Category Archives: history

Inilah Pulau Terpadat di Dunia ? (Picture & Video)

Mingingo adalah satu pulau kecil yang terletak di Danau Victoria, Kenya. Di tempat tersebut dikenal sebagai pulau paling padat penduduknya di seluruh dunia.


Wilayah ini dijuluki  “Iron Clad Island”. Sejarahnya terbentuk dari dua orang nelayan Kenya yang bernama Dalmas Tembo dan George Kibebe, yang bertempat-tinggal tahun 1991.

Pulau Terpadat di Dunia

Pulau yang hanya berukuran 0,49 are, ditempati oleh 131 warga pada tahun 2009, namun, sumber lain mengatakan penduduknya mencapai 1.000 orang pada tahun ini.


Dengan luas wilayah 0,0049 hektar ini membuat pulau tersebut menjadi paling padat di antara pulau-pulau lain yang ada di dunia.


Meledak pertambahan penduduk di wilayah sempit ini, diakibatkan migrasi yang berdatangan dari Kenya, Uganda dan Tanzania untuk menjadi nelayan di sekitar Migingo.


Kepadatan pulau ini bahkan sampai titik di mana tidak ada ruang lagi untuk orang berjalan-jalan di dalam wilayah pulau.

sumber :
1. rtd.rt.com
2. republika.co.id

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Jati diri Nabi Khidir, menurut Syekh Siti Jenar?
2. Mubahalah, Metode Islami untuk membuktikan kebenaran
3. Jejak Urine di Kolam Renang dalam Pandangan Hukum Islam
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Iklan

Inilah MUSLIMAH, Pengukir Sejarah

Mereka yang tidak pahami Islam, sering kali menuduh, “Islam adalah ajaran yang merendahkan martabat kaum perempuan.”  Namun hal ini terbantahkan, karena fakta sejarah membuktikan, dari kalangan Umat Islam justru melahirkan tokoh-tokoh muslimah pengukir sejarah.

Penghormatan ajaran Islam kepada kaum hawa, telah menjadi sebab sekelompok perempuan mendatangi Rasulullah untuk menyatakan dukungan (bai’at). Peristiwa ini diberitakan Al Qur’an dalam QS Al-Mumtahanah (60) ayat 12.

“Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai’at (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”


Muslimah Pengukir Sejarah

Dalam sejarah Islam dikenal nama-nama Nusaibah bint Ka’b, Ummu Athiyyah al Anshariyyah, dan Rabi’ bint al Muawwadz, mereka adalah para sahabat Rasulullah dari kalangan muslimah, yang turut berjuang di medan perang, melawan penindasan dan ketidakadilan.

Selain itu, Rasulullah memiliki banyak kader ilmuwan muslimah, termasuk ahli pidato seperti ‘Aisyah, Fatimah, Zainab, Sukainah, Zarqo (Zarga) dan Darimiyah.

Setelah era Sahabat, dikisahkan Imam Syafe’i bertemu dengan Majelis Pengadilan Mesir yang dipimpin oleh Guru Besar Perempuan bernama Nafisah binti Abu Muhammad. Pada masa itu sudah banyak guru besar dalam berbagai disiplin ilmu, seperti Muknisa binti Al Malikul Adil, Samiyah binti Hafidz, Zainab binti Abdul Latif, Syahdah Al Katibah binti Ubari dan Mariyam binti Abu Ya’qub.

Di bidang Iptek, muncul muslimah-muslimah yang ahli ilmu perbintangan (astronomi), seperti Lubanna dari Spanyol, Asma Ibrat dari Turki, Halimah dari Konstantinopel, dan di bidang ilmu kedokteran juga dikenali sosok Ukhte Zahroh, dan masih banyak lagi lainnya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1436 tahun yang lalu ?
2. 
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. [Picture] Rumah Kelahiran Nabi Muhammad, yang saat ini menjadi Perpustakaan “Maktabah Makkah al-Mukarromah”

10 Picture Penguasa Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823)

Kesultanan Palembang Darussalam adalah Kerajaan Islam di Indonesia yang berlokasi di sekitar kota Palembang (Sumatera Selatan). Kesultanan ini diproklamirkan oleh Sri Susuhunan Abdurrahman tahun 1659, dan dihapuskan keberadaannya oleh pemerintah kolonial Belanda pada 7 Oktober 1823 (sumber : wikipedia.org, riwayat kesultanan palembang).

Berdasarkan catatan sejarah, terdapat 10 Sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan Palembang Darussalam, yakni :

01. Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Iman (1659 – 1706 M)


02. Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago (1706 – 1714 M)


03. Sultan Agung Komaruddin Sri Truno (1714 – 1724 M)


04. Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (1724 – 1758 M)


05. Sultan Ahmad Najamuddin Adi Kesuma (1758 – 1776 M)


06. Sultan Muhammad Bahauddin (1776 – 1804 M)


07. Sultan Mahmud Badaruddin Pangeran Ratu (1804 – 1821)


08. Sultan Ahmad Najamuddin Husin Diauddin (1813 – 1817)


09. Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu (1819 – 1821)


10. Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom (1821 – 1823)


WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823)

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. Trah Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat), di Kesultanan Palembang Darussalam
3. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
4. [Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?

Trah Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat), di Kesultanan Palembang Darussalam

Di dalam Silsilah Palembang tercatat nama Yang Zamiah sebagai salah seorang isteri daripada Sultan Mahmud Badaruddin (I) Jaya Wikrama. Nama Yang Zamiah (Zamnah), pada Hikayat Siak dikenal dengan nama Yang Mariam, merupakan puteri dari Datuk Dalam (Encek Wan Abdul Jabbar) bin Datuk Nandam Siantan (Encek Wan Abdul Hayat).

Identitas Datuk Nandam Siantan (Wan Abdul Hayat), berdasarkan sumber dari Kesultanan Johor dan Sejarah Pulau Siantan, bernama asli Lim Tau Kian, yang awalnya seorang Pejabat (Bangsawan) Kekaisaran Cina kemudian hijrah ke Kesultanan Johor. Di kemudian hari Lim Tau Kian dipercaya Sultan Johor untuk memerintah Negeri Siantan.


Trah Keluarga Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat)

Kekerabatan keluarga Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat) dengan Kesultanan Palembang Darussalam ternyata terus berlanjut. Zuriat keluarga Lim pada generasi setelahnya, antara lain Yang Pipah isteri dari Sultan Muhammad Bahauddin dan Yang Masyiroh isteri dari Sultan Mahmud Badaruddin (II) Pangeran Ratu.

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada diagram berikut :


Keberadaan keturunan Lim Tau Kian pada saat ini selain berada di Pulau Siantan (Riau Kepulauan), juga banyak bertempat tinggal di Kota Muntok (Bangka Belitung).

Kehadiran mereka di Kota Muntok, bermula dari hijrahnya isteri Sultan Mahmud Badaruddin (I) Jaya Wikrama, yakni Yang Zamiah (Mas Ayu Ratu) ke kepulauan Bangka Belitung. Di sana mereka memilih membangun pemukiman yang di masa sekarang dikenal sebagai Kota Muntok.

Anak keturunan Lim Tau Kian di Kota Muntok, sampai sekarang masih bertahan. Mereka dikenali dengan gelar di depan namanya “Abang” untuk laki-laki dan “Yang” untuk perempuan.

Catatan Penambahan : 

1. Lim Tau Kian tercatat memiliki 5 putera, yakni Wan Abdul Jabbar, Wan Ismail, Wan Zainal Abidin, Wan Abdurrani dan Wan Abdul Khalik. Dari keturunan ke-5 anaknya inilah awal mula gelar “Abang” dan “Yang” di Pulau Siantan dan Pulau Bangka.

2. Pernikahan Sultan Mahmud Badaruudin (I) Jaya Wikrama dengan Yang Zamiah, memiliki 5 anak, yaitu : Raden Nayu Jendul, Raden Rustam, Raden Pilit (Pangeran Banjar Kutama), Raden Nayu Fatimah dan Raden Nayu Aisyah.

3.  Lim Tau Kian (Lim To Khian) merupakan salah satu Hak Ngin Marga Lim (客家林氏; Kèjiā lín shì), yang anak keturunan-nya banyak mendiami di Pulau Bangka. Hal ini didukung dengan adanya kuburan anak keturunan mereka di muntok.

Sumber : 
1. Hikayat Siak
2. Kisah Pulau Siantan
3. Sejarah Pulau Bangka
4. Lim Tau Khian (geni.com)
5. Wan Abdul Khalik (geni.com)
6. Sejarah Hakka Bangka Belitung
7. Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
3. Jejak Perjuangan Muslim Tionghoa, dalam Negeri Kesultanan Palembang Darussalam ?
4. [Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?

Misteri Kaghati, Layangan Purba 9000 SM dari Pulau Muna Sulawesi Tenggara ?

Dalam Festival layang-layang internasional Berck sur Mer yang diselenggarakan di Perancis pada tahun 1997, salah seorang Pakar Internasional layang-layang, Wolfgang Bieck tertarik dengan layang-layang dari Indonesia.

Layang-layang ini dibuat hanya dari daun, dan pada festival tersebut Kaghati dapat mengalahkan layang-layang dari Jerman serta meraih juara pertama. Ketertarikannya pada Kaghati, membuat Wolfgang akhirnya datang ke Pulau Muna (Sulawesi Tenggara) untuk mempelajari lebih mendalam tentang layang-layang tradisional ini (sumber : gocelebes.com dan kemdikbud.go.id).


Lukisan Layangan Purba dari Gua Sugi Patani

Pada kesempatan kunjungan Wolfgang di Sulawesi Tenggara, ia diajak untuk melihat sebuah lukisan yang ada di dalam dinding Gua Sugi Patani, yang berada di Desa Liangkobori, Muna.


Di dinding gua tersebut, ditemukan sebuah coretan yang menggambarkan seseorang yang sedang menerbangkan layang-layang.


Dalam catatannya Wolfgang menulis :

Die Altersbestimmung der Höhlenzeichnungen sowie die Identifikation der Abbildungen und Symbole sind nach jüngsten Aussagen des Leiters der Unterabteilung Prähistorie der Universität Jakarta, Dr. Harry Truman Simanjuntak, von allererster Wichtigkeit.

Die Felszeichnung eines Pferdes, nur wenige Kilometer von der Höhle des “ersten Drachenfliegers” entfernt, ordnen die an der Erkundung der Felsenbilder beteiligten Archaeologen dem Epi-Palaeolitikum (Mesolithikum = Mittelsteinzeit) zu, dem Zeitraum zwischen 9000 bis 5000 v (source : “Der erste Drachenflieger” – Nachweis in Form einer prähistorischen Höhlenzeichnung in Indonesien).

Dengan mengambil pendapat dari Dr. Harry Truman Simanjuntak, keberadaan lukisan layangan di Gua Sugi Patani diperkirakan berasal dari masa 9000 – 5000 Sebelum Masehi (SM).

Berdasarkan temuan ini, Wolfgang Bieck menyimpulkan, bahwa klaim yang menyebutkan layang-layang tertua di dunia berasal dari Tiongkok terpatahkan.

Dan Wolfgang yakin, layang-layang tertua di dunia berasal dari Pulau Muna, Indonesia, hal ini dikarenakan usia lukisan prasejarah di Gua Sugi Patani jauh lebih tua ketimbang usia permainan layang-layang di negeri Tiongkok yang diperkirakan telah berumur sekitar 2.400 tahun (sumber : kompasiana.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?
3. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?
4. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).

[Analisa Video] Benarkah AHOK salaman dengan King Salman ?

Kedatangan King Salman, di Bandara Halim Perdana Kusuma masih menyisakan perdebatan yang cukup seru di dunia maya. Perdebatan ini dipicu oleh beredarnya foto, peristiwa “salaman” antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dengan Raja (King) Salman bin Abdul Aziz.

fotoahok1

Sebagian netizen berpendapat foto salaman Ahok dengan King Salman, adalah foto editan, namun sebagian lagi berpendapat foto tersebut asli. Untuk memastikan kebenaran peristiwa ini, mari kita saksikan video yang di upload oleh CNN Indonesia.

Analisa Video CNN Indonesia

Pada 11: 27

foto1a

Pada picture diatas menunjukkan kehadiran Ahok dalam acara penyambutan Raja Arab Saudi, King Salman di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Pada 11:35

foto1b

Pada picture ini, terlihat Ahok menundukkan badannya, namun belum bersalaman

Pada 11:39

foto1c

Pada picture ini, Ahok menundukkan badannya sekali lagi, nampaknya picture ini dianggap sebagai peristiwa salaman dengan King Salman.

Pada 11:45

foto1d
Pada picture di atas, ada seorang tokoh yang bersalaman dengan King Salman, picture inilah yang kemudian dianggap sebagai peristiwa sesungguhnya (asli), sebagaimana foto yang terdapat pada awal artikel.

Kesimpulan : 

Besar kemungkinan peristiwa salaman antara Ahok dengan King Salman, memang terjadi. Sebab logisnya, agak aneh jika King Salman sebagai tamu negara tidak menyalami Ahok, sementara beliau menyalami pejabat-pejabat lainnya yang hadir.

Peristiwa salaman antara King Salman dan Ahok, nampak lebih jelas dalam video berbahasa Arab berikut ini…

Peristiwa salaman antara King Salman dengan Ahok, hanyalah peristiwa kenegaraan biasa, jadi sama sekali bukan peristiwa politik, apalagi kalau dikait-kaitkan dengan permasalahan hukum, yang sedang dihadapi Ahok dalam kasus penodaan agama.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik
1. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
2. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an?
3. Foto Menghebohkan dari “香港杜莎夫人蠟像館 Madame Tussauds Hong Kong” ?
4. Misteri Thoiron Ababil (Burung yang berbondong-bondong) di Langit Texas, 19 Januari 2017 ?

Penataan tanpa Penggusuran, dan 7 Kampung Apung yang populer di Dunia ?

Di Indonesia, masyarakat yang bertempat tinggal di pinggiran sungai, sering kali menjadi “kambing hitam” sebagai penyebab banjir. Pemukiman masyarakat dhuafa yang terkesan semrawut, selalu menjadi korban penggusuran, ketika pemerintah melaksanakan program penataan kota.

kumuh1

Perkampungan kumuh di Jakarta, sumber picture : merdeka.com

Pemukiman yang dibangun di atas permukaan air, atau yang lebih dikenal sebagai Kampung (Desa) Apung tidak selamanya kumuh dan jorok. Di beberapa negara seperti Brunei, Thailand, Belanda dan China, ditemukan Kampung Apung yang tertata rapi bahkan menjadi tujuan wisata. Berikut ini adalah 7 (tujuh) Kampung Apung yang populer di dunia…

1. Ko Panyi, Thailand

kampung1
Hal yang unik dari desa Ko Panyi ini, yakni terdapat lapangan sepak bola mengambang. Pembuatannya terinspirasi oleh Piala Dunia FIFA 1986, dimana anak-anak membangun lapangan dari potongan-potongan kayu tua.

2. Halong Bay, Vietnam

kampung2

Sebuah desa dengan penghuni sekitar 600 penduduk.  Desa Halong Bay, bisa terhindar dari naik dan turunnya pasang surut, karena terlindung di tengah menara batu kapur.

Penduduk setempat hidup terutama dari laut. Halong Bay sangat kaya ikan dan makanan laut. Penduduk setempat setiap pagi pergi memancing. Mereka menjual hasil tangkapannya ke kapal, yang akan membawa ikan segar tersebut ke pasar.

3. Giethoorn, Belanda

kampung3

Giethoorn adalah sebuah desa di provinsi Overjssel (Belanda). Desa ini disebut Venesia dari Belanda. Dari satu rumah ke rumah yang lain, terhubung dengan jembatan yang mencapai sekitar 50 jembatan kayu kecil, dengan kedalaman 1 meter (3 kaki). Giethoorn memiliki 2.620 penduduk.

4. Wuzhen, China

kampung4

Wuzhen merupakan salah satu kota air kuno di Cina. Luasnya 71,19 kilometer persegi (27,49 mil persegi). Wuzhen memiliki populasi total 60.000, dimana 12.000 merupakan penduduk tetap (permanen). Wuzhen telah ada sekitar dua ribu tahun pada jembatan batu kuno mengambang di atas air.

5. Kampong Ayer, Brunei

kampung5

Penduduk Kampong Ayer diperkirakan sekitar 39.000 jiwa, yang mewakili sepuluh persen dari total penduduk Brunei Darussalam. Kampong ini dibangun di atas panggung dan dihubungkan oleh jembatan desa air, serta dilayani oleh taksi air.

Kampong ini memiliki sekolah, rumah sakit, restoran, toko-toko, masjid dan stasiun bensin sendiri. Penduduknya memiliki semua fasilitas modern termasuk AC, televisi satelit, akses internet, pipa, dan listrik. Diperkirakan orang-orang telah tinggal di desa ini selama lebih dari 1300 tahun.

6. Zhouzhuang, China

kampung6

Zhouzhuang, salah satu kota-kota air yang paling terkenal di Cina, terletak hanya 30 kilometer tenggara Kota Suzhou. Daerah ini adalah tempat yang mempesona. Diperkirakan 60 persen dari struktur bangunan di Zhouzhuang, dibangun selama Dinasti Ming dan Qing.

7. Tongli, China

kampung7

Tongli, merupakan sebuah kota di wilayah Wujiang, di pinggiran Suzhou. Tempat ini mempertahankan banyak fitur dari sebuah kota Cina kuno. Daerah ini dikenal dengan kanalnya yang indah, serta memiliki sekitar 49 jembatan batu.

Sumber :
10 Incredible Water Towns & Villages

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. Desa “Sepakbola” Tulehu, Kampung-nya Abduh Lestaluhu
3.
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?