Category Archives: islam

Silsilah Tarekat Sammaniyah, di Palembang Darussalam

Pada masa-masa awal penyebaran tarekat Sammaniyah di Palembang tidak
terlepas dari adanya peranan keraton Kesultanan Palembang Darussalam.

Hubungan antara keraton Palembang dan tarekat Sammaniyah dimulai ketika beberapa ulama Palembang yang pergi ke Mekkah untuk menuntut ilmu
disana diantaranya Shaykh Muhammad ‘Aqib (1736-1818), ia berkenalan dengan salah seorang ulama Palembang yang terkenal, yaitu Shaykh ‘Abd al-Samad al-Jawi al-Falimbani.

Setelah menimba ilmu di Mekkah, Shaykh Muhammad ‘Aqib pulang kembali ke Palembang dan menetap di kampung Penghulon, di belakang Masjid Agung yang langsung berdekatan dengan keraton.

Perhatian Keraton terhadap perkembangan tarekat Sammaniyah, tertulis di dalam Hikayat Shekh Muhammad Saman, yang menyebutkan bahwa sebuah zawiyah tarekat Sammaniyah yang didirikan di Jeddah oleh Sultan Mahmud Baha’uddin sebagai wakafnya pada tahun 1776 dengan menggunakan pemberian mulia sebesar 500 real.

Jeddah merupakan pelabuhan terpenting untuk jemaah haji dalam perjalanan ke Mekkah, zawiyah ini sekaligus berfungsi sebagai penginapan jemaah dari Palembang dalam perjalanan mereka menuju kota suci (Sumber : Tarekat Sammaniyah di Palembang).

Inilah Silsilah Tarekat Sammaniyah di Palembang…

saman1

Kiai Haji Mas Mansur (Ketua Muhammadiyah 1937-1941), Keturunan Sunan Kudus ?

Kiai Haji Mas Mansoer, lahir di Surabaya, 25 Juni 1896 adalah seorang tokoh Islam dan pahlawan nasional Indonesia.

Ibunya bernama Raudhah, yang berasal dari keluarga Pesantren Sidoresmo Wonokromo Surabaya. Sedangkan Ayahnya bernama KH. Mas Achmad Marzoeqi, seorang ahli agama di Jawa Timur pada masanya (sumber : wikipedia.org).

MasMansur
Berdasarkan penyelusuran genealogy, Kiai Haji Mas Mansur masih terhitung sebagai keturunan Sunan Kudus, sebagaimana terlihat pada data berikut ini.

o1. KH. Mas Mansur bin
02. KH. Mas Ahmad Marzuki bin
03. KH. Mas Abdul Hamid bin
04. Kiai Mas Hasan bin
05. Kiai Mas Muhammad bin
06. Kiai Mas Abdullah Mansur bin
07. Kiai Mas Abdul Karim bin
08. Kiai Mas Khatib bin
09. Pangeran Ketandur (Sayyid Ahmad Baidhawi) bin
10. Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) bin
11. Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Latar Belakang Kehidupan KH. Mas Mansur
2. Nasab Silsilah Kiai Muhammad Kholil Bangkalan
3. Silsilah Keluarga Pondok Pesantren Islam At-Tauhid

Catatan :

1. Pada beberapa catatan Silsilah, Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) tercatat sebagai cucu Sunan Kudus bukan anak, yakni Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) bin Sayyid Amir Hasan bin Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq) (sumber : wikipedia.org).

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Kota Palembang !!!
3. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?
4. Silsilah Sunan Kalijaga, dari berbagai jalur Leluhur Dinasti Tuban, Abbasiyah dan Azmatkhan

 

[10 Picture] Perayaan Idul Fitri, Era Kesultanan Ottoman, ratusan tahun yang silam

Inilah beberapa picture (lukisan), suasana Idul Fitri pada era Kesultanan Ottoman, sekitar tahun 1700an sampai awal abad ke 20.

01. Suasana Idul Fitri, di Istanbul sekitar tahun 1700-an

eid1
02. Sultan Mahmud II saat meninggalkan masjid pada sekitar tahun  1800-an.

eid2

03. Suasana Idul Fitri Ottoman Empire 1

eid3
04.  Suasana Idul Fitri Ottoman Empire 2

eid4
05. Perayaan Idul Fitri tahun 1900-an.

eid5
06. Suasana Idul Fitri Ottoman Empire 3

eid6
07. Sultan Selim III berangkat menuju masjid pada tahun 1810.

eid7
08. Suasana Idul Fitri Ottoman Empire 4

eid8
09. Suasana Idul Fitri Ottoman Empire 5

eid9
10. Perayaan di jalan-jalan Istanbul sekitar tahun 1727.

eid10
Sumber :
Ottoman Imperial Archives

Artikel Menarik :
1. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
2. [Misteri] 8.000 Pasukan Mujahidin, yang bisa berjalan di atas air?
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. [Misteri] Rekening Bank milik Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan Potensi Income Tahunan mencapai 50 juta Riyal ?

Masya ALLAH, inilah Jubah Rasulullah, yang masih berbekas tambalannya

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah radhiallahu ‘anha, menyebutkan tentang pekerjaan yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan di rumahnya:

“Beliau mengerjakan apa yang biasa dikerjakan salah seorang kalian di rumahnya. Beliau menambal sandalnya, menambal bajunya, dan menjahitnya. ” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 540)

“Beliau manusia biasa. Beliau menambal pakaiannya dan memeras susu kambingnya”. (HR.Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 541)

Dan salah satu jubah beliau, masih bisa kita lihat pada sat ini, dan apabila kita perhatikan masih berbekas tambalan pada bajunya.

jubah1a
Inilah kesederhanaan hidup Rasulullah. Tanpa harus “Jaim”, sebagai pemimpin bangsa Arab ketika itu, beliau berupaya untuk semaksimal mungkin, memanfaatkan barang yang ia miliki.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan :

1. Apa yang terlihat didalam foto (picture) di atas, kemungkinan adalah replika dari Jubah Rasulullah. Hal ini dikarenakan untuk Jubah yang asli, tentu tidak bisa sembarangan dipegang dan diperlihatkan secara terbuka, demi keamanan agar tidak menjadi rusak, mengingat usianya yang sudah ribuan tahun.

2. Picture Jubah asli Nabi Muhammad

jubah1b

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
2. [Masya ALLAH] Kisah Ibnu Umar radhiallahu’anhu, Penakluk Singa yang Ahli Sedekah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. [Misteri] Rekening Bank milik Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan Potensi Income Tahunan mencapai 50 juta Riyal ?

 

Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam : Zuriat Sunan Giri, Raden Fattah, Sunan Ampel, Raden Kusen, Sunan Panjunan dan Haji Abdullah Iman Cirebon ?

Melalui penyelusuran beberapa sumber, diantaranya catatan Tuan Guru Jalaluddin bil Faqih (ulama yang hidup pada masa Sultan Muhammad Mansur, periode pemerintahan 1706 – 1714 ), penelitian KH. Agus Sunyoto (sejarawan Indonesia), Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang, Tarsilah Kerajaan Brunei Darussalam, Silsilah Keluarga Keluarga Raden Abdul Rahmat bin Raden Muhamad Bahaudin dan banyak lagi lainnya.

sultan1
Diperoleh data Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam, sebagaimana tergambar di dalam skema genealogy berikut ini…

kekerabatanpalembang2aPembahasan tentang berbagai versi silsilah Kesultanan Palembang Darussalam, silahkan membaca artikel ini

Catatan :

1. Maulana Ali Mahmud Nuruddin Wirakusuma, pada data silsilah di beberapa situs genealogy, di-identifikasikan sebagai Maulana Fahrullah Sunan Ali Kesuma Dero (Sunan Prapen).

Selain itu, ada juga yang beranggapan Maulana Ali Mahmud Nuruddin, indentik dengan Pangeran Kedhanyang, tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam di Kadipaten Sengguruh (Malang).

Maulana Fahrullah Sunan Ali Kesuma Dero (Sunan Prapen) dan Pangeran Kedhanyang, merupakan putera dari Maulana Ali Muhammad Ainul Yaqin Sahibul Qairi, atau Sunan Ali Sumodiro, atau Sunan Dalam Ali Zainal Abidin, atau Sunan Dalem, atau Sunan Giri II.

Dimana Sunan Dalem (Sunan Giri II) merupakan putera dari Maulana Muhammad Ainul Yaqin, atau Raden Paku, atau Prabu Satmata, atau Sultan Abdul Faqih, atau Joko Samudro, atau Sunan Giri.

2. Dalam Tarsilah Brunei dan catatan Tuan Guru Jalaluddin bil Faqih, Maulana Ali Mahmud Nuruddin Wirakusuma di-identifikasikan bukan sebagai cucu, melainkan putera Maulana Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri).

Tokoh ini dalam Tarsilah Brunei, bernama Sunan Dalam Ali Zainal Abidin, sementara pada catatan Tuan Guru Jalaluddin bil Faqih, Maulana Ali Mahmud Nuruddin Wirakusuma tercatat memiliki putera bernama Maulana Abdullah (Pangeran Adipati Sumedang Negara).

3. Di dalam catatan Tok Syeikh (Malaysia), Ki Gede ing Suro memiliki nama Raden Mohamad Yunus, yang merupakan putera dari Raden Husein (Raden Kusen, sumber). Hal ini berbeda dengan pendapat KH. Agus Sunyoto yang mengatakan Ki Gede ing Suro adalah cucu Raden Kusen, melalui puteranya bernama Pangeran Surodirejo.

Ada kemungkinan yang dimaksud Raden Mohammad Yunus ini adalah ayahanda dari Ki Gede ing Suro (Tuo), yang bernama Pangeran Sido ing Lautan (Pangeran Surodirejo bin Raden Kusen), yang hidup di masa Adipati Karang Widara (keturunan Demang Lebar Daun, penguasa Palembang 1486-1546).

Pangeran Sido ing Lautan, diceritakan memimpin armada Palembang, ketika menyerang Portugis di Selat Malaka, pada tahun 1512.

Dalam catatan silsilah Palembang, melalui isterinya anak Kiai Geding Maluku, Pangeran Sido ing Lautan memiliki beberapa keturunan yaitu :

1). Nyai Gedih Pinatih
2). Kiai Geding Suro Tuo
3). Sangaji Kidul
4). Nyai Gedih Karang Tengah
5). Kiai Arya Kebon Jadi
6). Nyai Gedih Ilir yang bersuami Kiai Geding Ilir (Ki Mas Ilir)

4. Nyai Wilis, merupakan anak dari Raden Mahmud Pangeran Sapanjang bin Raden Ali Rahmat (Sunan Ampel), sedangkan ibunya bernama Nyimas Ayu Waruju binti Arya Tepasana (Raja Lumajang).

Pernikahan Nyai Wilis dengan Raden Kusen Adipati Terung, menurunkan 2 anak yaitu : Pengeran Aria Terung (Adipati Sengguruh) dan Pangeran Aria Balitar (Adipati Blitar).

5. Ki Mas Ilir (Pangeran Wirakusuma Cirebon), dalam sejarah Cirebon indentik dengan Ki Gedeng Carbon Girang. Berdasarkan tulisan KH. Agus Sunyoto, Pangeran Wirakusuma dikenal sebagai pemimpin 1.000 prajurit tambahan dari Caruban, untuk membantu Fadhillah, saat merebut pelabuhan Kalapa.

Ki Mas Ilir, memiliki putera bernama Ki Mas Anom Adipati ing Suro yang kemudian dikenal dengan nama Ki Gede ing Suro Mudo. Ki Gedeng Suro Mudo diangkat menjadi penguasa Kerajaan Palembang, menggantikan Ki Gedeng Suro (Tuo), dan ia memerintah antara tahun 1546-1575.

6. Berdasarkan Buku 101 Ulama Sumetera Selatan Riwayat Hidup dan Perjuangannya, tulisan Kemas H.Andi Syarifuddin.S.Ag dan H.Hendra Zainuddin.M.PdI, pernikahan Susuhunan Abdurrahman dengan Ratu Agung binti Ki Mas Martayuda memperoleh 8 putera-puteri, yaitu:
1. Pangeran Adipati
2. Sultan Muhammad Mansur
3. Raden Ayu Dipa Kesuma
4. Pangeran Tumenggung
5. Raden Ayu Adiningrat
6. Raden Ayu Ditakusuma
7. Raden Kusuma Barata
8. Sultan Agung Komaruddin Sri Truno

Dan dari isteri-isteri yang lain, Susuhunan Abdurrahman (Sunan Candi Walang), memiliki 25 anak, yaitu:
01. Panembahan Surya Dilaga
02. Pangeran Surya Wikrama Subakti
03. Pangeran Cakra Kesuma Raden Nusantara
04. Raden Wira Natara
05. Raden Suwila
06. Raden Kapiten
07. Raden Kuripan
08. Pangeran Sukarta
09. Masayu Astra Wijaya
10. Masayu Suro WIjaya
11. Masayu Suta Kesuma
12. Masayu Wayati
13. Masayu Irawati
14. Masayu Janaka
15. Masayu Ubat
16. Pangeran Adi Kesuma
17. Pangeran Adi Wijaya
18. Raden Ayu Purba Negara
19. Pangeran Cakra Wijaya
20. Pangeran Dita Kesuma Raden Kumbang
21. Pangeran Dipa
22. Pangeran Suta Kesuma
23. Pangeran Mentaram
24. Raden Ayu Adi Kesuma
25. Raden Ayu Adi Wijaya.

7. Berkenaan dengan sosok Ki Gedeng Karang Panjang (Karang Tengah), yang di dalam riwayatnya sebelum pindah ke Palembang bernama Tumenggung Mantik dari negeri Barawa.

Kemungkinan sosok yang dimaksud adalah Pangeran Aria Jeding, yang pernah menjabat Adipati Rawa (Tulungagung). Pangeran Aria Jeding merupakan putera Pangeran Aria Terung (Adipati Sengguruh), sedangkan Pangeran Aria Terung sendiri anak dari Raden Kusen (Adipati Terung) (sumber : sejarah poesponegoro).

Perpindahan keluarga Pangeran Aria Jeding ke Palembang, dikarenakan terjadinya kekacauan selepas wafat ayahandanya Pangeran Aria Terung. Keluarga besar Pangeran Aria Jeding berpencar ke segala arah, saat terjadi serangan mendadak dari Kadipaten Srengat dan Panjer.

8. Ada yang meyakini, jalur Nasab Kesultanan Palembang Darussalam, bukan berasal dari Giri Kedaton melainkan berawal dari Keluarga Sunan Panjunan Cirebon.

Hal ini didasarkan kepada tokoh-tokoh yang terdapat di dalam Silsilah Palembang, yang menghubungkan  kekerabatan Penguasa Cirebon dengan Sumedang, dimana hal tersebut hanya terdapat dalam keluarga ini.

Selain itu, beberapa Silsilah Palembang terdapat versi, yang menyatakan Giri Kedaton merupakan jalur wanita (mirza) dalam Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam, dan bukan jalur pria (Nasab).

Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat pada skema silsilah berikut ini :

silpalembang3Pada skema silsilah keturunan Syekh Datuk Kahfi (Giri Amparan Jati), terlihat hubungan kekerabatan antara keluarga Kesultanan Palembang Darussalam, Jambi, Brunei, Banten, Sumedang dan Jayakarta :

tubagusangke2Berdasarkan skema silsilah diatas, diperoleh silsilah berikut :

Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Iman bin Maulana Muhammad Ali Seda ing Pasarean bin Maulana Fadlullah Pangeran Manco Negoro bin Maulana Nuruddin Cirebon bin Maulana Muhammad Pangeran Arya Cirebon bin Maulana Abdurrahman Pangeran Panjunan Cirebon bin Maulana Datuk Kahfi Giri Amparan Jati Cirebon…

Referensi :
1. geni.com
2. pustaka.islamnet.web.id
3. Salasilah Keluarga Kitani
4. Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam
5. [Misteri] Pangeran Cerbon, Leluhur Kesultanan Palembang Darussalam ?
6. Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”
7. Nasab Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam 3 versi silsilah : Gresik, Sumedang dan Cirebon?
8. Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang, Brunei, Jambi, Cirebon dan Giri Kedaton
9. Misteri Ki Ageng Gribig, Leluhur Kyai Haji Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
2. Bukti 21,5% Penduduk Dunia, adalah keturunan Sundaland (Nusantara) ?
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. [Misteri] Rekening Bank milik Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan Potensi Income Tahunan mencapai 50 juta Riyal ?

Masya ALLAH… Keajaiban Makan Tiga Jari Cara Rasulullah

Banyak yang beranggapan makan dengan menggunakan jari tangan, adalah tradisi yang aneh dan primitif.

Padahal cara makan tersebut, sangat bermanfaat bagi kesehatan dan merupakan sunnah Rasulullah, sebagaimana hadits :

Dari Ka’ab bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam makan dengan tiga jari, dan beliau menjilatinya sebelum mencuci tangannya.” (HR. Muslim no. 2032)

makan1a
Manfaat Makan Cara Rasulullah

Berdasarkan penelitian ilmiah, ada beberapa manfaat makan dengan menggunakan jari tangan, yaitu :

1. Dapat Mencegah Diabetes Tipe 2

Sebagaimana dipahami, orang-orang yang makan dengan cepat akan beresiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Dan apabila anda menggunakan garpu dan pisau maka anda makan lebih cepat daripada makan dengan tangan anda.

2. Meningkatkan Kinerja Sistem Pencernaan

Makan dengan jari-jari tangan dapat meningkatkan kinerja sistem pencernaan karena ketika anda mencuci tangan dengan sabun, semua bakteri jahat dibasmi sedangkan bakteri baik tetap ada di tangan anda, yang tentunya bisa berdampak positif untuk usus anda.

3. Mencegah Makan Terlalu Banyak

Orang-orang yang makan dengan tangan, relatif memiliki berat badan yang lebih seimbang karena mereka tidak makan terlalu banyak. Cara makan seperti ini dianggap sebagai cara paling aman untuk mempertahankan berat badan normal.

Selain ketiga manfaat di atas, dalam sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Dr Charles Gerba dari University of Arizona dikatakan bahwa kita tidak mungkin menghalangi kuman dan bakteri untuk masuk ke dalam lingkungan kita. Namun kita bisa mencegah kuman dengan cara mencuci tangan setiap sebelum dan selesai melakukan aktivitas.

Makan dengan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan. Karena dalam tangan, terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri, sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh.

Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya proses penyuapan, maka makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri agar aktivitasnya tidak maksimal.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Hadits makan tiga jari
2. Barat tercengang, makan menggunakan tangan ala Rasulullah terbukti lebih sehat daripada menggunakan sendok dan garpu

Artikel Misteri Religi
1. Misteri Bentuk Angka, Penemuan Ilmuan Muslim Awal Abad ke-9 M ?
2. Rahasia Minuman Kesukaan Rasulullah, dan Khasiatnya bagi kesehatan tubuh
3. Manfaat Sujud, menurut Pakar Kesehatan Prof. Hembing, Prof. H.A Saboe dan Dr. Fidelma O’ Leary
4. [Misteri] Rekening Bank milik Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan Potensi Income Tahunan mencapai 50 juta Riyal ?

[Analisa] Foto HOAX makan siang di Masjidil Haram pada bulan Ramadhan ?

Baru-baru ini media sosial dibuat heboh dengan beredarnya foto sebagian jamaah di Mekkah yang makan siang di bulan Ramadhan.

Isi pesannya adalah : “Siang hari Ramadan di Pelataran Masjid al-harom, beberapa jamaah dan pekerja terlihat bebas menyantap makanan dan warung tetap saja buka melayani pelanggan tanpa khawatir terjadi sweeping .”

makansiang2
Analisa Foto Makan Siang di Bulan Ramadhan

Beredarnya foto yang cukup meresahkan umat muslim ini, mendapat tanggapan Gunawan Subekti, salah seorang Warga Negara Indonesia yang saat ini berdomisili di Riyadh, Arab Saudi.

Menurut Gunawan foto tersebut kemungkinan adalah orang-orang yang sedang safar dan melakukan perjalanan umroh.

Ada sebagian jamaah umrah yang berbuka, karena memang di bolehkan jika dalam keadaan safar untuk membatalkan puasa terlebih dalam keadaan berat (puasa 15 jam di bawah suhu 48c, sumber : serambiminang.com).

Bukti lain bahwa foto makan siang tersebut, tidak terjadi di Masjidil Haram, dapat diperhatikan kepada orang-orang yang lalu lalang, dan ternyata masih mengenakan alas kaki (sepatu).

Padahal mengenakan alas kaki di dalam Masjid adalah perbuatan yang dilarang, apalagi di dalam Masjidil Haram.

makansiang1
Seorang muslim Indonesia yang sedang berada di Masjidil Haram, bahkan dengan tegas mengatakan di Bulan Ramadhan, tidak ada warung buka dan melayani pelanggan. Di Mekah, warung makan buka setelah Maghrib atau Isya (sumber : bersamadakwah.net).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
2.
3. [Analisa Foto] Misteri Penampakan Batman di Istana Presiden ?
4. [Analisa Foto] Makhluk Raksasa dari Situs Gunung Padang, terbukti Berita HOAX ?