Category Archives: islam

[Misteri] Keajaiban Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?

Di masa lalu, Bangsa Nusantara dikenal sebagai Bani JAWI. Dimana kata JAWI atau JAWA, berdasarkan perhitungan numerik arabic memiliki nilai 9, yakni jim = 3 dan waw = 6,  maka 3 + 6 = 9.

Nilai 9 sangat akrab dengan Sejarah Nusantara, perhatikan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, seperti SRIWIJAYA dan MAJAPAHIT memiliki karakter huruf yang berjumlah 9.


Karakter berjumlah 9 huruf, juga terdapat pada kata NUSANTARA dan INDONESIA, serta landasan berbangsa masyarakat Indonesia, yakni PANCASILA.

Tokoh-tokoh Sejarah juga memiliki karakter 9 huruf seperti : GAJAH MADA, SILIWANGI dan BRAWIJAYA.

Ajaran Monotheisme Kuno Nusantara, yakni KAPITAYAN juga berkarakter 9 huruf, demikian juga dewan ulama yang berjasa dalam penyebaran Islam, yakni WALI SONGO (Wali Sembilan), juga terdapat 9 karakter huruf.

referensi :
1. miraclesofthequran.com
2. 
3. Post Hegemony XXIV: Jama’ah NU Kelanjutan Sistem Sosial Masyarakat Kuno Nusantara

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
3. 
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

Iklan

[Misteri] Bukit Ka’ba, Pusat Dakwah Islam di masa Kedatuan SRIWIJAYA ?

Di  dalam Kitab Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah, diceritakan tentang kedatangan sahabat Rasulullah,  Akasyah bin Muhsin Al-Usdi radhiallahu anhu, di Kerajaan Sriwijaya. Legenda kemudian bercerita, munculnya Pusat Dakwah Islam di Bukit Ka’ba, yang saat ini berada dalam wilayah Kabupaten Rejang Lebong (Curup) Bengkulu.

Bukti arkeologis tentang telah adanya gerakan dakwah Islam di Pulau Sumatera pada abad pertama hijriyah, ditemukannya  Tuan Syekh Rukunuddin, yang wafat tahun 48 Hijiriah, di komplek pemakaman Mahligai, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Islam di Kerajaan Sriwijaya

Berdasarkan buku “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nsantara abad XVII & XVIII”, tulisan Prof. Dr. Azyumardi Azra MA, tercatat beberapa kali Raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Syiria.

Dan pada salah satu naskah surat yang ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M), Raja Sriwijaya bernama Sri Indravarman, mengajukan permintaan agar kholifah sudi mengirimkan da’i ke istana Sriwijaya.

Maraknya Dakwah Islam di Kedatuan Sriwijaya, sedikit terganggu selepas wafatnya Raja Sri Indravarman. Pengganti Sri Indravarman, tidak terlalu banyak memberi perhatian terhadap pekembangan Islam. Namun demikian, pengajaran Islam terus berlanjut, meski tanpa sokongan pihak berkuasa.

Legenda Bukit Kaba Sriwijaya, menceritakan pemimpin pusat dakwah di wilayah ini, disebut Si Pahit Lidah. Julukan Si Pahit Lidah ini, mungkin dikarenakan cara dakwah yang tegas, tidak segan-segan mengungkapkan satu ayat (kebenaran) meskipun dirasa pahit oleh pendengarnya.

Sebagai ulama penyebar Islam, sosok Si Pahit Lidah ini dipercaya memiliki karomah, bahkan beredar cerita, segala yang mereka ucapkan bisa menjadi kenyataan.

Selepas serangan Kerajaan Chola di tahun 1025 M, Kedatuan Sriwijaya mengalami perpecahan, salah satu pecahannya, kemudian mendirikan Keratuan Bukit Siguntang (Palembang). Salah satu penguasanya bernama Raja Segentar Alam masuk Islam dan berganti nama menjadi Iskandar Zulqarnain Alam Syah.

Atas prakarsa, Puyang Ogan “Wali Putih” yaitu ulama yang berhasil meng-islamkan Raja Segentar Alam, Pusat Dakwah Islam di Bukit Ka’ba dipindahkan ke Bukit Siguntang. Sejak masa itu, kepemimpinan “Si Pahit Lidah”, tidak saja sebagai panatagama (pemimpin agama) tetapi juga merangkap sebagai amir (kepala pemerintahan).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Diskusi Facebook : Bukit Siguntang
2. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
3. Hadits Nabi, Negeri Samudra dan Palembang Darussalam
4. Legenda Segentar Alam, Raja Muslim Sriwijaya dari Bukit Siguntang Palembang ?
5. Kerajaan Sriwijaya, Pelarian Politik dan Dakwah Para Sahabat Rasulullah di Nusantara ?

Catatan Penambahan : 

1. Kitab Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara) ditulis oleh Habib Bahruddin Azmatkhan, tahun 1929, selain itu ada beberapa buku lain yang menginfomasikan tentang kedatangan da’i di Kerajaan Sriwijaya, diantaranya Buku “Sejarah Islam Pertama Di Palembang”, tahun 1986 tulisan Pangeran Gajahnata, “Islam Pertama di Palembang”, tahun 1929 tulisan R.M. Akib dan ‘The Preaching of Islam”, tahun 1968 tulisan T. W. Arnold.

2. Pemerintahan Keratuan Bukit Siguntang, kemudian dikenali dengan istilah “7 ganti 9 gilir”, dan diperkirakan berakhir pada sekitar tahun 1478 M, seiring dengan berdirinya Kesultanan Islam Demak.

3. Hubungan kekerabatan Keratuan Bukit Siguntang

4. Ketika Kukang (Palembang), dibawah kendali kelompok Chen Tsu Ji (yang kemudian berhasil dihancurkan oleh armada Laksamana Cheng Ho tahun 1407).
Keratuan Bukit Siguntang kemungkinan berpindah ke wilayah Jambi, hal ini bisa diketahui dengan adanya legenda keberadaan Si Pahit Lidah sebelum masa Tun Telanai (utusan Sultan Mansyur Syah, memerintah Malaka 1458-1477).

5. Masyarakat lebih mengenal Gunung Kaba sebagai Bukit Ka’ba, terletak di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupuh Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu


(sumber foto : ksmtour.com).

6. Pada makam Tuan Syekh Rukunuddin, tertulis tahun ha-mim. Berdasarkan sistem nilai numerik bangsa arab, ha = 8 dan mim = 40, sehingga makna ha-mim adalah 8 + 40 = 48 Hijriyah.


(sumber : ).

Apakah makna dari bukit Kaba adalah perlambang huruf Kaf dan Ba ?

dimana Kaf = 20 dan Ba = 2, atau 20 + 2 = 22 Hijriyah, yakni bersamaan dengan masa Khalifah Umar ra. (13-23 H).

Dan yang menarik berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, “Perjalanan Suci (Siddhayatra)” Penguasa Sriwijaya Dapunta Hyang Jayanasa, dimulai pada 7 Jesta 604 Saka atau 19 Mei 682 Masehi atau bertepatan dengan Hari Jum’at, 6 Ramadhan 62 Hijriyah (berdasarkan perhitungan rukyat global)…

Masya ALLAH… Beredar Video “Atraksi Aerobatic Team TNI AU” Membentuk Lafadz ALLAH

Atraksi Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU mencuri perhatian publik, hal ini dikarenakan manuvernya memunculkan lafal Allah di langit Yogyakarta.


Pada gambar yang viral di media sosial, terlihat Tim Jupiter tengah beraksi dalam acara Jogja International Air Show (JIAS) 2017 yang digelar di Pantai Depok, Bantul, pada Minggu 30 April 2017.

Sementara dalam video yang beredar, terlihat 6 pesawat membentuk formasi. Di detik ke-34, dari asap yang dikeluarkan 6 pesawat itu, membentuk lafal Allah.

Berikut Video Atraksi :

Dalam konfirmasinya, Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya mengatakan Kejadian tersebut bukanlah disengaja. Formasinya memang sudah dilatihkan, tapi untuk bentuk lafal Allah, bukan bentuk kesengajaan (sumber : detik.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
2. [Analisa Foto] Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?
3. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?
4.  Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ?

Kisah Dakwah Nabi Muhammad Kepada Bangsa Jin ?

Di dalam riwayat Shahih Muslim, diceritakan tentang dakwah Nabi kepada Bangsa Jin.

Keterangan :

Bahwa Alqamah bertanya kepada sahabat Ibnu Mas’ud,

”Apakah ada diantara kalian yang ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam beliau bertemu jin?”

Kemudian Ibnu Mas’ud menjawab :

”Tidak, hanya saja, pada suatu malam, sebelumnya kami bersama Rasulullah. Tiba-tiba kami kehilangan beliau, dan kamipun mencari beliau di lembah dan semak-semak (setapak jalan ke gunung).

Hingga kami mengatakan, ’Beliau dibawa pergi oleh jin.’ Malam itu, kami menjalani malam paling buruk.

Dan di pagi harinya, tiba-tiba beliau datang dari arah Hira. Kamipun segera menyambut beliau,

’Ya Rasulullah, kami kehilangan anda dan kami berusaha mencari anda, namun kami tidak berhasil menemukan anda. Sehingga kami merasa sangat sedih di malam itu.”

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ فَذَهَبْتُ مَعَهُ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ

”Ada seorang dari kalangan jin yang mendatangiku, akupun pergi bersamanya dan aku bacakan ayat al-Quran kepada mereka.”

Ibnu Mas’ud melanjutkan ceritanya, Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi bersama kami. Kamipun melihat bekas mereka dan bekas api mereka. Dan mereka meminta bekal hidup. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ يَقَعُ فِي أَيْدِيكُمْ أَوْفَرَ مَا يَكُونُ لَحْمًا وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ

Pada setiap tulang hewan yang disembelih secara syar’i, akan berisi penuh daging di tangan kalian. Dan setiap kotoran hewan ternak, menjadi makanan binatang kalian (jin).

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

فَلَا تَسْتَنْجُوا بِهِمَا فَإِنَّهُمَا طَعَامُ إِخْوَانِكُمْ

”Janganlah kalian melakukan istinjak dengan tulang dan kotoran, karena itu makanan saudara kalian (dari bangsa jin).”

Referensi :
1. konsultasisyariah.com
2. shirathal-mustaqim.org
3. mutiarahadits.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik
1.
2. 
3. Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ?
4. Masya Allah… inilah 12 Pendapat Tokoh Non Muslim, tentang “Nabi Muhammad” !!

Catatan Penambahan :

1. Di dalam Al Qur’an, terdapat beberapa dalil berkenaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah kepada bangsa para jin.

Di dalam QS. Al-Ahqaf: 29, diterangkan sebagai berikut :

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِين

Ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al- Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan al-Quran, lalu mereka berkata:

“Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (bangsa jin) untuk memberi peringatan.

Ibnu Katsir menukil keterangan dari Ibnu Abbas, menyatakan bahwa bahwa jumlah mereka ada 7 jin yang semuanya rajin ibadah. (Tafsir Ibn Katsir, 7/289).

2. Setelah Para Jin beriman, mereka kemudian mendakwahi kaumnya di kalangan jin. Sebagaimana firmanNya :

قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ ( ) يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ( ) وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Mereka berkata: “Hai kaum kami, Sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih

dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka Dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Ahqaf: 30-32).

Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ?

Ketika Kaum Bani Israil menghadapi kesulitan mendapatkan air, Nabi Musa kemudian berdo’a bermohon kepada ALLAH. Dan ALLAH memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya, sebagaimana firmanNya :

Seketika batu yang dipukul oleh Nabi Musa, memancarkan dua belas mata air yang dapat mencukupi kebutuhan Bani Israil ketika itu.

Lokasi Batu Memancarkan Air

Berdasarkan hasil penelitian, lokasi batu yang memancarkan air ini berada di sebelah barat dari Jebel el Lawz, yang pada saat ini termasuk wilayah Saudi Arabia.

Lokasi Jebel el Lawz (Google Maps)


Pada Batu ini, juga masih terlihat pola erosi air, sebagai bukti bahwa banyak aliran yang keluar dalam beberapa arah.


Keberadaan batu ini, sekaligus juga memberi petunjuk lokasi Gunung Sinai tempat Nabi Musa bersama pengikutnya bermukim.

Berdasarkan rute alternatif perjalanan Nabi Musa bersama pengikutnya, Gunung Sinai yang diceritakan di dalam Al Qur’an, lokasinya berada dalam kawasan Jebel al Lawz (Saudi Arabia).

Referensi :
1. Jebel el Lawz
2. Paran in the Bible is Mecca today
3. Lokasi Gunung Sinai di Saudi Arabia

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik
1. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
2. [Analisa Foto] Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?
3. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?
4. Masya Allah… inilah 12 Pendapat Tokoh Non Muslim, tentang “Nabi Muhammad” !!

[Misteri] Simbol Kuil Gobekli, Tabrakan Komet dan Bencana Nuh pada masa 13.000 tahun yang lalu ?

Analisis simbol yang dipahat pada pilar batu di Gȍbekli Tepe (Kuil Gobekli) di Turki selatan, menunjukkan bahwa segerombolan pecahan komet telah menghantam Bumi sekitar 10.950 SM (13.000 tahun yang lalu). Kejadian tersebut berakibat iklim dingin yang berlangsung lebih dari 1.000 tahun.

Para ilmuan mempelajari ukiran hewan yang dibuat di atas permukaan pilar. Dengan menafsirkan hewan sebagai simbol astronomi, dan menggunakan perangkat lunak komputer untuk menyesuaikan posisi mereka terhadap pola bintang, hasilnya periset memperkirakan peristiwa itu terjadi pada 10.950 SM.

Misteri Simbol Kuil Gobekli

Peristiwa pecahnya komet raksasa di tata surya ini, memiliki dampak yang sangat serius. Periset dari University of Edinburgh menganalisa simbol manusia tanpa kepala mungkin mengindikasikan bencana peradaban manusia.


Bencana 13.000 tahun yang lalu, diklaim sebagai zaman es mini (Younger Dryas), yang berlangsung 1.000 tahun. Periode ini sangat penting bagi manusia, karena pada masa itu pertanian dan peradaban Neolitik pertama muncul. Dalam periode ini juga dikaitkan dengan kepunahan Mammoth wol.

Younger Dryas sudah lama diteliti, namun tak ada yang bisa membuktikan mengenai pemicu periode tersebut. Dan sampai saat ini, para ilmuwan belum dapat menemukan bukti fisik komet pada masa itu.

Ditemukannya terjemahan simbol ini, menunjukkan Gobekli bukan hanya sebuah kuil, tetapi observatorium kuno. Simbol kuno itu menunjukkan keterkaitan dengan konstelasi astronomi, dan peristiwa pecahan komet yang telah menabrak Bumi.

Bencana di era Nabi Nuh 

Di sisi lain, berdasarkan penelitian terhadap bekas erosi yang terdapat pada Patung Sphinx di Mesir, ahli ilmu pasti Swalle Rubich memperkirakan pada sekitar 13.000 tahun yang lalu, pernah terjadi banjir global yang melanda bumi. Peristiwa banjir global inilah, yang dikenal sebagai banjir di era Nabi Nuh.


Teori tentang terjadinya peristiwa tabrakan komet pada 10.950 SM, nampaknya memiliki rentang waktu yang hampir sama dengan peristiwa banjir global di Bumi. Apakah kedua peristiwa ini, saling terkait satu dengan lainnya ? Apakah tabrakan komet terhadap bumi, mengakibatkan peristiwa Tsunami di seluruh permukaan bumi ?

Yang bisa disimpulkan disini, bencana 13.000 tahun yang lalu, terbukti secara arkeologis benar-benar pernah terjadi dan merupakan kejadian yang sangat luar biasa, serta telah memusnahkan seluruh peradaban manusia ketika itu (sumber : .

sumber :
1. ed.ac.uk
2. okezone.com
3. scienceworldreport.com
4. Roi Philippe, Researcher in Cognitive Science specializing in Cognitive Archaeology. Collaboration CNRS INSERM UCLA

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Misteri Liontin Purba 22.000 tahun dari Sulawesi
2. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
3. [Misteri] Mitologi Manusia Sang Hyang, Penghuni Awal Nusantara ?
4. [Misteri] Keberadaan Leluhur Nusantara di Gua Shandingdong (China), sekitar 10.000 tahun yang silam?

Rasionalisasi Misteri SI PAHIT LIDAH, Legenda Masyarakat Sumatera Bagian Selatan ?

Dalam Legenda Masyarakat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yakni Bengkulu, Jambi, Sumsel, Babel dan Lampung, dikenal sosok jawara dengan nama SI PAHIT LIDAH (Serunting Sakti). Masyarakat meyakini, dengan Kesaktiannya SI PAHIT LIDAH, dapat mengutuk orang menjadi batu.

Begitu banyak versi yang beredar dari kisah tokoh ini, membuat banyak pemerhati sejarah Sumbagsel mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi ke dalam bingkai sejarah.

Misteri SI PAHIT LIDAH 

Dalam versi dari Suku Serawai (Semidang Alas Bengkulu Selatan), SI PAHIT LIDAH berasal dari jazirah Arab, yang mendapat tugas dari Batara Majapahit untuk menjadi Duta Majapahit di Negeri Bengkulu. Di Bengkulu untuk mempermudah tugasnya, SI PAHIT LIDAH kemudian menikah dengan puteri Raja Serawai.

Sementara dalam versi Suku Gumay Besemah, SI PAHIT LIDAH bernama Pangeran Sukemilung, anak dari Ratu Radje Mude (Ratu Kebuyutan) penguasa terakhir Bukit Siguntang. Dalam versi ini SI PAHIT LIDAH diceritakan keturunan ke-9 dari Diwe Gumai.

Kisah Diwe Gumai di Bukit Siguntang ini, mirip dengan kisah Legenda Palembang, yang berkisah tentang Raja Sulan (Diwe Gumai), yang berputera Raja Mufti (Ratu Iskandar Alam) dan Raja Alim (Ratu Selibar Alam), dimana kemudian anak keturunan Raja Alim (Ratu Selibar Alam) hijrah ke pedalaman membangun Kerajaan Pagar Ruyung.

Dari kedua versi di atas, bisa diambil jalan tengah SI PAHIT LIDAH sejatinya putera asli Sumatera, yang kemudian belajar di jazirah Arab, sepulang belajar ia mengabdi di Kerajaan Majapahit. Dan dikarenakan kedekatan kultural, SI PAHIT LIDAH diangkat menjadi Duta Majapahit untuk Negeri Bengkulu.

Sosok SI PAHIT LIDAH yang belajar di Jazirah Arab, memberi petunjuk sesungguhnya SI PAHIT LIDAH adalah seorang ulama penyebar dakwah Islam. Ia dijuluki SI PAHIT LIDAH, mungkin dikarenakan cara dakwahnya yang tegas, tidak segan-segan mengungkapkan satu ayat (kebenaran) meskipun dirasa pahit oleh pendengarnya.

Cara dakwah SI PAHIT LIDAH ini ternyata mendapat tentangan dari saudara iparnya sendiri yang bernama SI MATA EMPAT (Aria Tebing). Suatu masa, keduanya berdebat panjang berkenaan dalil dari satu persoalan. Nampaknya, dalil-dalil yang dikemukan SI MATA EMPAT lebih banyak mendapat dukungan dari masyarakat setempat, hal inilah yang membuat SI PAHIT LIDAH kecewa, dan memutuskan untuk berkelana sambil menyebarkan Islam di pelosok pulau Sumatera.

Sepanjang parantauannya, SI PAHIT LIDAH tidak mengubah cara dakwahnya yang tegas, sehingga membuat banyak pihak yang ketar-ketir, seolah diam membatu, tidak bisa membantah apa yang menjadi hujjah SI PAHIT LIDAH.

Di ujung perjalanannya, ia kemudian diangkat menjadi Wali Negeri Jambi. Selama menjadi Wali Negeri Jambi, SI PAHIT LIDAH dibantu oleh keponakannya SI MATA EMPAT II, yang merupakan putera dari SI MATA EMPAT (Aria Tebing).

Di Jambi SI PAHIT LIDAH dikenal dengan nama Dewa Sekerabah, sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Piagam dan Kisah Negeri Jambi. Setelah SI PAHIT LIDAH wafat, wali negeri Jambi kemudian dipegang oleh Tun Telanai utusan dari Sultan Mansyur Syah (memerintah Malaka, 1458-1477).

Referensi :
1. anak melayu jambi
2. cerita rakyat nusantara
3. serunting sakti (si pahit lidah)
4. legenda bukit siguntang palembang
5. Kisah Orang Turki, dalam Sejarah Islam di Jambi, download link

Catatan Penambahan :

1. Memperhatikan data anak keturunan dari Pangeran Sukemilung (Si Pahit Lidah Gumai), yang saat sekarang telah mencapai 17-20 generasi (sumber : rentak gumay), diperkirakan Pangeran Sukemilung, hidup di masa Kesultanan Demak.

Dengan demikian masa kehidupan Pangeran Sukemilung (Si Pahit Lidah Gumai) ada selisih sekitar 50-100 tahun dengan sosok Dewa Sekerabah (Si Pahit Lidah Jambi) yang menjadi Wali Negeri Jambi. Kemungkinan antara Pangeran Sukemilung dengan Dewa Sekerabah merupakan dua sosok yang berbeda.

Sementara kisah Si Pahit Lidah (Serawai), dengan Si Pahit Lidah (Jambi) sepertinya berada dalam satu generasi, yaitu di era Majapahit. Besar kemungkinan keduanya adalah sosok yang sama.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA ?
2. [Misteri] Hang Tuah, Keturunan Ulu Ogan Sumatera Selatan ?
3. Armada Laksamana Cheng Ho, dan Sejarah Pempek Palembang ?
4. Alhamdulillah, Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!