Maharaja Diwakara, Penguasa Sriwijaya Penakluk Kerajaan Chola ?

Berdasarkan inskripsi dari sebuah kuil di Guangzhou Cina, diceritakan sejak tahun 1064 M, seorang Raja Sriwijaya bernama Diwakara, membantu perbaikan sebuah kuil yang mengalami keruntuhan. Dana yang disumbangkan Raja Diwakara, mencapai 500.000 keping emas (sumber : Penakluk Chola dan Ancient Southeast Asia).

Sebelum perbaikan Kuil selesai di tahun 1079 M, dalam satu catatan resmi Dinasti Sung tahun 1077 M, menginformasikan Diwakara telah menjadi raja asing di Kerajaan Chola India Selatan.

Misteri Raja Diwakara (Divakara)

Pada awal abad ke-11 Masehi, Kedatuan Sriwijaya terpecah menjadi dua, yaitu Sriwijaya Pesisir yang berpusat di Kedah dan Sriwijaya Pedalaman yang berpusat di Palembang.

Ketika Pusat Kerajaan Sriwijaya Pesisir diserang Kerajaan Chola tahun 1025 M, dan berhasil menawan  Sangrama Vijayottunggavarman (sumber : wikipedia.org), sebagian kerabat Sriwijaya Pesisir dibawa ke Palembang. Pilihan hijrah ke Sriwijaya Palembang, kemungkinan antara kedua Kerajaan telah menjalin ikatan keluarga satu dengan lainnya.

Kelak dikemudian hari, salah seorang putri  Sangrama Vijayottunggavarman yang berada di Palembang dinikahi oleh Maharaja Erlangga dari Kerajaan Kahuripan.

Dalam situasi demikian, praktis Kedatuan Sriwijaya yang terpecah kembali menyatu dan berpusat di Palembang.

Berdasarkan sumber-sumber catatan dari Kerajaan Chola, dikatakan bahwa Raja Diwakara merupakan seorang Gubernur (Perwakilan Kerajaan Chola) di Sriwijaya. Namun hal ini tentu sangat mengherankan, ada seorang Gubernur yang bisa langsung menyumbang pembangunan kuil di negeri asing, sampai 500.000 keping emas.

Kemungkinan lain yang lebih logis, Raja Diwakara adalah Penguasa Sriwijaya yang berhasil menaklukkan Kerajaan Chola, dimana yang bersangkutan masih terhitung anggota keluarga kerabat Kerajaan Chola.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Raja Diwakara (Divakara) dalam sejarah Kerajaan Chola lebih dikenal dengan nama Prince Rajendra Chalukya (Kulothunga Chola I), yang memerintah Chola pada periode 1070–1118 (sumber : Athirajendra Chola).

Raja Diwakara juga diceritakan memiliki nama Prince Thivakaala Rajendra, yang dipercaya menjadi Gubernur Sriwijaya di Palembang tahun 1067, pada masa Virarajendra Chola Keertivartana (sumber : Tamil History).

2.  Kulothunga Chola I, dalam salah satu versi nama ayahandanya Sembiyan yang indentik dengan Sambugita, Maharaja Sriwijaya yang berpusat di Palembang (sumber : Kulottunga I ).

3. Dalam catatan Kerajaan Chola, Raja Diwakara (Kulothunga Chola I), anak dari Rajaraja Narendran I (ayah) dan Ammanga Devi (ibu) (sumber : Kulotunga I)

4. Berdasarkan pendapat Anthonyswan.Pi.Art (gelar Datok Paduka Rangkayo Besar Bertuah) dalam tulisannya berjudul “Balai Adat Yang Pertama”, yang menyatakan Sang Sapurba berasal dari Kerajaaan Chola. Ia berpendapat Sang Sapurba adalah anak keturunan dari Rajendra Chola I (Raja Chola, 1012-1044) (sumber : MALPU 187).

Apabila kita mengacu kepada timeline kehidupan anak dari Sang Sapurba bernama Sang Nila Utama (Raja Tumasik, 1320-1347), kemungkinan Sang Sapurba adalah anak keponakan dari Raja Hiran atau Rajendra Chola III (Raja Chola, 1246–1279). Rajendra Chola III, merupakan Raja Chola terakhir dari Dinasti yang didirikan oleh  Raja Diwakara (Kulothunga Chola I) (sumber : wikipedia.org).

Artikel Sejarah Nusantara
1.  2. [Misteri] 5 Sosok Arya Damar; dalam Sejarah Melayu Palembang ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. [Misteri] Radin Galuh Chandra Kirana, pewaris Majapahit yang tersingkir ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s