Leluhur Suku Ogan, dan Misteri Makam Arya Penangsang ?

Suku Ogan, merupakan komunitas masyarakat yang hidup di sepanjang pinggiran Sungai Ogan (Sumatera Selatan). Suku ini dikelompokkan sebagai Pendukung Budaya Melayu Muda (Deutro Melayu).

Bahasa masyarakat Suku Ogan, dikelompokan ke dalam Bahasa Melayu Tengah. Selain Suku Ogan, penutur dari Bahasa Melayu Tengah ini antara lain : Suku Semendo, Lintang, Kisam, Pasemah, Enim, Rambang, Lematang Ulu dan Kikim.

sundaland3

Leluhur Peradaban Sungai Ogan

Dari kelompok Pendukung Budaya Melayu Muda di Sumatera Selatan, diperkirakan berasal dari masyarakat yang mendiami Gunung Dempo, yang berada di dataran tinggi Basemah. Berdasarkan temuan arkeologis, telah ada masyarakat yang hidup disekitar dataran tinggi Basemah, pada masa 4.500 tahun yang lalu (2.500 SM).

Leluhur Suku Ogan, dari dataran tinggi Basemah “turun gunung” kemudian menyelusuri Sungai Ogan, untuk mencari lahan pemukiman yang baru. Keberadaan mereka dipinggiran Sungai Ogan, pada akhirnya berinteraksi dengan masyarakat yang telah ada sebelumnya *), untuk kemudian membentuk satu kebudayaan tersendiri.

*) Diperkirakan sebelum kedatangan Puyang-Puyang yang berasal dari dataran tinggi Basemah, telah ada pemukiman masyarakat disekitar sepanjang Sungai Ogan. Temuan arkeologis di Goa Harimau, menunjukkan bahwa peradaban disekitar Sungai Ogan sudah berumur puluhan ribu tahun, bahkan diperkirakan telah ada sejak masa zaman es.

Penghuni goa-goa purba ini, awalnya merupakan komunitas Ras Australomelanesid, dan sesudah kedatangan Ras Mongoloid, kedua Ras ini kemudian menyatu dalam satu masyarakat yang baru (sumber : Gua Hunian Leluhur Nusantara, dari era Zaman Es, sekitar 14.825 tahun yang lalu?).

basemah3

ogan1

Kerajaan Sriwijaya, Negara Federasi Melayu

Pada sekitar abad ke-7 Masehi, berdiri Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan. Kerajaan Sriwijaya ini, cikal bakal terbentuknya adalah melalui proses kesepakatan dari para tetua Pendukung Budaya Melayu Muda.

Kesepakatan tersebut kemudian mendapat dukungan dari berbagai suku dari daerah lain, seperti Suku Minangkabau, Suku Komering dan sebagainya. Sehingga terbentuklah sebuah kerajaan yang sangat kuat.

Diduga Sriwijaya berbentuk Negara Federasi, dimana Para Pemimpin Lokal masih memiliki kekuasaan di daerahnya. Kerajaan Sriwijaya, berdasarkan catatan sejarah, adalah Kerajaan Melayu terbesar yang pernah ada. Sistem Federasi yang diterapkan kerajaan ini, memungkinkan pengaruhnya hampir meliputi seluruh wilayah di Asia Tenggara.

basemah4Makam Arya Penangsang
di Indralaya Ogan Ilir

Misteri Makam Arya Penangsang

Setelah runtuhnya Kedatuan Sriwijaya abad ke-11 Masehi, masyarakat dipinggiran sungai ogan,  mendapat pengaruh budaya dari para pendatang.

Di masa Raden Ario Dillah (Sultan Abdullah) berkuasa, diperkirakan  perkembangan Islam sangat pesat di Masyarakat Ogan. Keluarga Para Penyebar Islam, kemudian membaur dengan Suku Ogan, dan pada akhirnya menjadi bagian dari Leluhur Suku ini.

Leluhur Suku Ogan disinyalir ada yang berasal dari Lampung, Palembang dan Tanah Jawa, diantara yang tercatat adalah :

1.Keluarga Sanghyang Sakti Nyata.
Berdasarkan catatan masyarakat Lampung Pesisir Waylima, dikisahkan beliau memiliki 7 orang anak, yang kemudian menjadi leluhur bagi Suku Ogan, Rejang, Semende, Pasemah, Komering dan Lampung (sumber : Sejarah Lampung).

2. Pengikut Penguasa Palembang yang pernah hijrah ke Ogan Ilir, antara lain :
– Pangeran Sido ing Rajek di Desa Saka Tiga (Inderalaya) tahun 1659
– Sultan Mahmud Badaruddin (II) Pangeran Ratu di Desa Tanjung Lubuk tahun 1821
– Sultan Ahmad Najamuddin (IV) Prabu Anom di Hulu Sungai Ogan tahun 1824-1825.

Ada hal unik di Ogan Ilir, yaitu ditemukannya makam Ratu Sahibul atau Pangeran Arya Penangsang di daerah tersebut. Berdasarkan cerita masyarakat Ogan dan Kombering, Arya Penangsang tidak terbunuh di Tanah Jawa, beliau mengungsi ke pulau sumatera, dan makamnya sekarang berada di Indralaya Ogan Ilir.

Arya Penangsang diperkirakan hijrah dari Kadipaten Jipang pada sekitar tahun 1549M. Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, ia bersama pengikutnya sampai di Ogan Komering Ulu, beliau sempat menetap cukup lama, anak keturunan Arya Penangsang, banyak berada di wilayah ini.

Perjalanan Arya Penangsang kemudian berlanjut ke Indralaya (Ogan Ilir) Sumatera Selatan, dan di wilayah inilah Arya Penangsang wafat pada tahun 1611M (sumber : Kisah Makam Arya Penangsang, Sejarah Desa Gunung Batu Sumatera Selatan, Keturunan Arya Jipang).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Suku Ogan dapat dibagi dalam 2 kelompok besar, yaitu :

A. Suku Ogan Iliran
Suku ini berdiam di aliran sungai Ogan sebelah ilir, terdiri atas :

A1. Suku Pegagan
Diperkirakan jumlah pendukung suku ini sekitar 180.000 jiwa, dengan mata pencaharian utama bertani di sawah dan ladang. Masyarakatnya banyak  mendiami daerah Marga Pegagan Ilir Suku I, Marga Pegagan Ilir Suku II, dan Marga Pegagan Ilir Suku III.

A2. Suku Penesak
Dari tata bahasanya, suku ini dianggap sebagai orang Melayu Palembang, dan mendapat pengaruh besar dari kebudayaan Palembang. Secara historis, masyarakat suku ini dulunya berasal dari Kraton Palembang. Pendukung suku ini menyebar di Kecamatan Tanjung Batu dan Padaraman serta sebagian Kecamatan Lubuk Keliat.

B. Suku Ogan Uluan
Suku ini berdiam di aliran sungai Ogan sebelah tengah dan ulu, terdiri atas :

B1. Suku Rambang Senulingku
Suku ini banyak berdiam di Marga Muara Kuang, Marga Lubuk Keliat, Marga Rantau Alai, Marga Rambang Suku IV, Marga Tembangan Kelekar, Marga Lubai Suku I, Marga Parit, Marga Lembak, Marga Gelumbang,dan Marga Ketamulia.

B2. Suku Ogan Hulu
Suku ini mendiami daerah Kecamatan Ulu Ogan, Pengandonan, Baturaja dan Lubuk Batang (Kabupaten OKU) serta Muara Kuang (Kabupaten Ogan Ilir).

Sumber :
– Iliran dan Uluan: Dinamika dan Dikotomi Sejarah Kultural Palembang, tulisan Dedi Irwanto M. Santun, Murni dan Supriyanto
Kamus Bahasa Ogan
Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia
– Tinjauan Etnisitas Melayu dan Kajian Ragam Budaya 
– Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
– Gua Hunian Leluhur Nusantara, dari era Zaman Es, sekitar 14.825 tahun yang lalu?
– [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?

2. Di daerah Ogan Ilir, nama Arya Penangsang lebih dikenal dengan nama Sariman Raden Kuning. Di sekitar makam beliau, juga terdapat juga makam puterinya yang bernama Siti Rukiah yang wafat saat masih remaja karena sakit.

Perjalanan hijrah Arya Penangsang, dimulai dari Kadipaten Jipang tahun 1549 M, kemudian singgah di Kerajaan Banten, lalu dilanjutkan menuju Skala Brak (Lampung).

Dari Skala Brak, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Tanjung Kemala (Kerajaan Abung di Lampung) dan sempat menetap di desa Tanjung Kemala.

Perjalanan dilanjutkan ke Desa Surabaya Nikan (Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan) dan menetap cukup lama. Dari Surabaya Nikan, beliau kemudian membuat perkampuangan yang dikenal dengan nama Desa Gunung Batu.

makam1
Di desa Gunung Batu ini, beliau tinggal cukup lama, anak keturunan Pangeran Aria Penansang, banyak berada di desa ini. Perjalanan beliau berakhir di Indra Laya (Ogan Ilir, Sumatera Selatan) dan di desa inilah beliau wafat pada tahun 1611 M (sumber : Ziarah Ke Makam Aria Penangsang).

Artikel Menarik :
1. Bukti Kerajaan Sriwijaya wilayahnya mencapai Benua Afrika?
2. [Google Maps] Rute Balatentara Sriwijaya, tahun 604 Saka (682 M) ?
3. [Misteri] Legenda Sriwijaya Pasemah, berdasarkan manuskrip Ahmad Ghozali ?
4. Berdirinya Kedatuan Sriwijaya, dampak dari Letusan Gunung Krakatau pada tahun 535M ?

Iklan

30 responses to “Leluhur Suku Ogan, dan Misteri Makam Arya Penangsang ?

  1. Sangat menarik sekali. kalau boleh tahu bahasa daerah yang digunakan bagaimana ya?. Harusnya tak jauh2 dengan bahasa Jawa dong… cocok gak 🙂

    • Untuk Suku Ogan dan Suku Kombering, mereka memiliki bahasa sendiri, yang agak berbeda dengan bahasa jawa. Adapun keberadaan Pengikut Arya Penangsang beserta keluarganya disana, telah membaur dengan budaya masyarakat setempat. terima kasih.

  2. Trims infonya. Untuk sementara hipotesa Anda bisa kami terima bro… Andaikan saja pembaca ada yg dari suku itu sehingga kita bisa mencoba mencari kecocokan suku katanya.
    Kalau tulisan ini benar, maka akan ada satu atau dua kata benda sifat ataupun kerja yang arti dan lafalnya hampir sama antara bahasa kedua Suku itu dengan bahasa Jawa Pesisiran.

    • tentu ada..
      Contoh kata “abang”
      dalam bahasa Ogan berarti Merah, sama dengan bahasa Jawa

      Tentang Bahasa Ogan, bisa lihat artikel ini :

      KAMUS BAHASA OGAN
      http://densi-usman.blogspot.com/2012/05/kamus-bahasa-ogan.html

    • Saya asli suku ogan mas. Kalo mau cari kecocokan kosa kata boleh tanya saya 🙂
      Sebagai info, sedikit sekali kosa kata bahasa ogan yang sama dg bahasa jawa. Ketika seorang berturur dalam bahasa jawa, maka kita asli suku ogan sulit untuk paham, bahkan terkadang tidak paham sama sekali.

      Sebagian kosa kata Bahasa Ogan hampir sama dg kosa kata melayu yg di tuturkan di malaysia. Hanya saja dalam penuturannya berbeda dialek.

      Intinya kalo orang malaysia dan orang jawa ngomong, orang ogan lebih mengerti omongannya orang malaysia.

      Salam kenal mas 😀

  3. Permisi gan. .numpang nyimak.

  4. Saudara penulis kami koreksi anda menulis tentanhg ogan tapi referensi utama dari sejarah lampung apa gak aneh saya masih mau komen dengan cara baik. Melayu rumpun besemah yg didlmnya termasuk ogan adlh melayu palinhg tua dengan bukti yang pasti kehidupan manusia purba paling tua di gua harimau dan gua putri ogan ulu. Itu pasti bukti nyata. Itu saja dulu komen kami jangan asal tulis lagi

    • Referensi Sejarah Lampung, untuk mengambil riwayat tentang Sanghyang Sakti Nyata, demikian juga Biografi Ratu Sahibul, untuk riwayat tentang Arya Penangsang…

      Memang secara kultur Suku Ogam, lebih dekat kepada Budaya Deutro Melayu, seperti yang kami tulis pada awal artikel…

    • Awalnya leluhur Masyarakat Melayu, mendiami dataran tinggi di sepanjang bukit barisan, mereka inilah yg kemudian dikenali sebagai Bangsa Mala (Bengsa Gunung)…

      Dikemudian hari, peradaban Bangsa Mala ini dipengaruhi juga oleh bangsa-bangsa lain, yang kelak akan memperkaya keragaman budaya masyarakat melayu…

      WaLlahu a’lamu bishshawab

  5. Saudadara penulis . Lalu referensi tentang ogan besemah darimana kamu ambil. Seluruh dunia tau rumpun besemah itu melayu proto . Kenapa kamu bilanhg melayu detro. Sedangkan komering kamu bilang melayu proto melayu tua

    Apa bukti komering melayu proto yang komering itui adalah bagian dari lampung sedangkan lampung dari pagar ruyung pagar ruyung minang kabaw sedangkan minangkabaw melayu detro. Kalau nenek moyang lampung adalah minang kabaw sedangkan minang kabaw melayu detro apalagi lampung apalagi komering yang asal usulnya dari lampung.

    • Pada tulisan di atas, tidak ada pembahasan tentang suku kombering, pagar ruyung, dan proto melayu…

      Sebetulnya semua suku-suku di sumatera bagian selatan itu bersaudara,
      kenapa kemudian terjadi perbedaan… ?

      Salah satu sebabnya, pada masa lalu, suku-suku ini ber-interaksi dengan budaya-budaya dari luar yang berbeda, satu dengan lainnya.

      Bagi kami, istilah Proto dan Deutro, tidak menunjukkan satu suku lebih tua, dari yang lainnya.

      Jadi dalam pandangan kami, sebelum kedatangan bangsa-bangsa lain ke bumi Nusantara, pada gelombang I (yang di-istilahkan kelompok Proto Melayu), dan gelombang II (yang di-istilahkan kelompok Deutro Melayu), telah ada bangsa yang bertempat tinggal di Nusantara.

      Suku Batak, Suku Dayak dan Suku Toraja, adalah Bangsa Nusantara yang berinteraksi dengan kelompok Gelombang I.

      Suku Besemah, Suku Jawa, Suku Ogan, Suku Bali, Suku Minang Kabau dan lainnya, adalah Bangsa Nusantara yang berinteraksi dengan kelompok Gelombang II.

    • Khusus mengenai Suku Kombering dan Suku Lampung, yg beranggapan kedua suku ini termasuk Proto Melayu, dikarenakan adanya hubungan kekerabatan dengan Suku Batak.

      Namun di sisi lain, ternyata keduanya ada juga hubungan kekerabatan dengan Suku Minang Kabau (pagar ruyung).

    • Suku Besemah yang ada saat ini, kami masukkan ke dalam Deutro Melayu, dikarenakan dalam kesehariannya, menggunakan Bahasa Melayu Tengah, yang merupakan bahasa keseharian dari masyararat Deutro Melayu…

      Dan memang dalam sejarahnya, masyarakat yang berdiam di dataran tinggi Besemah (bagian dari Bukit Barisan), telah ada jauh sebelum masuknya Kelompok Proto Melayu dan Kelompok Deutro Melayu di Pulau Sumatera…

  6. ..ada yg lebih mendekati lg,kekerabatan antara suku yg berbahasa Lampung,dng suku Ogan. .yaitu sama2 makan nasi yg dimasak dngn air, memakai wadah priuk,dan di jerang diatas api. :D. .

  7. Diandri Kusumah Agus

    Alhamdulillah… Perlu lebih hati hati menulis tentang nasab…

  8. jadi arya penangsang tidak terbunuh oleh sutowijoyo kah?

  9. tidak @martoyo
    arya penangsang
    itu diselamatkan sunan kudus
    & luka lukannya yang didapat dari perang melawan
    pasukan jaka tingkir

    lalu oleh sunan kudus arya penangsang disuruh untuk mendalami agama di tanah leluhurnya di palembang
    & menjadi seorang ulama

    juga disuruh untuk mengiklaskan tahta demak

    • Lebih tepatnya bahwa perang tsb masih debatable, saya orang pati percaya bahwa perang tsb adalah kisah fiktif untuk mengaburkan sejarah pati di mana dikatakan bahwa Penjawi mendapatkan tanah Pati sbg hadiah karena telah membantu mengalahkan Arya Penangsang. Padahal tanpa ada “hadiah” pun Penjawi bakal memiliki Pati karena ayah dari Penjawi (Ali Nurul Yaqin) dan kakek dari Penjawi (Abdullah Nurul Yaqin) secara turun-temurun adalah Adipati Pati..

  10. siapa tahu yang melarikan diri ke palembang adalah arya mataram, adik arya penangsang. karna sammpai sekarang, makam arya mataram tidak pernah ditemukan

  11. kasihan arya penangsang, harus merelakan tahtanya yang di ambil jaka tingkir. dengan pintarnya jaka tingkir mengganti Demak menjadi Pajang, sehingga putuslah kelanjutan tahta demak….. disejarah Arya Penangsang menjadi orang yang jahat.

  12. Mohon maaf sebelumnya…
    Saya adalah orang asli cepu, blora jawa tengah. Sebuah masyarakat kecilbyang hidup di sebuah kecamatan yang berleluhurkan raden adipati arya penangsang..
    Dalam sejarah, beliau di gambarakan sebagai orang yang jahat, kerakusan dan haus kekusasaan…
    Padahal bukan seperti itu…
    Beliau adalah sosok adipati yang tegas, gagah perkasa,keras, bijaksana, dan mempunyai wibawa besar, sehingga musuh beliau merasa segan dengan sosoknya itu, apalagi dengan melihat kesaktian yang dimilikinya..

    Beliau memang sudah meninggal dalam pertempuran, tapi tidak terbunuh, melainkan meninggal dengan kehendak allah swt lewat kerisnya sendiri..

    Keris kyai setan kober, adalah keris buatan mpu martani, saat pembuatan keris tsb usai, beliu mpu martani berkata, bahwa “sifat tidak sabar, dan penuh dengan ambisi akan membuat keris ini menjadi senjata makan tuan”, jadi tidak heran, bahwa arya penangsang yang berambisi untuk menghabisi punggawa hadiwijaya tsb malah membawanya kepada kematian…

    Beliau arya penangsang wafat dan di kuburkan di daerah kadilangu, demak jawa tengah, dan bukan di ogan hilir, sumatra..

    Apakah kalian lupa bahwa saat sepeninggal raden adipati arya penangsang, saudara beliau yaitu arya mataram pergi melarikan diri entah kemana?
    Lalu di manakah makam raden arya mataram berada?

    Maka itulah jawaban yang sebenarnya, bahwa makam di ogan hilir bukanlah makam raden arya penangsang leluhur kami, melainkan arya mataram.

    Dan mengenai pusaka kyai setan kober yang berada di ogan hilir sebenarnya bukanlah pusaka kyai setan kober yang di pakai raden arya penangsang, melainkan salinan dari pusaka beliau, agar arya mataram meneruskan kegigihan beliau dalam merebut harga dirinya dari pandangan kerajaan demak dengan menyerupai bahwa raden arya penangsang masihlah hidup.
    Dan yang sejatinya pusaka asli kyai setan kober tsb sudah muksa.

    Maaf jika ada tutur kata dari saya yang menyinggung banyak pihak, tapi alangkah baiknya kita mengingat sejarah kejayaan beliau bukan darimana asal usulnya dan di mana tempat wafatnya, tapi perjuangannya dan sifat kepemimpinannya yang membuat kita merasa cinta dan kagum terhadap beliau.
    Terimakasih.Kita tak pernah kehilangan dengan apa yang namanya cinta..
    Cinta bukan hanya di peruntukkan antara kata “Aku dan dia”, tapi selain kata “Dia” masih ada kata lain, yaitu “Kalian dan mereka “..

    Sikap lemah dan terlalu berharap lah yang telah membuat kita tertipu oleh yang namanya perasaan dan arti kata cinta. Lalu, membuat kita lupa bahwa di dunia ini bukan hanya hidup antara 2 individu saja, melainkan banyak nyawa yang mampu memberikan kita sebuah cinta.

    • Lebih tepatnya bahwa perang yg menewaskan Arya Penangsang tsb masih debatable, saya orang Pati percaya bahwa perang tsb adalah kisah fiktif untuk mengaburkan sejarah Pati di mana dikatakan bahwa Penjawi mendapatkan tanah Pati sbg hadiah karena telah membantu mengalahkan Arya Penangsang. Padahal tanpa ada “hadiah” pun Penjawi bakal memiliki Pati karena ayah dari Penjawi (Ali Nurul Yaqin) dan kakek dari Penjawi (Abdullah Nurul Yaqin) secara turun-temurun adalah Adipati Pati..
      Secara logika, Pendekar Pilih Tanding seperti Arya Penangsang terbunuh oleh anak baru baligh itu sangat tidak masuk akal. Apalagi dikatakan tombak bisa menyobek perut tapi tidak bisa merobek usus, kondisi perang melawan Ksatria lincah & gesit tapi masih sempat sampir-sampiran usus?

      Arya Penangsang pergi ke Ogan itu untuk meneruskan kekuasaan kakeknya di Ogan, jadi bukan untuk melarikan diri dari perang. Apalagi diceritakan Arya Penangsang membunuh pamannya sendiri saat pamannya pulang sholat, Arya Penangsang bukan sosok beringas seperti itu..

      Maaf jika ada kesalahan..

  13. Setuju banget sama jipang panolan

  14. Anak melayu tengah

    Berdasarkan berbagai disiplin ilmu dan kajian ilmiah proto melayu dan detro melayu mempunyai ciri ciri dan kebudayaan. Ciri kebudayaan proto melayu adalah budaya batu megalitikum, dan ciri budaya detro melayu adalah budaya perunggu. Sejauh ini kebudayaan megalitikum budaya proto melayu paling banyak berada di pasemah termasuk ogan, sedangkan kebudayaan prunggu kebudayaan detro melayu berada di komering. Siapa sebenarnya yang proto dan detro/ melayu tua dan melayu muda. Jika satu satunya alasan komering/ lampung dikatakan proto melayu karena menurut legenda berkerabat dengan batak. Itu tidak bisa dijadikan alasan. Memangnya suku batak sudah dipastikan melayu tua. Suku batakpun tidak meninggalkan kebudayaan melayu tua/ proto melayu.

  15. Anak melayu tengah

    Peradaban manusia paling tua di indonesia adalah jawa dengan budaya pacitan zaman batu tua (paleotikum) dengan kebudayaan kapak batu tua. Peradaban paleotikum ini hanya ada di jawa timur, jawatengah, lahat sumsel dan cina. Jadi kalau dikatakan orang jawa adalah detro melayu sangatlah tidak masuk akal. Kalau orang jawa ada yang keturunan detro melayu ia sebab jelas terjadi perkawinan antara detro melayu dengan orang jawa. Begitu juga kelompok melayu tengah bukan berasal dari melayu detro, tapi kalo melayu tengah itu ada yang keturunan detro melayu ia betul sebab selama ribuan tahun jelas ada perkawinan kelompok detro melayu dengan kelompok melayu tengah ini. Sedangkan daerah daerah yang mengklaim diri sebagai melayu tua/ proto tidak ditemukan peradaban tua disana, malah yang ada banyak zaman perunggu/ logam. Sebenarnya istilah proto melayu dan detromelayu itu tidak ada. Itu hanya buatan belanda saja untuk mecah belah bangsa indonesia saja. Lihatlah yang meneliti yang katanya ahli hampir semua orang belandakan. Belanda kok dipercaya. Sudah tau tukang tipu tukang hasut. Dengan adanya istilah proto melayu dan detro melayu suatu etnis merasa lebih tua lebih mulia lebih berhak lebih dulu datang dari pada etnis detro, etnis detro merasa di bohongi ditipu ujung ujungnya menimbulkan sentimen panatik kesukuan saling merendahkan suku. Ributlah sesama suku. Semua suku indonesia keturunan proto melayu dan detro melayu, sebab selama ribuan tahun itu tidak mungkin mereka tidak berhubungan jelas terjadi salingkawin mawin diantara mereka.

    • Seru and mantap terjadi interaksi dia arah, sy yg baru mau tau tentang sejarah asal muasal nenek moyang kt skrg makin berambah keinginan tau saja. Trima ksh kpd smua

  16. sepertinya ini makam kanjeng Arya Mataram

  17. Yang pertama kali mempunyai Negeri atau Kerajaan yang bernama “MALAYA”(MELAYU) adalah Puak Minang >>> https://mozaikminang.wordpress.com/2011/11/15/lintasan-sejarah-malayu-sriwijaya-dharmasraya-malayapura/

  18. Diandri Kusumah

    ❤ SubhanaALLOH..
    Ayoooo… kita telusuri terus sejarah anak cucu Raden Aria Penangsang…

  19. Mantappp makasih artikelnya mas…. kebetulan saya berasal dari ogan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s