Tag Archives: misteri

[Analisa Foto] Mushaf Kuno Pusaka Suku Papua, antara Fakta, Hoax atau hanya Ilustrasi wartawan?

Pada salah satu artikelnya, situs pkspiyungan.org, berkisah tentang Mushaf Kuno Al Qur’an (link), yang menjadi pusaka salah satu suku di Papua.

Dalam pemberitaannya tersebut, situs ini memajang foto mushaf Al Qur’an, yang terlihat sudah sangat tua usianya…

mushafpapua1
Tulisan yang dibuat oleh situs tersebut, kemudian dijadikan referensi oleh beberapa situs lain, seperti harsindo.com (link), arrahmah.com (link) dan lain-lain.

Dari pemberitaan yang muncul belakangan, nampaknya terjadi kesalahan tafsir. Foto mushaf kuno (berbahan daun lontar), yang awalnya hanya sebuah iliustrasi, dianggap sebagai mushaf pusaka suku Papua.

Padahal foto mushaf lontar ini, sepertinya adalah foto mushaf yang menjadi koleksi di salah satu musium mushaf di Indonesia (Sumber : kuberceritahari.blogspot.com).

mushafpapua2
Foto Mushaf lontar ini, juga pernah menjadi foto ilustrasi pada artikel di blog wongalus.wordpress.com, pada tahun 2014.

Keberadaan Mushaf Kuno Al Qur’an milik Suku di Papua, jika diselusuri berdasarkan kepada  kisah (alm) Habib Munzir (link).

Akan tetapi, bagaimana bentuk fisik dari Mushaf tersebut, dan lokasi persis suku Papua yang menyimpan mushaf itu, sampai saat ini masih sangat misterius.

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Bukti Ilmiah] Al Qur’an terjaga keasliannya, berdasarkan manuskrip kuno “University of Birmingham” ?

Penemuan manuskrip kuno, naskah Alquran di University of Birmingham telah menjadi berita utama di seluruh dunia. Naskah ini mejadi bukti terjaganya keaslian  ayat-ayat Al Qur’an, sejak masa Rasulullah sampai sekarang.

Berdasarkan pengujian radiokarbon, naskah dalam tulisan arab kuno (Hijazi), diperkirakan berasal dari masa antara 568 dan 645 M (24 H), dan kemungkinan ditulis oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad.

manuscript1

Ayat Al Quran di manuskrip tersebut ditulis dengan tinta kuno. Manuskrip ini mulai dikumpulkan sejak tahun 1920an oleh seorang ahli agama, Alphonse Mingana. Koleksi Mingana kemudian disimpan di Universitas Birmingham di bawah Perpustakaan Riset Cadbury (Sumber : detik.com).

Keaslian teks Al Qur’an yang terjaga

Menarik yang dilakukan oleh situs ilmfeed.com (link), mereka mencoba menulisnya kembali dalam bentuk tulisan arab masa sekarang…

manuscript1a
Grafik di atas menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada teks Al Qur’an, mereka adalah identik. Tidak ada kata-kata atau huruf yang berubah.

Berikut adalah terjemahan dari ayat-ayat yang ditampilkan dalam grafik (Link) :

ayat1

1.Thaahaa.

2. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;

3. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

4. diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,

5. (yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.

6. Milik-Nya-lah apa yang ada di langit, apa yang di bumi, apa yang ada di antara keduanya dan apa yang ada di bawah tanah.

7. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.

8. (Dialah) Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.

ayat2

9. Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

10. Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.”

11. Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, “Wahai Musa!

12. Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Thuwa.

13. Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :
1. Tidak semua ahli manuskrip sepakat, tentang usia naskah Alquran, yang terdapat di University of Birmingham…

Seorang sejarawan bernama Abdullah Al-Sharif, menduga naskah tersebut berasal dari era Umayyah antara tahun 41-132 Hijriah. Sebab menurutnya,  pewarnaan dan tanda titik-titik pada naskah, tidak dikenal pada zaman Nabi.

Pakar manuskrip Abbas Tashkandi, mengatakan ada kemungkinan universitas Birmingham, hanya meneliti pada kulit mushaf  dan bukan tulisannya. Kulitnya mungkin saja tua, namun tulisannya bisa lebih baru

Sementara ahli manuskrip, Abdul Sattar Al-Halouji,mengharapkan agar pihak Universitas Birmingham, juga meneliti usia tinta yang digunakan, dan bukan hanya kulit naskahnya saja (Sumber : fimadani.com).

[Misteri] Pluto (Walt Disney) di Pluto ?

Pada Selasa 14 Juli 2015, pukul 11.30 GMT atau Selasa, 14 Juli 2015 sekitar 18.30 WIB. NASA melalui Pesawat New Horizon terbang melintas dekat Pluto.

Dan untuk pertama kalinya, wajah Pluto berhasil diabadikan secara lebih mendetail…

pluto1
Yang unik dari picture yang dikirim oleh New Horizon ini, yakni bentuk guratan pluto ada kemiripan dengan tokoh kartun Pluto, yang di Produksi oleh Walt Disney…

pluto1a
pluto1b

pluto1c
Sebagaimana diketahui, tokoh kartun Pluto telah mulai dikenal sejak tahun 1928, dan benda angkasa “Pluto”, ditemukan para ilmuan sekitar tahun 1930.

Bagaimana sang pelukis bisa ter-inspirasi dalam membentuk karakter Pluto ? atau bisa juga hanya kebetulan semata…

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. viva.co.id
2. theverge.com
3. theguardian.com

Jika seluruh info ALAM SEMESTA masuk ke otak kita, otak kita tidak akan penuh?

Berdasarkan penelitian University of Southern California, otak manusia memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 256 exabytes data (sumber : wired.co.uk).

Jika 1 exabytes adalah 10^18 bytes (sumber : wikipedia.org),
maka 256 exabytes adalah 256 x 10^18 bytes

human1

Encyclopedia Britannica 2010

Encyclopedia Britannica edisi tahun 2010, terdiri atas 32 volume dan terdapat sekitar 300 juta karakter (sumber : numbersleuth.org).

Jika 1 karakter bisa disimpan dalam 1 byte (sumber : stackoverflow.com)

maka Encyclopedia Britannica edisi tahun 2010, terdapat sekitar
300 juta byte = 3 x 10^8 bytes

human3
Sehingga diperoleh…

Kapasitas Otak Manusia ==> Encyclopedia Britannica
256 x 10^18 bytes ==>  85,3 x 10^10 x ( 3 x 10^8)

atau Kapasitas Otak Manusia bisa menyimpan data, yang setara dengan 853 miliar Encyclopedia Britannica.

Dengan demikian, tidak berlebihan apabila ada yang berpendapat, “jika seluruh informasi alam semesta ini dimasukkan ke dalam otak kita, otak kita tidak akan penuh” (sumber : Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius).

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Misteri] Ustadz Arifin Ilham, dan Kontraknya dengan ALLAH?

Ustadz Arifin Ilham yang dikenal sebagai Pemimpin Majlis az-Zikra, tentu bukan nama yang asing lagi bagi umat muslim di Indonesia. Aktivitasnya di bidang dakwah, telah membuatnya menjadi salah seorang dai populer di kalangan masyarakat.

Namun ditengah ketenarannya itu, Ustadz Arifin Ilham pernah mendapat ujian dari ALLAH. Beliau pernah digigit ular berbisa, akibatnya ia mengalami koma selama 21 hari.

arifin1

Pertolongan dari ALLAH

Ketika bisa dari ular mulai menjalar di dalam tubuhnya, ada 3 hal yang Ustadz Arifin lakukan, dalam upaya untuk mendapatkan pertolongan dari ALLAH.

Pertama, beliau berpesan kepada para sahabatnya, agar mensedekahkan semua uang yang ada di dalam sakunya ketika itu.

Kedua, beliau langsung menelpon orang tuanya. Kepada keduanya, ia menyampaikan permintaan maaf dan mohon didoakan agar diberikan kesembuhan.

arifin2

Ketiga, Sesaat sebelum hilang kesadarannya, beliau meminta kertas dan alat tulis. Kemudian di atas kertas itu, ia menulis “Kontrak dengan ALLAH” :

“Ya Allah, jika Engkau masih menghendaki hamba berdakwah di negeri yang hamba cintai ini, hidupkan hamba. Tetapi, jika hamba tak lagi bermanfaat, matikan hamba. Laa ilaha illallah, Muhammadan Rasulullah.” (Sumber : kisahikmah.com)

30 menit setelah dipatok ular berbisa, beliau hilang kesadaran dan mengalami koma selama 21 hari.

Di hari yang ke-22, pertolongan ALLAH datang, beliau kembali sadar dan dalam beberapa hari kemudian, secara berangsur-angsur kesehatannya dapat kembali pulih.

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Misteri] Jati diri Nabi Khidir, menurut Syekh Siti Jenar?

Di dalam buku “Suluk Abdul Jalil”, tulisan Agus Sunyoto, diceritakan tentang tafsir Syekh Siti Jenar, berkenaan dengan sosok Nabi Khidir.

Bermula ketika, Sri Mangana, yang merupakan ayah angkat Syekh Siti Jenar, berkisah tentang pertemuaannya dengan Nabi Khadir.

Sri Mangana, menuturkan ketika ia dalam kondisi antara tidur dan terjaga, dia merasa seolah-olah berjalan dengan seorang anak muda di sebuah tanah menjorok lurus.

Pada sisi kanan dan kiri tanah tersebut merupakan bentangan lautan luas tanpa tepi. Di tempat aneh itu dia merasa berjumpa dengan Khidir.

Syekh Siti Jenar mencoba menafsirkan kejadian yang dialami ayah angkatnya itu. Menurutnya “tanah menjorok dengan lautan di sebelah kanan dan kiri”, merupakan perlambang dari alam barzakh.

Dan makna kedua lautan adalah Lautan Makna (bahr al-ma’na), perlambang alam tidak kasatmata (‘alam al-ghaib), dan Lautan Jisim (bahr al-ajsam), perlambang alam kasatmata (‘alam asy-syahadat)” (Sumber : Suluk Abdul Jalil).

gaib1a
Kisah Nabi Khadir

Menurut Syekh Siti Jenar, peristiwa yang dialami Nabi Musa bertemu dengan Nabi Khidir, sebagaimana termaktub di dalam Al-Qur’an, bukanlah peristiwa sejarah seorang manusia bertemu manusia lain. Ia adalah peristiwa perjalanan ruhani yang berlangsung di dalam diri Nabi Musa sendiri.

Tempat di mana Nabi Musa berdiri di hadapan Khidir merupakan wilayah perbatasan antara alam kasatmata dan alam tidak kasatmata.

Sementara pemuda yang mendampingi Nabi Musa saat mencari Khidir, yang membawa bekal makanan, merupakan perlambang  terbukanya pintu alam tidak kasatmata.

Hijab gaib yang menyelubungi manusia dari Kebenaran Sejati tidak akan bisa dibuka tanpa kehendak Dia, Sang Pembuka (al-Fattah).

Itu sebabnya, saat Nabi Musa bertemu dengan Khidir, pemuda yang mendampinginya itu, tidak disebut-sebut lagi karena ia sejatinya merupakan perlambang keterbukaan hijab gaib.

gaib1bc

Dan makna bekal makanan yang dibawa sang pemuda adalah perlambang pahala perbuatan baik (al-yamal ash-shalift) yang hanya berguna untuk bekal menuju ke Taman Surgawi (al-jannati).

Bagi pencari Kebenaran sejati, pahala perbuatan baik itu justru mempertebal gumpalan kabut penutup hati (ghairi).

Andaikata saat itu Nabi Musa memerintahkan si pemuda untuk mencari bekal yang lain, apalagi sampai memburu bekal ikan yang telah masuk ke dalam laut, niscaya Nabi Musa tidak akan bertemu Khidir. Nabi Musa dan si pemuda tentu akan masuk ke Lautan Jisim (alam kasatmata) kembali.

gaib1c

Dalam pandangan Syekh Siti Jenar, sosok Nabi Khidir adalah mursyid sejati di dalam diri manusia itu sendiri. Masing-masing manusia akan mengalami pengalaman ruhani yang berbeda sesuai pemahamannya dalam menangkap kebenaran demi kebenaran (Sumber : Perjalanan Ruhani Syekh Siti Jenar).

Nabi Musa bertemu dengan Khidir di alam tidak kasatmata, yaitu alam yang tidak jelas batas-batasnya. Alam yang tidak bisa dinalar karena segala kekuatan akal.

Manusia tidak bisa ber-ijtihad untuk menetapkan hukum yang berlaku di alam gaib. Itu sebabnya, Khidir melarang Nabi Musa bertanya sesuatu dengan akalnya dalam perjalanan tersebut.

Dan, apa yang disaksikan Nabi Musa terhadap perbuatan yang dilakukan Khidir benar-benar bertentangan dengan hukum dan akal sehat yang berlaku di dunia, seperti melubangi perahu tanpa alasan, membunuh seorang anak kecil tak bersalah, dan menegakkan tembok runtuh tanpa upah.

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Misteri] Shalat dalam Kobaran Api, adalah berita HOAX?

Baru-baru ini, beredar foto dramatis di dunia maya, memperlihatkan seseorang seperti dalam posisi gerakan shalat, namun berada di dalam kobaran api.

Bahkan ada artikel yang menulis peristiwa ini, dengan judul bombastis “SubhanAllah!!! Pria Ini Tetap Meneruskan Sholatnya Walaupun Dalam Keadaan Di BAKAR“.

api3
Berita tahun 2008, di Afrika Selatan

Melalui penyelusuran artikel, ternyata berita tentang Shalat dalam kobaran api, adalah Hoax.

Peristiwa yang fotonya beredar di media sosial internet, ternyata berasal dari kerusuhan etnis tahun 2008 di Johannesburg, Afrika Selatan, sebagaimana diberitakan dailymail.co.uk.

api1
Penerbitan artikel yang tidak sesuai fakta sebenarnya, tentu sangat kita sesalkan, apalagi membawa-bawa sentimen keagamaan.

Dan dari sisi pembaca, kita juga dituntut untuk lebih teliti, dan tidak mudah percaya begitu saja, kepada berita yang belum pasti kebenarannya.

WaLlahu a’lamu bishshawab