Tag Archives: silsilah

Sir Rowland Allanson Winn (Shaikh Rahmatullah al-Farooq), the 42nd-generation descendant of the Prophet Muhammad?

Sir Rowland George Allanson Allanson-Winn (19 January 1855 – 22 June 1935), was born in London. He embraced Islam on 16 November 1913 and adopted the Muslim name of Shaikh Rahmatullah al-Farooq (wikipedia).

headley1
He wrote several small booklets about Islam and many articles in the monthly Islamic Review, the journal of the Woking Mission. He worked hard on plans (which were never fulfilled) to build a grand mosque in London itself (aquila-style.com).

Sir Rowland George Allanson Allanson-Winn, Genealogy

A. Eleanor de Castile, from MUHAMMAD ‘The Prophet’
(source : Muhammad “The Prophet”, in the Genealogy of the US President ?)

01. MUHAMMAD ‘The Prophet’
02. FATIMA
03. Husain
04. Ali Zainal Abidin
05. Muhammad al Baqir
06. Ja’far ash Shadiq
07. Musa al Kadzim
08. Ali ar Ridha
09. Abu Djaffer Muhammad
10. Abu Hassan Ali
11. Ishar
12. Abdullah I of Cordoba
13. Muhammad II of Cordoba
14. Abd. Rahman III of Cordoba
15. al Hakam II of Cordoba

16. Mawiyah bint al Hakam II (source : fabpedigree.com)
(m. Gonsalo Gustaves de Lara)

17. Nuno Gonsalez de Lara
18. Gonsalo Nunez de Lara
19. Nuno Gonsalez de Lara
20. Jimena Munez
21. Teresa of Castile
22. Alfonso I of Portugal
23. Urraca of Portugal
24. Alfonso IX of Leon
25. Ferdinand III of Castile
26. Eleanor of Castile, Queen consort of England

headley2
B. Sir Rowland George Allanson, from Eleanor de Castile

(source : Geni.com, Rowland George Allanson-Winn)

26. Eleanor of Castile, Queen consort of England
(m. Edward I “Longshanks”, King of England)

27. Elizabeth of Rhuddlan, Countess of Hereford
28. William de Bohun, 1st Earl of Northampton
29. Elizabeth de Bohun, Countess of Arundel
30. Elizabeth FitzAlan, Duchess of Norfolk
31. Isabel de Mowbray
32. Thomas de Berkeley
33. Richard Guy Berkeley, Esq.
34. William Berkeley
35. Roland Berkeley
36. Mary Berkeley
37. Sir George Winn, 1st Bt
38. George Winn
39. Pelham Winn
40. George Allanson-Winn, 1st Baron Headley
41. George Allanson-Winn
42. Rowland Allanson-Winn, of Glenbeigh, Co Kerry
43. Rowland George Allanson-Winn, 5th Baron Headley

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Misteri] Asal Muasal Bangsa Rohingya, dalam 5 versi literatur?

Rohingya merupakan kelompok etnis, yang mayoritas masyarakatnya mendiami negara bagian Arakan (Rakhine), Republik Persatuan Myanmar (Burma). Mereka adalah Muslim, dan berdasarkan garis keturunan merupakan campuran ras dari Arab, Persia, Arakan, Pathan dan lain-lain.

koinrohingya1                                                                    Sumber Picture

Berdasarkan penelitian ahli Sejarah Rohingya,  Saif Ali Khan (Sumber : rvisiontv.com), setidaknya terdapat 5 versi asal muasal Bangsa Rohingya, yaitu :

1. Pada tahun 1429 M, Sultan Nadir Shah dari Bengal (Banglades), mengirim Jenderal Wali Khan, memimpin 20.000 Tentara Pathan. Tujuan pengiriman bala tentara ini, untuk membantu Raja Naramiekhla agar dapat kembali berkuasa di Arakan.

Setelah berhasil memperoleh kemenangan, tentara Pathan ini menetap di Arakan. Kemudian mereka berinteraksi dengan penduduk setempat, dan anak keturunan mereka dikenal sebagai Bangsa Rohingya.

2. Leluhur Rohingya berawal dari tentara bayaran Muslim dari tanah Arab. Karena dikenal kejujurannya akhirnya mereka diperkenankan berdiam di Arakan oleh penguasa setempat.

arakan1b                                                                     Sumber Picture

3. Pernah ada seorang Pangeran Muslim dari Kerajaan Mogul yang bernama Mohammed Rahim. Ia meminta perlindungan di Arakan, pada masa  dinasti Mrauk U.

Mohammed Rahim dan pengikutnya, diberi suaka dikemudian hari anak keturunannya dikenal sebagai Rahingya (lama-lama berubah menjadi Rohingya).

4. Dahulu pernah ada Kesultanan disebut Roang, yang kemudian ditaklukkan  Kerajaan Mrauk U. Raja Kerajaan Roang, mengirim putranya bernama Shah Ali dan seribu pengikut ke Mrauk U untuk mempelajari bahasa Arakan, sastra dan budaya. Setelah menyelesaikan studi mereka menetap di Arakan.

arakan1a

5. Sekitar abad ketujuh ada sebuah kapal karam di dekat Pulau Ramree. Para anak buah kapal berkebangsaan Arab kemudian dibawa ke pengadilan setempat.

Ketika Sang Raja bertanya kepada mereka tentang keberadaan mereka. Orang-orang Arab ini mengira mereka akan dibunuh. Jadi mereka berteriak meminta “Raham” yang berarti rahmat.

Raja Arakan pikir mereka mengatakan berasal dari Rahm (kemudian kata ini berubah menjadi Rohang dan orang-orang yang disebut, Rohingya). Setelah Sang Raja mengizinkan mereka untuk tinggal, para pelaut ini kemudian menikah penduduk setempat (wanita Arakan).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Para sejarawan menyebutkan bahwa Islam sampai ke Arakan pada masa Dinasti Abbasiyyah,yaitu Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-803), melalui para pedagang Arab (sumber : voa-islam.com).

2. Ada pendapat yang mengatakan kaum Rohingya sebagai keturunan Persia-Turki-Bengali-Pathan. Bangsa-bangsa itu bermigrasi ke Myanmar pada awal ke-8 M. Mereka menikah dengan penduduk asli di wilayah Arakan (sebelah barat Myanmar), sehingga terbentuklah generasi muslim yang dinamai Rohingya (sumber : Rohingya dan Iran).

Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei, the 42nd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Sultan Haji Hassanal Bolkiah, born 15 July 1946, is the 29th and current Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei. He is also the first and incumbent Prime Minister of Brunei.

bruneisultanThe eldest son of Sir Muda Omar Ali Saifuddien III and Rani Isteri Pengiran Anak Damit, he succeeded to the throne as the Sultan of Brunei, following the abdication of his father on 4 October 1967 (source : wikipedia).

Hassanal Bolkiah (Sultan of Brunei), Genealogy

01. Hassanal Bolkiah (Sultan of Brunei) bin
02. Omar Ali Saifuddin III (Sultan of Brunei) bin
03. Muhammad Jamalul Alam II (Sultan of Brunei) bin
04. Hashim Jalalul Alam Aqamuddin (Sultan of Brunei) bin
05. Omar Ali Saifuddin II (Sultan of Brunei) bin
06. Muhammad Jamalul Alam I (Sultan of Brunei) bin
07. Muhammad Tajuddin (Sultan of Brunei) bin
08. Omar Ali Saifuddin I (Sultan of Brunei) bin
09. Muhammad Alauddin (Sultan of Brunei) bin
10. Pengiran Digadong Pengiran Muda Shah Mubin bin
11. Muhyiddin (Sultan of Brunei) bin
12. Abdul Jalilul Akbar (Sultan of Brunei) bin
13. Muhammad Hassan (Sultan of Brunei) bin
14. Saiful Rijal (Sultan of Brunei) bin
15. Abdul Kahar (Sultan of Brunei) bin
16. Bolkiah (Sultan of Brunei) bin
17. Sulaiman (Sultan of Brunei) bin
18. Syarif Ali (Sultan of Brunei) bin
19. ‘Ajlan (Emir of Mecca) bin
20. Rumaytha (Emir of Mecca) bin
21. Muhammad Abu Numayy I (Emir of Mecca) bin
22. Al Hassan (Emir of Mecca) bin
23. Abu Saad Ali bin
24. Abu Aziz Qutadah (Emir of Mecca) bin
25. Idris bin
26. Muta’in bin
27. Abdul al-Karim bin
28. Issa bin
29. Al Hussein bin
30. Suleiman bin
31. Ali bin
32. Abdullah bin
33. Muhammad al Akbar bin
34. Abdullah al Akbar bin
35. Muhammad al Thayir bin
36. Musa al Thani bin
37. Abdullah al Salih bin
38. Musa al-Jaun bin
39. Abdullah el-Kaemil bin
40. Al Hassan al Muthanna bin
41. Sayyidina Hassan bin
42. Sayyidatuna Fatima az-Zahra’ binti
43. Sayyidina Muhammad (The Prophet)

Reference :
1. royalark.net (Brunei)
2. kerajaannusantara.com
3. Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”?
4. King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”?

Ada hal menarik, dari catatan Tarsilah Brunei, yang tersimpan di Pusat Sejarah Brunei Darussalam.

Di dalam Tarsilah tersebut, terdapat nama Permaisuri Sultan Abdul Jalilul Akbar, yang berasal dari keluarga Dinasti Giri Kedaton, yaitu

Raden Mas Ayu Siti Aisyah binti Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik bin Pangeran Manchu Tando bin Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma bin Sunan Giri, Muhammad Ainul Yaqin (sumber : Tarsilah Brunei).

Selanjutnya diceritakan juga, bahwa melalui  anak keturunan dari Raden Mas Ayu Siti Aisyah inilah, Para Sultan Brunei Darussalam berasal sampai masa sekarang.

ziarah1Jalur silsilah Raden Mas Ayu Siti Aisyah, memberikan kita beberapa infomasi sebagai berikut :

1. Sultan Haji Hassanal Bolkiah, yang merupakan Sultan Brunei sekarang, terhitung sebagai keturunan Sunan Giri, Maulana Ainul Yaqin.

01. Sultan Haji Hassanal Bolkiah [bin]
02. Sultan Haji Omar Ali Saifuddin III [bin]
03. Sultan Muhammad Jamalul Alam II [bin]
04. Sultan Hashim Jalalul Alam Aqamuddin [bin]
05. Sultan Omar Ali Saifuddin II [bin]
06. Sultan Muhammad Jamalul Alam I [bin]
07. Sultan Muhammad Tajuddin [bin]
08. Sultan Omar Ali Saifuddin I [bin]
09. Sultan Muhammad Alauddin [bin]
10. Pengiran Digadong Pengiran Muda Shah Mubin [bin]
11. Sultan Muhyiddin [bin]
12. Raden Mas Ayu Siti Aisyah [binti]
13. Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik [bin]
14. Pangeran Manchu Tando [bin]
15. Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma [bin]
16. Sunan Giri Muhammad Ainul Yaqin

Sedangkan Silsilah Sultan Muhyiddin sampai kepada Sultan Syarif Ali adalah sebagai berikut….

Sultan Muhyiddin [bin] Sultan Abdul Jalilul Akbar [bin] Sultan Muhammad Hassan [bin] Sultan Saiful Rijal [bin] Sultan Abdul Kahar [bin] Sultan Bolkiah [bin] Sultan Sulaiman [bin] Sultan Syarif Ali

Sultan Syarif Ali adalah menantu Sultan Brunei, yang bernama Sultan Ahmad. Sultan Syarif Ali sendiri adalah putra dari dari Amir Makkah yang bernama Amir ‘Ajlan [bin] Amir Rumaytha [bin] Amir Muhammad Abu Numayy I, nasabnya akan sampai kepada Sayyidina Hassan (Sumber : Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei, the 42nd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?).

Amir ‘Ajlan melalui putranya yang lain bernama Amir Al Hassan, menurunkan Para Sultan di Kerajaan Yordania (Sumber : King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?).

2. Nama ayah dari Raden Mas Ayu Siti Aisyah, juga terdapat di dalam Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam (sumber : Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam).

Dalam Silsilah Palembang, Tumenggung Mancanegara (Pangeran Manchu Negoro) adalah kakek dari Sultan Abdurrahman, pendiri kesultanan Palembang Darussalam.

Dengan mangacu kepada Tarsilah  Brunei dan Silsilah Palembang, Nasab Sultan Abdul Rahman sampai kepada Sunan Giri, adalah sebagai berikut :

1. Sultan Abdul Rahman [bin]

2. Pangeran Seda ing Pasarean (merupakan saudara dari Mas Ayu Siti Aisyah, permaisuri Sultan Brunei, Sultan Abdul Jalilul Akbar) [bin]

3. Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara (dalam Tarsilah Brunei bernama Pangiran Manchu Negoro) [bin]

4. Adipati Panca Tanda (dalam silsilah Palembang disebut juga Ki Paca Tanda, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Pangiran Manchu Tando) [bin]

5. Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo (dalam silsilah Palembang disebut juga Pangeran Arya Kesuma Cerbon, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma) [bin]

6. Sunan Giri, yang juga dikenal sebagai Maulana Muhammad Ainul Yaqin

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Data Pendukung

a. Sumber : kerajaannusantara.com

brunei1
b. Sumber : royalark.net (Brunei)

brunei2
c. Sumber : tanjungsapuh.blogspot.com

brunei3
d. Sumber : kanzumqalam.com

brunei4

2. Jika diperhatikan dari sisi masa kehidupan, putra dan putri Tumenggung Manco Nagara, terlihat bahwa mereka berada pada era yang sama…

a. Mas Ayu Siti Aisyah binti Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro, merupakan isteri dari Sultan Brunei, Sultan Abdul Jalilul Akbar, dengan masa periode pemerintahan 1598-1659.

b. Ratu Sinuhun binti Tumenggung Manco Negara, merupakan istri Penguasa Palembang, Pangeran Sido Ing Kenayan. dengan masa periode pemerintahan 1630—1642.

c. Pangeran Seda ing Pasarean bin Tumenggung Manco Negara, menjadi Penguasa Palembang dengan masa pemerintahan 1642-1643.

3. Berdasarkan buku “Sejarahe Panembahan Bodho (R.Trenggono) ing Makam Sewu“, pengganti Adipati Terung I (Adipati Pecat Tanda I atau Adipati Panca Tanda I atau Raden Kusen bin Arya Damar Palembang), adalah putrinya.

Dengan kata lain yang menggantikan Raden Kusen, menjadi Adipati Terung II atau Adipati Panca Tanda II, berkemungkinan adalah menantunya, yaitu Pangiran Manchu Tando bin Sunan Dalem Giri Kedaton, yang namanya terdapat dalam Silsilah Brunei dan Silsilah Palembang.

giripalembangKeterangan :
1. Pecat Tandha semula berasal dari kata Panca Tandha yang mempunyai arti suatu jabatan dalam tata negara kerajaan Majapahit, jabatan itu ada hubungannya dengan pekerjaan menguasai tempat-tempat jual-beli dan pusat-pusat hubungan lalu lintas, seperti tempat tambangan sungai.
(sumber : KEDUDUKAN DAERAH TERUNG (KRIAN-SIDOARJO) PADA MASA MENJELANG AKHIR MAJAPAHIT (1478-1526))

2. Dengan berpedoman kepada kelahiran Sunan Giri, tahun 1442. Diperkirakan Adipati Panca Tanda II lahir pada sekitar tahun 1490an. Dimana peristiwa peralihan Adipati Terung, kepada Adipati Panca Tanda II, terjadi pada tahun 1527.

Sementara diperkirakan masa kelahiran Tumenggung Mancanegara adalah sekitar tahun 1560an. Dengan demikian ada jarak sekitar 60-70 tahun, diantara keduanya. Mengingat jarak yang cukup jauh tersebut, kemungkinan ada satu generasi yang terlewati, diantara keduanya.

King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

King Abdullah II is the 43rd generation direct descendant of the Prophet Mohammad. King Abdullah II assumed his constitutional powers as Monarch of the Hashemite Kingdom of Jordan on February 7th, 1999, the day his father, the late King Hussein, passed away.

KingAdbullah

Born in Amman on January 30th, 1962, King Abdullah II is the eldest son of His Majesty the Late King Hussein and Her Royal Highness Princess Muna Al Hussein.

He began his primary education at the Islamic Educational College in Amman, and later attended St. Edmund’s School in Surrey, England. For his secondary education, he attended Eaglebrook School and Deerfield Academy in the United States of America (source : jordanembassy.ro).

Abdullah II (King of Jordan), Genealogy

01. Abdullah II (King of Jordan) bin
02. Al Hussein (King of Jordan) bin
03. Talal (King of Jordan) bin
04. Abdullah I (King of Jordan) bin
05. Al Hussein (King of The Hijaz) bin
06. Ali bin
07. Muhammad (Emir of Mecca) bin
08. Abdul Mu’een bin
09. Auon, Ra’i al-Hadala bin
10. Muhsin bin
11. Abdullah bin
12. Al Hussein bin
13. Abdullah (Emir of Mecca) bin
14. Al-Hassan (Emir of Mecca) bin
15. Muhammad Abu Numayy II (Emir of Mecca) bin
16. Barakat II (Emir of Mecca) bin
17. Muhammad (Emir of Mecca) bin
18. Barakat I (Emir of Mecca) bin
19. Al Hassan (Emir of Mecca) bin
20. ‘Ajlan (Emir of Mecca) bin
21. Rumaytha (Emir of Mecca) bin
22. Muhammad Abu Numayy I (Emir of Mecca) bin
23. Al Hassan (Emir of Mecca) bin
24. Abu Saad Ali bin
25. Abu Aziz Qutadah (Emir of Mecca) bin
26. Idris bin
27. Muta’in bin
28. Abdul al-Karim bin
29. Issa bin
30. Al Hussein bin
31. Suleiman bin
32. Ali bin
33. Abdullah bin
34. Muhammad al Akbar bin
35. Abdullah al Akbar bin
36. Muhammad al Thayir bin
37. Musa al Thani bin
38. Abdullah al Salih bin
39. Musa al-Jaun bin
40. Abdullah el-Kaemil bin
41. Al Hassan al Muthanna bin
42. Sayyidina Hassan bin
43. Sayyidatuna Fatima az-Zahra’ binti
44. Sayyidina Muhammad (The Prophet)

Reference :
1. ismaili.net
2. littlehornarchive.com
3. rootsweb.ancestry.com

Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam

bentengkuto1

BISMILLAH HIRROHMAN NIRROHIM

Masa pemerintahan Raja-raja atau Sultan-sultan di Kerajaan / Kesultanan Palembang Darussalam

KIGEDING SURO dua puluh dua tahun lamanya 22. pada tahun. Pada Nabi S.W.966 masa itulah KI GEDING SURO MUDO menjadi Raja Palembang. Maka diganti Puteranya, KIMAS ADIPATI, dua belas tahun 12 lamanya, Maka diganti saudaranya PENGERAN MADIANG SOKO, tiga puluh lima tahun lamanya.

Maka diganti saudaranya PENGERAN MADIA ALIT, satu tahun lamanya, maka diganti adiknya PENGERAN SIDING PURO, tujuh tahun lamanya. Maka diganti oleh keponakannya PENGERAN SIDING KENAYAN putera KEMAS ADIPATI, dua belas tahun lamanya.

Maka diganti oleh misannya / iparnya, PENGERAN RATU MAMANGKURAT, yang setelah wafatnya bergelar PENGERAN SIDING REJAK, dan adalah istana diperkuburannya di sako. Puteranya SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN, empat puluh lima tahun lamanya. Maka diganti oleh puteranya SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA, dua belas tahun lamanya.

Maka diganti oleh saudaranya SULTAN QOMARUDDIN, sepuluh tahun lamanya (bergelar SULTAN AGUNG QOMARUDDIN). Diganti oleh keponakanya putera SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR, SULTAN ANOM ALIMUDDIN. Maka diganti oleh saudaranya SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. tiga pilih lima tahun lamanya.

Maka diganti oleh puteranya, SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN , lima puluh lima tahun lamanya. Maka diganti puteranya SULTAN MUHAMMAD BAHAK UDDIN, dua puluh tujuh tahun lamanya. Maka diganti oleh puteranya SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN, sembilan tahun lamanya diatas tahta kerajaan Palembang adanya………….

————— o0o —————

Adapun putera-putera yang mereka sebelum digelarnya yaitu dinamakan Raden yakni SYARIFUDDINkarna adalah Raja-raja yang mereka itu AMIRRUL MUKMININ yaitu KHOLIFAH RASULLALLAH, maka dari sebab itu diberhanakan kepada anak cucunya, dan kemudian dari itu maka digelar PENGERAN RATU, kemudian bergelar SULTAN, kemudian bergelar SUHUNAN maka dari itu ada maknanya dan artinya dan cerita suatu -suatu zaman masa itu, dan telah mashurlah dari kekayaan serta adilnya Raja-Raja Palembang itu, dan adanya…………………………

Sahdan telah diriwaayatkan bahwa adalah SAIYID ASSYEH JAMADIL AKBAR itu anak cucu daripada SAIYIDINA HUSIN turun ketanah jawa maka banyaknya anak cucunya jadi Raja-Raja dan orang besar-besar, dan peryai-peryai.

Adapun SAIYID SYEH JAMALUDDIN AKBAR yang mazhur itu memberanakkanMAULANA ISHAQ dan MAULANA IBRAHIM, dan MAULANA ISHAQ itu memberanakkan SUHUNAN GIRI, maka banyaklah zuriatnay, dan adapun MAULANA IBRAHIM memberanakkan SUHUNAN MAHDUM AMPEL dan inilah banyak anak cucunya pindah ke Palembang adanya.

Adapun yang mulai pindah kenegeri Palembang yaitu KI GEDING SURO dengan KIGEDING ILIR, serta membawak rakyat dari Jawa, setelah itu maka jadilah RAJA KIGEDING SURO didalam negeri Palembang, setal wafat KIGEDING SURO, maka diganti oleh KI GEDING ILIR menjadi Raja, sahdan KIGEDING ILIR itu beranakkan KI GEDING SURO, yang digelar KIGEDING SURO MUDO inilah yang menggantikan ayahda Baginda KI GEDING ILIR yang mazhur.

Sahdan KI GEDING SURO MUDO ini berputera/puteri yaitu :
1. NYAI GEDING PEMBAYUN bersuami TUMENGGUNG MONCO NEGORO.
2. RATU MAS ADIPATI bersuami di Jambi
3. KIMAS ADIPATI
4. PENGERAN MADI ANG SOKO
5. PENGERAN MADIA LIAT (KETIB ABANG)
6. PENGERAN SIDING PURO
7. KIYAI MAS KEMBAR tidak beranak
8. NYIMAS KEMBAR.

Adapun NYI GEDEH PEMBAYUN itu bersuamikan TUMENGGUNG MONCO NEGORO.

RATU MAS ADIPATI bersuami di Jambi, beranakkan :
1. PENGERAN DEPATI ANOM JAMBI,
2. SULTAN AGUNG JAMBI

KIMAS ADIPATI itu memberanakkan PENGERAN RATU, yang kemudian dari wafatnya digelarPENGERAN SIDING KENAYAN, suami RATU SUNUHUN wafatnya pada tahun 1061. dari tahun Hijrah. dan saudara PENGERAN RATU SIDING KENAYAN itu, yaitu KIMAS MARTA KESUMA

PENGERAN MADIANG SOKO itu beristeri anak PENEMBAHAN KALINYAMAT, beranakkan dua yaitu :
1. RATU MAS DIPATI ANOM
2. RATU MAS ARYA,

RATU MAS ADIPATI ANOM bersuami PENGERAN ADIPATI JAMBI, adapun RATU MAS ARYA bersuami yang pertama putera TUMENGGUNG MANCO NEGORO yaitu RADEN JAYANG SARI dan digelar pula dia RADEN ARYA, dan wafat RADEN ARYA, maka bersuami pula dengan RADEN SANTERI yang digelar pula PENGERAN PURBA NEGARA yaitu anak KIPATIH JAMBI.

Adapun PENGERAN MADIA ALIT ( KETIB ABANG ) itu beristeri puteri dari Surabaya, yaitu beranak dua:
1. NYIMAS, bersuami KMS HAZAIRIN
2. NYIMAS MARTA YUDA bersuami KIMAS MARTA YUDA bin KI PANCA TANDAH.

Adapun PENGERAN SIDING PURO, beristeri NYI LAKITAN binti KIAI BINAYA SIDAN JATI, beranakRATU ANOM, RATU ANOM bersuami RADEN ARYA bin PENGERAN SIDING PESARIAN, kemudian bersuami kedua kalinya PENGERAN SIDING REJEK, PUTERA PENGERAN SIDING PESARIAN juga.

masjidagungpalembang

BISMILLAH HIRROHMAN NIRROHIM

Bermula raja yang penghabisan yang adalah ia tetap didalam kerajaan hingga sampai wafatnya didalam negeri Palembang, yaitu SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN bin SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA . bin SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA bin SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN bin PENGERAN MENGKURAT yang digelari PENGERAN SIDING PESARIAN bin TUMENGGUNG MANCO NEGORO. adanya —

Syahdan bersalahan mereka yang menceritakan ialah TUMENGGUNG MANCO NEGORO itu; kata setengah mereka itu adalah TUMENGGUNG MANTIK gelarnya dari negeri Barawa berpindah ke Palembang, maka TUMENGGUNG MANTIK itu dijadikan KI GEDING KARANG PANJANG, dan TUMENGGUNG MANTIK itu beranakkan KI PACA TANDAH.

KI PACA TANDAH itu beranak dua :

1. TUMENGGUNG MONCO NEGORO
2. KIMAS MARTA YUDA.

dan kata setengah mereka adalah PENGERAN ARYA KESUMO CERBON beranak dua,

1. ADIPATI SUMEDANG
2. ADIPATI PANCA TADAH,

dan ADIPATI SUMEDANG itu beranakkan TUMENGGUNG MONCO NEGARA dan ADIPATI PANCA TANDA itu berpindah ia ke Palembang, dan TUMENGGUNG MONCO NEGORO itu mengikut mamaknya.—

————— o0o —————

Adapun ibu PENGERAN RATU MANGKURAT (PENGERAN SIDING PESARIAN ) NYAI GEDING PEMBYUN, dan anak KIMAS ANOM bergelar KIGEDING SURO MUDO juga digelari ADIPATI INGSURO, dan KIMAS ANOM anak KI GEDING ILIR, dan KI GEDING ILIR adalah anak raja-raja dari negeri Surabaya.—

Adapun ibu SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN, maka yaitu MASSAYU ADIA WIGAYA yang di gelar RATU MAS MANGKURAT binti KIMAS PANJI WIRO SINGO bin TUMENGGUNG BANYU bin KI GEDING MEMPELAM bin KI GEDING SUNGI dan KI GEDING SUNGI itu beranak Raja-raja dari negeri Tandunan dan Tandunan itu di darat negeri Surabaya.——

Adapun ibu SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA itu, yaitu RATU AGUNG, dan RATU AGUNG itu anak KIMAS MARTA YUDA dan KIMAS MARTA YUDA itu anak KIMAS MARTA YUDA TUA danKIMAS MARTA YUDA TUA itu anak KI PANCA TANDAH dan KI PANCA TANDAH itu anak KI GEDING KARANG PANJANG adanya.—-

Adapun Ibu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA itu adalah orang dari negeri Jambi adanya.——–

Adapun Ibu SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN itu, maka yaitu RADEN NAYU CIBLUNG danRADEN NAYU CIBLUNG itu anak PENGERAN SURYO WIKRAMA SUBAKTI itu anak SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN adanya .—–

Adapun Ibu SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN itu maka yaitu RADEN NAYU MURATI yang digelar akan dia RATU SEPUH , RADEN NAYU MURATI itu anak PENGERAN SURYA KESUMO CENGEK bin PENGERAN PURBAYA bin SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR.JAYA-ING LAGA ———

————— o0o —————

Pada tahun 1062 dari pada hijrah Nabi S.W. wafat PENGERAN RATU MANGKURAT yang digelarkan dia dari pada wafatnya PENGERAN SIDING PESARIAN dipemakamannya di Palembang Lama.—-

Pada tahun 1103 dilahirkan SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA.

Pada tahun 1119 wafat SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN maka istana pemakamannya di Candi Walang.———-

Pada tahun 1126 wafat SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA, maka istana pemakamannya di Kebon Gedeh adanya.——

Pada tahun 1136 wafat SULTAN QOMARUDDIN, yang digelar SULTAN AGUNG QOMARUDDIN maka istana pemakamannya di Palembang lama, dan SULTAN QOMARUDDIN itu adalah adik SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA yang seibu seayah adanya.——–

Pada tahun 1141 dan pada malam selasa yang ke lima belas hari Bulan Sakban dilahirkan SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN.———–

Pada tahun 1148 wafat SULTAN ANOM ALIMUDDIN, maka tempat pemakamannya di Kebon Gedeh adanya.—– dan SULTAN ANOM ALIMUDDIN itu adalah kakandanya SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA yang seibu seayah.————

Pada tahun 1171 pada malam sabtu yang ke empat hari bulan Muharam wafat SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. maka istana pemakamannya di Lemabang, dan baginya umur didunia enam puluh delapan (68) tahun. ————–

————— o0o —————

SULTAN MUHAMMAD MANSYUR

SULTAN MUHAMMAD MANSYUR menjadi Raja di Kesultanan Palembang tahun 1118 dan wafat tahun 1126, serta dimakamkan di Kebon Gede. Mempunyai Putera / Puteri sebagai berikut :

I. Dari Isterinya NYIMAS SUNGUK (Puteri dari Negeri Jambi)

1. SULTAN ANOM ALI MUDDIN istanah pemakamannya di Kebon Gede
2. RADEN NAYU GARIAN
3. SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA
4. RADEN BUNCIT (PANGERAN DIPO KESUMO)

sebelum bersuami dengan SULTAN MUHAMMAD MANSYUR, NYIMAS SUNGUK telah bersuamikan KIYAI TUMANGGUNG SANTABAYA dan tidak berputra.

II. Dari isterinya Puteri RADEN ARIA bin PANGERAN SIDING PESARIAN, yaitu :

1. PANGERAN PURBAYO
2. RADEN NAYU PENENGGAK bersuami PANGERAN MARTA WIJAYA

III. Dari Isterinya RATU MAS PUTERI, yaitu :

1. MASAYU GADAH
2. MASAYU TIBA
3. PANGERAN ADIA MENGGALA
4. RATU MAS GELAMAK (tidak beranak)

IV. Dari Isterinya RATU MAS DANGUR, yaitu : RATU MAS DANGUR ini sebelum menjadi Isteri SULTAN MUHAMMAD MANSYUR, telah menjadi Isteri dari PENGERAN ADI PATI, Kakandanya SULTAN MUHAMMAD MANSYUR.

1. RADEN NAYU SAMADI bersuami RADEN BUMA bin PANGERAN PURBA NEGARA mantu PANGERAN ADIA NINGRAT bin PENGERAN SIDING REJEK, ber Putera :

1). PANGERAN NATA KERAMA
2). RADEN NAYU ARIA

2. RADEN SULUB tidak beranak

3. RADEN NAYU MANDARAGA bersuami RADEN BASUKI bin PANGERAN MANDURA bin PANGERAN PULANG JIWA mantu PENGERAN SIDING PESARIAN.

4. RADEN BADUT bergelar PENGERAN CAKRA WIJATA.

5. RADEN NAYU PATI bergelar RADEN NAYU PENGHULU bersuamikan PENGERAN PENGHULU.

6. RADEN BALAI GETIH bergelar PANGERAN ADI PATI

7. RADEN BALAI KECIK bergelar PANGERAN JAYA WIKRAMA

8. RADEN NAYU GETIH bersuamikan RADEN KARTA SURO dan mempunyai Putera RADEN NAYU KARTIKA, kemudian bersuami kedua dengan PENGERAN KERAMA JAYA HAJI, maka beranakan RADEN NAYU SUMA DINATA.

9. RADEN NAYU KECIK bersuamikan PENGERAN KERAMA DINATA.

10. RADEN NAYU PENENGAH bersuamikan PENGERAN PURBO NEGARA bin PENGERAN PURBA NEGARA mantu PENGERAN ADI NINGRAT, Putera PENGERAN SIDING REJEK, dan mempunyai Putera :

1). RADEN BUHRAN
2). RADEN NAYU KASHIAH
3). RADEN NAYU ROBIAH
4). RADEN SITI

————— o0o —————

SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA

Menjadi Raja di Kesultanan Palembang tahun 1136 dan wafat tahun 1171 serta dimakamkan di Kawa Tekurep Lemabang 3 Ilir Palembang.

Mempunyai putera puteri sebagai berikut

I. Dari isterinya RADEN NAYU CIBLUNG binti PANGERAN SURYO WIKRAMA SUBAKTI adalah

1. RADEN BELATI bergelar PANGERAN RATU meninggal di waktu terjadi orang mengamuk di istana kesultanan Palembang.

2. SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDIN.

II. Dari istrinya RATU PUTRI binti SULTAN AGUNG QOMARUDDIN

1. RADEN GEDIH / RADEN MUHAMMAD ZEN bergelar PENEMBAHAN. (RATU itu janda dariPAGERAN ARYA KESUMO bin PAGERAN PURBAYA bin SULTAN MUHAMMAD MANSYUR).

III. Dari istrinya YANG ZAMIAH bergelar MASSAYU PUTERI DATUK DALAM bin DATUK NANDAM / CINA SIANTAN adalah

1. RADEN NAYU JENDUL
2. RADEN RUSTAM
3. RADEN PILIT bergelar PANGERAN BANJAR KUTAMA
4. RADEN NAYU FATIMAH
5. RADEN NAYU AISYAH

IV. Dari Isterinya NYIMAS MISEM

1. RADEN TUMENGGUNG / bergelar PAGERAN SURYO DILAGO

2. RADEN BALI bergelar PANGERAN NATA KESUMO, tidak berputera

3. RADEN NAYU BUGIS, bersuami PANGERAN PENGHULU BULE putera KIAI PENGHULU binPENGHULU LEMAH LUHUR yang didarat lemabang yaitu asal dari negeri Kuddus di tanah Jawa RADEN NAYU BUGIS berputera :

1). RADEN NAYU ASIA,
2). RADEN BADAR..
3). RADEN NAYU SITI
4). RADEN NAYU HUSNAH
5). RADEN MUHAMMAD SOLEH
6). RADEN NAYU HAKIMI
7). RADEN ZULAIHA
8). RADEN MUHAMMAD HOLIL.

4. RADEN CUPIT / bergelar PANGERAN SUMA DILAGO

V. Dari Isterinya NYIMAS PIAH

1. RADEN NAYU MARYAM bersuami PANGERAN ADIA WIKRAMA putera PANGERAN KERAMA DINATA (mantu SULTAN MUHAMMAD MANSYUR ) berputera :

1). RADEN NAYU SURA WIJAYA
2). RADEN NAYU MARDHIAH’

2. RADEN NAYU MARYA bersuami RADEN ALI, berputera :

1). RADEN HASAN beristeri Masyayu MARYAM binti RADEN LABU.

2). RADEN NAYU SYARFIAH

3. PANGERAN SULAIMAN (Wafat lagi kecil)

VI. Dari Isterinya MASYAYU DALAM binti HAJI ABDUL KHOLIK.

1. RADEN NAYU KARIMAH bersuami RADEN BURHAN bin PANGERAN PURBAYA (Mantu SULTAN MUHAMMAD MANSYUR), berputera :

1). RADEN NAYU SUTA WIJAYA

2). RADEN NAYU ALIMAH.bersuami RADEN SYARIF ALKHUSIN bin PANGERAN SYARIF AL HUSENberputera :

(1). PANGERAN ASSYARIF ALKHUSEN
(2). ASSYAID ACHMAD
(3). SYARIFAH MARYAM GUMBAK
(4). ASSAID ABUBAKAR
(5). ASSAID ABDULRACHMAN
(6). ASSYARIFAH ALWIYAH
(7). ASSYARIFAH AISYAH
dan. ASSYARIFAH KHODIJAH dan ASSAID AL MUCHSIN itu keduanya bukan dari Ibunya RADEN NAYU ALIMAH

3). RADEN NAYU ASHIMAH.
4). RADEN HABIB.
5). RADEN ILYAS.
6). RADEN MUHAMMAD HASIN
7). RADEN YUNUS.
8). RADEN MAKMUN
dan RADEN NAYU ASMA, RADEN NAYU AYU, RADEN NAYU HABIBAH

VII. Dari istrinya NYIMAS RAPAT berputerakan

1. RADEN NAYU AMINAH, bersuamikan PANGERAN ADIAWIKRAMA, duda dari saudaranya RADEN NAYU MARYAM, maka RADEN NAYU AMINAH itu berputerakan

1). RADEN NAYU BAIDAH
2). RADEN MUHAMMAD ALI
3). RADEN NAYU ARFAD
4). RADEN ACHMAD TIMBIL
5). RADEN MUHIBAD
6). RADEN NAYU NUR TIFA
7). RADEN MUHAMMAD AMIN
8). RADEN NAYU THOIBA

selain itu MASAGUS ISHAK, MASSAYU DINA, MASSAYU SOPIAH, MASSAGUS BETUK, mereka itu bukan dari Ibu RADEN NAYU AMINAH.

VIII. Dari Isterinya NYIMAS BAKUL berputra :

1. RADEN NAYU SUMBUL bersuamikan ASSYAID IDRUS, berputrakan :

1). ASSA ….. FA MUZNAH

2). ……….

IX. Dari Isterinya NYIMAS MAIMAH berputra :

1. PANGERAN MUHAMMAD YUSUF (tidak berputra)
2. PANGERAN CIK
3. RADEN NAYU JAMILAH
4. RADEN NAYU JAMILAN (wafat lagi kecil)

X. Dari Isterinya NYAI DALAM (orang Cina dari Semarang)

1. RADEN NAYU ROPIAH
2. RADEN USMAN bergelar PANGERAN NATO KESUMO
3. RADEN NAYU SALIMAH

XI. Dari Isterinya ………………………………. (belum bertemu nama Isterinya)

1. RADEN KOMERING
2. RADEN BELITI
3. RADEN MUHAMMAD HUSIN
4. RADEN IBRAHIM
5. RADEN NAYU NATIJAH
6. RADEN NAYU SYOPIAH
7. RADEN NAYU DARIAH
8. RADEN NAYU KAPIAH

————— o0o —————

SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN

Tareh menjadi Raja SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN Putera SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA, pada tahun 1171 tiga puluh empat tahun beluaipun wafat / 1190, maka istana pemakamannya di Lemabang 3 Ilir Palembang.

Adapun Isteri dan anak-anaknya adalah sebagai berikut :

I. Dari Isterinya RATU SEPUH (RADEN NAYU MURATI)

1. SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN

2. PANGERAN DIPO KESUMO BALKIAH

3. PANGERAN PURBAYO ABDULLAH

4. RADEN NAYU JAYA KESUMO

5. RADEN NAYU ADI WIJAYA bersuami PANGERAN ADIA WIJAYA anak RADEN BUTUR, RADEN BUTUR itu mantu SULTAM MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA

6. RADEN NAYU NATA WIKRAMA bersuamikan PANGERAN NATA KERAMA bin PENGERAN NATA WIKRAMA menantu SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA

7. RADEN SAWAL beranakkan :

1). RADEN NAYU RAUDHO
2). RADEN NAYU ZAENAB DUKUN

II. Dari Isterinya MASSAYU KEDATON (anak RAJA BERUNAI)

1. PANGERAN SURA WIJAYA SAMSUDIN
2. PANGERAN SUTAWIJAYA SAHABUDIN
3. RADEN NAYU HABIBAH

III. Dari Isterinya NYIMAS BANAWATI

1. RADEN NAYU MARIAH
2. RADEN NAYU LATIAH
3. RADEN ALI

IV. Dari Isterinya MASSAYU KECIK binti PANGERAN ADIA WIJAYA

1. PANGERAN KESUMO WIJAYA

V. Dari Isterinya MASSAYU SAIDAH binti REDEN TAKAL bin PANEMBAHAN bin SULTAN ABDUL RACHMAN

1. PANGERAN SUTADINATA
2. PANGERAN SUTOWIKRAMA

VI. Dari Isterinya MASSAYU KASIAH

1. RADEN NAYU HASANAH bersuami dua kali, pertama RADEN HABIB bin RADEN BURHAN dan kedua dengan PANGERAN SUMANEGARA

2. RADEN NAYU JAMALIA

VII. Dari Isterinya MASSAYU BURI binti ENCIK JAKPAR MENTOK

1. RADEN NAYU CEK BURI

————— o0o —————

SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN

Pada tahun 1181 malam ahad sehari bulan Rejab, jam 9 (sembilan) dilahirkan SULTAN SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN itu RATU AGUNG binti DATUK MARNI bin ABDULLAH ALHADADI, adapun SULTAN MACHMUD BADARUDDIN itu ada sembilan saudara yang seibu seayah, yaitu:

1. RADEN NAYU PURBA NEGARA BALKIAH

2. RADEN NAYU MANGKU NEGARA HAMIDAH

3. RADEN NAYU WIKRAMA HASYIAH

4. SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU).

5. SUSUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN

6. RADEN NAYU SUTA WIKRAMA BARRIAH

7. RADEN MUHAMMAD HANAFIAH

8. PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM

9. PENGERAN ADIPATI ABDULRACHMAN

Tareh dilahirkan semuanya itu tersebut dibawah ini :

1. Tahun 1175 malam Isnen delapan hari bulan syofar jam 3 dilahirkan RADEN NAYU PURBA NEGARA NAKIAH

2. Tahun 1177 malam Jum’at 3 hari bulan Rejab jam 2 dilahirkan RADEN NAYU MANGKU NEGARA HAMIDAH

3. Tahun 1180 malam sabtu 28 bulan Muharam jam 10 dilahirkan RADEN NAYU WIKRAMA HASYIAH.

4. Tahun 1181 malam Ahad sehari bulan Rejeb jam 09. dilahirkan SRI SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ).

5. Tahun 1183 sehari bulan Syawal jam 4 dilahirkan SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN.

6. Tahun 1186 malam Jum’at 6 hari bulan Muharam jam 7 dilahirkan RADEN NAYU WIKRAMA BARRIAH

7. Tahun 1190 hari Sabtu 9 Zulhijjah jam 12 dilahirkan RADEN MUHAMMAD HANAFIAH.

8. Tahun 1192 hari Sabtu 17 bulan Syawal jam 8 dilahirkan PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM.

9. Tahun 1195 hari Isnen 8 Robiul akhir jam 6.30 dilahirkan PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN.——————–

Pada tahun 1190 malam Isnen 6 hari bulan Zulkoidah wafat SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN, maka istana pemakamannya di Lemabang.

Pada tahun 1200 hari ahad sehari bulan Zulhijjah jam 2 wafat RADEN MUHAMMAD HANAFIAH bin SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN, dan baginya umur didalam dunia 10 tahun 19 hari dan dua jam, dimakamkan di Lemabang.

Pada tahun 1206 malam Sabtu 14 hari bulan Rabiul akhir jam 4, dilahirkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU bin SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN ibunya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU itu adalah RATU SEPUH ASMA binti PENGERAN ADIPATI BANJAR KUTAMA bin SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. Adapun SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU itu 13 bersaudara yang seibu seayah, semuanya dilahirkan di Palembang.

Pada tahun 1211 hari Khomis 14 bulan syofar jam 12, dilahirkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN, dan Ibunya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM itu RATU NAKIAH binti PENGERAN SURYO WIKRAMA DAWAU bin PENGERAN SURYO DILAGA bin SULTAN MAHMUD BADARUDDIN, adapun SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN itu yang digelar oleh Belanda setelah kemudian dari pada SRI SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU) keluar dari Palembang.

Pada tahun 1212 malam Selasa 24 hari bulan Rabiulakhir jam 7 dilahirkan RADEN NAYU KESUMO NAKIAH binti PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM dan ibunya RADEN NAYU KESUMO NAKIAH ituRADEN NAYU PENEMBAHAN UMMUHANI binti PENGERAN SURYO SYAMSUDDIN bin SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN, dan ibunya PENGERAN SYAMSUDDIN itu MASSAYU KEDATON anak raja-raja negeri Berunai adanya.

Pada tahun 1214 hari Selasa 1 Syawal jam lima, dilahirkan PENGERAN PURBAYA ABDUL RACHMAN bin PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, dan ibu PENGERAN PURBAYA ABDUL RAHIM itu RADEN NAYU ADIPATI SARIMAH binti RADEN MULYA KESUMA, dan RADEN MULYA KESUMA itu anak Raja-raja dari negeri Matan dan ibu RADEN NAYU ADIPATI SARIMAH itu DAING MALIA dan DAING MALIA itu anak Raja-raja dari negeri Bugis, dan adalah PENGERAN PURBAYA ABDUL RAHIM itu masih mendapati zaman SULTAN MUHAMMAD BAHA UDDIN 4 tahun 2 bulan 21 hari dan 2 jam.

Sumber : 
Asal Usul Kesultanan Palembang Darussalam

Catatan Penambahan :

1. Silsilah (Nasab) Tumenggung Manco Negoro, sampai kepada Syaikh Muhammad Shohib Mirbath…

[Maulana Fadlallah Pangeran Manco Negoro Caribon] bin [Maulana Abdullah Pangeran Adipati Sumedang Negara] bin [Maulana Ali Mahmud Nuruddin atau Pangeran Arya Kesumo Cerbon atau Tumenggung Mantik atau Ki Geding Karang Panjang] bin [Sunan Giri II atau Sunan Dalem] bin [Sunan Giri atau Maulana Muhammad Ainul Yaqin] bin [Maulana Ishaq] bin [Syaikh Ibrahim Zain al Akbar] bin  [Syaikh Jamaluddin Husain Akbar] bin [Syaikh Ahmadsyah Jalal] bin [Syaikh Abdullah Azmatkhan] bin [Syaikh Abdul Malik al Muhajir] bin [Syaikh Alawi Ammil Faqih] bin [Syaikh Muhammad Shohib Mirbath]… Sumber

Dengan demikian, Maulana Ishaq bukanlah anak dari Syaikh Husein Jamaluddin Akbar sebagaimana tersebut di dalam silsilah diatas, melainkan adalah cucu dari Syaikh Husein Jamaludin Akbar.

2. Ada hal menarik, ternyata di dalam Tarsilah Kesultanan Brunei Darussalam terdapat Silsilah dari Tumenggung Mancanegara (sumber : Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”). Dengan mengacu kepada Tarsilah tersebut, diperoleh informasi silsilah sebagai berikut :

Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara (dalam Tarsilah Brunei bernama Pangiran Manchu Negoro) [bin]

Adipati Panca Tanda (dalam silsilah Palembang disebut juga Ki Paca Tanda, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Pangiran Manchu Tando) [bin]

Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo (dalam silsilah Palembang disebut juga Pangeran Arya Kesuma Cerbon, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma) [bin]

Sunan Giri, yang juga dikenal sebagai Maulana Muhammad Ainul Yaqin

3. Nama lengkap ibu dari SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU) dan SUSUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN adalah RATU AGUNG binti DATUK MURNI (HABIB MUHAMMAD) bin ALI bin ALWI bin AL-IMAM ABDULLAH AL-HADDAD… Sumber

4. Nama ibu dari SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA, adalah NYIMAS SENGUK (NYIMAS SUNGUK) binti SULTAN GEDEH (JAMBI)… Sumber

Kemungkinan yang dimaksud adalah PANGERAN DIPATI CAKRANINGRAT, yang bergelar SULTAN KYAI GEDE, memerintah Jambi pada masa 1690-1696.

Nasabnya : SULTAN KYAI GEDE bin SULTAN ABDUL MUHYI SRI INGOLOGO bin SULTAN AGUNG  (PANGERAN DEPATI ANOM) bin SULTAN ABDUL KOHAR

Silsilah Gus Dur, Jaka Tingkir dan Keluarga Basyaiban

Di tengah jamuan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia, di hadapan Presiden Ali Abdallah Salih dan para tokoh dari qabilah-qabilah utama di Yaman, Presiden Abdurrahman Wahid (GUSDUR) berkata :

“Ana kaman Yamaani… min Basyaiban!”
(Saya ini juga orang Yaman… dari marga Basyaiban)

Perkataan GUSDUR ini, bukan sekedar gurauan, sebab berdasarkan penyelusuran genealogy, beliau adalah keturunan dari Mbah Sambu Lasem atau dikenal sebagai Sayyid Abdurrahman bin Sayyid Hasyim bin Sayyid Abdurrahman Basyaiban..

gusdur1

silsilah gusdur
Berdasarkan diagram di atas, Gus Dur selain keturunan dari keluarga Basyaiban, juga memiliki pertalian dengan Sultan Pajang, Hadiwijaya atau dikenal sebagai Jaka Tingkir.

Catatan : Ada pendapat, bahwa yang menjadi istri dari Mbah Sambu Lasem, adalah puteri Adipati Tejo Kusuma I, melalui istrinya yang lain (bukan puteri Pajang).

mbah sambu

Keluarga Basyaiban dalam Silsilah Kyai Jawa

Dengan mengacu kepada Silsilah KH. Muhammad Shiddiq (Jember) dan KH. Abdul Hamid (Pasuruan), di dapat informasi, silsalah Mbah Sambu adalah sebagai berikut :

01. Sayyid Abdurrachman al-Basyaiban alias Mbah Sambu (Lasem)
02. bin Sayyid Muhammad Hasyim.
03. bin Sayyid Abdurrachman al-Basyaiban
04. bin Sayyid Abdullah
05. bin Sayyid Umar.
06. bin Sayyid Muhammad
07. bin Sayyid Achmad
08. bin Sayyid Abubakar Basyaiban
09. bin Sayyid Muhammad Asadillah 
10. bin Sayyid Hasan At-Turabi 
11. bin Sayyid ‘Ali 
12. bin Sayyid Muhammad Faqih Muqaddam

Silsilah Sayyid Muhammad Faqih Muqaddam, sampai kepada Nabi Muhammad…

silsilahjalur1

Untuk dipahami, di dalam data keluarga Basyaiban, nama keturunan Sayyid Abdullah bin Sayyid Umar bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Achmad bin Sayyid Abubakar Basyaiban, belum tercatat.

Hal ini berakibat, nama-nama seperti KH. Hasyim Asy’ari (kakek Gusdur), KH. Muhammad Shiddiq (Jember) dan KH. Abdul Hamid (Pasuruan), belum tercantum di dalamnya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Mbah Sambu Lasem, dalam beberapa silsilah disebut juga dengan nama Pangeran Samhud Bagda atau Pangeran Muhammad Syihabudin Sambu Digdadiningrat atau Pangeran Sam Bua Syayid Ngabdurrahman.

2. Versi lain mengatakan, Silsilah Gusdur berasal dari keturunan Sayyid Maulana Ishaq Azmatkhan (sumber).

01. KH Abdurrahman Wahid
02. bin KH Wachid Hasyim
03. bin KH.M.Hasyim Asy’ari Tebuireng
04. bin KH.M.Asy’ari Keras
05. bin AbSarwan
06. bin Abdul Wahid
07. bin Abdul Halim
08. bin Abdurrahman
09. bin Abdullah
10. bin Abdul Aziz
11. bin Abdul Fatah
12. bin Maulana Ishaq (yang juga merupakan ayah Sunan Giri)

Referensi :
1. Keluarga Bani Shiddiq
2. Silsilah KH. Abdul Hamid
3. Data Keluarga Basyaiban
4. Diplomasi Ketawa : Gusdur keturunan mana ?
5. Wisata Ziarah di Kauman Lasem