Tag Archives: evolusi

Teori Evolusi, penelitian ilmiah atau cerita mitos ?

Sebagian ilmuan dengan berdasarkan kepada hasil penelitan ilmiah, meyakini inilah proses terbentunya spesies manusia, yang berlangusng sekitar 2,5 milyar tahun (sumber : journal of cosmology)…

evolusi1

Akan tetapi teori yang dikenal sebagai “Teori Evolusi” ini, banyak memiliki kelemahan.

Salah satunya adalah temuan fosil yang menunjukkan, makhluk hidup selama jutaan tahun, ternyata tidak mengalami perubahan pada stuktur tubuhya (Sumber : Evolusi Hewan, hanyalah cerita mitos ?)…

Beberapa Fosil Hewan Purba yang berhasil diteliti…


FOSIL KODOK BERUMUR 50 JUTA TAHUN
Tidak ada perbedaan antara
kodok ini, yang hidup 50
juta tahun silam, dan yang
hidup hari ini.


Fosil kepiting yang hidup antara 38 hingga
23 juta tahun silam, sangat mirip dengan kepiting yang hidup sekarang.


Udang yang hidup antara 250 juta hingga 70
juta tahun silam sama dengan yang
hidup di zaman kita. Udang yang
tetap tak berubah selama jutaan
tahun menunjukkan bahwa evolusi
tidak pernah terjadi.

Temuan fosil hewan purba di atas, membuat kita bertanya, Eksistensi Teori Evolusi, apakah merupakan Penelitian Ilmiah, atau hanya sekadar cerita mitos belaka ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Proses Penciptaan Adam, dalam perhitungan Teori Evolusi ?

Masyarakat Arab mengenal hari-hari dalam sepekan, secara berurutan adalah sebagai berikut

1. Awwal (kemudian diubah menjadi Ahad),
2. Ahuwan/Awhad (Senin)
3. Jubâr (Selasa)
4. Dubâr (Rabu)
5. Mu’nis (Kamis)
6. ‘Urubah (Jumat)
7. Syubâr (Sabtu).

(sumber : bandarlampungkota.go.id)

Artinya hari jum’at merupakan hari-6 dalam penanggalan Arab…

Di kalangan umat muslim, meyakini bahwa pada Hari Jum’at, merupakan Hari diciptakannya Adam, sebagaimana hadis Rasulullah,

“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam diciptakan dan pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari surga. Kiamat pun tidak akan terjadi melainkan pada hari Jumat.” (HR Muslim, Abu Daud, Nasai, dan Tirmidzi)
(Sumber : http://wp.me/pPmCF-1hX)

Dengan kata lain, Adam diciptakan pada hari (tahap) ke-6…

atom1

Berdasarkan penelitian, alam semesta mulai tercipta pada sekitar 13,7 milyar (teori NASA dikisaran 12-18 milyar) tahun yang lalu, yang dalam Al Qur’an dikenal sebagai 6 (enam) tahap penciptaan.

Q.S. Hud (11) ayat 7 :
” Dan Dia-lah yang telah menciptakan ruang-alam dan materi dalam enam tahapan, sedang pemerintahan-Nya telah tegak pada fase zat alir, untuk menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya”.
(terjemahan dari Prof. Achmad Baiquni, http://wp.me/pPmCF-IF)

Atau dengan kata lain 1 tahap penciptaan, sekitar 2.28 milyar tahun…

Kita pahami Adam diciptakan ALLAH dari saripati tanah (atom pembentuk tanah, dengan unsur dominan Oksigen, Karbon, Hidrogen, Nitrogen, Kalsium, Fosfor… http://wp.me/pPmCF-ov).

Jika Adam diciptakan di hari (tahap) ke-6, artinya proses penciptaannya terjadi pada akhir tahap penciptaan atau sekitar 2,28 milyar tahun yang lalu.

Nampaknya proses penciptaan Adam ini, hampir bersesuaian dengan perhitungan masa terbentuknya makhluk hidup di bumi (melalui proses Evolusi), yang diperkirakan dimulai pada sekitar 2,5 milyar tahun yang lalu.

Dan bisa juga dimaknai, sesungguhnya kehidupan manusia, tidaklah lebih dari satu hari (tahap) penciptaan (dengan waktu sekitar 2 – 3 milyar tahun), yang meliputi proses penciptaan makhluk hidup, kemudian menjadi khalifah di bumi sampai saat datangnya hari kiamat.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Evolusi Hewan, hanyalah cerita Mitos ?

Di dalam teori Darwin dikenal istilah seleksi alam. Istilah tersebut memberikan gambaran bahwa semua makhluk hidup saling bersaing satu dengan lainnya. Yang kuat akan tetap bertahan, sedangkan yang lemah harus menyingkir dari kehidupan.

Teori ini disadari atau tidak, telah menjadi alasan ilmiah bagi tumbuhnya sikap superior suatu bangsa terhadap bangsa lainnya. Satu bangsa (ras) atas nama seleksi alam, seolah memiliki pembenaran untuk memusnahkan bangsa (ras) lainnya.

Dari sisi ilmiah Teori Darwin, sesungguhnya memiliki banyak kelemahan, seorang cendikiawan muslim, Harun Yahya (HarunYahya.com), melalui penelitiannya, berhasil mengungkapkan beberapa fakta yang membantah teori tersebut.


Menentukan umur batuan dengan
penelitian terhadap peluruhan
mineral radioaktif.

Melalui penelitiannya terhadap fosil-fosil binatang purba, seperti Udang (berumur 250 juta tahun), Kepiting (berumur 38 juta tahun), Kodok (berumur 50 juta tahun), ditemukan fakta stuktur tubuh fosil binatang purba tersebut, tidak berbeda dengan struktur tubuh hewan di zaman sekarang.

Padahal apabila kita mengikuti pemahaman Darwinisme, seharusnya stuktur tubuh hewan-hewan purba ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan keadaan hewan-hewan sekarang. Hal ini dikarenakan, penganut Darwinisme meyakini, semua makhluk hidup mengalami evolusi yaitu perubahan sedikit demi sedikit yang berlangsung secara terus menerus (silahkan kunjungi : Sun Go Kong, itu Ilmiah ?).

Fakta ilmiah ini menunjukkan, bahwa Teori Evolusi Darwin, pada hakekatnya hanyalah mitos belaka.

Beberapa Fosil Hewan Purba yang berhasil diteliti…


FOSIL KODOK BERUMUR 50 JUTA TAHUN
Tidak ada perbedaan antara
kodok ini, yang hidup 50
juta tahun silam, dan yang
hidup hari ini.


Fosil kepiting yang hidup antara 38 hingga
23 juta tahun silam, sangat mirip dengan kepiting yang hidup sekarang.


Udang yang hidup antara 250 juta hingga 70
juta tahun silam sama dengan yang
hidup di zaman kita. Udang yang
tetap tak berubah selama jutaan
tahun menunjukkan bahwa evolusi
tidak pernah terjadi.

Lintas Berita :
Dinasti Giri Kedaton dan Silsilah Presiden Indonesia : Sukarno, Suharto, BJ.Habibie, Gusdur, Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Artikel Terkait
01. Seruling 40 ribu tahun, gimana ngitungnya?
02. Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza
03. MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI

Sun Go Kong, itu Ilmiah ?

Ada Legenda yang poluler dalam masyarakat China, yakni satu sosok manusia kera yang bernama Sun Go Kong. Sedemikian populernya legenda tersebut, hingga dibuatkan berbagai buku, bahkan di era sekarang, telah ada film, yang bercerita tentang kehidupan manusia kera tersebut.

Kisah manusia kera, juga terdapat di dalam legenda tanah India. Kita mengenal nama Hanoman sebagai salah satu pahlawan dalam cerita Ramayana.

Yang mengherankan kita, diakhir abad ke-19, muncul sekolompok orang yang meng-klaim, Si Manusia Kera adalah nenek moyang umat manusia. Berbagai teori ilmiah diungkapkan, agar kita percaya, bahwa kita semua bermula dari sejenis kera yang hidup jutaan tahun yang silam.

Manusia Kera, dongeng dibuat ilmiah?

Gerakan meng-ilmiahkan dongeng ini, berawal dari Darwin yang  mengajukan penyataan bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama, melalui bukunya The Descent of Man, terbitan tahun 1871. Sejak saat itu hingga sekarang, para pengikut jalan Darwin telah mencoba mendukung pernyataannya. Tatapi meskipun berbagai penelitian telah dilakukan, pernyataan mengenai “evolusi manusia” tidak didukung oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya dalam hal fosil.

Kebanyakan masyarakat awam tidak menyadari kenyataan ini, dan berfikir bahwa pernyataan evolusi manusia didukung oleh banyak bukti yang kuat. Penyebab adanya opini yang keliru ini adalah bahwa permasalahan ini sering dibahas dalam media dan dihadirkan sebagai fakta yang terbukti. Tetapi yang benar-benar ahli dalam masalah ini menyadari bahwa tidak ada landasan ilmiah bagi pernyataan evolusi manusia.

Pernyataan evolusi ini, yang “miskin akan bukti“, memulai pohon kekerabatan manusia dengan satu kelompok kera yang telah dinyatakan membentuk satu genus tersendiri, Australopithecus. Menurut pernyataan ini, Australopithecus secara bertahap mulai berjalan tegak, otaknya membesar, dan ia melewati serangkaian tahapan hingga mencapai tahapan manusia sekarang (Homo sapiens). Tetapi rekaman fosil tidak mendukung skenario ini (Sumber : harunyahya.com).

Telah banyak penemuan yang menunjukkan bahwa Homo Sapiens sebenarnya berasal lebih awal dari 800.000 tahun. Salah satunya adalah penemuan oleh Louis Lleakey pada awal tahun 1970-an di Olduvai Gorge. Di sini pada lapisan Bed II, Leakey menemukan bahwa spesies Australopithecus, Homo habilis dan Homo erectus telah hidup pada waktu yang sama. Yang lebih menarik adalah struktur yang ditemukan Leakey dalam lapisan yang sama (Bed II).

Di sini, ia menemukan sisa sebuah pondok batu. Hal yang tidak biasa dalam penemuan tersebut adalah bahwa konstruksi ini, yang masih dipakai di beberapa tempat di Afrika, hanya mungkin dibangun oleh Homo sapiens! Jadi, menurut penemuan Leakey, Australopithecus, Homo habilis, Homo erectus dan manusia moderen pastilah telah hidup bersama sekitar 1,7 juta tahun yang lalu. Penemuan ini sudah tentu membantah teori evolusi yang menyatakan bahwa manusia moderen berevolusi dari spesies mirip-kera seperti Australopithecus.

Masalah Bipedal

Terlepas dari rekaman fosil yang ditemukan, adanya perbedaan anatomis yang tidak bisa dijembatani antara manusia dan kera, juga membantah cerita fiksi evolusi manusia. Salah satunya adalah berhubungan dengan cara berjalan.

Manusia berjalan tegak dengan dua kaki (Bipedal). Ini adalah cara berjalan yang sangat khas yang tidak terlihat pada spesies mamalia yang lain. Beberapa hewan lain juga memiliki kemampuan terbatas untuk berjalan sambil berdiri di atas dua kaki belakang mereka. Hewan seperti beruang dan kera bisa berjalan dengan cara ini hanya pada saat-saat tertentu, seperti ketika mereka mencoba meraih sumber makanan, dan ini pun hanya untuk waktu singkat. Secara normal, rangka mereka condong ke depan dan mereka berjalan dengan empat kaki (Quadrupedal).

Kerangka manusia dirancang berjalan tegak. Akan tetapi kerangka kera, dengan cara berdiri yang condong ke depan, kaki yang pendek, dan tangan yang panjang, cocok untuk berjalan dengan empat kaki. Tak mungkin ada “bentuk peralihan” di antara keduanya, sebab bentuk itu sama sekali tak bermanfaat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa evolusi bipedalisme tidak pernah terjadi, dan juga tidak mungkin terjadi. Pertama, bipedalisme bukanlah suatu keuntungan secara evolusi. Cara kera bergerak adalah jauh lebih mudah, cepat, dan lebih efisien daripada cara bipedal manusia. Manusia tidak bisa melompat dari pohon ke pohon tanpa jatuh ke tanah, seperti simpanse, tidak juga lari dengan kecepatan 125 km per jam, seperti cheetah.

Sebaliknya, karena manusia berjalan dengan dua kaki, ia bergerak lebih lambat di atas tanah. Untuk alasan ini, manusia adalah spesies yang paling tidak terlindungi di antara semua spesies di alam dalam hal pergerakan dan pertahanan. Menurut logika evolusi, kera seharusnya tidak berevolusi untuk memperoleh cara berjalan bipedal; sebaliknya, manusialah yang seharusnya berevolusi menjadi quadrupedal (berjalan di atas empat kaki).

Kita percaya bahwa nenek moyang manusia, secara logika pasti manusia juga. Kita meyakini Nabi Adam, sebagai manusia pertama merupakan sosok yang jenius (Kunjungi : Berdasarkan Genetika, semua manusia berpotensi menjadi jenius) dan berbudaya, dimana keberadaannya diperkirakan sebelum 200.000 tahun yang lalu (Kunjungi : REVISI periode KENABIAN).

Keberadaan Manusia Kera, berdasarkan penemuan-penemuan fosil memang merupakan fakta ilmiah. Akan tetapi, menghubungkan silsilah kekerabatan, antara kita dengan mereka adalah sebuah keganjilan, yang sulit untuk diterima, baik secara Spiritual maupun Ilmiah.

Artikel Terkait
01. Seruling 40 ribu tahun, gimana ngitungnya?
02. MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI
03. Evolusi Hewan, hanyalah cerita Mitos ?

MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI

Di awal abad ke-21 ini, Kaum Evolusionis sedang menghadapi dilema yang sangat berat, yaitu mereka harus mengakui TEORI EVOLUSI telah RUNTUH, atau berkeyakinan KERA-KERA PURBA adalah Para PENAMBANG BESI, yang gemar MEMAHAT BATU.

Penemuan Kebudayaan Jutaan Tahun

Pada tahun 1865 di pertambangan Abbey Nevada USA, ditemukan dalam satu gumpalan bijih logam berbentuk skrup besi sepanjang 2 inci (= 5 cm). Benda hasil karya manusia ini, telah ber-oksidasi dan meninggalkan bentuk fosil, yang diperkirakan berusia jutaan tahun.

Penemuan Hasil Karya Manusia, yang usianya sangat tua juga ditemukan di beberapa tempat, diantaranya :

1. Di gurun Gobi juga ditemukan bekas tapak sepatu (sandal?) dan diperkirakan berumur beberapa juta tahun.

2. Di satu pertambangan di Peru ditemukan paku besi ter-benam dalam karang. Sebelum kedatangan orang-orang Spanyol ke Amerika, paku besi tidak dikenal. Fosil paku ini diperkirakan berusia jutaan tahun.

3. Di Desa Schondorf Austria di-temukan besi bentuk kubus (panjang dan lebar kurang dari 1 cm) di dalam gumpalan batu-bara yang pecah. Kubus ini beralur disekelilingnya dan tepi alurnya rata. Benda ini seolah – olah merupakan bagian dari peralatan mesin, dan diperkirakan ber-umur jutaan tahun.

4. Pada barisan-barisan karang yang ada di Amerika Utara dan Selatan ditemukan banyak petroglyph (pahatan/ukiran pada batu) yang memperlihatkan gambar-gambar dinosaurus.

5. Pada tahun 1924 Doheny Expedition menemukan petroglyph (pahatan) yang amat purba di Havasupai dekat Grand Canyon USA. Satu gambar memperlihatkan orang-orang menyerang mammoth (gajah purba). Gambar lain memperlihatkan seekor tyrennosaurus (kadal purba raksasa) sedang ber-diri bertumpu pada ekornya.

6. Petroglyph-petroglyph yang ditemukan sepanjang sungai Amazon serta anak-anak sungainya, memperlihatkan gambar-gambar binatang purba khususnya stegosaurus.

7. Tapak-tapak kaki dinosaurus ditemukan di dasar sungai Paluxy dekat Glen Rose Texas USA berdampingan dengan tapak-tapak kaki manusia.

Sumber : kaskus.co.id

Jejak kaki manusia yang berumur 3,6 juta tahun di Laetoli, Tanzania (harunyahya.com)

Temuan arkeologis berumur jutaan tahun ini, sekaligus meruntuhkan Teori Evolusi, yang selama ini dijadikan pedoman berkenaan dengan sejarah umat manusia :

Menurut perkiraan evolusionis, manusia modern saat ini bermula dari sesosok mahkluk mirip kera, yang disebut Australopithecus (hidup pada sekitar 4 juta tahun sampai dengan 1 juta tahun yang lalu).

Australopithecus adalah sejenis kera yang telah punah, dan mirip dengan kera masa kini. Volume tengkorak mereka adalah sama atau lebih kecil daripada simpanse saat ini. Terdapat bagian menonjol pada tangan dan kaki mereka yang mereka gunakan untuk memanjat pohon, persis seperti simpanse sekarang, dan kaki mereka terbentuk untuk mencengkeram dan bergelantung pada dahan pohon.

Yang membedakan mereka dengan kera, meskipun mereka memiliki anatomi sangat mirip kera, tetapi mereka bisa berjalan tegak.

Sumber : HarunYahya.com

Para pendukung Teori Evolusi Darwin, berkeyakinan pada sekitar 1 juta tahun yang lalu, nenek moyang manusia sama sekali belum berbudaya, mereka saat itu masih asyik bertengger di atas pohon-pohon, sambil sesekali turun ke tanah, untuk mencari biji-bijian yang bisa dimakan.

Dan ketika temuan arkeologis umat manusia, berumur jutaan tahun ditemukan…
Kaum Evolusionis hanya bisa terdiam seribu bahasa.

Dalam meng-analisis Misteri Kebudayaan, yang berumur jutaan tahun ini, setidaknya terdapat tiga pendapat, yaitu :

1. Peninggalan jutaan tahun tersebut, adalah berasal dari makhluk berakal, sebelum turunnya Nabi Adam (Diperkirakan kemunculan Nabi Adam, bersamaan dengan keberadaan, Homo Sapiens, pada sekitar 200.000 tahun yang silam). Makhluk sebelum Adam ini, memiliki tabiat suka berperang dan membuat kerusakan di bumi. Pendapat ini, didasarkan kepada dialog antara Allah dengan para malaikat, sebelum diciptakannya Nabi Adam :

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka Bumi. Malaikat berkata : mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Tuhan mengatakan : Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya” (QS. Al Baqarah (2) ayat 30).

2. Peninggalan jutaan tahun tersebut, sejatinya berasal dari Bani Adam, atau dengan kata lain, mereka berpendapat kehadiran Nabi Adam, sudah mencapai jutaan tahun lamanya. Hal ini semakin dipertegas dengan hadits yang menceritakan bahwa, tinggi dari Nabi Adam mencapai 60 Hasta atau sekitar 30 Meter (silahkan baca Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza), dimana proses untuk menjadi keadaan manusia sekarang, dengan tinggi sekitar sekitar 1,5 m – 2,0 m, tentu diperlukan waktu yang sangat lama.

3. Peninggalan jutaan tahun tersebut ada yang berasal dari Bani Adam, yang sesungguhnya telah berbudaya selama jutaan tahun lamanya, akan tetapi ada juga yang berasal dari makhluk berakal sebelum Adam, sebagaimana yang disampaikan oleh para malaikat, sebagai makhluk yang gemar berbuat onar dan berperang.

Dari ketiga pendapat di atas, ada satu persamaan bahwa jarak dari masa kehidupan Nabi Adam hingga sampai kepada bencana Nuh, yang terjadi sekitar masa 11.000 SM (silahkan baca, Patung Spinx, bukti arkeologis bencana Nuh 13.000 tahun yang silam dan Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia), memiliki rentang waktu yang sangat lama, yakni mencapai ratusan ribu bahkan jutaan tahun.

Dengan demikian, adalah wajar, apabila ada pendapat yang mengatakan, sebelum terjadinya bencana global di masa Nabi Nuh, manusia sesungguhnya telah mencapai peradaban teknologi yang sangat tinggi.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Terkait
01. REVISI Periode KENABIAN?
02. Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius
03. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi

Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza

Teori Darwin memang menyesatkan, bagaimana mungkin, Homo Erectus yang selama 1.000.000 tahun (1,5 juta SM – 500.000SM), tidak mengalami perubahan yang berarti. Akan Tetapi hanya dalam tempo 200.000 tahun, mengalami perubahan yang drastis, menjadi Manusia/Homo Sapiens (500.000SM – 300.000SM)?.

Perlu dipahami bahwa, Homo Erectus adalah mamalia yang telah punah 500.000 tahun yang lalu. Jenis ini memiliki kemampuan berbudaya yang sangat terbatas, selama 1.000.000 tahun.

Adam dan Bakkah

Adam dan Hawa, yang diyakini sebagai leluhur umat manusia, kemunculannya telah ada sebelum 200.000 tahun yang lalu. Komunitas manusia pertama, bermula di Bakkah (QS.3:96), dimana mula-mula tempat peribadatan didirikan.

Bakkah (Mekah), yang disebut juga sebagai Ummul Qura/Ibu Negeri (QS.42:7), sesungguhnya adalah kampung halaman, bagi seluruh umat manusia sedunia.

Teori Out Of Africa, menyatakan bahwa Homo Sapiens berasal dan berevolusi di Afrika. Teori ini didukung oleh penemuan Homo Sapiens tertua, yang berusia 195.000 tahun, di dekat Sungai Omo, Ethiopia (Afrika Timur). Teori Out Of Africa, tidak sepenuhnya benar, karena manusia-manusia di Afrika, sesungguhnya berasal dari Bakkah, yang lokasinya tidak seberapa jauh dari Ethiopia (Afrika Timur).


Nabi Adam Muncul Sesudah 6.000 SM?

Adanya pendapat yang menyatakan, kemunculan Nabi Adam pada sekitar tahun 4.004SM (pendapat Uskup Irlandia, James Ussher, yang didasarkan kepada keterangan dari Bible) dan 5.411SM (pendapat seorang Ahli Sejarah Yahudi, Josephus), jelas sangat bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah.

Berdasarkan fakta sejarah, di India pada 6.000SM – 7.000SM, sudah ada Peradaban Lembah Sungai Indus. Di Iran pada 7.000SM, manusia telah mengenal almunium. Di Cina pada 7.000SM, manusia sudah mengenal bercocok tanam. Dan di Indonesia, tahun 6.000SM, Barus telah didiami manusia.

Nabi Adam Manusia Berbudaya

Nabi Adam adalah Manusia Super Genius. Karena beliau berhasil mempresentasikan keadaan Alam Semesta dihadapan ALLAH. Kecerdasannya telah membuat para malaikat terkagum-kagum, dan sujud. memuji kebesaranNYA (QS.2:30-34).

Nabi Adam dan masyarakat di Bakkah adalah manusia yang berbudaya, mereka telah mengenal pakaian dan berkomunikasi dengan bahasa yang santun. Hal ini sangat jauh dari gambaran, bahwa Nabi Adam adalah manusia primitif, yang berpakaian sekedarnya dan hanya mengenal kapak batu, sebagai alat bantu.

Penjelasan Tentang Keberadaan Ras ‘Raksasa’

Biologist Dr. Shomi Lesser dari Hebrew University mengkalkulasikan. Apabila manusia berasal dari satu leluhur, maka leluhur manusia itu tingginya mesti 90 kaki, karena manusia mengalami penyusutan badan atau genetic bottleneck.

Kalkulasi Dr. Shlomi, bersesuaian dengan isyarat dari Rasulullah 1.400 tahun yang silam, “Nabi Adam memiliki tinggi 60 Hasta” (Hadits Bukhari Vol.IV No.543).
Dimana 60 Hasta = 90 Kaki = 30 Meter.

Penyusutan badan manusia atau genetic bottleneck, kemungkinan telah terjadi pada generasi awal Bani Adam. Dimana ada yang menurunkan ras normal, seperti manusia saat ini, tetapi ada juga yang menurunkan ras ‘raksasa’. Penyusutan badan selain dipengaruhi faktor waktu dan turunan, juga dipengaruhi faktor iklim dan makanan.

Hasil karya manusia-manusia, yang memiliki fisik dan bertubuh ‘raksasa’, bisa dilihat pada Piramid Giza di Mesir (yang tersusun dari 2.3 juta batu, dengan berat setiap batu 2.5 ton) dan Kastil Sacsahuaman di Mexico (yang tersusun dari bebatuan, dengan berat antara 100 ton sampai 360 ton). Perlu dipahami, Piramid Giza dibangun, jauh sebelum munculnya Peradaban Sumeria (sekitar 4.000SM) dan bencana masa Nabi Nuh (sekitar 13.000 tahun lalu atau 11.000SM). Para Fir’aun Mesir Kuno, hanya menemukan Piramid Purba dan menjadikannya sebagai Pemakaman.

Temuan Arkeologi manusia ‘raksasa’ ini, juga telah berhasil ditemukan di Suriah, Arab Saudi, Texas USA, Thailand dan di beberapa tempat lainnya. Namun untuk menanggapi temuan tersebut, perlu kehati-hatian, karena sebagian ada yang direkayasa, untuk kepentingan pribadi.

Artikel Terkait
01. Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius
02. Kota Makkah dan Penemuan Geologi
03. MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI