Mubahalah, Metode Islami untuk membuktikan kebenaran

Mubahalah memiliki arti saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah dijatuhkan atas orang yang zalim atau berbohong di antara mereka yang berselisih.

Syariat mubahalah bertujuan untuk membuktikan kebenaran sekaligus mematahkan kebatilan bagi mereka yang keras kepala dan tetap bertahan pada kebatilan, meskipun sudah jelas bagi mereka kebenaran dan argumen-argumennya.

mubahalah1
Mubahalah Untuk Membuktikan Kebenaran

Dalam kitab Zad al-ma’ad, tulisan Ibnu al-Qayyim menjelaskan, mubahalah disunahkan ketika beragumentasi dan berdebat dengan kelompok batil. Apabila mereka tetap tidak mau kembali kepada kebenaran dan tetap keras kepala meskipun sudah dijelaskan tentang kebenaran dan hujah-hujahnya.

Nabi Muhammad pernah akan melakukan mubahalah dengan kaum Nasrani dari Najran. Dalam mubahalah masing-masing pihak menghadirkan anak dan istri, kemudian berdoa kepada Allah agar menurunkan azab dan laknat-Nya kepada yang berbohong di antara mereka.

Namun ajakan ber-mubahalah yang ditawarkan Nabi Muhammad, mereka tolak, dikarenakan mereka mengetahui bahwa Rasulullah berada dalam kebenaran. Pada akhirnya, mereka berdamai dan membayar jizyah kepada Rasulullah.

mubahalah2
Diriwayatkan bahwa para sahabat, seperti Ibnu Abbas, pernah menantang orang yang berselisih pendapat dengannya dalam suatu masalah untuk ber-mubahalah. Demikian halnya para ulama seperti Imam al-Auza’i, Imam Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Hajar juga pernah ber-mubahalah.

Namun, tidak dianjurkan kepada seorang Muslim untuk ber-mubahalah setiap ada perberbedaan pendapat dengan orang atau kelompok lain. Karena, sebagaimana yang ditegaskan di atas, mubahalah bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang jelas kebenarannya serta mematahkan kesesatan dan kebatilan yang jelas kebatilannya (sumber : republika.co.id, thayyiba.com, facebook.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Jati diri Nabi Khidir, menurut Syekh Siti Jenar?
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s