Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

patutkah kita ragu, atas rezeki yang telah kita terima pada setiap harinya ?

Tanpa kita sadari, kita selalu mendapat limpahan rezeki dari ALLAH pada setiap harinya.

Salah satu contoh, adalah pada saat kita bernafas…

Dalam ilmu kedokteran, seseorang bernafas dalam sehari membutuhkan:
– Oksigen sebanyak 2.880 liter
– Nitrogen sebanyak 11.376 liter

Udara yang kita hirup sehari-hari selama hidup di dunia ini ternyata bukanlah oksigen murni. Udara yang masuk ke dalam tubuh mengandung berbagai gas seperti oksigen, karbon dioksida, argon, nitrogen, dan uap air. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat gas lain yang tercampur di dalam udara yang dihirup manusia.

Udara bebas yang digunakan oleh manusia untuk bernapas mengandung gas nitrogen sebesar 78%, mengandung gas oksigen sebesar 20%, mengandung gas argon sebesar kurang dari 1%, mengandung uap air kurang lebih sekitar 1% dan menganding karbon dioksida sebanyak kurang dari 0,1%. Gas-gas tersebut tercampur dengan baik di dalam udara yang ada di dunia ini.

Jika kita lihat persentasenya maka manusia sebenarnya bernapas dengan menghirup nitrogen, karena sebagian besar gas yang dihirup manusia saat bernapas adalah gas nitrogen.

Referensi :
organisasi.org

nafas1

Dalam bisnis, harga dalam tabung gas yang berisi Oksigen dan tabung gas Nitrogen,
– Oksigen harganya Rp 25.000,- perliter
– Nitrogen harganya Rp 9.950,- perliter

Dari data ilmu kedokteran dan binsnis tersebut, dapat dihitung berapa biaya bernafas seseorang dalam seharinya:

Biaya Oksigen 2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
Biaya Nitrogen 11.376 x Rp. 9.950,- = Rp. 113.191.200,-
————————————————————————-
Total biaya bernafas sehari = Rp. 185.191.200,-

Total biaya bernafas sebulan (30 hari x Rp.185.191.200,-) = Rp. 5.555.736.000,- (sekitar Rp. 5,5 M)

Total biaya bernafas setahun = Rp.67.594.788.000,- (Rp. 67,5 M)

Jadi berapakah biaya selama hidupmu hanya untuk oksigen dan nitrogen?

Tidak masuk akal bila menghitung hanya satu contoh kenikmatan Allah tersebut yang terlupakan, belum harga otak, jantung, dan seterusnya, lalu lupa dan tidak bersyukur?

Tegakah kenikmatan itu dibalas dengan perbuatan dholim, dan mengingkari atas semua perintahNYA ?

Sumber :
anak-qurani.blogspot.com

Tentang iklan-iklan ini

3 November 2014 Posted by | islam, kanzunQALAM | , , , , , , , | Tinggalkan komentar