Tag Archives: silsilah

[Misteri Genealogy] Silsilah Maulana Jalaluddin Rumi, sampai kepada Sayyidina Abu Bakar?

Maulana Jalaluddin Rumi merupakan seorang penyair sufi ternama, beliau  dilahirkan di Balkh (sekarang Afganistan), pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah (sumber : wikipedia.org)

Rumi adalah putera seorang cendikiawan terkemuka, bernama Bahauddin Walad, ia masih terhitung sebagai keturunan Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu anhu. Namun sayangnya, nasab genealogy Rumi masih menyimpan misteri, karena data yang masih sangat minim.

Di dalam buku Fundamentals of Rumi’s Thought, karangan Şefik Can, nasab Rumi sebagai berikut :

Rumi – Baha al din Valad – Huseyin Khatibi – Ahmed Khatibi – Mahmud – Mavdud – Husayyib – Mutahhar – Hammad – Abdurrahman – Abu Bakr.

Sementara berdasarkan situs mevlanavakfi.com, nasabnya adalah :

Rumi ibn-i Sultanu’l-Ulema Bahauddin Veled Muhammed ibn-i Hüseyn el-Hatıbî ibn-i Ahmed el-Hatıbî ibn-i Mahmud ibn-i Mevdud ibn-i Sabit ibn-i Müseyyeb ibn-i Mazhar ibn-i Hammad ibn-i Abdurrahman ibn-i Hazret-i Ebi Bekr-i Sıddik.

Jika kita cermati, jarak antara Rumi dengan Khalifah Abu Bakr sekitar 630 tahun, sementara data nasab beliau, hanya ada jarak 10-11 generasi. Hal inilah yang membuat pemerhati sejarah menjadi ragu, dan berkemungkinan ada banyak nama yang “hilang” dalam nasab ini.

rumi1
Nasab Hammad bin Abdurrahman ?

Di dalam silsilah Rumi, ada yang aneh yaitu terdapat nama Hammad bin Abdurrahman. Hal tersebut disebabkan di dalam catatan ahli nasab, tidak ditemukan nama Hammad sebagai putera dari Abdurrahman bin Abu Bakar ra.

Kuat dugaan Hammad merupakan keturunan Abdurrahman bin Abu Bakar ra, namun sudah berjarak beberapa generasi dari beliau.

Jika kita coba cross check ke dalam silsilah keluarga al- bakri (keturunan sayyidina Abu Bakar), nama Hammad ini terdapat di dalam genealogy keluarga Muhyiddin Abu al-Mahasin Yusuf al-Jauzi, pendiri madrasah al-Jauziyah Damaskus (sumber : kompasiana.com).

Data nasabnya adalah sebagai berikut :

Hammadiy Al-Bakri bin Ahmad bin Muhammad bin Ja’far bin Abdullah bin al Qasim bin an Nadhr bin al Qasim bin Muhammad bin Abdullah bin Abduurrahman bin Sayyidina Abu Bakr (sumber : Geni.com).

rumi2

Jika Hammadiy al-bakri ini, adalah leluhur dari Jalaluddin Rumi, maka data silsilah lengkap beliau adalah :

01. Maulana Jalaluddin Rumi bin
02. Baha al din Valad (Muhammad Bahauddin Walad) bin
03. Huseyin Khatibi (Jalaluddin Huseyn Khatibi) bin
04. Ahmed Khatibi bin
05. Mahmud bin
06. Mavdud (Mevdud) bin
07. Sabit bin
08. Husayyib (Müseyyeb) bin
09. Mutahhar (Mazhar) bin
10. Hammad (Hammadiy al-Bakri) bin
11. Ahmad bin
12. Muhammad bin
13. Ja’far bin
14. Abdullah bin
15. al Qasim bin
16. an Nadhr bin
17. al Qasim bin
18. Muhammad bin
19. Abdullah bin
20. Abdurrahman bin
21. Sayyidina Abu Bakr

Data diatas jauh lebih rasional, dimana pada jarak waktu 630 tahun terdapat 20 generasi, artinya jarak rata-rata antar generasi adalah 31,5 tahun.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Salah satu keturunan Maulana Jalaluddin Rumi yang terkenal, adalah Sultan Muhammad al-Fatih (Sultan Mehmed II), yaitu melalui jalur cucu perempuannya yang bernama Mutahhare Abide Hatun binti Sultan Walad bin Syaikh Maulana Jalaluddin Rumi.

Muhtahhare Abide Hatun, memiliki seorang puteri bernama Devlet Khatun, yang merupakan ibunda dari Sultan Mehmed II.

2. Muhyiddin Abu al-Mahasin Yusuf al-Jauzi, merupakan keturunan ke-18 dari Sayyidina Abu Bakar. Ia wafat pada tahun 656 H.

Sementara berdasarkan data silsilah di atas, ayahanda Rumi yakni Bahauddin Walad (wafat 631 H), merupakan keturunan ke-19, dari Khalifah Abu Bakar radhiyallahu anhu.

Diperkirakan kedua tokoh ini, berada pada masa kehidupan yang sama (satu generasi), dan data ini memperkuat dugaan, Hammad yang ada di dalam Silsilah Rumi, adalah sosok yang sama dengan Hammadiy al-Bakri, yang terdapat di dalam Nasab Muhyiddin Abu al-Mahasin Yusuf al-Jauzi.

3. Ibunda Maulana Rumi, bernama Mu’mine Khatun, beliau adalah puteri dari Emir Rukhneddin, Gubernur Balkh. Melalui ibundanya, silsilah Maulana Rumi akan sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Sementara nenek Maulana Rumi (Istri dari Huseyn Khatibi), bernama Malika-i Jihan, merupakan puteri dari Sultan Alauddin Muhammad, dari Dinasti Khurasan (Khawarizm).

Silsilah Sandiaga Uno, Keturunan Raja Amai Pendiri Masjid Hunto Gorontalo?

Pada tahun 1495, Kerajaan Palasa (Sulawesi Tengah), kedatangan rombongan yang dipimpin Raja Amai dari Kerajaan Hulonthalangi. Tamu dari kerajaan tetangga ini, bertujuan untuk melamar Puteri Raja Palasa, yang bernama Owutango.

Puteri Owutango ternyata menerima lamaran ini, dengan persyaratan mempelai pria yaitu Raja Amai, beserta seluruh keluarganya harus menganut agama Islam.

sandi
Selain itu, ia juga meminta kepada Raja Amai menjadikan penduduk Kerajaan Hulonthalangi menjadi penganut agama Islam sepenuhnya, dimana semua semua adat bersumber pada Al-Qur’an (sumber : kekunaan.blogspot.com).

Raja Amai menyetujui persyaratan tersebut, bahkan sebuah masjid didirikan oleh Sang Raja, sebagai hadiah pernikahan. Masjid tersebut sampai sekarang masih berdiri, dikenal dengan nama Masjid Hunto Gorontalo.

sandi1
Silsilah Keluarga Sandiaga Uno

Raja Amai dikalangan pemerhati sejarah, dikenal sebagai Penguasa Muslim pertama di daerah Gorontalo. Jejak Raja Amai mendirikan tempat ibadah, ternyata diikuti juga oleh anak keturunannya, yaitu Raja Botutihe.

Raja Batutihe yang merupakan Raja ke-10 Kerajaan Gorontalo, mendirikan Masjid Agung Baiturrahim, pada tahun 1728 M (sumber : wikipedia.org dan  budisusilo85.blogspot.com).

sandi2
Berdasarkan silsilah keluarga Uno, Raja Batutihe (Sultan Batutihe), memiliki putera bernama Imam Podeita. Imam Podeita memiliki putera bernama Bila. Bila memiliki putera bernama Unonongo (sumber :  erjeuno.blogspot.com).

Unonongo memiliki putera bernama Uno atau yang dikenal sebagai Mufti Guru Uno. Melalui Multi Guru Uno inilah, asal dari marga Uno di Gorontalo, dimana salah seorang keluarga dari marga ini adalah Razif Halik Uno (Henk Uno), yang merupakan ayah dari pengusaha muda nasional Sandiaga Uno (sumber : gorontalofamily.org).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan

1. Sandiaga Salahudin Uno, lahir di Rumbai (Pekanbaru) 28 Juni 1969. Ia adalah pengusaha asal Indonesia, mantan ketua umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), periode 2005-2008.

Menikah dengan Noor Asiah, wanita asli betawi di karuniai dua orang anak, yakni : Anneesha Atheera Uno dan Amyra Atheefa Uno.

Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran, ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Ia bersama rekannya, mendirikan perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Perusahaan tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain.

Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Di tahun 2011, Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta (sumber ; wikipedia.org).

2. Bersumber dari buku berjudul “30 Kesaksian Pengamal Dhuha” yang ditulis oleh Mamby Alice Syahputra (wartawan Majalah Islam Furqan). Sandiaga Uno diceritakan memiliki kebiasaan menjalani puasa senin kamis. Ia juga secara rutin melaksanakan shalat Dhuha pada setiap harinya (sumber : motivasiana.com).

3. Ibu dari Sandiaga Uno bernama Rachmini Rachman, atau lebih dikenal dengan nama Mien Uno. Mien Uno, adalah puteri dari pasangan R. Abdullah Rachman dan Siti Koersilah.

Mien Uno dikenal sebagai seorang pakar etiket dan pengembangan diri, sekaligus Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa. Adiknya bernama Prof Dr. Arief Rachman, merupakan Pakar Pendidikan di Indonesia, dan Guru Besar di Universitas Negeri Jakarta.

4. Di Gorontalo dikenal seorang Aulia yang bernama Raja Kilat (Ju Panggola). Menurut legenda, ia merupakan salah seorang penyebar Islam di daerah Gorontalo, dan memiliki kemampuan menghilang serta bisa muncul seketika, jika Gorontalo dalam keadaan gawat.

Ju Panggola masih terhitung keturunan Raja Amai, salah seorang anaknya yang bernama Puteri Otu menikah dengan Raja Walangadi (sumber : beautyhulondhalo.blogspot.co.id) , pada pernikahan ini menghasilkan 9 orang anak, yang salah satunya adalah Raja Batutihe, leluhur Sandiaga Uno.

Tuanku Syed Sirajuddin (King of Perlis), the 40th generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Tuanku Syed Sirajuddin, born 17 May 1943. He served as the 12th Yang di-Pertuan Agong (Malaysia), from 13 December 2001 to 12 December 2006 .

sultanperlis
In October 1960, he was appointed the Raja Muda (Crown Prince) of Perlis while still a student.

Tuanku Syed Sirajuddin was installed as the twelfth ruler of Perlis on 17 April 2000, the day after the death of his father, Tuanku Syed Harun Putra ibni Syed Husain Jamalullail (source : wikipedia).

Tuanku Syed Sirajuddin (King of Perlis), Genealogy

01. Tuanku Syed Sirajuddin (King of Perlis) bin
02. Tuanku Syed Harun Putra (King of Pelis) bin
03. Tuan Syed Husain bin
04. Tuan Syed Mahmud al-Haj bin
05. Tuan Syed Sharif Safi (King of Perlis) bin
06. Tuan Syed Alawi bin
07. Tuan Syed Ahmad (King of Perlis) bin
08. Tuan Syed Husain (King of Perlis) bin
09. Tuan Syed Abu Bakar Harun bin
10. Tuan Syed Ahmad bin
11. Syed Husain bin
12. Syed Abdu’llah bin
13. Syed Aqil al-Kadri bin
14. Syed Abdu’llah bin
15. Syed Salim bin
16. Syed Muhammad Mukharram bin
17. Syed Abdu’llah bin
18. Syed Ahmad Ba Hasan bin
19. Syed Shaikh ud-din Muhammad Jamal ul-Lail bin
20. Syed Jalil Hasan Mu’allim bin
21. Syed Muhammad Asadu’llah Filahi bin
22. Syed Hasan al-Turabbi bin
23. Syed Ali al Faqih bin
24. Syed Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin
25. Syed Ali Ba Alawi bin
26. Syed Muhammad Sahib Mirbat bin
27. Syed Ali Khaliq Qasim bin
28. Syed Alwi Shohib Baiti Jubair bin
29. Syed Muhammad Maula Ash-Shaouma’ah bin
30. Syed Alwi al-Mubtakir bin
31. Syed Abdu’llah (‘Ubaidillah) bin
32. Syed Ahmad al-Muhajir bin
33. Syed Isa Ar-Rumi bin
34. Syed Muhammad An-Naqib bin
35. Syed Ali Al-‘Uraidhi bin
36. Syed Ja’far As-Shadiq bin
37. Syed Muhammad Al-Baqir bin
38. Syed Ali Zainal ‘Abidin bin
39. Sayyidina Husain Asy-Syahid bin
40. Sayyidatuna Fatima az-Zahra’ binti
41. Sayyidina Muhammad (The Prophet)

Reference :
1. royalark.net (Perlis)
2. hadhramaut.info
3. Sunan Giri, Pendidik yang ahli Fiqih

Sir Rowland Allanson Winn (Shaikh Rahmatullah al-Farooq), the 42nd-generation descendant of the Prophet Muhammad?

Sir Rowland George Allanson Allanson-Winn (19 January 1855 – 22 June 1935), was born in London. He embraced Islam on 16 November 1913 and adopted the Muslim name of Shaikh Rahmatullah al-Farooq (wikipedia).

headley1
He wrote several small booklets about Islam and many articles in the monthly Islamic Review, the journal of the Woking Mission. He worked hard on plans (which were never fulfilled) to build a grand mosque in London itself (aquila-style.com).

Sir Rowland George Allanson Allanson-Winn, Genealogy

A. Eleanor de Castile, from MUHAMMAD ‘The Prophet’
(source : Muhammad “The Prophet”, in the Genealogy of the US President ?)

01. MUHAMMAD ‘The Prophet’
02. FATIMA
03. Husain
04. Ali Zainal Abidin
05. Muhammad al Baqir
06. Ja’far ash Shadiq
07. Musa al Kadzim
08. Ali ar Ridha
09. Abu Djaffer Muhammad
10. Abu Hassan Ali
11. Ishar
12. Abdullah I of Cordoba
13. Muhammad II of Cordoba
14. Abd. Rahman III of Cordoba
15. al Hakam II of Cordoba

16. Mawiyah bint al Hakam II (source : fabpedigree.com)
(m. Gonsalo Gustaves de Lara)

17. Nuno Gonsalez de Lara
18. Gonsalo Nunez de Lara
19. Nuno Gonsalez de Lara
20. Jimena Munez
21. Teresa of Castile
22. Alfonso I of Portugal
23. Urraca of Portugal
24. Alfonso IX of Leon
25. Ferdinand III of Castile
26. Eleanor of Castile, Queen consort of England

headley2
B. Sir Rowland George Allanson, from Eleanor de Castile

(source : Geni.com, Rowland George Allanson-Winn)

26. Eleanor of Castile, Queen consort of England
(m. Edward I “Longshanks”, King of England)

27. Elizabeth of Rhuddlan, Countess of Hereford
28. William de Bohun, 1st Earl of Northampton
29. Elizabeth de Bohun, Countess of Arundel
30. Elizabeth FitzAlan, Duchess of Norfolk
31. Isabel de Mowbray
32. Thomas de Berkeley
33. Richard Guy Berkeley, Esq.
34. William Berkeley
35. Roland Berkeley
36. Mary Berkeley
37. Sir George Winn, 1st Bt
38. George Winn
39. Pelham Winn
40. George Allanson-Winn, 1st Baron Headley
41. George Allanson-Winn
42. Rowland Allanson-Winn, of Glenbeigh, Co Kerry
43. Rowland George Allanson-Winn, 5th Baron Headley

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Misteri] Asal Muasal Bangsa Rohingya, dalam 5 versi literatur?

Rohingya merupakan kelompok etnis, yang mayoritas masyarakatnya mendiami negara bagian Arakan (Rakhine), Republik Persatuan Myanmar (Burma). Mereka adalah Muslim, dan berdasarkan garis keturunan merupakan campuran ras dari Arab, Persia, Arakan, Pathan dan lain-lain.

koinrohingya1                                                                    Sumber Picture

Berdasarkan penelitian ahli Sejarah Rohingya,  Saif Ali Khan (Sumber : rvisiontv.com), setidaknya terdapat 5 versi asal muasal Bangsa Rohingya, yaitu :

1. Pada tahun 1429 M, Sultan Nadir Shah dari Bengal (Banglades), mengirim Jenderal Wali Khan, memimpin 20.000 Tentara Pathan. Tujuan pengiriman bala tentara ini, untuk membantu Raja Naramiekhla agar dapat kembali berkuasa di Arakan.

Setelah berhasil memperoleh kemenangan, tentara Pathan ini menetap di Arakan. Kemudian mereka berinteraksi dengan penduduk setempat, dan anak keturunan mereka dikenal sebagai Bangsa Rohingya.

2. Leluhur Rohingya berawal dari tentara bayaran Muslim dari tanah Arab. Karena dikenal kejujurannya akhirnya mereka diperkenankan berdiam di Arakan oleh penguasa setempat.

arakan1b                                                                     Sumber Picture

3. Pernah ada seorang Pangeran Muslim dari Kerajaan Mogul yang bernama Mohammed Rahim. Ia meminta perlindungan di Arakan, pada masa  dinasti Mrauk U.

Mohammed Rahim dan pengikutnya, diberi suaka dikemudian hari anak keturunannya dikenal sebagai Rahingya (lama-lama berubah menjadi Rohingya).

4. Dahulu pernah ada Kesultanan disebut Roang, yang kemudian ditaklukkan  Kerajaan Mrauk U. Raja Kerajaan Roang, mengirim putranya bernama Shah Ali dan seribu pengikut ke Mrauk U untuk mempelajari bahasa Arakan, sastra dan budaya. Setelah menyelesaikan studi mereka menetap di Arakan.

arakan1a

5. Sekitar abad ketujuh ada sebuah kapal karam di dekat Pulau Ramree. Para anak buah kapal berkebangsaan Arab kemudian dibawa ke pengadilan setempat.

Ketika Sang Raja bertanya kepada mereka tentang keberadaan mereka. Orang-orang Arab ini mengira mereka akan dibunuh. Jadi mereka berteriak meminta “Raham” yang berarti rahmat.

Raja Arakan pikir mereka mengatakan berasal dari Rahm (kemudian kata ini berubah menjadi Rohang dan orang-orang yang disebut, Rohingya). Setelah Sang Raja mengizinkan mereka untuk tinggal, para pelaut ini kemudian menikah penduduk setempat (wanita Arakan).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Para sejarawan menyebutkan bahwa Islam sampai ke Arakan pada masa Dinasti Abbasiyyah,yaitu Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-803), melalui para pedagang Arab (sumber : voa-islam.com).

2. Ada pendapat yang mengatakan kaum Rohingya sebagai keturunan Persia-Turki-Bengali-Pathan. Bangsa-bangsa itu bermigrasi ke Myanmar pada awal ke-8 M. Mereka menikah dengan penduduk asli di wilayah Arakan (sebelah barat Myanmar), sehingga terbentuklah generasi muslim yang dinamai Rohingya (sumber : Rohingya dan Iran).

Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei, the 42nd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Sultan Haji Hassanal Bolkiah, born 15 July 1946, is the 29th and current Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei. He is also the first and incumbent Prime Minister of Brunei.

bruneisultanThe eldest son of Sir Muda Omar Ali Saifuddien III and Rani Isteri Pengiran Anak Damit, he succeeded to the throne as the Sultan of Brunei, following the abdication of his father on 4 October 1967 (source : wikipedia).

Hassanal Bolkiah (Sultan of Brunei), Genealogy

01. Hassanal Bolkiah (Sultan of Brunei) bin
02. Omar Ali Saifuddin III (Sultan of Brunei) bin
03. Muhammad Jamalul Alam II (Sultan of Brunei) bin
04. Hashim Jalalul Alam Aqamuddin (Sultan of Brunei) bin
05. Omar Ali Saifuddin II (Sultan of Brunei) bin
06. Muhammad Jamalul Alam I (Sultan of Brunei) bin
07. Muhammad Tajuddin (Sultan of Brunei) bin
08. Omar Ali Saifuddin I (Sultan of Brunei) bin
09. Muhammad Alauddin (Sultan of Brunei) bin
10. Pengiran Digadong Pengiran Muda Shah Mubin bin
11. Muhyiddin (Sultan of Brunei) bin
12. Abdul Jalilul Akbar (Sultan of Brunei) bin
13. Muhammad Hassan (Sultan of Brunei) bin
14. Saiful Rijal (Sultan of Brunei) bin
15. Abdul Kahar (Sultan of Brunei) bin
16. Bolkiah (Sultan of Brunei) bin
17. Sulaiman (Sultan of Brunei) bin
18. Syarif Ali (Sultan of Brunei) bin
19. ‘Ajlan (Emir of Mecca) bin
20. Rumaytha (Emir of Mecca) bin
21. Muhammad Abu Numayy I (Emir of Mecca) bin
22. Al Hassan (Emir of Mecca) bin
23. Abu Saad Ali bin
24. Abu Aziz Qutadah (Emir of Mecca) bin
25. Idris bin
26. Muta’in bin
27. Abdul al-Karim bin
28. Issa bin
29. Al Hussein bin
30. Suleiman bin
31. Ali bin
32. Abdullah bin
33. Muhammad al Akbar bin
34. Abdullah al Akbar bin
35. Muhammad al Thayir bin
36. Musa al Thani bin
37. Abdullah al Salih bin
38. Musa al-Jaun bin
39. Abdullah el-Kaemil bin
40. Al Hassan al Muthanna bin
41. Sayyidina Hassan bin
42. Sayyidatuna Fatima az-Zahra’ binti
43. Sayyidina Muhammad (The Prophet)

Reference :
1. royalark.net (Brunei)
2. kerajaannusantara.com
3. Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”?
4. King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”?

Ada hal menarik, dari catatan Tarsilah Brunei, yang tersimpan di Pusat Sejarah Brunei Darussalam.

Di dalam Tarsilah tersebut, terdapat nama Permaisuri Sultan Abdul Jalilul Akbar, yang berasal dari keluarga Dinasti Giri Kedaton, yaitu

Raden Mas Ayu Siti Aisyah binti Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik bin Pangeran Manchu Tando bin Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma bin Sunan Giri, Muhammad Ainul Yaqin (sumber : Tarsilah Brunei).

Selanjutnya diceritakan juga, bahwa melalui  anak keturunan dari Raden Mas Ayu Siti Aisyah inilah, Para Sultan Brunei Darussalam berasal sampai masa sekarang.

ziarah1Jalur silsilah Raden Mas Ayu Siti Aisyah, memberikan kita beberapa infomasi sebagai berikut :

1. Sultan Haji Hassanal Bolkiah, yang merupakan Sultan Brunei sekarang, terhitung sebagai keturunan Sunan Giri, Maulana Ainul Yaqin.

01. Sultan Haji Hassanal Bolkiah [bin]
02. Sultan Haji Omar Ali Saifuddin III [bin]
03. Sultan Muhammad Jamalul Alam II [bin]
04. Sultan Hashim Jalalul Alam Aqamuddin [bin]
05. Sultan Omar Ali Saifuddin II [bin]
06. Sultan Muhammad Jamalul Alam I [bin]
07. Sultan Muhammad Tajuddin [bin]
08. Sultan Omar Ali Saifuddin I [bin]
09. Sultan Muhammad Alauddin [bin]
10. Pengiran Digadong Pengiran Muda Shah Mubin [bin]
11. Sultan Muhyiddin [bin]
12. Raden Mas Ayu Siti Aisyah [binti]
13. Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik [bin]
14. Pangeran Manchu Tando [bin]
15. Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma [bin]
16. Sunan Giri Muhammad Ainul Yaqin

Sedangkan Silsilah Sultan Muhyiddin sampai kepada Sultan Syarif Ali adalah sebagai berikut….

Sultan Muhyiddin [bin] Sultan Abdul Jalilul Akbar [bin] Sultan Muhammad Hassan [bin] Sultan Saiful Rijal [bin] Sultan Abdul Kahar [bin] Sultan Bolkiah [bin] Sultan Sulaiman [bin] Sultan Syarif Ali

Sultan Syarif Ali adalah menantu Sultan Brunei, yang bernama Sultan Ahmad. Sultan Syarif Ali sendiri adalah putra dari dari Amir Makkah yang bernama Amir ‘Ajlan [bin] Amir Rumaytha [bin] Amir Muhammad Abu Numayy I, nasabnya akan sampai kepada Sayyidina Hassan (Sumber : Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei, the 42nd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?).

Amir ‘Ajlan melalui putranya yang lain bernama Amir Al Hassan, menurunkan Para Sultan di Kerajaan Yordania (Sumber : King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?).

2. Nama ayah dari Raden Mas Ayu Siti Aisyah, juga terdapat di dalam Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam (sumber : Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam).

Dalam Silsilah Palembang, Tumenggung Mancanegara (Pangeran Manchu Negoro) adalah kakek dari Sultan Abdurrahman, pendiri kesultanan Palembang Darussalam.

Dengan mangacu kepada Tarsilah  Brunei dan Silsilah Palembang, Nasab Sultan Abdul Rahman sampai kepada Sunan Giri, adalah sebagai berikut :

1. Sultan Abdul Rahman [bin]

2. Pangeran Seda ing Pasarean (merupakan saudara dari Mas Ayu Siti Aisyah, permaisuri Sultan Brunei, Sultan Abdul Jalilul Akbar) [bin]

3. Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara (dalam Tarsilah Brunei bernama Pangiran Manchu Negoro) [bin]

4. Adipati Panca Tanda (dalam silsilah Palembang disebut juga Ki Paca Tanda, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Pangiran Manchu Tando) [bin]

5. Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo (dalam silsilah Palembang disebut juga Pangeran Arya Kesuma Cerbon, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma) [bin]

6. Sunan Giri, yang juga dikenal sebagai Maulana Muhammad Ainul Yaqin

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Data Pendukung

a. Sumber : kerajaannusantara.com

brunei1
b. Sumber : royalark.net (Brunei)

brunei2
c. Sumber : tanjungsapuh.blogspot.com

brunei3
d. Sumber : kanzumqalam.com

brunei4

2. Jika diperhatikan dari sisi masa kehidupan, putra dan putri Tumenggung Manco Nagara, terlihat bahwa mereka berada pada era yang sama…

a. Mas Ayu Siti Aisyah binti Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro, merupakan isteri dari Sultan Brunei, Sultan Abdul Jalilul Akbar, dengan masa periode pemerintahan 1598-1659.

b. Ratu Sinuhun binti Tumenggung Manco Negara, merupakan istri Penguasa Palembang, Pangeran Sido Ing Kenayan. dengan masa periode pemerintahan 1630—1642.

c. Pangeran Seda ing Pasarean bin Tumenggung Manco Negara, menjadi Penguasa Palembang dengan masa pemerintahan 1642-1643.

3. Melalui penyelusuran beberapa Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam, Genealogy dari Pangeran Manco Negoro adalah sebagai berikut (Sumber : Nasab Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam 3 versi silsilah : Gresik, Sumedang dan Cirebon?).

silsilaha1