Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam

Banyak Arkeologi bingung, mengapa Sphinx di Mesir menghadap ke arah barat daya (Southwest).

Padahal sudah kita pahami bersama, berdasarkan penelitian catatan-catatan mengenai Mesir kuno, melalui gambar-gambar yang terdapat pada piramid dan sphinx, diketahui bahwa penguasa yang membangun benda-benda itu, mendewakan Matahari.

Oleh karenanya, apabila kita imaginasikan wajah Sphinx menghadap ke arah ufuk timur, tempat terbitnya matahari, secara mengejutkan diperoleh fakta bahwa Mekkah ternyata berada di wilayah kutub utara.

Apa makna semua ini ?

Seorang cendikiawan muslim, ustadz Nazwar Syamsu menduga, pergeseran posisi menghadap pada Sphinx erat kaitannya dengan bencana maha dahsyat ribuan tahun yang silam, yang kita kenal sebagai bencana banjir Nuh (Sumber : Yuwie.Com).

Hal ini juga didukung oleh informasi Al Qur’an, yang menceritakan posisi Bakkah (Mekkah), berada di wilayah Utara (QS. Nuh (71) ayat 14), sebelum peristiwa bencana Nuh (Sumber : Sains dan Dakwah).

Sphinx, adalah patung singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerajaan Firaun ke-4 yaitu Khafre.

Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.

Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx, jika dibandingkan dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya, sama sekali berbeda, Sphinx diperkirakan dibangun di masa yang lebih purba.

Dalam bukunya “Ular Angkasa“, John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal.

Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam “Ilmu Pengetahuan Kudus” menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, hal ini bisa terlihat, pada bagian badan Sphinx yang jelas sekali ada bekas erosi. Diperkirakan akibat dari banjir dahsyat di tahun 11.000 SM.

Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin.

Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10.000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian.

Washeth juga mengesampingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Dan bisa terlihat, pada tulisan berbentuk gajah dan prasasti peninggalan kerajaan kuno, dimana tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi, separah Sphinx.

Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, dan jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.

Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.

Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.

Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang.

Temuan ahli arkeologi, berkenaan dengan Sphinx nampaknya sejalan dengan temuan Geologi, yang memperkirakan pada sekitar masa 11.000 SM, pernah terjadi banjir global yang melanda bumi. (Sumber : Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia ).

Peristiwa banjir global inilah, yang menurut Ustadz H.M. Nur Abdurrahman, sebagai banjir di era Nabi Nuh. Yang sangat luar biasa, dan memusnahkan seluruh peradaban ketika itu, dan yang tersisa adalah mereka yang meyakini Syariat Allah, melalui utusanNya Nabi Nuh As.

Artikel Terkait
01. REVISI Periode KENABIAN?
02. MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI
03. Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?

Tentang iklan-iklan ini

12 November 2010 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , , , , , , , , ,

53 Komentar »

  1. i want it

    Komentar oleh VLC Download | 12 November 2010 | Balas

    • Sebelum mengkhayal lebih jauh. Ane pengin nanya sama yg bikin artikel. Secara dalil ISLAM, dimanakah ada pernyataan bahwa banjir NUH itu adalah banjir global?
      Setahu ane pernyataan bahwa itu adalah banjir global itu hanya bersumber dari kitab perjanjian lama saja.

      Komentar oleh Arya Kamen Rider | 29 Mei 2012 | Balas

      • saya se prnah lihat video debat antara pendeta kristen dan ilmuan silam brnama dikter zakir knight yg sama2 stuju klo bncanany bersifat global yg dimna tinggi air mncapai 15 meter diatas puncak gunung trtinggi dinuia mount everst,,ya tapi gk tau juga wallahuallam

        Komentar oleh creed | 2 Juni 2012

    • coba google “flood myth” ternyata bahwa cerita tentang bencana banjir ada di seluruh kebudayaan. Dan umumnya identik, menyebutkan seseorang yg selamat, perahu, dsb,,,

      Komentar oleh bay | 17 Juli 2012 | Balas

      • aku percaya, kalo Banjir di zaman Nabi Nuh AS. adalah bencana Banjir global.. Sebagai contoh Kecil Di indonesia Candi-candi yang di temukan berada di dalam tanah.. dan bangunan yang sekarang telah di pugar…ini Bukti telah terjadi Bencana Besar dan hanya air yang sangat besar yang bisa membuat bangunan tinggi tenggelam karena erosi… semoga bermanfaat.

        Komentar oleh satrio piningit | 19 Juli 2012

      • emang sama periodenya? saya rasa ngga

        Komentar oleh bay | 19 Juli 2012

  2. Postingan bagus nih gan..artikel-artikel lainnya juga keren-keren, menjawab berbagai pertannyaan2 selama ini, blog kita sepertinya mamiliki kesamaan tema.. izin share ya? buat syiar Islam..

    Komentar oleh Efrialdy Zed | 13 November 2010 | Balas

  3. pusing jugaa…tapi makasih ya infonya.

    Komentar oleh justfitri | 13 November 2010 | Balas

  4. nice info gan..

    salam kenal dari http://firtstest.wordpress.com

    Komentar oleh men999 | 13 November 2010 | Balas

  5. wow. . .

    Komentar oleh sumonggo | 13 November 2010 | Balas

  6. trmksh untuk postingNy..
    menambah wawasan & ilmu bermanfa’at..
    jazakumulloh..

    Komentar oleh indent2show | 13 November 2010 | Balas

  7. Maha benar Alloh dengan segala Firmannya! yang menjelaskan tentang peristiwa banjir Nuh

    Komentar oleh punyaanik | 13 November 2010 | Balas

  8. Cuman MAmpir Gan…
    Mampir Balik Ke Blog ane Ye…Ane BAru bikin Blog ni..

    Mampir di http://myanothernote.wordpress.com

    MAkasih…..

    Komentar oleh Ru3za | 13 November 2010 | Balas

  9. luar biasa…
    nice info :D

    Komentar oleh apri10 | 13 November 2010 | Balas

  10. terimakasih telah berbagi ilmu

    Komentar oleh prediksi | 14 November 2010 | Balas

  11. kayanya penulis postingan ini perlu belajar sejarah deh. lo tahu nggak kalau kisah nabi nuh itu tahun berapa dan kerjaan mesir tahun berapa. mimpi kali yeeeeee. jelas2 kisah nabi nuh jauh sebelum adanya kerajaan mesir. karena pada saat itu semua manusia musnah jadi manusia yang ada skearang itu termasuk orang mesir saat itu semuanya adlah keturunan nabi nuh karena tidak ada manusia yang selamat selain nabi nuh dan keluarganya. anehhhhhh. kalau mau menulis sesuatu harus ada penelitian konkrit don yang ada ntar bikin malu aje

    Komentar oleh pena16 | 14 November 2010 | Balas

    • ya situ yang ga baca… orang itu udah di jelas kan sama penulis nya “Dalam bukunya “Ular Angkasa“, John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal.”

      kalo komen itu di pikir lagi mas.. di baca lebih jeli…

      Komentar oleh blake | 23 Juli 2012 | Balas

    • Orang pintar itu buka orang yang bersikeras mempertahankan pendapatnya tapi yang haus akan ilmu pengetahuan, ide-ide baru dan perubahan.

      Komentar oleh Ga pinter | 8 Desember 2012 | Balas

  12. begitu ya…?!

    Komentar oleh pepenefendi | 14 November 2010 | Balas

  13. wonderful

    Komentar oleh gropfo | 15 November 2010 | Balas

  14. keren neh postingan :wink:

    Komentar oleh d34nmu | 15 November 2010 | Balas

  15. i like

    Komentar oleh derp | 15 November 2010 | Balas

  16. saya terus menyimak analisa2 sejarah ini..monggo dilanjut..semoga allah menunjuki yang benar…salam

    Komentar oleh aPRiL | 10 Januari 2011 | Balas

  17. bacaan bukan hanya sekedar dibaca toch. iqra itu mengandung arti lihat, dengar, baca dan tulis dan yang paling penting pelajarilah.

    Komentar oleh yustian | 23 Januari 2011 | Balas

  18. nice share gan!

    Komentar oleh bluevirgin23 | 27 Januari 2011 | Balas

  19. sy rasa sejarah nabi nuh ada kaitan dgn kerajaan atlantis yg ribuan tahun sebelum masihi..mungkin ada kena mengena dgn segitiga bermuda..

    Komentar oleh Rahman Putra | 1 Juli 2011 | Balas

    • memang semua orang bebas berargumen ……but………..harus ditinjau dari be2rapa aspek mas bro harus ada bukti tulisan dari beberapa sumber ya,,,,trims

      Komentar oleh ismail | 16 Desember 2011 | Balas

  20. Tulisannya agak aneh, dalam catatan beberapa kitab suci, nabi adam itu lahir kurang lebih 5000 th sebelum masehi, artinya nabi nuh lahir kurang dari itu, nah acuan nabi nuh hidup pada sekitar 11.000 tahun itungan dari mana ? Harusnya lebih belajar sejarah jangan menebak-nebak, banjir tidak menyebabkan erosi besar pada batuan, tapi curah hujan yang tinggi dan lama yang paling mungkin menyebabkan erosi, ini pernah di bahas di discovery channel, kemungkinan besar patung itu dibuat ketika mesir masih mesri masih tinggi curah hujannya ( base on discovery channel ).

    Pergeseran lempeng itu ukurannya sentimeter bos, dimana ada kehilangan lempeng di zoba subduksi pasti ada pembentukan lempeng baru, dan gak selama tumbukan lempeng itu akan menghilangkan daratan, tergantung jenis lempeng yang berpengaruh ke densitasnya, himalaya itu akibat tumbukan lempeng, malah jadi gunung yang tinggi kan……. saran saya harus sering riset deh sebelum menulis yang aneh-aneh….. but keep posting…

    Komentar oleh rud1 | 4 November 2011 | Balas

    • Salah…… Nabi Adam hidup sebelum itu. Sebab Barus, Sumut, sudah ditempati manusia sejak 6000SM. Artinya, Nabi Adam hidup sebelum itu.

      Komentar oleh Kartto | 21 Juni 2012 | Balas

      • kalau mau hitung anggap aja kelahiran nabi isa dihitung 1 masehi berarti sebelum nabi isa baerarti sebelum masehi jadi hitungan saya pribadi umur nabi adam sampai sekarang paling tinggi hitungan bodoh 27000 thn dan harus direfesinsi umur nabi adam dan nuh yang jaraknya 3000 thun ???? skarang kemasing induvidu aja :)

        Komentar oleh aghoest | 11 Oktober 2012

  21. i want to know this historical more explicitly

    Komentar oleh vrog gozilla(setan morven) | 13 Desember 2011 | Balas

  22. baru tau ane gan.. nice inpo…

    Komentar oleh mbahdukunz | 9 Januari 2012 | Balas

  23. AL-QURAN , Surah Nuh ayat 14 TIDAK BERBUNYI DEMIKIAN
    “”Hal ini juga didukung oleh informasi Al Qur’an, yang menceritakan posisi Bakkah (Mekkah), berada di wilayah Utara (QS. Nuh (71) ayat 14), sebelum peristiwa bencana Nuh (Sumber : Sains dan Dakwah).”””

    tapi yang benar
    “Padahal Dia sesungguhnya menciptakan kamu dalam beberapa tingkat kejadian”

    Komentar oleh iRul905 | 11 Januari 2012 | Balas

    • yup,,,setuju,setelah cek memang ayat itu tentang tahap2 kejadian manusia,,,coba di cek lg ayatx gan,,,harus bner jgn salah tulis,ntar menyesatkan,,,tankiu

      Komentar oleh Khairul Muhaimin | 29 November 2012 | Balas

  24. Sejarah bagaikan fosil yg tependam butuh penggalian yg dalam untuk mengetahui kebenarannya…silahkan di lanjut…

    Komentar oleh Java Original | 23 Januari 2012 | Balas

  25. wow

    Komentar oleh iqbal | 14 Februari 2012 | Balas

  26. menurut saya, inilah parahnya umat islam. dengar sesuatu yang mendukung klaim agamanya langsung, ‘subhanallah”. boleh sih, dan bagus karena itu kalimat maha suci. tapi mbok ya di analisis dulu. sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan adalah yang didasari fakta, bukan sekedar katanya-katanya.

    Komentar oleh joker | 9 Maret 2012 | Balas

  27. hati-hati distorsi al Qur’an

    Komentar oleh shoppainting | 7 April 2012 | Balas

  28. Assalamu’alaikum. Ijinkan ane mengulas satu persatu.

    Mengenai mengapa wajah sphinx mengahadap arah barat daya, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sphinx dibangun menghadap matahari terbit, hanya karena mengira bahwa pada masa itu orang2 menyembah matahari. Lagipula bukankah sphinx itu unik dibangun jauh sebelum ada bangunan2 para penyembah matahari. Kita tidak tahu sphinx itu apa. Bisa jadi sphinx itu dewa sesembahan mereka, atau bahkan bisa jadi sphinx hanyalah sebuah patung hiasan gapura rumah pejabat. We never knew.

    Jadi kesimpulan agan terlalu dini.

    Kemudian ayat2 yg dijadikan dalil di web yg agan kasih itu bahwa mekah ada di kutub utara, yg ane lihat malah pemilik web itu menafsirkan ayat2 sekehendak hati dia untuk membenarkan pendapat dia. contoh :

    Surah Nuh:14
    Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian

    dan pemilik web itu menafsirkan kata : ath waara sebagai utara. Ini khan ngawur.
    Jadi kredibiltas pemilik web yg agan jadikan dasar itu tidak bisa dipercaya. CMIIW.

    Kemudian, tidak pernah ada bukti bahwa sphinx dulu terendam banjir. Tidak pernah ditemukan adanya fosil2 oceanic disana, yg seharusnya dalam waktu lama akan menempel di sekujur sphinx itu.

    Jika benar sphinx dulu terendam di laut, maka pasti ada bekas terumbu karang di permukaannya.

    Kemudian, mengenai banjir global. Tidak pernah ada temuan geologi yg membenarkan pernah adanya banjir global melanda permukaan bumi. Keberadaan fosil2 oceanic di daratan itu disebabkan karena pergerakan lempeng benua.

    Dalil AlQur’an juga tidak menyiratkan bahwa banjir Nuh itu adalah banjir global. Melainkan, hanya menerpa kawasan kaum Nuh dan sekitarnya saja. Kemungkinan besar kejadian itu adalah Tsunami.

    QS. Al Mu’minuun:27 =
    Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancar, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

    Dari ayat diatas, berdasarkan urutan kejadian :
    1. Membuat bahtera
    2. Tanur (perut bumi) telah memancar (bergejolak)
    3. Hewan2 dan pengikut Nuh dimasukkan ke dalam perahu
    4. Banjir

    Kalau kita cermati, Nuh diperintahkan memasukkan hewan2 itu kedalam perahu setelah “tanur” bergejolak. Mustahil seluruh hewan di bumi ini dikumpulkan dalam waktu sesingkat itu. Kemungkinan hewan2 yg dimaksud adalah hewan2 lokal sebagai pendukung kehidupan di tempat baru nanti.

    Diperkuat dengan ayat :
    QS. Huud:48 =
    Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.”

    Mengindikasikan adanya umat lain yg tidak terkena bencana banjir itu.

    Namun bagaimanapun, peristiwa banjir Nuh ini adalah peristiwa yg sangat dahsyat sepanjang sejarah. Dan menjadi kisah turun temurun yang diwartakan oleh para nabi di seluruh dunia sebagai peringatan bagi kaumnya masing2.

    Adapun mengenai waktu kejadiannya, itu semua kembali pada bukti temuan sejarah. Dan AlQur’an tidak memberitakannya pada kita.

    Komentar oleh Arya Kamen Rider | 5 Mei 2012 | Balas

    • logis, @arya kamen rider. saya cenderung setuju argumen anda.

      Komentar oleh dekisugi | 15 Juni 2012 | Balas

    • Saya sependapat dg antum. Tentang kapan peristiwa banjir Nuh tsb., lambat laun akan terungkap dg penemuan2 arkeologis yg marak sekarang. ^_^

      Komentar oleh Laila | 24 Juni 2012 | Balas

  29. waqaala almaliku innii araa sab'a baqaraatin simaanin ya/kuluhunna sab'un 'ijaafun wasab'a sunbulaatin khudhrin waukhara yaabisaatin yaa ayyuhaa almalau aftuunii fii ru/yaaya in kuntum lilrru/yaa ta'buruuna
    
    [12:43] Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya) : "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terkemuka : "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi."
    
    
    qaaluu adhghaatsu ahlaamin wamaa nahnu bita/wiili al-ahlaami bi'aalimiina
    
    [12:44] Mereka menjawab : "(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menta'birkan mimpi itu."
    
    
    waqaala alladzii najaa minhumaa waiddakara ba'da ummatin anaa unabbi-ukum bita/wiilihi fa-arsiluuni
    
    [12:45] Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: "Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena'birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)."
    
    
    yuusufu ayyuhaa alshshiddiiqu aftinaa fii sab'i baqaraatin simaanin ya/kuluhunna sab'un 'ijaafun wasab'i sunbulaatin khudhrin waukhara yaabisaatin la'allii arji'u ilaa alnnaasi la'allahum ya'lamuuna
    
    [12:46] (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru) : "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya."
    
    
    qaala tazra'uuna sab'a siniina da-aban famaa hashadtum fadzaruuhu fii sunbulihi illaa qaliilan mimmaa ta/kuluuna
    
    [12:47] Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.
    
    
    tsumma ya/tii min ba'di dzaalika sab'un syidaadun ya/kulna maa qaddamtum lahunna illaa qaliilan mimmaa tuhsinuuna
    
    [12:48] Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.
    
    
    tsumma ya/tii min ba'di dzaalika 'aamun fiihi yughaatsu alnnaasu wafiihi ya'shiruuna
    
    [12:49] Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur.

    [img]http://4.bp.blogspot.com/-D3MfQ25_Aw8/TfyWF7YuxBI/AAAAAAAAAEo/Dpmwa0dvYtw/s1600/Sphinx+2.jpg[/img]

    Dari ayat di atas dapat diambil beberapa kesimpulan.
    1. Raja Mesir bermimpi yang tak seorang pun dapat mengartikannya kecuali nabi Yusuf
    2. Arti mimpi Raja pertama bahwa akan ada musim dimana hujan akan turun terus menerus selama tujuh tahun (ayat 47) (masa hujan)
    3. Arti mimpi Raja yang kedua setelah musim ini akan disusul oleh musim kering dengan kurun waktu yang sama pula (ayat 48) (masa angin)
    4. Setelah kedua musim ini, cuaca Mesir akan kembali normal seperti sediakala

    Kebenaran ayat ini dapat kita temui pada salahsatu monumen ternama di Mesir “SPHINX” sesosok singa yang berkepala manusia, Sphinx inilah yang menjadi bukti kebenaran ayat diatas. Hipotesis ini dikenal dengan “Sphinx water erosion” (en.wikipedia.org/wiki/Sphinx_water_erosion_hypothesis) dikemukakan pertamakali oleh Robert M. Schoch ahli geologi dan John Anthony West seorang Egyptologist. Hipotesis ini kemudian diperkuat dengan bukti penelitian yang dilakukan oleh RA Schwaller de Lubicz pada tahun 1950.

    Schoch juga menambahkan bahwa bukti ini menunjukkan adanya erosi pengikisan air yang berkepanjangan dan lagi-lagi diperkuat oleh Colin Reader seorang geologis Inggris. Adanya pengikisan air ini yang mengakibatkan pertentangan pendapat antara pemerintahan Mesir dan para ahli geologis tersebut, para geologis berpendapat bahwa Sphinx dibuat lebih dahulu dibandingkan Dinasti awal Mesir, sedangkan pemerintah Mesir berkeyakinan bahwa Sphinx dibuat tidak lebih tua dari Dinasti awal Mesir dikarenakan tidak adanya artefak-artefak yang berusia lebih dari 5000 SM. Perhitungan Schoch dengan menghitung curah hujan 2 inci pertahunlah yang mengakibatkan usia Sphinx jadi jauh lebih tua. Patokan ini diambil dari iklim daerah Mesir yang bercurah hujan rendah, Padahal dengan jelas telah pernah terjadi hujan yang berkepanjangan secara terus menerus selama tujuh tahun sehingga mengakibatkan terjadi percepatan erosi air pada Sphinx. Pertentangan ini telah dijawab oleh Al-Quran sehingga mempunyai titik temu.

    Schoch tidak hanya berhenti disitu air hanya salahsatu pembentuknya erosi pada “Sphinx” [b]setelah air ada angin[/b] yang memainkan peranan penting terjadinya erosi ini dengan nilai yang signifikan pula sehingga Schoch berkeyakinan bahwa Sphinx berumur jauh lebih tua (padahal jelas dalam Al-Quran kecepatan erosi baik angin dan air dikarenakan kedua terjadi secara bergantian dalam kurun waktu yang tak henti2nya dan signifikan selama 7 tahun) hal inilah yang membuat Sphinx jadi cepat lebih tua dibandingkan umur yang sesungguhnya.

    Pernyataan Al Quran makin jelas setelah penelitian yang lebih baru oleh Rudolph Kuper and Stefan Kröpelin (Jerman) bahwa pada pada Dinasti awal Mesir tidak terjadi periode hujan yang signifikan. ” Recent studies by German climatologists Rudolph Kuper and Stefan Kröpelin, of the University of Cologne, and geologist Judith Bunbury, of St Edmund’s College, Cambridge contradicts Schoch’s assertion of an [b]earlier date suggesting the change from a wet to a much drier climate[/b] may have occurred later than is currently thought, and that Dynasty IV (the traditional era of the construction of the Sphinx) may still have been a period of significant rainfall; a conclusion also accepted by Mark Lehner. However, Schoch points out that fragile mudbrick structures nearby, indisputably dated to Dynasties I and II, have survived relatively undamaged, indicating that no heavy rainfall has occurred in the region since the Early Dynastic Period, and nor was any heavy rain anticipated by those Early Dynastic Period communities who built those structures. ”

    Itulah runtutan peristiwa dari 3 ayat yang kejadiannya berurutan bersesuain dengan penelitian yang dilakukan para ahli.

    Komentar oleh hehemampus | 29 Juli 2012 | Balas

    • Itulah korelasi erosi permukaan Sphinx dan SUrah Yusuf pada Al-Quran

      Komentar oleh hehemampus | 29 Juli 2012 | Balas

  30. Ma’af saudara2 neter ……. jika anda menganalisa tulisan ini khususnya yang berkaitan dengan Alquran, lantas anda menggunakan terjemah yang beredar di masyarakat muslkim saat ini …….. pasti tidak akan menemukan bahwa Mekkah adalah Kutub Utara. untuk itu aku postingkan beberapa Ayat dari Surat Nuh.

    Ayat 71/14 : Dan sungguh DIA menciptakan kamu sebagai penduduk Utara.
    Ayat 71/15 : Tidakkah kamu perhatikan betapa ALLAH menciptakan tujuh planet (di atas orbit Bumi) bertingkat-tingkat.
    Ayat 71/16 : Dan DIA jadikan Bulan-bulan, pada mereka ada sinar, dan DIA jadikan Surya selaku pelita.

    Semoga anda-anda semua mau dan mampu memahaminya

    Komentar oleh Askartasas/Ade | 12 Agustus 2012 | Balas

  31. jadi ingin tau lebih banyak lagi sejarah supaya bisa bertabayyun……

    Komentar oleh M.Fauzi Rizal | 14 Agustus 2012 | Balas

  32. Reblogged this on Zulfitriansyah Putra.

    Komentar oleh ZULFITRIANSYAH PUTRA | 22 Agustus 2012 | Balas

  33. sangat menarik dn bacaannya asyik2!!

    Komentar oleh Adjie | 29 Agustus 2012 | Balas

  34. bACA SURAT nUH, DAN sURAT aNBIYAI. Insya Allah ada penjelasannya banjir lokal atau banjir global. Tapi dalam salah satu ayat surat Nuh. Nabi Nuh minta semua manusia dimatikan kecuali yang beriman yag mengikuti Nabi Nuh. Dan ada bebverapa ayat juga yang menyatakan, kira kira kalau ditafsirkan tidak manusia yang selamat dari banjir tersebut.

    Komentar oleh Muhammad Shofwan | 4 November 2012 | Balas

  35. Reblogged this on Loncad and commented:
    Ternyata bukan gw aja yang berpikir mirip2 begini

    Komentar oleh winardixwardhana | 12 Januari 2013 | Balas

  36. makin menarik untuk diteliti

    Komentar oleh gery dien | 17 Juli 2013 | Balas

  37. assalamualaikum,..
    saya rasa hipotesa penulis masi mengesampingkan aspek konsep tektonik lempeng dalam ilmu geologi modern.
    dan maaf QS Nuh ayat 14 memiliki arti “padahal sesungguhnya telah menciptakan kamu pada beberapa tingkatan” yg merujuk pada proses penciptaan manusia dr sari pati tanah.
    dan tidak menjelaskan kan pd letak kabah di utara…
    mohon hati-hati jgn asal memasukan dgn dalil quran yg seolah memperkuat hipotesa anda.

    Komentar oleh gus bud | 12 Oktober 2013 | Balas

  38. bukti banjir zaman nabi nuh adalah banjir global seluruh daratan habis adalah
    1. nabi nuh membawa sepasang binatang darat dan binatang udara/ burung. logikanya untuk apa nabi nuh di perintahkan ALLAH untuk mencari dan membawa binatang sepasang sepasang. kalau tidak banjir global pasti binatang2 itu tidak akan punah.
    2. bisa jadi keluarga dino saurus tidak ada yang ikut kapal nabi nuh hingga tenggelam dan punah.

    Komentar oleh putra sumsel | 28 November 2013 | Balas

  39. Lebih dahulu jaman Nabi Nuh atau jaman Mesir Kuno?
    jika lebih dahulu jaman Nabi Nuh sudah pasti patung sping, piramida, dan yang lainya belum ada…

    Komentar oleh Sahab | 9 November 2014 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: