Category Archives: history

[Kisah] inilah sebab Ummul Mukminin Aisyah ra., digelari wanita yang diberkahi ?

Ketika ‘Aisyah ra. (radhiyallahu ‘anha) menemani perjalanan Rasulullah, di penghujung malam menjelang subuh, kalung yang dikenakan ‘Aisyah ra. terputus.

Pada saat itu, Rasulullah memutuskan untuk berhenti, untuk mencari kalung yang terjatuh itu. Apa yang dilakukan Rasulullah, kemudian di-ikuti juga para sahabat beliau.

sahabat1a
Dikarenakan tidak juga ditemukan, rombongan perjalanan memutuskan untuk beristirahat di lokasi tersebut.

Tempat pemberhentian itu, dikenal sebagai daerah Baida’ (Dzatul Jaisy), yang merupakan wilayah kering dan sulit menemukan air. Sementara pada saat itu, bekal air rombongan kaum muslimin telah habis.

Dan ketika masuk waktu subuh, turunlah ayat Tayamum (Qs. An-Nisa’ (4) ayat 43), yang berbunyi…

tayamum1

Peristiwa turunnya ayat itu berdampak besar bagi kaum Muslimin. Sebelum diturunkannya ayat tersebut, kaum Muslimin wajib bersuci dengan berwudhu, karena belum ada kemudahan (keringanan) berupa tayamum.

Dalam tafsir Ishaq Al-Busthi disebutkan bahwa Rasulullah, berkata kepada ‘Aisyah : “Betapa besarnya barokah kalungmu. “

Sementara Ath-Thabrani menyebutkan, ayahanda ‘Aisyah ra. yakni Sayyidina Abu Bakar ra.,  kemudian memberi julukan kepada puterinya sebagai wanita yang diberkahi dengan mengatakan: “Innaki lamubarokah”.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. tafsirq.com
2. hidayatullah.com
3. ringkasan shahih bukhari
4. hadits Imam Malik no. 110

Artikel Menarik :
1.
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Kisah Kalung Emas Siti Khadijah, dan masuk Islam-nya Paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthalib

Catatan Penambahan : 

1. Kalung Ummul Mukminin ‘Aisyah ra., pada akhirnya ditemukan dibawah seekor unta yang dikendarai beliau, setelah membangunkan unta tersebut.

[20 Picture] Sholat Shubuh Berjamaah, Masjid Al-Azhar Jakarta, pada 15 Januari 2017

azhar1a

Inilah suasana Sholat Shubuh berjamaah, yang diadakan jamaah masjid al-azhar Jakarta pada Ahad tanggal 15 Januari 2017…

azhar1b
azhar1c
azhar2
azhar3
azhar4
azhar5
azhar6
azhar7
azhar8
azhar9
Sumber : 
facebook.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Perhitungan] Aksi Damai 212, dihadiri oleh 2.120.000 Peserta ?
2. [Spirit212] Tabligh Akbar di Kepulauan Seribu, bersama Aa Gym dan Umi Irena
3. [9 Picture-Video] Suasana Tabligh Akbar Bela Islam di Kota Palembang, 7 Januari 2017
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

[Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?

Dalam masyarakat Palembang, ada Legenda yang mengatakan asal nama Palembang berasal dari nama seorang tokoh asal Tiongkok yang bernama Pai Li Bang.

Pai Li Bang sendiri dikisahkan murid Sunan Gunung Jati, yang pernah menjabat wali negeri Palembang, setelah masa Adipati Ario Damar (sumber : viva.co.id).

Namun cerita ini terbantahkan dengan ditemukannya Prasasti Matari Singa Jaya Himat. Prasasti ini merupakan prasasti tembaga yang ditemukan di Palembang, yang menggunakan aksara Kaganga (Rencong) dan berbahasa Melayu Kuno.

Prasasti Matari Singa Jaya Himat diperkirakan berasal dari masa abad ke-13 sampai 15 Masehi (sumber : wacana.com, Sastra Melayu).

aksara1

contoh aksara rencong (kaganga) atau surat ulu


Di dalam Prasasti Matari Singa Jaya Himat, jelas-jelas disebut nama Palimbang (Palembang) dan Bukit Sagutang (Bukit Siguntang)…

bukitsiguntang1aDan nama Palembang, juga terdapat di dalam Nagarakertagama karangan Prapanca pada tahun 1365. Di dalam Pupuh XIII (sumber : menguak tabir sejarah)…

palembang1a

Asal Nama Palembang

Berdasarkan buku “Sriwijaya”, tulisan Slamet Muljana, dikatakan asal nama Palembang berasal dari bahasa sangsekerta, yaitu Palimbang(a) yang bermakna tepi (Sumber : Sriwijaya). Mungkin dikarenakan posisi Kota Palembang yang berada ditepian Sungai Musi.

Pendapat lain, mengatakan nama Palembang berasal dari kata lembang, yang bermakna tanah yang berlekuk, tanah yang rendah, akar yang membengkak karena terendam lama di dalam air (sumber : terjemahkan dari R.J.Wilkinson dalam kamusnya ‘A Malay English Dictionary’ ). Sementara arti kata Pa atau Pe menunjukkan keadaan atau tempat.

Nampaknya pengertian Palembang menunjukkan tanah yang berair. Hal ini sangat sesuai dengan kenyataan. Berdasarkan data statistik tahun 1990, terdapat 52,24% tanah yang tergenang di kota Palembang. Dan Palembang setidaknya tercatat memiliki sebanyak 117 anak sungai yang mengalir di tengah kota (sumber : infokito).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Hikayat Perang Palembang – Banten, di tahun 1596 M ?
2. Tuan Faqih Jalaluddin, dan Misteri Silsilah Wali Songo ?
3. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
4. Jejak Perjuangan Muslim Tionghoa, dalam Negeri Kesultanan Palembang Darussalam ?

Silsilah Dinasti Majapahit, menurut Sejarah Melayu ?

Dalam kitab Sejarah Melayu, berdasarkan tulisan Abdullah bin Abdulkadir al-Munsyi, terungkap Keluarga Kerajaan Majapahit, berasal dari anak keturunan Sang Suparba (Bitjitram Syah).

Sang Suparba (Sang Sapurba) diriwayatkan merupakan anak cucu Raja Iskandar Zulkarnain, nasabnya melalui Raja Nusirwan, yang juga ada kekerabatan dengan Raja Sulaiman ‘alaihi’s-salam.

Sebagaimana tertulis dalam bait 2.2 :

“… asal kami daripada anak cucu Raja Iskandar Zulqarnain, nisab kami daripada Raja Nusirwan raja masyrik dan maghrib, dan pancar kami daripada Raja Sulaiman ‘alaihi’s-salam… “

majapahit11
Dinasti Majapahit Keturunan Sang Suparba

Diceritakan, Sang Sapurba menikah dengan puteri Demang Lebar Daun, Bukit Siguntang Mahameru Palembang, yang bernama Wan Sendari,sebagaimana tertulis dalam bait 2.6 dan bait 2.11 :

“… dan akan raja Palembang yang bernama Demang Lebar Daun itu, ada beranak seorang perempuan terlalu baik parasnya, tiada berbanding parasnya pada zaman itu, Wan Sendari namanya (bait 2.6)”.

“… Telah berapa lamanya Sang Suparba duduk dengan Wan Sendari itu, maka bagindapun beranak empat orang, dua perempuan baik-baik parasnya, puteri Seri Dewi seorang namanya, seorang lagi puteri Cendera Dewi namanya; dua orang laki-laki, Sang Maniaka seorang namanya, seorang lagi Sang Nila Utama namanya (bait 2.11)”.

Pada kisah selanjutnya, diceritakan puteri Sang Suparba bernama Cendera Dewi menikah dengan Betara Majapahit, sebagaimana tertulis pada bait 2.18.

“… Adapun pada zaman itu ratu Majapahit itu raja besar, lagi amat bangsawan. Pada suatu cerita baginda itu daripada anak cucu Smara Ningrat. Setelah datang ke Tanjung Pura, maka sangat dipermulia oleh Sang Suparba, maka diambil baginda akan menantu, dikawinkan dengan tuan puteri Cendera Dewi…”.

Dari pernikahan antara Betara Majapahit dengan puteri Cendera Dewi, memiliki dua putera bernama Radin Inu Merta Wangsa dan Radin Mas Pamari.

“… Maka baginda beranak dengan anak raja Bukit Siguntang itu dua orang laki-laki, dan yang tua Radin Inu Merta Wangsa namanya, maka dirajakan baginda di Majapahit; dan yang muda Radin Mas Pamari namanya… (bait 5.1)”.

Sejarah Melayu mengisahkan Radin Inu Kerta Wangsa, pernah menyerang Singapura pada masa negeri itu dipimpin oleh Paduka Seri Pikrama Wira (Raja Kecil Besar), putera dari Sang Nila Utama anak dari Sang Suparba.

“… Maka betara Majapahitpun menitahkan hulubalangnya berlengkap perahu akan menyerang Singapura itu, seratus buah Jung; lain dari itu beberapa melangbing dan kelulus, jongkong, cerucuh, tongkang , tiada terhisabkan lagi banyaknya. Maka ditintahkan Betara Majapahit seorang hulubalang yang besar akan panglimanya, Demang Wiraja namanya (bait 5.4)”.

Siapakah Radin Inu Kerta Wangsa, yang disebut-sebut dalam Sejarah Melayu ?

Sejarah mencatat Kerajaan Singapura dibawah pemerintahan Paduka Seri Pikrama Wira (Wikrama Wira), pada periode 1347-1362. Pada masa pemerintahannya, terjadi penyerangan dari Kerajaan Majapahit tahun 1350, dimasa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) (sumber : Paduka Seri Wikrama Wira dan Prabu Hayam Wuruk).

Dengan demikian yang dimaksud Radin Inu Kerta Wangsa dalam Sejarah Melayu, tidak lain adalah Prabu Hayam Wuruk.

Kisah Sejarah Melayu ini berbeda dengan catatan Sejarawan yang mengatakan ibunda dari Prabu Hayam Wuruk adalah Tribhuwana Tunggadewi, puteri Raden Wijaya. Sementara berdasarkan Sejarah Melayu, ibunda dari Prabu Hayam Wuruk adalah Cendera Dewi (Chandra Dewi), puteri Sang Suparba.

majapahit1a

Referensi : 
1. Sri Wikramawardhana (Siwi Sang)
2. Silsilah Kesultanan Malaka (royalark.net)
3. Buku Sejarah Melayu, Edisi Abdullah bin Abdulkadir al-Munsyi tahun cetak 1952, Penerbit Jambatan

Catatan Penambahan : 

1. Berdasarkan Negarakretagama (ditulis tahun 1365 M), puteri Hayam Wuruk yang bernama Kusumawardhani sudah menikah dengan Bhre Mataram, Wikramawardhana (sumber : wikramawardhana). Hal ini berarti setidaknya Kusumawardani telah berumur 25 tahun, atau kelahiran sekitar tahun 1340 M.

Sementara dalam catatan kehidupan Hayam Wuruk ditulis, Prabu Hayam Wuruk lahir tahun 1334 M (sumber : Hayam Wuruk), secara normal bagaimana mungkin seseorang yang baru berusia 6 tahun, sudah menjadi seorang ayah.

Dengan demikian masa kelahiran Hayam Wuruk perlu diteliti kembali, sebab setidak beliau lahir sebelum tahun 1320 M. Dan data ini sekaligus memperkuat dugaan Hayam Wuruk bukan putera dari Tribhuwana Wijayatunggadewi, yang baru menikah dengan Kertawardhana, setelah Prabu Jayanegara wafat di tahun 1328 M.

2. Ada pendapat pernikahan Kusumawardhani adalah dijodohkan sejak kecil. Namun kita juga perlu tahu, di tahun 1365 M, Kusumawardhani telah menjadi Bhre Kabalan (sumber : wikramawardhana), yang tentunya bukan jabatan untuk seorang anak yang berusia dibawah 15 tahun.

Kisah Kalung Emas Siti Khadijah, dan masuk Islam-nya Paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthalib

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, puteri Rasulullah Zainab meskipun sudah memeluk Islam, tidak ikut serta. Hal ini disebabkan suaminya Abul ‘Ash belum menjadi seorang mualaf.

Demikian juga paman Rasulullah, yakni Abbas bin Abdul Muthalib. Meskipun ia hadir saat peristiwa Bai’at Aqabah, namun karena menjaga kedudukan keluarga, ia belum menyatakan diri masuk Islam.

sahabat1
Tebusan Perang Badar

Pada peristiwa Perang Badar, baik Abbas bin Abdul Muthalib, maupun Abul ‘Ash berada dipihak Bani Quraisy yang memerangi Nabi Muhammad, dan keduanya menjadi tawanan umat muslim.

Paman Rasulullah, Abbas diwajibkan membayar tebusan yang cukup besar yaitu 100 Uqiyah Emas. Selain itu, Abbas bin Abdul Muthalib juga harus membayar tebusan untuk kedua anak saudaranya Aqil dan Naufal serta  teman setianya ‘Utbah bin Rabi’ah.

Abbas bin Abdul Muthalib menyatakan dirinya tidak memiliki harta yang banyak, bagaimana mungkin harus menebus dengan jumlah sebanyak itu.

Kemudian Rasulullah bertanya : “Bukankah Paman bersama bibi (Ummul Fadhal), masih memiliki harta yang ditanam di dalam tanah. Dan Paman juga berkata, jika mendapat celaka dalam perang, maka uang yang paman sembunyikan adalah menjadi milik anak-anak paman”.

Perkataan Rasulullah itu, membuat kaget Abbas bin Abdul Muthalib, sebab masalah harta yang tersimpan di bawah tanah itu, hanya ia dan istrinya saja yang tahu.

Melihat keajaiban itu, Abbas semakin yakin atas kerasulan anak saudaranya itu. Dan sejak itu, ia bertekad untuk menjadi muslim yang baik, meskipun masih sembunyi-sembunyi.

sahabat2
Sementara Abul’ Ash meskipun terhitung kerabat dekat Rasulullah, juga dikenakan uang tebusan. Dia tidak memiliki harta untuk menebus dirinya. Dan saat istrinya Zainab mendengar suaminya tertawan dan tidak memiliki uang tebusan, Zainab mengirimkan kalung emasnya sebagai penebus.

Kalung emas milik Zainab ini adalah pusaka pemberian dari ibunya Siti Khadijah. Ketika kalung itu sampai kepada Nabi, Rasulullah sangat terharu hingga meneteskan air mata. Setelah Rasulullah bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya, akhirnya Abul’ Ash dibebaskan dan kalung tersebut dikembalikan kepada Zainab.

Tidak lama setelah peristiwa itu, Abul’ Ash bersama istrinya tiba di Madinah. Abul’ Ash menyatakan diri masuk Islam, dan istrinya Zainab bisa bertemu kembali dengan ayahnya, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

(Sumber : Tafsir Al Azhar, Buya HAMKA juzu’ X, halaman 60-63)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1.
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?

[Misteri] Malik al-Hind, Raja Nusantara yang bertemu Rasulullah ?

Di dalam Kitab Mustadrak al-Hakim (kitab al-‘At’imah), Volume (bab). 4, page (halaman). 150, diriwayatkan ada seorang raja dari Hind yang datang bertemu dengan Rasulullah. Sebagaimana hadis dari Abu Sa’id Al Khudri ra, berikut ini…

“Seorang Malik al-Hind telah mengirimkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebuah tembikar yang berisi jahe.

Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi makan kepada sahabat– sahabatnya sepotong demi sepotong dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam-pun memberikan saya sepotong makanan dari dalam tembikar itu” (HR. Hakim, sumber hadis : India negeri unikquranandscience.com)

Dalam teks Arab (sumber : theislamshow.weebly.com dan quranandscience.com),  bisa dilihat pada keterangan berikut…

alhind1

“Then “Malik al-Hind” gave Allah’s Messenger (peace be upon him) a gift, a bottle of pickle that had ginger in it. The Holy Prophet distributed it among his Companions. I also received a piece of it to eat.”

atau versi lengkapnya (sumber :  freewebs.com)…

hind12
Beberapa versi sosok Malik al Hind

Di kalangan sejarawan Islam ada yang beranggapan, yang dimaksud Malik (Raja) al-Hind adalah Cheraman Perumal, yaitu seorang Raja dari Kerajaan Kodungallur (Kerala, India).

Setelah masuk Islam, Sang Raja tinggal beberapa lama di wilayah Jeddah, kemudian ia dikenal dengan nama menjadi Thajuddin. r.a (Abdullah Samudri r.a).

Ketika Sang Raja hendak pulang ke kerajaannya, beliau wafat di dalam perjalanan, saat berada di Salalah Oman (sumber : mohdiqbal).

Namun ada yang beranggapan, sosok Raja Cheraman Perumal tidak bertemu dengan Rasulullah. Hal ini dikarenakan, ketika ia datang, di saat pemerintahan Khalifah Abu Bakar ra. dan Rasulullah telah wafat pada masa itu (siasatdaily).

nusantara1
Raja al-Hind berasal dari Nusantara?

Jika kita membuka lembaran sejarah, istilah “Malik al-Hind”, juga dipergunakan oleh Raja-Raja dari Nusantara. Hal ini bisa dilihat pada surat Raja Sriwijaya (sumber : jejakislam.net), yang dikirim kepada Khalifah Bani Umayyah.

surat-srwijaya

Dalam riwayat Raja al-Hind dikenal dengan nama Abdullah Samudri ra., nama ini mungkin ada kaitannya dengan Pulau Sumatera. Hal ini dikarenakan nama Sumatera, berasal dari kata “Samudera” (wikipedia).

Meng-identifikasikan sosok Malik al-Hind sebagai Raja dari Nusantara, memang perlu dikaji lagi lebih mendalam. Namun hipotesa ini bukan hal yang mustahil, mengingat hubungan perniagaan antara Nusantara (Asia Tenggara) dengan Jazirah Arab, sudah berlangsung sangat lama (katailmu.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Tulisan di artikel ini, merupakan revisi atas tulisan sebelumnya yang berjudul : 

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. Misteri 9 Sahabat Rasulullah, yang berdakwah di NUSANTARA?
3. Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang ?
4. Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad

[Spirit212] Tabligh Akbar di Kepulauan Seribu, bersama Aa Gym dan Umi Irena

Meskipun sempat di issue kan akan ditunda, Tabligh Akbar di Pulau Pramuka (Kepulauan Seribu) tetap dilaksanakan pada Senin, 9 Januari 2017…

pseribu1

Warga Kepulauan Seribu bahkan menyambut antusias diselenggarakannya acara ini, sebagaimana terlihat dalam beberapa picture berikut :

1. Para jama’ah di Kepulauan Seribu mulai berdatangan menuju ke Pulau Pramuka.

pseribu2
2. Umi Irena bersiap menuju lokasi Tabligh Akbar

pseribu3
3. Aa Gym disambut warga dengan antusias

pseribu4
5. Acara Tabligh Akbar dipenuhi warga kepulauan seribu

pseribu5
6. Ceramah I : KH. Misbahul Anam (GNPF MUI)

cseribu1
7. Ceramah II : Umi Irena

cseribu2

8. Ceramah III : Aa Gym

cseribu3
9. Suasana Acara Tabligh Akbar

cseribu4
Sumber : 
Benz Syafe’i (facebook)
– Eko Prasetia (facebook)
Tubagus Achmad Muzamil (facebook) 
news.detik.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Perhitungan] Aksi Damai 212, dihadiri oleh 2.120.000 Peserta ?
2. Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad
3. [9 Picture-Video] Suasana Tabligh Akbar Bela Islam di Kota Palembang, 7 Januari 2017
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?