Category Archives: history

[Misteri] Simbol Kuil Gobekli, Tabrakan Komet dan Bencana Nuh pada masa 13.000 tahun yang lalu ?

Analisis simbol yang dipahat pada pilar batu di Gȍbekli Tepe (Kuil Gobekli) di Turki selatan, menunjukkan bahwa segerombolan pecahan komet telah menghantam Bumi sekitar 10.950 SM (13.000 tahun yang lalu). Kejadian tersebut berakibat iklim dingin yang berlangsung lebih dari 1.000 tahun.

Para ilmuan mempelajari ukiran hewan yang dibuat di atas permukaan pilar. Dengan menafsirkan hewan sebagai simbol astronomi, dan menggunakan perangkat lunak komputer untuk menyesuaikan posisi mereka terhadap pola bintang, hasilnya periset memperkirakan peristiwa itu terjadi pada 10.950 SM.

Misteri Simbol Kuil Gobekli

Peristiwa pecahnya komet raksasa di tata surya ini, memiliki dampak yang sangat serius. Periset dari University of Edinburgh menganalisa simbol manusia tanpa kepala mungkin mengindikasikan bencana peradaban manusia.


Bencana 13.000 tahun yang lalu, diklaim sebagai zaman es mini (Younger Dryas), yang berlangsung 1.000 tahun. Periode ini sangat penting bagi manusia, karena pada masa itu pertanian dan peradaban Neolitik pertama muncul. Dalam periode ini juga dikaitkan dengan kepunahan Mammoth wol.

Younger Dryas sudah lama diteliti, namun tak ada yang bisa membuktikan mengenai pemicu periode tersebut. Dan sampai saat ini, para ilmuwan belum dapat menemukan bukti fisik komet pada masa itu.

Ditemukannya terjemahan simbol ini, menunjukkan Gobekli bukan hanya sebuah kuil, tetapi observatorium kuno. Simbol kuno itu menunjukkan keterkaitan dengan konstelasi astronomi, dan peristiwa pecahan komet yang telah menabrak Bumi.

Bencana di era Nabi Nuh 

Di sisi lain, berdasarkan penelitian terhadap bekas erosi yang terdapat pada Patung Sphinx di Mesir, ahli ilmu pasti Swalle Rubich memperkirakan pada sekitar 13.000 tahun yang lalu, pernah terjadi banjir global yang melanda bumi. Peristiwa banjir global inilah, yang dikenal sebagai banjir di era Nabi Nuh.


Teori tentang terjadinya peristiwa tabrakan komet pada 10.950 SM, nampaknya memiliki rentang waktu yang hampir sama dengan peristiwa banjir global di Bumi. Apakah kedua peristiwa ini, saling terkait satu dengan lainnya ? Apakah tabrakan komet terhadap bumi, mengakibatkan peristiwa Tsunami di seluruh permukaan bumi ?

Yang bisa disimpulkan disini, bencana 13.000 tahun yang lalu, terbukti secara arkeologis benar-benar pernah terjadi dan merupakan kejadian yang sangat luar biasa, serta telah memusnahkan seluruh peradaban manusia ketika itu (sumber : .

sumber :
1. ed.ac.uk
2. okezone.com
3. scienceworldreport.com
4. Roi Philippe, Researcher in Cognitive Science specializing in Cognitive Archaeology. Collaboration CNRS INSERM UCLA

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Misteri Liontin Purba 22.000 tahun dari Sulawesi
2. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
3. [Misteri] Mitologi Manusia Sang Hyang, Penghuni Awal Nusantara ?
4. [Misteri] Keberadaan Leluhur Nusantara di Gua Shandingdong (China), sekitar 10.000 tahun yang silam?

Iklan

Rasionalisasi Misteri SI PAHIT LIDAH, Legenda Masyarakat Sumatera Bagian Selatan ?

Dalam Legenda Masyarakat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yakni Bengkulu, Jambi, Sumsel, Babel dan Lampung, dikenal sosok jawara dengan nama SI PAHIT LIDAH (Serunting Sakti). Masyarakat meyakini, dengan Kesaktiannya SI PAHIT LIDAH, dapat mengutuk orang menjadi batu.

Begitu banyak versi yang beredar dari kisah tokoh ini, membuat banyak pemerhati sejarah Sumbagsel mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi ke dalam bingkai sejarah.

Misteri SI PAHIT LIDAH 

Dalam versi dari Suku Serawai (Semidang Alas Bengkulu Selatan), SI PAHIT LIDAH berasal dari jazirah Arab, yang mendapat tugas dari Batara Majapahit untuk menjadi Duta Majapahit di Negeri Bengkulu. Di Bengkulu untuk mempermudah tugasnya, SI PAHIT LIDAH kemudian menikah dengan puteri Raja Serawai.

Sementara dalam versi Suku Gumay Besemah, SI PAHIT LIDAH bernama Pangeran Sukemilung, anak dari Ratu Radje Mude (Ratu Kebuyutan) penguasa terakhir Bukit Siguntang. Dalam versi ini SI PAHIT LIDAH diceritakan keturunan ke-9 dari Diwe Gumai.

Kisah Diwe Gumai di Bukit Siguntang ini, mirip dengan kisah Legenda Palembang, yang berkisah tentang Raja Sulan (Diwe Gumai), yang berputera Raja Mufti (Ratu Iskandar Alam) dan Raja Alim (Ratu Selibar Alam), dimana kemudian anak keturunan Raja Alim (Ratu Selibar Alam) hijrah ke pedalaman membangun Kerajaan Pagar Ruyung.

Dari kedua versi di atas, bisa diambil jalan tengah SI PAHIT LIDAH sejatinya putera asli Sumatera, yang kemudian belajar di jazirah Arab, sepulang belajar ia mengabdi di Kerajaan Majapahit. Dan dikarenakan kedekatan kultural, SI PAHIT LIDAH diangkat menjadi Duta Majapahit untuk Negeri Bengkulu.

Sosok SI PAHIT LIDAH yang belajar di Jazirah Arab, memberi petunjuk sesungguhnya SI PAHIT LIDAH adalah seorang ulama penyebar dakwah Islam. Ia dijuluki SI PAHIT LIDAH, mungkin dikarenakan cara dakwahnya yang tegas, tidak segan-segan mengungkapkan satu ayat (kebenaran) meskipun dirasa pahit oleh pendengarnya.

Cara dakwah SI PAHIT LIDAH ini ternyata mendapat tentangan dari saudara iparnya sendiri yang bernama SI MATA EMPAT (Aria Tebing). Suatu masa, keduanya berdebat panjang berkenaan dalil dari satu persoalan. Nampaknya, dalil-dalil yang dikemukan SI MATA EMPAT lebih banyak mendapat dukungan dari masyarakat setempat, hal inilah yang membuat SI PAHIT LIDAH kecewa, dan memutuskan untuk berkelana sambil menyebarkan Islam di pelosok pulau Sumatera.

Sepanjang parantauannya, SI PAHIT LIDAH tidak mengubah cara dakwahnya yang tegas, sehingga membuat banyak pihak yang ketar-ketir, seolah diam membatu, tidak bisa membantah apa yang menjadi hujjah SI PAHIT LIDAH.

Di ujung perjalanannya, ia kemudian diangkat menjadi Wali Negeri Jambi. Selama menjadi Wali Negeri Jambi, SI PAHIT LIDAH dibantu oleh keponakannya SI MATA EMPAT II, yang merupakan putera dari SI MATA EMPAT (Aria Tebing).

Di Jambi SI PAHIT LIDAH dikenal dengan nama Dewa Sekerabah, sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Piagam dan Kisah Negeri Jambi. Setelah SI PAHIT LIDAH wafat, wali negeri Jambi kemudian dipegang oleh Tun Telanai utusan dari Sultan Mansyur Syah (memerintah Malaka, 1456-1477).

Referensi :
1. anak melayu jambi
2. cerita rakyat nusantara
3. serunting sakti (si pahit lidah)
4. legenda bukit siguntang palembang
5. Kisah Orang Turki, dalam Sejarah Islam di Jambi, download link

Catatan Penambahan :

1. Memperhatikan data anak keturunan dari Pangeran Sukemilung (Si Pahit Lidah Gumai), yang saat sekarang telah mencapai 17-20 generasi (sumber : rentak gumay), diperkirakan Pangeran Sukemilung, hidup di masa Kesultanan Demak.

Dengan demikian masa kehidupan Pangeran Sukemilung (Si Pahit Lidah Gumai) ada selisih sekitar 50-100 tahun dengan sosok Dewa Sekerabah (Si Pahit Lidah Jambi) yang menjadi Wali Negeri Jambi. Kemungkinan antara Pangeran Sukemilung dengan Dewa Sekerabah merupakan dua sosok yang berbeda.

Sementara kisah Si Pahit Lidah (Serawai), dengan Si Pahit Lidah (Jambi) sepertinya berada dalam satu generasi, yaitu di era Majapahit. Besar kemungkinan keduanya adalah sosok yang sama.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA ?
2. [Misteri] Hang Tuah, Keturunan Ulu Ogan Sumatera Selatan ?
3. Armada Laksamana Cheng Ho, dan Sejarah Pempek Palembang ?
4. Alhamdulillah, Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!

[Misteri] Manusia Sang Hyang, Penghuni Awal Nusantara ?

Dalam mitologi masyarakat Jawa, dikisahkan tentang awal mula penduduk Nusantara, yang bermula dari pernikahan Sang Hyang Nurcahya (Anwar) dengan Dewi Nurrini (Dewi Mahamuni). Digambarkan Sang Hyang Nurcahya merupakan anak keturunan Nabi Adam, sementara Dewi Nurrini merupakan puteri Prabu Nurhadi (sumber : babad tanah jawi dan kisah pewayangan).

Legenda kuno ini memberikan gambaran, tentang kepercayaan adanya makhluk sebelum Bani Adam, yang oleh beberapa kalangan di-istilahkan sebagai Bani Jan, yang diwakili oleh sosok Dewi Nurrini.

Neanderthal, Credit: Mauro Cutrona

Misteri Manusia Sang Hyang 

Pernikahan antara Bani Adam (Anwar), dengan Bani Jan (Dewi Nurrini) melahirkan Sang Hyang Nurrasa, sebagai cikal bakal Manusia Sang Hyang, yang memiliki pusat pemerintahan yang disebut Kahyangan.

Di dalam legenda, sering kali ditemukan silsilah yang menghubungkan kekerabatan manusia modern, sebagai keturunan Manusia Sang Hyang. Hal ini bisa terlihat dalam genealogy raja-raja di jawa, meskipun secara sains belum terbukti kebenarannya.

Manusia Sang Hyang boleh jadi merupakan komunitas manusia pra sejarah, sebagaimana Manusia Neanderthal yang dalam pemetaan Y-DNA dan MtDNA, sudah tidak terdeteksi lagi keberadaannya.

Kepunahan ras-ras manusia ini, bisa disebabkan karena wabah penyakit atau bisa juga dikarenakan bencana alam, seperti yang dialami Manusia Neanderthal 30.000 tahun yang lalu (sumber : Neanderthal). Namun demikian, jejak keberadaan DNA Manusia Neanderthal, masih bisa ditemukan pada sekitar 1%-4% pada genom manusia modern (sumber : sejarahdk.com dan livescience.com).

Kuat dugaan Manusia Sang Hyang yang banyak berdiam di wilayah India dan Nusantara, mengalami penurunan populasi diakibatkan letusan Gunung Toba, pada 74.000 tahun yang lalu. Bencana vulkanik ini, diperkirakan hanya menyisakan sekitar 30.000 orang yang selamat (sumber : misteri manusia bumi).

Di sisi lain, secara suprnatural masih banyak yang meyakini keberadaan komunitas Sang Hyang hingga masa sekarang. Komunitas Sang Hyang dipercaya memiliki struktur genetik yang berbeda dari manusia biasa, sehingga memiliki usia yang sangat lanjut serta dapat hidup di ruang luar dimensi alam syahadah.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?
3. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
4.

[Misteri] Radin Galuh Chandra Kirana, pewaris Majapahit yang tersingkir ?

Di dalam sejarah melayu, terbitan Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, dikisahkan tentang pernikahan agung antara Sultan Mansyur Syah (Malaka), dengan Putri Majapahit Radin Galuh Chandra Kirana.

Pernikahan yang juga dihadiri oleh Maharaja Merlang (Indragiri), Raja Palembang, Raja Jambi, Raja Lingga serta Raja Tungkal ini, sayangnya tidak banyak diceritakan dalam naskah-naskah kuno di tanah Jawa.

Siapakah sesungguhnya Radin Galuh Chandra Kirana ? Benarkah ia adalah Pewaris Majapahit yang tersingkirkan ?


Misteri Radin Galuh Chandra Kirana 

Pada catatan silsilah Kesultanan Malaka, Radin Galuh Chandra (Cendera) Kirana tertulis sebagai anak dari Sang Aji Jaya ning-Rat, dengan isterinya Radin Galoh Devi Kesuma [Tuan Putri Wi Kusuma] (sumber : silsilah malaka)

Radin Galoh Devi Kesuma [Tuan Putri Wi Kusuma] sendiri dalam Sejarah Melayu di-informasikan sebagai Ratu Majapahit dan puteri dari penguasa Majapahit sebelumnya.

Apabila kita selaraskan dengan Sejarah Majapahit, sosok Radin Galoh Devi Kesuma (Ibunda dari Radin Galuh Chandra Kirana), sepertinya indentik dengan Prabu Stri Suhita (memerintah Majapahit, 1427-1447), sementara nama Sang Aji Jaya ning-Rat, indentik dengan Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja (sumber : Putri Suhita).


Dalam sejarah pemerintahan Majapahit, selepas masa Ratu Suhita yang menjadi pengganti bukan anaknya, melainkan saudaranya yang bernama Dyah Kertawijaya (memerintah Majapahit, 1447-1451). Pemerintahan Majapahit seterusnya, dipegang oleh anak-anak Dyah Kertawijaya, yaitu Rajasawardhana (1451-1453), Girisawardhana (1456-1466) dan  Dyah Suraprabhawa (1466—1478) (sumber : silsilah majapahit).

Dan apabila kita perhatikan, di dalam silsilah keluarga Majapahit, tidak ditemukan nama anak dari Ratu Suhita. Namun meskipun demikian, naskah-naskah masyarakat melayu masih mencatat nama puteri dari Sang Ratu, yang seharusnya mewarisi tahta Majapahit.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Sejarah Melayu mencatat, sebelum peristiwa pernikahan Sultan Malaka dengan Putri Majapahit, Para Raja Swarnabhumi pergi menuju negeri Majapahit…

2. Di dalam Sejarah Melayu, akan ditemui istilah Patih Aria Gajah Mada, yang sejatinya adalah nama jabatan dalam struktur keprajuritan Majapahit. Dengan demikian tokoh Patih Aria Gajah Mada dimasa Prabu Hayam Wuruk, tentu akan berbeda dengan Patih Aria Gajah Mada di era Ratu Suhita.

3. Radin Galuh Chandra Kirana, dalam Sejarah Melayu diceritakan putri dari seorang Batari Majapahit, yang bernama Radin Galoh Devi Kesuma [Tuan Putri Wi Kusuma].

Dalam Sejarah Majapahit, ditemukan setidaknya ada 3 Batari Majapahit, yaitu Sri Gitarja (Tribhuwana Wijayatunggadewi, 1328–1350), Kusumawardhani yang memerintah bersama suaminya Wikramawardhana (1389–1429), dan Ratu Suhita (1429–1447).

Berdasarkan timelina, dari ketiga Batari Majapahit ini, Ratu Suhita yang paling sesuai dengan masa kehidupan Radin Galoh Devi Kesuma [Tuan Putri Wi Kusuma], yang memiliki menantu Sultan Mansyur Syah (memerintah Kesultanan Malaka, 1458-1477).

Demikian juga dengan ayahanda dari Radin Galuh Chandra Kirana, yang bernama Sang Aji Jaya ning-Rat, yang dikisahkan dalam Sejarah Melayu bukan berasal dari lingkungan Kraton Majapahit. Sosok tokoh ini sesuai dengan sosok suami Ratu Suhita, yang bernama Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja.

Berbeda halnya dengan sosok suami dari Kusumawardhani, bernama Wikramawardhana, yang merupakan anak dari kerabat dekat Kraton Majapahit, yaitu Putri Iswari yang menjabat sebagai Bhre Pajang.

Artikel Sejarah Nusantara :
1. [Misteri] Panglima Arya Damar bukanlah Adipati Arya Dillah ?
2.
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. Misteri Pasukan “Lebah Emas”, dalam kemelut kekuasaan Kerajaan Majapahit ?

[Misteri] Hang Tuah, Keturunan Ulu Ogan Sumatera Selatan ?

Dalam masyarakat melayu, dikenal seorang pahlawan yang gagah berani bernama Laksamana Hang Tuah. Akan tetapi, sampai saat ini  sosok Hang Tuah masih menjadi misteri asal  usulnya.

Di kalangan masyarakat, ada yang mengatakan ia berasal dari Semenanjung Malaka, ada lagi mengatakan berasal dari Pulau Bintan Riau, kemudian versi mengatakan berasal dari keturunan Bugis Makassar, serta pendapat Hang Tuah adalah keturunan tionghoa (sumber : variasi laksmana hang tuah dan origins of hang tuah).

Dari sekian banyak versi ini, kami mencoba menyajikan versi lain, yakni Hang Tuah berasal dari keturunan Suku Melayu Sumatera Selatan.

Hang Tuah adalah Uhang Ogan

Dalam Hikayat Hang Tuah diceritakan,

Ketika kedua orang tua dari Hang Tuah menunggu ketibaan hari ke 7 untuk ketanggalan tali pusat anaknya, mereka didatangi oleh seorang kakek tua.

Sang kakek berkata “Hang ini sungguh ber ‘tuah’ mendapat anak ini.” Lalu, kakek tua itu menghilang dari pandangan mata mereka (sumber : hikayat hang tuah).

Pada saat kejadian itu, ibu dan ayah Hang Tuah tinggal di Kampung Sungai Duyung Bintan. Pulau Bintan sendiri berdasarkan sejarah melayu, ikut dibangun oleh anak keturunan Sang Suparba yang berasal dari Bukit Siguntang Palembang (Sumatera Selatan).

Makna Hang bukanlah nama gelar apalagi marga. Hang adalah kata penyingkat untuk Uhang yang bermakna orang. Sebutan Uhang merupakan ciri dari bahasa masyarakat yang tinggal di daerah Ulu Sungai Ogan Sumatera Selatan.

Dengan demikian, arti dari kalimat “Hang ini sungguh ber’tuah’… ” adalah “Orang ini sungguh beruntung… ”

Kehadiran sosok kakek misterius di rumah kedua orang tua Hang Tuah, tentu akan bercakap (berbicara) dengan bahasa yang dimengerti oleh ahli rumah. Hal inilah yang menjadi indikasi bahwa kedua orang tua Hang Tuah berasal dari Ulu Ogan, salah satu cabang suku melayu di Sumatera Selatan.

Indikasi ini semakin kuat, ketika ditemukannya makam yang diyakini sebagai makam Hang Tuah, yang berada Kompleks Pemakaman Raja Raja Palembang Cinde Walang Sumatera Selatan (sumber : malaya.or.id dan ).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Dalam sejarah melayu, menurut terbitan Abdullah bin Abdulkadir Munsyi pada bait 2.21, diceritakan sebagai berikut :

“… Maka Sang Suparbapun berangkatlah ke Bintan. Setelah datang ke Bintan, lalu masuk ke dalam negeri. Adapun kasad permaisuri Iskandar Syah hendak diambil baginda akan suami; setelah dilihat muda, maka diambil baginda akan saudara. Terlalu kasih permaisuri Iskandar Syah akan Sang Suparba, dan sangat dipermulia baginda. Maka sang Nila Utama, anak Sang Suparba, diambil baginda akan menantu, didudukkan baginda dengan ananda baginda yang bernama Wan Seri Beni itu; maka dinobatkan sekali akan ganti baginda… ”

2. Daerah yang banyak didiami Suku Ogan Hulu, mencakup Kecamatan Ulu Ogan, Pengandonan, Baturaja dan Lubuk Batang (Kabupaten OKU) serta Muara Kuang (Kabupaten Ogan Ilir) (sumber : ).

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA ?
2. Armada Laksamana Cheng Ho, dan Sejarah Pempek Palembang ?
3. Alhamdulillah, Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!
4. Penampakan Awan “Lafaz ALLAH”, pada Pemakaman Ulama Karismatik Malaysia Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat?

Kode 212 dalam Komik ‘X-Men Gold #1’ ?

Dunia Komik Indonesia, dibuat geger selepas terbitnya Komik ‘X-Men Gold #1’ karya komikus asal Tulungagung Ardian Syaf. Dalam komik tersebut memuat ‘QS 5:51’ dan ‘212’.

Menanggapi ramainya pemberitaan atas karyanya, melalui akun Facebook miliknya, Ardian berkomentar :

“Makna dibalik angka…mungkin ada yg bisa dipahami, bila tak paham, tak apa… Silakan berkomentar apapun, karena saya gak bisa kontrol lidah anda…eh jari anda…saran saya, walaupun anda tidak setuju dgn saya, tetap sampaikan dengan ucapan yg baik ya :),” kata Ardian dalam postingnya pada Minggu (9/4/2017).

Ardian juga menjelaskan mengenai makna di balik angka ‘212’ sebagai bentuk aksi damai, sebagaimana ia ungkapkan kepada salah seorang pembaca komiknya…

“The number is act peace in 2-12-2016, a governor that did blasphemy to Our Holy Book, because police never take him like blasphemy doers,”.

Menanggapi karya Ardian ini, pihak Tim advokasi Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI sempat melakukan kajian, dan hasilnya GNPF MUI menyatakan tidak ada pelanggaran.

Sumber :
1. Komikus X-Men ‘QS 5:51’ Bicara Soal Makna di Balik Angka
2. Usai Kaji Lebih Dalam, GNPF MUI Apresiasi Komikus X-Men ‘QS 5:51’

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :

1. Jejak Urine di Kolam Renang dalam Pandangan Hukum Islam
2. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?
3. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Misteri Liontin Purba 22.000 tahun dari Sulawesi

Baru-baru ini, tim peneliti arkeologi dari Griffith University Australia, menemukan artefak berupa perhiasan dan karya seni yang berasal dari zaman es di sebuah gua di Indonesia.

Temuan ini menguatkan hipotesis yang menjelaskan bahwa manusia pra-sejarah yang pernah menetap di Tanah Air pada masa lalu, telah memiliki peradaban yang lebih maju.


Liontin Purba dari Sulawesi

Tim arkelog yang dipimpin oleh Adam Brumm ini, menemukan artefak tersebut pada salah satu pulau di kluster kepulauan Wallace (atau Wallacea), yang didalamnya mencakup wilayah Papua dan Sulawesi. Artefak yang berupa liontin dan manik-manik dibuat dari tulang-belulang babirusa dan kuskus, dan diperkirakan telah berusia sekitar 22.000 tahun.

Temuan ini berhasil diperoleh setelah melakukan penggalian arkeologi antara tahun 2013, 2015 dan 2017, tepatnya didapatkan dari Gua Leang Bulu Bettue di Sulawesi. Jenis artefak tersebut berbentuk manik-manik pipih yang dibuat dari gigi babirusa dan liontin dari tulang jari kuskus, yang merupakan hewan-hewan eksotis (hanya ditemukan pada kluster Wallacea).


Temuan terbaru itu, menurut Brumm, dapat mendobrak hipotesis yang menganggap kebudayaan manusia pra-sejarah Pleistosen di Wallacea cenderung primitif serta jauh tertinggal jika dibandingkan dengan kebudayaan manusia pra-sejarah Pleistosen di Eropa.

Kebudayaan manusia Wallacea dinilai memiliki hubungan eksotis dengan hewan-hewan endemik disekitarnya, seperti kuskus dan babirusa. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan bagian tubuh hewan-hewan itu menjadi karya seni dan perhiasan.

sumber :
1. tempo.co
2. kompas.com
3. liputan6.com
4. livescience.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?
3. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?
4. Misteri Kaghati, Layangan Purba 9000 SM dari Pulau Muna Sulawesi Tenggara ?