Tag Archives: tokoh

Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!

Hari Kamis Sore, tanggal 25 Desember 2014, yang bertepatan dengan tanggal 3 Rabiul Awwal 1436 H, makam tokoh Betawi, yang juga anggota PITUNG berhasil ditemukan di Pemakaman Puncak Sekuning Palembang (sumber : Makam Tokoh Betawi).

Penemuan makam ini, setelah melalui perjuangan yang melelahkan sdr. Muhammad Ihsan, bersama tim Dzurriyah Aria Jipang dari Jayakarta, Palembang dan Jawa Barat.

pitung3
Sejarah Pitung Betawi

Banyak yang salah mengerti tentang Pitung, Pahlawan dari tanah Betawi. Hal ini disebabkan pengaruh dari kisah-kisah yang beredar di masyarakat, yang menggambarkan Pitung sebagai sosok Jawara, yang membela kaum lemah, melalui keahliannya dalam ilmu beladiri.

Namun sejatinya Pitung itu adalah sebuah organisasi perlawanan rakyat Betawi, terhadap pemerintahan kolonial Belanda. PITUNG merupakan singkatan dari PITUAN PITULUNG, yang bermakna Tujuh Orang Penolong”, yang dipimpin oleh Ratu Bagus Mohammad Ali bin Raden Samirin.

Nama ke-7 Pendekar itu adalah :

1. Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
2. Ratu Bagus Roji’ih Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
3. Ratu Bagus Rais Sonhaji Nitikusuma
4. Hasan
5. Saman (nama Panggilan)
6. Jebul (nama samaran)
7. Abdullah (Dulo)
(Sumber : Pitung dari Kemanggisan/Kemandoran)

Keberadaan organisasi PITUNG ini, tentu sangat menghawatirkan Belanda, dengan segala upaya mereka berusaha memadamkan perlawanan masyarakat Betawi.

Dua orang dedengkot PITUNG, Muhammad Ali dan Roji’ih, berhasil mereka bunuh, namun PITUNG ternyata tidak bubar, bahkan pada tahun 1893 muncul Anggota Pitung yang tidak kalah menakutkan mereka, yaitu Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma

pitung1

Pada tahun 1914, Ahmad Syar’i bersama 2 rekan seperjuangan, membentuk organisasi perlawanan yang bernama “KI DALANG”. Pada masa itu, dikenal 3 (tiga)  orang pemimpin yaitu :

a. KI SAMA’UN , yang berpusat di Teluk Naga Kampung Melayu Tangerang (kini masuk wilayah Provinsi Banten)

b. KI SYAR’IE (KH AHMAD SYAR”IE MERTAKUSUMA), berpusat di Bambu Larangan Cengkareng Jakarta Barat.

c. KI ABDUL KARIM DAIM, berpusat di Kampung Duri Gang Jamblang.

Perlawanan “KI DALANG” ini berakhir pada tahun 1924, yang ditandai dengan terbunuhnya Ki Sama’un, serta tertangkapnya Ki Syar’ie, Ki Abdul Karim Da’im bersama pemimpin lainnya.

Tidak beberapa lama ditahan, Ki Syar’ie berhasil kabur, namun beliau tertangkap di Kota Bandung, dan dijatuhi hukuman gantung oleh Pemerintah Kolonial Belanda waktu itu. Tetapi belum sempat dihukum, Ki Sya’ie untuk kedua kalinya berhasil melarikan diri.

Selama bertahun-tahun pihak Belanda mencari keberadaan Ki Syar’ie ini, tetapi tidak juga mereka temukan. Dalam pelariannya Ki Syar’ie sempat ke Medan, kemudian di tahun 1926 bermukim di Kota Palembang (Sumber : Biografi Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma).

Dan makam yang ditemukan oleh Muhammad Ihsan di Palembang, merupakan makam dari Ki Syar’ie atau Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma, pembentuk organisasi ‘KI DALANG” sekaligus anggota Kelompok PITUNG yang paling dicari Pemerintah Kolonial Belanda.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Nabi Adam, dari JANNAH singgah di SUMATERA?
3. Nabi Idris (Oziris), Ilmuwan NUSANTARA dan Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?
4. Misteri ARJUNA dalam Kisah MAHABHARATA, yang singgah di NUSANTARA (SUMATERA), sekitar 5.000 tahun yang silam?

Silsilah Gus Dur, Jaka Tingkir dan Keluarga Basyaiban

Di tengah jamuan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia, di hadapan Presiden Ali Abdallah Salih dan para tokoh dari qabilah-qabilah utama di Yaman, Presiden Abdurrahman Wahid (GUSDUR) berkata :

“Ana kaman Yamaani… min Basyaiban!”
(Saya ini juga orang Yaman… dari marga Basyaiban)

Perkataan GUSDUR ini, bukan sekedar gurauan, sebab berdasarkan penyelusuran genealogy, beliau adalah keturunan dari Mbah Sambu Lasem atau dikenal sebagai Sayyid Abdurrahman bin Sayyid Hasyim bin Sayyid Abdurrahman Basyaiban..

gusdur1

silsilah gusdur
Berdasarkan diagram di atas, Gus Dur selain keturunan dari keluarga Basyaiban, juga memiliki pertalian dengan Sultan Pajang, Hadiwijaya atau dikenal sebagai Jaka Tingkir.

Catatan : Ada pendapat, bahwa yang menjadi istri dari Mbah Sambu Lasem, adalah puteri Adipati Tejo Kusuma I, melalui istrinya yang lain (bukan puteri Pajang).

mbah sambu

Keluarga Basyaiban dalam Silsilah Kyai Jawa

Dengan mengacu kepada Silsilah KH. Muhammad Shiddiq (Jember) dan KH. Abdul Hamid (Pasuruan), di dapat informasi, silsalah Mbah Sambu adalah sebagai berikut :

01. Sayyid Abdurrachman al-Basyaiban alias Mbah Sambu (Lasem)
02. bin Sayyid Muhammad Hasyim.
03. bin Sayyid Abdurrachman al-Basyaiban
04. bin Sayyid Abdullah
05. bin Sayyid Umar.
06. bin Sayyid Muhammad
07. bin Sayyid Achmad
08. bin Sayyid Abubakar Basyaiban
09. bin Sayyid Muhammad Asadillah 
10. bin Sayyid Hasan At-Turabi 
11. bin Sayyid ‘Ali 
12. bin Sayyid Muhammad Faqih Muqaddam

Silsilah Sayyid Muhammad Faqih Muqaddam, sampai kepada Nabi Muhammad…

silsilahjalur1

Untuk dipahami, di dalam data keluarga Basyaiban, nama keturunan Sayyid Abdullah bin Sayyid Umar bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Achmad bin Sayyid Abubakar Basyaiban, belum tercatat.

Hal ini berakibat, nama-nama seperti KH. Hasyim Asy’ari (kakek Gusdur), KH. Muhammad Shiddiq (Jember) dan KH. Abdul Hamid (Pasuruan), belum tercantum di dalamnya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Mbah Sambu Lasem, dalam beberapa silsilah disebut juga dengan nama Pangeran Samhud Bagda atau Pangeran Muhammad Syihabudin Sambu Digdadiningrat atau Pangeran Sam Bua Syayid Ngabdurrahman.

2. Di dalam silsilah Gus Dur terdapat nama Sayyid Abdul Halim bin Mbah Sambu Lasem, kemungkinan yang bersangkutan identik dengan Mbah Abdul Alim Tuyuhan atau disebut juga KH. Jazuli (Waliullah dari Tuyuan), seperti terdapat dalam buku Silsilah KH. Shiddiq.

 3. Versi lain mengatakan, Silsilah Gusdur berasal dari keturunan Sayyid Maulana Ishaq Azmatkhan (sumber).

01. KH Abdurrahman Wahid
02. bin KH Wachid Hasyim
03. bin KH.M.Hasyim Asy’ari Tebuireng
04. bin KH.M.Asy’ari Keras
05. bin AbSarwan
06. bin Abdul Wahid
07. bin Abdul Halim
08. bin Abdurrahman
09. bin Abdullah
10. bin Abdul Aziz
11. bin Abdul Fatah
12. bin Maulana Ishaq (yang juga merupakan ayah Sunan Giri)

Referensi :
1. Keluarga Bani Shiddiq
2. Silsilah KH. Abdul Hamid
3. Data Keluarga Basyaiban
4. Diplomasi Ketawa : Gusdur keturunan mana ?
5. Wisata Ziarah di Kauman Lasem

Nabi Idris (Oziris), Ilmuwan NUSANTARA dan Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?

Di dalam kepercayaan Mesir Purba, dikenal sosok Dewa Agung yang bernama Oziris (Osiris).

Oziris dalam Legenda Mesir Purba adalah seorang Raja (Penguasa) sekaligus Ilmuwan, yang meninggal karena di bunuh oleh saudaranya sendiri, disebabkan dengki akan pengaruhnya yang besar.

Namun setelah dia wafat, rakyat Mesir memuliakan Oziris, dikarenakan jasanya yang besar pada Peradaban Mesir Purba. Dan lama kelamaan, Oziris kemudian dianggap sebagai Dewa Yang Agung.

punt5

Oziris adalah Nabi Idris

Syaikh Thanthawi Jauhari
di dalam Tafsir Jawahir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan IDRIS tidak lain adalah Oziris atau Azoris.

Kalimat Idris adalah ucapan nama itu dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa diucapkan dalambahasa Arab dengan Isa; Yohannes diucapkan dalam bahasa Arab, Yahya.

Menurut Syaikh Thanthawi, Oziris atau Idris ini seorang Nabi yang diutus Allah kepada bangsa Mesir purba kala dan membawa ajaran-ajaran dan perubahan yang besar-besar (Sumber : Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?).

Sayid Quthub di dalam “Fi Zhilalil Quran“ sependapat dengan Syaikh Thanthawi Jauhari, bahwa besar kemungkinan bahwa Idris ialah Oziris yang ternama dalam Sejarah Mesir Purbakala itu.

Di dalam tafsir-tafsir yang lama sejak Thabari, ar-Razi, al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan yang sezaman tidak bertemu kemungkinan Oziris itu, dan baru bertemu pada Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari pada sekitar tahun 1928, atau pada Tafsir Sayid Quthub selepas tahun 1955.

punt6

Nabi Idris dan Nusantara

Dalam Legenda Mesir Purba, dikenal Tanah Punt sebagai asal muasal Para Dewa.

Di kisahkan seorang Ratu Mesir Purba, yang bernama Ratu Hatshepsut melakukan perjalanan menuju Tanah PuntRatu Hatshepsut  adalah Firaun kelima dari Dinasti ke-18 di Mesir kuno. Ratu Hatshepsut dipercayai pernah memerintah dari sekitar 1479 hingga 1458 SM.

Ada beberapa teori tentang keberadaan Tanah Punt, salah satunya adalah di wilayah Nusantara, yang didasarkan kepada beberapa alasan (Sumber : Punt: Lambang Usia Tamadun Melayu).

1. Dalam sebuah buku yang berjudul The Shipwrecked Sailor, penulisnya mengatakan bahawa lokasi Punt terletak di sebuah kawasan yang berpulau. Kalaulah lokasi Punt itu terletak di pantai laut Afrika, maka secara tidak langsung, teori Afrika sudah batal.

2. Terdapat ukiran di dinding kuil ratu Hatshepsut menunjukkan lokasi Punt terletak di antara persimpangan jalan perdagangan beberapa peradaban besar dunia. Lokasi seperti itu, tidak lain adalah  Nusantara, yang terletak di laluan perdagangan antara bangsa antara China dan India.

3. Jangka masa yang diambil oleh kapal-kapal Hatshepsut sangat lama untuk kembali ke Mesir. Rekod mengatakan bahawa mereka hanya tiba ke Mesir sewaktu tahun ke-5 pemerintahan Hatsheptsut. Bayangkanlah di manakah lokasi tersebut? Kalaulah terletak di Afrika, tidaklah mengambil masa selama itu.

4. Terdapat ukiran di dinding Kuil Hatshesut yang menjelaskan bahawa Raja Punt yang disingahi Hatsheptsut memiliki sebilah ‘pisau pendek’ yang diselitkan pada kain sarungnya. Ketahuilah bahawa budaya Mesir purba tidak pula menyelitkan senjata pada kain atau seluar. Budaya kaum manakah ini?  (Gambar di bawah)

punt1

5. Ukiran di dinding kuil Hatshepsut mengatakan bahawa kaum yang mendiami Negeri Punt ini mempunyai berbagai ragam warna kulit dan puak. Ada diantaranya yang berkulit gelap, ada yang berkulit kemerah-merahan dan ada yang berkulit perang kekuningan. Kalau dilihat di Nusantara misalnya, terdapat Negrito dan orang Asli yang berkulit gelap, yang berkulit merah ialah Melayu pelaut dan pedagang manakala yang berkulit kuning mungkin orang Melayu Banjar, Rejang, Minang dan sebagainya yang berkulit cerah. Ini sangat bertentangan dengan penduduk di Afrika. (Gambar di bawah)

punt2

 6. Seni Arsitektur di Punt juga menjurus ke arah seni arsitektur rumah kayu Melayu. Kajian Antropologi menunjukkan bahawa seni bina rumah Punt yang digambarkan di dinding kuil Hatshepsut tidak langsung mempunyai ciri-ciri rumah di Afrika. (Gambar di bawah)

punt3
7. Potoh, (gelang dipergelangan tangan) merupakan bukti seterusnya. Nehesi yang merupakan ketua armada laut Hatshepsut mengatakan bahawa Raja Punt memakai potoh pada pergelangan lengannya Kawan-kawan yang mengkaji tentang budaya dan adat tradisi raja-raja Melayu sudah pasti dapat menangkap.  Ini budaya raja-raja Melayu.

8. Kalau kita membaca teori Punt, mereka datang ke situ untuk berdagang. Satu daripada barang terpenting yang mendapat permintaan tinggi para pedagang Mesir purba adalah Anti atau kemenyan Punt. Untuk pengetahuan anda ukiran di dinding Kuil Ratu Hatshepsut ada memperincikan tentang kemenyan dan pokoknya sekali. Dan kejutannya ialah… pokok kemeyan di dinding sana menunjukkan bahawa hanya hidup di Nusantara! Yakni di Kepulauan Melayu ini.

9. Lagi ukiran di dinding Kuil Hatshepsut ialah mengenai budaya MELILIT oleh PENDUDUK PUNT. Sekarang beritahu saya, bangsa mana yang menjadikan ini sebagai budaya wahai rakan-rakan? Tak lain tak bukan ialah rumpun melayu kita. Yang Melayu dengan tengkolok dan semutarnya, yang Jawa dengan blangkonnya yang Dayak, iban dan banyak lagi suku-suku lain dengan budaya lilitan di kepala. (Gambar di bawah)

punt4

Dengan alasan-alasan diatas, Tanah Punt yang merupakan asal muasal Para Dewa Mesir, di-sinyalir berada di Nusantara. Tentu kita semua paham, salah satu Dewa yang Paling Agung bagi rakyat Mesir Kuno adalah Oziris, yang menurut Syaikh Thanthawi, Oziris sejatinya tidak lain adalah Nabi Idris.

Apakah ini berarti, Nabi Idris (Oziris), berasal dari Nusantara ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Matematika Sedekah, menurut Ustadz Yusuf Mansur

Di dalam tulisannya berjudul Mempebanyak Sedekah, pada tanggal 20 July 2014 di situs republika.co.id, Ustadz Yusuf Mansur memaparkan tentang proses hitung-hitungan sedekah, yang ternyata sedikit berbeda dengan perhitungan matematika yang biasa kita temui…

sedekah6

Republika, 20 Juli 2014

Jika seseorang menggunakan matematika biasa (berhitung ala manusia) untuk menghitung, maka hal itu tidak bisa diterapkan dalam sedekah. Sebab, matematika sedekah berbeda dengan matematika biasa.

Dan kalau menggunakan matematika biasa, sepertinya banyak orang yang tak akan mau bersedekah. Kenapa, karena setiap kita member kepada orang lain, dipandangnya, dilihatnya, diketahuinya, pasti akan berbeda. Bahkan, mungkin dianggapnya akan berkurang.

Misalnya, 10 dikurang satu, maka hasilnya pasti sembilan (10-1=9). Dan kalau 10 dikurang dua, maka hasilnya akan delapan (10-2=8). Kalau 10 dikurang tujuh, maka hasilnya tersisa tiga (10-7=3). Demikian seterusnya. Itu hitungan matematika yang biasa atau umum.

Karena itu, ia harus punya matematika ilahiyah. Matematika sedekah yang berbeda dengan matematika biasa. Matematika ilahiyah, atau matematika sedekah, ketika seseorang bersedekah maka nilainya akan bertambah.

sedekah5
Misalnya, 10 dikurang satu, hasilnya bukan sembilan, melainkan 19. Kemudian 10 dikurang dua, maka hasilnya bukan delapan, melainkan 28. Dan 10 dikurang tiga, hasilnya bukan tujuh, melainkan 37.

Begitu seterusnya. Semakin banyak disedekahkan, maka hasilnya pun akan terus bertambah. Misalnya, 10 dikurangi 10, hasilnya adalah 100 bukan nol.

Jadi, semakin dia tahu, semakin dia merasakan, semakin dia melihat, dan jika dia bersedekah, maka hasilnya akan semakin banyak. Dan jika dia mengetahui hal ini, semestinya dia akan semakin rajin bersedekah, dengan nilai yang akan lebih banyak lagi.

Nilai ini, jika kelipatannya hanya 10. Bagaimana jika hasilnya dikalikan dengan kelipatan 700 kali lipat? Tentu akan lebih besar lagi. Jika 10 dikurangi (disedekahkan) 10, maka hasilnya adalah 7.000, bukan nol.

Seorang karyawan dengan gaji sebesar Rp 2 juta, tetapi pengeluarannya Rp 3 juta, tidak mungkin dia akan bersedekah. Sebab, untuk kebutuhan sehari-harinya saja sudah nombok. Begitu pula pandangan masyarakat umum akan hal ini. Akibatnya, jangankan untuk bersedekah, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya saja dia tak bisa. Hal ini juga yang membuat mereka dan kebanyakan umat Islam, enggan bersedekah.

Andai dia tahu matematika sedekah, niscaya mereka akan banyak bersedekah. Jika dia mengetahui gajinya Rp 2 juta sedangkan kebutuhannya Rp 3 juta per bulan, maka dia akan bersedekah untuk mencukupi kebutuhannya.

Bismillah. Misalnya, dia mengeluarkan 10 persen dari kebutuhannya (Rp 3 juta) atau sebesar Rp 300 ribu. Insya Allah, dia akan mendapatkan hasil sebesar Rp 4,7 juta. Bahkan bisa mencapai lebih besar lagi bila dikalikan dengan 700 kali lipat.

Seorang pengusaha punya giro sebesar Rp 100 juta, tapi dia punya kebutuhan yang harus ditunaikan sebesar Rp 700 juta. Kemana mencari kekurangan Rp 600 jutanya? Setelah pengusaha ini meyakini dan memahami tentang ilmu sedekah, maka Bismillahirrahmanirrahim, dia sedekahkan seluruh uang yang ada di gironya itu. Subhanallah, dia akan mendapatkan Rp 1 miliar.

sedekah3

Khusus di bulan suci Ramadhan ini, Allah akan makin melipatkan gandanya melebihi yang biasa. Jika pada bulan-bulan lainnya dilipatgandakan 10 kali lipat atau 700 kali lipat, tapi pada bulan puasa ini, Allah akan melipatgandakannya hingga ribuan bahkan puluhan ribu kali lipat.

Karena itu, bila sudah memahami matematika sedekah ini, saya berharap seluruh pembaca Republika Online, dikaruniakan Allah kelebihan rezeki yang berlipat-lipat. Sehingga bisa bersedekah semakin banyak, semakin besar. Dan tentu saja, tetap dengan niat yang tulus ikhlas karena mengharapkan ridha Allah Taala.

Sabina Altynbekova, Muslimah Kazakhstan dan Sejarah Kekaisaran Mongol di Asia Tengah ?

Dunia maya di tanah air, dihebohkan dengan kemunculan atlit volly puteri asal Kazakhstan, yang bernama Sabina Altynbekova.  Dan yang menarik dari gadis ini, ternyata ia adalah seorang muslimah, serta memiliki wajah asia (mongoloid).

Banyak yang penasaran, bagaimana seseorang dengan perawakan ras mongolia, bisa berada di wilayah Asia Tengah dan beragama Islam ?


Sejarah Kekaisaran Mongol di Asia Tengah 

Keberadaan masyarakat mongol di Asia Tengah, tidak lepas dengan penakluk dunia abad pertengahan asal Mongolia yang bernama Genghis Khan.

Genghis Khan yang kemudian dilanjutkan anak keturunannya, berhasil menguasai sekitar 33 juta km² pada puncak kejayaannya, dengan perkiraan penduduk sebanyak di atas 100 juta orang dan menjadi yang paling kuat di antara semua kekaisaran abad pertengahan (sumber : wikipedia).


Persinggungan antara Kekaisaran Mongol dengan Islam, berawal dari salah seorang cucu Genghis Khan yang bernama Hulagu Khan, ditugasi untuk menaklukkan Kekuasaan umat Muslim di Timur Tengah. Akibat terpecahnya kekuatan Islam ketika itu, maka sekitar tahun 1258M, kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad, berhasil mereka kuasai (sumber : wikipedia).

Penaklukan wilayah Muslim, kemudian terus berlanjut di daerah-daerah lain, sehingga Khilafah Islam seakan hancur lebur di tangan orang-orang Mongol.

kazakh12

Janybek Khan

 

Namun keadaan seolah menjadi terbalik, ketika Pasukan Mongol yang tadinya menyerang ummat Islam, dalam perjalanan kembali ke Mongolia banyak menjadi mualaf, masuk agama Islam.

Bahkan mereka mendirikan dinasti Islam di India, dan akibatnya Para Prajurit Mongol pun kemudian tampil menjadi pejuang-pejuang Islam yang perkasa (sumber : putrahermanto.wordpress.com).

Genealogy: Janybek Khan

mongol11

Pada sekitar 1466M, anak keturunan Genghis Khan yang bernama Janybek Khan dan Kerey Khan, mendirikan pemerintahan di wilayah Kazakhstan (sumber : wikipedia dan historum.com). Dan dari sinilah kemudian, masyarakat keturunan Muslim Mongolia, termasuk leluhur Sabina Altynbekova berinteraksi dengan budaya Asia Tengah.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Imam Ali radiallahu anhu (ra), Mathematical Brilliance

One Day a Jewish person came to Imam Ali ra., thinking that since Imam Ali thinks he is too smart, I’ll ask him such a tough question that he won’t be able to answer it and I’ll have the chance to embarrass him in front of all the Arabs.

He asked “Imam Ali ra., tell me a number, that if we divide it by any number from 1-10 the answer will always come in the form of a whole number and not as a fraction.”

imamali
Imam Ali ra. looked back at him and said, “Take the number of days in a year and multiply it with the number of days in a week and you will have your answer.”

The Jewish person got astonished but as he was a polytheist (Mushrik), he still didn’t believe Imam Ali ibn Abu Talib He calculated the answer Imam Ali ibn Abu Talib gave him.

To his amazement he came across the following results: The number of Days in a Year = 360 (day prophetic Jewish, source) The Number of Days in a Week = 7

The product of the two numbers = 2520

Now…
2520 : 1 = 2520
2520 : 2 = 1260
2520 : 3 = 840
2520 : 4 = 630
2520 : 5 = 504
2520 : 6 = 420
2520 : 7 = 360
2520 : 8 = 315
2520 : 9 = 280
2520 : 10= 252

Source:
Imam Ali ibn Abi Talib,  The First Intellectual Muslim Thinker
by Dr.Muhammad Abdul Rauf, pg 98-102  (forum.hizbuttahrir.org)

Keluarga Jusuf Kalla, Silsilah Sultan Hasanuddin Makassar dan Ratu Siti Malangkai ?

Seorang pujangga besar Melayu keturunan Bugis, yang bernama Raja Ali Haji, di dalam kitabnya “Tuhfat an Nafis“, menyatakan Leluhur Suku Bugis bermula dari seorang Ratu di daerah Luwuk yang bernama Ratu Siti Malangkai.

Melalui bukunya itu, Raja Ali Haji berpendapat Ratu Siti Malangkai, merupakan keturunan dari Nabi Sulaiman, melalui isterinya yang bernama Ratu Balqis (Sumber : Dari Ratu Balqis, sampai kepada Fatin Shidqia Lubis).

Makam Sayyid Jalaluddin, wafat tahun 1453M

Makam Syekh Jamaluddin, wafat tahun 1453M

Masuknya Islam di Sulawesi Selatan

Beberapa abad kemudian, anak keturunan Ratu Siti Malangkai, berkembang menjadi beberapa kerajaan di wilayah Sulawesi Selatan. Salah satu negeri yang cukup terkenal adalah Kerajaan Gowa Tallo.

Pada sekitar abad ke-15, Kerajaan Gowa Tallo, kedatangan seorang mubaligh bernama Syekh Jamaluddin Husain Akbar. Beliau datang untuk menyampaikan risalah Islam di kerajaan ini.

Dakwah yang dilakukan Syekh Jamaluddin, mendapat simpati dari penguasa Gowa ketika itu, bahkan salah seorang putri kerajaan Gowa Tallo menjadi istri Sang Mubaligh.

Kelak dari zuriat Syekh Jamaluddin ini, lahir seorang ulama terkemuka yang bernama Syekh Yusuf al-Makassari dan seorang pemimpin yang terkenal, bernama Sultan Hasanuddin (Sumber : Majelis Dakwah Walisongo dan Syekh Yusuf al-Makassari).

kalla1

Keluarga Yusuf Kalla

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK), lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan), pada tanggal 15 Mei 1942. Ia adalah Wakil Presiden Indonesia yang menjabat pada periode 2004 – 2009 dan Ketua Umum Partai Golongan Karya pada periode yang sama (Sumber : wikipedia).

Ayah JK, bernama Haji Kalla, beliau adalah Pendiri Kelompok Usaha Kalla Group, sementara ibunya bernama Athirah, yang berasal dari Keluarga Bangsawan Bugis Kerajaan Bone (Sumber : Mengenal Hadji Kalla).

Berdasarkan penyelusuran genealogy, Keluarga Bangsawan Bone berasal dari anak keturunan I Panusurang Daeng Manassa Tumenanga RI Campagana, yang berupakan saudara ipar dari Raja Gowa Tallo, Sultan Alauddin (Sumber : SANROBONE).

Berikut hubungan kekerabatan, Jusuf Kalla dengan Sultan Hasanuddin Makassar…

azmatbugis1
WaLlahu a’lamu bishshawab