Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Berdasarkan penyelusuran Genealogy, ditemukan fakta yang menarik, yakni kesemua Salasilah Presiden RI ternyata memiliki keterkaitan keluarga dengan Trah Sunan Giri (Dinasti Giri Kedaton).

Mari kita perhatikan Susur Galur berikut :

1. Sunan Giri
1.1. Sunan Dalem Wetan / Zainal Abidin

1.1.1. Sunan Prapen (Maulana Muhammad)
1.1.1.1. Sunan Kawis Guwo
1.1.1.1.1. Panembahan Giri
1.1.1.1.1.1. Nyai Anom Besari # Kyai Anom Besari
1.1.1.1.1.1.1. Ki Ageng Muhammad Besari

1.1.1.1.1.1.1.1. Nyai Ageng Basyariyah # Ki Ageng Basyariah / Raden Mas Bagus Harun
1.1.1.1.1.1.1.1.1. Nyai Muhammad Santri # Kyai Muhammad Santri
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Kyai Ma’lum Buntoro
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Kyai Mustaram
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Nyai Ilyas
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Nyai Nafiqah # KH. Hasyim Asy’ari
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. KH. Abdul Wahid Hasyim
1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur)

1.1.2. Nyai Made Pandan
1.1.2.1. Ki Ageng Saba
1.1.2.1.1. Nyai Sabinah # Ki Ageng Pemanahan
1.1.2.1.1.1. Panembahan Senapati
1.1.2.1.1.1.1. Panembahan Hanyakrawati
1.1.2.1.1.1.1.1. Sultan Agung
1.1.2.1.1.1.1.1.1. Sultan Amangkurat I

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1. Sunan Pakubuwono I
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Amangkurat IV
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono I (Kraton Jogja)

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono II
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono III

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.2. KGPAA Paku Alam I (Kraton Paku Alaman)

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.2. Pangeran Hario Mangkunegoro
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.2.1. KGPAA Mangkunegara I (Keraton Mangkunegara)

1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.3. Sunan Pakuwono II (Keraton Surakarta)
1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.3.1. Sunan Pakubuwono III
(Sumber : Sunan Giri, Pendidik yang Ahli Fiqih)

Trah Sunan Giri dan Silsilah Presiden

Melalui penyelusuran lebih mendalam, diperoleh informasi yang mengagetkan, bahwa ke-6 Presiden Republik Indonesia, ternyata berasal dari anak keturunan Sunan Giri, sebagaimana terlihat pada keterangan berikut :

1. Soekarno, adalah putera dari Raden Soekemi Sosrodiharjo. Raden Soekemi, berdasarkan buku “Ayah Bunda Ir Sukarno”, merupakan keturunan Sultan Hamengkubuwono II (1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1)

2. Suharto, isterinya bernama Siti Hartinah yang merupakan keturunan dari KGPAA Mangkunegara I (1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.2.1). Selain itu, berdasarkan buku “Jejak Perlawanan Bengawan Pejuang”, Sumitro Djojohadikusumo menulis, bahwa Soeharto pernah mengatakan memiliki kekerabatan dengan keluarga Keraton, yang diduga merupakan keturunan dari Sultan Hamengkubuwono II (1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1).

3. BJ. Habibie, Ibunya bernama R.A. Tuti Marini Puspowardojo binti Rr. Goemoek binti Raden Ngabehi Tjitrowardoyo, berasal dari keluarga Priyayi di Purworejo, yang diduga kuat merupakan keturunan dari pendiri kerajaan Mataram Islam, Panembahan Senapati (1.1.2.1.1.1.)

4. Abdurrahman Wahid (GUSDUR), terhitung sebagai keturunan ke-8 dari Ki Ageng Muhammad Besari (1.1.1.1.1.1.1.)

5. Megawati Sukarnoputri, puteri Presiden Pertama Sukarno, merupakan keturunan Sultan Hamengkubuwono II (1.1.2.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.)

6. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), putera dari Raden Soekotjo, beliau adalah keturunan dari Nyai Ageng Ibnu Umar binti Ki Ageng Muhammad Besari (1.1.1.1.1.1.1.)


Giri Kedaton, Khilafah di bumi Nusantara

Giri Kedaton lebih mirip sebuah “Kerajaan”, yang di dalam kehidupan kesehariannya diatur dengan menggunakan hukum Syariah Islam. Berada di daerah Gresik, Jawa Timur pada sekitar abad ke-15 sampai 17. Kerajaan ini pernah berjaya sebagai Pusat Khilafah Islam, yang pengaruhnya bahkan sampai menyebar ke daerah Maluku.

Pesantren Giri Kedaton didirikan oleh Raden Paku (Sunan Giri), pada sekitar tahun 1487. Murid-murid Giri Kedaton berdatangan dari segala penjuru, bahkan dari Ternate, mereka berasal dari berbagai kalangan tidak hanya kalangan rakyat kecil, namun juga para pangeran dan bangsawan.

Giri Kedaton mengalami puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Sunan Prapen tahun 1548-1605, saat itu Giri tidak hanya sekadar sekolah, namun juga menjadi “kerajaan” yang memiliki kekuatan pemerintahan.

Misalnya, Sunan Prapen dikisahkan menjadi pelantik Sultan Adiwijaya raja Pajang. Ia juga menjadi mediator pertemuan antara Sultan Adiwijaya dengan para bupati Jawa Timur tahun 1568. Dalam pertemuan itu, para bupati Jawa Timur sepakat mengakui kekuasaan Pajang sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Sunan Prapen juga menjadi juru damai peperangan antara Panembahan Senopati (Mataram) dengan Jayalengkara (Bupati Surabaya tahun 1588).

Tidak hanya itu, Sunan Prapen hampir selalu menjadi pelantik setiap ada raja Islam yang naik takhta di segenap penjuru Nusantara (Sumber : wikipedia.org).

Kehadiran Giri Kedaton, memberikan teladan bagi kita, bahwa penerapan syariah bukan hal yang baru di Nusantara, dan ternyata bisa bertahan selama 200 tahun. Adanya suara-suara yang menginginkan kembali diberlakukannya Syariah Islam, sesungguhnya sesuatu yang sangat wajar.

Hal tersebut setidaknya disebabkan 2 faktor, yaitu Faktor Historis (merupakan kelanjutan dari Mudzakarah Ulama se-rumpun Melayu tahun 1650, Kunjungi : mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?), dan juga disebabkan faktor rapuhnya sistem politik yang ada sekarang, seperti Kapitalis dan Komunis.

Referensi :

1. Meninjau Kembali, Silsilah Kyai AHMAD DAHLAN (Muhammadiyah) ?
2. Silsilah dan Kekerabatan 5 Tokoh : Jokowi, Rhoma, Yusril, Prabowo & Sultan HB X 

Tentang iklan-iklan ini

28 Februari 2011 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , ,

133 Komentar »

  1. sampurasun.
    dari tokoh2 nasional yg pernah memegang kekuasaan sbg presiden RI, siapa saja yg bisa di pegang akhlaknya? cag

    Komentar oleh Hantu Laut | 24 Maret 2011 | Balas

    • Siapa yah…? Bingung juga ni mo jawab… Kalo gue jawab Abraham Lincoln pade ngegugat lagi…

      Komentar oleh Tupai | 16 September 2011 | Balas

    • perlu diingat.., presiden kita adalah manusia semua.. bukan malaikat.. jgn terlalu apatis gitu..

      Komentar oleh Bharata | 23 November 2013 | Balas

  2. sugeng rahayu…

    Komentar oleh oke-oke | 17 April 2011 | Balas

  3. hanya Allah yg tahu,……

    Komentar oleh alfaruq buana | 26 Mei 2011 | Balas

  4. nggak penting keturunan dari mana yang penting setiap pemimpin yang memimpin negara Indonesia harus bisa mensejahterkan rakyatnya. bukan berarti keturunan Dinasti Giri Kedaton berarti lebih baik dan lebih pantas jadi pemimpin negara. siapapun bisa menjadi pemimpin Indonesia gak peduli keturunan siapa mau dia keturunan maling, perampok, ulama, pendeta yg penting pemimpin Indonesia harus bisa membawa Indonesia menuju masyarakat yg makmur, sejahtera, beradab dan bermoral.jangan kayak pemimpin Indonesia saat ini yg katanya keturunan Sunan Giri tapi nggak mampu membawa Indonesia menjadi negara makmur malah pemimpin Indonesia sekarang lebih suka menjual rakyatnya menjadi BUDAK untuk bangsa lain sedangkan pemimpin Indonesia saat ini tidak peka terhdap nasib rakyatnya yg masih mengungsi dan kelaparan seperti korban lumpur porong, gempa padang, gempa aceh, pengungsi letusan merapi. hebatnya pemimpin Indonesia yg katanya keturunan Sunan Giri walaupun Rakyatnya menderita Pemimpin Indonesia masih sempat nonton bola piala aff bersama keluarga, jalan2 dgn mobil mewah, dan mengeluh maslah gaji pdahal saat dia sedang senang2 nonton bola piala aff sama keluarganya masih banyak rakyat Indonesia yg menderita, menangis, kelaparan dan mengaharpkan bantuan dari pemimpinnya yg katanya keturunan orang hebat dan orang suci.

    Komentar oleh Reishio | 20 Agustus 2011 | Balas

    • ?maaf ini pendidikannya apa ya ? komenya ple etika apa gk bisa biar kelihatan bangsa yang beradab kan ajining diri soko lathi ? mohon kalo berminat jd pengganti SBY ya benahi dulu pribadi yang acak adul seperti you ini yng mengaku berbangsa berbudaya tapi non sen isinya maaf ya boleh kok mengkritisi tapi pake etika yang sebaiknya oke? trim’s semoga mawas diri dan sukses jadi pengganti SBY apa yang sederajat gitu lhooooooooo

      Komentar oleh lina | 30 November 2011 | Balas

      • Ah, kupikir pendapat Reishio benar. Sudah cukup sopan. Tapi memang ini cerminan perasaan masyarakat kepada pimpinannya yg acakadut. Tidak setiap org yang mengkritik hrs jadi org yg dikritik. Tidak setiap org yg mengkritik Presiden harus jadi Presiden. Etika mengkritik maksudnya apa??? Hahaha……
        Maksudnya Reishio, jangan mentang2 keturunan org hebat atau orang suci (kalo memang hsl penelitian genealogy-nya bener), trus jadi bener juga…. Kebiasaan masyarakat kita, petantang petenteng mengandalkan keturunan, seperti kata pepatah: “Mengepit kepala singa!!”……. Semoga kita tidak kebal kritik….

        Komentar oleh eddieddi | 18 Juli 2012

      • Aamiin

        Komentar oleh R.a.b | 8 Januari 2014

    • maaf ya…reishio
      emang nggak ada salahnya , klo cari pemimpin harus tahu silsilah keluarganya..,contoh raja bijak anak cucunya ya bijak juga , dari 10 mungkin cuma 1 yg beda, pengusaha besar kebanyakan dari keturunan pengusaha besar, karena mereka lebih taucara memimpin dan berbisnis karena ada ilmunya..,kalaupun peminmpin yg ga bener karena pengikutnya aja yg ga bener, contoh mau jadi aggota dewan aja hambur2 duit supaya terpilih setelah terpilih korupsinya yg di utamakan karena mengembalikan modal, indonesia bisa makmur klo undang2 hukum di rumah, hukuman koruptor/korupsi di hukum mati…pasti hampir ga ada yg berani korupsi..dengan sendirinya negara berangsur bagus dan makmur…

      thanks

      Komentar oleh Puma | 5 Oktober 2012 | Balas

      • d dlm sholat berjamaah sdh d ajarkan bgmn cara menegur imam yg salah.

        Komentar oleh adith azmathkhan | 7 Oktober 2012

      • kita ini ngomongkan sejarah mas. ndak perlu dikomen yang nggak-nggak. kalo hanya ngomongin keturunan, kita ini keturunan Nabi, khan. ambil hikmahnya aja, bro! Yang hobby sejarah baca terus sampai tuntas…..

        Komentar oleh Bima | 8 Oktober 2012

    • tak sepantas nya kita mengatakan pemimpin seperti itu, karena pemimpin yg terpilih haruslah didukung semaksimal mungkin,kita perlu mengkritik yang bertujuan tuk membangun bukan mencemooh, karena manusia mempunyai kelemahan,itulah penting nya jamaah,agar tiap individu saling melengkapi, sudah kah kita berbakti pada negeri ini,,,bagaimana bangsa ini bisa maju kalau ucapan calon2 pemimpin masa depan ucapan nya seperti ini…lebih lebih kalau cuman ngomong dan mencemooh,,,hargailah usaha orang lain,

      Komentar oleh muiz | 10 Februari 2013 | Balas

      • Setuju sekali…. Jangan Salahkan Pemimpinnya, Koreksi diri sendiri… “Ibda Binafsik”
        Hasibuu Anfusakum Qobla An Tuhasabuu……. Jangan Selalu Menyalahkan Orang Lain, Karena Belum Tentu Dirinya sendiri Lebih Baik Dari Orang Yg Disalahkan…. Wallohu A’lam…..

        Komentar oleh wijaya Abdul Gani | 25 Juli 2013

    • Mau nyapres akh, biar jelek gini aku keturunan nabi adam lho..

      Komentar oleh Suprihadi Bae | 21 Mei 2013 | Balas

      • Klu keturunan nabi adam ya semua orang mas jdi faktor keturunan mmg sangat penting krn nasabnya pasti punya sisik melik atau pulung yg komentar krn ngak ada keturunan mangkananya sewot mmg benar faktor gen sangat mendukung sekali untuk menjadi pemimpin di massa yg akan datang buktikan aku sendiri juga keturunan dari raden fatah…

        Komentar oleh anto | 13 Juli 2014

    • UNTUNG aku BUKAN TRAH darah BANGSAWAN
      kalau AKU keturunan BANGSAWAN aku PASTI PETANTANG-PETENTENG… BAYAK GAYA ha ha ha ha….
      hahhh… NGIRI juga AKU ha ha ha….

      Komentar oleh DINO | 1 September 2013 | Balas

    • Haduh mas reshio ini comentnya udh ky org smprna aj, toh pmimpin jg mnsia,bth hburan jg, jokowi aj jg prnh nobar, qusnudhon aj, biar ht kt sllu brsih. Soal pengungsi merapi,kbtln sy org jogja,dan sy pnya byk tmn & sdra krbn mrpi, dan mrecovery bncn yg d akbtkn ltusan mrpi it klo kt liat pasca ltusnnya bhkn sy sndri tak mnyangka akn scpt ini lho, dr mlai pnggntian tmpt tnggl,hwn trnk(d gnti uang) dsb dsb, sy mrsa gubrnur dan phak2 trkait bkrj ckp bgs, klopun ad kkurangn it ckp bs d mklumi krn kmbli lg bliau2 jg mns biasa yg tk lps dr kkurangn.

      Komentar oleh Mer | 15 September 2013 | Balas

  5. ga gampang bro ngurusin manusia lbh dua rtus juta,apa lagi yg di urusin bandel2,

    Komentar oleh putra angka satu | 21 Agustus 2011 | Balas

    • Iya…. bandel seperti saya.
      Tambah mumet 1 lagi tuh presiden

      Komentar oleh Oyan | 29 November 2012 | Balas

  6. Yang bisa di wariskan hanya lahirnya, tapi batinnya tidak bisa
    Yang bisa diwariskan hanya hartanya, tapi ilmunya tidak bisa
    Yang bisa diwariskan hanya dunia, tapi akherat tidak bisa
    Maka berlomba-lombalah menuntut ilmu, karena itu bisa hilang dari muka bumi
    Karena kita tak tau saat kapan kita lupa
    Berhati hatilah dengan bujuk rayu dunia yg kadang banyak menyesatkan

    Komentar oleh keturunan Nabi Adam | 9 September 2011 | Balas

  7. Ditinjau dari kyai Ageng Basyariyah, Gus Dur adalah keturunan ke-7 , Rinciannya sebagai berikut : KYAI AGENG BASYARIYYAH——> 1. Nyai Santri 2. Kyai Ma’lum Buntoro 3. Kyai Mustaram 4.Nyai Ilyas 5. Nyai Nafiqah (alias Nyai Hasyim) 6. KH. Abd.Wachid Hasyim 7. Gus Dur –harap teliti dalam penyebutan Kyai dan Nyai.Kadang kita agak rancu.maturnuwun.

    data di atas perlu diralat.
    data saya langsung dari sumbernya : di desa sewulan – madiun

    Komentar oleh ard | 10 Oktober 2011 | Balas

    • Sayangnya aku turunan ke-8 hiks..hiks… ma’af mas ard… data diatas tentang garis turun Gus Dur sama seperti yg dijabarkan mas Ardyan mungkin yg membuat agak rancuh adanya sebutan gender tapi namanya sama karena menggunakan nama suami. kyai Ageng Basyariayah adalah murid dan kemudian menjadi menantu dari Ki Ageng Muhammad Besari dari pondok Tegal Sari Ponorogo. jadi yg punya garis turun dari Giri Kedaton bukan eyang Bagus tapi Nyai Basyariyah.

      Komentar oleh Indy | 13 Oktober 2011 | Balas

  8. Nderek langkung,….Mohon penjelasan Kyai Ageng Basyariyah punya putra and putri berapa ya..?
    Sepindah maleh mohon penjelasan, karena saya juga mendapat silsilah beliau bahwa beliau punya putra kyai Selo. makasih…

    Komentar oleh Lare Ngawi | 13 Oktober 2011 | Balas

  9. Sangatlah memalukan orang tua kita yang berakhlaq Mulia, namun sdikitpun kita tiada dpt mewarisinya, alangkah memalukan bagi kita, bila mlihat orang2 miskin yg mraih kesuksesan dgn tetesan keringat dan airmatanya, sdgkan kbrhasilan yg kita rasakan krn jerih payah orang tua kita..

    Komentar oleh Lare Selo | 28 Oktober 2011 | Balas

  10. boleh ga kalo saya minta silsilah garis keturunan dari Panembahan Senopati

    Komentar oleh ardi | 25 Desember 2011 | Balas

    • Di alur silsilah di atas ada nama Panembahan Senapati (1.1.2.1.1), terima kasih…

      Komentar oleh kanzunQALAM | 25 Desember 2011 | Balas

  11. belive or not …!

    Komentar oleh Anom Soekarno | 16 Januari 2012 | Balas

  12. garis keturunan presiden di Indonesia?

    Komentar oleh Fresaa Abu Maulana Ali | 5 Februari 2012 | Balas

  13. Gk pduli ktran siapapun,asalkan pemimpin ya,lbh mensejahterakan rkyakt ya.

    Komentar oleh Merindukan kedamaian | 12 Februari 2012 | Balas

  14. yang di sebut ketuurunan itu laki laki,wanitanya jangan di sebut,itu sudah hilang nasabnya(garis keturunan)…

    Komentar oleh rofiq | 22 Februari 2012 | Balas

    • YA GAK BOLEH GITU, KETURUNAN MAU DRI LAKI MAUPUN PEREMPAN SAMA, KITA JUGA LAHIR DARI PEREMPUAN, ITU YG MENURUNKAN HABIB2 JUGA DARI PEREMPUAN SAYIDAH YATIMAH R.A…..!!!!

      Komentar oleh EDI HARYANTO | 26 Mei 2013 | Balas

  15. wah.. keren, jd ibarat pemimpin nusantara it “ditakdirkan’..

    Komentar oleh gogo | 6 Maret 2012 | Balas

  16. bagus juaga sejarahnya coba cari lagi silsilah wali songo yang lain yang lengkap menurut saya masih ada yang kurang tuh silsilah sunan giri yang menebarkan agama islam di jakarta juga ada loh knapa ga di masukin tuh

    Komentar oleh yayan | 24 Maret 2012 | Balas

  17. yg penting pemimpin Indonesia bisa membawa rakyat Indonesia ke kesejahteraan dan kemakmuran. Mau dia turunan jongos atawa hamba sahaya

    Komentar oleh Dodo | 26 Maret 2012 | Balas

  18. AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, ILMU tanpa KEIMANAN.

    CZ SKRG THU UDH ZAMAN’A TINGGI2’AN ILMU CMN KRISIS KEIMANAN’A

    AFWAN… HEE.

    Komentar oleh ahmad riffai | 3 April 2012 | Balas

  19. silsilah baguslah untuk reuni dan islah jika ada masalah. Tapi juga harap diingat bahwa RAJA NAMRUT juga putra dari CICIT Nabi NUH AS.

    Komentar oleh Giri nasab yang terlupakan | 5 Mei 2012 | Balas

    • bwt rofiq anda keturunan adam atao darwis…keturunan rosululloh saw tdk sama dg keturunan nabi2 lain.lihat hadist

      Komentar oleh adith azmathkhan | 7 Oktober 2012 | Balas

  20. Kalau Bisa telusuri anak cucunya Dalem Rangga Nitinagara bin Pangeran Geusan Ulun yang jadi Bupati di Pagaden Pamanukan Subang terus ke Parakanmuncang, agar anak turunannya mengetahui dan bisa mengirim do’a kepada leluhurnya yang kalau tidak salah Pangeran Geusan Ulun Sumedang ini masih dzuriyat Nabi Muhammad s a w dari klan Azmatkhan. Semoga dapat ditelusuri dan dapat dimuat dihalaman ini. Saya bukan ingin berbangga dengan hal ini, tapi agar saya dan anak turunan saya bisa mendoakan leluhurnya agar mereka di ampuni dosa dan kesalahannya. Aamiin. Syukron.

    Komentar oleh R Herman Sukadiria | 18 Mei 2012 | Balas

    • Saya punya silsilah Dalem Rangga Nitinagara anak dr Prabu Geusan Ulun dr istri nya yg bernama Harisbaya (anak dari Hadiwijaya raja pertama Pajang), silsilahnya dr anak Rangga Nitinagara adalah Rangga Paneguh lalu cucunya adalah Wangsatanoe I, II dan III yg juga mewarisi menjadi Bupati Pagaden Subang dan silsilah yang saya punya ada aturan Pasal undang2nya jd syah, garis besarnya silsilah tersebut bisa dilihat di museum Pangeran Geusan Ulun di Sumedang cuma tdk spesific seperti silsilah yang saya punya. Mudah mudahan informasi ini bisa bermanfaat untuk anda sekeluarga

      Komentar oleh sejarah | 22 Juni 2012 | Balas

    • Assalamu alaikum., Salam kenal Pak, apakah saya bisa di minta silsilah R Rangga Nitinagara yg ada di bpk atau kita saling melengkapi, kebetulan saya keturunan dari R Anggawangsa/Dalem Imbawangsa Bupati Ciasem dari putranya yg bernama Dalem najapuspa Bupati Pagaden yg menikah dengan R Ayu Gemplek (putri R Rangga Nitinagara/Dalem Rangga Nitinagara Bupati Pagaden)… ini Pak No Hp saya 081221503591 bisa sms dulu ya kalo mau telp, hatur nuhun

      Komentar oleh R. Alvin Wirakusumah Adinata, SH | 30 April 2013 | Balas

  21. Lebih tepatnya, dimana Pangeran Giri yang merupakan Keturunan Raja Brawijaya dari Majapahit, dimana Majapahit adalah lanjutan dari Wangsa Kerajaan Singasari, berarti keturunan Ken Arok, dimana Ken Arok beristri Kendedes yang diramalkan menurunkan setiap penguasa Tanah Jawa. Jadi selama Tanah Jawa berada diwilayah Indonesia, ya pastinya berada dalam akar famili ini, walaupun nanti sampai diluar yang garis dibawah Pangeran Giri, karena bisa sajaPara Andi di Sulawesi, Para Gusti di Bali, Bangsawan Lombok Dan Sumbawa yang masih berada dalam akar famili ini, contoh cerita budak Belanda yang menjadi Raja di Pasuruan yaitu Untung Suropati setelah durunut silsilah nya di Bali yang ternyata keturunan Resi Wuluh Sedyaloka yang juga berada dalam garis ini.

    Komentar oleh baliflash | 26 Mei 2012 | Balas

    • memang S. Giri adalah trah Majapahit atau keturunan R. Wijaya (pendiri Majapahit) yakni anak Raja Sunda, kalau mamanya (Dyah Lembu Tal) memang keturunan ken Arok…

      Komentar oleh Rd. Fahri | 26 September 2012 | Balas

  22. suhanallah, untuk masalah akhlak pemimpin mah meski keturunan dari sunan giri tapi mreka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. tidak ada manusia yang sempurna karena kesempuranaan hanya milik Allah SWT

    Komentar oleh bolpen parker | 20 Juni 2012 | Balas

    • setuju mas. ngurus negara dengan ratusan juta rakyat yg punya pemikiran sendiri sendiri saya rasa saaaaangat sulit. mendidik satu anak aja nggak mudah, kok. kalo saya husnuzhon aja sambil benahi diri sendiri dan mendoakansemoga pemimpin kita diberi kekuatan iman, kesanggupan untuk menjadikan rakyatnya sejahtera,

      Komentar oleh rina khan | 26 Agustus 2012 | Balas

    • setuju mas memang manusia gak ada yg sempurna,kita hanya manusia yg beusaha mejadi yg terbaik, kebetulan aku baca ini krn gak sengaja pengin ngerti luluhur Kajoran ,aku juga gak terima segala usaha dri pemimpin2 terdahulu di olok2, bagaimanapun mereka masing2 punya andil dalam memejukan bangsa ini……!!!!!!

      Komentar oleh EDI HARYANTO | 26 Mei 2013 | Balas

  23. Aduh turunan siapa aja deh yg penting bisa mimpin negara dgn baik egg pengecut ama tu koruptor2 (egg takut)…mau turunan bangsawan atau egg yg penting akhlaknya deh egg tukang ngutang ke luar negeri buat gaji tu PNS dll kan malu jg indonesia terkenal tukang utang dan lelet bayarnya lg, gara2 dikorup aja. Buat apa jg turunan bangsawan kalo lemah dan pinter omong doang begitupun jg dgn turunan yg bukan trah bangsawan, yg penting pemimpin yg mempunyai karakter yg cinta bangsa & negaranya dan membuktikan dia bisa membawa nama baik dan kemajuan negaranya

    Komentar oleh charlie chaplin | 22 Juni 2012 | Balas

  24. maaf…kalau kata nenek sih indonesia ini akan maju kalau presidennya dari banten…coba tuh cari tahu apa org banten msh keturunan sunan giri.

    Komentar oleh cili muhammad | 23 Juni 2012 | Balas

  25. presiden indonesia pasti ada darah keturunan dari para leluhur jawa..raja2 dinusantara tapi khusus dipulau jawa…
    selain itu tidak bisa terkecuali wakil bisa dari luar pulau jawa..
    wallahu a’lam bisshawab

    Komentar oleh sibodas | 2 Juli 2012 | Balas

  26. Banten itu turunan Sunan Gunung Jati, silsilahnya sbb : Muhammad Shohib > Alwi Ammul Fagih > Abdul Malik al Azmatkhan > Abdullah > Ahmad Syah Jalaluddin > Jamaludin Akbar al Husein > Ali Nurul Alim > Maulana Sultan Mahmud > Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati > Sultan Hasanudin, Banten. Jadi Sultan Banten bukan turunan Sunan Giri. Semoga bermanfaat.

    Komentar oleh R Herman Sukadiria | 4 Juli 2012 | Balas

  27. kalo saya lihat2 silsilah keturunannya…

    setau saya.. nyang namanya garis keturunan itu ngikutin nasab dari bapaknya.. bukan ibunya..

    Komentar oleh Vespa Ijo Rider | 10 Juli 2012 | Balas

    • Yang dimaksud penulis adalah memiliki darah serta keturunan Sunan Giri. Kalau dari jalur Laki-Laki yang dianggap itu adalah semata karena Marga (tergantung Suku dan Budaya) … Semoga Membantu …

      Komentar oleh Don Juan | 11 Juli 2012 | Balas

      • YA BETUUUUUL.!!!!!!!!!!!!!!!!!

        Komentar oleh EDI HARYANTO | 26 Mei 2013

  28. Dalam islam keturunan yang dipakai dari bapaknya jangan dipaksakan, keturunan, misalnya ngaku keturunan Nabi tapi dari anaknya fatimah, itu mah anaknya Ali, jadi keturunan Ali. Kalau ngaku keturunan Nabi ya, silsilahnya dari anaknya Nabi yang laki-laki

    Komentar oleh wahyu hermawan | 19 Juli 2012 | Balas

    • setau saya, pas di ceramahin babe,
      nabi muhammad anaknya perempuan semua…
      jadi cucu nabi muhammad langsung nasab ke kanjeng nabi, misalnya hasan binti rosul…
      begitu
      ada hadis sahihnya, tp maaf saya krg tau hadis yang mana, nggak tanya lagi.

      Komentar oleh ROcker | 27 Juli 2012 | Balas

      • Dalam Islam yang wajib di akui itu keturunan dari garis bapak, Ada firman Tuhan melalui Hadist qudsi. bukan keturunan Ibu. kalo Budaya lain lagi, tapi kalo Islam sudah jelas ‘rule’ nya dan jangan di paksain.

        Komentar oleh Abdullah | 7 Agustus 2012

      • Waduhh babe ente kacauu juga gan (kalo emang bilang anak Rosul SAW cewe semua). Rosul SAW punya anak cowo juga tapi wafat ketika kecil.

        Komentar oleh Abu Marjono | 7 Agustus 2012

      • mas wway ente wahabi sehh jadi ga bakal kena ngemeng apa aja..

        Komentar oleh Anti ilmuwan dajjal (darwin,karl marx dll) | 10 Oktober 2012

    • Mas Wahyu ini ndak pernah belajar tentang Islam apa gimana?!?! Ndak pernah diajari tentang “ahlul bait” sama gurunya ya Mas?? HAdeuuhhh.. Belajar dulu mas, baru mainan internet, bikin malu :(

      Komentar oleh Abu Marjono | 7 Agustus 2012 | Balas

    • keturunan disini adalah darah yang mengalir, tidak beda trah laki atau trah wanita, toh sama2 anak kandungnya… soal marga/ pam/ she itu hanya tradisi saja…

      Komentar oleh Rd. Fahri | 26 September 2012 | Balas

    • KALAU KETURUNAN ITU DARI BAPAK/IBU SAMA BRO, KALAU BIN/ BINTI ITU LAH HARUS DARI BAPAK……!!!!!!!! ITU SI KALO LU PADA PERCAYA. NEK ORA PERCAYA YA KAREPMU, APA KONO UDU ANAKE BIYUNGMU ?? NEK IYA…, YA BERARTI KETURUNAN BIYUNGMU, NEK BIN SAPA LAH BAPAKMU.!!!

      Komentar oleh EDI HARYANTO | 26 Mei 2013 | Balas

  29. terus apakah aku bisa jadi Presiden RI, kalau bukan keturunan Giri Kedaton atau bangsawan jaman dulu ??
    jawab : iya, sangat bisa.

    Komentar oleh sudi | 26 Juli 2012 | Balas

  30. wahhh..gua orang pasuruan…turunannya untung suropati dong…
    ihhhiiiirrrr…
    calon pemimpi…
    aseegghhkk

    Komentar oleh ROcker | 27 Juli 2012 | Balas

  31. aq juga ikutan bingung nih, siapa ya yang bisa diandalkan wataknya?

    Komentar oleh satochid | 31 Juli 2012 | Balas

  32. Kan rencana Ibu kota mo dipindahin keluar ‘tanah Jawa’… berarti ada kemungkinan non keturunan Jawa yang mimpin…

    Komentar oleh Akulah sang Pemimpin | 7 Agustus 2012 | Balas

  33. Saya orang jawa, tapi pimpinan tidak harus orangjawa, yang bilang pimpinan itu harus orang jawa itu orang luar jawa, Siapakah Gajah Mada, ada yang mengatakan ia orang china, orang Dayak dsb dia orang hebat, bukan orang jawa, Saya malah seneng jika presidennya orang Irian, biar idn makin bersatu, ind bukan kerajaan

    Komentar oleh Subandrio | 15 Agustus 2012 | Balas

    • saya belum kenalan sama Gajah Mada…

      Komentar oleh Rd. Fahri | 26 September 2012 | Balas

      • Menurut logika anak ndeso seperti saya, gajah mada knapa dinamakan gajah mada?
        » Dia berasal dari sumatra. Kenapa?
        “Gajah” merupakan hewan sumatra di wilayah sumatra
        “Mada” merupakan bahasa minang yg berarti apa ya??? Ada yg bisa bantu? Coz aku bukan orang minang. Karna aku arang jawa
        Kalau di ambil dari bahasa jawa “modo” artinya membantah,
        Ya mungkin gajahmada merupakan orang sumatra. MUNGKIN

        Komentar oleh perantau | 28 Desember 2012

  34. Hmmm… Siapapun pemimpinnya asal menuruni akhlak mulia sang sunan. Bukan hanya menuruni nasabnya saja. Piisss!! Perbedaan indah, tdk bijak berkomen dgn urat saraf..
    ??? ???

    Komentar oleh indy alexasmoro | 20 Agustus 2012 | Balas

  35. yang orang jawa tulen percaya turunan yang bukan monggo tidak percya gak ada yang ngelarang

    Komentar oleh siapa coba | 26 Agustus 2012 | Balas

  36. Penulis cuma menjabarkan sisilah presiden RI, kenapa yg lain jadi sewot…kritik saran emang boleh tapi tolong jaga eitika .klo emang merasa kalian orang berpendikan.aku bukan siapa2 tapi aku peduli pada siapa aja !!!!! Sirik tanda tak mampu ..tanks.

    Komentar oleh joni darsianto | 7 September 2012 | Balas

    • iya betul kata sampean, padahal penulis cuma mau memberitahu kalo pemimpin indonesia selama ini masih ada jalur keturunan yang sama , kok komentarnya malah jadi kaya begini ya… ???

      Komentar oleh Looks At Thepicture | 13 September 2012 | Balas

    • memang zaman keblinger sih , kita cuma baca doang bhw R-1 kita dari jalur bagus . soal berhasil memimpin nda ada hub ama jalur. jd jgn sk sewot dh. kita punya akal waras , filter aja , jgn sampai dikirim ke langit , ketahuan bodohnya . ehehe agan agan

      Komentar oleh RslnDjmkking | 21 September 2012 | Balas

    • berterim kasih lah pada Penulis.. kan jadi penambah wawasan kita. ilmu pasti ada manfaatnya…

      Komentar oleh Rd. Fahri | 26 September 2012 | Balas

      • iya ya.. padahal awalnya orang cuma mau kasih info..ke kita, supaya ilmu kpengetahuan tentang sejarah bertambah..
        eh koq jadinya banyak yg komen sewot gak karuan..bukanya berterimakasih…
        ama penulis…hehehehehe…itulah orang yg mengedepankan egoisnya aja bukan , pakai oikiran yg jernih..

        Komentar oleh Puma | 5 Oktober 2012

  37. Wawasan ru paham keturunan Presiden RI

    Komentar oleh Jekysalim | 15 September 2012 | Balas

  38. kalau mau lihat jalur di atasnya, Sunan Giri adalah keturunan dari garis laki2 dari Fatimah binti Nabi Muhammad SAW. & dari garis Ibu keturunan Brawijaya Raja Majapahit… Pendiri Majapahit adalah Rd. Wijaya putra Rakeyan Jayadarma putra Prabu Darmasiksa (Raja Sunda).. Jadi, intinya, Presiden2 RI keturunan Sunda dwong hehehe….

    Komentar oleh Rd. Fahri | 26 September 2012 | Balas

  39. Bener Rd. Fahri bilang … semua yg kalian (suku Jawa) banggakan itu keturunan suku Sunda…

    Komentar oleh tukangkoment | 8 Oktober 2012 | Balas

  40. Keturunan mempengaruhi seseorang akan mempunyai kapasitas yang cukup untuk terangkat menjadi pemimpin besar, seperti apa kelanjutannya kembali lagi kepada orang yang mengemban kewajibannya masing-masing, mau bersyukur kepada Allah swt atas amanah yang diberikan kepadanya atau tidak, kita sebagai manusia yang mempunyai akal dan pikiran berdasarkan asas-asas pancasila seharusnya mengerti bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa itu didahulukan, yang berarti Tuha mendahulukan pula siapa-siapa yang dianggapnya lebih berkemampuan daripada yang tidak. Jika pemimpin-pemimpin yang sudah ada terdahulu ada yang kurang optimal dalam bertanggung jawab itu adalah sebagai contoh kepada yang kemudian, jadi jangan pikir orang sembarangan bisa memimpin suatu bangsa, yang punya darah pemimpin saja masih nggak becus, apalagi yang keturunan orang jahat.
    Bersikap pemimpin semua orang bisa, tapi pemimpin yang akan diberikan tanggung jawab besar bukan semua orang bisa juga. Yang pasti sekalipun seorang pemimpin adalah makhluk sosial, maka kita sebagai rakyat harus tau bagaimana mem-‘back-up’ pemimpin yang sekarang sedang mengemban tanggung jawab, baik dalam kritik, saran ataupun kerjasama. Jadi sekali lagi bukan setiap orang bisa mempunyai takdir sebagai pemimpin besar yang diakui seluruh dunia. Anjing saja dinilai dari silsilahnya, apalagi manusia. Kualitas pasti berbeda.

    Komentar oleh Sidiq Ayatullah | 12 Oktober 2012 | Balas

  41. Kalau dilihat dari asal-usul dan awal mula semuanya emang dari Sunda (saya pun orang sunda), Indonesia itu lempengan Sunda, kepulauan Sunda besar dan Indonesia Archipelago itu jika dihitung sampai dengan ke New Zealand. Dr. Ramos dari Argentina bilang bahwa yang disebut Atlantis itu adalah Indonesia. Tapi begini, sekalipun asal muasalnya Sunda, tetap ada perbedaan daerah, yang menjadikan perbedaan budaya, adat istiadat dan nilai-nilai juga kebiasaan, meski hanya sedikit. Termasuk perbedaan darah tadi karena juga termasuk di dalamnya DNA yang memengaruhi sifat seseorang. Jika diramalkan bahwa presiden selanjutnya orang sunda akan baik, ya Allah saja yang tahu. Baik beliau seorang satria pinandhita atau bukan itu penilaiannya dari Allah. Karena Satria Pinandhita itu berdasarkan tingkat takwa. Bisa jadi beliau Satria Boyong Pambukaning Gapura kedua setelah Bapak SBY. Karena Satria Piningit 7 itu diramalkan oleh Kanjeng Ronggowarsito berdasarkan sifat-sifat dan kriterianya, bukan diramalkan bahwa pergantiannya akan berurutan. Tetapi demi perubahan yang lebih baik dan mensejahterakan semua rakyat, kita berdoa untuk yang terbaik. Begitu akan lebih bijaksana. Wass

    Komentar oleh Sidiq Ayatullah | 12 Oktober 2012 | Balas

  42. Keturunan yang diakui secara nama dalam akta dan nasab dunia akhirat itu dari Bapak. Tapi potensi darimana saja bisa mengalir, toh kalau ibunya anak raja, ya darah dia darah raja, kalau ibunya anak nabi, ya darah dia darah nabi, kan begitu. Tolong dewasa sedikit

    Komentar oleh Sidiq Ayatullah | 12 Oktober 2012 | Balas

  43. Silakan menyimak : http://gerakanalmahdi.wordpress.com
    ………………………………………………
    SEBUAH HIKMAH & PELAJARAN
    (Khusus untuk anak-anakku)
    ………………………………………………
    Yang jelas bukan dari saya yang menulis. Tapi dari seseorang yang memang tidak mau diketahui jati dirinya. Silakan direnungkan semua pihak….

    Komentar oleh situ | 21 Oktober 2012 | Balas

    • Tulisan gerakan Al Mahdi ini benar-benar tulisan orang bodoh tidak berpengetahuan.

      Komentar oleh Sidiq Ayatullh | 15 Juli 2014 | Balas

  44. Subhanallah, sebagai keturunan Sunan Giri saya ikut senang membaca tulisan di atas. Saya tidak bisa membuktikan secara fisik pengaruh Sunan Giri sampai sekarang di seluruh wilayah nusantara. Yang saya rasakan dan alami adalah setiap saya membaca doa dari kitab asli doa peninggalan Mbah Giri (begitu saya memanggilnya), seluruh makhluk ghaib sepertinya bisa menerima saya. mereka merasa welcome pada saya. Doa itu seakan menjadi password untuk masuk ke alam mereka. Di pulau Jawa sampai Bali, saya merasa diterima. Wallahu alam. semoga Allah melindungi kita semua dari godaan syetan yang terkutuk.

    Komentar oleh chusnu yuli setyo | 24 Oktober 2012 | Balas

  45. Allah sudah memasangkan setiap makhluknya dengan jodohnya masing-masing. :)
    Baik itu derajat, jiwa, pemikiran, pencapaian dan pasangan hidup untuk berkomunikasi.
    Selebihnya kita yang menentukan mau kemana, jika kita ingin kembali ke fitrah masing-masing sesuai dengan perjanjian kita kpd Allah s.w.t sewaktu kita belum berada di dunia, hendaklah kita melakukan yang sebaik-baiknya dari hal yang sekecil-kecilnya. Salam ukhuwah Islamiyah, wassalam.

    Komentar oleh Abdurrahman Sidiq Ayatullah Prawirawinata | 2 November 2012 | Balas

  46. Trimakasih.. Yg paling penting kita memiliki sifat muhammad, wujud adam. Yg memiliki tugas Wakil allah di muka bumi, yg rahmatanlilalamin. . (Alif lam mim)

    Komentar oleh lidah pahit | 13 November 2012 | Balas

  47. APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

    Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ‘nasab’-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

    Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

    Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

    Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

    Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, kalau mau konsisten seharusnya tetap diambil dari nasab perempuan dan seterusnya.
    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).
    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

    Komentar oleh elfan | 1 Desember 2012 | Balas

  48. assalamu’alaikum, mau tanya, ada yg tahu tentang Jalasutra Raden Alap-Alap??

    Komentar oleh Ar Rasy | 5 Desember 2012 | Balas

  49. Ijin copas gan ..

    Komentar oleh ilham | 9 Desember 2012 | Balas

  50. kalo caranya gt semua orang jg dari satu keturunan kalik gan –” bahkan ente ma bilgate juga pasti ada hubungan –“

    Komentar oleh wishnu | 11 Desember 2012 | Balas

    • Iya benar sekali gan, kita itu semua masih saudara, apa tega melihat perbedaan dijadikan alat untuk kekuasaan? Kan tidak. Saya juga masih ada keturunan dari Sunan Maulana malik ibrahim (Sunan Gresik), yang Kyai Ageng Mohammad Besari juga masih merupakan keturunannya. Sedangkan saya orang sunda. Berarti saya masih ada darah yang sama dengan orang2 yang berada di Tegalsari, Jetis, Ponorogo tempat beliau dimakamkan. Sedangkan Sunan Gresik sendiri adalah berasal dari kerajaan Samudera Pasai yg dibantu dakwah islamnya di jawa timur oleh orang2 Pasai (Para perantau dari Samudera Pasai). Para keturunan Kerajaan Samudera Pasai sekarang ini tersebar dari Aceh, hingga Lampung (sumber dari teman keturunan Pasai, orang Padang yg tinggal di Lampung), dan Jawa Timur terus hingga ke Jawa Barat (karena awalnya orang Pasai merantau ke Jawa Timur). Dan pada tahun ini entah sudah menyebar kemana saja para keturunan2 silsilah itu, apalagi jika dirunut Sunan Gresik adalah masih keturunan Nabi Muhammad, yang beliau itu mempunyai keturunan yang jelas hingga ke Nabi Ibrahim dan ke Nabi Adam. Apa masih tega kita saling hasut dsb, hanya karena kita berbeda visi, misi, dan kepentingan. Terima kasih, Allah lebih mengetahui segalanya dari pada saya.

      Komentar oleh Ulah Adigung | 7 Juli 2013 | Balas

  51. kok pada ribut debat presiden, malah ada yang bingung milih yang bisa diandelin wataknya. Tulisan diatas itu sekedar mengatakan secara kebetulan presiden indonesia masih ada keturunan dari Giri kedaton. Adapun yang kedepan gak tau. juga gak harus ada keturunan dari garis itu juga. Yang jelas rakyat Indonesia harus bisa memilih pemimpin. jangan hanya bisa mencontreng ato nyoblos. hasilnya hanya dapat yang gagah ganteng tapi penakut dan lambat. Pilih Pemimpin Indonesia kedepan yang BIJAK. tidak harus pintar. BERANI mengatakan TIDAK kepada negara2 kapitalis. dan memang hidupnya untuk RAKYAT dan NEGARANYA.

    Komentar oleh Prasojo | 15 Desember 2012 | Balas

  52. ribut mulu…
    dibaca aja sih, dipahami trus di renungi…

    ampun-ampun, orang indonesia ini sukanya ribut….,
    kapan, indonesia bisa rukun, adem, ayem…….

    dah, dripada ribut, kita aja “RAJA SUMATERA” yang jadi presidennya….haha

    gw yang RAJA aja, ga ribut…haha

    Komentar oleh raja benawa keling ke 3 | 2 Januari 2013 | Balas

  53. kalau dilihat dari daftar silsilah ditas, semuanya sudah putus darah(keluar dari silsilah) karena garis keturunannya ada yang perempuan, dan itu sudah ikut pihak yang lain

    Komentar oleh nur cahyo | 24 Maret 2013 | Balas

    • @nur cahyo…
      jika garis nasab iya… (karena nasab atas dasar keturunan laki-laki)
      tetapi untuk silsilah, bisa dari kedua jalur, baik laki-laki maupun perempuan

      Komentar oleh kanzunQALAM | 24 Maret 2013 | Balas

  54. Beranrti president yg akan datang akan jatuh ketangan prabowo subianto …donk

    Komentar oleh opik topik | 3 April 2013 | Balas

  55. apalah arti sebuah nama dan keturunan ningrat ? yg penting ucapan dan tindakan….

    Komentar oleh Kristian | 7 Mei 2013 | Balas

    • awww,,,,,,,
      sangat perlu klu keturunan,
      msak orang ga jelas keturunan jadi sorang pemimpin,,,,,,

      Komentar oleh abdul hadi | 15 Agustus 2013 | Balas

  56. siapapun yang jadi pemimpin yang penting bisa pro rakyat jangan pro penjahat alias koruptor

    Komentar oleh roni | 7 Mei 2013 | Balas

  57. Nggak usah pada ribut saudaraku, tulisan-tulisan hanya sekedar tulisan. ambil baiknya kalau ada, kalau nggak ada ya tinggalkan. santai aja bro an sis.

    Komentar oleh adhimukti | 21 Mei 2013 | Balas

  58. YA MEMANG YG DISEBUT DARAH BIRU MEMANG ADA KAITANNYA DG SUKSESI KEPEMIMPINAN BAIK DI TINGKAT NASIONAL SAMPAI DESA SEKALIPUN, ITU ADALAH SEBAGAI BUKTI BAHWA ROSUL PUN PASTI KETURUNAN NABI DAN ROSUL, TAPI KITA GAK BOLEH BANGGA2 DIRI JIKA KITA MASIH KETURUNAN DARAH BIRU SAJA ,TANPA MENDOAKAN YANG BAIK2 BAGI LELUHUR KITA, YAH SEMOGA LELUHUR2KITA MENDAPAT TEMPAT TERBAIK DISISI ALLAH S.W.T AMIIN YAA RABBAL ‘ALAMIIN

    Komentar oleh EDI HARYANTO | 26 Mei 2013 | Balas

  59. Kalo nasab dari laki2 kalo ahlul bait dari oran2g sekelas nabi rosul ,kalo hasan husain kturunan bani hasyim .ahlulbait dari nabimuhammad.

    Komentar oleh Btamam | 3 Juni 2013 | Balas

  60. Anak Harimau selama akan jadi Harimau, Anak Keledai tetap anak Keledai…
    tapi Bibit tidaklah cukup.. tnpa didukung Bebet(Lingkungan) dan Bobot(skill berdasar pengalaman). Bibit menjadi semacam benih yang menjadi potensi. Kalau benih gak tertanam benar ya gak akan jadi.
    tapi bagaimanapun trah atau keturunan pasti akan menurunkan sifat kepada keturunanny. BAIK DOMINAN ATAU CARIER…. Beserta Nalurinya, sama Halnya anak singa yang dipelihara sejak lahir oleh manusia, tidak pernah dicampur dg sesama spesiesnya.. TAPI DIA TAU CARA MENERKAM, MENGINTAI DAN MEMBURU. Semua itu karena Naluri yg dibawa oleh sesuatu bernama GEN….
    tp Filosofi Jawa mnyempurnakannya dg istilah BIBIT BEBET BOBOT

    Komentar oleh Dipopamiak | 18 Juli 2013 | Balas

  61. KEREN NIH BLOG ENTE!!!salah satu blog keren selain blog-blog misteri dunia+kehidupan punya bro/sis yang lain.apapun dan bagaimanapun keturunannya,tetap aja dosa+amal ditanggung masing2.kalo moyang2nya oke,tp cucu cicit generasi ke-n kagak bener ya…garis keturunan akan menjadi sekedar pengetahuan tentang garis keturunan titik.kecuali kalo kita mau menelusuri garis keturunan,kemudian mengambil hikmah dari penciptaan garis keturunan.misal:apa sesungguhnya tujuan hidup saya dilahirkan dari gen DNA suku or ras x,dengan garis keluarga y; hikmah apa yang bisa saya ambil,apa yang Tuhan inginkan or takdirkan pada saya dengan saya berasal dari keturunan si ini,si anu…kalo kita bisa ambil itu hikmah,ane yakin kita akan jadi manusia yang berhikmah lagi bijaksana,cerdik cendekia….

    Komentar oleh rizky | 22 Juli 2013 | Balas

  62. menurut sy tahun 2014 nanti prisiden kita dari keturunan SULTAN HAMENGKUBUOWONO II tebakan saya namanya
    adalah PRAYOGO itu pu kalo ga salah atas tebakan sy ini.

    Komentar oleh hendri sp | 30 Juli 2013 | Balas

  63. saya ini keturunan sopo yaaaaaaaaaaaaaaa ?

    Komentar oleh picon | 1 September 2013 | Balas

  64. سُبْحَانَ اللّهِ،
    Luarrr biasa…

    Komentar oleh aris junior | 1 September 2013 | Balas

  65. sumuanya udah di atur dalam bagian rezeki. tahta dan jabatan masuk harta (rezeki).
    pada dasar nya orang besar terlahir pasti ada keturunan nya yg terlahir sama. tapi bisa saja orang biasa menjadi pemimpin asalkan dia mau berusaha keras. tetapi sangat jarang.

    Komentar oleh aulia | 4 September 2013 | Balas

  66. inna akromakum indallahi atqokum. yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu.

    Komentar oleh umar | 19 September 2013 | Balas

  67. Yg jelas, setiap orang adalah pemimpin utk dirinya sendiri… Jadi,,,,pimpin aja dulu diri sendiri biar jadi orang bener…ga masalah keturunan mah.

    Komentar oleh daneswara | 9 Oktober 2013 | Balas

    • bener bgt lo bro

      Komentar oleh twOceans | 28 Oktober 2013 | Balas

  68. Bibit, Bebet, Bobot memang penting, tetapi klo boleh ber-analogi.. misalkan, Seorang Ustadz punya 5 orang anak kecil, dan mereka belum tentu bakal jadi Ustadz semua.. Tapi yang namanya IBLIS, punya anak 100, udah pasti jadi SETAN semua..! Hikmahnya adalah, Silsilah ke ‘Atas’ baik gak menjamin ke ‘bawah’-nya baik juga..

    Komentar oleh R. Adam Firdaus Natakusuma | 10 Oktober 2013 | Balas

  69. kalian ini ku fikir2 macam suku yahudi dlu…yg selalu dgn segala cara menolak dakwah nabi muhammad.saw hanya muhammad dianggap bkn dr golongan yahudi…..cara berfikir ego kalian ini sama rupanya….. !!

    Komentar oleh non jawa | 12 Oktober 2013 | Balas

    • ini komen untuk siapa yah? kok saya bingung memahaminya,, yg kamu maksud kalian itu kalian siapa ya,???

      Komentar oleh hmmmm | 15 November 2013 | Balas

  70. apapun sukunya, apapun warna kulitnya, jika dia bisa berantas korupsi, bisa mengalahkan hawa nafsunya, saya dukung jadi Presiden deh

    Komentar oleh twOceans | 28 Oktober 2013 | Balas

  71. Sama-sama keturunan Adam bro, sebentar lagi kan pemilu nih, pilih yang terbaik menurut kalian. Pokoknya yang anti-korupsi.

    Komentar oleh twOceans | 28 Oktober 2013 | Balas

  72. ada baiknya dan lebih bijak memahami sejarah…kehancuran negeri ini karena melupakan sejarah. klo aku, keturunan penguasa nusantara merupakan keturunan dari majapahit (Brawijaya)

    Komentar oleh didik | 5 November 2013 | Balas

  73. sungguh artikelnya luar biasa…
    walaupun saya tlat bacanya…

    Komentar oleh zankoezank | 24 November 2013 | Balas

  74. Wah bahasan nya lengkap banget.

    Komentar oleh Glutera | 9 Desember 2013 | Balas

  75. kenapa ya, tiap bahas silsilah dan nasab Nabi, ulama, pemimpin, banyak yg kebakaran jenggot
    padahal silsilah dan nasab juga merupakan ilmu…
    padahal mereka/kita dalam hidup ini juga memandang silsilah/nasab..
    contoh… yg mau mnikahkan anaknya.. pastilah mereka/kita mencari tau keturunan siapa.. anaknya siapa.. lepas dr keduniawiannya yg kaya miskin atau pejabat bukan pejabat…

    jadi, bisa jadi mereka/kita itu….
    * IRI (akhirnya tiap ada bahas silsilah/nasab pikirannya negatif melulu)
    * BSA ( Barisan Sakit Hati)
    * Munafik ( dia paham silsilah/nasab.. tp ga mengakuinya krn berbagai sebab spt diatas )

    Komentar oleh hacan segaf | 21 Desember 2013 | Balas

  76. Akan tiba zamannya ketika seseorang membanggakan leluhurnya karena ketika itu mereka sendiri tidak memiliki sesuatu yang besar seperti leluhurnya. hati2 dgn bangga diri karena bangga diri mirip dgn sombong. sy tidak peduli darimana keturunan seseorang tapi sy akan sangat menghormati orang yg benar2 melakukan “kerja nyata” untuk kesejahteraan umat manusia bukan orang yang hanya bisa “kerja kata” saja. jujur sy kurang setuju dgn dipubilkasikannya silsilah pemimpin negara kita karena ini sangat berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial & pemuliaan(terlalu dibesar2kannya) keturuan keraton padahal mereka juga sama seperti kita manusia biasa yg sama2 tidak berdaya dihadapan Tuhan. sy kurang setuju bukan berarti sy tidak suka dgn keraton tapi sy cuma mau menghindari kmungkinan terciptanya kasta yg sbnrnya itu tidak sesuai dgn Pancasila. sy yakin Soekarno, Soeharto, BJ Habibie dihargai bukan karena silsilahnya tapi karena “kerja nyata” & konstribusi besarnya terhadap pembangunan negara Indonesia & siapapun bisa seprti mereka meskipun mereka bukan keturunan bangsawan.

    Komentar oleh Night At The Museum | 30 Desember 2013 | Balas

  77. Pemimpin masa depan yg adil dan hebat adalah keturunan Atlantis Sundaland yg berasal dari benua sunda dimana pulau jawa, kalimantan, dan sumatra masih menyatu jadi yg akan menyatukan kembali seluruh ibdoesia. Jadi suku sunda suku tertua di indonesia sebelum ada suku jawa, melayu , dayak sll.

    Komentar oleh truchiat | 10 Januari 2014 | Balas

  78. semua kita adalah keturunan Nabi Adam kan, bukan keturunan Monyet. Maka mari kita pelihara amanah Alloh ini, berupa planet bumi, beserta isinya,agar kita dpt memakmurkan bumi ini, sesuai kehendak Alloh. Bukan kehendak Hawa nafsu kita. Sesungguhnya sejelek-jelek makhluq disisi Alloh adalah Orang-orang Kafir, karena mereka tidak mau beriman kpd Alloh. Dan setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya atas masa kepemimpinannya.Soekarno akan ditanya kenapa PKI merajalela saat itu, hingga lahir NASAKOM, Kenapa Tujuh Kata dlm Piagam Jakarta dihapus, yg itu menjadi payung kebajikan buat umat islam khususnya. Soeharto juga akan diminta pertanggung jawabannya oleh Alloh, kenapa represif dan diktator saat memimpin bangsa ini, hingga PANCASILA hampir saja menjadi Agama,azas Tunggal. Habibie juga sama akan ditanya kenapa Timor Leste lepas dari NKRI, Gusdur juga akan ditanya kenapa ente Kiayi, ngerti islam, gak mau menggoalkan aspirasi umat islam, dan melecehkan DPR. Mega juga akan ditanya kenapa Indosat, dan banyak BUMN – BUMN dijualin keasing, BLBI 560 Triliun kemana tuh duit ?,begitu pula SBY ditanya kenapa dizaman mu banyak kerusakan alam, musibah bertubi-tubi dari mulai menjabat sampai nanti berakhir, gak tegas, gak bisa mengelola, hanya pencitraan, korupsi malah merajalela, darimana tuh duit buat bikin Partai Demokrat?.
    Lantas apakah JOKOWI akan seperti pendahulunya. Mari kita berdoa agar bumi ini dipimpin oleh orang yg sholeh sebagimana Alloh wasiatkan dalam AlQur’an Surah Al-anbiya-105

    Komentar oleh Muhamad Zaenal Abidin | 14 April 2014 | Balas

  79. Niat yang baik akan tergambarkan pada komentar yang baik, silahkan berkarya menurut kemampuan sendiri yang Allah berikan kepada kita.
    mari berlomba-loba mengerjakan kebaikkan sebelum kita tutup usia.

    Komentar oleh mamase | 17 April 2014 | Balas

  80. allahu akbar. all well that begins and ends nwell.

    Komentar oleh Winarta Adisubrata | 9 Mei 2014 | Balas

  81. wali songo adalah Ahlul Bayt.siapa yg mencintai Nabi Muhammad s.a.w maka Alloh swt cinta padamu.siapa yg membenci Ahlul Bayt maka menyakiti Nabi Muhammad s.a.w.

    Komentar oleh heru | 25 Juni 2014 | Balas

  82. kalo silislahnya garis keturunan bersilangan dari garis laki kemudian perempuan dan sebaliknya maka bukan disebut itrah tapi disebut dzurriyat. kalo itrah hanya khusus keturunan bersambung dari garis laki..wallahu a’lam

    Komentar oleh rejeb | 25 Agustus 2014 | Balas

  83. q mau minta tlong yg merasa masih keturunan (asli) dr nama2 diatas bisa hub saya 083 840 899 828..saya dr KI AGENG BASYARIAH SEWULAN.. sekarang saya di pasuruan jawa timur..

    Komentar oleh wahyu risqi septyanasari | 10 September 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: