Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

ALIEN, Semesta Alam dan Ayat-Ayat Al Qur’an ?

Data sementara mengenai luasnya alam semesta, adalah sebagai berikut :

BUMI merupakan planet ke-3 dari susunan planet yang mengelilingi BINTANG yang bernama MATAHARI
Matahari adalah 1 dari sekitar 200 milyar bintang yang bergerak berputar bersama mengelilingi inti galaksi Milkyway/ Bima sakti. Jumlah galaksi-besar (large galaxi) ada 350 Milyar, dan galaksi kecil (dwarf galaxies) ada 7 trilliun buah
Galaksi Bimasakti bagian dari kumpulan galaksi lain membentuk gugusan galaksi, diprediksi ada 25 Milyar gugusan
Gugusan galaksi berkumpul membentuk super cluster, diprediksi ada 10 Juta super cluster

Bintang-bintang (serupa matahari, yang memiliki sumber cahaya sendiri, dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari matahari ), diprediksi sekitar 30 milyar trilliun (3×10²²) buah.

Keluasan alam semesta diprediksi berdiameter 14.5 Milyar tahun cahaya, dimana 1 tahun cahaya (ly : light year) = 9.46 x 10^12 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer).

Adakah makhluk diluar sana?

Syaikh Muhammad al-Ghazali di dalam bukunya, berpendapat bahwa bumi yang kita diami ini tidaklah lebih dari sebutir debu di alam semesta yang amat besar.

Alam ini bagi al-Ghazali sudah penuh sesak dengan makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah yang merujuk pada wujud-Nya dan bersaksi tentang kebesaran-Nya.

Kitab suci al-Qur’an memang tidak bercerita secara jelas (didalam ayat-ayat Muhkamatnya) kepada kita, mengenai keberadaan makhluk hidup diluar manusia, berikut planet dimana mereka tinggal.

Tetapi hal ini tidak berarti bahwa secara simbolik (melalui ayat-ayat Mutasyabihatnyaal-Qur’an juga menolak keabsahan teori-teori keberadaan mereka (penghuni langit), sebab sebaliknya justru al-Qur’an menggambarkan kekuasaanNYA di semua alam semesta yang melingkupi seluruh makhluk hidup yang ada dan tersebar disemua penjuru galaksi.

Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah menciptakan langit dan bumi ; dan Dabbah yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.  (QS. Asy-Syura (42) ayat 29).

Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’; diantara mereka ada yang berjalan diatas perutnya dan ada juga yang berjalan dengan dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.. (QS. An-Nur (24) ayat 45)

Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari al-Qur’an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah disemua langit dan bumi yang telah diciptakan-Nya.

Pengertian dari istilah Dabbah ini sendiri bisa kita lihat pada surah an-Nur (24) ayat 45, yaitu makhluk hidup yang memiliki cara berjalan berbeda-beda, ada yang merayap seperti hewan melata ada yang berjalan dengan dua kaki sebagaimana halnya dengan manusia, dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti kuda, anjing, kucing dan seterusnya.

Sehingga merujuk istilah Dabbah yang ada dilangit dengan makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja, serta mengabaikan kemungkinan adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dengan maksud Kitab Suci itu sendiri.
….

Keberadaan planet-planet yang berfungsi sebagai tempat hidup dan berkehidupan makhluk berjiwa seperti bumi misalnya secara eksplisit bisa juga kita peroleh didalam ayat al-Qur’an :

Allah menciptakan tujuh langit dan seperti itu juga bumi; berlaku hukum-hukum Allah didalamnya, agar kamu ketahui bahwa Allah sangat berkuasa terhadap segala sesuatu; dan Allah sungguh meliputi segalanya dengan pengetahuan-Nya. (QS. Ath-Thalaq (65) ayat 12)
Jika kata langit dan bumi disebut dengan bilangan tujuh yang berarti banyak (lebih dari satu), maka tentu yang dimaksud dalam ayat ini adalah kemajemukan gugusan galaksi yang terdiri dari jutaan bintang dan planet-planet yang ada sebagaimana yang kita ketahui dari ilmu astronomi modern. Oleh karenanya secara tidak langsung al-Qur’an menyatakan kepada kita bahwa Bumi yang kita diami ini bukanlah satu-satunya bumi yang ada di jagad raya.

Apa yang ada dilangit dan dibumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman (55) ayat 29)

Cerdas dan berakalkah makhluk luar angkasa (Alien) itu ?

Pertanyaan ini spekulasi, karena kita tidak atau belum pernah bertemu dengan satupun mahluk berakal angkasa luar. Jadi, karena tidak pernah bertemu, maka kemungkinan jawabannya bisa tidak bisa ada.

Lalu bagaimana peran manusia di alam semesta ini?. Apakah Al Qur’an menjelaskan atau setidaknya menerangkan keberadaan mahluk berakal, selain yang ada di bumi yang kita tinggali ini?.

Berdasarkan Teori Kemungkinan. Ada sejumlah bintang yang sangat-sangat banyak di luar galaksi kita. Yang bisa dideteksi saja mencapai 30 milyar trilliun (3×10²²). Jadi, kemungkinan 0,000.000.01% (sepermilyar persen) saja asumsi ini dibangun, masih akan ditemukan sekian-sekian kemungkinan adanya mahluk berakal selain kita. (Statistik cenderung akan mengatakan kemungkinan itu ada. Jadi, bisa diambil kesimpulan kemungkinan itu ada.)

Berdasarkan logika saja.

Alam ini begitu luasnya, sangat jauh lebih luas dari perkiraan-perkiraan manusia.

Awalnya manusia berpikir bahwa, bumi itu datar. Peradaban berkembang, manusia menduga bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Kemudian, kini manusia paham bahwa manusia tinggal di bumi yang ada di satu galaksi saja di antara jutaan galaksi di alam semesta.

Kemudian manusia mengerti bahwa kita ternyata tinggal hanya di salah satu sisi galaksi di tepi alam semesta yang terus meluas dengan kecepatan tinggi di mana jarak satu titik dengan titik galaksi lainnya saling menjauh seperti titik-titik permukaan balon yang ditiup mengembang.

Kalaupun ada mahluk berakal di tempat lain di sisi alam semesta lainnya, jaraknya semakin jauh. Untuk bisa menembusnya, diperlukan pengetahuan dan teknologi yang harus sangat maju.

Ilmuwan berpikir bahwa ada cara untuk menembusnya, baik melalui stargate, teleportasi, lubang cacing (worm hole), dan lain sebagainya. Paling tidak film-film fiksi sains memvisualisasikan kemungkinan ini.

Kecerdasan Makhluk di luar bumi

Setidaknya ada 2 pandangan :

(Pandangan I)
Fahmi Basya (Dosen UIN Jakarta) yang terkenal dengan pelatihan spiritual dan matematika Al Qur’annya menjelaskan (dan tampaknya beliau percaya) bahwa mahluk di luar bumi itu ada. Soal cerdas atau tidak, tampaknya beliau percaya juga, bahwa mahluk luar bumi itu memiliki kecerdasan. Ayat yang mendukungnya adalah QS. At Thaalaq (65) ayat 12, yang berbunyi :

* Allah Yang menciptakan tujuh langit dan sebagian bumi seperti mereka, Dia turunkan perintah antara keduanya, agar kamu ketahui bahwa Allah atas tiap sesuatu Berkuasa, dan sesungguhnya Allah sungguh meliputi karakter tiap sesuatu dengan Ilmu (Versi Fahmi Basya)
* Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Versi Depag)
* Allah is He Who created seven heavens, and of the earth the like of them; the decree continues to descend among them, that you may know that Allah has power over all things and that Allah indeed encompasses all things in (His) knowledge. (http://etext.virginia.edu/)
* GOD created seven universes and the same number of earths. The commands flow among them. This is to let you know that GOD is Omnipotent, and that GOD is fully aware of all things. (http://www.submission.org/suras/sura65.html)

(Pandangan II)
Sebaliknya yang meyakini makhluk itu ada tetapi tidak berakal atau lebih rendah tingkatan dari manusia adalah berdasarkan ayat berikut:

Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, sebagai rahmat dari padaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS. Al Jaatsiyah (45) ayat 13)

Dengan ayat ini cukup jelas bahwa manusia adalah makhluk yang berkuasa atas segala sesuatu di langit dan di bumi secara merata. Ini dapat diartikan bahwa, kita adalah satu-satunya makhluk yang berakal di bumi maupun di langit.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :

The Universe within 14 billion Light Years
The Visible Universe

http://www.atlasoftheuniverse.com/universe.html
Adakah Mahluk Berakal di Luar Bumi? -2
http://agorsiloku.wordpress.com/2007…i-luar-bumi-2/
apa benar sih zona Photon tahun 2011-2012
http://myquran.org/forum/index.php?topic=44665.0
Antara Superman, Aliens dan Al-Qur’an
http://arsiparmansyah.wordpress.com/…-dan-al-quran/
Adakah Makhluk Luar Angkasa itu
http://nizmaanakku.blogspot.com/2007…gkasa-itu.html
Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal
di Luar Planet Bumi
http://pengajianbremen.wordpress.com/2012/02/17/petunjuk-al-quran-tentang-makhluk-berakal-di-luar-planet-bumi/
Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook)
http://id-id.facebook.com/groups/343170502375847

(*) Beberapa dalil Hadits, berkenaan dengan keberadaan Penghuni Langitsilahkan kunjungi catatannya disini…

About these ads

13 Februari 2012 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , ,

32 Komentar »

  1. Allahuakbarr

    Komentar oleh Islamagung | 21 Februari 2012 | Balas

  2. Komplit referensinya, mantap.

    Komentar oleh Bayu Yunantias Amus | 1 Maret 2012 | Balas

  3. 4 jenis alien yg pernah tng ke bumi menurut para saksi , ada link yg terkait http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=13434983 smoga menambah wacana

    Komentar oleh anti ilmuwan dajjal (darwin,karl marx dll) | 7 Maret 2012 | Balas

  4. subhannallah…

    Komentar oleh archadhy | 10 Maret 2012 | Balas

  5. Reblogged this on Zulfitriansyah Putra.

    Komentar oleh Zulfitriansyah Putra | 15 Maret 2012 | Balas

  6. wah,, bagus juga artikelnya,,

    Komentar oleh lintang | 29 Maret 2012 | Balas

  7. DALIL ALQUR’AN tentang Keberadaan ALIEN (PENGHUNI LANGIT)

    Dan kepada ALLAH bersujud siapa yang di langit dan di bumi, atas kemauan sendiri dan terpaksa, (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang (QS. Ar-Ra’d (13) ayat 15)…

    Ayat ini menerangkan, tentang keberadaan makhluk yang berakal, yang diberi kebebasan memilih (bersujud dengan kemauan sendiri atau terpaksa), serta memiliki jasmani (karena ada bayang-bayang), baik berada di langit maupun di bumi…

    Sumber :
    Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi

    http://pengajianbremen.wordpress.com/2012/02/17/petunjuk-al-quran-tentang-makhluk-berakal-di-luar-planet-bumi/

    ========================= wwwwwwww ==========================

    Kita semua maklum, jika yang dimaksud “mereka yang bersujud di Bumi” adalah manusia… Tetapi siapa yang dimaksud “mereka yang bersujud di Langit” ???

    Jika makhluk yang di langit itu, maksudnya adalah planet2 atau bintang2… bagaimana mereka bisa bisa bersujud secara terpaksa ?

    Jika makhluk yang di langit itu, maksudnya sejenis hewan… apakah hewan memiliki rasionalitas untuk memilih ?

    Jika makhluk yang di langit itu, maksudnya adalah malaikat… bukankah malaikat makluk gaib, yang tidak pernah beribadah dengan terpaksa ?

    Jika makhluk yang di langit itu, maksudnya adalah Jin… apakah Jin makhluk nyata, yang memiliki bayang-bayang ?

    Satu-satunya jawaban yang mungkin adalah, makhluk itu manusia yang tinggal di luar bumi (langit), atau bisa juga sejenis makhluk berakal lain, yang kita tidak ketahui jenisnya…

    WaLlahu a’lamu bishshawab

    Sumber :
    Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook)

    http://www.facebook.com/groups/343170502375847/

    Komentar oleh Panji Negeri | 8 April 2012 | Balas

    • Sepertinya makhluk itu memang manusia yang tinggal di luar bumi, bayangkan jarak dari jaman Nabi Adam sang manusia pertama sampai jaman sekarang berapa milyar tahun, dengan pengetahuan yang komperhensif mengenai alam semesta sudah berapa banyak keuturunannya yang menjelajah ke luar bumi dan mempunyai kehidupan disana.

      Komentar oleh Gilang Ginanjar | 22 Mei 2012 | Balas

  8. Coba mampir di http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=875556 gan..

    di postingannya banyak sekali informasi yg dapat di seleksi kebenarannya.. baca dari page 1 sampai akhir.. karena ceritanya berada di postingan-postingan..

    Komentar oleh Tomi | 20 Juni 2012 | Balas

  9. an-naas jangan hanya diartikan sebagai manusia, an-naas juga berarti yang tampak lawan katanya adalah al-jin atau yang tidak tampak, tampak secara kasat mata atau tidak kasat mata memang beda menurut mata masing-masing.
    simpelnya, al-jin adalah x-files atau sesuatu yang belum terungkap. Apabila an-naas hanya diartikan sebagai manusia yang ada kerancuan, memangnya hanya kita yng dibumi ini saja yang hidup dari sekian banyak galaksi, tentunya Tuhan tidak menciptakan sesuatu sia-sia.
    Menciptakan galaksi hanya untuk pajangan langit sepertinya itu adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin tanpa ada khalifah disana untuk mengatur kehidupan dialam luar sana yang lebih luas daripada bumi.
    Hal ini sebenarnya berhubungan dengan reinkarnasi (bagi yang percaya), diluar sana ada banyak sekali kehidupan yang bisa jadi lebih baik daripada di bumi dengan segala perkembangan, tata sosial, ekonomi, kebudayaan & segala bentuk kehidupannya selain dibumi.
    Begitu juga sebaliknya ada yang lebih buruk kehidupannya daripada kehidupan dibumi.
    Kalau kita renungkan, dimana letak surga & neraka itu jika kita hubungkan dengan ayat Qur’an yang menyatakan bahwa surga & neraka kekal selama ada langit & bumi?
    suatu tindakan pasti akan mendapatkan balasan, apabila kita berbuat baik maka bisa jadi & sangat mungkin kita setelah mati akan terlahir kembali disebuah lingkungan yang lebih baik atau yang banyak disebut-sebut sebagai surga.
    Dan mereka yang disana juga sama-sama menyembah Tuhan yang satu.

    Komentar oleh Hadi | 18 Juli 2012 | Balas

  10. Saudaraku para neter, untuk menanggapi masalah alam semesta ini, sebenarnya telah komplit ada dalam Alquran, hanya kemampuan kitany yang tidak memadai untuk menganalisanya.
    Sekedar untuk membantu saja, cobalah terjemah “samawaat” diganti dengan “planet-planet” jangan diterjemahkan dengan langit ……….. dengan demikian anda akan menemukan pengetahuan yang banyak.

    Contohnya Ayat-ayat di atas ;

    Ayat 13/15 : Dan bagi ALLAH bersujud siapa-siapa yang ada di planet-planet dan yang di Bumi ini secara patuh atau terpaksa, begitupun zillal (planet-planet) mereka waktu [pagi dan petang.

    Ayat 65/12 : ALLAH yang menciptakan tujuh planet (dia atas orbit Bumi) daripada Bumi persamaannya. Akan simpang siur urusan antara semuanya, agar kamu ketahui bahwa ALLAH menentukan atas tiap sesuatu, dan bahwa ALLAH sungguh menguasai ilmu tentang tiap sesuatrunya.

    Komentar oleh Askartasas/Ade | 12 Agustus 2012 | Balas

  11. Dan kepada ALLAH bersujud siapa yang di langit dan di bumi, atas kemauan sendiri dan terpaksa, (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang (QS. Ar-Ra’d (13) ayat 15)…

    —- sebaiknya jgn langsung di artikan ada sosok serupa manusia ( berakal ) yang di maksud sebagai “SIAPA YANG DILANGIT..

    ketahuilah juga yg lebih dekat dengan perkataan SUJUD DENGAN KEMAUAN SENDIRI DAN TERPAKSA itu sebagai benda benda langit. baik bulan, bintang dan matahari. yang tetap beredar pd porosnya. sekiranya benda2 langit itu INGKAR/MEMBANGKANG…, niscaya tiada Sujud atau patuh kepada ALLAH.

    (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang…>> perhatikan saja sujudnya matahari .

    .
    kebanyakan orang2 berfikir terlalu jauh ttg langit. seakan2 membayangkan, langit pertama itu seperti suatu atap biru nun jauh di atas galaksi2 dan bintang2.

    pernah saya menonton vcd harun yahya, ttg langit, ternyata lapisan atmosfer kita pun termasuk bagian2 langit/ lapisan2 langit.

    silahkan di cocokkan dengan ayat ini atau ayat2 lainnya :
    23. Al Mu’minuun

    18. Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.

    AIR HUJAN PUN di katakan Air yang turun dari Langit.

    nah berkenaan dengan ayat yang menyatakan Manusia dan jin dapat menembus langit dengan kekuatan, maka perjalanan manusia ke bulan, merupakan sebuah bukti Pencapaian teknologi mencapai langit. entah secara ilmiahnya lapisan atmosfir itu (pencapaian ke bulan) sudah pada langit dunia yang ke berapa, silahkan di kaji lagi bersama.

    * berkenaan dengan ayat :

    Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah menciptakan langit dan bumi ; dan Dabbah yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. (QS. Asy-Syura (42) ayat 29).

    Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’; diantara mereka ada yang berjalan diatas perutnya dan ada juga yang berjalan dengan dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.. (QS. An-Nur (24) ayat 45)

    jika di tetapkan bahwa dengan dalil tsb secra otomatis PASTI ADA, makhluk berakal yang lebih cerdik dari manusia sbg penghuni langit, maka akan cukup terbantah dengan ayat :

    38. Shaad
    87. Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.

    jadi suka tidak suka , si para ALIEN yang di maksud itu harus belajar dengan manusia (khususnya kaum muslim) ttg segala sesuatu yang berkenaan dengan al-quran.

    adapaun penduduk langit diluar malaikat, itu lebih tepat di letakkan kepada golongan jin, (baca surah al-jin ayat 9.)

    apapun itu, teruskan saja kreasi nya gan.., semoga menjadi bermanfaat agar kita semua menjadi kaum yang berfikir.

    wassalam

    Komentar oleh Raja | 24 Agustus 2012 | Balas

  12. kira2x bagaimana nasib alien jika mereka memang berakal di akhirat??

    Komentar oleh giraffe | 1 September 2012 | Balas

    • sama seperti hamba2 Allah lainnya, mereka beribadah seperti kita, karena mereka juga turunan nabi Adam sang manusia pertama, kelak akan dihisab bareng2 dengan kita manusia bumi.. wallahu alam bisawab

      Komentar oleh Gilang Ginanjar | 3 September 2012 | Balas

  13. subhanalloh…al qur’an tak terbantahkan

    Komentar oleh djakovic | 7 Oktober 2012 | Balas

  14. APA ALIEN BENAR2 ADA PA GA SIH

    Komentar oleh VIONA DERACA | 13 Oktober 2012 | Balas

  15. Subhanallah..maha besar Allah dgn sgala kekuasaannya.

    Komentar oleh Edi Winatta | 4 November 2012 | Balas

  16. COPAS

    LAFADZ ―MAN FISSAMA-I DALAM ALMULK 16 , merupakan ayat Mutasyabihat

    1. Dalam Tafsir Al Bahr al Muhith dan Kitab Amali (Imam Al-Hafiz Al-‗Iraqi )
    Pakar tafsir, al Fakhr ar-Razi dalam tafsirnya dan Abu Hayyan al Andalusi dalam tafsir al Bahr al Muhith mengatakan:
    ―Yang dimaksud يَّ فِٙ انغَّ بًَء (man fissama-i) dalam ayat tersebut adalah malaikat. Ayat tersebut tidak bermakna bahwa Allah bertempat di langit.
    Perkataan man Yaitu siapa‘ dalam ayat tadi berArti malaikat bukan berarti Allah berada dan bertempat dilangit. Ia berdasarkan kepada ulama Ahli Hadith yang menjelaskannya yaitu Imam Al-Hafiz Al-Iraqi dalam Kitab Amali bahawa Perkataan siapa‘ pada ayat tersebut berarti malaikat Kemudian, yang berada dilangit dan bertempat dilangit bukanlah Allah tetapi para malaikat berdasarkan hadits Nabi “Tidaklah di setiap langit itu kecuali pada setiap empat jari
    terdapat banyak para malaikat melakukan qiyam, rukuk atau sujud (Hadits Riwayat Tirmizi)

    LAFADZ ―MAN FISSAMA-I DALAM AR-RAD 15
    Dalam Tafsir jalalain (halaman 201, darul basyair, damsyik) :
    ―Apa yang di langit (man fisamawati) dan Bumi, semuanya tunduk kepada Allah, mau (adalah seperti orang beriman) atau tidak mau (seperti orang munafiq dan orang yang ditakut- takuti (untuk sujud) dengan pedang).
    Dalam kitab ihya ulumuddin (jilid I, bab Kitab susunan wirid dan uraian menghidupkan malam) ayat ini merupakan salah satu wirid yang dibaca pada pada waktu petang.

    2. Dalam Tafsir qurtubi
    Al-Qurtubi dalam kitab tafsirnya turut menjelaskan perkara yang sama bila mentafsirkan ayat tersebut. Sekiranya ingin dimaksudkan dari perkataan man‘ (siapa) dalam ayat tadi itu adalah Allah maka tidak boleh dikatakan keberadaan Allah itu di langit kerana Allah tidak memerlukan langit tetapi memberi Arti kerajaan Allah BUKAN zat Allah. Maha suci Allah dari sifat makhlukNya.

    3. Dalam tafsir jalalain ((penerbit darul basyair, damsyiq,halaman 523)
    Imam suyuthi rah mengatakan :
    ―Yang dimaksud يَّ فِٙ انغَّ بًَء (man fissama-i) dalam ayat tersebut adalah kekuasaan/kerajaan dan qudrat-Nya (Shulthonihi wa qudratihi ) jadi yang dilangit adalah kekuasaan dan qudratnya (Shulthonihi wa qudratihi ).
    semoga membantu.

    salam.

    Komentar oleh Kamandaka Putra | 9 Desember 2012 | Balas

  17. Subhanallah…..

    Komentar oleh Fahri | 24 Desember 2012 | Balas

  18. Ayo blajar yg rajin, biar kita bisa membuktikannya!
    hidupku happy

    Komentar oleh masterbing | 3 Januari 2013 | Balas

  19. Surat arra’du ayat 15, mksud to’at dan trpaksa adalah hal untuk makluk d bumi, manusia.
    Wallohu a’lam bimurodih.

    Komentar oleh Abu Muhammad | 13 Januari 2013 | Balas

  20. subhanallah

    Komentar oleh miman bento | 22 Januari 2013 | Balas

  21. Apakah rasul pernah bercerita kpd shabatanya mengenai makhluk luar angkasa (elien/ufo)

    Komentar oleh Hendar | 7 Februari 2013 | Balas

  22. alien = jin
    suatu saat kelak qt kan bertemu koq dg mereka. baca dech surat al_jin dan renungkan, trutama ayat2 awal

    Komentar oleh dyno_blancsak | 12 Maret 2013 | Balas

  23. subhanallah

    Komentar oleh kimi | 6 April 2013 | Balas

  24. itu nabi isa as’ (atau orang nasrani menyebut nya yesus )beliau juga kan manusia
    tapi dia kan tidak tinggal di bumi,dan sampek detik ini masih hidup
    nabi idris as juga masih hidup sampek detik ini..
    mereka tidak tinggal di bumi melainkan di (syurga atau langit ke tujuh)

    Komentar oleh hamba alloh | 19 April 2013 | Balas

  25. Saya gak tau mau komentar apa,,,karena sangat minimnya pengetahuan saya…Namun saya memiliki ketertarikan yang sangat besar dengan hal-hal yang dibicarakan ini,,,tentang penghuni langit dan bumi (alam semesta)…Rasanya ingin bisa berkumpul dan bertatap muka dengan agan2 sekalian,,,untuk bertukar pendapat ataupun memperkuat keyakinan tentang hal ini,,,pastinya dengan cara damai dan pikiran yang terbuka…

    Komentar oleh Bayu Eko Punto Wibowo | 7 Agustus 2013 | Balas

  26. mm.. tapi kalau memang ada makhluk luar bumi selain manusia , yang pasti mereka tidak lebih sempurna dari kita(manusia) kan?
    alasanya : Makhluk yang di ciptakan Allah swt. paling sempurna antara makhluk-makhluk Allah swt. yang lain kan manusia. sedangkan manusia pertama ialah Nabi Adam a.s dan menempat di bumi . jadi manusia cuman ada di bumi (gimana cara manusia pergi ke galaxy lain waktu itu?,sedangkan sekarang saja belum bisa kan?). Jadi walaupun ada makhluk luar bumi , yang pasti mereka mungkin cuma seperti Hewan,tumbuhan, dan jin .

    Komentar oleh Rahamirez | 8 Oktober 2013 | Balas

  27. jadi pengen kenalan nih gan sama makhluk diluar bumi nih,

    Komentar oleh Maxgrosir | 23 November 2013 | Balas

  28. Buat Rahamirez ; benar Adam adalah manusia ke-I,tpi perlu kita smua cermati sjak penciptaan Adam itu manusia sudah jenius sbgaimana yg dijelaskn di Al-baqarah..,jgn pernah berfikir bahwa pencapaian kemampuan dibidang sains saat inilah yg paling tinggi,lihat surah saba’ ayat 45 ”..sedang orang-orang itu blum sampai menerima sepersepuluh dari apa yg tlah kami berikan kpd oarang-orang trdahulu….dst” itu mmbuktikn bahwa jgnlah slalu kita berpikiran ttng manusia gua,sbb itu bisa saja awal baru lagi dimulaix suatu pradaban baru ketika suatu pradaban dihancur leburkn,hal ini berulang kali dibahas dalam al-qur’an ttng musnahx bbrapa kaum dimasa lalu,dan dewasa ini baxak temuan-temuang yg berumur ribuan bahkan ratusan tahun trnyata tdk bisa dipecahkan hingga saat ini, lihat pula bbrapa kisah masalalu baik yg tlah dijelaskn dlm al-qur’an sperti kemampuan sulaiman memindahkan singgasana ratu balqist dlm sekejap mata..!,atau contoh yg tdk bernuansa islam juga banyak..,jdi kesimpulanx,smua mungkin saja terjadi manusia masalalu mungkin saja pernah eksodus besar-bsaran kegalaksi lain dijagadraya yg luas ini.mengingat usia manusia dibumi sudah cukup lama..,coba lihat sekeliling kita ;logiskah pencapaian sains hanya sejauh ini,padahal manusia dibumi sudah sangat lama? Wallahualambishawat.

    Komentar oleh Deann zaglyw | 15 Februari 2014 | Balas

  29. mnurut saya makhluk luar angkasa itu ada.. saya berpendapat seperti ini bukan tanpa alasan, karena menurut logika saya berpikir “alam semesta ini terdiri dari sekitar 25 milyar galaksi, dan disetiap galaksi terdapat sekitar 200 milyar bintang, setiap bintang terdapat planet-planet yang sangat banyak, berarti planet-planet diseluruh alam semesta ini jumlahnya tidak terhingga”
    lalu saya bertanya dalam hati saya : MASA SIH PLANET SEBANYAK INI KEHIDUPAN HANYA ADA DI BUMI..??
    dalam al-qur’an ALLAH memberi amanah kpada manusia hanya utk mnjaga BUMI bserta isinya.. lalu untuk apa allah mnciptakan planet lain selain bumi..??
    itulah yang membuat sasya prcaya akan keberadaan makhluk asing selain kita (manusia)
    sebenarnya di alam semesta ini kita TIDAK SENDIRI

    Komentar oleh MazToM | 14 Juli 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: