Tag Archives: wawasan

patutkah kita ragu, atas rezeki yang telah kita terima pada setiap harinya ?

Tanpa kita sadari, kita selalu mendapat limpahan rezeki dari ALLAH pada setiap harinya.

Salah satu contoh, adalah pada saat kita bernafas…

Dalam ilmu kedokteran, seseorang bernafas dalam sehari membutuhkan:
– Oksigen sebanyak 2.880 liter
– Nitrogen sebanyak 11.376 liter

Udara yang kita hirup sehari-hari selama hidup di dunia ini ternyata bukanlah oksigen murni. Udara yang masuk ke dalam tubuh mengandung berbagai gas seperti oksigen, karbon dioksida, argon, nitrogen, dan uap air. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat gas lain yang tercampur di dalam udara yang dihirup manusia.

Udara bebas yang digunakan oleh manusia untuk bernapas mengandung gas nitrogen sebesar 78%, mengandung gas oksigen sebesar 20%, mengandung gas argon sebesar kurang dari 1%, mengandung uap air kurang lebih sekitar 1% dan menganding karbon dioksida sebanyak kurang dari 0,1%. Gas-gas tersebut tercampur dengan baik di dalam udara yang ada di dunia ini.

Jika kita lihat persentasenya maka manusia sebenarnya bernapas dengan menghirup nitrogen, karena sebagian besar gas yang dihirup manusia saat bernapas adalah gas nitrogen.

Referensi :
organisasi.org

nafas1

Dalam bisnis, harga dalam tabung gas yang berisi Oksigen dan tabung gas Nitrogen,
– Oksigen harganya Rp 25.000,- perliter
– Nitrogen harganya Rp 9.950,- perliter

Dari data ilmu kedokteran dan binsnis tersebut, dapat dihitung berapa biaya bernafas seseorang dalam seharinya:

Biaya Oksigen 2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
Biaya Nitrogen 11.376 x Rp. 9.950,- = Rp. 113.191.200,-
————————————————————————-
Total biaya bernafas sehari = Rp. 185.191.200,-

Total biaya bernafas sebulan (30 hari x Rp.185.191.200,-) = Rp. 5.555.736.000,- (sekitar Rp. 5,5 M)

Total biaya bernafas setahun = Rp.67.594.788.000,- (Rp. 67,5 M)

Jadi berapakah biaya selama hidupmu hanya untuk oksigen dan nitrogen?

Tidak masuk akal bila menghitung hanya satu contoh kenikmatan Allah tersebut yang terlupakan, belum harga otak, jantung, dan seterusnya, lalu lupa dan tidak bersyukur?

Tegakah kenikmatan itu dibalas dengan perbuatan dholim, dan mengingkari atas semua perintahNYA ?

Sumber :
anak-qurani.blogspot.com

Nabi Idris (Oziris), Ilmuwan NUSANTARA dan Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?

Di dalam kepercayaan Mesir Purba, dikenal sosok Dewa Agung yang bernama Oziris (Osiris).

Oziris dalam Legenda Mesir Purba adalah seorang Raja (Penguasa) sekaligus Ilmuwan, yang meninggal karena di bunuh oleh saudaranya sendiri, disebabkan dengki akan pengaruhnya yang besar.

Namun setelah dia wafat, rakyat Mesir memuliakan Oziris, dikarenakan jasanya yang besar pada Peradaban Mesir Purba. Dan lama kelamaan, Oziris kemudian dianggap sebagai Dewa Yang Agung.

punt5

Oziris adalah Nabi Idris

Syaikh Thanthawi Jauhari
di dalam Tafsir Jawahir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan IDRIS tidak lain adalah Oziris atau Azoris.

Kalimat Idris adalah ucapan nama itu dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa diucapkan dalambahasa Arab dengan Isa; Yohannes diucapkan dalam bahasa Arab, Yahya.

Menurut Syaikh Thanthawi, Oziris atau Idris ini seorang Nabi yang diutus Allah kepada bangsa Mesir purba kala dan membawa ajaran-ajaran dan perubahan yang besar-besar (Sumber : Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?).

Sayid Quthub di dalam “Fi Zhilalil Quran“ sependapat dengan Syaikh Thanthawi Jauhari, bahwa besar kemungkinan bahwa Idris ialah Oziris yang ternama dalam Sejarah Mesir Purbakala itu.

Di dalam tafsir-tafsir yang lama sejak Thabari, ar-Razi, al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan yang sezaman tidak bertemu kemungkinan Oziris itu, dan baru bertemu pada Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari pada sekitar tahun 1928, atau pada Tafsir Sayid Quthub selepas tahun 1955.

punt6

Nabi Idris dan Nusantara

Dalam Legenda Mesir Purba, dikenal Tanah Punt sebagai asal muasal Para Dewa.

Di kisahkan seorang  Ratu Mesir Purba, yang bernama Ratu Hatshepsut, mengirim delegasi perdagangan menuju Tanah PuntRatu Hatshepsut  adalah Firaun kelima dari Dinasti ke-18 di Mesir kuno. Ratu Hatshepsut dipercayai pernah memerintah dari sekitar 1479 hingga 1458 SM.

Ada beberapa teori tentang keberadaan Tanah Punt, salah satunya adalah di wilayah Nusantara, yang didasarkan kepada beberapa alasan (Sumber : Punt: Lambang Usia Tamadun Melayu).

1. Dalam sebuah buku yang berjudul The Shipwrecked Sailor, penulisnya mengatakan bahawa lokasi Punt terletak di sebuah kawasan yang berpulau. Kalaulah lokasi Punt itu terletak di pantai laut Afrika, maka secara tidak langsung, teori Afrika sudah batal.

2. Terdapat ukiran di dinding kuil ratu Hatshepsut menunjukkan lokasi Punt terletak di antara persimpangan jalan perdagangan beberapa peradaban besar dunia. Lokasi seperti itu, tidak lain adalah  Nusantara, yang terletak di laluan perdagangan antara bangsa antara China dan India.

3. Jangka masa yang diambil oleh kapal-kapal Hatshepsut sangat lama untuk kembali ke Mesir. Rekod mengatakan bahawa mereka hanya tiba ke Mesir sewaktu tahun ke-5 pemerintahan Hatsheptsut. Bayangkanlah di manakah lokasi tersebut? Kalaulah terletak di Afrika, tidaklah mengambil masa selama itu.

4. Terdapat ukiran di dinding Kuil Hatshesut yang menjelaskan bahawa Raja Punt yang disingahi delegasi Hatsheptsut memiliki sebilah ‘pisau pendek’ yang diselitkan pada kain sarungnya. Ketahuilah bahawa budaya Mesir purba tidak pula menyelitkan senjata pada kain atau seluar. Budaya kaum manakah ini?  (Gambar di bawah)

punt1

5. Ukiran di dinding kuil Hatshepsut mengatakan bahawa kaum yang mendiami Negeri Punt ini mempunyai berbagai ragam warna kulit dan puak. Ada diantaranya yang berkulit gelap, ada yang berkulit kemerah-merahan dan ada yang berkulit perang kekuningan. Kalau dilihat di Nusantara misalnya, terdapat Negrito dan orang Asli yang berkulit gelap, yang berkulit merah ialah Melayu pelaut dan pedagang manakala yang berkulit kuning mungkin orang Melayu Banjar, Rejang, Minang dan sebagainya yang berkulit cerah. Ini sangat bertentangan dengan penduduk di Afrika. (Gambar di bawah)

punt2

 6. Seni Arsitektur di Punt juga menjurus ke arah seni arsitektur rumah kayu Melayu. Kajian Antropologi menunjukkan bahawa seni bina rumah Punt yang digambarkan di dinding kuil Hatshepsut tidak langsung mempunyai ciri-ciri rumah di Afrika. (Gambar di bawah)

punt3
7. Potoh, (gelang dipergelangan tangan) merupakan bukti seterusnya. Nehesi yang merupakan ketua armada laut Hatshepsut mengatakan bahawa Raja Punt memakai potoh pada pergelangan lengannya Kawan-kawan yang mengkaji tentang budaya dan adat tradisi raja-raja Melayu sudah pasti dapat menangkap.  Ini budaya raja-raja Melayu.

8. Kalau kita membaca teori Punt, mereka datang ke situ untuk berdagang. Satu daripada barang terpenting yang mendapat permintaan tinggi para pedagang Mesir purba adalah Anti atau kemenyan Punt. Untuk pengetahuan anda ukiran di dinding Kuil Ratu Hatshepsut ada memperincikan tentang kemenyan dan pokoknya sekali. Dan kejutannya ialah… pokok kemeyan di dinding sana menunjukkan bahawa hanya hidup di Nusantara! Yakni di Kepulauan Melayu ini.

9. Lagi ukiran di dinding Kuil Hatshepsut ialah mengenai budaya MELILIT oleh PENDUDUK PUNT. Sekarang beritahu saya, bangsa mana yang menjadikan ini sebagai budaya wahai rakan-rakan? Tak lain tak bukan ialah rumpun melayu kita. Yang Melayu dengan tengkolok dan semutarnya, yang Jawa dengan blangkonnya yang Dayak, iban dan banyak lagi suku-suku lain dengan budaya lilitan di kepala. (Gambar di bawah)

punt4

Dengan alasan-alasan diatas, Tanah Punt yang merupakan asal muasal Para Dewa Mesir, di-sinyalir berada di Nusantara. Tentu kita semua paham, salah satu Dewa yang Paling Agung bagi rakyat Mesir Kuno adalah Oziris, yang menurut Syaikh Thanthawi, Oziris sejatinya tidak lain adalah Nabi Idris.

Apakah ini berarti, Nabi Idris (Oziris), berasal dari Nusantara ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

[MISTERI] Peradaban NUSANTARA, pada masa Sebelum Masehi ?

Jika kita menyelusuri sejarah Nusantara, kita akan mendapati ada 2 (dua) kerajaan yang dianggap tertua, yaitu:

– Kerajaan Kutai di Kalimantan
– Kerajaan Salakanagara di Jawa Barat

Kedua kerajaan ini, diperkirakan eksis pada sekitar abad pertama Masehi (Salakanagara) dan pada sekitar abad ke-4 Masehi (Kutai).

Bagaimana keadaan Nusantara, sebelum tahun masehi ?
Sudah adakah kerajaan atau Peradaban pada masa itu ?

atlantisbuku
Sedikitnya peninggalan arkeologis, Peradaban Nusantara dari masa sebelum masehi, membuat kita sulit, untuk menjawab kedua pertanyaan di atas.

Namun setidaknya, kita bisa memaparkan beberapa indikasi tentang adanya kemungkinan Peradaban di Nusantara, pada masa sebelum masehi, antara lain:

1. Tentang adanya 2 leluhur Aki Tirem (Pendiri Kerajaan Salakanagara) yang berasal dari pulau Sumatera, yaitu Aki Bajulpakel (sumatera Selatan) dan Datuk Pawang Marga (sumatera utara) (lihat –> http://wp.me/pPmCF-ft)

Ini bisa menjadi indikasi bahwa pulau Sumatera, telah ada kehidupan bermasyarakat pada masa sebelum masehi.

2. Terdapat Legenda Kota Emas Hiranyapura, yang diperkirakan berada di Pulau Sumatera, dalam Kisah Mahabharata.(lihat –> http://wp.me/pPmCF-1gP)

3. Temuan seorang arkeolog Prof. Giorgio Buccellati, yaitu sebuah porselen cekung, yang di atasnya terdapat fosil sisa-sisa tumbuhan cengkeh, yang merupakan tumbuhan khas Nusantara.

Porselin ini diperkirakan berasal dari masa 1.700 SM, ditemuakan di Terqa, Eufrat Tengah. (lihat –> http://wp.me/pPmCF-iV)

4. Temuan bangunan kuno berumur rbuan tahun, yang dikenal sebagai Piramid Gunung Padang.

5. Pendapat Profesor Aryso Santos, melalui bukunya “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005)”, wilayah Sundaland adalah benua Atlantis, yang disebut-sebut Plato di dalam tulisannya Timeus dan Critias.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Kota Arctic (Swedia), fenomena berpuasa di daerah yang sepanjang waktu “matahari bersinar” ?

swedia1

Di bagian utara Skandinavia, di mana matahari tidak pernah tenggelam di musim panas, umat Islam harus mencari cara alternatif dalam berpuasa. Dan mereka telah menemukan caranya.

Sekitar 700 Muslim di kota Arctic, Kiruna, Swedia memilih berpuasa menyesuaikan dengan jam puasa kota suci Mekah yang mereka anggap sebagai panduan utama.

Sementara yang lain cenderung berpuasa menurut waktu di Stockholm, di mana matahari benar-benar tenggelam. Meski pun untuk beberapa jam setelahnya matahari terbit kembali.

Sumber Artikel :
Di Negara Ini, Buka Puasa dan Sahur Dilakukan Siang Hari

Friday the 13th, dalam Pandangan Islam ?

Di kalangan masyarakat awam, ada yang meyakini tentang keangkeran malam jum’at, terutama yang bertepatan dengan tanggal 13. Menanggapi permasalahan ini, Ustadz Erick Yusuf mencoba membahasnya, melalui tulisan yang berjudul Friday the 13th, Friggatriskaidekaphobia & Kengerian Malam Jumat, di  situs republika.co.id, tanggal 28 Maret 2014…

erick1

Republika, 28 Maret 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim

Di salah satu radio swasta anak muda yang pernah saya dengar, ada acara horor di malam Jumat. Acaranya adalah kumpulan cerita-cerita menakutkan segala zaman, pembahasan makhluk-makhluk halus dan tempat-tempat angker. Belum lagi bumbu-bumbu dari orang-orang yang sempat mengalami kengerian tersebut.

Lalu banyak juga di televisi acara serem-serem, yang ghaib-ghaib di malam Jumat. Ada lagi film horor yang mendunia berjudul “Friday the 13th”. Seakan-akan ada kesepakatan kolektif yang tidak tertulis menegaskan bahwa malam Jumat memang malam yang semua harus merasa takut!

friday1

Aneh, entah siapa yang memulainya. Tapi menurut saya, ini adalah kebohongan konsisten yang digandrungi banyak orang. Jika kita telisik, angka 13 telah dianggap sial selama berabad-abad.

Ada yang mengambil teori dari Alkitab umat Kristen bahwa perjamuan makan malam terakhir dari Nabi Isa AS terjadi di hari Kamis malam atau biasa juga dikenal dengan sebutan “Kamis Putih” (dirayakan secara khusus oleh umat Katholik). Sedangkan hari Yesus disalibkan sampai mati disebut sebagai hari Jumat Agung (menurut kepercayaan umat Nasrani).

Ada yang mengaitkan dengan Code of Hammurabi yang menghilangkan angka 13 dalam daftar hukum, sehingga asal mula takhayul ini mungkin bermula setidaknya kurang lebih dari tahun 1700 SM.

Barangkali juga anggapan itu muncul berdasarkan peristiwa sejarah yang saya kutip dari Google tentang kejadian pada hari Jumat tanggal 13. Pada Jumat, 13 Oktober 1307, Raja Philip IV dari Prancis menyerbu Ksatria Templar. Dia Memenjarakan ribuan orang hanya karena tuduhan yang tidak berdasar, ratusan orang di antaranya mengalami penyiksaan luar biasa hingga meninggal dunia dan tuduhan itu pun tidak terbukti.

wall1

Belum lagi bencana-bencana alam yang dikaitkan pada hari Jumat tanggal 13. Ada juga peristiwa pada 1907, pialang saham eksentrik asal Boston Thomas Lawson menerbitkan buku yang disebut Jumat Ketiga Belas (Friday The Thirteenth), yang menceritakan tentang upaya pengusaha jahat untuk menjatuhkan pasar saham Wall Street pada tanggal 13 Jumat tersebut.

Wall Street percaya takhayul tentang Friday the 13th terus berlanjut sampai 1925, ketika New York Times mencatat bahwa orang “tidak akan lagi membeli atau menjual saham hari ini daripada mereka berjalan di bawah tangga atau menendang keluar kucing hitam.” Lalu datanglah Jason yang menakutkan pada 1980, Paramount Pictures merilis film horor berjudul Friday the 13th.

Yang menambah menariknya lagi ada sebutan khusus untuk orang-orang seperti ini, namanya Paraskavedekatriaphobia dan Friggatriskaidekaphobia ini sebutan untuk orang yang memiliki rasa takut berlebihan terhadap hari Jumat tanggal 13.

Ada juga sebutan untuk fobia angka 13 yaitu Triskaidekaphobia. Bahkan, orang-orang terkenal yang menderita penyakit ini seperti Presiden AS Franklin D Roosevelt tidak akan bepergian pada tanggal 13 bulan apa pun. Dia juga tidak akan pernah menjamu makan jika ada 13 tamu. Selain Roosevelt, Napoleon dan Presiden Herbert Hoover juga seorang Triskaidekaphobic, mereka memiliki ketakutan yang abnormal dengan angka 13.

jumat3

Jika kita lihat catatan di atas, mungkin kita terlalu suka untuk latah atau sekadar ikut-ikutan untuk “meramaikan” tren ketakutan di malam Jumat dan mungkin juga kesialan di angka 13. Padahal, Allah SWT membuat semua hari adalah baik, bahkan dibuat hari Jumat menjadi penghulunya hari.

Semua angka baik, dan Allah menyukai yang ganjil. Sudahkah datang berita kepada kita semua sebagaimana hadis Rasulullah SAW bahwa, “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam AS diciptakan dan pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari surga. Kiamat pun tidak akan terjadi melainkan pada hari Jumat.” (HR Muslim, Abu Daud, Nasai, dan Tirmidzi)

Hari Jumat adalah hari yang memiliki arti yang sangat istimewa bagi umat Islam karena merupakan hari raya bagi kita semua. Bahkan, salah seorang ustaz mengisahkan kepada saya bahwa sebelum Allah SWT memerintahkan kaum Yahudi pada zaman Nabi Musa AS untuk beribadah pada hari Sabtu, terlebih dahulu mereka diperintahkan untuk mengagungkan hari Jumat.

Namun, mereka meminta kepada Nabi Musa AS untuk digeser ke hari Sabtu, dan kemudian terjadilah peristiwa “Ashabus Sabt” yang dikisahkan dalam Alquran. Banyak terdapat hadis-hadis yang memuliakan hari Jumat.

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Zaadul Ma’ad memuat hadis-hadis tersebut, juga al-Hafizh Imam as-Suyuthi menulis kitab yang ia beri judul Al-Lum’ah fi Khashaish al-Jumu’ah.

Inilah beberapa cuplikan dari kitab tersebut: Dari Ibnu Abbas RA bah waRasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hari ini (Jumat) Allah menjadikannya sebagai hari Ied bagi kaum Muslimin, maka barang siapa yang menghadiri shalat Jumat hendaknya mandi. Jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah.” (HR Ibnu Majah dan hadisnya dinyatakan hasan oleh Syekh al-Albani).

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang hari Jumat, “Pada hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba Muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya.” Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR Bukhari dan Muslim)

Subhanallah walhamdulillah. Oleh karena itu, ayo segera singkirkan ketakutan tidak beralasan di malam Jumat, juga kesialan di angka 13 dan perilaku yang menyerupainya. Tidak berdasar dan sangat jelas tidak Islami. Ayo!

Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca, karena yang lebih baik di sisi Allah SWT adalah yang mengamalkannya.

Matematika Sedekah, menurut Ustadz Yusuf Mansur

Di dalam tulisannya berjudul Mempebanyak Sedekah, pada tanggal 20 July 2014 di situs republika.co.id, Ustadz Yusuf Mansur memaparkan tentang proses hitung-hitungan sedekah, yang ternyata sedikit berbeda dengan perhitungan matematika yang biasa kita temui…

sedekah6

Republika, 20 Juli 2014

Jika seseorang menggunakan matematika biasa (berhitung ala manusia) untuk menghitung, maka hal itu tidak bisa diterapkan dalam sedekah. Sebab, matematika sedekah berbeda dengan matematika biasa.

Dan kalau menggunakan matematika biasa, sepertinya banyak orang yang tak akan mau bersedekah. Kenapa, karena setiap kita member kepada orang lain, dipandangnya, dilihatnya, diketahuinya, pasti akan berbeda. Bahkan, mungkin dianggapnya akan berkurang.

Misalnya, 10 dikurang satu, maka hasilnya pasti sembilan (10-1=9). Dan kalau 10 dikurang dua, maka hasilnya akan delapan (10-2=8). Kalau 10 dikurang tujuh, maka hasilnya tersisa tiga (10-7=3). Demikian seterusnya. Itu hitungan matematika yang biasa atau umum.

Karena itu, ia harus punya matematika ilahiyah. Matematika sedekah yang berbeda dengan matematika biasa. Matematika ilahiyah, atau matematika sedekah, ketika seseorang bersedekah maka nilainya akan bertambah.

sedekah5
Misalnya, 10 dikurang satu, hasilnya bukan sembilan, melainkan 19. Kemudian 10 dikurang dua, maka hasilnya bukan delapan, melainkan 28. Dan 10 dikurang tiga, hasilnya bukan tujuh, melainkan 37.

Begitu seterusnya. Semakin banyak disedekahkan, maka hasilnya pun akan terus bertambah. Misalnya, 10 dikurangi 10, hasilnya adalah 100 bukan nol.

Jadi, semakin dia tahu, semakin dia merasakan, semakin dia melihat, dan jika dia bersedekah, maka hasilnya akan semakin banyak. Dan jika dia mengetahui hal ini, semestinya dia akan semakin rajin bersedekah, dengan nilai yang akan lebih banyak lagi.

Nilai ini, jika kelipatannya hanya 10. Bagaimana jika hasilnya dikalikan dengan kelipatan 700 kali lipat? Tentu akan lebih besar lagi. Jika 10 dikurangi (disedekahkan) 10, maka hasilnya adalah 7.000, bukan nol.

Seorang karyawan dengan gaji sebesar Rp 2 juta, tetapi pengeluarannya Rp 3 juta, tidak mungkin dia akan bersedekah. Sebab, untuk kebutuhan sehari-harinya saja sudah nombok. Begitu pula pandangan masyarakat umum akan hal ini. Akibatnya, jangankan untuk bersedekah, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya saja dia tak bisa. Hal ini juga yang membuat mereka dan kebanyakan umat Islam, enggan bersedekah.

Andai dia tahu matematika sedekah, niscaya mereka akan banyak bersedekah. Jika dia mengetahui gajinya Rp 2 juta sedangkan kebutuhannya Rp 3 juta per bulan, maka dia akan bersedekah untuk mencukupi kebutuhannya.

Bismillah. Misalnya, dia mengeluarkan 10 persen dari kebutuhannya (Rp 3 juta) atau sebesar Rp 300 ribu. Insya Allah, dia akan mendapatkan hasil sebesar Rp 4,7 juta. Bahkan bisa mencapai lebih besar lagi bila dikalikan dengan 700 kali lipat.

Seorang pengusaha punya giro sebesar Rp 100 juta, tapi dia punya kebutuhan yang harus ditunaikan sebesar Rp 700 juta. Kemana mencari kekurangan Rp 600 jutanya? Setelah pengusaha ini meyakini dan memahami tentang ilmu sedekah, maka Bismillahirrahmanirrahim, dia sedekahkan seluruh uang yang ada di gironya itu. Subhanallah, dia akan mendapatkan Rp 1 miliar.

sedekah3

Khusus di bulan suci Ramadhan ini, Allah akan makin melipatkan gandanya melebihi yang biasa. Jika pada bulan-bulan lainnya dilipatgandakan 10 kali lipat atau 700 kali lipat, tapi pada bulan puasa ini, Allah akan melipatgandakannya hingga ribuan bahkan puluhan ribu kali lipat.

Karena itu, bila sudah memahami matematika sedekah ini, saya berharap seluruh pembaca Republika Online, dikaruniakan Allah kelebihan rezeki yang berlipat-lipat. Sehingga bisa bersedekah semakin banyak, semakin besar. Dan tentu saja, tetap dengan niat yang tulus ikhlas karena mengharapkan ridha Allah Taala.

Sabina Altynbekova, Muslimah Kazakhstan dan Sejarah Kekaisaran Mongol di Asia Tengah ?

Dunia maya di tanah air, dihebohkan dengan kemunculan atlit volly puteri asal Kazakhstan, yang bernama Sabina Altynbekova.  Dan yang menarik dari gadis ini, ternyata ia adalah seorang muslimah, serta memiliki wajah asia (mongoloid).

Banyak yang penasaran, bagaimana seseorang dengan perawakan ras mongolia, bisa berada di wilayah Asia Tengah dan beragama Islam ?


Sejarah Kekaisaran Mongol di Asia Tengah 

Keberadaan masyarakat mongol di Asia Tengah, tidak lepas dengan penakluk dunia abad pertengahan asal Mongolia yang bernama Genghis Khan.

Genghis Khan yang kemudian dilanjutkan anak keturunannya, berhasil menguasai sekitar 33 juta km² pada puncak kejayaannya, dengan perkiraan penduduk sebanyak di atas 100 juta orang dan menjadi yang paling kuat di antara semua kekaisaran abad pertengahan (sumber : wikipedia).


Persinggungan antara Kekaisaran Mongol dengan Islam, berawal dari salah seorang cucu Genghis Khan yang bernama Hulagu Khan, ditugasi untuk menaklukkan Kekuasaan umat Muslim di Timur Tengah. Akibat terpecahnya kekuatan Islam ketika itu, maka sekitar tahun 1258M, kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad, berhasil mereka kuasai (sumber : wikipedia).

Penaklukan wilayah Muslim, kemudian terus berlanjut di daerah-daerah lain, sehingga Khilafah Islam seakan hancur lebur di tangan orang-orang Mongol.

kazakh12

Janybek Khan

 

Namun keadaan seolah menjadi terbalik, ketika Pasukan Mongol yang tadinya menyerang ummat Islam, dalam perjalanan kembali ke Mongolia banyak menjadi mualaf, masuk agama Islam.

Bahkan mereka mendirikan dinasti Islam di India, dan akibatnya Para Prajurit Mongol pun kemudian tampil menjadi pejuang-pejuang Islam yang perkasa (sumber : putrahermanto.wordpress.com).

Genealogy: Janybek Khan

mongol11

Pada sekitar 1466M, anak keturunan Genghis Khan yang bernama Janybek Khan dan Kerey Khan, mendirikan pemerintahan di wilayah Kazakhstan (sumber : wikipedia dan historum.com). Dan dari sinilah kemudian, masyarakat keturunan Muslim Mongolia, termasuk leluhur Sabina Altynbekova berinteraksi dengan budaya Asia Tengah.

WaLlahu a’lamu bishshawab