah logikanya klo burung aja bisa bahasa manusia, meskipun harus dilatih dan terbatas, apalagi manusia.. dan apalagi klo manusia nya itu adalah nabi dan rasul Allah.. Dr. dolitle aja bisa ngomong sama hewan, masa nabi sulaiman ga bisa…. mungkin inspirasi dari film Dr. dolitle itu dari kisah nabi sulaima n jangan-jangan… tapi bagus saudaraku, perbedaan sudut pandang membuat kita sadar akan kekayaan ilmu islam. jangan jadikan perbedaan itu sebagai masalah, tapi jadikanlah perbedaan itu sebagai hikmah….heee..pisss

    Komentar oleh badjah | 7 Juli 2012 | Balas

    • baner Banget.. aku setuju mas..

      Komentar oleh satrio piningit | 19 Juli 2012 | Balas

  39. Mungkin bukan hewan dalam arti sebenarnya? Mungkin hanya gen-nya saja.

    Komentar oleh bay | 17 Juli 2012 | Balas

    • Kalau menurut saya bahtera nabi Nuh adalah hanya sebuah bahasa kiasan, amsalan atau muthasyabihat, bahasa perumpamaan yang harus di takwilkan kedalam makna awal atau makna yang sebenarnya.
      Nabi Nuh membangun bahtera berarti nabi nuh membangun satu komunitas manusia
      dan membawa banyak macam binatang2 berarti membawa manusia yang bermacam golongan.
      contohnya gajah= orang kaya, singa= pejabat negara, semut= orang/rakyat biasa.
      yang memiliki pemahaman visi dan misi untuk kembali kepada tatanan hidup manusia sesuai fitrahnya yaitu pengabdian kepada Tuhan dengan memberlakukan hukum Tuhan sebagai satu2nya aturan hidup di buminya Tuhan ke dalam komunitas tsb.bukan sebaliknya pengabdian kepada berhala atau hukum hasil reka syahwat manusia yang mana manusia itu sendiri sebagai abdinya dengan kata lain manusia yg membuat hukum dan manusia itu juga yang menyembah hukum itu inilah yg dikatakan menyembah berhala/patung. Maka dengan bahtera= komunitas itulah Nabi nuh bersama dengan pengikutnya menuju satu tujuan yaitu kehidupan yang damai sejahtera.

      Komentar oleh dzikrie | 28 Juli 2012 | Balas

      • menurut saya, itu beneran bahtera. Jika kiasan, bagaimana dengan sebagian dari orang2 jaman itu yang tidak ikut kedalam rombonfan nabi nuh dan dikisahkan mati tenggelam?

        Komentar oleh bay | 1 Agustus 2012

  40. Banjir Nuh tidak meliputi seluruh dunia, tetapi banjir ini memusnahkan seluruh umat manusia karena hampir meliputi keselurahan permukaan bumi dan terkecuali manusia yang berada di atas kapal nabi Nuh, hewan2 yang berada di ats kapal adalah hewan2 yang umumnya untuk diternakkan. Sedangkan hewan2 dan serangga2 yg ribuan lainnya akan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi permukaan daratannya.

    Komentar oleh hehemampus | 28 Juli 2012 | Balas

  41. berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikan bagaimana Allah memulai penciptaannya

    Komentar oleh buoyandrey | 17 Agustus 2012 | Balas

  42. Subhanallah…
    Kita sebagai manusia yang beriman, dilarang untuk memperselisihkan hal yang tidak kita tahu kepastiannya, terima saja apa yang telah Allah SWT ceritakan dalam Al-Quran.. selain sumber itu, belum tentu benar.

    Komentar oleh Caca | 23 Agustus 2012 | Balas

    • Ada sumber lain yg insya allah itu benar. Yakni, hadis shahih dan hasan. Itulah yg harus kita percayai. (menurut penuturan H.Muhammad Haris (1964) guru sy)

      Komentar oleh Kartto | 23 Agustus 2012 | Balas

  43. Dengan menyebut Alloh yang pengasih dan penyayang…Subhanalloh..
    1. tentang kecanggihan teknologi pada zaman Nabi NUH…
    2. Hewan2 yang di selamatkan adalah hewan kecil hewan2 besar pun tidaklah semuanya, mungkin hewan ternak
    Jika itu semua kehendak Alloh,…sebagaimana Kisah Isra Mi’roj..
    Kalau kita cermati semua ciptaan Alloh , sarat dengan teknologi canggih…
    yang sekarang jadi inspirasi penciptaan teknologi manusia modern.
    terimakasih… Waallo a’lam

    Komentar oleh Is Marzuki | 23 Agustus 2012 | Balas

    • Klo menurut ane, orang zaman dahulu dikatakan memiliki teknologi yang canggih oleh pemilik blog ini (kawan sy, Kak Kanzun) dan para ilmuwan sejarah itu sebenarnya orang2 zaman dahulu tdk canggih, tapi mereka cerdik dan cerdas.

      Lihat, Di zaman Nabi Musa, ilmuwan mengira mereka ,-orang-orang Mesir sewaktu itu maksudnya-, memiliki badan yg tinggi besar sehingga mereka dapat mengangkat batu utk membuat piramida.

      Padahal, itu salah besar. Mereka menggunakan tanah liat yang dibentuk jadi batu dan “semen” yang dibutuhkan untuk merekatkan batu-batu besar itu adalah tanah liat juga. Menurut pemikiran sy, tanah liat itu dibasahi agar lengket. Sehingga, batu dari tanah liat itu melekat satu sama lain. Apalagi Nabi Nuh, pasti ia lebih tahu pembuatan kapal itu dan tentunya, orang itu pasti cerdik.

      Komentar oleh Kartto | 1 September 2012 | Balas

  44. asslamu’alaikum wr.wb.
    kalao menurut saya sih setiap kejadian-kejadian yang disebutkan di Al-quran merupakan fakta apa-apa yang ada di semesta dan dapat dibuktikan secara ilmiah. namun untuk hal-hal yang belum dapat dibuktikan semua hanya keterbatasan kita manusia yang belum bisa menemukan pembuktiannya secara ilmiah.
    kalo mengenai banjir nabi Nuh, kalo saya sih menganggap kejadian itu hanya kejadian lokal. seperti yang disebutkan dalam Al-quran hanya Islam yang disebut sebagai rahmatan lil alamin. sementara apa yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya hanya untuk kaumnya saja. itu kalo cm ditinjau dari al-quran. kalo yang secara ilmiah, seperti jumlah air yg tetap, kalo emang pada zaman sekarang udah dapat dibuktikan itu benar, maka tentunya baik zaman sekarang maupun zaman nabi Nuh pun berapa pun volume air pada saat itu pastilah tetap. kalo ada salahnya mohon ditegur dan dibenarkan… Salam.

    Komentar oleh mencari kebenaran | 30 Agustus 2012 | Balas

  45. kalo ombakna aja se-gede2 gunung, kira2 lokal ato global?
    Allahualam. menurut gw sih global, bukannya ada ayat yang menyebutkan bahwa kita anak2 dari kaum nuh?

    Komentar oleh bambang | 11 September 2012 | Balas

  46. katanya kalau gunung merapi yg di bawah laut itu meletus nanti bisa jadi ada pulau di tempat itu.. bisa aja kan klo emang itu suatu bencana yg dahsyat walaupun bukan global.. cuma sekedar opini kalo ada salah mohon di maafkan.. :)

    Komentar oleh Judge Magister Ardhy | 1 Oktober 2012 | Balas

  47. Banjir Nuh yang terjadi secara global hanya ada dalam kitab bible yang dipegang kristen.. Tidak ada sumber/hadist yang menerangkan itu.

    Saya percaya banjir tersebut memang besar, karena tercatat di kebudayaan lain, namun tidak sampai ke seluruh dunia. Adapun hewan yang diangkut dan berpasangan, itu fungsinya hanya sebatas keperluan logistik saja. Untuk dimakan awak kapal dan bisa beranak pinak sebagai cadangan makanan.

    Komentar oleh Adi | 6 Oktober 2012 | Balas

  48. Reblogged this on Dey Faith Fully.

    Komentar oleh Hidayatullah Al - FAthir | 22 Oktober 2012 | Balas

  49. Wah,,Agan-2 ini pinter2 semua,,Subhannalloh.. ;)
    Yang terpenting,qt tidak tersesatkan..
    Karena ibarat lautan,umat manusia hanya mengetahui setetes dari sluruh Misteri Illahi,,
    Tetaplah bersumber pada Al Qur’an…
    Trims,Min,info menariknya..Ditunggu nih info lainnya..

    Komentar oleh Abi Azzam | 9 November 2012 | Balas

  50. 1. Ajaran nabi Nuh boleh dianggap lokal, tapi banjir itu adalah global. Mana mungkin banjir (air) hanya menggenangi daerah tertentu saja (Mesopotamia)
    2. Meskipun ajaran nabi Nuh lokal akan tetapi Allah menurunkan para nabi di setiap tempat (ummat), maka boleh jadi ajaran tauhid yg diturunkan di Mesopotamia memang melalui nabi Nuh, akan tetapi di tempat lain melalui utusan2 setempat (paraNabi diluar yg 25)
    3. Boleh jadi karena kesombongan sudah merata di setiap sudut dunia pd waktu itu maka dilanda banjir global. Banjir di tempat nabi Nuh hanya ikon saja, karena ternyata kebudayaan manusia pd waktu itu bukan hanya terjadi di Mesopotamia saja dimana nabi Nuh diutus bahkan disebut-sebut (menurut Plato) ada kebudayaan Atlastis diluar kebudayaan2 kuno lainnya.
    4. Sifat air yang mencari keseimbanganya tidak mungkin teralokasi hanya satu tempat saja, saya kurang setuju terhadap Harun Yahya yg berpendapat bahwa azab banjir hanya bersifat lokal, tdk mungkin gelombang air yg segunung hanya beriak-riak di Mesopotamia saja (di sekitar kaum Nuh).
    5. Adapun gambaran kapal nabi Nuh yg diungkapkan sangat canggih melebihi kapal zaman sekarang menurut saya itu terlalu berlebihan. Kapal nabi Nuh hanya diperuntukan bagi beberapa orang pengikut Nuh saja, dan beberapa binatang ternak bukan semua binatang.

    Komentar oleh lilis | 23 November 2012 | Balas

  51. bangga jadi orang sunda. trnyata manusia zaman dulu pun pemikiran’a sudah canggih ya ^_^

    Komentar oleh Raidda Rahmat | 26 November 2012 | Balas

  52. Daripada debat di sini nunggu ajah film nabi nuh yg bakal di tayang th 2013

    Komentar oleh Mexsivi | 29 November 2012 | Balas

  53. gede amat ya tuh kapal

    Komentar oleh rumah dijual di jakarta selatan | 30 November 2012 | Balas

  54. hebat

    Komentar oleh jantung koroner | 30 November 2012 | Balas

  55. saya setuju pendapatnya

    Komentar oleh tole | 15 Desember 2012 | Balas

  56. Hehe makasih yg bikin artikel n yg komen, ane terhibur gan

    Komentar oleh mugs | 19 Desember 2012 | Balas

  57. bahtera nuh mungkin bkan sebuah kapal yang canggih menurut ane tpi bahterah nuh itu adalah pulau kita pikir z bsa ga sbuah kapal ada 4 musim klo bkan pulau.???

    Komentar oleh hamba tuhan | 26 Desember 2012 | Balas

  58. Allah itu maha besar dan maha segalanya,maka kita tidak boleh menzolimin orang lain kalau tidak mau terjadinya kiamat.
    kun fayakun

    Komentar oleh eky avianto .s. | 23 Januari 2013 | Balas

  59. I’m not sure where you’re getting your info, but good
    topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more.
    Thanks for excellent information I was looking for this information for my mission.

    Komentar oleh beachbody forums | 24 Januari 2013 | Balas

  60. Apa mungkin, ada sebuah kapal kayu bisa bertahan dari bencana Nuh, yang gelombangnya laksana gunung, dengan kekuatan mungkin 1.000 kali, lebih hebatnya dari Tsunami di Aceh ?
    : apa mungkin? karena kekuasaan Allah SWt tak ada segala sesuatu pun yang tak mungkin

    Komentar oleh ahmedsnw | 24 Januari 2013 | Balas

  61. It’s an awesome article in favor of all the online visitors; they will obtain benefit from it I am sure.

    Komentar oleh cover photos | 6 Maret 2013 | Balas

  62. masa lalu di buat untuk memberikan pelajaran untuk masa depan. bukan untuk diperdebatkan! siapa yang tau kepastian sejarah nabi nuh. ya cuma allah sama org2 saat itu

    Komentar oleh anto123 | 23 Maret 2013 | Balas

  63. Sy sih bukan ahli sjarah atwpun ahli qur.an hadits..
    Tp yg sya tau dulu di madrasah, bnjir nabi nuh memusnahkan makhluk2 durhaka shg peradaban d mulai dr awal lg. Dan bhkan ka’bah pun d pindah ke langit shg pd masa nabi ibr0him bliau d suruh mbwt ka’bah lg yg smpe skrag bngunan itu da d makah.
    Wallahu a’lam

    Komentar oleh Mbilly | 26 Maret 2013 | Balas

  64. Siapa yang tau kepastiannya seperti apa, kita hanya tau gambarannya dari Alquran dan hadist, agama samawi lain juga tau dari kitabnya masing2, tapi persamaannya yang pasti azab itu ada, dan keberadaan banjir itu memang pernah terjadi dan dapat dibuktikan secara sains, bahkan bisa terjadi juga dapat dibuktikan secara sains. Kapal dengan ukuran raksasa juga dapat dibuktikan, bahkan pohon2 dengan ukuran raksasa di zaman dulu juga ada buktinya. toh orang2 di zaman nabi Nuh As juga sudah punya peradaban dan juga teknologi, dan teknologi itu juga yg membuat manusia serakah dan kafir, akhirnya jatuh dalam azab. Begitu juga ummat Nabi Muhammad Saw, sudah sangat serakah dan kafir, yang bakal jatuh juga dalam azab, hanya tinggal menunggu waktu.

    Komentar oleh Satora Tamp | 5 Mei 2013 | Balas

  65. saudara”ku, mengerti arti kun fayakun kan?
    bencana banjir pada zaman nabi nuh adalah Bukti keesaan allah swt, jadi kenapa harus dibuktikan lagi ya? itu adalah sebuah bukti dari allah, kalau bencana itu merupakan bukti ‘sesuatu’ yang lain selain allah, ya silahkan saja untuk diselidiki lebih lanjut

    Komentar oleh hamba allah | 26 Mei 2013 | Balas

  66. Ash Shaaffaat 73 :
    Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar.

    Ash Shaaffaat 74 :
    Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan

    Ash Shaaffaat 75 :
    Dan Kami abadikan untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;

    Ash Shaaffaat 76 :
    “Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”.

    Ash Shaaffaat 82 :
    Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain.

    Huud 40 :
    Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.” Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.

    Al Haqqah 11 :
    Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera

    itu dalil2 penting tentang banjir di masa nabi NUH… Al quran menyatakan Adam sebagai bapak manusia, sedangkan Nuh dikatakan sebagai “nenek moyang kamu” yang anak cucunya sebagai “orang orang yang melanjutkan keturunan”…
    Untuk Nuh, Allah menggunakan kata “BENCANA YANG BESAR”, sedangkan untuk kaum aad, tsamud, Akiah/akadia menggunakan kata “AZAB”…..silakan ditarik kesimpulan dari kata2 tadi….

    dalam surat Ash Saaffaat 76: “kesejateraan dilimpahkan atas Nuh diseluruh alam”…
    bisa jadi cerita banjir besar di seluruh pelosok dunia dari babilonia, hindustan sampai ke suku Indian berasal dari satu kisah yang dibawa oleh keturunan “orang-orang yang ikut bersama Nuh” jumlah mereka ada 80 orang….

    Komentar oleh GindoSutan | 26 Juni 2013 | Balas

  67. Bikin dong analisa kemungkinan Borobudur di buat Nabi Sulaiman. Dan ditemukannya situs Piramid Gunung Padang yg menurut perkiraan dibuat sekitar 13.000 SM. Apakah ada hubungan dg Nabi Nuh ini? Terimakasih

    Komentar oleh Gandhi Waluyan | 2 Juli 2013 | Balas

  68. intinya kita imani saja pada hal-hal yg belum kita dapat buktikan secara logika, karena agama ada hal yang bisa kita dapat buktikan secara logika dan ada yang tidak dapat dibuktikan. Salah satu contoh hal yang dapat dibuktikan secara misalkan hal2 gaib. Mungkin peristiwa banjir di jaman nabi nuh pun ada hal yang kita dapat buktikan yg tidak. Jadi, intinya kita mengimani hal ini sebagai bahan pelajaran bahwa hal2 – hal yg dilarang Allah jangan kita kerjakan, tapi kta harus hindari sebagai sesuatu yg diharamkan oleh Allah.

    Komentar oleh hamba Allah | 29 Agustus 2013 | Balas

  69. Dan saya memberikan appreciation juga kepada teman2 yg berusaha menganalisis fenomena ini karna kita sebagai manusia mempunyai daya nalar yg perlu diasah, asalkan analisis logika kita tidak sampe mengalahkan kalam ilahi. Maaf bila seperti menggurui, saya cuma bermaksud saling mengingatkan juga kalo saya salah siap dikritik….hehehe

    Komentar oleh hamba Allah | 29 Agustus 2013 | Balas

  70. Allahuakbar

    Komentar oleh Yosua permadi | 26 September 2013 | Balas

  71. kalau ingin mngatakn itu banjir glob atau lok,ada bbrpa Teori yg sederhana aja
    1. seorang anak Nabi Nuh as yg ingkar yakni kanaan mencari gunung yg tertinggi untuk menyelamatkan diri, akan tetapi Ia dan puncak gunung itu tetap ditelan air. nah jika gunung itu yg paling tiggi saja ud tenggelam, gmn tempat yg lain,, padahal air sifatnya rata.
    2. dikatakan dalam ayat bahwa,”Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung…” (QS. Hud (11) ayat 42-43). nah berpikirlah sejenak,, apa mugkin banjir lokal bs menciptakan gelombang yg besarnya seperti gunung, ga mungkin? terkadang ditengah samudra aja kalau terjadi badai jarang ada yg namanya ombak segede gunung,, paling paling ombak setinggi 30meter atau 50meter, itupun ud bs nenggelamkan kapal cargo, nah klo ud segede gunung? masyaALLAH, cm ALLAH swt tempat berlindung. jd samudera saja ombaknya sampai 50meter,, klo ud kaya gunung ombaknya, ini bs diartikan bahwa ga ada lg daratan yg tersisa,,
    3. Nabi nuh as berbulan bulan lamanya dalam pelayarannya, jd klo cm banjir lokal, yah mungkin cm 3 hr aja atau paling lama sebulan. tp ternyata sampai setengah tahun lamanya berada dilautan lepas,, apa yg didalm ket Ulama, bahwa anak pertama turun didaerah cina atau asia, setelah itu di daerah india, eropa dan terakhir dipegunungan Judiyu,,,, tergantung tinggi suatu daratan dimana disesuaikan dgn surutnya air laut…

    Komentar oleh abdillah99 | 10 Oktober 2013 | Balas

  72. bagi saya, teknologi kapal nabi Nuh yang sangat maju yang melampaui jamannya, ya tidak aneh. karena di dalam Al Qur’an sendiri Alloh berfirman telah memerintahkan Nabi Nuh agar membuat Kapal dengan Pengawasan Alloh. Sudah barang tentu, Alloh itu Maha segala-galanya, Tentu Dia membimbing langsung Nabi Nuh bagaimana cara membuat Kapal yang sedemikian rumitnya perhitungannya. Ingatlah, Ada Hadits Nabi yang mengibaratkan perbedaan Ilmu Alloh dengan kita manusia, adalah, seperti kita mencelupkan jari kita di lautan. Kemudian menetes sisa-sia air dari jari kita. gambaran ilmu kita ya air yang menetes itu, sedangkan Ilmu Alloh ya Lautan yang Luas itu.

    Komentar oleh janis edhiwibowo,s.h. | 20 April 2014 | Balas

  73. saya pro bahwa bencana besar_banjir Nuh_ hanya untuk kaumnya saja..
    1. Tidak ada yg dapat menjamin, mungkin ada ratusan Nabi Allah yg sezaman dg nabi Nuh.
    2. Jutaan hektare hutan tropis di dunia sangat kontras dengan seputaran messopotamia yg tandus.
    3. Banyaknya hewan endemik di tiap daerah_ serangga saja ada lebih dari 750 ribu spesies yg baru dapat didata.
    WALLAHUA’LAM

    Komentar oleh Yonasis Otodidak | 2 Mei 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: