Tag Archives: arkeologi

Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

Peneliti Balai Arkeolog Palembang, dikagetkan oleh hasil yang didapat dari uji karbon, dari tiang kayu medang di Desa Banyubiru Dusun Belanti Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Hasil analisis karbon C-14 pada sampel tiang kayu Medang yang dilakukan di Laboratorium Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Batam Jakarta diperoleh pertanggalan CalBP 2760 +- 134 (CalBC 810 +- 34).

Temuan ini menunjukkan, tiang kayu tersebut berasal dari tahun 810 Sebelum Masehi (SM), atau umur kayu itu sekarang telah mencapai 2825 tahun (sumber : tribunnews.com).

rumahkuno1
Penemuan tiang kayu, yang diperkirakan merupakan penyanggah dari rumah panggung kuno, membuktikan bahwa ribuan tahun yang silam, masyarakat di Sumatera Selatan telah berbudaya.

Mereka bukan lagi manusia-manusia yang hidup di dalam gua atau hutan, melainkan sebuah kelompok masyarakat yang sangat berbudaya, dengan memiliki permukiman (perkampungan).

Pemukiman Awal Bangsa Melayu

Ada indikasi penemuan Pemukiman Kuno di Desa Banyubiru, merupakan kelanjutan dari komunitas manusia kuno yang hidup di Goa Harimau.

Dalam Penelitan arkeologi yang dilakukan di Goa Harimau, Sumatera Selatan, ditemukan ada dua jenis ras manusia Homo sapiens, yang pernah mendiami Goa Purba ini.

Kedua ras tersebut adalah Ras Australomelanesid dan Ras Mongoloid, dan kedua ras ini diduga pernah bertemu serta berinteraksi di goa tersebut.

Dari 78 kerangka Homo sapiens yang diekskavasi, Tim Penelitian Arkeologi Goa Harimau mendeteksi empat kerangka ras Australomelanesid. Sementara 74 kerangka individu lainnya merupakan ras Mongoloid.

guaharimau1 Foto : Republika.co.id

Homo sapiens ras Mongoloid ditemukan di lapisan tanah paling atas Goa Harimau. Sementara ras Australomelanesid berada di lapisan tanah ketiga, berupa tanah lempung coklat tua yang mengandung gamping.

Dari hasil penanggalan radiokarbon oleh Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional pada lapisan tanah teratas, umur kerangka Homo sapiens Mongoloid 3.464 tahun.

Sementara itu, penanggalan radiokarbon oleh Waikato Radiocarbon Dating Laboratory, Selandia Baru, untuk lapisan tanah ketiga (tempat penemuan kerangka Australomelanesid) menunjukkan usia 4.840 tahun (sumber : nationalgeographic.co.id).

Temuan di Goa Harimau membuktikan, bahwa jauh sebelum kedatangan kelompok Proto Melayu (ras Mongoloid), di pulau Sumatera telah ada komunitas kehidupan manusia dari ras Australomelanesid.

Ketika masyarakat Proto Melayu (ras Mongoloid) datang, kedua komunitas ini saling ber-interaksi satu dengan lainnya, dan hasil penyatuan kedua kebudayaan ini, menghasilkan satu masyarakat baru, yang dikenal sebagai Bangsa Jawi (Melayu).

Bentuk pemukiman awal dari masyarakat yang kelak menjadi leluhur Penduduk Nusantara ini, salah satunya berada di Desa Banyubiru, Ogan Kombering Ilir Sumatera Selatan.

Boleh jadi, rumah panggung yang merupakan salah satu ciri Bangsa Jawi (Melayu), bermula dari wilayah ini, untuk kemudian menyebar ke seluruh pelosok Nusantara.

WaLlahu a’lamu bishshawab

 

Arkeolog menemukan makam Permaisuri Mesir Kuno dari masa Firaun Ramses ?

makammesir1

Tim arkeolog dari Mesir dan Prancis menemukan makam yang diduga milik permaisuri Firaun di kawasan Luxor. Para arkeolog yakin kuburan itu milik Ratu yang hidup pada masa Periode Ramses.

“Penelitian sedang dilanjutkan untuk menentukan nama Firaun yang dia nikahi,” demikian pernyataan Kementerian Kepurbakalaan Mesir sebagaimana dikutip dari Al Arabiya.

Untuk diketahui, pada Periode Ramses –Dinasti ke-19 [1314 hingga 1200 sebelum masehi] dan Dinasti ke-20 [1200 hingga 1085 sebelum masehi]– ada 11 Raja yang bergelar Ramses.

Di dalam makam yang ditemukan itu, para arkeolog menemukan pecahan 20 patung penguburan yang bertuliskan nama “Karomama”. Para arkeolog berharap nama itu bisa membantu mempersempit pencarian identitas sang Ratu.

“[Petunjuk itu] Akan membantu lebih mengetahui banyak tentang orang penting ini.”
Luxor merupakan wilayah di tepi Sungai Nil yang berada di selatan Mesir. Lokasi itu merupakan sebuah “museum terbuka” yang banyak ditemui kuil dan makam dari Mesir kuno.

Sumber :
sangpencerah.com

Bukti Arkeologis, Budaya HIJAB telah ada Ribuan Tahun dalam Peradaban Kuno Dunia ?

Kaum Muslimin percaya bahwa Islam adalah ajaran yang telah ada sejak masa kehidupan leluhur umat manusia, Nabi Adam beserta keluarganya.

Demikian halnya perintah Hijab (berpakaian tertutup) bagi para wanita, sudah tentu telah disampaikan oleh nabi-nabi terdahulu, sebelum masa kenabian Muhammad Rasulullah.

Berikut adalah benda-benda arkeologis, yang menunjukkan budaya Hijab telah berlangsung ribuan tahun, dari berbagai Peradaban Kuno di Dunia…

hijabarkeologi
Hijab dalam Al Qur’an…

QS. Al-Ahzab (33) ayat 59 :
Wahai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak di ganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Hijab dalam Perjanjian Baru…

Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

Korintus 11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

Hijab dalam Perjanjian Lama…

Kejadian (Genesis) 24 : 63
Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang.

Kejadian (Genesis) 24 : 64
Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya.

Kejadian (Genesis) 24 : 65
Katanya kepada hamba itu: “Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?” Jawab hamba itu: “Dialah tuanku itu.” Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.

Sumber :
pinterest.com

Kera Raksasa (Gigantopithecus), dari Tanah Jawa ?

Fosil pertama kera raksasa purba di Indonesia ditemukan di situs Semedo, Tegal, Jawa Tengah. Penemuan tersebut memberi petunjuk bahwa kera raksasa purba atau kingkong pernah hidup di Indonesia, khususnya tanah Jawa.

“Ini ditemukan oleh warga pada bulan Juli lalu. Kita berhasil mengonfirmasi bahwa ini milik kera raksasa Jawa,” ungkap Siswanto, Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, ketika dihubungi Kompas.com, Senin (1/12/2014).

Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang bawah. Awalnya, fosil itu diduga milik manusia. Akan tetapi, saat menganalisis ukuran dua gigi geraham yang besar, pihak Balai Arkeologi Yogyakarta meyakini bahwa fosil tersebut bukan milik manusia, melainkan kera raksasa.

kera11

Temuan ini mencengangkan sebab selama ini Gigantopithecus atau kera raksasa yang ukurannya mencapai 3 meter dipercaya hanya tersebar di Tiongkok, Asia Selatan, dan wilayah Vietnam yang dekat dengan Tiongkok.

“Ini temuan pertama di Indonesia,” kata Siswanto. Dia menambahkan, kera raksasa yang ditemukan di Semedo berbeda dengan di Asia Selatan dan Tiongkok. “Kalau di India, misalnya, ukurannya lebih kecil,” imbuhnya.

Ada beragam jenis Gigantopithecus yang tersebar di dunia, antara lain G giganteus, G bilaspurensis, dan G blacki. Jenis yang fosilnya dijumpai di Semedo adalah G blacki.

Tulang Gigantopithecus ini ditemukan pada lapisan tanah dengan umur geologi mencapai satu juta tahun lalu. Lokasi penemuan ini mendukung gagasan bahwa kera raksasa pernah menyebar hingga ke Indonesia.

kera1

Jutaan tahun lalu, daratan Asia dan wilayah Jawa, Sumatera, serta Kalimantan masih tergabung dalam satu pulau raksasa. Kondisi tersebut memungkinkan hewan darat seperti kera raksasa menyebar hingga ke Tanah Air.

Siswanto mengutarakan, kera raksasa purba menghuni Jawa pada masa pleistosen hingga lebih kurang 200.000 tahun lalu. Setelahnya, spesies tersebut punah, diduga akibat perubahan iklim.

“Ada perubahan iklim mendadak dari ekstrem dingin menjadi kering. Kera raksasa dengan ukurannya yang besar tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan sehingga akhirnya punah,” ujar Siswanto.

Siswanto percaya, kera raksasa tidak hanya bisa dijumpai di Jawa, tetapi juga Sumatera dan Kalimantan. Hanya, kondisi pengendapan di Sumatera dan Kalimantan mungkin tidak mendukung terawetkannya tulang sehingga fosil tak ditemukan.

Siswanto menguraikan temuan fosil kingkong purba tersebut dalam acara kuliah umum di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada Sabtu (29/11/2014). Dalam acara itu, dia juga menguraikan temuan penting lain di situs Semedo.

Salah satu temuan lain dari situs Semedo adalah gajah kerdil purba atau Stegodon (pygmy) semedoensis. Jenis stegodon tersebut diyakini endemik Semedo, tak bisa dijumpai di wilayah lain.

Sumber :
kompas.com

CD Rom for pregnancy, 4000 years ago ?

cdrom

The images that adorn the enigmatic Phaistos Disc have been puzzling archaeologists for decades.

Discovered by Italian archaeologist Luigi Pernier in 1908, the mysterious fired clay disk, which is thought to date back almost 4,000 years to 1,700 BC, originates from the Minoan palace of Phaistos on the Greek island of Crete.

Measuring around 15cm in diameter, the disc’s unusual circular design and hieroglyphic inscriptions have proven so difficult to decipher that all attempts to interpret them have failed.

The riddle of the disc however may have now finally been solved thanks to Dr Gareth Owens who has succeeded in painstakingly translating some of the symbols. The most commonly recurring symbol is now believed to mean ‘Mother’ while another translates to “Great lady of importance”.

Owens, who has since managed to translate up to 90% of the disc, believes that the artefact exhibits a form of spirally printed prayer that focuses on the concepts of pregnancy and birth.

Source :
uk.news.yahoo.com
unexplained-mysteries.com

You May Like :
1. New Earth : Kepler-186f ?
2. 70+ Islamic Books in English [Free Download]
3. Objection : The Stonehenge was built in 1954 ?

iklanusapresiden1   iklanwilliam1    iklansaudi1    iklancheroke

Identifikasi Temuan Koin Kuno di Sungai Komering

Warga Negeriagung, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan menemukan ribuan keping koin kuno di aliran Sungai Komering di lokasi tambang koral.

Salah seorang tokoh setempat membawa contoh koin ke Balai Arkeologi Palembang untuk diidentifikasi dan didokumentasikan. Berikut adalah identifikasi koin tersebut…

koin1

koin2
koin3

koin4


S
umber :
nationalgeographic.co.id

[Misteri] Teknologi Manusia 17.000 Tahun Yang Silam ?

Manusia purba bukanlah sangat primitif seperti yang kita kira, sebuah temuan arkeologis menunjukkan manusia di masa ribuan tahun yang silam, telah mengenal kehidupan bermasyarakat, sarung kaki bahkan topi.

mp1

mp2

Gambar di atas merupakan rekonstruksi temuan tengkorak di wilayah Sungir (tidak jauh dari Moskow Rusia), diperkirakan berasal dari masa 28 000 sampai 30 000 tahun yang lalu

Sumber : donsmaps.com

Bahkan di masa ribuan tahun yang silam, ada temuan arkeologis yang menunjukkan manusia pada masa itu, telah mengenal teknologi pesawat angkasa…Mari perhatikan picture berikut ini :

mp3

mp4

Gambar diatas adalah lukisan yang ditemukan di Peche Merle Cave, France, yang diperkirakan berasal dari masa, 15.000 SM atau sekita5 17.000 tahun yang lalu.

Sumber : Bukti arkeologis keberadaan penghuni langit di bumi

Penemuan Patung Bison, di Zaraysk Rusia, yang diperkirakan telah berumur 20.000 tahun

bison1

Sumber : ft.com

Piramid Gunung Padang Indonesia, diperkirakan telah berusia 20.000 tahun

gpadang11

Sumber :
From Indonesia To Turkey New Archaeological Discoveries Uncover The Mysteries Of A Lost Civilisation By Graham Hancock

Piramid dibawah permukaan air, ditemukan di dekat Portugal, yang diperkirakan telah berusia 20.000 tahun.

pyramid1
Sumber : beforeitsnews.com

Penemuan arkeologis ini, memunculkan beberarapa teori, salah satunya teori mengatakan bahwa manusia pada masa lalu pernah mancapai peradaban ilmu pengetahuan yang sangat tinggi, namun peradaban itu musnah, diakibatkan oleh peperangan dan bencana alam yang dahsyat.

WaLlahu a’lamu bishshawab