Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Jihad Para Pejuang Muslim

Pattimura adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia dan juga seorang pejuang muslim. Dari penyelusuran sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Pattimura punya nama asli Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy.

Mat Lussy (Mattulessy) adalah seorang bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau. Pada saat itu Sahulau diperintah Sultan Abdurrahman. Beliau juga seorang muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, Sultan Abdurrahman juga dikenal sebagai ulama.

Berdasarkan data sejarah, sebagian besar kerajaan di Maluku adalah Kerajaan Islam, seperti Ambon, Herat dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan Islam di daerah tersebut sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-Raja). Sebutan ini, di kemudian hari dikenal dengan nama Maluku. Ini akibat dari pemilihan penyebutan yang gampang.

Nah, balik lagi pada kisah Pattimura. Perjuangan Pattimura, terekam dalam tradisi lisan rakyat Maluku, di antaranya:

Yami Patasiwa. Yami Patalima. Yami Yama’a Kapitan Mat Lussy. Matulu lalau hato Sapambuine. Ma Parang kua Kompania…

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bunyinya:
Kami Patasiwa. Kami Patalima. Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy. Semua turun ke kota Saparua. Berperang dengan kompeni Belanda…

Selain Pattimura, kita juga mengenal pejuang dari tanah Batak, Si Singamangaraja XII. Si Singamangaraja XII disebut sebagai pejuang muslim berdasarkan pendapat sejarawan Prof. Drs. Ahmad Mansyur Suryanegara dalam bukunya Menemukan Sejarah Wacana Pergerakan Islam Indonesia. Walaupun sampai saat ini banyak yang mengira Si Singamangaraja XII adalah penganut Pelbagu, yaitu agama animisme suku Batak.

Selain mereka berdua, masih banyak lagi pejuang muslim dari Indonesia. Mereka semua berjihad membela agama dan bangsa. Di antara mereka itu ada Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol dan Sultan Mahmud Badaruddin II.

Jihad para pejuang muslim adalah dalam upaya untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, yang dilandasi perintah Allah SWT dalam QS. Al Hajj ayat 39—40,

Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka didzalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu, yaitu orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, ‘Tuhan kami ialah Allah.’

Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.

Jihad tentu saja wajib dilakukan oleh setiap umat Islam. Namun perlu ditegaskan bahwa terorisme seperti kebanyakan peristiwa yang dialamatkan pada gerakan Islam, itu sama sekali bukan jihad. Aksi-aksi bunuh diri massal yang mengatasnamakan jihad itu juga bukan jihad. Perintah dan aturan jihad begitu jelas di dalam Al Qur’an. Semoga ini membuka pikiran kita atas apa yang disebut dengan jihad.

About these ads

4 Januari 2011 Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar