Category Archives: islam

[Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?

Fenomena alam, tentang keberadaan gunung yang berwarna-warni, telah di-informasikan Al Qur’an 1400 tahun yang lalu, sebagaimana terdapat di dalam QS. Fathir (35) ayat 27 :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.”

08 Jul 2014, Zhangye, Gansu Province, China --- (140708) -- XINING, July 8, 2014 (Xinhua) -- Photo taken on July 7, 2014 shows the scenery at Zhangye Danxia Landform Geological Park in Zhangye City, northwest China's Gansu Province. Danxia, which means "rosy cloud", is a special landform formed from reddish sandstone that has been eroded over time into a series of mountains surrounded by curvaceous cliffs and many unusual rock formations. (Xinhua/Wang Song) (whw) --- Image by © Wang Song/Xinhua Press/Corbis

Fenomena Alam yang Menakjubkan

Gunung yang berwarna-warni ini, terdapat di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, Cina. Dari kejauhan nampak gunung-guning ini, seperti hamparan pelangi karena itu orang menyebutnya ‘rainbow mountain’.

Areal Gunung pelangi memiliki seluas 300 kilometer persegi, dan merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park.

pelangi2
Warna-warni pada perbukitan ini, berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak Periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.

pelangi3
Gunung Pelangi ini, akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung kondisi cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin kontras jika turun hujan pada hari sebelumnya.

pelangi5
pelangi4

Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan berwarna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning. Dan yang menarik adalah, di sana tidak ditemui tumbuhan atau hewan, hal ini dikarenakan kondisi tanahnya yang tandus.

Sumber :
1. justfunfacts.com
2. cultural-china.com
3. islampos (facebook)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik
1. Misteri Berlian 222 gram, milik kakek Qarsing dari Sidrap ?
2. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
3. [Analisa Foto] Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?
4. Masya Allah… inilah 12 Pendapat Tokoh Non Muslim, tentang “Nabi Muhammad” !!

Silsilah Keluarga dan Profil : Anies Rasyid Baswedan, Ph. D.

Anies Rasyid Baswedan, Ph. D, lahir di Kuningan (Jawa Barat), 7 Mei 1969. Ia pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26 dalam Kabinet Kerja (masa menjabat sejak 26 Oktober 2014 sampai 27 Juli 2016).

Anies Baswedan dikenal sebagai seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia. Ia merupakan cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan.

Salah satu aktivitasnya adalah menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar. Ia juga tercatat menjadi rektor termuda di Indonesia pada tahun 2007, saat diangkat sebagai Rektor Universitas Paramadina usianya 38 tahun.

anies11
Silsilah Keluarga Anies Baswedan 

Berikut adalah diagram Silsilah Keluarga Anies Baswedan

aniessilsilah1Keterangan :

1. Kedua orang tua Anies Baswedan, adalah tenaga pengajar (dosen). Ayahandanya Drs. Rasyid Baswedan, S.U. berkerja sebagai Dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Islam Indonesia, sedangkan ibunya Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd, merupakan Guru besar dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Negeri Yogyakarta).

2. Kakek dari Anies, Abdurrahman (AR) Baswedan adalah seorang jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat dan juga sastrawan Indonesia. AR Baswedan pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir.

AR Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia, yang berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

3. Abdurrahman (AR) Baswedan, adalah cucu dari Umar Baswedan, yang dikenal sebagai seorang pedagang yang sukses sekaligus juga ulama yang memiliki hubungan luas.

Umar Baswedan bersama saudaranya Ali Baswedan datang dari Hadramaut Yaman sekitar pertengahan abad ke-19 Masehi. Umar Baswedan kemudian menikah dengan wanita kelahiran Surabaya bernama Noor binti Salim.

4. Dari sebelah ibundanya, Abdurrahman  (AR) Baswedan adalah cucu dari Abdullah Djarhum dari Bangil. Abdullah Djarhum dikenal sebagai pendekar silat, dengan julukan “Macan Bangil”.

Abdullah Djarhum seorang yang ahli memainkan senjata seperti pedang dan tombak, kepiawaiannya dalam ilmu beladiri, tidak hanya dalam aliran silat di tanah Jawa, namun juga berasal dari daerah lain, seperti Makasar, Muntok dan lain-lain.

Sumber :
1. Keluarga Baswedan Indonesia
2. Baswedan Family (facebook.com)
3. Anies Rasyid Baswedan (wikipedia.org)
4. Abdurrahman Baswedan (wikipedia.org)
5. Biografi Anies Baswedan, Intelektual Indonesia Muda
6. Abdul Rahman Baswedan : Karya dan Pengabdiannya

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1.
2. 3.
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

[Misteri] Sri Maharaja Diraja, Raja Muslim Leluhur Masyarakat Minangkabau ?

Berdasarkan Tambo Alam Minangkabau, semasa pemerintahan Datuk Suri Diraja di Nagari Pariangan, datanglah Rusa Emas dari Lautan, rusa itu kemudian dapat dijerat oleh datuk.

Cerita ini sejatinya adalah kiasan dari datangnya seorang raja bermahkota dari Wangsa Syailendra, yang menyingkir ke Gunung Marapi.  Di Pariangan sang bangsawan ini dikawinkan dengan adik Datuk Suri Diraja dan kemudian dirajakan dengan gelar Sri Maharaja Diraja (sumber : Asal Muasal Pagaruyung).

minang1
Sri Maharaja Diraja, cucu Maharaja Sulan Bukit Siguntang Palembang

Dalam Hikayat Palembang, selepas Kedatuan Sriwijaya tepecah akibat serangan Kerajaan Chola tahun 1025 M, muncul Kerajaan Bukit Siguntang di wilayah Palimbang. Penguasa Bukit Siguntang dikenal dengan nama Maharaja Sulan (Raja Segentar Alam).

Maharaja Sulan diperkirakan memerintah pada sekitar tahun 1070an Masehi, dikemudian hari memeluk Islam atas upaya dakwah Puyang Sungai Ogan “Wali Putih”, sang Raja kemudian juga dikenali dengan nama Iskandar Zulqarnain Syah Alam (sumber : Legenda Segentar Alam, Raja Muslim Sriwijaya dari Bukit Siguntang Palembang ? dan [Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?).

Maharaja Sulan memiliki 2 orang anak, bernama Raja Alim dan Raja Mufti. Sepeninggal Maharaja Sulan, putera beliau Raja Alim menggantikannya. Setelah beberapa lama memerintah, Raja Alim wafat, kerabat Istana kemudian mengangkat puteranya Raja Alim II sebagai penguasa.

Pengangkatan Raja Alim II ini mendapat protes dari pamannya Raja Mufti, karena dianggap tanpa melalui kesepakatan dalam musyawarah. Dalam upaya menghindari perang saudara Raja Alim II, bersama para pendukungnya hijrah ke pedalaman.

Keberadaan Raja Alim II inilah kemudian dicatat dalam Tambo Alam Minangkabau, sebagai Bangsawan dari Wangsa Syailendra, yang kemudian menurunkan para penguasa di negeri Minang.

Sri Maharaja Diraja, Leluhur Lareh Suku Piliang

Berdasarkan Ranji Tambo Alam Minangkabau, yang dibuat oleh Drs. Mid Jamal, Sri Maharaja Diraja memerintah Kerajaan Pariangan pada masa 1119-1149. Ia tercatat memiliki 3 orang istri, yaitu : Puti Indo Jelita, Puti Cinto Dunie dan Puti Sidayu.

Dari istrinya Puti Indo Jelito, Sri Maharaja Diraja memiliki putera Sutan Paduko (Datuk Ketumanggungan), yang kelak menurunkan 8 Suku dalam Lareh Suku Piliang (sumber : Tambo Alam Minangkabau).

stempelBerdasarkan Leiden University Library Cod.Or. 1745, hal. ii & iii, ditemukan stempel Datuk Ketumanggungan, yang menggunakan aksara arab-melayu (sumber : stempel minang). Disinyalir Datuk Ketumanggungan dan ayahnya Sri Maharaja Diraja telah beragama Islam, dan hal ini sangat wajar, mengingat kakek mereka Raja Sulan adalah seorang muslim dengan gelar “Iskandar Zulqarnain Syah Alam”.

palembang19b
WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. [Misteri] Harimau Tengkes, Penjaga Ghaib dari Negeri Siak ?
3. Hikayat Perang Candu di Tanah Minang pada abad ke-19 Masehi ?
4. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?

[Kisah] inilah sebab Ummul Mukminin Aisyah ra., digelari wanita yang diberkahi ?

Ketika ‘Aisyah ra. (radhiyallahu ‘anha) menemani perjalanan Rasulullah, di penghujung malam menjelang subuh, kalung yang dikenakan ‘Aisyah ra. terputus.

Pada saat itu, Rasulullah memutuskan untuk berhenti, untuk mencari kalung yang terjatuh itu. Apa yang dilakukan Rasulullah, kemudian di-ikuti juga para sahabat beliau.

sahabat1a
Dikarenakan tidak juga ditemukan, rombongan perjalanan memutuskan untuk beristirahat di lokasi tersebut.

Tempat pemberhentian itu, dikenal sebagai daerah Baida’ (Dzatul Jaisy), yang merupakan wilayah kering dan sulit menemukan air. Sementara pada saat itu, bekal air rombongan kaum muslimin telah habis.

Dan ketika masuk waktu subuh, turunlah ayat Tayamum (Qs. An-Nisa’ (4) ayat 43), yang berbunyi…

tayamum1

Peristiwa turunnya ayat itu berdampak besar bagi kaum Muslimin. Sebelum diturunkannya ayat tersebut, kaum Muslimin wajib bersuci dengan berwudhu, karena belum ada kemudahan (keringanan) berupa tayamum.

Dalam tafsir Ishaq Al-Busthi disebutkan bahwa Rasulullah, berkata kepada ‘Aisyah : “Betapa besarnya barokah kalungmu. “

Sementara Ath-Thabrani menyebutkan, ayahanda ‘Aisyah ra. yakni Sayyidina Abu Bakar ra.,  kemudian memberi julukan kepada puterinya sebagai wanita yang diberkahi dengan mengatakan: “Innaki lamubarokah”.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. tafsirq.com
2. hidayatullah.com
3. ringkasan shahih bukhari
4. hadits Imam Malik no. 110

Artikel Menarik :
1.
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Kisah Kalung Emas Siti Khadijah, dan masuk Islam-nya Paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthalib

Catatan Penambahan : 

1. Kalung Ummul Mukminin ‘Aisyah ra., pada akhirnya ditemukan dibawah seekor unta yang dikendarai beliau, setelah membangunkan unta tersebut.

[20 Picture] Sholat Shubuh Berjamaah, Masjid Al-Azhar Jakarta, pada 15 Januari 2017

azhar1a

Inilah suasana Sholat Shubuh berjamaah, yang diadakan jamaah masjid al-azhar Jakarta pada Ahad tanggal 15 Januari 2017…

azhar1b
azhar1c
azhar2
azhar3
azhar4
azhar5
azhar6
azhar7
azhar8
azhar9
Sumber : 
facebook.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Perhitungan] Aksi Damai 212, dihadiri oleh 2.120.000 Peserta ?
2. [Spirit212] Tabligh Akbar di Kepulauan Seribu, bersama Aa Gym dan Umi Irena
3. [9 Picture-Video] Suasana Tabligh Akbar Bela Islam di Kota Palembang, 7 Januari 2017
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

Kisah Kalung Emas Siti Khadijah, dan masuk Islam-nya Paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthalib

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, puteri Rasulullah Zainab meskipun sudah memeluk Islam, tidak ikut serta. Hal ini disebabkan suaminya Abul ‘Ash belum menjadi seorang mualaf.

Demikian juga paman Rasulullah, yakni Abbas bin Abdul Muthalib. Meskipun ia hadir saat peristiwa Bai’at Aqabah, namun karena menjaga kedudukan keluarga, ia belum menyatakan diri masuk Islam.

sahabat1
Tebusan Perang Badar

Pada peristiwa Perang Badar, baik Abbas bin Abdul Muthalib, maupun Abul ‘Ash berada dipihak Bani Quraisy yang memerangi Nabi Muhammad, dan keduanya menjadi tawanan umat muslim.

Paman Rasulullah, Abbas diwajibkan membayar tebusan yang cukup besar yaitu 100 Uqiyah Emas. Selain itu, Abbas bin Abdul Muthalib juga harus membayar tebusan untuk kedua anak saudaranya Aqil dan Naufal serta  teman setianya ‘Utbah bin Rabi’ah.

Abbas bin Abdul Muthalib menyatakan dirinya tidak memiliki harta yang banyak, bagaimana mungkin harus menebus dengan jumlah sebanyak itu.

Kemudian Rasulullah bertanya : “Bukankah Paman bersama bibi (Ummul Fadhal), masih memiliki harta yang ditanam di dalam tanah. Dan Paman juga berkata, jika mendapat celaka dalam perang, maka uang yang paman sembunyikan adalah menjadi milik anak-anak paman”.

Perkataan Rasulullah itu, membuat kaget Abbas bin Abdul Muthalib, sebab masalah harta yang tersimpan di bawah tanah itu, hanya ia dan istrinya saja yang tahu.

Melihat keajaiban itu, Abbas semakin yakin atas kerasulan anak saudaranya itu. Dan sejak itu, ia bertekad untuk menjadi muslim yang baik, meskipun masih sembunyi-sembunyi.

sahabat2
Sementara Abul’ Ash meskipun terhitung kerabat dekat Rasulullah, juga dikenakan uang tebusan. Dia tidak memiliki harta untuk menebus dirinya. Dan saat istrinya Zainab mendengar suaminya tertawan dan tidak memiliki uang tebusan, Zainab mengirimkan kalung emasnya sebagai penebus.

Kalung emas milik Zainab ini adalah pusaka pemberian dari ibunya Siti Khadijah. Ketika kalung itu sampai kepada Nabi, Rasulullah sangat terharu hingga meneteskan air mata. Setelah Rasulullah bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya, akhirnya Abul’ Ash dibebaskan dan kalung tersebut dikembalikan kepada Zainab.

Tidak lama setelah peristiwa itu, Abul’ Ash bersama istrinya tiba di Madinah. Abul’ Ash menyatakan diri masuk Islam, dan istrinya Zainab bisa bertemu kembali dengan ayahnya, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

(Sumber : Tafsir Al Azhar, Buya HAMKA juzu’ X, halaman 60-63)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1.
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?

[Misteri] Malik al-Hind, Raja Nusantara yang bertemu Rasulullah ?

Di dalam Kitab Mustadrak al-Hakim (kitab al-‘At’imah), Volume (bab). 4, page (halaman). 150, diriwayatkan ada seorang raja dari Hind yang datang bertemu dengan Rasulullah. Sebagaimana hadis dari Abu Sa’id Al Khudri ra, berikut ini…

“Seorang Malik al-Hind telah mengirimkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebuah tembikar yang berisi jahe.

Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi makan kepada sahabat– sahabatnya sepotong demi sepotong dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam-pun memberikan saya sepotong makanan dari dalam tembikar itu” (HR. Hakim, sumber hadis : India negeri unikquranandscience.com)

Dalam teks Arab (sumber : theislamshow.weebly.com dan quranandscience.com),  bisa dilihat pada keterangan berikut…

alhind1

“Then “Malik al-Hind” gave Allah’s Messenger (peace be upon him) a gift, a bottle of pickle that had ginger in it. The Holy Prophet distributed it among his Companions. I also received a piece of it to eat.”

atau versi lengkapnya (sumber :  freewebs.com)…

hind12
Beberapa versi sosok Malik al Hind

Di kalangan sejarawan Islam ada yang beranggapan, yang dimaksud Malik (Raja) al-Hind adalah Cheraman Perumal, yaitu seorang Raja dari Kerajaan Kodungallur (Kerala, India).

Setelah masuk Islam, Sang Raja tinggal beberapa lama di wilayah Jeddah, kemudian ia dikenal dengan nama menjadi Thajuddin. r.a (Abdullah Samudri r.a).

Ketika Sang Raja hendak pulang ke kerajaannya, beliau wafat di dalam perjalanan, saat berada di Salalah Oman (sumber : mohdiqbal).

Namun ada yang beranggapan, sosok Raja Cheraman Perumal tidak bertemu dengan Rasulullah. Hal ini dikarenakan, ketika ia datang, di saat pemerintahan Khalifah Abu Bakar ra. dan Rasulullah telah wafat pada masa itu (siasatdaily).

nusantara1
Raja al-Hind berasal dari Nusantara?

Jika kita membuka lembaran sejarah, istilah “Malik al-Hind”, juga dipergunakan oleh Raja-Raja dari Nusantara. Hal ini bisa dilihat pada surat Raja Sriwijaya (sumber : jejakislam.net), yang dikirim kepada Khalifah Bani Umayyah.

surat-srwijaya

Dalam riwayat Raja al-Hind dikenal dengan nama Abdullah Samudri ra., nama ini mungkin ada kaitannya dengan Pulau Sumatera. Hal ini dikarenakan nama Sumatera, berasal dari kata “Samudera” (wikipedia).

Meng-identifikasikan sosok Malik al-Hind sebagai Raja dari Nusantara, memang perlu dikaji lagi lebih mendalam. Namun hipotesa ini bukan hal yang mustahil, mengingat hubungan perniagaan antara Nusantara (Asia Tenggara) dengan Jazirah Arab, sudah berlangsung sangat lama (katailmu.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Tulisan di artikel ini, merupakan revisi atas tulisan sebelumnya yang berjudul : 

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. Misteri 9 Sahabat Rasulullah, yang berdakwah di NUSANTARA?
3. Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang ?
4. Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad