Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Misteri Penciptaan Isa, Parthenogenese, dan Ruh Jibril

Bagaimana Nabi Isa bisa lahir, dari rahim seorang perawan ?

Jika hal ini, kita tanyakan kepada Para Ustadz, mereka akan menjawab…
“Semua itu adalah kehendak ILAHI, jika ALLAH menghendaki Kunfayakun, jadi maka jadilah ia…”

Namun ternyata, tidak semua Ustadz punya jawaban demikian, sebagian dari mereka mencoba menganalisa peristiwa ajaib tersebut, sebagaimana terdapat dalam uraian berikut ini…

13266264791394782693
Kelahiran Isa melalui proses Parthenogenese

Sekitar tahun 80-an, melalui serial bukunya “Tauhid dan Logika”, Ustadz Nazwar Syamsu berkesimpulan bahwa Nabi Isa lahir ke dunia melalui proses Parthenogenese

Proses Parthenogenese sendiri bermakna, membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia. Telur (ovum) dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi (Sumber : BUNDA MARIA versus MARYAM).

In 1956 the medical journal Lancet published a report concerning 19 alleged cases of virgin birth among women in England, who were studied by members of the British Medical Association. The six-month study convinced the investigators that human parthenogenesis was physiologically possible and had actually occurred in some of the women studied (sumber : Can Pregnancy Occur Without Man).

Proses selanjutnya adalah “ditiupkan”-nya ruh ke dalam janin sang bayi. Proses ini diawali oleh kedatangan Jibril (Ruhul Qudus) menemui Maryam binti Imran, sebagaimana terdapat di dalam keterangan ayat berikut :

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang malindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna”.

Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertaqwa”. Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang penzina!”. Jibril berkata: “Demikianlah. Rabbmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku, dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”. (QS. Maryam (19) ayat 16-21)

13266266722094404292
Dalil Ruh Nabi Isa adalah Malaikat Jibril…

Ada sebagian orang berpendapat, bahwa ruh yang bersemayam didalam tubuh Nabi Isa, sejatinya adalah malaikat Jibril (Ruhul Qudus)

Mari kita perhatikan Hadits berikut ini :

Dari Umar juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi RasuluLLAH SAW suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (RasuluLLAH SAW) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ILAAH ( yang disembah) selain ALLAH, dan bahwa Nabi Muhammad Utusan ALLAH, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian Dia bertanya lagi: “ Beritahukan Aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada ALLAH, malaikat-malaikat-NYA, kitab-kitabNYA, rasul-rasul-NYA dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian Dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu Beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada ALLAH seakan-akan engkau melihatNYA, jika engkau tidak melihatNYA maka DIA melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim dalam Kitabul Iman)

Sekarang coba perhatikan Hadits diatas pada bagian yang dicetak tebal, yakni ketika Jibril bertanya tentang Kiamat, maka Nabi menjawab : Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya, maka disimpulkan bahwa Jibril lebih tahu mengenai hari Kiamat dibandingkan Nabi Muhammad. Lalu kita hubungkan dengan ayat berikut :

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf (43) ayat 61)

Dijelaskan bahwa Nabi Isa lah yang memberitahukan tentang masa hari Kiamat secara global, bukan memberitahukan secara detail waktu tepatnya, karena itu hanya ALLAH yang tahu.

Sementara Jibril dalam Hadits di atas, memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat. Lalu siapakah Nabi Isa dan siapakah Jibril ?

Jibril adalah Malaikat Pembawa Wahyu, sebagian besar Nabi ALLAH menerima Wahyu dari Malaikat Jibril setelah Para Nabi itu dipandang cukup usia untuk menerima wahyu . Hal berbeda dengan Nabi Isa, yang pada masa kecilnya sudah mengaku sebagai Nabi menerima Wahyu. Nash berikut menjelaskan :

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun , ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina”.

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan”. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. (QS. Maryam (19) ayat 27-30)

Dalam ayat diatas tanpa menunggu waktu dewasa, dan dalam keadaan masih bocah, Isa bisa menjelaskan status ke-nabiannya dan pemberian wahyu kepadanya.

Lalu apakah Jibril telah memberikan Wahyu kepada Nabi Isa semenjak Beliau masih Bayi? Atau apakah Isa itu adalah Jibril itu sendiri?

Simak baik baik apakah tugas Jibril kepada Maryam?

Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (QS. Maryam (19) ayat 19)

Jibril datang untuk memberikan anak. Dan disinilah terjadi proses pembuahan janin dari Ruhul Qudus (Jibril) kepada Maryam dengan cara Jibril menghembuskan Ruh Nya kepada Maryam, sehingga bersemayamlah Jibril di rahim Maryam sebagai ‘Isa (Sumber : @israel pardede, diskusi Grup Facebook NAZWAR SYAMSU (Review buku-buku NS)).

Pendapat ini juga sekaligus mempertemukan, dua argument yang berbeda tentang Nabi Isa, yaitu antara mereka yang yakin Nabi Isa telah wafat di bumi dengan mereka yang percaya Nabi Isa diangkat ALLAH ke langit…

Karena sesungguhnya, jasad (tubuh) Nabi Isa yang berasal dari proses Parthenogenese telah diwafatkan oleh ALLAH, dan ruhnya yang merupakan Ruhul Qudus (Jibril) telah kembali ke “langit” tempat asalnya…

WaLlahu a’lamu bishshawab

Note :  Kemungkinan terjadinya, proses yang lain

Untuk dipahami sel telur (pada wanita selalu X, yang merupakan pecahan dari kromosom XX, ciri sel somatik pada wanita), dan sel sperma (pada pria ada yang X dan ada yang Y, pecahan dari kromosom XY. ciri sel somatik pada pria). Sel telur dan Sel Sperma adalah sel-sel kelamin pada manusia yang bersifat haploid (n)

Lalu dari mana partenogenesis bisa terjadi pada manusia secara alami ?

Jika dari sel somatik wanita yang diploid (XX), maka yang muncul adalah individu wanita.

Yaitu melalui proses dari sel telur yang haploid (X), menggandakan diri sehingga menjadi diploid (XX), yang muncul adalah individu wanita.

Adapun Nabi Isa AS adalah pria, yang berarti adanya kromosom Y dalam sel somatiknya (yakni XY), jadi tidak mungkin dari partenogenesis

Yang lebih logis adalah, adanya campur tangan Allah dengan cara merubah sel telur yang haploid itu (yakni X) digandakan menjadi diploid (XX), kemudian merubahnya menjadi diploid (XY), sehingga berkembang menjadi individu pria (Nabi Isa AS)…

Apakah perubahan dari diploid (XX) menjadi diploid (XY), dipengaruhi dari makanan yang di makan oleh Siti Maryam ?

Sebagaimana informasi dari Al Qur’an :

فَتَقَبَّلَهَارَبُّهَابِقَبُولٍحَسَنٍوَأَنبَتَهَانَبَاتًاحَسَنًاوَكَفَّلَهَازَكَرِيَّاكُلَّمَادَخَلَعَلَيْهَازَكَرِيَّاالْمِحْرَابَوَجَدَ عِندَهَارِزْقاًقَالَ يَامَرْيَمُأَنَّى لَكِهَذَاقَالَتْهُوَ مِنْعِندِاللّهِ إنَّاللّهَيَرْزُقُمَن يَشَاءبِغَيْرِ حِسَابٍ

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: `Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?` Maryam menjawab: `Makanan itu dari sisi Allah`. Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab (QS. Ali Imran (3) ayat 37)…

Sumber :
http://filsafat.kompasiana.com/2012/01/15/misteri-penciptaan-isa-parthenogenese-dan-ruh-jibril/

About these ads

15 Januari 2012 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , ,

45 Komentar »

  1. Salam..Sesungguhnya melalui artikel ini boleh membuktikan kenyataan..akan tetapi masih belum tepat untukku..kerna ada maksud tersembunyi didalam setiap maksud petikan ayat-ayat al-quran itu td..dan Ia tlh membuka jalan kepadaku memahami hakikatNya..melalui penulisan artikelmu ini..

    cubalah sahabatku wahai sang penulis supaya mencari kebenaran tersembunyi penulisanmu ini…dgn melalui guru yg mampu mengajarmu erti keikhlasan juga kesabaran kpd Allah..semoga dikau dibukakan jalanNya..Amin..

    Komentar oleh Art_Vespa | 16 Januari 2012 | Balas

  2. Agama-agama banyak mengajarkan takhayul, dongeng-dongeng… Bagus juga untuk kita. Yang sangat kita harapkan adalah ajaran-ajaran kekerasan atau pembunuhan seharusnya jauh dari agama. Logikanya karena Allah itu Maha Baik, Adil dan Suci. Maksud saya, Siapa pun Isa itu, entah Jibril atau lainnya tidak terlalu penting, selain bahwa yang terpenting adalah bahwa siapa pun dia, bila mengaku sebagai utusan Tuhan, sudah selayaknya dia jauh dari kejahatan-kejahatan duniawi seperti kebencian, pembunuhan, materialis serta seksualitas.

    Komentar oleh erensdh | 17 Januari 2012 | Balas

    • khusus agama islam tidak mengajarkan takhayul,tetapi agama islam membaritahukan bahwa hal yg ghoib itu ada dan umat islam harus percaya dan agama islam tidak mengajarkan kekerasan,pembunuhan taupun hal hal yg buruk,di dalam sejarah islam hampir semua merupan tindakan pembelaan diri dari orang orang kafir yg memusuhi dan ingin menghancurkan islam.

      dan saya kira sampai saat inipun tidak ada agama atau negara manapun yg bila akan di hancur kan terus mereka berdiam diri (israil gak mau di serang tetapi mereka mengambil hak orang palestina,amerika di serang apakah dia berdiam diri tentu tidak dia balik menyerang. itulah yg namanya pembelaan diri.bukan mengajarkan kekerasan yg anda maksudkan.

      Komentar oleh syachroni(roni) | 4 Februari 2012 | Balas

  3. untuk hidup dalam kehalusan ilmu ternyata banyak yg harus dilalui

    Komentar oleh Hantu Laut | 19 Januari 2012 | Balas

  4. itu sama saja membenarkan keyakinan nasrani,, ada 2 pendapat ulama tentang ruhul qudus yaitu malaikat jibril dan yg kedua adalah ruh yg masih suci.. pendapat yg kedua lebih ana yakini.. karena Allah meniupkan ruh yg masih suci kpd Maryam melalui kalimatNya.. Kun fa yakun,, setiap manusia dilahirkan dlm keadaan suci, tetapi ibu bapaknya yg menyebabkan ia memilih majusi yahudi atau nasrani.. tapi karena kasih sayang Allah untuk membuktikan firmannya :

    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (QS. Al-A’raf : 172)

    melalui Nabi Isa lah, tuhan ingin membuktikan bahwa bayi yg masih suci pun sudah memilih tuhannya..!!! inilah keyakinan islam..!!

    Komentar oleh wildanalhafzythoni | 28 Januari 2012 | Balas

  5. Isa adalah JIBRIL….???? gk masuk akal….

    Komentar oleh mang odoy | 29 Januari 2012 | Balas

  6. saya kurang sependapat dengan penulis,kisah seseorang yg melahirkan tanpa hubungan suami istri bukan hanya terjadi pada nabi isa aja.bahkan sebelum dan sesudah.siti hawa,nabi sis,nabi yahya.joko thole madura. meskipun mereka ada pasangannya tetapi proses kelahirannya tanpa melakukan hub suami istri.

    nabi ZAKARIYAH berumur 400 th dan istrinya 350 th sangat tidak mungkin bisa mendapatkan anak karena usia yg begitu tua,tetapi allah berkehendak lain.yg akhirnya hamil dengan sendirinya.menjadi nabi YAHYA yg wajahnya mirip dengan nabi ISA atau JOKOTHOLE madura,waktu kedua orang tua mereka bertapa, ayah bertapa di bangkalan(madura) sedangkan ibu bertapa di sumenep (madura) dengan jarak yg jauh tapi si ibu bisa hamil,karena mereka melakukan hub suami istri secara gaib(roh) dan akhirnya mereka menetap di desa sepudi (madura)

    sedangkan nabi isa terlahir karena di tiupkan roh,oleh malaikat jibril atas perintah allah
    malaikat jibril tidak mempunyai nafsu bagaimana bisa dia menjadi seorang manusia(nabi ISA)

    Komentar oleh syachroni(roni) | 4 Februari 2012 | Balas

  7. yang jelas nabi Isa datang bukan untuk agama dan suku bangsa tertentu (Yahudi,Arab,Islam atau non Islam)tetapi kepada kita semua,,,berkata “Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup,tidak ada seorangpun yang datang kepada Allah di Sorga kalau tidak melalui Aku”,, jadi kalau kita sudah disuruh untuk percaya semua Alkitab,termasuk Injil dan dijanjikan kalo menang melawan si iblis Lucifer yang menjatuhkan Adam dan Hawa shgg kita hidup dibawah kutuk dosa di kayu salib,,,dengan percaya kpd Isa yg rela dipaku di salib demi selamatkan kita semua,dan meneladaniNya di dalam Terang Injil,mengakuiNya,kita dijanjikan rumah yg baqa,Mahkota yang Kekal ,nama Baru,duduk serta didalam perjamuan dengan Allah yang Mahatinggi,,,,dan juga diakui oleh Allah. Yesus mengasihimu….dan juga saya.

    Komentar oleh wawei maanyan | 6 Februari 2012 | Balas

    • Jesus Tidak mati di kayu Salib, dia masih hidup sampai hukum Taurot benar2 telah beliau jalankan sesuai sabdanya pada Matius 5 : 17-19.

      17- “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
      18- Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
      19- Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

      Jika sabdanya tidak terlaksana, maka Beliau adalah nabi Palsu.

      Komentar oleh Panji | 14 Februari 2012 | Balas

      • Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
        Hukum kasih adalah penggenapan hukum taurat, dan Tuhan Yesus datang untuk penggenapan hukum taurat yaitu Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada manusia. Alangkah baik jiak anda tidak mentelaah isi firman dengan hanya mengkutip beberapa isi firman.

        Komentar oleh Dean | 7 Maret 2012

      • HUKUM TAURAT ADA DUA MACAM, YAITU YANG TER-UTAMA DAN YANG “TIDAK UTAMA” Maksudnya, yang ter-utama adalah suatu keharusan, tidak boleh tidak, harus dijalankan…..oleh seluruh pengikut kristus (kristen)…hukum taurat yang ter-utama itu adalah 10 PERINTAH ALLAH….yang pemberiannya melalui nabi musa yang ditulis oleh malaikat Allah pada dua bongkahan (Tablet / loh) batu. sementara yang “tak utama” bukan merupakan suatu keharusan bagi pengikut yesus (kristen), untuk melakukannya, hukum taurat yang tak utama tersebut, merupakan “peraturan / syariat nabi musa dan adat istiada Yahudi seperti sunat fisik/ khitan”. di dalam kitab-kitab rasul paulus (surat-surat rasul paulus). PERKATAAN HUKUM TAURAT itu tidak di tulis secara khusus (terutama dan tak terutama), akibatnya banyak orang non kristen yang menganggap rasul paulus mengubah ajaran yesus, YANG MANA SERINGKALI TERDAPAT PADA SURAT PAULUS YANG BERBUNYI SEAKAN-AKAN BERTENTANGAN, DISATU SISI MEMPERTEGUHKAN HUKUM TAURAT, SEMENTARA DISATU SISI MALAH TERKESAN TIDAK MENGUHKAN HUKUM TAURAT………………..

        SEJUJURNYA, HUKUM TAURAT YANG DITEGUHKAN OLEH RASUL PAULUS ITU ADALAH “HUKUM TAURAT YANG TER-UTAMA / 10 PERINTAH ALLAH” SEMENTARA YANG TIDAK DIHARUSKANNYA/DI TEGUHKANNYA ADALAH “HUKUM TAURAT YANG …TIDAK UTAMA….YAITU SYARIAT MUSA DAN ADAT ISTIADAT YAHUDI”…..SYARIAT NABI MUSA SEPERTI ” tata cara upacara, pengaturan imam, dll”.

        Komentar oleh budhi | 29 Agustus 2012

    • yang mati di salib bukan isa tapi judash, isa diangkat Allah ke langit untuk dibangkitkan lagi pada akhir jaman untuk membunuh dajjal & berperang bersama imammahdi beserta sisa2 kaum muslimin melawan kaum ya’juk & ma’juk, dia adalah muslim akan menikah dan pada akhirnya dia juga yg akan menghancurkan salib2 di bumi karena sebagai penyebab fitnah terbesar atas dirinya….

      Komentar oleh veto | 9 September 2012 | Balas

  8. Dalam al quran Jibril disebut Ruhul Quds, sedangkan ruh manusia, termasuk nabi Isa as, hanya disebutkan ditiupkan “ruh-Ku”, artinya ruh ciptaan Allah, bukan malaikat Jibril. Dalam ayat-ayat itu tidak disebutkan Ruhul Quds (Jibril) yang diutus dan menjelma menjadi laki-laki yang sempurna…hanya disebutkan “Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna”.

    Saya berpendapat ruh yang diutus ini bukan malaikat Jibril tapi ruh seperti ruh-ruh manusia lain yang akan ditiupkan ke dalam rahim seorang wanita yang hamil, dengan kuasa Allah ruh tersebut mewujud dahulu menjadi manusia yang sempurna…jadi Maryam sudah melihat wujud dewasa nabi Isa as (ruh yang menjelma) sebelum lahir. Jika Jibril yang ada dalam diri Isa as lantas siapa yang mengajarkan/memberikan Injil dari Allah SWT kepada Isa as selama periode kenabiannya?

    Komentar oleh dzulkarnainimran | 7 Februari 2012 | Balas

    • to : zulkarnaen ;
      pendapat anda sedikit mengarah.., namun silahkan di kaji lagi ttg haqiqat jibril dan malaikat lainnya pada diri sendiri. nanti akan nyambung dengan lebih baik.

      to : penulis.., sebaiknya anda meneliti ttg ayat ini..

      3. Ali ‘Imran
      59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

      nah, kemudian ttg kajilah ttg penciptaan adam. maka akan ditemukan Peranan RUH pada diri manusia.
      perkara inilah yang sebenarnya ingin di sampaikan kepada makhluk-makhluk ALLAH.., bahwasannya, RUH itu benar2 urusan dan yang BERURUSAN dengan TUHAN yang AHAD.

      laksanan cahaya mentari yang memancar / berpendar ke segala arah, dari sumber yang SATU.

      maka secara prinsip dasar manusia.., maka ALLAH sesungguhnya telah berlaku ADIL kepada hamba2.., bahwa semua telah di berikan RUH.., tinggal kita yang berupaya berbuat baik sesuai dengan haqiqat Ruh itu sendiri, sehingga bergelarlah RUH RUH itu menjadi SUCI…, ( semoga membantu)

      Komentar oleh Raja | 23 Agustus 2012 | Balas

    • Banyak ayat di Quran menyebut rosuluna yg semuanya artinya malaikat utusan. Jadi rosul/messenger bisa berasal dari manusia maupun malaikat. Kalau Tuhan mengatakan utusan dari kalangan mereka sendiri (maksudnya manusia) maka disebut Nabi dengan khatamul nabiyin-nya Muhammad. Sedangkan Tidak ada istilah khatamul rosuluna.
      Utusan2 tsb : misalna 1. Muhammad sebagai salah satu nabiNYA sangat jelas unsur manusianya (menjdi contoh/hikmah sempurna dari tidak bisa sempurnanya manusia), 2. Nabi Isa agak samar antara manusia dan (diperkuat) dengan Ruhul Qudus (menurut quran adakah manusia lain yg diperkuat Ruhul Qudus) 3. Sedangkan ada ajaran http://www.pangestu.or.id yg meyakini mendapat wahyu langsung (wallahualam) dari “Utusan AbadiNYA” yg hanya member klarifikasi/commentary tanpa syariat baru tentang apa itu sejatinya hidup/manusia yg menggunakan sarana manusia (bukan nabi) tetapi berbicara atas nama Utusan AbadiNYA dan dicatat dijadikan buku Sasangka Jati. (Sunar kang Nyoto, si penerima bernama Sunarto).

      Mengapa bisa bisa bermacam/berbeda-beda utusanNYA yg datang menyampaikan berita langit. Ya ndak tahu sudah kebijakan dari sonoNYA begitu masak manusia mau protes, memang rugi/masalah buat manusia kalau dengan cara spt itu. Wallahualam.

      Komentar oleh Iwan Abdurahman | 24 Oktober 2012 | Balas

      • Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia: sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 22:75)

        Komentar oleh Iwan Abdurahman | 24 Oktober 2012

  9. Ora urus sopo iku asale ISA, yg pasti Tiada Tuhan selain Allah, Dan Muhammad utusan Allah.

    Komentar oleh Ali | 10 Februari 2012 | Balas

    • Kasihan kamu, hidup dalam doktrin dan dogma ajaran yang menyesatkan sehingga menutup diri untuk Ilmu Allah yang Maha Luas ini.

      Komentar oleh Panji | 14 Februari 2012 | Balas

      • memang kita ini hidup karena doktrin dan dogma ajaran
        kalau karena bukan itu…so kamu hidup karena apa???
        kita hidup karena Kuasa Illahi….kita tidak bisa mengelak!!!

        Nabi Isa As dengan Alkitab Nya adl agama Allah yang harus di Yakini dan Di jalankan pada masa itu saja.krn stlh itu banyak sekali “KEJADIAN-KEJADIAN” sehingga keluarlah doktrin dan ajaran yang MENYESATKAN

        Semoga kita selalu dibukakan pintu hati Allah Ta’ala agar dibukakan mata hati menuju kebenaran Nya…amin!!!

        Komentar oleh PARLIN TRI S | 26 Maret 2012

  10. Artikel anda memang menarik untuk disimak, tapi menafsirkan al qur’an dan hadist diperlukan ilmu yang tidak mudah, ada beberapa cabang ilmu yang harus anda kuasai untuk menafsirkan sebuah ayat al qur’an…

    Komentar oleh asep | 11 Februari 2012 | Balas

  11. Allah memang maha kuasa, subhanallah..

    Komentar oleh ONH Plus | 13 Februari 2012 | Balas

  12. misteri Illahi tidaklah dapat dipecahkan hanya dengan pemikiran manusia…, selayaknya kita hanya dapat bersimpuh dengan menjalankan ajaran ajaran agama yang memberikan nilai moral,kasih dan akal serta akhlak yang baik antar hubungan manusia dengan Tuhan bahkan terhadap semua ciptaanNYa tanpa memandang setiap ajaran keTuhanan nya… “itulah alasan kita hidup didunia ini…””

    Komentar oleh yogas | 5 Maret 2012 | Balas

    • Bener mas bro…. Biarlah masing2 hidup menurut apa yang dia yakini, penghakiman bukanlah milik manusia tetapi milik Tuhan. Apa yang anda percayai, itu yang anda imani, so jgn menjadikan diri/kepercayaan anda sebagai yang terbaik..

      Komentar oleh Dean | 7 Maret 2012 | Balas

  13. Allah SWT memberi manusia akal, dengan akal itu manusia juga harus memahami bahwa kemampuan akalnya itu sangat terbatas, jadi mana mungkin membahas ilmu Allah dengan logika doang?

    Komentar oleh hindra332 | 9 Maret 2012 | Balas

  14. Semuanya adalah rahasia Tuhan sang pencipta langit bumi beserta isi2nya,,hanya Tuhanlah yang tahu,sebagai manusia kita hanya perlu teladani semua perintah2 Tuhan

    Komentar oleh fen7bernadette | 9 Maret 2012 | Balas

  15. Apapun Agama Anda,
    Kita semua berasal dari Adam dan Hawa..
    Kita semua bersaudara, dan Allah yang kita sembah adalah Allah Abraham/Ibrahim..
    Jadi tidak perlu berdebat, tetapi jalani agama masing2 dengan sepenuh hati, dan hormati agama lain tanpa saling menjelek-jelekan :)
    Karena semua Agama mengajarkan kasih dan tidak mengajarkan untuk memaksakan apa yang kita percaya kepada orang lain..

    Komentar oleh Vanz86 | 13 Maret 2012 | Balas

    • Setuju pendapat Agan. Allah yang kita sembah itu adalah Allah Ibrahim. Masalahnya ada agama yang mensifati Allah itu dengan benar dan ada agama yang menyifati Allah itu dengan salah. Jadi kesimpulannya: Hanya satu agama yang benar yaitu yang mensifati Allah dengan benar.

      Komentar oleh Rahmat | 20 Maret 2012 | Balas

  16. bgmna dgn kromosom xxy,, saat gmetogenesis mka dimungkinkn mmbentuk ovum dgn krmsm x dan xy,, mka parthengnss msh mgkn dan xy mngekspresikn gen laki2..

    Komentar oleh phileinsophos | 17 Maret 2012 | Balas

  17. coba kita (anda dan saya) cermati….di dunia ini siapa sih yang terang2 diserang dan dimusuhi oleh iblis?? pengikut Yesus bukan???

    Komentar oleh yanto | 20 Maret 2012 | Balas

    • gitu aja kog repot … kawan kawan..siapapun juga klo ga percaya dengan “nabi isa” ya sudah…. disobek saja bagian tentang ceritaNYA beliau juga gak marah kog sama kawan klo memang kawan tidak percaya hehehehehe… padahal kan semua agama PADA DASARNYA mengajarkan hal yang B-A-I-K.. namun perlu diketahui beliau ada dan hadir di setiap cerita yang ada pada kitab suci kita ( Muslim ataupun Kristiani ) dan mengemban tugas sesuai dengan tanggung jawabnya untuk memberikan barokah dan pelayanan kepada umat manusia hingga akhir jaman (KIAMAT)… coba dibaca baca dulu kitabnya…kalau ga ngerti minta PENJELASAN lebih lnjut kepada pemuka2 agama yang lebih terbuka wawasan hati dan fikirannya… ( hehehhe jgn sampai tersesat yah…mending pasrah…) bwuat apa depat klo mikirnya ga tepat hehehehehehhe…

      Komentar oleh yogaswara | 20 Maret 2012 | Balas

  18. Nabi menjawab : Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya, maka disimpulkan bahwa Jibril lebih tahu mengenai hari Kiamat dibandingkan Nabi Muhammad.
    Kesimpulan Agan salah gan. Belum berarti bahwa kalimat “yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya” bahwa yang bertanya itu lebih tahu. Arti yang tepat dari ucapan Nabi itu adalah bahwa pengetahuan yang bertanya sama dengan pengetahuan yang ditanya, tidak lebih. karena Allah hanya sedikit membuka rahasia kiamat itu.

    Komentar oleh Rahmat | 20 Maret 2012 | Balas

    • ngeles.com, diskusi itu dgn DATA dan NALAR yg runut. kl cuma saya gak mau tahu krn dogma/doktrin yg saya terima tdk samapi kesimpulan itu. yo wis….hidup dlm dunianya sendiri saja.

      Komentar oleh Iwan Abdurahman | 24 Oktober 2012 | Balas

  19. NIce info, sayangnya kurang ada referensi yang logis (kec dari hadist)…
    Thanks

    Komentar oleh Mbah Jangkung | 30 April 2012 | Balas

  20. boleh lah…………………………………………………

    Komentar oleh lalu salam | 24 Mei 2012 | Balas

  21. Jibril a.s adalah hanya malaikat pembahwa wahyu. apa wahyu itu ? ber aneka dari kisah para nabi , contoh :
    1. kambing (pengganti nabi Ismail a.s saat disembelih nabi Ibrahim a.s)
    2. Al – Qur’an kpd Rasullullah s.a.w secara bertahap
    3. air mani(sperma) dalam kisah nabi Isa a.s Maka dalam hal ini akan masuk akal jika kelahiran nabi Isa a.s terlahir secara lumrah / natural dan dengan berbagai kelebihannya
    dan satu lagi hanya Allah S.W.T yang meniupkan ruh

    Komentar oleh rully | 12 Juni 2012 | Balas

  22. hebat kali para pemikir ini!!!! big question is…… sudah merasa sempurna kah agan2 semua……. saling mengkritik tidak mau di kritik….. “jika ada diantara kalian yang tidak mempunyai dosa maka silahkan bunuh,cincang,rajam orang yang menurut kalian melakukan dosa”. menurut ane yang buta agama. semua agama itu baik, yang ga baik itu umat2nya yang salah kaprah…. sok paling bener lah,paling mulia lah,paling sempurna lah…… ane cuma punya pemikiran/pertanyaan tentang statement agan2 semua yang merasa benar,paling benar,maupun yang sok benar. sebenernya Benar yang bagaimana yang agan2 maksud benar menurut pemikiran agan,benar menurut manusia ato kebenaran yang HAKIKI dari Allah?????
    maaf agan ane hanya orang kecil yang kurang mengerti agama yang cuma bisa bingung ma omongan2 agan2 semua disini……..

    Komentar oleh Gregorius | 19 Juni 2012 | Balas

  23. Menarik sekali komentar dari semua temanteman disini… Serasa seperti mendengarkan penjelasan dari para ahli tafsir,ahli kitab dan juga rabi yahudi…… Saluuuutt… !! Selamat….para Nabi siap menunggu tanggung jawab atas semua komentarmu

    Komentar oleh Massari.sehati | 5 Juli 2012 | Balas

    • Saudara-saudara seiman, hindarkan saling salah menyalahkan, saling mengkalim sebuah kebenaran. kita semua yang ada di alam semesta ini, baru belajar benar. sedang kebenaran itu sendiri ada di Allah. Kita hanya berusaha untuk jadi benar, tapi yang punya hak mengatakan kita itu benar atau tidak, hanya Allah. Makanya , alangkah lebih mulyanya, kalau kita belajar untuk berbeda. Jangan gampang menjatuhkan vonis terhadap sesuatu, yang kita sendiri belum paham betul terhadap sesuatu tersebut. terimakasih.

      Komentar oleh Yusril Suhaimi | 23 Juli 2012 | Balas

  24. gitu aja kok repot .sama2 belum tahu sorga n neraka ya ? taqwalah kepada tuhan sepenuh hatimu entah dari hindu,budha,kejawen ,islam, katolik, kristen dan jangan saling menghujat ,karena itu akan masuk neraka nggak repot kan resepnya

    Komentar oleh minto | 24 Juli 2012 | Balas

  25. Tafsir Az Zukhruf ayat 61: “Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang (kiamat) itu, dan ikutilah Aku (Allah). inilah jalan yang lurus”.

    Jadi sebetulnya bahkan hanya Allah yang tahu kapan datang hari kiamat, Nabi Isa hanya sebagai pertanda, bukan seseorang yang mengetahui.

    Hal ini diperkuat dengan Surat Al An’am ayat 59: “Dan kunci-kunci semua yang ghaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia (Allah) ….”

    Kawan-kawan, tidak ada yang mengetahui yang ghaib selain Allah…

    Saya hanya ingin meluruskan saja tafsir Az Zukhruf karena yang diatas salah tafsir. Wallahu’alam…

    Komentar oleh teknokrat88 | 15 Agustus 2012 | Balas

    • iya, itu tafsir A Zukhruf menurut Al-Quran cetak, yang dipakai penulis adalah tafsir Al Quran digital, saya juga pernah baca blog lain dan membaca tafsir salah satu ayat Al Quran yang berbeda setelah saya cari di Al Quran cetak milik saya.
      entah mana yang benar wallahu a’lam

      Komentar oleh nina | 17 Agustus 2012 | Balas

  26. sesuai dengan komentar Ibnu Katsir di kitab Tafsir-nya tentang ayat “…dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus…”89 Ibnu Katsir menerangkan, bahwa itu adalah keterangan yang bersumber dari Ibnu Mas’ud dan disetujui sahabat lain, termasuk Ibnu Abbas, Muhammad bin Ka’ab, Ismail bin Khalid, as-Sadi, Rabi’ bin Anas, `Athiyah Al `Aufa, dan Qatadah. Keterangan yang sama juga dimuat Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat, “dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)”.

    Dalam kitab hadits shahih Bukhari dan shahih Muslim ada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. berdoa untuk Hassan: “Ya Allah, perkenankanlah doaku, kuatkanlah ia (Hassan) dengan ruh kudus (suci)”90, yakni malaikat. Di riwayat lain disebutkan, bahwa Rasulullah saw. berkata kepada Hassan: Serang mereka, malaikat Jibril ada bersamamu” 91. Hassan berkata: “Malaikat Jibril yang disebutkan Rasulullah itu ada di tengah-tengah kami. Ruh suci itu terbukti nyata adanya.” Ibnu Hibban dan sanad lain meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Ruh Kudus diilhamkan ke dalam hatiku, seorang tidak akan mati hingga rezeki dan ajalnya sudah sampai (sempurna).92

    Imam Qurthubi meriwayatkan dari Mujahid dan Hasan yang mengatakan: al-Qudus adalah Allah dan Jibril, yaitu ruh tunggal dari sekalian ruh yang diciptakan Allah. Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, `ruh qudus’ adalah `Nama Agung’ yang dengan sebab itu Isa dapat menghidupkan yang sudah mati. Tafsir yang agak serupa juga diriwayatkan dari Sa’id bin Zubair dan `Ubaid bin `Umair.

    Menurut Rabi’ bin Anas, al-Qudus adalah Allah swt. Menurut as-Sadi, al-Qudus adalah berkah. Sedangkan al-Aufa meriwayatkan dari Ibnu Ahbas, makna al-Qudus adalah at Thahr (suci). Dan menurut Ibnu Zaid, Allah mengokohkan dakwah Isa dengan kitab suci Injil sebagai nyawa, seperti halnya al-Quran juga berfungsi sebagai nyawa. Menurut az-Zamakhsyari, Ruh Qudus itu ialah ruh Isa, nyawa suci.

    Pendapat yang tepat adalah pendapat yang dipilih jumhur ulama (mayoritas), yaitu malaikat Jibril. Isa diistilahkan dengan ruh dari Allah, karena Isa termasuk ciptaan yang terdiri dari jasad dan nyawa. Jibril disebut juga dengan `ruh’ karena Jibril terdiri dari ruh saja, tanpa ada jasad yang dapat dicerna dengan panca indra. Jibril adalah suci dan tidak pernah berbuat kemaksiatan dan pelanggaran. Dan pensucian merupakan `pengagungan’, seperti dalam ucapan malaikat yang ditampilkan dalam ayat: “.. . dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)… “93 maksudnya, kami mengagungkan-Mu, memuliakan-Mu dan mensucikan-Mu dari sekalian sifat-sifat kekurangan dan cacat. Wallahu’alam.

    Komentar oleh itsnaeny alraihana | 2 Desember 2012 | Balas

  27. asalammualaikum….

    menurut saya itu bukan Jibril a.s yang masuk ke tubuh maryam…
    karna sejatinya manusia yg hidup di dunia sudah ada ruh nya di alam akhirat dan menunggu waktu di turunkan di bumi dalam bentuk menyatu ke jasad yg di tuju…

    SEBAB sebelum semua di ciptakan .. .Allah SWT menciptakan Ruh Baginda rasulullah SAW terlebih dahulu dari semua yang ada… dan dari Ruh Nabi lah semua alam semesta ini ada,, dan dari Nabi SAW pula manusia diciptakan melalui Peluh nya :D

    Komentar oleh aldy | 6 Desember 2012 | Balas

  28. Mari mensucikan jiwa :)
    Karena;
    tidak bakal menyentuhnya (isi kandungan alquran) kecuali orang-orang yang disucikan. (Qs56:79)

    Komentar oleh calon mayat | 8 Desember 2012 | Balas

  29. ha ha ha, bagaimana bisa menyimpulkan :
    Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya
    menjadi:
    Yg bertanya lebih tahu dari yg ditanya

    koplo koplo…

    Komentar oleh jey | 20 Agustus 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: