PRABOWO SUBIANTO, dari Trah GIRI KEDATON dan Silsilah SUNAN TEMBAYAT

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. Beliau dikenal sebagai seorang mantan Danjen Kopassus, yang menjadi pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).

Jiwa keprajuritannya, sepertinya di-ilhami oleh salah seorang leluhurnya Raden Tumenggung Kertanegara IV (Raden Panji Indrajit/Tumenggung Banyakwide), yang merupakan Panglima Laskar Pangeran Diponegoro di wilayah Gowong (Kedu).

Trah Adipati Mrapat Banyumas

Jika diselusuri lebih mendalam, Silsilah Prabowo Subianto akan menuju kepada Raden Joko Kahiman, atau yang lebih dikenal sebagai Adipati Mrapat (Bupati Banyumas Pertama).

Raden Joko Kaiman adalah menantu Bupati Wirasaba, yang bernama Adipati Warga Hutomo. Beliau digelari “Mrapat”, disebabkan keberhasilannya untuk mendamaikan Sultan Hadiwijaya (Pajang) dengan ahli waris Adipati Warga Hutomo, dan ia juga dinilai berhasil mencegah perpecahan di wilayah Kabupaten Wirasaba (silahkan baca : Prabowo Subianto, Adipati Mrapat dan Gegeran Kadipaten Wirasaba) .

Hubungan antara Prabowo Subianto, dengan Adipati Mrapat, bisa dilihat pada Jalur Silsilah berikut :

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo
05. Raden Kartoatmodjo menikah dengan R.A Djojoatmojo (Cicit dari Sultan Hamengkubuwono II).
06. Raden Muhammad

07. Raden Tumenggung Kertanegara IV (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu))

08. Raden Tumenggung Kertanegara III
09. Raden Tumenggung Kertanegara II

10. Raden Tumenggung Mangkupradja/Raden Tumenggung Kertanegara I (Patih Ndalem Kartasura, beliau yang membangun Masjid Saka Tunggal Kebumen tahun 1722 ).

11. Ngabei Kertoyudo
12. Ngabei Banyakwide

13. Raden Tumenggung Mertayuda (Adipati Banyumas ke-empat (1620-1650))
14. Ngabei Kalidethuk/Mertasura II (Adipati Banyumas Ke-tiga (1601-1620))
15. Ngabei Djanah/Mertasura I (Adipati Banyumas Ke-dua (1583-1600))

16. Adipati Mrapat (Adipati Banyumas Pertama (1582-1583))

{Berdasarkan catatan ahli Nasab Raden Fatah, KH.Abdullah Faqih Cemoro, Adipati Mrapat terhitung sebagai salah seorang cicit Raden Fatah.

Adipati Mrapat (Raden Joko Kaiman) bin Pangeran Haryo Joyohadikusumo bin Pangeran Sekar Seda Lepen (Raden Kikin) bin Raden Fattah (Pendiri Kerajaan Demak Bintoro)}

Dari data Silsilah di atas, salah seorang leluhur Prabowo bernama Raden Kartoatmodjo menikah dengan R.A Djojoatmojo (Cicit dari Sultan Hamengkubuwono II).

Melalui Sultan Hamengkubuwono II, jalur genealogy Prabowo Subianto menyambung kepada Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton) dan Sunan Tembayat.

I. Jalur Kepada Sunan Giri 

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo
05. Raden Ayu Djojoatmojo

06. Raden Tumenggung Djojodiningrat

07. KGPA Moerdoningrat

08. Sri Sultan Hamengkubuwono II

09. Sri Sultan Hamengkubuwono I

10. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)
11. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

12. Sunan Amangkurat I
13. Sultan Agung Hanyokrokusumo
14. Prabu Hanyakrawati
15. Panembahan Senapati (Pendiri Kraton Mataram Islam)

16. Nyai Sabinah (isteri Ki Ageng Pemanahan)
17. Ki Ageng Saba
18. Nyai Made Pandan
19. Sunan Dalem (Sunan Giri II)
20. Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton)

II. Jalur Kepada Sunan Tembayat

01. Letjen TNI Prabowo Subianto
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo

05. Raden Ayu Djojoatmojo

06. Raden Tumenggung Djojodiningrat

07. KGPA Moerdoningrat

08. Sri Sultan Hamengkubuwono II

09. Sri Sultan Hamengkubuwono I

10. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)
11. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

12. Kanjeng Ratu Pelabuhan (istri Sunan Amangkurat I)
13. Pangeran Kajoran (Panembahan Rama)
14. Ki Ageng Wanakusuma II
15. Ki Ageng Wanakusuma
16. Ki Ageng Giring IV
17. Ki Ageng Giring III (semasa dengan Ki Ageng Pemanahan)
18. Nyai Ageng Giring II (istri Ki Ageng Giring II)
19. Sunan Tembayat

Catatan Penambahan

1. Hubungan Kekerabatan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi)

trahjokoprabowo2
2. Prabu Hayam Wuruk sampai ke Prabowo Subianto

silsilahprabowo1

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Pendapat yang menyatakan ayahanda R. Djoko Kaiman (Adipati Mrapat), bernama Raden Banyak Sostro, sangat LEMAH, disebabkan :

a. Hanya berdasarkan kisah Mitos (Legenda)
b. Keduanya berbeda masa kehidupannya, jika Raden Banyak Sastro, adalah generasi ke-2 dari Prabu Niskala Wastu Kencana, sementara Raden Djoko Kaiman, satu generasi dengan Maulana Muhammad (Sultan Banten, 1585-1596), yang merupakan generasi ke-7 dari Prabu Niskala Wastu Kencana.
c. Istri Raden Djoko Kaiman adalah generasi ke-7 dari Prabu Niskala Wastu Kencana (dalam Kisah Rakyat Banyumas), sementara kalau kita berpendapat R. Djoko Kaiman adalah anak dari Raden Banyak Sostro, berarti yang bersangkutan adalah generasi ke-3 dari Prabu Niskala Wastu Kencana.
d. Jika Raden Djoko Kaiman adalah keturunan Prabu Niskala Wastu Kencana, maka ada sekitar 4 generasi yang hilang.

Referensi :

1. Maulana Husain, Pelopor dakwah Nusantara
2. Silsilah Keluarga “Sang Patriot, Prabowo Subianto”
3. Meninjau Kembali, Silsilah Kyai AHMAD DAHLAN (Muhammadiyah) ?
4. Silsilah Rhoma Irama dan Trah Bangsawan Sukapura
5. Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

44 responses to “PRABOWO SUBIANTO, dari Trah GIRI KEDATON dan Silsilah SUNAN TEMBAYAT

  1. Berdasarkan catatan ahli Nasab Raden Fatah, KH.Abdullah Faqih Cemoro, Adipati Mrapat terhitung sebagai salah seorang cicit Raden Fatah, bahkan lebih jauh lagi merupakan keturunan dari Syekh Muhammad Shohib Mirbath, ulama terkemuka di Hadramaut Yaman.

    Silsilahnya sebagai berikut :

    01. Adipati Mrapat / Raden Joko Kaiman / Raden Hasan Joyohadikusumo (Adipati Banyumas Pertama (1582-1583))

    02. Pangeran Haryo Joyohadikusumo
    03. Raden Kikin/Pangeran Sekar Seda Lepen/Pangeran Bagus Surawiyata
    04. Raden Fattah / Sayyid Hasan
    05. Sultan Abu Abdullah (Wan Bo atau Raja Champa)
    06. Sayyid Ali Nurul Alam
    07. Syeikh Jamaluddin Akbar
    08. Sayyid Ahmad Syah Jalal
    09. Sayyid Abdullah Azmatkhan
    10. Sayyid Abdul Malik
    11. Sayyid Alwi Ammi Al-Faqih

    12. Syeikh Muhammad Shohib Mirbath

    WaLlahu a’lamu bishshawab

  2. sayyit abd malik — sayyid abdullah khan —- sayyid ahmad syah jalal — sayyid jamaluddin—. sayyid nurul alam — sultan abdulloh –adalah ayah SUNAN GUNUNG JATI [ silsilah sunan gunung jati ]. bukan raden fattah..

    • Dari hasil penelitian ahli nasab keluarga azmatkhan, diperoleh informasi bahwa selain Sunan Gunung Jati, Sultan Abdullah adalah juga ayah dari Raden fattah.

      Jadi ayah Raden Fattah yang selama ini di-infomasikan sebagai Prabu Brawijaya V, adalah suatu kekeliruan.

      Terima Kasih.

      • Ada juga yang bilang sultan babulah ternate putera sultan abdullah bin nurul alam, lalu siapa sultan khairun??
        Setau saya sih sultan abdullah bin nurul alam anaknya gunung jati dan abdul muzaffar

  3. Pak Admin, saya minta rujukan tulisan diatas terutama tentang point berikut :

    07. Raden Tumenggung Kertanegara III (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu))

    08. Raden Tumenggung Kertanegara II
    09. Raden Tumenggung Kertanegara I

    10. Gusti Raden Ayu (istri dari Raden Tumenggung Mangkupradja)

    11. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV)
    12. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger)

    Saya tidak menemukan Raden Tumenggung Kertanegara dalam tulisan lain, tapi dalam catatan keluarga ada.

    Terima kasih

  4. Saya sudah lihat di rodovid tersebut tapi tidak ada Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger), saya hanya ingin membandingkannya dengan catatan saya di http://www.soemodidjoyo.org (Catatan – catatan) dan http://desa-gendingan.blogspot.com/2012/04/cerita-rakyat-babad-gendingan-riwayat_29.html ….mungkinkah masing – masing Kertonegoro yang berbeda?

  5. Raden fattah atau sayyid hasan..?
    Numpang tanya kalau Sayyid Hasan Mahdalli ada yang tau nggak..? Mohon info…

  6. Sayyid Hasan Mahdalli ini nyambung sampai Gowa, Sumbawa dan Lombok.. bahkan kebali juga…

  7. Mertoyudo II utawi R.T Yudanegara I
    ing Banyumas ( sedo Masjid ) peputra 11
    Kadaup kalian R.A Kleting Kuning II putro K St Amangkurat Agung Ing TegalArum

    R .T Yudanegara II (peputra 10 ) ing Banyumas Ladjeng Pindah Purbalingga
    ( Sedo Pendopo )

    R.T Kenduruan I ( R.Mertowijoyo)
    Roma Gombong

    R.T Kartonegoro II R. Bg Demang R.Ngb Kertowijoyo
    Solo ( Ibu Todan )
    R.T Kerto negoro III Gantos Ngb Merdon ( Ibu Selandoko )
    Ngayah –Gombong Pindah Purbalingga Lurah Prajurit
    R.Dipoyudo I
    R.Ngb Kertoprojo I ( seda jenar )
    Ngayah

    R.T Yudanegara III ( R PANJI GANDAKUSUMA ) Ibu Todan
    Sumareng dados Patih H.B.I Yogyakarta jejuluk R.T Danuredjo I
    Kadaup kalian R A Remu putra K St Amangkurat Jowo .

    R.T Dipoyudo II R.T Danuredja II R .Ap Yudanegara IV R.Ap Cokrowedono I
    Purbalinga Purbalinga Purbalinga Pasir batan
    Pindah dening adiraja ( seda kerem ) klapatan turun pangkat Ap Banyumas Kilen
    Ladjeng dados mantu Isu Karangrandu dados Kliwon ladjeng pindah Pwt
    R .Ap Panjer sumare ing Dawuhan Kebon Dalem

    R.T Dipokusumo I R.T Dipaningrat (1946 ) R Ap Cokronegoro I R.T Cokrowedono (1841)
    Purbalingga (isu kebumen) Banjarnegara Purwokerto Cilacap
    Ibu pasir batang
    R.T Dipokusumo II R.T Cokro negoro II R.T Cokrowedono II
    Purbalingga Gendayakan- Pwt Clp 1841-1872

    R.T Dipokusuma III R.T Cokrokusumo R.T Cokrowedono III
    Purbalingga Pwt 1885-1905 1872-1874(gantos saderek)

    R.T Dipokusumo IV R.T Dipokusumo VI R.M T Cokrowardoyo
    Purbalingga Purbalinnga Clp 1882-1927 Gantos PUTRA
    R.T Dipokusuma V R.M Ap Ario Sugondo R.MT Cokrosiswoyo
    Purbalingga Purbalingga Clp 1927-1945 Mantu P.B.X
    R .Ap Mertodirejo I
    R M Brotodiningrat
    Sokaraja Ap banyumas -wetan

    R Adp Kerto direjo II ( Broto dimedjo )
    Saking Ajibarang dipun pindah ,lajeng pindah
    Malih dateng purwokerto ( Peguwon) 1832

    R Adp Mertodirejo III
    Th 1860- 1979 ing purwokerto
    Th 1879 – 1913 ing banyumas

    Adp T Gondosubroto
    Th 1913 – 1936 ing banyumas
    Th 1934- 1945 ing purwokerto

  8. Yaelah .. masih dibanggain aja gelar bangsawan..mbok ya ditiru tuh Jend. M . Jusuf yang melepas gelar kebangsawanan dari Kesultanan Bone…ngga mau ngutak atik lagi karena beliau sadar posisinya sebagai Tentara Nasional Indonesia yang harus Netralllllll…………

  9. sy meluruskan sj silsilah pangeran kajoran ke atas: ki ageng gìring 3 adalah mertua panembahan senopati (yg melahirkan pangeran purbaya 1),istri panembahan senopati jg ada yg berasal dari kajoran yg melahirkan pangeran joyorogo/adipati ponorogo knp beliau ini mjd adipati ponorogo krn kakek beliau sayyid kalkum(panembahan agung in kajoran 1) adlh menantu dari batoro katong/pendiri ponorogo jd trah giring dan trah kajoran adalah jalur nasab berbeda

    • Bisa beri saya rujukannya pak?

      • SAYYID GUNAWAN ALFAQIR bin KASDAN ALKAJORANI BIN SYECH ABDURAHMAN

        pangeran kajoran/panembahan rama adalah cucu buyut panembahan agung ing kajoran I (sayyid kalkum),dimana kakek buyut dari pangeran kajoran ini memiliki istri diantaranya adalah anak dari sunan bayat dan istri yg lain adalah anak batoro katong ,bupati ponorogo pertama,amati catatan sejarah dan lihat sejarah yg terus terkait antara klan kajoran ,ponorogo,bayat,mataram,terutama dalam cerita perjuangan para mujahid dari bayat dan kajoran dlm kejadian grebeg trunojoyo dimana laskar kajoran&trunojoyo yg mampu membumi hanguskan keraton mataram dijaman amangkurat I ,KELUARGA KAJORAN selalu mendapatkan support dari penguasa ponorogo ,SEBELUMNYA DLM CATATAN SEJARAH ada juga kisah tentang pemberontakan pangeran jogorogo (adipati ponorogo dimasa prabu hanyokrowati /raja mataram II) yg merupakan anak panembahan senopati dari salah istri selirnya yg berasal dari kajoran (anak ki ageng wonontoro kajoran)

  10. SAYYID GUNAWAN ALFAQIR bin KASDAN ALKAJORANI BIN SYECH ABDURAHMAN

    panembahan senopati memiliki byk istri; diantaranya putri keluarga giring(ki ageng giring III) yg melahirkan pangeran purbaya 1, istri nya beliau yg lain adalah anak dari ki ageng wonontoro (kajoran) yg melahirkan pangeran joyorogo /adipati ponorogo yg memberontak kpd mataram dimasa raja mataram ke dua panembahan hanyokrowati/panembahan sedo ing krapyak, cerita versi mastarakat gunung kidul (paguyuban tembi),pangeran radin ing kajoran (putra dari rdn.suroso /trah kajoran)menjadi menantu panembahan senopati,,anak cucu keturunan keluarga trah mataram dgn trah giring serta trah kajoran mereka dipersaudarakan dgn ikatan perkawinan

  11. sangat lucu.kliatan dipaksakan. YANG BENAR ADALAH, RADEN ABDUL FATTAH ALIAS RADEN PATAH JIN BOEN, ITU PUTRA BRAWIJAYA.HANYA SAJA MEMANG IBUNYA SEORANG SYARIFAH,PUTRI RAJA CAAMPA. JANGAN TERLALU DIPAKSAKANLAH, NAK

    • SAYYID GUNAWAN ALFAQIR bin KASDAN ALKAJORANI BIN SYECH ABDURAHMAN

      ya ana setuju dgn antum,rdn fattah adalah anak prabu kertabumi/brawijaya V,YG semasa bayi ditipkan kpd arya damar penguasa palembang,kita semua dijawa/nusantara adalah anak cucu para pejuang/penakluk dijamannya ,org2 majapahit( nusantara) sgt disegani oleh rakyat dinegeri lain

      • Raden Fattah adalah salah satu Sultan Islam yang paling sering menjadi korban penulisan tangan-tangan jahil terutama pada sejarah dan nasabnya. Dari sekian biografi yang beredar, dikatakan bila nasab beliau berasal dari Majapahit dan berasal dari perempuan yang sedang hamil kemudian diceraikan lalu diberikan kepada anak dari yang menceraikan perempuan itu!!! sebuah kisah yang sangat aneh dan tidak beradab, padahal dalam catatan nasab yang dilakukan secara turun temurun oleh Keluarga Besar Sunan Kudus, nasab Raden Fattah bukanlah ke Majapahit dalam hal ini raja Majapahit Brawijaya 5. Kami tidak habis fikir kenapa sampai saat ini masih ada orang yang ingin memaksakan nasab Raden Fattah kepada yang bukan Nasabnya. Ayah Raden Fattah adalah Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam bin Husein Jamaluddin Jumadhil kubro I. Nasab Raden Fattah adalah nasab yang telah dihancurkan oleh sebagian manusia manusia jahil yang tidak senang Islam berkembang di Pulau Jawa dan Nusantata, mereka yang benci pada Islam telah menjadikan tokoh tokoh Islam tersebut sebagai bahan ejekan dan hinaan. Nasab Raden Fattah sekalipun sudah banyak yang menghancurkan, namun karena kebesaran Allah SWT, sampai saat ini masih terjaga pada beberapa keturunannya. Sebagian keturunan Raden Fattah yang menyebar di daerah Jawa Barat dan Sumatra Selatan juga menulis jika Raden Fattah nasabnya bersambung kepada Sayyid Abdul Malik Azmatkhan.

  12. djoko suryo pratomo

    halllah ,opo meneh iki !silsilahe pak wiranto gimana ?

  13. BUKTI KESAYYIDAN SEORANG RADEN FATTAH (PENDIRI KESULTANAN AZMATKHAN PERTAMA DIPULAU JAWA)
    Oleh Iwan Mahmoed Al Fattah pada 25 Agustus 2013 pukul 4:05

    Azmatkhan sedang naik daun, keberadaannya kini sudah banyak diakui beberapa orang yang menekuni dunia nasab dan silsilah. Semakin hari, perkembangan nasab Azmatkhan semakin menggembirakan, sekalipun banyak oknum oknum yang tidak mau mengakui nasab azmatkhan ini, namun berdasarkan informasi yang saya peroleh, justru beberapa orang dari pengurus dari sebuah lembaga nasab di negara ini mengatakan jika mereka sebenarnya tidak ada masalah dengan nasab Azmatkhan. Bahkan mereka tidak pernah mengatakan sesuatu yang “tidak enak” mengenai nasab Azmatkhan ini. justru mereka merasa aneh jika ada orang mengaku ngaku sebagai “ahli nasab” namun sering “menjual” lembaga nasab mereka. Alhamdulillah jika memang demikian…

    Namun ditengah baiknya hubungan nasab Azmatkhan dengan beberapa lembaga nasab, justru didalam keluarga besar Azmatkhan sendiri sering terjadi perbedaan pendapat mengenai nasab beberapa tokoh azmatkhan. Diantara sekian banyak nasab-nasab azmatkhan yang sering dipermasalahkan salah satunya adalah nasabnya Raden Fattah. Sampai saat ini nasab tokoh yang satu ini sering dijadikan “sasaran tembak” oleh beberapa orang. Entah ada apa dengan tokoh yang satu ini, sehingga sampai sekarang nasab tokoh yang berjasa dalam menyebarkan agama islam ini sering diutak atik oleh beberapa orang, baik itu “ahli sejarah” maupun beberapa orang yang “katanya” mengerti nasab Azmatkhan.

    Aneh…sampai saat ini saya tidak habis fikir, kenapa tokoh yang berjasa dalam penyebaran agama islam sekelas Raden Fattah ini, nasab dan sejarahnya banyak dirusak oleh tangan-tangan tersembunyi yang mengatasnamakan sejarah dan nasab. Sungguh mengherankan, kenapa banyak terjadi distorsi sejarah pada tokoh tokoh islam seperti Raden Fattah ini.

    Kecurigaan terbesar saya terhadap manipulasi nasab dan Sejarah Raden Fattah yang paling tertinggi adalah berasal dari PENJAJAH KOLONIAL dan PENULIS PENULIS masa LALU yang memang membenci ISLAM. Kenapa Raden FATTAH jadi sasaran yang paling sering dihajar? itu karena sosok yang satu ini adalah pelopor dan pendobrak penyebaran islam bersama walisongo. Sosok inilah yang bersama walisongo berhasil menyebarkan islam dengan sukses. Dan kelak keturunan dari sosok ini juga menjadi pelopor perlawanan terhadap penjajah, dengan penyerangan patih unus ke malaka terhadap portugis. tentu sebagai tokoh kunci yang katanya “meruntuhkan” kebudayaan yang terdahulu (padahal memang runtuh sendiri dan sudah keropos!), ia menjadi sasaran kebencian dari orang orang yang tersingkir, tentu pula penjajah yang melihat Islam berkembang pesat melalui kesultanan demak, pasti tidak ingin jika kesultanan ini ada peninggalan dan bukti bukti tentang jayanya islam pada masa lalu.

    Pertanyaan terbesar yang sering muncul pada benak saya, benarkah tokoh sekelas Raden fattah sejarah dan nasabnya tidak ada atau tidak jelas, benarkah nasab tokoh yang diangkat oleh walisongo untuk menjadi sultan ini samar dan tidak jelas, benarkah ia lahir dari benih yang “meragukan”. Sejuta pertanyaan selalu muncul tentang sosok yang satu ini. Yang ironis lagi, bahkan ada seorang SULTAN YANG SAAT INI MENGAKU SEBAGAI “SULTAN DEMAK” mengatakan jika Raden Fattah adalah anak brawijaya. Orang aneh yang mengaku sebagai Sultan Demak ini mengatakan kepada beberapa orang yang datang dari mancanegara bahwa ayah Raden Fattah bukan Abdullah Umdatuddin, tapi Brawijaya 5. Aneh manusia satu ini. Mengaku Trah Demak tapi tidak tahu nasab Raden Fattah. Yang lebih membuat saya jengkel bahkan ada beberapa orang yang katanya “pakar” nasab, mengatakan jika Raden Fattah tidak ada sumber primer mengenai datanya. Apa-apaan orang ini, dia fikir data itu hanya milik dia saja, dia fikir ilmu pengetahuan hanya milik dia saja…Ingatllah jika ilmu itu luas dan tidak terbatas…..Jangan sombong…kita ini masih kecil dimata Allah…

    Adanya “gugatan” dari beberapa orang yang meragukan nasab Raden Fattah, bahkan tidak jarang juga diikuti oleh beberapa orang dari keturunan Raden Fattah, Sehingga mau tidak mau mereka beberapa kali saya tegur dan saya beri masukan yang benar tentang nasabnya Raden Fattah .

    Masalah Nasab bukanlah masalah main-main, untuk menisbatkan sebuah nasab itu tidak mudah, tangggung jawabnya dunia dan akhirat. Dosa besar jika kita bermain main dengan nasab. Terlaknatlah seseorang dimata Allah jika dia memalsukan nasab. Jadi bicara urusan nasab, bukanlah hal yang ringan. BIcara Ilmu Nasab, sudah tentu ada ilmu dan metodenya, disamping hal yang paling penting adalah Sanad yang sampai ke Nabi.

    Bicara tentang Nasabnya Raden Fattah, Benarkah nasabnya Meragukan???. Tidak bosan-bosannya saya menjelaskan tentang sejarah beliau ini. Saya menjelaskan dengan Fair dan tidak emosional tentang sosok yang satu ini, sedapat mungkin saya melakukan kajian ilmiah dengan dibantu beberapa ulama ahli nasab.

    Dalam penelitian Nasab yang saya lakukan tentang sosok yang satu ini, ternyata pendapat yang mengatakan jika Raden Fattah anak Brawijaya 5 adalah lemah dengan alasan usia Raden Fattah dengan Brawijaya hampir sebaya. Raden Fattah lahir tahun 1424 (bukan 1455) sedangkan Brawijaya pada tahun 1478 Masehi pada saat diserang Dyah Ranawijaya (girindrawardana/Brawijaya 6). Usianya ternyata tidak berjauhan dengan Raden Fattah, mungkinkah dengan kondisi seperti ini Raden Fattah anak dari Brawijaya 5. Belum lagi tentang keanehan cerita penyerahan ibu Raden fattah yang sedang hamil kepada Arya Dillah (mana ada didalam agama islam wanita hamil dicerai bahkan bisa diberikan kepada laki laki lain). Lebih aneh lagi Arya Dillah itu katanya anak Brawijaya 5, wah makin aneh saja pendapat ini, bagaimana status Raden fattah kelak dalam memanggil Arya Dillah, kakak atau Bapak? benar benar keblinger cerita ini.

    Adapun Tentang Kesayyidan seorang Raden Fattah, ternyata buktinya adalah terang benderang, diantaranya adalah :

    1. Makam Raden Fattah tertulis SAYYIDIN PANATAGAMA, orang yang memakai gelar SAYYIDIN PANATAGAMA hanya boleh dari kalangan AHLUL BAIT! Perhatikan Kalimat SAYYID-IN..

    2. Makam-makam di Sekitar Raden Fattah mayoritas ditinjau dari sisi nasab adalah keluarga besar Walisongo (azmatkhan). Untuk memakamkan orang yang tidak ada hubungan dengan keluarga itu tidak mudah, apalagi ini sekelas walisongo (Azmatkhan) yang juga bangsawan dari Kesultanan AZMATKHAN.

    3. Pernikahan Raden Fattah dengan DEWI MURTASIMAH BINTI SUNAN AMPEL, sudah membuktikan bahwa RADEN FATTAH adalah SAYYID. SUNAN AMPEL adalah penganut MAZHAB SYAFI’I yang dalam menerapkan KAFA’AH sangat ketat. Mana mungkin SUNAN AMPEL memberikan anaknya sembarangan kepada orang yang tidak jelas nasabnya. Dibandingkan dengan Mazhab lain Mazhab Syafi’i dalam memandang Kafa’ah sangatlah ketat

    4. Anak perempuan RADEN FATTAH yaitu RATU MAS NYAWA/SYARIFAH JAMILAH itu dinikahkan dengan Raden Mas Abdul Qodir bin Raden Muhammad Yunus AL MUKHRAWI AZMATKHAN (anak bupati jepara masa itu), dan putri satunya lagi yang bernama DEWI RATIH dinikahkan oleh SAYYID AMIR HASAN bin SUNAN KUDUS.

    5. Anak laki-laki Raden Fattah juga banyak yang dinikahkan dengan putri putri Walisongo, dari mulai Sultan Trenggono, Pangeran Sekar Seda Lepen, dll.

    6. Pengangkatan seorang Sultan Mutlak harus berdasarkan NASAB, AKHLAK dan KEMAMPUAN, mana mungkin WALISONGO Mengangkat seorang yang nasabnya ANTAH BERANTAH.

    7.Catatan Nasab Dari Al Allamah Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Alhabib Muhsin Al Haddar serta Al Habib Hadi AlHaddar, menunjukkan jika Raden Fattah nasabnya bukan ke Brawijaya namun ke Abdullah Umdatuddin (Sultan Champa).

    8. Catatan Nasab Keluarga Besar Syekh Jangkung bin Raden Nala Taruna Kusumo bin Aria Penangsang Di Jawa Barat menunjukkan jika nasab keluarga besar Raden Fattah adalah berasal Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, dan catatan ini sudah turun temurun. Keturunan dari jalur ini juga banyak menurunkan ulama/ajengan disekitar Jawa Barat.

    9. Kitab Nasab Ensiklopedia Al Husaini, oleh Al Allamah Sayyid Bahruddin Azmatkhan dan Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (TheGrand-Mufti Syekh-Mufti Kesultanan Palembang Darussalam…)

    10. Keturunan dari Raden Fattah baik dari jalur tautan perempuan atau laki ternyata banyak yang menjadi ulama besar, salah satunya Mbah Kholil Bangkalan, Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kyai As’ad Syamsul Arifin, KH Hasan Besari, Syekh-Mufti Kesultanan Palembang Darussalam….

    11. Raden Fattah adalah Anggota walisongo periode ke tiga (1466). semua anggota walisongo adalah AZMATKHAN, dari periode pertama sampai periode ke 11 (1926), semua berasal dari AZMATKHAN.

    12. Anak anak Raden Fattah seperti Sultan Trenggono dan Sunan Prawoto juga masuk menjadi anggota walisongo periode selanjutnya, itu menandakan jika keluarga besar Demak adalah bagian penting keluarga besar Walisongo.

    13. Gelar Al Akbar pada nama Raden Fattah adalah menunjukkan bahwa ia keturunan Azmatkhan, karena Al Akbar adalah pecahan Fam dari Azmatkhan, semua walisongo dibelakang namanya banyak yang memakai gelar Al Akbar, begitu juga penambahan nama SHAH yang merupakan ciri keturunan dari Bani Abdul Malik Azmatkhan yang ada Di India. Nama Gelar Raden Fattah salah satunya adalah Sultan Shah Alam Al Akbar.

    14. Riwayat “Mbah Djabbar : Leluhur dan Dzuriyyahnya” oleh Abdurrahim Izzudin dalam keterangan mengenai Raden Fattah menyebutkan salah satu putra beliau bergelar Raden Bagus Sayiyd Ali, Raden Bagus Sayyid Ali merupakan nama asli dari Raden Bagus Surawiyata/Raden Kikin/Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen adalah ayah kandung Sayyid Husein/Arya Penangsang. Kata-kata Sayyid jelas menunjukkan jika Raden Bagus Sayyid Ali bin Raden Fattah adalah Ahlul Bait.

    15. Dalam catatan silsilah keluarga Syekh Ahmad Mutamakin jalur KAJEN, nama leluhur beliau ditulis sebagai Raden Patah Sayid Ali Akbar.

    16. Pernikahan Antara anak Sulltan Trenggono/Sayyid Abdurrahman Azmatkhan/Sultan Ahmad Abdul Arifin yang bernama Putri Ayu Cempaka dengan Jaka Tingkir yang bernama Asli Sayyid Abdurrahman bin Sayyid Ali Azmatkhan (Ki Ageng Pengging) membuktikan adanya Kafa’ah pada masa itu tetap dijalankan.

    17.Salah Satu Putri Pangeran Timur Rangga Jumena yang bernama Retno Dumilah/Syarifah Jamilah menikah dengan Panembahan Senopati yang juga merupakan keluarga besar Azmatkhan dari Jalur Trah Jumadhil Kubra.

    Dalam Catatan Kitab Nasab ENSIKLOPEDIA NASAB AL HUSAINI yang disusun oleh AL ALLAMAH SAYYID BAHRUDIN AZMATKHAN DAN SAYYID SHOHIBUL FAROJI AZMATKHAN (Syekh-Mufti Kesultanan Palembang Darussalam) Nasab Raden Fattah bahkan berasal dari Jalur yang kuat, karena kedua orang tuanya adalah keturunan AZMATKHAN (pantaslah jika ia diangkat menjadi SULTAN DEMAK 1).

    Ayah dan ibu dari RADEN FATTAH adalah AZMATKHAN AL HUSAINI. Ayahnya adalah ABDULLAH UMDATUDDIN BIN ALI ALI NURUL ALAM BIN HUSEIN JAMALUDDIN JUMADHIL KUBRO AZMATKHAN dan ibunya adalah SYARIFAH ZAENAB BINTI IBRAHIM ZAENUDDIN AL AKBAR ASMOROKONDI BIN HUSEIN JAMALUDDIN JUMADHIL KUBRO AZMATKHAN.

    Penentuan Nasab beliau ini sudah sah dan diakui berbagai lembaga nasab dunia, seperti yang dikemukankan oleh beberapa ulama ahli nasab yang mempunyai jaringan lembaga nasab dunia. Nasab Raden Fattah sejajar dengan nasab walisongo yang lain. Nasab Raden Fattah bahkan banyak menurunkan tokoh tokoh dan guru bangsa dinegara ini. Adanya tokoh tokoh yang muncul dari Trah Raden Fattah dinegara ini menandakan jika nasab ini bukanlah nasab yang tidak jelas.

    Jadi kalau masih ada orang yang meragukan nasab Raden Fattah, sebaiknya jadilah peneliti nasab dan sejarah yang baik. Carilah ilmu yang bersanad yang sampai kepada Rasulullah SAW. Buat apa mempercayai data sejarah dan silsilah yang tidak bersanad yang pengarangnya dari non muslim. Pilih mana, data yang berasal dari ulama yang bersanad kepada Rasulullah SAW, atau dari pengarang non muslim yang tidak bersanad yang tidak mengenal wudhu dan sholat? silahkah direnungi…

    Wallahu A’lam bisshowab

    • Brawijaya, itu nenek mojangnya para RADEN, alias Para ADEN BAGUS seperti Sunan jaga kali, dan piturutannya, yang nyata mengapa Mereka Para Periyayi-periyayi itu mau menerima ISLAM dengan Lapang DODO, DODO IRO, itulah Kisah yg perlu dikaji gak usah masalahkan Keturunan dan MAhab, gak PAYU or Gak LAKU, Allah gak kenal MAZHAB-Mazhab sebab nmazhab itu adanya karena ada AKAL, sama seperti ISME, PAHAM, yangAllah inginkan PAHAM opo ORA PAHAM, nah Kalau Paham Kata sunan Jaga Kali Hanya MONYET yng Gak BOLEH SHOLAT…

  14. Iwan Mahmoed Al Fattah menyunting dokumen.
    HIJRAHNYA KELUARGA BESAR PANGERAN SEKAR SEDA LEPEN/SAYYID ALI AZMATKHAN BIN RADEN FATTAH/SAYYID HASAN AZMATKHAN DIBUMI SUMATRA SELATAN

    Pangeran Sekar Seda Lepen…Siapa beliau?

    Dalam Sejarah Kesultanan Demak, Beliau dianggap sebagai orang yang berpontensi menggantikan Raden Fattah kelak….Sosoknya sama kontroversialnya dengan anaknya yaitu Aria Penangsang. Kedua-duanya dalam sejarah Kesultanan Demak dinyatakan tewas terbunuh.Kedua duanya dianggap sebagai orang yang pesakitan, kedua duanya dikatakan memiliki masa lalu yang kelam? Kedua-duanya dianggap sebagiai “perusak” sejarah Islam dalam kesultanan Islam pertama dipulau Jawa ini….

    Benarkah kisah mereka ini? Benarkah Pangeran Sekar Seda Lepen dianggap sebagai orang yang ambisius, dan benarkah ia terbunuh oleh Keponakannya sendiri?

    Sejarah Pangeran Sekar Seda Lepen memang penuh misteri, namun sebenarnya sejarah beliau tidaklah sekelam dan seseram yang diceritakan oleh beberapa buku sejarah kesultanan Demak…

    Pangeran Sekar Seda Lepen yang nam aslinya Sayyid Ali Azmatkhan atau nama kecilnya Raden Kikin atau nama gelar kebangsawanan saat bellaiu dewasa yaitu Raden Bagus Surawiyata, dan setelah “tewas” justru malag populer dengan nama Pangeran Sekar Seda Lepen (Bunga Muda yang gugur ditepi sungai). Sebuah penamaan yang aneh karena pada kenyataannya beliau hidup normal dan punya banyak keturunan dan wafat dalam kondisi wajar. Namun lagi lagi cerita sejarah menceritakan sisi yang ‘aneh” dari keluarga besar kesultanan demak.

    salah satu keanehan cerita itu adalah tentang Raden Bagus Surawiyata atau Sayyid Ali ini.

    (bersambung……..)

  15. Lhaaa….kita semua kan keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa….he…he…..

  16. Jalur kepada Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga

    1. Sunan Gunung Jati
    1.1. Dewi Sarokah # Sunan Kalijaga
    1.1.1. Raden Ayu Penengah # Ki Ageng Ngerang III
    1.1.1.1. Ki Ageng Penjawi
    1.1.1.1.1. Ratu Mas Waskita Jawi # Panembahan Senapati
    1.1.1.1.1.1. Panembahan Hanyakrawati # Ratu Mas Hadi
    1.1.1.1.1.1.1. Sultan Agung
    1.1.1.1..1.1.1.1. Sultan Amangkurat I
    1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Pakubuwono I
    1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Amangkurat IV
    1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono I
    1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1.1. Sultan Hamengkubuwono II

    Sultan Hamengkubuwono II, memiliki cicit bernama Raden Ayu Djojoatmojo binti Raden Tumenggung Djojodiningrat bin KGPA Moerdoningrat bin Sultan Hamengkubuwono II (sumber), yang merupakan nenek dari Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo.

    Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, berputra Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan ayah dari Prabowo Subianto.

  17. yg nyata WALI itu ada 4 di Tu-Ban ono opo sejarahtul hayat dari sejarah para walia Allah ini mengapa kok di timur Pulau Jawadwipa/javanessia? dan bangkotannya Maulana malik ibrahiem….itulah perlu pengkajian yang lebih mendalam dengan akal dan matahati…

  18. terima kasih sudah nimbrung dengan para orang-orang sholeh, dan terima kasih kepada yang punya Blogger sudah memberikan informasi walau belum SAMPOERNA (1 0) namun semua itu kalau tidak Trial and error gak mungkin akan menuju kepada kebenaran haqiqi…

  19. Kalau boleh saya KRIK dan saran bahwa tanda ??????? itu sebenarnya kalau menurut Islam atau Alquran adalah Ayat berikut:

    44. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (Ali ‘Imran:44)

    Yang Tetap menjadi RAHASIA nah rahasia itu Belum bisa di “Buktik”-an kalau belum Terungkap Siapa Gerangan ???????? itu bisa jadi ????? Adalah Kongkalikong dari Ummatnya, seperti Kisah ISA Al-Masih Putra Maryam dalam serial “Penyalibannnya, yang dilakukan oleh JUDES”,
    Namun semua itu pasti “Becik Ketitik Olo Ketoro”, dan Menjadikan “ILMU HAQIQI” sehingga manusia tidak lagi bermain dengan Sangkan Paran Ing Dumadinya masing-masing, melainkan Bermain dengan “SATU SANGKAN”, Yang NYOTO bahwa dengan ayat berikut:

    64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.(Ali ‘Imran:64)

    Demikianlah salah satu sisi Sunan Jaga Kali menerima ISLAM dengan Hati yang LAPANG DODO TIRO, karena Bisa dibuktikan oleh Kalam/Catatan/Surat yang bisa dipertanggungjawabakan di dunia dan Akhirat yang tida lain dan tidak bukan adalah Kalam ALLAh, Kalamullah, Firman Tuhan, Alquran… dan masih banyak lagi SALAH-Salah sunan jaga kali yang gak perlu saya JABBARKAN di Umum karena Menurut Syarif Hidaytulah (Periyayi Gunung Jati) sejarah Nenek Mojangku dan Dsejarah nenek mojangmu jangan asall diumbar sebab masih banyak Kaum yang ingin Menghacurkan Keberadaan Agamma Allah itu dari Golonganmu sendiri (bani adam) dan dari golongan Jin Fasik, maka Biarklah Rahasia Tetap menjadi Rahasia diatas Rahasia.kecuali bagi yang mau TAHU tentang Rahasia itu..
    Salam Persahabatan

  20. Panembahan Kajoran , sepertinya ada yang tertinggal dalam mengulas silsilah putra dan putri sang romo selain Kertanegara, Yudanegara/Mertayuda, Kertadesa ( juga putra nya )…..untuk silsilah putra terakhir yaitu Kertadesa tidak tersebutkan dalam silsilah Sang Romo Panembahan Kajoran..ojo kelalen dong Bung admin..piye iki…he..he..he( saya ini keturunan nya loch)….

  21. mohon ulasan untuk silsilah prabowo subianto dari garis nenek (siti katoemi wirodiharjo, istri margono djojohadikusumo) yang konon sampai ke ki ageng wiroreno dan akhirnya ke ki ageng pemanahan. terima kasih.

  22. Komentar no.8 oleh Babon itu bagus. Bukan jamannya lagi membanggakan turunan kerajaan yang tidak jelas hubungannya. Yang diperlukan sekarang itu kapabilitas, kapasitas, keberanian, kejujuran, keadilan, prestasi dan jiwa pejuang dari Prabowo Subianto. Prabowo lahir dari keluarga pejuang dan dari daerah yang melahirkan banyak penjuang. Jaman Kerajaan dan jaman penjajahan memang Banyumas pernah di bawah kekuasaan Kerajaan Surakarta. Daerah Banyumas itu cedhek watu adoh ratu. Tapi setelah kemerdekaan, Banyumas telah banyak melahirkan putra-putra terbaiknya. Margono Djojohadikusumo (mBahnya Prabowo) Pendiri BNI, Prof. Sumitro Djojohadikusumo (ayah Prabowo) Begawan Ekonomi Indonesia. Paman Prabowo Yakni Subianto dan Suyono adalah pahlawan yang gugur pada masa pendudukan Jepang. Nama Subianto dilekatkan pada Prabowo dan nama Suyono dilekatkan pada adiknya Hasim. Apalagi di bidang militer, Banyumas itu gudangnya jenderal. Jenderal T.B. Simatupang dalam bukunya “Laporan dari Banaran”, terheran-heran. Pada tahun 1950-an Pangdam Jawa Barat Kolonel Sadikin dari Banyumas, Pangdam Jawa Tengah Kolonel Gatot Subroto dari Banyumas, Pangdam Jawa Timur Kolonel Soengkono juga dari Banyumas, sedangkan Panglima Besarnya Jenderal Soedirman juga dari Banyumas. Menteri ada 14, Kapolri 4, KASAD, KSAL, KSAU juga banyak yang dari Banyumas. Gubernur banyak. Jawa Tengah pernah dipimpin gubernur wong Banyumas. Yaitu Gubernur Ismail dan Soepardjo Roestam. Masih ratusan tokoh-tokoh dari daerah Banyumas yang tidak mungkin disebut satu per satu di sini. Mudah-mudahan Indonesia akan dipimpin oleh putera Banyumas Letnan Jenderal Prabowo Subianto. Semoga Indonesia menjadi negara besar yang aman, sentosa, adil dan makmur serta diridloi Alloh s.w.t. Amien.

  23. coba silsilahnya dimulai dari nabi Adam.. :) semuanya masih saudara pastinya
    dan semoga Indonesia di pimpin oleh pemimpin terbaik yang dipilihkan oleh Allah SWT
    aamiin :)

  24. eluhur Prabowo Subianto yang Tangkap Pangeran Diponegoro

    TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Ketua Dewan Pembinan Partai Gerindra Prabowo Subianto, ternyata merupakan keturunan seorang tokoh di Minahasa bernama Benyamin Thomas Sigar alias Tawajln Sigar.

    Benyamin, merupakan tokoh ternama di Langowan, kota kecil di Minahasa Utara.

    Meity Sigar, seorang pengurus keluarga besar Sigar di Langowan, Minahasa, menuturkan kisah turun temurun, Benyamin Thomas Sigar merupakan yang konon ikut menangkap Pangeran Diponegoro.

    “Memang tak ada dokumen atau fakta sejarah yang ada pada kami. Tapi menurut cerita dari orang-orang tua kami, Opa Benyaminlah yang menangkap Pangeran Diponegoro,” ujar Meity Sigar ditemui Tribun di rumahnya di Langowan, Rabu (26/3/2014).

    Bukti hubungan kekerabatan Prabowo dengan tokoh legendaris Langowan itu, bisa dilihat dari dokumentasi ketika Prabowo selalu menziarahi makam Benyamin T Sigar.

    Ia juga pernah membantu pembangunan kubur leluhurnya itu beberapa tahun lalu. Sementara penelusuran dari sisi silsilah Jawa, informasi Basuki Tjahaja Purnama, ternyata tak begitu akurat.

    Prabowo, tidak memiliki hubungan darah langsung dengan Pangeran Diponegoro, baik dari garis nenek maupun kakeknya, Margono Djojohadikusumo.

    Kalaupun ada jaraknya amat jauh. Dari garis kakeknya, Margono Djojohadikusumo, ditarik ke atas bergenerasi, Prabowo merupakan keturunan Raden Tumenggung Kertonegoro IV alias Tumenggung Banyakwide, panglima perang Pangeran Diponegoro di Gowong, Kedu.

    Ditarik ke atas lagi, dari Banyakwide mentok ke Adipati Mrapat alias Raden Joko Kaiman, Adipati pertama Banyumas.

    https://id.berita.yahoo.com/leluhur-…073533460.html

  25. Laporan Tim Liputan Khusus Tribun Jogja

    TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengendarai kuda saat kampanye terbuka di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (23/3/2014), menyisakan sebuah kesan kuat.

    Setelahnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyebut Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto itu keturunan Pangeran Diponegoro.

    Menurut Basuki, hal itulah yang melatarbelakangi Jenderal Prabowo melakukan ritual berkuda sembari menyelipkan keris di bagian depan tubuhnya pada kampanye akbar Partai Gerindra.

    Aksi itu cukup menyolok dan mengundang penasaran mengapa Prabowo melakukannya.

    “Beliau memang keturunan Pangeran Diponegoro. Kalau gue yang pakai keris, baru bingung ntar lu,” kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Senin (24/3).

    Benarkah Prabowo Subianto ini keturunan sang pangeran pengobar Perang Jawa (1825-1830) itu? Bukankah ia juga punya darah Minahasa dari garis ibunya, Dora Sigar.

    Penelusuran Tribun sepanjang pekan lalu ke sejumlah narasumber di Yogya maupun Manado dan Minahasa, kampung halaman Dora Sigar, menemukan data dan fakta menarik.

    Ada semacam paradoks pada diri Prabowo secara historis, berdasar riwayat keluarganya. Dari Langowan, kota kecil di Minahasa Utara, diperoleh informasi di tubuh Prabowo dan saudara- saudaranya masih mengalir darah Benyamin Thomas Sigar alias Tawajln Sigar.

    Kapiten Langowan
    Siapakah dia? Tawajln Sigar ini tetua keluarga di Langowan, yang pernah menjadi kapiten ketika pasukan Tulungan atau pasukan bantuan (hulptroepen) dari suku-suku di Minahasa dikirim ke Jawa untuk membantu memadamkan perlawanan Pangeran Diponegoro.

    Pengiriman hulptroepen dari Minahasa dilakukan dua gelombang. Pertama pada tahun 1826, dan kedua pada 1829.

    Kapiten Tawajlin Sigar diberangkatkan di gelombang kedua, di bawah pimpinan Mayor Tololiu Herman Willem Dotulong, tokoh utama pasukan Tulungan.

    Bode Grey Talumewo, peneliti muda dan pengumpul data sejarah Minahasa kepada Tribun meyakinkan, Prabowo Subianto merupakan turunan kelima dari Kapiten Langowan, Benyamin Thomas Sigar. Dialah yang ikut membantu Dotulong selama tugas di Jawa.

    Bode menjelaskan, turunan Benyamin Thomas Sigar yakni Bastian Sigar yang memiliki anak Laurents T Sigar, Kepala Walak Langowan.

    Anak Laurents diberi nama Philip Sigar yang tak menjabat apa pun. Dari Philip lahirlah Philip LF Sigar.

    Philip inilah yang merupakan ayah Dora Sigar, ibunda Prabowo dan saudara-saudaranya. Dora Sigar yang dibawa ayahnya ke Utrecht, Belanda, bertemu Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo di negeri itu, mereka kemudian menikah.

    Philip LF Sigar ini pribadi yang cemerlang. Ia pernah menduduki jabatan Sekretaris Karesidenan Manado (1922-1924), sebelum ditugaskan ke Bandung, Jawa Barat. Ayah Dora Sigar ini menjadi orang Indonesia yang menduduki jabatan tinggi dam strategis di jaman Hindia Belanda.

    “Dora Sigar kemudian bertemu dengan Soemitro di Belanda. Saat itu Soemitro kuliah di Belanda. Dari keduanya kemudian lahirlah Prabowo Subianto dan saudara-saudaranya,” kata Bode yang kini mengumpulkan data sejarah pemimpin perang era Minahasa lama

  26. setiap yang ada mesti memiliki resiko; nah kalau seseorang itu memang bener-benar memiliki trah bangsawan, tentunya gelar tersebut memiliki resiko yang tidak ringan diantaranya biso tumindak WICAKSONO, karena adad bangsawan yang sesungunya adalah mampu berbuat biak dalam segala bidang. Semoga semua sedulur-sedulur kita Bangsa Indonesia yang memiliki trah kebangsawanan mampu menunjukkan perilaku wicaksono marang sapodo-podo hambane Gusti Allah Swt, Tuhan yang Mahae Esa, Hyang Widi Wasa Amin …….

  27. SUTRADARA DIBALIK HANCURNYA NASAB RADEN PATAH DAN RUSAK NYA SEJARAH KELUARGA BESAR SULTAN ABDULLAH UMDATUDDIN / SULTAN HUT MESIR , AYAHNDA DARI SUNAN GUNUNG JATI ADALAH TUBAGUS NURFADHIL AL ALAWI AL HUSSEINI DAN GURUNYA KYAI FAROJI ……..

    Setelah berkali kali saya desak dan serang di coment baru tb nurfadhil mengeluarkan bantahan terhadap hasil penelitianya 2010 kmrn yg sdh terlanjur di unggah ribuan nitizen facebook di malaysia dan indonesia dan disebarkan di internet, silah kan anda semua mencek nya di internet dan di baca yg ini, itulah sebab saya selalu berkata keras mengingatkan tb nurfadhil agar jgn gegabah seperti ini lagi :

    ### INI ADALAH BANTAHAN TUBAGUS NURFADHIL AL ALAWI atas HASIL PENELITIAN NASAB RADEN PATAH SBG PUTRA SULTAN ABDULLAH UMDATUDDIN / SULTAN HUT MESIR / WAN BO TRI TRI. TERBUKTI PENELITIAN INI TIDAK DIDASARI BUKTI BUKTI DN DATA VALID. Silahkan dibaca dan dipahami olh ribuan keturunan Raden Patah yg mengunakan hasil penelitian ini dan sekarang mengaku aku ahlul bait !!!!

    https://mbasic.facebook.com/notes/azmat-khan-al-husaini-pattani-royal-kelantan-walisongo-family-relatives-etc/sejarah-nasab-raden-fattah-sultan-demak/138429526176755/?__tn__=C

    STOP MEREKAYASA NASAB & MERUSAK SEJARAH KELUARGA BESAR SUNAN GUNUNG JATI BIN SULTAN ABDULLAH UMATUDDIN !!!

    “Waspada dgn para perusak nasab dan perusak sejarah utk mengacaukan sistem kekerabatan keluarga walisongo.

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini @ Ealkhani Alkhani makanya sudah kami sampaikan niat baik berkali2.. kalo memang ada data primernya silahkan ditunjukkan baik2 supaya bisa diteliti dan dikaji bersama2.. kalo belum ada data primernya ya harap maklum kalo ada yg tidak/belum menerimanya.. ngurus nasab ke rasulullah bukan perkara mudah dn main-main namun perlu tanggung jawab besar.. dan ke-tsiqoh-an.. serta bukti yang kuat serta sanad kesaksian yang jelas dan masyhur

    Disunting · Suka · Kemarin pukul 12:05

    Ealkhani Alkhani percuma saja anda menuliskan kalo nggk bisa memperlihatkan bukti otentik kuno.. dan jangan sebut yang menulis Rd. Patah sbg putra brawijaya V / Kertabhumi adalah penulis non-muslim.. jangan sampai anda terjebak mengkafirkan orang.. Tokoh2 kuno seperti Pangeran Arya Cirebon , Pangeran Wangsakerta dll… turunan Sunan Gunung Jati tahun 1600-an dan th 1700-an menuliskan ttg hal itu… kalo ada manuskrip yang sejaman atau lebih kuno menuliskan nasab rd patah sbg bin abdullah baru bisa menjadi pertimbangan. Kalo ttg gelar sayidin panatagama.. maupun shah dll,, memang bisa mengindikasikan bliau turunan ahlul bait tp blm tentu sbg sayyid.. karena kalo sayyidin panatagama.. bukan gelar kezuriyatan tapi gelar sebagai pemimpin nusantara yang menggunakan dasar agama Islam… jadi tolong sampaikan dengan kelompok anda termasuk Kyai Shohibul Faroji.. silahkan punya keyakinan itu tapi jangan memaksakan.. kalo mw ber-argumen ayo di dunia nyata tunjukkan bukti otentik data manuskrip kuno.. karena yang punya sanad ilmu nasab sampai ke Rasul tidak hanya beliau… afwan…

    Suka · 1 · 1 jam yang lalu

  28. Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Ealkhani Alkhani dan satu lagi yang perlu saya luruskan dan nanti ana buka data… Babullah Ternate bukan bin syarif Abdullah dan bahkan bukan keluarga Azmatkhan… ada distorsi di sini .. data primer di ternate tidak ada menyebutkan silsilah ke azmatkhan … ada distorsi kesamaan nama yang disangka peneliti sebelumnya sebagai satu jalur padahal beda jalur dan beda jaman … inilah yang kita para peneliti perlu lebih hati2

    Suka · 1 · 1 jam yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    afwan .. saya luruskan sedikit info Nyi Mas Sekar Kencanalarang , putri Tertua Raden Patah adalah Ratu Ayu Kirana Purnamasidi lahir th 1400 saka istri Maulana Hasanudin Banten, sedangkan Ratu Pembayun lahir 1408 saka istri dari Pangeran Jayakelana bin Sunan Gunung Jati lantas meninggal dan dinikahi Fatahillah yg berpoligami menantu sunan Gunung Jati sekaligus menantu Raden Patah. Adapun betul Ratu Mas Nyawa lahir 1410 saka betul mnikah dgn P. Bratakelana kemudian dgn P. Pasarean Cirebon bin Sunan Gunung Jati.. hal ini membuat kekerabatan Rd. Patah dengan jalur Banten dan Cirebon teramat dekat… Ealkhani Alkhani shingga kami tidak bisa sembarangan dgn pendataan jalur ini… Andai betul nasab Rd. Patah bin Syarif Abdullah .. mustahil keturunannya jalur perempuan rd. Patah mengingkari nasab bliau… namun ternyata tidak ada data otentik kuno yg berhasil ditemukan menyebutkan tentang hal ini … shingga pun sy pun yg tadinya sempat menduga ini dan sekedar mnyiarkan pendapat KH S, Faroji… kembali mempertanyakan ttg sumber data otentik yg valid akan hal ini… maaf

    Suka · 26 menit yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Nyi Mas Sekar Kencanalarang & Ealkhani Alkhani andai ada yg nyebut syarifah zaenab putri sunan ampel.. itu juga distorsi.. karena versi s. faroji zaenab bukan putri sunan ampel tapi saudara sunan ampel yg nasabnya bin ibrahim asmara.. namun demikian berdasar naskah kuno dwarawati yg salah dialiaskan dgn zaenab bin ibrahim asmara, istri brawijaya V bukan demikian hubungannya… yang betul dwarawati adalah bibi sunan Ampel,, alias adik ipar ibrahim asmara… dan skaligus ibu tiri rd Patah krn Rd Patah ibunya bukan dr Dwarawati champa tapi dr cina yakni Siu Banci… mski scr fisik champa dan cina mirip.. tapi dr penamaan jelas beda… dan Rd Patah memiliki nama cina Jinbun tapi tidak memiliki nama Champa .. sebagaimana Syarif Abdullah yang ber-nama champa Bo Teri-Teri / Wan Bo… ini bukti bahwasanya Raden Patah jalurnya lebih dekat bukan ke champa tapi ke cina ,.. meski Rd Patah juga memiki leluhur nenek buyut dr champa yakni Dyah Kirana adik ipar Syeikh Jumadil Kubro … (nama champa ada 2 versi ke-hinduan/sansekerta dan ke-bahasa kamboja-an)

    Suka · 18 menit yang lal

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Nyi Mas Sekar Kencanalarang & Ealkhani Alkhani … wslm wr wb… kembali seperti kita bahas.. ayah Tiri Rd. Patah adalah R. Arya Dillah / Arya Damar sedangkan dalam manuskrip kuno juga catatan pnulis Islam ayah kandungnya adalah kertabhumi / Brawijaya V, jadi tdk ada mnyambungkan nasab Rd. Patah ke ayah tirinya.. Kalo antum mnyebutkan Brawijaya V ayah tiri dan ayah kandung Rd. Patah ke Syarif Abdullah.. kembali kami tanyakan mana bukti kuatnya ??? sudah kami sebut kami pun turunan bliau andai kandungnya ke bliau mustahil kluarga kami nggk tahu dan nggk ngakuin,,,,

    Suka · 31 menit yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    afwan .. saya luruskan sedikit info Nyi Mas Sekar Kencanalarang , putri Tertua Raden Patah adalah Ratu Ayu Kirana Purnamasidi lahir th 1400 saka istri Maulana Hasanudin Banten, sedangkan Ratu Pembayun lahir 1408 saka istri dari Pangeran Jayakelana bin Sunan Gunung Jati lantas meninggal dan dinikahi Fatahillah yg berpoligami menantu sunan Gunung Jati sekaligus menantu Raden Patah. Adapun betul Ratu Mas Nyawa lahir 1410 saka betul mnikah dgn P. Bratakelana kemudian dgn P. Pasarean Cirebon bin Sunan Gunung Jati.. hal ini membuat kekerabatan Rd. Patah dengan jalur Banten dan Cirebon teramat dekat… Ealkhani Alkhani shingga kami tidak bisa sembarangan dgn pendataan jalur ini… Andai betul nasab Rd. Patah bin Syarif Abdullah .. mustahil keturunannya jalur perempuan rd. Patah mengingkari nasab bliau… namun ternyata tidak ada data otentik kuno yg berhasil ditemukan menyebutkan tentang hal ini … shingga pun sy pun yg tadinya sempat menduga ini dan sekedar mnyiarkan pendapat KH S, Faroji… kembali mempertanyakan ttg sumber data otentik yg valid akan hal ini… maaf

    Suka · 26 menit yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Nyi Mas Sekar Kencanalarang & Ealkhani Alkhani andai ada yg nyebut syarifah zaenab putri sunan ampel.. itu juga distorsi.. karena versi s. faroji zaenab bukan putri sunan ampel tapi saudara sunan ampel yg nasabnya bin ibrahim asmara.. namun demikian berdasar naskah kuno dwarawati yg salah dialiaskan dgn zaenab bin ibrahim asmara, istri brawijaya V bukan demikian hubungannya… yang betul dwarawati adalah bibi sunan Ampel,, alias adik ipar ibrahim asmara… dan skaligus ibu tiri rd Patah krn Rd Patah ibunya bukan dr Dwarawati champa tapi dr cina yakni Siu Banci… mski scr fisik champa dan cina mirip.. tapi dr penamaan jelas beda… dan Rd Patah memiliki nama cina Jinbun tapi tidak memiliki nama Champa .. sebagaimana Syarif Abdullah yang ber-nama champa Bo Teri-Teri / Wan Bo… ini bukti bahwasanya Raden Patah jalurnya lebih dekat bukan ke champa tapi ke cina ,.. meski Rd Patah juga memiki leluhur nenek buyut dr champa yakni Dyah Kirana adik ipar Syeikh Jumadil Kubro … (nama champa ada 2 versi ke-hinduan/sansekerta dan ke-bahasa kamboja-an)

    Suka · 18 menit yang lal

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Nyi Mas Sekar Kencanalarang & Ealkhani Alkhani … wslm wr wb… kembali seperti kita bahas.. ayah Tiri Rd. Patah adalah R. Arya Dillah / Arya Damar sedangkan dalam manuskrip kuno juga catatan pnulis Islam ayah kandungnya adalah kertabhumi / Brawijaya V, jadi tdk ada mnyambungkan nasab Rd. Patah ke ayah tirinya.. Kalo antum mnyebutkan Brawijaya V ayah tiri dan ayah kandung Rd. Patah ke Syarif Abdullah.. kembali kami tanyakan mana bukti kuatnya ??? sudah kami sebut kami pun turunan bliau andai kandungnya ke bliau mustahil kluarga kami nggk tahu dan nggk ngakuin,,,,

    Suka · 31 menit yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Haqqadirrauf Bkl Raden Kelana , Nyai Ageng Gagak Pertala , Kang Ari Tea dalam hal ini sy sependapat dengan Nyai… dan adapun kami juga merupakan keluarga besar Kesultanan Banten yang ibu Maulana Yusuf adalah putri Raden Patah dan Arya Jipang / Arya Penangsang juga merupakan salah satu menantu leluhur kami Maulana HASANUDIN mlalui pernikahan dengan Ratu Arsanengah … sehingga sbg krabat dan kluarga besar kami merasa aneh leluhur kami datanya mnjadi distorsi dibaurkan ke sama2 keturunan Syarif Abdullah … padahal sumber data kuno otentiknya belum jelas… dan kami sbg kerabat pula ke jalur Demak belum menemukan data penguat bahwa Rd Patah sbg anak kandung Syarif Abdullah … shingga pendapat yg mnyatakan demikian mesti dipertimbangkan ulang dan diteliti lebih lanjut… maaf dan terima kasih …

    Nyai Ageng Gagak Pertala, Kang Ari Tea Haqqadirrauf Bkl Raden Kelana padahal dlm data kuno.. ayah kandung rd patah adalah kertabhumi / prabu brawijaya V .. ayah angkatnya arya damar… dan sn gunung jati merupakan besan rd patah… arya jipang /penangsang adlh salah satu menantu maulana Hasanudin artinya ‘andai benar rd patah bin sy abdullah’ hubungan kkluargaan yg dekat dgn jalur kekerabatan dgn sn gunug jati ini nggk mungkin kalo kluarga turunan jalur cirebon, banten dan kelantan sampai tidak tahu atw mengingkarinya kalo memang ada data kuatnya… tapi nyatanya di kluarga turunan Sy Abdullah Jalur Cirebon, Banten dan Kelantan … yang beda jalur tapi saling mengakui… tidak / belum menemukan data bahwa rd patah juga sbg bin syarif Abdullah ?? padahal kalo memang ada datanya sbg kerabat dekat mustahil kami mendustakan / meragukan bilamana betul ada data pendukung otentik

  29. Setau saya,….cuma orang Arab yang biasa menghafal/mendokumentasikan silsilah sampai puluhan,….dan kebiaasaan itu yang terus diwariskan turun-temurun, terutama di jalur Habaib,…kalo tidak percaya,…tanya saja kebanyakan orang di negeri kita ini, apakah dia tau nama buyut dari buyutnya? amat jarang,….sebab sudah menjadi watak dasar manusia bahwa ia bangga menjadi anaknya orang sukses,….dan tentu siapapun akan mengubur dalam-dalam nama orang tuanya agar anaknya tidak mengingatnya jika ayahnya terkenal seorang pengkhianat bangsa yang mati dihajar massa misalnya,…betul tidak?,……jadi kalo hanya pemutar balikan sejarah itu dah sangat biasa,…wong manusia durjana Kitab dari Sang pencipta saja diobrak – abrik,…dan hal itu akan tetap terjadi sampai hari kiamat,…kebaikan dan kejahatan akan senantiasa berseteru,….

    mengenai nasab tetap perlu diluruskan,…bukan berarti membanggakan keturunan, tapi jika saya tanya saudara,…(siapapun yang menganggap remeh nasab) apakah saudara rela jika saudara saya sebut sebagai keturunan yang sah dari fir’aun la’natullah padahal sejatinya anda adalah keturunan Nabi Nuh as. misalnya, atau nabi Musa as. atau anggaplah anda keturunan Bung Karno atau Bung Hatta, jelas gak rela,….?

    Jadi,…kalo mau lihat silsilah yang benar tentang seorang sayyid,…ya lihatlah di catatan silsilah ahlul bait,….beliau-beliau tidak akan memasukkan sembarang nama. (kalo belum faham/ gak mau faham,…ngaji lagi yang tekun)

    Mengenai berita dari non Muslim,…yaaaa,….mas dan mbak,…..berita dari sesama muslim aja kalo orang fasik harus dipending,…tabayyun dulu,….lihat surah al Hujurat,….

    jika ada pertanyaan, “mengapa kesalahan silsilah tidak digugat?” kita baik husnuzhan saja itu merupakan bagian dari fiqh siyasah,…..

    Ittaquu Allaha, waquuluu qaulan sadiidan,……

  30. Yang paling ngerti silsilah keturunan begini biasanya para habaib, tapi dari yang saya tau sih dan pernah denger yang tau wali ya cuma wali. kalo kayak kita gini mah mending belajar agama aja kali ye biar lebih lurus lagi ibadahnya sama kalo bicara lebih sopan.

  31. mau tanya bapak habib atou saudarakuse adam yg terhormat…kalo pangeran diponegoro itu habib bukan…kata mbahsaya saya turunanya jalur laki2…apa ada yg bisa beerkenan mwnjawab trima kasih…biar yambah wawasan

  32. Shidiqin = satrio pinandito setara Rasul Bani Israil setara Ghautsul Adhom Hadzazzaman
     Cirinya menduduki maqom ketaqwaan kesyahidan dan kewalian
     Seorang Ghauts Haruslah diangkat oleh Rasulullah,disaksikan oleh seorang Ghauts yang masih hidup,para sahabat 4 dan Ghauts-ghauts masa lampau dan dikasih tongkat Komando
     Dengan ciri utama benar(shidiq) dapat dipercaya(amanah) berani melakukan amar ma’ruf nahi munkar dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan
     Berani menghabiskan hartanya di jalan Allah diawal ditengah di akhir kehidupannya
     Mimpi bertemu rasulullah 7x minimal + biljasad dengan Rosululloh 2x
    Khalifatul Ardh=ratu adil hampir setara Nabi Agung Muhammad SAW
    Dengan ciri-ciri menduduki maqom ketaqwaaan kesyahidan kewalian dan shidiqin +mempunyai karomah 41 macam hanya bergantung pada Allah,tidak bergantung kepada ilmunya,sarana ketrampilannya, usahanya dll
    BERARTI RATU ADIL itu secara tdk langsung adalah yg berkedudukan wali kutub ghoust hadzazaman zaman ini ditambahi dengan ciri ciri yg terdapat dlm ramalan joyoboyo dan wangsit siliwangi spt berparas spt krisna [ wisnu/ prabu rama] spt satriya gatot kaca wali ghoust adalah ya kyai semar bodronoyo sejata tisula yg tajam melambangkan udah sempurna iman islam dan ikhsannya sakti mandra guna berati orang yg mempunyai karomah yg tinggi pandai meramal yg berarti orang yg makrifat lulus weda jawa sesuai dengan torekot ilmu kuwi kanti laku lakon lan tekon bakal tekan inilah yg dimaksut weda jawa senang menggoda dan minta minta bagi wali ghous ini bisa diartikan sering minta ghonimah untuk perjuangan dakwahnya tunjung putih pudak kasungsang berhati suci satu satunya manusia yg diberi alloh mempunyai sifat ini sesudah nabi dan rosul ya ghoust hadzazaman dan kaum sidikin lahir dimekah bisa diartikan sbg pengganti rosulluloh saw bergelar ratu amisan bernasab wali alloh dan raja raja islam jawa dll berkedudukan di jawa dan mekah artinya orang jawa yg meneruskan risalah nabi muhamad siapa lagi kalo bukan wali ghoust letaknya sebelah barat sungai dan sebelah barat tempuran berarti bisa di telusur sungai yg paling keramat di tanah jawa yg hulunya sungai di puncak gunung merapi berarti sungai opok sebelah barat tempuran sedangkan sungai opok ada 3 tempuran pang hulu sungai kuning tengah sungai gawe ujung sungai oyo berati tinggal mencari orang yg berkedudkan wali kutub ghoust hadzazaman yg dekat sungai opok diantara tempuran sungai sungai tadi orangnya tampan dan senyumnya manis sekali berarti sesuai dengan sifat rosululoh sinuyungan dewo wolu berarti pengikutnya wali ghoust tadi yg mendampingi muruit muritnya selalu berjumlah 8 orang kesukaanya berzikir udah menjadi karakternya hari kamis sbg hari besarnya berati selalu bermujahadah pd hari kamis malam jumat ini sesuai kebiasaan umat islam di indonesa kususnya orang jawa melakukan yasinan mujahadah berzikir dan istiqhosah barjanji solawatan sebelah barat gunung perahu sungai opok letaknya sebelah barat gunung perahu bayat klaten rumahnya terbuat dari batu sungai dan pintu gerbangnya ada pohon ondongnya bisa di artikan orang yg dididik oleh wali ghoust yg berasal dari gunung andong gunung melambangkan keteguhan hati dan orang yg istikomah dan berkedudukan di bojonegara berati orang yg bisa menata negara sbg budak angon yang di engon bukan harimau kerbau sapi atau kambing tapi orang yg senang mengumpulkan ranting ranting dan cabang cabang pohon yg kering dan ajaran ajaran torekot ternyata bisa di terima oleh umat islam suni ahli sunah waljamaah dan siah dan sedikit wahabi tetapi wahabi bertolak belakang dg suni siah dan satu satunya islam yg tdk pernah putus kekalifahan dan baeat sedangkan islam sekarang sudah putus kira kira 100 th tingal kita mencari ciri ciri dan letak geografis orang tersebut mana yg lebih banyak mendekati itulah orangnya tinggal kita mau mendukung atau tdk sebab tergantung masarakat sbg manifestasi kehendak Alloh swt selamat berpetualang

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s