Silsilah Kiai Maimun Zubair, Keturunan Laskar Pangeran Diponegoro

Kyai Haji Maimun Zubair dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah pada 28 Oktober 1928. Ia merupakan seorang ulama sekaligus politikus, yang saat ini adalah Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Di dunia politik, KH Maimun Zubair menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan, dirinya juga pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun dan diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.

Keturunan Mbah Lanah, Laskar Diponegoro

Berdasarkan data Sejarah Pondok Pesantren Sarang Rembang, sang pendiri dikenal dengan nama Mbah Lanah (Maulana). Ia berasal dari keluarga Bangsawan Madura yang bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro untuk melawan kolonial Belanda.

Setelah Perang Diponegoro usai, Mbah Lanah menjadi incaran Belanda untuk ditangkap dan untuk menghindari hal tersebut akhirnya ia hijrah ke wilayah Sarang Rembang.

Sesampainya di Sarang, beliau mengawali kiprahnya dengan mengajarkan ilmu Agama Islam kepada masyarakat setempat. Dan berkat kegigihannya daerah sarang yang dulunya merupakan daerah gelap, gersang dan tandus, berangsur-angsur berubah menjadi desa hijau yang sejuk berkat dakwah mbah Lanah.

Dakwah mbah Lanah kemudian diteruskan oleh putranya yang bernama KH Ghozali yang akrab dipanggil dengan nama “Mbah Ghozali”. Di era Mbah Ghozali inilah lembaga pendidikan yang dirintis Mbah Lanah berubah menjadi Pondok Pesantren.

Mbah Ghozali berinisiatif mendirikan sebuah tempat penginapan atau pemondokan bagi para pencari ilmu agama dan komplek pertama yang dibangun oleh mbah Ghozali tersebut pada saat ini dikenal sebagai “Komplek A Ponpes Ma’hadul Ilmi Asy Syar’i (MIS)”.

Generasi selanjutnya diteruskan oleh menantu Mbah Ghozali yang bernama KH. Syu’aib bin Abdurrozaq. Kyai Syu’aib sendiri merupakan suami dari putri Mbah Ghozali yang bernama Nyai Hajjah Sa’idah Binti KH Ghozali.

Dari pernikahan tersebut Kyai Syu’aib memiliki seorang putri bernama Nyai Hasanah yang kelak menjadi istri dari Kiai Dahlan, yang kemudian memiliki putra bernama Kyai Haji Zubair Dahlan.

KH Zubair Dahlan merupakan salah seorang ulama terkemuka dan mengarang beberapa kitab, seperti Kitab Manasik Haji, Nadlom Risalah As Samarqondiyah yang diberi nama Al-Qolaid Fi Tahqiqi Ma’na Isti’aroh, dan beberapa Nadloman mengenai Rumus-Rumus Fuqoha’.

KH Zubair Dahlan ini merupakan ayahanda dari Kyai Haji Maimun Zubair, yang dikenal sebagai anggota Mustasyar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) dan menjadi penerus perjuangan kakek buyutnya dalam mengembangkan Pondok Pesantren Sarang Rembang.

Catatan Penambahan :

1. Istri dari Mbah Ghozali bernama Mbah Pinang. Ayahanda Mbah Pinang bernama Mbah Muhdlor sedangkan ibunya bernama Mbah Syamsyiyah binti Kiai Misbah.

Kiai Misbah sendiri diketahui masih memiliki kekerabatan dengan Kiai Sayyid Sulaiman Mojo Agung Jawa Timur (sumber: Mbah Pinang).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s