Inilah Sosok Ulama Muhammadiyah Yang Bikin Gus Dur Kagum

Suatu ketika, Pak AR (KH Abdul Rozak Fachruddin) diminta mengisi kultum di sebuah masjid di Jawa Timur pada saat bulan Ramadan. Seusai salat Isya’, Pak AR naik ke mimbar dan mengisi tausiah dengan waktu yang singkat.

Jemaah yang hadir terkesima dan saat tiba salat tarawih, para sesepuh masjid kemudian meminta Pak AR sekalian mengimami. Pak AR tidak bisa menolak, namun sebelum dimulai beliau bertanya ke hadirin, “di masjid ini biasanya tarawih plus salat witir berapa rakaat?

Hadirin menjawab: “Duaaaa puluuuuh tigaaa rakaaaat…”

Pak AR sebagai ulama Muhammadiyah biasa salat tarawih plus witir sebelas rakaat pun mengangguk dan mulailah beliau mengimami salat dengan khusyuk.

Di masjid itu, biasanya untuk mengerjakan salat tarawih plus witir 23 rakaat butuh sekitar satu jam saja. Sementara saat Pak AR mengimami sudah hampir 1,5 jam masih belum selesai 8 rakaat.

Begitu rakaat kedelapan rampung, Pak AR membalikkan badan. Salah seorang jemaah berkata, “maaf pak, mengapa ga langsung witir saja”.

Para hadiran kemudian kompak menyahuti: “Wiiiitiiiir sajaaaa, Paaaaak!” Pak AR kemudian melanjutkan salat witir tiga rakaat, sehingga total ditambah salat tarawih menjadi 11 rakaat.

Dikarenakan kasus inilah yang membuat Gus Dur sering bergurau, “Di dunia ini, hanya Pak AR yang sanggup memuhammadiyahkan orang NU secara massal dan singkat.”  (sumber: Kisah Pak AR, Laman FB Puthut EA).

Siapa Sesungguhnya Pak AR? 

Abdul Rozak Fachruddin lahir di Pakualaman, Yogyakarta pada tanggal 14 Februari 1916. Ayahnya adalah K.H. Fachruddin yang merupakan seorang lurah naib atau penghulu di Puro Pakualaman.

Pada tahun 1934, ia dikirim oleh Muhammadiyah sebagai mubaligh di Talangbalai (sekarang Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan) selama sepuluh tahun. Dan ketika Jepang datang, ia pindah ke Muara Meranjat kemudian ke Palembang sampai tahun 1944.

Setelah pulang kampung, Pak AR masuk BKR Hizbullah selama setahun dan berdakwah di Bleberan, menjadi pamong desa di Galur selama setahun. Selanjutnya, ia menjadi pegawai Departemen Agama.

Di Muhammadiyah, ia menjadi pimpinan Pemuda Muhammadiyah (1938-1941), selain itu Pak AR pernah menjadi pimpinan mulai di tingkat ranting, cabang, wilayah, hingga sebagai Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Jabatan sebagai ketua PP Muhammadiyah dipegangnya pada 1968 menggantikan KH Faqih Usman, yang meninggal. Dan Pak AR terus dipercaya sebagai ketua PP Muhammadiyah sampai tahun 1990.

Dikarenakan usia, Pak AR kemudian diganti KH Azhar Basyir. Setelah dirawat di RS Islam Jakarta, AR Fachruddin tutup usia pada 17 Maret 1995, meninggalkan 7 putra dan putri (sumber: wikipedia.org).

Pribadi Sederhana dan Merakyat 

Seperti diberitakan di merdeka.com, Pak AR dikenal sangat merakyat. Pernah becak yang dinaikinya dicegat seorang pedagang kaki lima. Pedagang itu ternyata ingin bertanya tentang hukum pinjam-meminjam. Dan Pak AR rela memberi penjelasan selama lebih dari setengah jam kepada si penanya.

Dalam keseharian, Pak AR hidup dalam kesederhaaan. Meski ia memimpin organisasi Muhammadiyah dengan aset yang bernilai miliaran bahkan triliunan rupiah, namun sampai akhir hayatnya ia belum memiliki rumah.

Rumah yang ditempatinya sejak 1971 bukan milik pribadi melainkan milik persyarikatan Muhammadiyah. Dan sebelumnya, Pak AR sekeluarga menghuni rumah sewa sederhana di kawasan Kauman, Yogyakarta.

Pak AR sebenarnya juga ingin punya rumah sendiri. Dia pernah mengangsur rumah pada awal 1960-an ketika masih bertugas di Departemen Agama. Sayang, Pak AR ditipu pengembang yang melarikan uangnya.

Kehilangan rumah yang diidamkan tidak membuat Pak AR bersedih terlalu lama. Kata Pak AR kepada istrinya, “Sudahlah tak usah dipikirkan kehilangan rumah, nanti akan diganti rumah yang lebih baik di surga.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s