Category Archives: history

Masya ALLAH, inilah Sumur yang dipercaya sebagai Lokasi Pembuangan Nabi Yusuf

Semenjak kecil Nabi Yusuf telah memperlihatkan akhlak yang mulia, oleh karena itu ia sangat disayang ayahnya Nabi Ya’kub.

Namun perlakuan Nabi Ya’kub tersebut, telah membuat iri anak-anaknya yang lain, merekapun berencana untuk menyingkirkan Nabi Yusuf.


Singkat cerita, mereka memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur dan meninggalkannya sendirian disana.

Keberadaan Nabi Yusuf di dalam sumur, akhirnya diketahui kafilah dagang lewat, kemudian dibawalah Nabi Yusuf ke Mesir.

Di Mesir Nabi Yusuf bekerja dengan seorang pejabat negeri tersebut. Ketampanan Nabi Yusuf ternyata telah menarik hati istri sang pejabat.

Ketika Nabi Ysusf diajak untuk berselingkuh, Nabi Yusuf menolaknya. Penolakan ini berakibat Nabi Yusuf difitnah dan masuk ke dalam penjara.

Pada masa sekarang, situs yang diyakini sebagai penjara Nabi Yusuf berada di Desa Bushir, Giza, Mesir.

Dari wilayah ini, setelah ribuan tahun kemudian, lahir salah seorang ulama bernama Imam al-Bushiri.

Sedangkan sumur tempat lokasi pembuangan Nabi Yusuf dipercaya berada di Nablus, Palestina.

Referensi :
republika.co.id
ceritaislami.net

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik  
1.  [Misteri] Sabdo Palon, Tokoh Mistis Rekayasa Belanda ?
2. [Misteri] Keajaiban dari Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?3. Masya ALLAH ! Disinilah dahulu Nabi Musa bertemu isterinya putri dari Nabi Syuaib
4. Masya ALLAH, inilah alasan ilmiah dari larangan Rasulullah untuk tidur sebelum Shalat Isya’

Iklan

[Misteri] Kehadiran Muslim di Amerika Periode 700-800 Masehi

Barry Fell seorang sejarawan dari Universitas Harvard,  di dalam bukunya berjudul Saga America (1980), mengungkapkan catatan tertua mengenai kehadiran Muslim di Benua Amerika diperkirakan berasal dari periode antara 700 dan 800 Masehi.

Di dalam buku tersebut, ia memberi bukti ilmiah yang kuat bahwa umat Islam sudah tiba di Amerika berabad-abad sebelum ekspedisi Christopher Columbus. Ada sejumlah peninggalan arkeologis di wilayah barat Amerika Serikat berupa ukiran pada batu yang memuat teks, diagram, dan grafik berhuruf Arab.

Berdasarkan penyelusuran Barry Fell beberapa nama tempat di kalangan penduduk Indian Amerika yang memiliki akar kata dari bahasa Arab. Di antaranya, Medina di Idaho, Hazen di North Dakota, Mahomet di Illinois dan masih banyak lagi.

Demikian juga sejumlah nama suku Indian, seperti  suku Makkah di Washington, Anasazi, Arawak, Arikana, Cherokee, Hohokam, Hopi, Mahigan, Mohawk, Zulu dan lain-lain.

Bahkan Richard Brent Turner dalam buku Islam in the African-American Experience, menyatakan setidaknya terdapat 484 nama desa, kota, gunung, danau, dan sungai di AS yang berakar dari Islam dan Arab.

Kontak antara umat Islam dan penduduk asli Amerika pada abad ke-10, juga dicatat pakar sejarah dan geografi Muslim, Abu al-Hassan Ali bin al-Hussein al-Masudi (871-957), melalui kitab Muruuj adz-Dzahab wa Ma’adan al-Jawhar (Ladang Emas dan Tambang Permata).

Al-Masudi menyebutkan bahwa di masa pemerintahan Emir Cordoba, Abdullah bin Muhammad (888-912), seorang penjelajah Muslim bernama Khashkhash bin Said bin Aswad memulai pelayaran dari Delba (Palos), Spanyol, pada 889.

Setelah menyeberangi lautan Atlantik, Khashkhash mencapai wilayah daratan yang tidak dikenal (Benua Amerika sekarang), kemudian kembali ke Spanyol dengan membawa harta yang melimpah.

Sumber :
republika.co.id

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik  
1. Awal Mula Lambang Bulan Bintang di Kubah Masjid
2. [Misteri] Keajaiban dari Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?3. Inovasi warga Saudi, saat menghadapi gelombang panas 50 derajat celsius 
4. Masya ALLAH, inilah alasan ilmiah dari larangan Rasulullah untuk tidur sebelum Shalat Isya’

Kisah Raja Purnawarman Mengatasi Banjir di Tahun 339 Saka (417 Masehi)

Berdasarkan catatan sejarah, wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah sering dilanda banjir sejak era Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanagara.

Di dalam Prasasti Tugu, yang ditemukan di Jakarta Utara dan diperkirakan berasal dari tahun 339 Saka (417 Masehi),  diceritakan Raja Purnawarman memimpin penggalian Kali Chandrabagha (Bekasi) dan Kali Gomati (Kali Mati di Tangerang) sepanjang 12 km untuk mengatasi banjir.


Raja Purnawarman juga dikisahkan telah memotong seribu ekor sapi, dalam upayanya untuk mengsukseskan proyek tersebut.

Para sejarawan memperkirakan, bila satu ekor sapi dimakan 100 orang, itu artinya penduduk yang ada di sekitar kawasan tersebut pada abad ke-5 Masehi, sudah mencapai ratusan ribu jiwa.

Upaya lain yang dilakukan Raja Purnawarman untuk mengatasi banjir adalah penerapan kebijakan permukiman berdasarkan prinsip keseimbangan ekologi.

Di masa itu, daerah rawa-rawa di pedalaman boleh diuruk untuk permukiman, sementara rawa-rawa di pantai, tidak diperbolehkan karena merupakan kawasan resepan air.

Akan tetapi, larangan sang raja banyak dilanggar oleh penguasa sesudahnya. Akibatnya upaya yang dilakukan Raja Purnawarman sekitar 1500 tahun yang lalu menjadi tidak optimal.

Referensi :
republika.co.id
merdeka.com
Jakarta banjir telah ada pada masa Raja Purnawarman 1500 tahun yang lalu

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
2. Misteri Raden Fattah, dalam pusaran konflik menjelang keruntuhan Kerajaan Majapahit ?
3. [Misteri] Pangeran Santapura, Penyebar Islam pada abad ke-8 Masehi di Tanah Jawa ?
4. [Misteri] Raja Jawa yang bergelar “Sultan Abdullah Muhammad Maulana Jawi Matarami” ?

Masya ALLAH ! Disinilah dahulu Nabi Musa bertemu isterinya putri dari Nabi Syuaib

Di dalam Al Qur’an Surah Al-Qashash, diceritakan tentang kepergian Nabi Musa ke wilayah Madyan. Di negeri inilah kelak Nabi Musa bertemu dengan jodohnya, yang merupakan putri dari Nabi Syuaib.

Meskipun kisah ini sangat populer di kalangan umat muslim, namun tidak banyak yang tahu dimana sesungguhnya negeri Madyan yang sebut-sebut di dalam Al Qur’an.

Sebagian arkeolog percaya, bahwa negeri Madyan yang diceritakan di dalam Al Qur’an, pada saat ini dikenal sebagai “Magha’er Shuaib”. Magha’er Shuaib merupakan situs bersejarah yang terletak 225 km barat laut kota Tabuk Arab Saudi.

Di tempat inilah Nabi Musa pernah tinggal selama satu dekade. Nabi Musa berada disana untuk memenuhi persyaratan mas kawin untuk menikahi putri Nabi Syuaib sebelum dia kembali ke Mesir untuk memberi peringatan kepada Fir’aun dan para pengikutnya.

Sebagaimana informasi dari alarabiya.net (4/8/2017), seorang pakar Arkeologi Dr. Ahmed Al Abboudi dari Universitas King Saud, mengatakan bahwa tempat ini menyimpan karakteristik historis, dan dia yakin “Magha’er Shuaib” jauh lebih tua daripada situs “Madayen Saleh.”

Al-Abboudi mengatakan bahwa “Magha’er Shuaib”, merupakan situs bersejarah yang memiliki banyak rahasia dan prasasti yang tak terhitung jumlahnya.

Referensi :
alarabiya.net
Ternyata di sinilah Nabi Musa bertemu dengan jodohnya

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik  
1.  [Misteri] Sabdo Palon, Tokoh Mistis Rekayasa Belanda ?
2. [Misteri] Keajaiban dari Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?3. Inovasi warga Saudi, saat menghadapi gelombang panas 50 derajat celsius 
4. Masya ALLAH, inilah alasan ilmiah dari larangan Rasulullah untuk tidur sebelum Shalat Isya’

Awal Mula Lambang Bulan Bintang di Kubah Masjid

Bulan sabit dan bintang dikenal sebagai simbol umat Muslim. Lambang ini selain digunakan sebagai simbol partai-partai Islam, juga menghiasi kubah masjid.

Menurut Direktur Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan, simbol umat Islam tersebut sebenarnya adalah bulan sabit dan Venus, bukan bintang. Kedua benda luar angkasa itu terlihat seperti bersentuhan di langit pada saat gerhana venus.


Hakim L. Malasan menduga para pemuka Islam melihat fenomena ini ketika sedang memantau hilal.

Gerhana venus atau dikenal dengan nama okultasi venus, terjadi ketika Venus-Bulan-Bumi berada dalam segaris lurus. Sehingga Venus dan Bulan akan terlihat berdekatan.

Pada puncaknya gerhana, Venus akan terlihat hilang di balik Bulan. Peristiwa inilah memunculkan visualisasi “bulan bintang”, yang kemudian dijadikan simbol di kalangan umat muslimin.

Peristiwa okultasi venus diprediksi akan terjadi pada 18 September 2017. Berdasarkan perhitungan astronomi, okultasi venus tahun ini akan terlihat saat fajar pada pukul 05:41 WIB.

Sumber :
1. Kalender Astronomi 
2. Gerhana Venus Jadi Simbol Islam

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik  
1. Sejarah “Mesin Terbang”, bermula dari menara Masjid Cordoba ?
2. Misteri Astronomi di Langit Kota Makkah 1438 tahun yang lalu ?3. Inovasi warga Saudi, saat menghadapi gelombang panas 50 derajat celsius 
4. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi

Sejarah Panjat Pinang, sarana Hiburan kaum Kolonial Belanda

Pada setiap perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ada satu permainan populer yang kita kenal sebagai perlombaan panjat pinang. Namun meskipun sangat dikenal, tidak banyak yang mengetahui asal muasal perlombaan ini.

Permainan panjat pinang diperkirakan mulai muncul sekitar tahun 1920-an, dan awalnya merupakan sarana hiburan orang Belanda di Batavia. Pada masa itu, di puncak pinang dipasang bahan makanan dan pakaian. Dalam perlombaan ini, para peserta lomba saling menginjak demi mendapatkan hadiah.


Berdasarkan penyelusuran Asep Kambali, Pendiri Komunitas Historia Indonesia, mendapati ternyata panjat pinang merupakan adaptasi dari permainan serupa asal Belanda yang bernama “De Klimmast”.

Namun berbeda dengan di negara asalnya, selama permainan ini di gelar tidak satupun orang Belanda yang ikut bermain. Mereka hanya tertawa-tawa melihat orang pribumi saling pijak berusaha merebut sekarung makanan dan pakaian yang digantung di pucuk pinang.

Di kalangan sejarawan menilai, permainan ini bentuk pelecehan kaum penjajah terhadap pribumi. Orang-orang pribumi yang bersusah payah jatuh bangun memanjat tiang licin ini menjadi hiburan bagi orang Belanda.

Dikarenakan sejarah yang suram dari permainan ini, beberapa pemerhati sejarah telah mengusulkan permainan ini dihapuskan. Menurut mereka permainan tersebut merupakan peninggalan Belanda yang melecehkan pribumi sehingga tidak pantas dilestarikan.

Sementara dari sisi lain, banyak pihak yang tetap mendukung diselenggarakannya perlombaan ini. Bagi mereka ada nilai positif dari permainan panjat pinang ini, yakni saling bekerjasama dalam mencapai satu tujuan.

Referensi :
detik.com
tipsiana.com
komunitashistoria.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :

1. Dr. Osama Al-Bar, walikota Makkah keturunan Sunan Giri ?
2. [Mukjizat BASMALAH] Ketika Buya HAMKA mendobrak pintu kamar Hotel?
3. 
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

Asal Orang Jawa menurut Kyai Maimoen Zubair, dan Penelitian Genetika Masyarakat Nusantara

Salah seorang cucu KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang mendampingi beliau menjalankan ibadah Haji, berkisah tentang keterangan kakeknya mengenai nenek moyang masyarakat Jawa.

Gus Lutvillah Aufal Marom, demikian nama sang cucu menceritakannya (sumber : muslimoderat.net), sebagai berikut  :

“Kemarin sebelum ke Masjidil Haram, kakek bercerita tentang tanah Jawa dan keturunan Nabi Nuh ‘alaihis salaam”.

Kemudian Gus Lutvillah mengutip kisah kakeknya.
“Aku menduga bahwa Sayyid Yafits itu orang Jawa. Karena orang Jawa itu sangat tawadluk, Sayyid Yafits juga seorang yang tawadluk”.

Berdasarkan pendapat Mbah Moen, Bangsa Jawa berasal dari Yafits salah seorang putra Nabi Nuh.


Genetika Masyarakat Nusantara 

Apabila kita mencermati Evolutionary tree of Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, diperkirakan Keluarga Nabi Nuh memiliki Haplogroup IJK, yang merupakan pangkal percabangan keturunan Sam bin Nuh (Haplogroup IJ) dan Yafits bin Nuh (Haplogroup K) (sumber : Jejak Nabi Nuh, dalam Gen Leluhur Nusantara).

Haplo (Haplogroup) K atau K-M9, kemudian membentuk genetik marker baru yaitu Haplo K2 (K-M526). Dari Haplo K2 (K-M526) inilah yang kemudian menurunkan Haplo NO yang terpecah kemudian menjadi 2 Haplo utama N-M231 dan O-M175.

Keturunan Haplo O-M175 membentuk Haplo O1a-M119, yang dikenal sebagai genetik marker dari Austronesian dan Tai-Kadai speakers. Haplo O1a-M119 inilah yang pada saat ini mendiami wilayah asia tenggara dan pasifik seperti Masyarakat Jawa, Sumatera, Formosan, Polynesian, Thai dan lainnya.

Dengan membandingkan antara keterangan Mbah Moen tentang Masyarakat Jawa, ternyata ada kesesuaian dengan hasil penelitan ilmiah dalam ilmu genetika.

Kedua informasi diatas menerangkan bahwa asal mula masyarakat Jawa adalah Yafits bin Nuh, yang di dalam bahasa genetikanya dikenal dengan Haplogroup K-M9.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. 
2. 
3. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?