Daily Archives: 4 Januari 2011

Jihad Para Pejuang Muslim

Pattimura adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia dan juga seorang pejuang muslim. Dari penyelusuran sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Pattimura punya nama asli Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy.

Mat Lussy (Mattulessy) adalah seorang bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau. Pada saat itu Sahulau diperintah Sultan Abdurrahman. Beliau juga seorang muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, Sultan Abdurrahman juga dikenal sebagai ulama.

Berdasarkan data sejarah, sebagian besar kerajaan di Maluku adalah Kerajaan Islam, seperti Ambon, Herat dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan Islam di daerah tersebut sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-Raja). Sebutan ini, di kemudian hari dikenal dengan nama Maluku. Ini akibat dari pemilihan penyebutan yang gampang.

Nah, balik lagi pada kisah Pattimura. Perjuangan Pattimura, terekam dalam tradisi lisan rakyat Maluku, di antaranya:

Yami Patasiwa. Yami Patalima. Yami Yama’a Kapitan Mat Lussy. Matulu lalau hato Sapambuine. Ma Parang kua Kompania…

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bunyinya:
Kami Patasiwa. Kami Patalima. Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy. Semua turun ke kota Saparua. Berperang dengan kompeni Belanda…

Selain Pattimura, kita juga mengenal pejuang dari tanah Batak, Si Singamangaraja XII. Si Singamangaraja XII disebut sebagai pejuang muslim berdasarkan pendapat sejarawan Prof. Drs. Ahmad Mansyur Suryanegara dalam bukunya Menemukan Sejarah Wacana Pergerakan Islam Indonesia. Walaupun sampai saat ini banyak yang mengira Si Singamangaraja XII adalah penganut Pelbagu, yaitu agama animisme suku Batak.

Selain mereka berdua, masih banyak lagi pejuang muslim dari Indonesia. Mereka semua berjihad membela agama dan bangsa. Di antara mereka itu ada Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol dan Sultan Mahmud Badaruddin II.

Jihad para pejuang muslim adalah dalam upaya untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, yang dilandasi perintah Allah SWT dalam QS. Al Hajj ayat 39—40,

Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka didzalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu, yaitu orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, ‘Tuhan kami ialah Allah.’

Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.

Jihad tentu saja wajib dilakukan oleh setiap umat Islam. Namun perlu ditegaskan bahwa terorisme seperti kebanyakan peristiwa yang dialamatkan pada gerakan Islam, itu sama sekali bukan jihad. Aksi-aksi bunuh diri massal yang mengatasnamakan jihad itu juga bukan jihad. Perintah dan aturan jihad begitu jelas di dalam Al Qur’an. Semoga ini membuka pikiran kita atas apa yang disebut dengan jihad.

MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI

Di awal abad ke-21 ini, Kaum Evolusionis sedang menghadapi dilema yang sangat berat, yaitu mereka harus mengakui TEORI EVOLUSI telah RUNTUH, atau berkeyakinan KERA-KERA PURBA adalah Para PENAMBANG BESI, yang gemar MEMAHAT BATU.

Penemuan Kebudayaan Jutaan Tahun

Pada tahun 1865 di pertambangan Abbey Nevada USA, ditemukan dalam satu gumpalan bijih logam berbentuk skrup besi sepanjang 2 inci (= 5 cm). Benda hasil karya manusia ini, telah ber-oksidasi dan meninggalkan bentuk fosil, yang diperkirakan berusia jutaan tahun.

Penemuan Hasil Karya Manusia, yang usianya sangat tua juga ditemukan di beberapa tempat, diantaranya :

1. Di gurun Gobi juga ditemukan bekas tapak sepatu (sandal?) dan diperkirakan berumur beberapa juta tahun.

2. Di satu pertambangan di Peru ditemukan paku besi ter-benam dalam karang. Sebelum kedatangan orang-orang Spanyol ke Amerika, paku besi tidak dikenal. Fosil paku ini diperkirakan berusia jutaan tahun.

3. Di Desa Schondorf Austria di-temukan besi bentuk kubus (panjang dan lebar kurang dari 1 cm) di dalam gumpalan batu-bara yang pecah. Kubus ini beralur disekelilingnya dan tepi alurnya rata. Benda ini seolah – olah merupakan bagian dari peralatan mesin, dan diperkirakan ber-umur jutaan tahun.

4. Pada barisan-barisan karang yang ada di Amerika Utara dan Selatan ditemukan banyak petroglyph (pahatan/ukiran pada batu) yang memperlihatkan gambar-gambar dinosaurus.

5. Pada tahun 1924 Doheny Expedition menemukan petroglyph (pahatan) yang amat purba di Havasupai dekat Grand Canyon USA. Satu gambar memperlihatkan orang-orang menyerang mammoth (gajah purba). Gambar lain memperlihatkan seekor tyrennosaurus (kadal purba raksasa) sedang ber-diri bertumpu pada ekornya.

6. Petroglyph-petroglyph yang ditemukan sepanjang sungai Amazon serta anak-anak sungainya, memperlihatkan gambar-gambar binatang purba khususnya stegosaurus.

7. Tapak-tapak kaki dinosaurus ditemukan di dasar sungai Paluxy dekat Glen Rose Texas USA berdampingan dengan tapak-tapak kaki manusia.

Sumber : kaskus.co.id

Jejak kaki manusia yang berumur 3,6 juta tahun di Laetoli, Tanzania (harunyahya.com)

Temuan arkeologis berumur jutaan tahun ini, sekaligus meruntuhkan Teori Evolusi, yang selama ini dijadikan pedoman berkenaan dengan sejarah umat manusia :

Menurut perkiraan evolusionis, manusia modern saat ini bermula dari sesosok mahkluk mirip kera, yang disebut Australopithecus (hidup pada sekitar 4 juta tahun sampai dengan 1 juta tahun yang lalu).

Australopithecus adalah sejenis kera yang telah punah, dan mirip dengan kera masa kini. Volume tengkorak mereka adalah sama atau lebih kecil daripada simpanse saat ini. Terdapat bagian menonjol pada tangan dan kaki mereka yang mereka gunakan untuk memanjat pohon, persis seperti simpanse sekarang, dan kaki mereka terbentuk untuk mencengkeram dan bergelantung pada dahan pohon.

Yang membedakan mereka dengan kera, meskipun mereka memiliki anatomi sangat mirip kera, tetapi mereka bisa berjalan tegak.

Sumber : HarunYahya.com

Para pendukung Teori Evolusi Darwin, berkeyakinan pada sekitar 1 juta tahun yang lalu, nenek moyang manusia sama sekali belum berbudaya, mereka saat itu masih asyik bertengger di atas pohon-pohon, sambil sesekali turun ke tanah, untuk mencari biji-bijian yang bisa dimakan.

Dan ketika temuan arkeologis umat manusia, berumur jutaan tahun ditemukan…
Kaum Evolusionis hanya bisa terdiam seribu bahasa.

Dalam meng-analisis Misteri Kebudayaan, yang berumur jutaan tahun ini, setidaknya terdapat tiga pendapat, yaitu :

1. Peninggalan jutaan tahun tersebut, adalah berasal dari makhluk berakal, sebelum turunnya Nabi Adam (Diperkirakan kemunculan Nabi Adam, bersamaan dengan keberadaan, Homo Sapiens, pada sekitar 200.000 tahun yang silam). Makhluk sebelum Adam ini, memiliki tabiat suka berperang dan membuat kerusakan di bumi. Pendapat ini, didasarkan kepada dialog antara Allah dengan para malaikat, sebelum diciptakannya Nabi Adam :

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka Bumi. Malaikat berkata : mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Tuhan mengatakan : Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya” (QS. Al Baqarah (2) ayat 30).

2. Peninggalan jutaan tahun tersebut, sejatinya berasal dari Bani Adam, atau dengan kata lain, mereka berpendapat kehadiran Nabi Adam, sudah mencapai jutaan tahun lamanya. Hal ini semakin dipertegas dengan hadits yang menceritakan bahwa, tinggi dari Nabi Adam mencapai 60 Hasta atau sekitar 30 Meter (silahkan baca Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza), dimana proses untuk menjadi keadaan manusia sekarang, dengan tinggi sekitar sekitar 1,5 m – 2,0 m, tentu diperlukan waktu yang sangat lama.

3. Peninggalan jutaan tahun tersebut ada yang berasal dari Bani Adam, yang sesungguhnya telah berbudaya selama jutaan tahun lamanya, akan tetapi ada juga yang berasal dari makhluk berakal sebelum Adam, sebagaimana yang disampaikan oleh para malaikat, sebagai makhluk yang gemar berbuat onar dan berperang.

Dari ketiga pendapat di atas, ada satu persamaan bahwa jarak dari masa kehidupan Nabi Adam hingga sampai kepada bencana Nuh, yang terjadi sekitar masa 11.000 SM (silahkan baca, Patung Spinx, bukti arkeologis bencana Nuh 13.000 tahun yang silam dan Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia), memiliki rentang waktu yang sangat lama, yakni mencapai ratusan ribu bahkan jutaan tahun.

Dengan demikian, adalah wajar, apabila ada pendapat yang mengatakan, sebelum terjadinya bencana global di masa Nabi Nuh, manusia sesungguhnya telah mencapai peradaban teknologi yang sangat tinggi.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Terkait
01. REVISI Periode KENABIAN?
02. Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius
03. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi