Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

PRABOWO SUBIANTO, dari Trah GIRI KEDATON dan Silsilah SUNAN TEMBAYAT

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. Beliau dikenal sebagai seorang mantan Danjen Kopassus, yang menjadi pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).

Jiwa keprajuritannya, sepertinya di-ilhami oleh salah seorang leluhurnya Raden Tumenggung Kertanegara IV (Raden Panji Indrajit/Tumenggung Banyakwide), yang merupakan Panglima Laskar Pangeran Diponegoro di wilayah Gowong (Kedu).

Trah Adipati Mrapat Banyumas

Jika diselusuri lebih mendalam, Silsilah Prabowo Subianto akan menuju kepada Raden Joko Kahiman, atau yang lebih dikenal sebagai Adipati Mrapat (Bupati Banyumas Pertama).

Raden Joko Kaiman adalah menantu Bupati Wirasaba, yang bernama Adipati Warga Hutomo. Beliau digelari “Mrapat”, disebabkan keberhasilannya untuk mendamaikan Sultan Hadiwijaya (Pajang) dengan ahli waris Adipati Warga Hutomo, dan ia juga dinilai berhasil mencegah perpecahan di wilayah Kabupaten Wirasaba (silahkan baca : Prabowo Subianto, Adipati Mrapat dan Gegeran Kadipaten Wirasaba) .

Hubungan antara Prabowo Subianto, dengan Adipati Mrapat, bisa dilihat pada Jalur Silsilah berikut :

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo
05. ???
06. ???

07. Raden Tumenggung Kertanegara IV (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu))

08. ???
09. Raden Tumenggung Kertanegara II

10. Raden Tumenggung Mangkupradja/Raden Tumenggung Kertanegara I (Patih Ndalem Kartasura, beliau yang membangun Masjid Saka Tunggal Kebumen tahun 1722 ).

11. Ngabei Kertoyudo
12. Ngabei Banyakwide

13. Raden Tumenggung Mertayuda (Adipati Banyumas ke-empat (1620-1650))
14. Ngabei Kalidethuk/Mertasura II (Adipati Banyumas Ke-tiga (1601-1620))
15. Ngabei Djanah/Mertasura I (Adipati Banyumas Ke-dua (1583-1600))

16. Adipati Mrapat (Adipati Banyumas Pertama (1582-1583))

Dari data Silsilah di atas, salah seorang leluhur Prabowo adalah Raden Tumenggung Mangkupradja. Raden Tumenggung Mangkupradja dikenal sebagai Patih Ndalem Kartasura di masa Sunan Pakubowono II, sekaligus juga menantu dari Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV).

Melalui Sunan Amangkurat IV, jalur genealogy Prabowo Subianto menyambung kepada Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton) dan Sunan Tembayat.

I. Jalur Kepada Sunan Giri (melalui Sultan Hamengkubuwono II)

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo
05. Raden Ayu Djojoatmojo

06. ???

07. ???

08. Sri Sultan Hamengkubuwono II

09. Sri Sultan Hamengkubuwono I

10. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)
11. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

12. Sunan Amangkurat I
13. Sultan Agung Hanyokrokusumo
14. Prabu Hanyakrawati
15. Panembahan Senapati (Pendiri Kraton Mataram Islam)

16. Nyai Sabinah (isteri Ki Ageng Pemanahan)
17. Ki Ageng Saba
18. Nyai Made Pandan
19. Sunan Dalem (Sunan Giri II)
20. Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton)

II. Jalur Kepada Sunan Giri (melalui Sunan Amangkurat II)

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. ???
05. ???
06. ???

07. Raden Tumenggung Kertanegara IV (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu))

08. ???

09. Raden Tumenggung Kertanegara II
#kemungkinan lainnya, ibu RT. Kertanegara II,  berasal dari istri RT. Mangkupradja yang lain

10. Gusti Raden Ayu (istri dari Raden Tumenggung Mangkupradja)

11. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)
12. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

13. Sunan Amangkurat I
14. Sultan Agung Hanyokrokusumo
15. Prabu Hanyakrawati
16. Panembahan Senapati (Pendiri Kraton Mataram Islam)

17. Nyai Sabinah (isteri Ki Ageng Pemanahan)
18. Ki Ageng Saba
19. Nyai Made Pandan
20. Sunan Dalem (Sunan Giri II)
21. Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton)

III. Jalur Kepada Sunan Giri (melalui Sunan Amangkurat I)

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. ???
05. ???
06. ???

07. Raden Tumenggung Kertanegara IV (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu))

08. ???
09. Raden Tumenggung Kertanegara II

10. Raden Tumenggung Mangkupradja/Raden Tumenggung Kertanegara I (Patih Ndalem Kartasura, beliau yang membangun Masjid Saka Tunggal Kebumen tahun 1722 ).
# versi lain mengatakan RT. Mangkupradja bukan cucu dari RT. Yudanegara II, melainkan putera dari RT. Yudanegara II

11. Gusti Putri (isteri Ngabei Kertoyudo)

12. Raden Tumenggung Yudanegara II

13. Raden Ayu Klenting Kuning II (istri dari Raden Tumenggung Mertayuda/ Raden Tumenggung Yudanegara I)

14. Sunan Amangkurat I
16. Sultan Agung Hanyokrokusumo
17. Prabu Hanyakrawati
18. Panembahan Senapati (Pendiri Kraton Mataram Islam)

19. Nyai Sabinah (isteri Ki Ageng Pemanahan)
20. Ki Ageng Saba
21. Nyai Made Pandan
22. Sunan Dalem (Sunan Giri II)
23. Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton)

IV. Jalur Kepada Sunan Tembayat

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. ???
05. ???
06. ???

07. Raden Tumenggung Kertanegara IV (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu))

08. ???
09. Raden Tumenggung Kertanegara II

10. Gusti Raden Ayu (istri dari Raden Tumenggung Mangkupradja)

11. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)

12. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

13. Kanjeng Ratu Pelabuhan (istri Sunan Amangkurat I)
14. Pangeran Kajoran (Panembahan Rama)
15. Ki Ageng Wanakusuma II
16. Ki Ageng Wanakusuma
17. Ki Ageng Giring IV
18. Ki Ageng Giring III (semasa dengan Ki Ageng Pemanahan)
19. Nyai Ageng Giring II (istri Ki Ageng Giring II)
20. Sunan Tembayat

Catatan Penambahan

1. Hubungan Kekerabatan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi)

trahjokoprabowo

2. Prabu Hayam Wuruk sampai ke Prabowo Subianto

silsilahprabowo1
WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :

1. Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara
2. Silsilah Keluarga “Sang Patriot, Prabowo Subianto”
3. Meninjau Kembali, Silsilah Kyai AHMAD DAHLAN (Muhammadiyah) ?
4. Silsilah Rhoma Irama dan Trah Bangsawan Sukapura
5. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

About these ads

23 November 2012 - Posted by | islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , , , , , , , ,

31 Komentar »

  1. Berdasarkan catatan ahli Nasab Raden Fatah, KH.Abdullah Faqih Cemoro, Adipati Mrapat terhitung sebagai salah seorang cicit Raden Fatah, bahkan lebih jauh lagi merupakan keturunan dari Syekh Muhammad Shohib Mirbath, ulama terkemuka di Hadramaut Yaman.

    Silsilahnya sebagai berikut :

    01. Adipati Mrapat / Raden Joko Kaiman / Raden Hasan Joyohadikusumo (Adipati Banyumas Pertama (1582-1583))

    02. Pangeran Haryo Joyohadikusumo
    03. Raden Kikin/Pangeran Sekar Seda Lepen/Pangeran Bagus Surawiyata
    04. Raden Fattah / Sayyid Hasan
    05. Sultan Abu Abdullah (Wan Bo atau Raja Champa)
    06. Sayyid Ali Nurul Alam
    07. Syeikh Jamaluddin Akbar
    08. Sayyid Ahmad Syah Jalal
    09. Sayyid Abdullah Azmatkhan
    10. Sayyid Abdul Malik
    11. Sayyid Alwi Ammi Al-Faqih

    12. Syeikh Muhammad Shohib Mirbath

    WaLlahu a’lamu bishshawab

    Komentar oleh kanzunQALAM | 25 November 2012 | Balas

  2. sayyit abd malik — sayyid abdullah khan —- sayyid ahmad syah jalal — sayyid jamaluddin—. sayyid nurul alam — sultan abdulloh –adalah ayah SUNAN GUNUNG JATI [ silsilah sunan gunung jati ]. bukan raden fattah..

    Komentar oleh haidar adib | 21 Desember 2012 | Balas

    • Dari hasil penelitian ahli nasab keluarga azmatkhan, diperoleh informasi bahwa selain Sunan Gunung Jati, Sultan Abdullah adalah juga ayah dari Raden fattah.

      Jadi ayah Raden Fattah yang selama ini di-infomasikan sebagai Prabu Brawijaya V, adalah suatu kekeliruan.

      Terima Kasih.

      Komentar oleh kanzunQALAM | 22 Desember 2012 | Balas

      • Ada juga yang bilang sultan babulah ternate putera sultan abdullah bin nurul alam, lalu siapa sultan khairun??
        Setau saya sih sultan abdullah bin nurul alam anaknya gunung jati dan abdul muzaffar

        Komentar oleh faudzia | 18 Januari 2013

  3. Pak Admin, saya minta rujukan tulisan diatas terutama tentang point berikut :

    07. Raden Tumenggung Kertanegara III (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu))

    08. Raden Tumenggung Kertanegara II
    09. Raden Tumenggung Kertanegara I

    10. Gusti Raden Ayu (istri dari Raden Tumenggung Mangkupradja)

    11. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)
    12. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

    Saya tidak menemukan Raden Tumenggung Kertanegara dalam tulisan lain, tapi dalam catatan keluarga ada.

    Terima kasih

    Komentar oleh Arief WM | 14 Februari 2013 | Balas

  4. Saya sudah lihat di rodovid tersebut tapi tidak ada Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger), saya hanya ingin membandingkannya dengan catatan saya di http://www.soemodidjoyo.org (Catatan – catatan) dan http://desa-gendingan.blogspot.com/2012/04/cerita-rakyat-babad-gendingan-riwayat_29.html ….mungkinkah masing – masing Kertonegoro yang berbeda?

    Komentar oleh Arief WM | 15 Februari 2013 | Balas

    • Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger), adalah berasal dari jalur perempuan (istri Raden Adipati Mangkupraja)…

      “…Sementara itu, seiring berjalannya waktu, Raden Adipati Mangkupraja yang menikah dengan putri Amangkurat Mas II mendapati bahwa anak laki-lakinya tumbuh dewasa. Setelah dewasa, anak laki-lakinya tersebut dijadikan bupati di Sedayu yang merupakan daerah kekuasaan Amangkurat Mas II (sekarang berada di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen)…

      Sumber :
      http://bocahsastrajawa.blogspot.com/2011/12/masjid-jami-soko-tunggal-kebumen.html

      Komentar oleh kanzunQALAM | 15 Februari 2013 | Balas

  5. Raden fattah atau sayyid hasan..?
    Numpang tanya kalau Sayyid Hasan Mahdalli ada yang tau nggak..? Mohon info…

    Komentar oleh Lalu Satria Siranata | 10 Maret 2013 | Balas

  6. Sayyid Hasan Mahdalli ini nyambung sampai Gowa, Sumbawa dan Lombok.. bahkan kebali juga…

    Komentar oleh Lalu Satria Siranata | 10 Maret 2013 | Balas

  7. Mertoyudo II utawi R.T Yudanegara I
    ing Banyumas ( sedo Masjid ) peputra 11
    Kadaup kalian R.A Kleting Kuning II putro K St Amangkurat Agung Ing TegalArum

    R .T Yudanegara II (peputra 10 ) ing Banyumas Ladjeng Pindah Purbalingga
    ( Sedo Pendopo )

    R.T Kenduruan I ( R.Mertowijoyo)
    Roma Gombong

    R.T Kartonegoro II R. Bg Demang R.Ngb Kertowijoyo
    Solo ( Ibu Todan )
    R.T Kerto negoro III Gantos Ngb Merdon ( Ibu Selandoko )
    Ngayah –Gombong Pindah Purbalingga Lurah Prajurit
    R.Dipoyudo I
    R.Ngb Kertoprojo I ( seda jenar )
    Ngayah

    R.T Yudanegara III ( R PANJI GANDAKUSUMA ) Ibu Todan
    Sumareng dados Patih H.B.I Yogyakarta jejuluk R.T Danuredjo I
    Kadaup kalian R A Remu putra K St Amangkurat Jowo .

    R.T Dipoyudo II R.T Danuredja II R .Ap Yudanegara IV R.Ap Cokrowedono I
    Purbalinga Purbalinga Purbalinga Pasir batan
    Pindah dening adiraja ( seda kerem ) klapatan turun pangkat Ap Banyumas Kilen
    Ladjeng dados mantu Isu Karangrandu dados Kliwon ladjeng pindah Pwt
    R .Ap Panjer sumare ing Dawuhan Kebon Dalem

    R.T Dipokusumo I R.T Dipaningrat (1946 ) R Ap Cokronegoro I R.T Cokrowedono (1841)
    Purbalingga (isu kebumen) Banjarnegara Purwokerto Cilacap
    Ibu pasir batang
    R.T Dipokusumo II R.T Cokro negoro II R.T Cokrowedono II
    Purbalingga Gendayakan- Pwt Clp 1841-1872

    R.T Dipokusuma III R.T Cokrokusumo R.T Cokrowedono III
    Purbalingga Pwt 1885-1905 1872-1874(gantos saderek)

    R.T Dipokusumo IV R.T Dipokusumo VI R.M T Cokrowardoyo
    Purbalingga Purbalinnga Clp 1882-1927 Gantos PUTRA
    R.T Dipokusuma V R.M Ap Ario Sugondo R.MT Cokrosiswoyo
    Purbalingga Purbalingga Clp 1927-1945 Mantu P.B.X
    R .Ap Mertodirejo I
    R M Brotodiningrat
    Sokaraja Ap banyumas -wetan

    R Adp Kerto direjo II ( Broto dimedjo )
    Saking Ajibarang dipun pindah ,lajeng pindah
    Malih dateng purwokerto ( Peguwon) 1832

    R Adp Mertodirejo III
    Th 1860- 1979 ing purwokerto
    Th 1879 – 1913 ing banyumas

    Adp T Gondosubroto
    Th 1913 – 1936 ing banyumas
    Th 1934- 1945 ing purwokerto

    Komentar oleh Ki Asmoro | 18 April 2013 | Balas

  8. Yaelah .. masih dibanggain aja gelar bangsawan..mbok ya ditiru tuh Jend. M . Jusuf yang melepas gelar kebangsawanan dari Kesultanan Bone…ngga mau ngutak atik lagi karena beliau sadar posisinya sebagai Tentara Nasional Indonesia yang harus Netralllllll…………

    Komentar oleh Babon | 24 April 2013 | Balas

  9. sy meluruskan sj silsilah pangeran kajoran ke atas: ki ageng gìring 3 adalah mertua panembahan senopati (yg melahirkan pangeran purbaya 1),istri panembahan senopati jg ada yg berasal dari kajoran yg melahirkan pangeran joyorogo/adipati ponorogo knp beliau ini mjd adipati ponorogo krn kakek beliau sayyid kalkum(panembahan agung in kajoran 1) adlh menantu dari batoro katong/pendiri ponorogo jd trah giring dan trah kajoran adalah jalur nasab berbeda

    Komentar oleh sayyid gunawan alfaqir bin kasdan | 10 Mei 2013 | Balas

    • Bisa beri saya rujukannya pak?

      Komentar oleh ariefwmulyana | 13 Mei 2013 | Balas

      • pangeran kajoran/panembahan rama adalah cucu buyut panembahan agung ing kajoran I (sayyid kalkum),dimana kakek buyut dari pangeran kajoran ini memiliki istri diantaranya adalah anak dari sunan bayat dan istri yg lain adalah anak batoro katong ,bupati ponorogo pertama,amati catatan sejarah dan lihat sejarah yg terus terkait antara klan kajoran ,ponorogo,bayat,mataram,terutama dalam cerita perjuangan para mujahid dari bayat dan kajoran dlm kejadian grebeg trunojoyo dimana laskar kajoran&trunojoyo yg mampu membumi hanguskan keraton mataram dijaman amangkurat I ,KELUARGA KAJORAN selalu mendapatkan support dari penguasa ponorogo ,SEBELUMNYA DLM CATATAN SEJARAH ada juga kisah tentang pemberontakan pangeran jogorogo (adipati ponorogo dimasa prabu hanyokrowati /raja mataram II) yg merupakan anak panembahan senopati dari salah istri selirnya yg berasal dari kajoran (anak ki ageng wonontoro kajoran)

        Komentar oleh SAYYID GUNAWAN ALFAQIR bin KASDAN ALKAJORANI BIN SYECH ABDURAHMAN | 24 Agustus 2013

  10. panembahan senopati memiliki byk istri; diantaranya putri keluarga giring(ki ageng giring III) yg melahirkan pangeran purbaya 1, istri nya beliau yg lain adalah anak dari ki ageng wonontoro (kajoran) yg melahirkan pangeran joyorogo /adipati ponorogo yg memberontak kpd mataram dimasa raja mataram ke dua panembahan hanyokrowati/panembahan sedo ing krapyak, cerita versi mastarakat gunung kidul (paguyuban tembi),pangeran radin ing kajoran (putra dari rdn.suroso /trah kajoran)menjadi menantu panembahan senopati,,anak cucu keturunan keluarga trah mataram dgn trah giring serta trah kajoran mereka dipersaudarakan dgn ikatan perkawinan

    Komentar oleh SAYYID GUNAWAN ALFAQIR bin KASDAN ALKAJORANI BIN SYECH ABDURAHMAN | 11 Agustus 2013 | Balas

  11. sangat lucu.kliatan dipaksakan. YANG BENAR ADALAH, RADEN ABDUL FATTAH ALIAS RADEN PATAH JIN BOEN, ITU PUTRA BRAWIJAYA.HANYA SAJA MEMANG IBUNYA SEORANG SYARIFAH,PUTRI RAJA CAAMPA. JANGAN TERLALU DIPAKSAKANLAH, NAK

    Komentar oleh aBU aSADAR | 23 Agustus 2013 | Balas

    • ya ana setuju dgn antum,rdn fattah adalah anak prabu kertabumi/brawijaya V,YG semasa bayi ditipkan kpd arya damar penguasa palembang,kita semua dijawa/nusantara adalah anak cucu para pejuang/penakluk dijamannya ,org2 majapahit( nusantara) sgt disegani oleh rakyat dinegeri lain

      Komentar oleh SAYYID GUNAWAN ALFAQIR bin KASDAN ALKAJORANI BIN SYECH ABDURAHMAN | 24 Agustus 2013 | Balas

      • Raden Fattah adalah salah satu Sultan Islam yang paling sering menjadi korban penulisan tangan-tangan jahil terutama pada sejarah dan nasabnya. Dari sekian biografi yang beredar, dikatakan bila nasab beliau berasal dari Majapahit dan berasal dari perempuan yang sedang hamil kemudian diceraikan lalu diberikan kepada anak dari yang menceraikan perempuan itu!!! sebuah kisah yang sangat aneh dan tidak beradab, padahal dalam catatan nasab yang dilakukan secara turun temurun oleh Keluarga Besar Sunan Kudus, nasab Raden Fattah bukanlah ke Majapahit dalam hal ini raja Majapahit Brawijaya 5. Kami tidak habis fikir kenapa sampai saat ini masih ada orang yang ingin memaksakan nasab Raden Fattah kepada yang bukan Nasabnya. Ayah Raden Fattah adalah Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam bin Husein Jamaluddin Jumadhil kubro I. Nasab Raden Fattah adalah nasab yang telah dihancurkan oleh sebagian manusia manusia jahil yang tidak senang Islam berkembang di Pulau Jawa dan Nusantata, mereka yang benci pada Islam telah menjadikan tokoh tokoh Islam tersebut sebagai bahan ejekan dan hinaan. Nasab Raden Fattah sekalipun sudah banyak yang menghancurkan, namun karena kebesaran Allah SWT, sampai saat ini masih terjaga pada beberapa keturunannya. Sebagian keturunan Raden Fattah yang menyebar di daerah Jawa Barat dan Sumatra Selatan juga menulis jika Raden Fattah nasabnya bersambung kepada Sayyid Abdul Malik Azmatkhan.

        Komentar oleh ramanda | 15 Oktober 2013

  12. halllah ,opo meneh iki !silsilahe pak wiranto gimana ?

    Komentar oleh djoko suryo pratomo | 14 Oktober 2013 | Balas

  13. BUKTI KESAYYIDAN SEORANG RADEN FATTAH (PENDIRI KESULTANAN AZMATKHAN PERTAMA DIPULAU JAWA)
    Oleh Iwan Mahmoed Al Fattah pada 25 Agustus 2013 pukul 4:05

    Azmatkhan sedang naik daun, keberadaannya kini sudah banyak diakui beberapa orang yang menekuni dunia nasab dan silsilah. Semakin hari, perkembangan nasab Azmatkhan semakin menggembirakan, sekalipun banyak oknum oknum yang tidak mau mengakui nasab azmatkhan ini, namun berdasarkan informasi yang saya peroleh, justru beberapa orang dari pengurus dari sebuah lembaga nasab di negara ini mengatakan jika mereka sebenarnya tidak ada masalah dengan nasab Azmatkhan. Bahkan mereka tidak pernah mengatakan sesuatu yang “tidak enak” mengenai nasab Azmatkhan ini. justru mereka merasa aneh jika ada orang mengaku ngaku sebagai “ahli nasab” namun sering “menjual” lembaga nasab mereka. Alhamdulillah jika memang demikian…

    Namun ditengah baiknya hubungan nasab Azmatkhan dengan beberapa lembaga nasab, justru didalam keluarga besar Azmatkhan sendiri sering terjadi perbedaan pendapat mengenai nasab beberapa tokoh azmatkhan. Diantara sekian banyak nasab-nasab azmatkhan yang sering dipermasalahkan salah satunya adalah nasabnya Raden Fattah. Sampai saat ini nasab tokoh yang satu ini sering dijadikan “sasaran tembak” oleh beberapa orang. Entah ada apa dengan tokoh yang satu ini, sehingga sampai sekarang nasab tokoh yang berjasa dalam menyebarkan agama islam ini sering diutak atik oleh beberapa orang, baik itu “ahli sejarah” maupun beberapa orang yang “katanya” mengerti nasab Azmatkhan.

    Aneh…sampai saat ini saya tidak habis fikir, kenapa tokoh yang berjasa dalam penyebaran agama islam sekelas Raden Fattah ini, nasab dan sejarahnya banyak dirusak oleh tangan-tangan tersembunyi yang mengatasnamakan sejarah dan nasab. Sungguh mengherankan, kenapa banyak terjadi distorsi sejarah pada tokoh tokoh islam seperti Raden Fattah ini.

    Kecurigaan terbesar saya terhadap manipulasi nasab dan Sejarah Raden Fattah yang paling tertinggi adalah berasal dari PENJAJAH KOLONIAL dan PENULIS PENULIS masa LALU yang memang membenci ISLAM. Kenapa Raden FATTAH jadi sasaran yang paling sering dihajar? itu karena sosok yang satu ini adalah pelopor dan pendobrak penyebaran islam bersama walisongo. Sosok inilah yang bersama walisongo berhasil menyebarkan islam dengan sukses. Dan kelak keturunan dari sosok ini juga menjadi pelopor perlawanan terhadap penjajah, dengan penyerangan patih unus ke malaka terhadap portugis. tentu sebagai tokoh kunci yang katanya “meruntuhkan” kebudayaan yang terdahulu (padahal memang runtuh sendiri dan sudah keropos!), ia menjadi sasaran kebencian dari orang orang yang tersingkir, tentu pula penjajah yang melihat Islam berkembang pesat melalui kesultanan demak, pasti tidak ingin jika kesultanan ini ada peninggalan dan bukti bukti tentang jayanya islam pada masa lalu.

    Pertanyaan terbesar yang sering muncul pada benak saya, benarkah tokoh sekelas Raden fattah sejarah dan nasabnya tidak ada atau tidak jelas, benarkah nasab tokoh yang diangkat oleh walisongo untuk menjadi sultan ini samar dan tidak jelas, benarkah ia lahir dari benih yang “meragukan”. Sejuta pertanyaan selalu muncul tentang sosok yang satu ini. Yang ironis lagi, bahkan ada seorang SULTAN YANG SAAT INI MENGAKU SEBAGAI “SULTAN DEMAK” mengatakan jika Raden Fattah adalah anak brawijaya. Orang aneh yang mengaku sebagai Sultan Demak ini mengatakan kepada beberapa orang yang datang dari mancanegara bahwa ayah Raden Fattah bukan Abdullah Umdatuddin, tapi Brawijaya 5. Aneh manusia satu ini. Mengaku Trah Demak tapi tidak tahu nasab Raden Fattah. Yang lebih membuat saya jengkel bahkan ada beberapa orang yang katanya “pakar” nasab, mengatakan jika Raden Fattah tidak ada sumber primer mengenai datanya. Apa-apaan orang ini, dia fikir data itu hanya milik dia saja, dia fikir ilmu pengetahuan hanya milik dia saja…Ingatllah jika ilmu itu luas dan tidak terbatas…..Jangan sombong…kita ini masih kecil dimata Allah…

    Adanya “gugatan” dari beberapa orang yang meragukan nasab Raden Fattah, bahkan tidak jarang juga diikuti oleh beberapa orang dari keturunan Raden Fattah, Sehingga mau tidak mau mereka beberapa kali saya tegur dan saya beri masukan yang benar tentang nasabnya Raden Fattah .

    Masalah Nasab bukanlah masalah main-main, untuk menisbatkan sebuah nasab itu tidak mudah, tangggung jawabnya dunia dan akhirat. Dosa besar jika kita bermain main dengan nasab. Terlaknatlah seseorang dimata Allah jika dia memalsukan nasab. Jadi bicara urusan nasab, bukanlah hal yang ringan. BIcara Ilmu Nasab, sudah tentu ada ilmu dan metodenya, disamping hal yang paling penting adalah Sanad yang sampai ke Nabi.

    Bicara tentang Nasabnya Raden Fattah, Benarkah nasabnya Meragukan???. Tidak bosan-bosannya saya menjelaskan tentang sejarah beliau ini. Saya menjelaskan dengan Fair dan tidak emosional tentang sosok yang satu ini, sedapat mungkin saya melakukan kajian ilmiah dengan dibantu beberapa ulama ahli nasab.

    Dalam penelitian Nasab yang saya lakukan tentang sosok yang satu ini, ternyata pendapat yang mengatakan jika Raden Fattah anak Brawijaya 5 adalah lemah dengan alasan usia Raden Fattah dengan Brawijaya hampir sebaya. Raden Fattah lahir tahun 1424 (bukan 1455) sedangkan Brawijaya pada tahun 1478 Masehi pada saat diserang Dyah Ranawijaya (girindrawardana/Brawijaya 6). Usianya ternyata tidak berjauhan dengan Raden Fattah, mungkinkah dengan kondisi seperti ini Raden Fattah anak dari Brawijaya 5. Belum lagi tentang keanehan cerita penyerahan ibu Raden fattah yang sedang hamil kepada Arya Dillah (mana ada didalam agama islam wanita hamil dicerai bahkan bisa diberikan kepada laki laki lain). Lebih aneh lagi Arya Dillah itu katanya anak Brawijaya 5, wah makin aneh saja pendapat ini, bagaimana status Raden fattah kelak dalam memanggil Arya Dillah, kakak atau Bapak? benar benar keblinger cerita ini.

    Adapun Tentang Kesayyidan seorang Raden Fattah, ternyata buktinya adalah terang benderang, diantaranya adalah :

    1. Makam Raden Fattah tertulis SAYYIDIN PANATAGAMA, orang yang memakai gelar SAYYIDIN PANATAGAMA hanya boleh dari kalangan AHLUL BAIT! Perhatikan Kalimat SAYYID-IN..

    2. Makam-makam di Sekitar Raden Fattah mayoritas ditinjau dari sisi nasab adalah keluarga besar Walisongo (azmatkhan). Untuk memakamkan orang yang tidak ada hubungan dengan keluarga itu tidak mudah, apalagi ini sekelas walisongo (Azmatkhan) yang juga bangsawan dari Kesultanan AZMATKHAN.

    3. Pernikahan Raden Fattah dengan DEWI MURTASIMAH BINTI SUNAN AMPEL, sudah membuktikan bahwa RADEN FATTAH adalah SAYYID. SUNAN AMPEL adalah penganut MAZHAB SYAFI’I yang dalam menerapkan KAFA’AH sangat ketat. Mana mungkin SUNAN AMPEL memberikan anaknya sembarangan kepada orang yang tidak jelas nasabnya. Dibandingkan dengan Mazhab lain Mazhab Syafi’i dalam memandang Kafa’ah sangatlah ketat

    4. Anak perempuan RADEN FATTAH yaitu RATU MAS NYAWA/SYARIFAH JAMILAH itu dinikahkan dengan Raden Mas Abdul Qodir bin Raden Muhammad Yunus AL MUKHRAWI AZMATKHAN (anak bupati jepara masa itu), dan putri satunya lagi yang bernama DEWI RATIH dinikahkan oleh SAYYID AMIR HASAN bin SUNAN KUDUS.

    5. Anak laki-laki Raden Fattah juga banyak yang dinikahkan dengan putri putri Walisongo, dari mulai Sultan Trenggono, Pangeran Sekar Seda Lepen, dll.

    6. Pengangkatan seorang Sultan Mutlak harus berdasarkan NASAB, AKHLAK dan KEMAMPUAN, mana mungkin WALISONGO Mengangkat seorang yang nasabnya ANTAH BERANTAH.

    7.Catatan Nasab Dari Al Allamah Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Alhabib Muhsin Al Haddar serta Al Habib Hadi AlHaddar, menunjukkan jika Raden Fattah nasabnya bukan ke Brawijaya namun ke Abdullah Umdatuddin (Sultan Champa).

    8. Catatan Nasab Keluarga Besar Syekh Jangkung bin Raden Nala Taruna Kusumo bin Aria Penangsang Di Jawa Barat menunjukkan jika nasab keluarga besar Raden Fattah adalah berasal Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, dan catatan ini sudah turun temurun. Keturunan dari jalur ini juga banyak menurunkan ulama/ajengan disekitar Jawa Barat.

    9. Kitab Nasab Ensiklopedia Al Husaini, oleh Al Allamah Sayyid Bahruddin Azmatkhan dan Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (TheGrand-Mufti Syekh-Mufti Kesultanan Palembang Darussalam…)

    10. Keturunan dari Raden Fattah baik dari jalur tautan perempuan atau laki ternyata banyak yang menjadi ulama besar, salah satunya Mbah Kholil Bangkalan, Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kyai As’ad Syamsul Arifin, KH Hasan Besari, Syekh-Mufti Kesultanan Palembang Darussalam….

    11. Raden Fattah adalah Anggota walisongo periode ke tiga (1466). semua anggota walisongo adalah AZMATKHAN, dari periode pertama sampai periode ke 11 (1926), semua berasal dari AZMATKHAN.

    12. Anak anak Raden Fattah seperti Sultan Trenggono dan Sunan Prawoto juga masuk menjadi anggota walisongo periode selanjutnya, itu menandakan jika keluarga besar Demak adalah bagian penting keluarga besar Walisongo.

    13. Gelar Al Akbar pada nama Raden Fattah adalah menunjukkan bahwa ia keturunan Azmatkhan, karena Al Akbar adalah pecahan Fam dari Azmatkhan, semua walisongo dibelakang namanya banyak yang memakai gelar Al Akbar, begitu juga penambahan nama SHAH yang merupakan ciri keturunan dari Bani Abdul Malik Azmatkhan yang ada Di India. Nama Gelar Raden Fattah salah satunya adalah Sultan Shah Alam Al Akbar.

    14. Riwayat “Mbah Djabbar : Leluhur dan Dzuriyyahnya” oleh Abdurrahim Izzudin dalam keterangan mengenai Raden Fattah menyebutkan salah satu putra beliau bergelar Raden Bagus Sayiyd Ali, Raden Bagus Sayyid Ali merupakan nama asli dari Raden Bagus Surawiyata/Raden Kikin/Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen adalah ayah kandung Sayyid Husein/Arya Penangsang. Kata-kata Sayyid jelas menunjukkan jika Raden Bagus Sayyid Ali bin Raden Fattah adalah Ahlul Bait.

    15. Dalam catatan silsilah keluarga Syekh Ahmad Mutamakin jalur KAJEN, nama leluhur beliau ditulis sebagai Raden Patah Sayid Ali Akbar.

    16. Pernikahan Antara anak Sulltan Trenggono/Sayyid Abdurrahman Azmatkhan/Sultan Ahmad Abdul Arifin yang bernama Putri Ayu Cempaka dengan Jaka Tingkir yang bernama Asli Sayyid Abdurrahman bin Sayyid Ali Azmatkhan (Ki Ageng Pengging) membuktikan adanya Kafa’ah pada masa itu tetap dijalankan.

    17.Salah Satu Putri Pangeran Timur Rangga Jumena yang bernama Retno Dumilah/Syarifah Jamilah menikah dengan Panembahan Senopati yang juga merupakan keluarga besar Azmatkhan dari Jalur Trah Jumadhil Kubra.

    Dalam Catatan Kitab Nasab ENSIKLOPEDIA NASAB AL HUSAINI yang disusun oleh AL ALLAMAH SAYYID BAHRUDIN AZMATKHAN DAN SAYYID SHOHIBUL FAROJI AZMATKHAN (Syekh-Mufti Kesultanan Palembang Darussalam) Nasab Raden Fattah bahkan berasal dari Jalur yang kuat, karena kedua orang tuanya adalah keturunan AZMATKHAN (pantaslah jika ia diangkat menjadi SULTAN DEMAK 1).

    Ayah dan ibu dari RADEN FATTAH adalah AZMATKHAN AL HUSAINI. Ayahnya adalah ABDULLAH UMDATUDDIN BIN ALI ALI NURUL ALAM BIN HUSEIN JAMALUDDIN JUMADHIL KUBRO AZMATKHAN dan ibunya adalah SYARIFAH ZAENAB BINTI IBRAHIM ZAENUDDIN AL AKBAR ASMOROKONDI BIN HUSEIN JAMALUDDIN JUMADHIL KUBRO AZMATKHAN.

    Penentuan Nasab beliau ini sudah sah dan diakui berbagai lembaga nasab dunia, seperti yang dikemukankan oleh beberapa ulama ahli nasab yang mempunyai jaringan lembaga nasab dunia. Nasab Raden Fattah sejajar dengan nasab walisongo yang lain. Nasab Raden Fattah bahkan banyak menurunkan tokoh tokoh dan guru bangsa dinegara ini. Adanya tokoh tokoh yang muncul dari Trah Raden Fattah dinegara ini menandakan jika nasab ini bukanlah nasab yang tidak jelas.

    Jadi kalau masih ada orang yang meragukan nasab Raden Fattah, sebaiknya jadilah peneliti nasab dan sejarah yang baik. Carilah ilmu yang bersanad yang sampai kepada Rasulullah SAW. Buat apa mempercayai data sejarah dan silsilah yang tidak bersanad yang pengarangnya dari non muslim. Pilih mana, data yang berasal dari ulama yang bersanad kepada Rasulullah SAW, atau dari pengarang non muslim yang tidak bersanad yang tidak mengenal wudhu dan sholat? silahkah direnungi…

    Wallahu A’lam bisshowab

    Komentar oleh ramanda | 15 Oktober 2013 | Balas

    • Brawijaya, itu nenek mojangnya para RADEN, alias Para ADEN BAGUS seperti Sunan jaga kali, dan piturutannya, yang nyata mengapa Mereka Para Periyayi-periyayi itu mau menerima ISLAM dengan Lapang DODO, DODO IRO, itulah Kisah yg perlu dikaji gak usah masalahkan Keturunan dan MAhab, gak PAYU or Gak LAKU, Allah gak kenal MAZHAB-Mazhab sebab nmazhab itu adanya karena ada AKAL, sama seperti ISME, PAHAM, yangAllah inginkan PAHAM opo ORA PAHAM, nah Kalau Paham Kata sunan Jaga Kali Hanya MONYET yng Gak BOLEH SHOLAT…

      Komentar oleh nila | 16 Maret 2014 | Balas

  14. Iwan Mahmoed Al Fattah menyunting dokumen.
    HIJRAHNYA KELUARGA BESAR PANGERAN SEKAR SEDA LEPEN/SAYYID ALI AZMATKHAN BIN RADEN FATTAH/SAYYID HASAN AZMATKHAN DIBUMI SUMATRA SELATAN

    Pangeran Sekar Seda Lepen…Siapa beliau?

    Dalam Sejarah Kesultanan Demak, Beliau dianggap sebagai orang yang berpontensi menggantikan Raden Fattah kelak….Sosoknya sama kontroversialnya dengan anaknya yaitu Aria Penangsang. Kedua-duanya dalam sejarah Kesultanan Demak dinyatakan tewas terbunuh.Kedua duanya dianggap sebagai orang yang pesakitan, kedua duanya dikatakan memiliki masa lalu yang kelam? Kedua-duanya dianggap sebagiai “perusak” sejarah Islam dalam kesultanan Islam pertama dipulau Jawa ini….

    Benarkah kisah mereka ini? Benarkah Pangeran Sekar Seda Lepen dianggap sebagai orang yang ambisius, dan benarkah ia terbunuh oleh Keponakannya sendiri?

    Sejarah Pangeran Sekar Seda Lepen memang penuh misteri, namun sebenarnya sejarah beliau tidaklah sekelam dan seseram yang diceritakan oleh beberapa buku sejarah kesultanan Demak…

    Pangeran Sekar Seda Lepen yang nam aslinya Sayyid Ali Azmatkhan atau nama kecilnya Raden Kikin atau nama gelar kebangsawanan saat bellaiu dewasa yaitu Raden Bagus Surawiyata, dan setelah “tewas” justru malag populer dengan nama Pangeran Sekar Seda Lepen (Bunga Muda yang gugur ditepi sungai). Sebuah penamaan yang aneh karena pada kenyataannya beliau hidup normal dan punya banyak keturunan dan wafat dalam kondisi wajar. Namun lagi lagi cerita sejarah menceritakan sisi yang ‘aneh” dari keluarga besar kesultanan demak.

    salah satu keanehan cerita itu adalah tentang Raden Bagus Surawiyata atau Sayyid Ali ini.

    (bersambung……..)

    Komentar oleh ramanda | 15 Oktober 2013 | Balas

  15. Lhaaa….kita semua kan keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa….he…he…..

    Komentar oleh Jendral Gatsu | 7 Januari 2014 | Balas

    • ya tapi tergantung mas karena keturunan adam dan hawa itu gak semuanya kembali ke Tuhannya adam dan hawa…

      Komentar oleh nila | 16 Maret 2014 | Balas

  16. Jalur kepada Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga

    1. Sunan Gunung Jati
    1.1. Dewi Sarokah # Sunan Kalijaga
    1.1.1. Raden Ayu Penengah # Ki Ageng Ngerang III
    1.1.1.1. Ki Ageng Penjawi
    1.1.1.1.1. Ratu Mas Waskita Jawi # Panembahan Senapati
    1.1.1.1.1.1. Panembahan Hanyakrawati # Ratu Mas Hadi
    1.1.1.1.1.1.1. Sultan Agung
    1.1.1.1..1.1.1.1. Sultan Amangkurat I
    1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Pakubuwono I
    1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Amangkurat IV
    1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono I
    1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono II

    Sultan Hamengkubuwono II, memiliki cicit bernama Raden Ayu Djojoatmojo binti Raden Tumenggung Djojodiningrat bin KGPA Moerdoningrat bin Sultan Hamengkubuwono II (sumber), yang merupakan nenek dari Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo.

    Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, berputra Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan ayah dari Prabowo Subianto.

    Komentar oleh kanzunQALAM | 15 Maret 2014 | Balas

  17. yg nyata WALI itu ada 4 di Tu-Ban ono opo sejarahtul hayat dari sejarah para walia Allah ini mengapa kok di timur Pulau Jawadwipa/javanessia? dan bangkotannya Maulana malik ibrahiem….itulah perlu pengkajian yang lebih mendalam dengan akal dan matahati…

    Komentar oleh nila | 16 Maret 2014 | Balas

  18. terima kasih sudah nimbrung dengan para orang-orang sholeh, dan terima kasih kepada yang punya Blogger sudah memberikan informasi walau belum SAMPOERNA (1 0) namun semua itu kalau tidak Trial and error gak mungkin akan menuju kepada kebenaran haqiqi…

    Komentar oleh nila | 16 Maret 2014 | Balas

  19. Kalau boleh saya KRIK dan saran bahwa tanda ??????? itu sebenarnya kalau menurut Islam atau Alquran adalah Ayat berikut:

    44. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (Ali ‘Imran:44)

    Yang Tetap menjadi RAHASIA nah rahasia itu Belum bisa di “Buktik”-an kalau belum Terungkap Siapa Gerangan ???????? itu bisa jadi ????? Adalah Kongkalikong dari Ummatnya, seperti Kisah ISA Al-Masih Putra Maryam dalam serial “Penyalibannnya, yang dilakukan oleh JUDES”,
    Namun semua itu pasti “Becik Ketitik Olo Ketoro”, dan Menjadikan “ILMU HAQIQI” sehingga manusia tidak lagi bermain dengan Sangkan Paran Ing Dumadinya masing-masing, melainkan Bermain dengan “SATU SANGKAN”, Yang NYOTO bahwa dengan ayat berikut:

    64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.(Ali ‘Imran:64)

    Demikianlah salah satu sisi Sunan Jaga Kali menerima ISLAM dengan Hati yang LAPANG DODO TIRO, karena Bisa dibuktikan oleh Kalam/Catatan/Surat yang bisa dipertanggungjawabakan di dunia dan Akhirat yang tida lain dan tidak bukan adalah Kalam ALLAh, Kalamullah, Firman Tuhan, Alquran… dan masih banyak lagi SALAH-Salah sunan jaga kali yang gak perlu saya JABBARKAN di Umum karena Menurut Syarif Hidaytulah (Periyayi Gunung Jati) sejarah Nenek Mojangku dan Dsejarah nenek mojangmu jangan asall diumbar sebab masih banyak Kaum yang ingin Menghacurkan Keberadaan Agamma Allah itu dari Golonganmu sendiri (bani adam) dan dari golongan Jin Fasik, maka Biarklah Rahasia Tetap menjadi Rahasia diatas Rahasia.kecuali bagi yang mau TAHU tentang Rahasia itu..
    Salam Persahabatan

    Komentar oleh nila | 16 Maret 2014 | Balas

  20. Panembahan Kajoran , sepertinya ada yang tertinggal dalam mengulas silsilah putra dan putri sang romo selain Kertanegara, Yudanegara/Mertayuda, Kertadesa ( juga putra nya )…..untuk silsilah putra terakhir yaitu Kertadesa tidak tersebutkan dalam silsilah Sang Romo Panembahan Kajoran..ojo kelalen dong Bung admin..piye iki…he..he..he( saya ini keturunan nya loch)….

    Komentar oleh sosiawan | 5 April 2014 | Balas

  21. mohon ulasan untuk silsilah prabowo subianto dari garis nenek (siti katoemi wirodiharjo, istri margono djojohadikusumo) yang konon sampai ke ki ageng wiroreno dan akhirnya ke ki ageng pemanahan. terima kasih.

    Komentar oleh Aksara Jawa | 10 April 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: