Tag Archives: adam

[Makna Logis] Nabi Adam diciptakan ALLAH, seperti bentuk-nya?

Banyak yang keliru, dalam menafsirkan hadis berkenaan dengan penciptaan Adam. Hadits tersebut berbunyi :

“Sesungguhnya ALLAH menciptakan Adam seperti bentuk-nya”

Mereka beranggapan bahwa maksud dari hadits ini, bentuk dari Adam (manusia) merupakan replika dari bentuk yang menciptakannya.

Tentu pemikiran ini sangat ganjil, karena makhluk tidak mungkin serupa dengan Pencipta-nya, sebagaimana firman ALLAH : “…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat” (Qs. asy-Syura (42) ayat 11).

sci4
Makna Logis dari Hadits

Di kalangan ahli kalam berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kata ganti (nya), dalam hadits diatas, tidak ditujukan kepada ALLAH, melainkan kepada Adam itu sendiri (Sumber : Rasionalitas Nabi, karangan Ibnu Qutaibah).

Setiap makhluk memiliki ketetapannya masing-masing. Seorang manusia pada umumnya memiliki dua tangan, dua kaki, dua mata, dua telinga, serta tubuh yang berdiri tegak, sementara makhluk lainnya juga memiliki ketetapan dalam bentuk yang berbeda.
manusia1bTafsiran lain dari hadis tersebut adalah makna bentuk disini dalam artian sifat. Manusia bisa mendengar, melihat dan berpengetahuan sebagaimana Sang Pencipta.

Akan tetapi, sifat mendengar, melihat dan berpengetahuan yang dimiliki ALLAH, tentu tidak sama dengan sifat yang ada pada semua makhlukNya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Proses Penciptaan Adam, dalam perhitungan Teori Evolusi ?

Masyarakat Arab mengenal hari-hari dalam sepekan, secara berurutan adalah sebagai berikut

1. Awwal (kemudian diubah menjadi Ahad),
2. Ahuwan/Awhad (Senin)
3. Jubâr (Selasa)
4. Dubâr (Rabu)
5. Mu’nis (Kamis)
6. ‘Urubah (Jumat)
7. Syubâr (Sabtu).

(sumber : bandarlampungkota.go.id)

Artinya hari jum’at merupakan hari-6 dalam penanggalan Arab…

Di kalangan umat muslim, meyakini bahwa pada Hari Jum’at, merupakan Hari diciptakannya Adam, sebagaimana hadis Rasulullah,

“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam diciptakan dan pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari surga. Kiamat pun tidak akan terjadi melainkan pada hari Jumat.” (HR Muslim, Abu Daud, Nasai, dan Tirmidzi)
(Sumber : http://wp.me/pPmCF-1hX)

Dengan kata lain, Adam diciptakan pada hari (tahap) ke-6…

atom1

Berdasarkan penelitian, alam semesta mulai tercipta pada sekitar 13,7 milyar (teori NASA dikisaran 12-18 milyar) tahun yang lalu, yang dalam Al Qur’an dikenal sebagai 6 (enam) tahap penciptaan.

Q.S. Hud (11) ayat 7 :
” Dan Dia-lah yang telah menciptakan ruang-alam dan materi dalam enam tahapan, sedang pemerintahan-Nya telah tegak pada fase zat alir, untuk menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya”.
(terjemahan dari Prof. Achmad Baiquni, http://wp.me/pPmCF-IF)

Atau dengan kata lain 1 tahap penciptaan, sekitar 2.28 milyar tahun…

Kita pahami Adam diciptakan ALLAH dari saripati tanah (atom pembentuk tanah, dengan unsur dominan Oksigen, Karbon, Hidrogen, Nitrogen, Kalsium, Fosfor… http://wp.me/pPmCF-ov).

Jika Adam diciptakan di hari (tahap) ke-6, artinya proses penciptaannya terjadi pada akhir tahap penciptaan atau sekitar 2,28 milyar tahun yang lalu.

Nampaknya proses penciptaan Adam ini, hampir bersesuaian dengan perhitungan masa terbentuknya makhluk hidup di bumi (melalui proses Evolusi), yang diperkirakan dimulai pada sekitar 2,5 milyar tahun yang lalu.

Dan bisa juga dimaknai, sesungguhnya kehidupan manusia, tidaklah lebih dari satu hari (tahap) penciptaan (dengan waktu sekitar 2 – 3 milyar tahun), yang meliputi proses penciptaan makhluk hidup, kemudian menjadi khalifah di bumi sampai saat datangnya hari kiamat.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi

Berdasar penyelusuran Genetika, diketahui Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), diperkirakan Adam “Manusia Modern”, hidup di bumi pada sekitar 237,000 sampai 581,000 tahun yang lalu.

Fakta ilmiah ini didukung, atas penemuan fosil manusia modern, di Sungai Omo Ethiopia yang berusia sekitar 195.000 tahun. Serta hasil penyelusuran Mitochondrial Eve, yang diperoleh hasil telah ada di bumi pada sekitar 200.000 tahun yang lalu.

Dalam ilmu geologi, masa 237,000 sampai 581,000 tahun yang lalu, di sebut sebagai Era Middle Pleistocene (126.000 sampai dengan 781.000 tahun yang lalu).

middle

Beberapa Bantahan

1. Penyelusuran Genetika, baik Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), maupun Mitochondrial Eve, berdasarkan sampel manusia modern, yang hidup saat ini.

Sementara berdasarkan catatan sejarah, sangat banyak bangsa-bangsa yang pernah hidup di bumi, mengalami kepunahan.

Untuk salah satu contoh, saat terjadi Letusan Gunung Toba, manusia hampir diambang kepunahan.Dengan demikian, manusia yang ada sekarang, adalah keturunan dari segelintir manusia yang dahulu selamat dari bencana Letusan Gunung Toba.

Gunung Toba meletus diperkirakan terjadi pada 74.000 tahun yang lalu. Ada yang menduga letusan ini 20.000 kali lebih dahsyat dari Bom Atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Letusan Gunung Toba ini, menjadi letusan yang paling membunuh sepanjang masa, sehingga hanya menyisakan sekitar 30.000 orang yang selamat.

Hal ini memberi kita alasan, masa peradaban manusia, tentu akan jauh lebih lama, seandainya penyelusuran Genetika, juga memperhitungkan bangsa-bangsa yang telah punah.

2. Ditemukan benda-benda arkeologi, peninggalan umat manusia yang telah berumur jutaan tahun.

Peninggalan Arkeologi itu, antara lain :

Jembatan Penyebrangan (Rama Bridge) yang dibikin pasukan kera, untuk Sri Rama, menyeberang ke Alengka, setelah di tes dengan kadar isotop sudah berumur 1.700.000 tahun.

– Penelitian oleh Richard Leicky, di tahun 1972, terhadap sedimen Pleistocene di daerah Old Govie Jourg (Kenya), yang memperoleh kesimpulan telah ada peradaban umat manusia pada sekitar 1,7 juta tahun yang lalu (Sumber : Para Penghuni Bumi, sebelum Kita, hal.17-18, tulisan Muhammad Isa Dawud).

sedimen

Perkiraan masa hidup Nabi Adam

Ada yang memperkirakan, masa kehidupan Nabi Adam telah berumur milyaran tahun. Namun pendapat ini, tentu harus diselaraskan dengan keadaan bumi, berdasarkan penelitian para ilmuwan.

1. Menurut Ilmu Astronomi, Bumi mulai terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Dan Bumi berdasarkan pendapat para ilmuan, baru layak ditinggali makhluk hidup “mamalia” pada sekitar 70 juta tahun yang lalu. Dimana pada masa itu, oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk hidup, sudah sangat bersahabat.

2. Berdasarkan informasi dari Al Qur’an, dimasa Nabi Adam telah ada teknologi pertanian dan peternakan. Hal tersebut tergambar melalui korban, dari anak-anak Nabi Adam yang bersengketa, yaitu berupa hasil-hasil pertanian dan peternakan.

Dan salah satu bentuk korban yang dipersembahkan adalah hewan mamalia jenis Qibas (Kambing), jadi bukan binatang purba seperti “dinosaurus” atau lainnya.

Berdasarkan temuan Fosil di wilayah Nevshir, hewan Kambing telah ada di bumi pada sekitar 8 juta-10 juta tahun yang lalu (Sumber : Harun Yahya)

3. Adanya pertanian dan peternakan di masa Nabi Adam, menunjukkan pada masa itu, disekitar padang arafah, yang merupakan tempat tinggal pertama umat manusia, merupakan wilayah yang subur.

Berdasarkan pendapat Profesor Alfred Kroner (seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany), ia menyatakan dataran Arab pernah menjadi daerah yang subur, di masa belahan bumi lain, mengalami Era Salju (Snow Age).

qibas11

Dengan mengacu kepada dalil-dalil diatas, diperkirakan Nabi Adam hidup di bumi dengan rentang waktu antara 1,7 juta sampai 10 juta tahun yang lalu.

Nabi Adam hidup di sekitar Padang Arafah, yakni di masa Era Salju (Snow Age), yang berdasarkan Penelitian Geologi, terjadi pada sekitar 2,6 juta tahun yang lalu.

Apakah di masa 2,6 juta tahun yang lalu, adalah masa kehidupan Nabi Adam dan keluarganya ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan :

1. Masa kehidupan Nabi Adam mungkin bisa lebih lampau lagi. Hal ini terkait dengan ditemukannya “kawasan Al Gharbia” yang berada di Uni Emirat Arab, yang dipekirakan pada masa 8 juta tahun yang lalu, merupakan daerah yang subur.

2. Di temukannya jejak kaki, yang diduga jejak kaki manusia, yang telah berumur sekitar 3,6 juta tahun, di Laetoli, Tanzania.

Sumber :
1. nationalgeographic
2. Mitochondrial Eve
3. Y Chromosomal Adam
4. Middle Pleistocene
5. thenational.ae
6. Gunung Toba
7. Ice Age

Nabi Adam, dan misteri telapak kaki 200 juta tahun yang lalu ?

Di dekat kota Mpaluzi (Afrika Selatan) dihebohkan dengan penemuan telapak kaki manusia, yang berukuran panjang sekitar 4 feet (121,92 cm).

Kehebohan itu, semakin berlajut setelah mengetahui umur dari telapak kaki tersebut, yang diperkirakan telah berusia sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Sumber : consciouslifenews.com

Era Mesozoikum

Berdasarkan ilmu geologi, masa 200 juta tahun yang lalu disebut era Mesozoikum (65 juta – 251 juta tahun yang lalu).

Era Mesozoikum ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan evolusi. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini.

Pergeseran ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting lainnya. Iklim hangat yang terjadi sepanjang periode juga memegang peranan penting bagi evolusi dan diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini, dasar-dasar kehidupan modern terbentuk. Pada akhir era Mesozoikum, bumi mulai dihuni makhluk-makhluk mamalia.

Jejak kaki Nabi Adam ?

Muncul berbagai spekulasi atas penemuan jejak kaki di Afrika Selatan ini. Mungkinkah jejak tersebut adalah jejak Nabi Adam, yang disebut-sebut di dalam Al Qur’an sebagai manusia pertama.

Untuk menjawab itu, kita bisa memulai dengan mengetahui berapa sesungguhnya tinggi manusia, yang jejaknya di temukan di Afrika Selatan itu.

Berdasarkan penelitian, ukuran telapak kaki manusia, secara normal adalah 15% dari ukuran tingginya. Dengan berdasarkan penelitian ini, bisa kita ambil kesimpulan, tinggi manusia 200 juta tahun tersebut sekitar 812,8 cm atau 8,128 m.

Hasil ini memberi bukti, jejak kaki ini bukanlah jejak kaki manusia generasi Nabi Adam. Hal ini dikarenakan berdasarkan hadits, tinggi Nabi Adam lebih dari 8 meter.

Nabi Adam memiliki tinggi 60 Hasta” (Hadits Bukhari Vol.IV No.543)… Dimana 60 Hasta = 90 Kaki = 30 Meter.

tinggi adam2

Misteri Jejak Kaki

Misteri jejak kaki di Afrika Selatan ini, bisa memunculkan beberapa kemungkinan :

1. Jejak kaki tersebut, adalah jejak kaki Bangsa Nisnas, yang merupakan makhluk berakal sebelum era Nabi Adam di Bumi. Keberadaan makhluk ini dikarenakan bumi sendiri, masih belum siap ditinggali manusia.

2. Jejak kaki tersebut, adalah jejak kaki bani Adam. Muncul pertanyaan, bagaimana tinggi generasi Nabi Adam yang 30 meter, ketika di bumi berubah menjadi 8 meter ?

Yang mendukung teori ini, akan ber-dalil bahwa Tinggi Adam 30 meter itu, adalah ukuran tubuhnya ketika di Jannah. Sementara ketika diturunkan di bumi, struktur tubuhnya beradabtasi dengan keadaan asmosfir dan gravitasi bumi.

Dan ketika Bani Adam, hidup di Surga, maka tubuh manusia akan dimodifikasi ke bentuk awalnya, yaitu setinggi 60 hasta.

Sebagaimana hadits :

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُوْلُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَلاَ يَتْفُلُوْنَ وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ … وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُوْرُ الْعِيْنُ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ

“Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus….istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit” (HR Al-Bukhari 3327)

3. Bagi yang meyakini, bumi lebih dari satu akan berpendapat, jejak kaki itu adalah Bani Adam, yaitu merupakan keturunan dari Adam yang berada di bumi yang lain.

Dan jarak antara Bani Adam itu, dengan Nabi Adam, sangat lama mungkin mencapai miliaran tahun. Jadi wajar jika kemudian, manusia yang menjadi penghuni bumi yang ada di tata surya kita ini, memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi.

Adapun dalil, yang mereka gunakan adalah pendapat dari Ibnu Abbas ra.

Di riwayatkan oleh Al Hakim di Mustadrok (3781) dan darinya Al Baihaqi di Asma was Shifat (831)

أخبرنا أحمد بن يعقوب الثقفي ، ثنا عبيد بن غنام النخعي ، أنبأ علي بن حكيم ، ثنا شريك ، عن عطاء بن السائب ، عن أبي الضحى ، عن ابن عباس رضي الله عنهما ، أنه قال : ﴿ الله الذي خلق سبع سماوات ومن الأرض مثلهن ﴾ قال : « سبع أرضين في كل أرض نبي كنبيكم وآدم كآدم ، ونوح كنوح ، وإبراهيم كإبراهيم ، وعيسى كعيسى » هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه

Telah bercerita kepada kami Ahmad bin Ya’qub Atsaqofi, bercerita kepada kami ‘Ubaid bin Ghonaam An Nakho’i menceritakan kepada kami ‘Ali bin Hakiim, bercerita kepada kami Syariik, dari ‘Atho bin Saaib, dari Abi Dhuha, dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata:

﴿اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ ﴾

﴾Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.) beliau berkata: tujuh buah bumi, pada setiap bumi nabi seperti nabi kalian, dan Adam seperti Adam, Nuh seperti Nuh, Ibrohiim seperti Ibrohiim, ‘Isa seperti ‘Isa.

4. Ada juga pendapat yang mempercayai jejak kaki tersebut hanyalah rekayasa belaka, atau paling banter hanya jejak hewan purbakala yang mirip dengan telapak kaki manusia.

Kelompok ini lebih percaya kepada hasil penelitian ahli purbakala yang meng-indikasikan kemunculan manusia modern, terjadi pada sekitar 200.000 tahun yang lalu. Selain itu, pendapat para ahli purbakala ini, juga didukung dari hasil penyelusuran DNA, yang menyimpulkan ibu dari seluruh manusia yang ada sekarang, berasal dari masa sekitar 145.000 tahun yang silam.

Dalam masalah manusia raksasa, mereka meyakini hanyalah bentuk dari pengecualian belaka, dan menurut mereka dari masa 200.000 tahun yang silam, sampai sekarang, tinggi manusia tidaklah berubah secara signifikan, sebagaimana temuan ahli purbakala.

Berkenaan dengan hadits Rasulullah, tentang Nabi Adam yang memiliki tinggi 30 meter, menurut mereka adalah bentuk tubuh manusia nanti apabila di surga, jadi tidak ada kaitannya dengan kehidupan manusia di dunia fana.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Bahan Bacaan :

1. REVISI Periode KENABIAN?
2. MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI
3. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi

Albert Einstein, Ras Lyran dan Bencana Global Nabi Nuh

Dalam sebuah wawancara, Albert Einstein, menyatakan keyakinannya akan keberadaan “piring-piring terbang” atau UFO. Dan ia memperkirakan pesawat-pesawat itu, diawaki oleh manusia, yang berasal dari Planet lain (Alien). Menurutnya, mereka adalah keturunan dari manusia-manusia, yang dahulu pernah tinggal di bumi, 20.000 tahun yang lalu (sumber : “Makhluk-Makhluk yang turun dari Langit”, karangan Anis Mansour dan “Timeless Earth”, karangan Peter Kolosimo).


Pendapat Albert Einstein, ini nampaknya sejalan dengan pendapat Nazwar Syamsu, seperti tertulis di dalam Buku Serialnya “Tauhid dan Logika”, beliau meyakini dimasa sebelum Bencana Nuh (diperkirakan pada masa 13.000 tahun yang lalu, silahkan baca, Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam), Bani Adam telah mencapai kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat tinggi, dan telah mengenal teknologi penerbangan antar planet.

Kemajuan teknologi yang dicapai umat manusia ini, sangatlah wajar karena Peradaban Bani Adam di Bumi,mungkin telah mencapai jutaaan tahun. Sebagai salah satu contohnya, Jembatan Penyebrangan (Rama Bridge) yang dibikin pasukan kera, untuk Sri Rama, menyeberang ke Alengka, setelah dites dengan kadar isotop sudah berumur 1.700.000 tahun (Sumber : Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook).

Berdasarkan pendapat Albert Einstein dan Nazwar Syamsu di atas, sangat mungkin pada sekitar 20.000 tahun yang lalu, Umat Manusia telah mencoba menjajaki kehidupan di Planet-Planet di luar Bumi, dan telah melakukan migrasi besar-besaran (Migrasi Akbar), serta telah membentuk komunitas yang dikenali oleh Ahli Ufologi, sebagai Ras Lyran (Pendapat ini, agak berbeda dengan pendapat yang menyatakan bahwa Ras Lyran, telah meninggalkan bumi pada ratusan juta tahun yang silam).

Jika kita kembali ke masa 20.000 tahun yang silam, diperoleh informasi dimasa itu, terdapat 2 (dua) Peradaban Besar, yaitu Dinasti Rama (Berada Tanah India) dan Bangsa Lemuria (Diperkirakan berada di sebelah timur Nusantara). Dari ke-2 Peradaban ini, Bangsa Lemuria dikisahkan bermigrasi di luar bumi, untuk menghindari peperangan.

Kuat dugaan Bangsa Lemurian ini-lah, yang menjadi cikal bakal Ras Lyran (Pendapat ini, nampaknya bertolak belakang dengan Pendapat yang menyatakan Bangsa Lemuria berasal dari Keturunan Ras Lyran). Bukti bahwa Ras Manusia dibumi, lebih tua dari Ras Lyran, bisa terlihat dari beraneka-ragamnya etnis, warna kulit dan budaya yang terdapat di Bumi, jika dibandingkan Ras Lyran, yang menurut Ahli Ufologi, memiliki persamaan budaya dan ciri fisik, antara satu dengan lainnya.


Ketika di Bumi terjadi Bencana Global Nuh, yang mengakibatkan umat manusia kembali kepada peradaban primitifBangsa Lemurian, yang berada sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi (Constellation of Lyra), tidak merasakan dampaknya. Bangsa ini, masih memiliki teknologi yang sangat tinggi.

Bahkan sebagian dari mereka, ada yang kembali ke Bumi, membangun Peradaban Atlantis (Diperkirakan berada di dataran Sundaland). Namun Peradaban ini tidak berlangsung lama, pada sekitar 11.600 tahun yang lalu (menurut catatan Plato), peradaban ini musnah dihancurkan gelombang air laut dalam satu malam (Sumber : Teori Iwak Belido dan Sejarah Tenggelamnya Sundaland).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Penduduk NUSANTARA dari luar Galaksi BIMASAKTI ?

Ketika ALLAH, melalui Al-Quran mengisyaratkan kepada manusia dan jin untuk bisa menembus langit dan bumi. Banyak orang percaya, tantangan ini telah berhasil dijawab oleh bangsa Jin, bahkan menurut mereka Fenomena UFO yang terlihat belakangan ini, berasal dari penampakan makhluk gaib ini.

Bagaimana dengan manusia ?
Benarkah umat manusia, hanya mampu sampai ke Bulan dan itupun cuma sebentar ?
Se-primitif itukah teknologi, yang dimiliki Manusia, keturunan Nabi Adam ???

Hai jama‘ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar-Rahman (55) ayat 33)

Manusia telah menjelajah angkasa, ribuan tahun yang silam

Berdasarkan Penemuan Arkeologis, diperoleh informasi teknologi manusia sekarang, sangat jauh tertinggal dari teknologi di masa lalu. Sebagaimana terlihat pada gambar berikut…

Peche Merle Cave, France, paintings, 17.000-15.000 SM

Pada lukisan di atas, yang berasal dari masa ribuan tahun yang silam, terlihat, umat manusia telah mengenal teknologi antariksa (bukti-bukti arkeologi, yang lain bisa klik disini). Nampaknya, umat manusia mengalami kemunduran teknologi, diperkirakan disebabkan oleh kehancuran peradaban akibat dari peperangan dan bencana alam.

Bani Adam, di Planet lain…

Ketika ALLAH menciptakan Nabi Adam. ALLAH mengajarkan kepadanya semua nama-nama (ilmu pengetahuan universal), yang bahkan tidak dipahami oleh Para Malaikat sekalipun. Dan saat pengetahuan itu diuji, leluhur seluruh umat manusia ini telah membuat Para Malaikat terkagum-kagum, dan pada akhirnya ALLAH memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam (silahkan baca : Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius).

Dengan pengetahuan yang sedemikian tinggi yang dimiliki oleh Nabi Adam, logikanya kalau hanya sekedar membuat sebuah pesawat antar galaksi, rasanya bukan sesuatu yang sulit bagi beliau. Dan pengetahuan antariksa ini, tentunya diwarisi juga oleh generasi-generasi awal umat manusia.

Atas dasar pemahaman inilah, disimpulkan di masa ribuan tahun yang silam, umat manusia bukan saja membangun peradaban di bumi, melainkan juga telah merintis koloni-koloni di planet-planet lain, yang memiliki sumber-sumber peghidupan yang cocok bagi umat manusia.

13309860741200312515
Dan bukan mustahil, Fenomena UFO yang muncul akhir-akhir ini berasal dari saudara-saudara kita dari Planet-Planet yang  jauh. Hal ini semangkin diperkuat dari pernyataan saksi-saksi mata, mengenai keberadaan alien (Blond, Nordic, Vegan dan lain-lain), ternyata fisiknya seperti manusia.

Beberapa pendapat pendukung lainnya…

– Pernyataan Sergeant Clifford Stone yang mengatakan bahwa banyak sekali alien-alien yang berwujud manusia– Pernyataan David Wilcox yang mengatakan bahwa dari sumber intelijen diketahui paling tidak pada 8 galaksi yang mayoritas penduduknya adalah manusia

– Kenyataan bahwa DNA Alien Grey bisa dikombinasikan dengan DNA Manusia (Buku The Threats – David Jacobs) mengindikasikan bahwa ada kemiripan DNA .

– Pernyataan Alien Janos bahwa mereka tadinya adalah manusia bumi yang pindah dari bumi untuk menghindari perang (Buku The Janos People – Frank Johnson)

Sumber : Anugrerah Sentot Sudono, Islamic UFO

Kenyataan bahwa terdapat Bani Adam di Planet lain, juga di amini oleh Dicky Zainal Arifin pengarang buku Novel Arkhytirema. Buku yang sumbernya diperoleh melalui hasil insvestigasi astral dalam bentuk “time travel”, menceritakan keberadaan Bani Adam, yang tersebar di beberapa Planet di luar Bumi di antaranya :

– bangsa TRUNKA di Planet TRUNKA di gugusan ORNORAG
– bangsa ERATUS di Planet UNDAMUNGTHA gugusan GHURABHAL
– bangsa NEGRIDA di Planet TRABIX gugusan BINNURA
– bangsa LEMURIAN di Planet LEMURIAN di sisi luar galaksi BIMASAKTI berdekatan dengan galaksi ANDROMEDA

Sumber : Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook)

Menurut Kang Dicky, Bangsa Lemurian, berasal dari Benua Lemuria yang keberadaannya saat ini lebih dikenal dengan nama Nusantara. Bahkan salah seorang Penduduk Lemurian yang bernama Aki Tirem (Arkhytirema), menjadi salah seorang leluhur dari Masyarakat Sunda dan Suku Jawa.

WaLlahu a’lamu bishshawab

The God Gene, dalam tinjauan Syar’i dan Genetika

Ketika ALLAH menciptakan Nabi Adam, ALLAH telah menanamkan sebuah perangkat khusus di dalam tubuh manusia, yang berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal Illahiah.

Sebagaimana dijelaskan di dalam ayat berikut ini :

maka ALLAAH mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. As-Syam (91) ayat 8-10)

Perangkat khusus ini, di dalam ilmu genetika dikenal sebagai The God Gene.


Kemuliaan Manusia

ALLAH
telah memuliakan manusia dibanding makhluk lainnya, yaitu dengan menitipkan Gen khusus ini. Maka dengan alasan kemuliaan inilah, mungkin yang menjadi salah satu sebabALLAH memerintahkan para Malaikat dan semua Jin untuk sujud kepada Nabi Adam (baca juga : Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius.

Dan (ingatlah) ketika KAMI berKalam kepada para Malaikat:
“Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqarah (2) ayat 34).

Keberadaan The God Gene, yang merupakan penerima sinyal-sinyal ajaran Illahiah, juga tergambar di dalam ayat-ayat berikut :

Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah), bahwasanya AKU adalah dekat… (QS 2:186)

dan KAMI lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat (QS 56:85)

…dan KAMI lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (QS 50:16).

Dalam Ilmu sains yang mempelajari tentang geneologi. The God Gene ini diidentifikasikan sebagai VMAT2 (vesicular monoamine taranspoter), yang ditetapkan bagi kode genetic adaptif yang lebih C ketimbang A di posisi 33050 pada genom Insan.

Gen ini ditemukan oleh Dean Hamer, seorang kepala struktur Gen di US National Cancer Institute, sebagaimana disebutkan oleh Kluger dalam Bukunya Is God in our genes, lihat Time Magazine, 25 Oktober 2004.

Saat menemukan The God Gene ini, Hamer juga mempelajari sembilan gen yang meningkatkan produksi zat-zat kimia otak yang disebut monoamine- termasuk serotonin, noreipinefrin dan dopamine, yang mana zat-zat kimia inilah yang mengatur suasana hati dan motivasi (sumber : Pertarungan antara DNA ALLAAH vs genetik iblis dalam tubuhmu).

muncul pertanyaan…

Jika manusia telah dibekali, perangkat khusus oleh ALLAH, dalam menangkap sinyal-sinyalNYA, mengapa manusia masih banyak yang ingkar?

Untuk dipahami, masih ada faktor lain yang bermain di sini, yakni  syaithon sang penggoda. Dan ALLAH telah menegaskan, bahwa Dia telah mengutus syaithon kepada orang-orang kafir, untuk mendorong mereka agar berbuat maksiat dengan sungguh – sungguh (Qs.19:83-84). (sumber : al Ulama-net)

Syaithon adalah misi penguji bagi manusia berupa kalam syar (Qs.113:2) yang merupakan lawan dari kalam wahyu yang diciptakan ALLAH. Bisikannya berupa hawa (Qs.45:23) yang ditiupkan secara terus menerus ke nafsu manusia oleh iblis (Qs.7:16-17). Sementara kalam wahyu, tempat penerimaannya pada hati manusia (Qs.8:24).

WaLlahu a’lamu bishshawab