Category Archives: kanzunQALAM

Jalan Kaki itu Berpahala dan Sehat ?

Mengapa di daerah Perkotaan Indonesia sering terjadi kemacetan ?
Jawabannya karena jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan yang disediakan.

Mengapa di Indonesia banyak kendaraan ?
Jawaban karena orang Indonesia, merupakan penduduk yang paling malas berjalan kaki di dunia.

Padahal Rasulullah sangat menganjurkan berjalan kaki, bahkan kita bisa memperoleh ganjaran pahala sedekah, sebagaimana sabdanya :

وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ

“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.”
(HR. Muslim no. 2382)

Jalan Kaki solusi Kemacetan dan manfaatnya bagi kesehatan

Di negara-negara yang penduduknya aktif berjalan kaki, tingkat kemacetan lalu lintas cenderung lebih rendah daripada negara dengan penduduk yang malas berjalan kaki.

Aktivitas berjalan kaki sesungguhnya dapat menjadi solusi yang murah untuk mengurangi kemacetan di Indonesia. Pihak Pemerintah tidak perlu menyediakan anggaran yang besar untuk memperlebar jalan-jalan di perkotaan. Dana yang ada akan lebih bijak jika diperuntukkan bagi kampanye aktifitas berjalan kaki serta memperbanyak penyediaan fasilitas penunjang bagi pejalan kaki.

Selain itu, aktivitas berjalan kaki juga memiliki manfaat bagi kesehatan, diantaranya adalah :

1. Baik untuk kesehatan jantung
Menurut sebuah studi, jalan kaki selama 30 menit diduga bisa menurunkan kemungkinan seorang wanita mengalami masalah jantung sekitar 40 persen.

Hal ini karena jalan kaki dapat meningkatkan denyut jantung, meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh, dan memperkuat jantung.

2. Mencegah diabetes tipe 2
Selain penyakit jantung, diabetes tipe 2 juga bisa dicegah dengan berjalan kaki setidaknya selama 30 menit dalam sehari. Dengan melakukan jalan kaki, Anda telah memicu otot untuk bekerja lebih sehingga kemampuan untuk menyerap glukosa meningkat.

3. Menurunkan berat badan
Dengan berjalan cepat selama 30 menit dalam sehari Anda bisa membakar setidaknya 150 kalori per hari. Semakin cepat langkah kaki Anda, semakin banyak kalori yang dibakar.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Kurang olahraga bisa membuat tubuh Anda mudah terkena penyakit. Cobalah untuk sempatkan diri melakukan jalan kaki setidaknya selama 30 menit. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh akan meningkat dan melawan infeksi.

5. Mencegah osteoporosis
Osteoporosis disebabkan oleh adanya penipisan tulang sehingga tulang menjadi keropos, dan rentan patah karena rapuh. Dengan melakukan olahraga berjalan kaki, Anda dapat membangun dan mempertahankan kesehatan tulang Anda.

Referensi :
1. stanford.edu
2. countries by steps
3. Keutamaan Melangkahkan Kaki ke Masjid
4. Jangan Takut Lelah, Ada Banyak Manfaat Jalan Kaki
5.
Hong Kong people walk more steps per day than anyone else, says Stanford study

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik  
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Keajaiban dari Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?3. [Misteri] Sabdo Palon, Tokoh Mistis Rekayasa Belanda ?
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?

Iklan

Silsilah Mbah Kasan Sadali, Penyebar Islam di Rejenu Kudus

Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily (Mbah Kasan Sadali) merupakan salah satu murid Sunan Muria (Syaikh Maulana Umar Sa’id), yang berasal dari negeri seberang, berkelana hingga ke tanah Jawa selepas menuntut ilmu Tasawwuf di Negeri Baghdad, Iraq.

Di kemudian hari, Kanjeng Sunan Muria meminta kepada Syaikh Maulana Hasan Asy-Asyadzily untuk pergi ke sebelah utara, tepatnya di daerah Rejenu. Di wilayah ini Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily mendirikan padepokan untuk mempelajari ilmu keislaman bagi masyarakat setempat.

Nasab Silsilah Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily

Berdasarkan sanad silsilah yang terdapat di dalam Kanzul Wasilah wa Sanads Silsilah  Bani Maulana  Al daly Asy-Syadzily Langkat di Pulau Sembilan (Langkat, Sumatera Utara), berikut adalah sanad silsilah daripada Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily yang dipusarakan di Pertapan Alas Rejenu, Kudus, antara lain sebagai berikut :

(01). Syaikh Maulana Hasan Ali Nuruddin Asy-Syadzily Al Jawi
(02). Syaikh Maulana Muhammad Shalih Asy-Syadzily Al Bantani
(03). Syaikh Maulana Malik Abdurrahman Asy-Syadzily Al Malaka

(04). Syaikh Maulana Malik Abdullah Asy-Syadzily Waliyul Qutubuddin Al Jawi

(05). Syaikh Maulana Asy-Syarif Malik Ahmad Asy-Syadzily Al Jawi
(06). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abdul Malik Asy-Syadzily

(07). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abu Ahmad Awwaluddin Asy-Syadzily Al Quds

(08). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abu Hasan Ali Nurruddin Asy-Syadzily
(09). Syaikhuna Maulana Al Quthub Asy-Syarif Abu Hasan Ali Asy-Syadzily
(10). Maulana Asy-Syarif Abu Abdullah Al Maghribi Al Aqsha

(11). Maulana Asy-Syarif Abdul Jabar
(12). Maulana Asy-Syarif Abu Thamiim
(13). Maulana Asy-Syarif Abu Hurmuz

(14). Maulana Asy-Syarif Abu Qushaiy
(15). Maulana Asy-Syarif Abu Yusuf
(16). Maulana Asy-Syarif Abu Yushaqq

(17). Maulana Asy-Syarif Abu Wardha
(18). Maulana Asy-Syarif Abu Batthal
(19). Maulana Asy-Syarif Abu Ali

(20). Maulana Asy-Syarif Abu Ahmad
(21). Maulana Asy-Syarif Abu Muhammad

(22). Maulana Asy-Syarif Abu Issa
(23). Maulana Asy-Syarif Abu Idhris
(24). Maulana Asy-Syarif Abu Umar

(25). Maulana Asy-Syarif Abu Idhris
(26). Maulana Asy-Syarif Abu Abdullah
(27). Asy-Syarif Hasan Al Mutsanna Radhiyallahu ‘anhu

(28). Sayyiduna Asy-Syarif Hasan As-Sabti Radhiyallahu ‘anhu

(29). Sayyidina Ali Al Haidar bin Abi Thalib Karamallahu wajhah

Sumber :
1. Rabithah Syaikh Maulana Daly Asy-Syadzily
2. Mudzakarah Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily Rejenu Al Jawi

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantra :

1. [Misteri] Penduduk Jawa berasal dari Sumatera ?
2. [Misteri] Benarkah Masyarakat Nusantara adalah Zuriat Rasulullah ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. Hikayat Nakhoda Khalifah, Pelopor Kesultanan Islam di Negeri Sriwijaya ?

Inilah Salinan Dokumen : Perppu No. 2/2017 tentang Perubahan UU No. 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Sumber : setneg.go.id

[Misteri] Pangeran Santapura, Penyebar Islam pada abad ke-8 Masehi di Tanah Jawa ?

Pangeran Santapura adalah putera dari Prabu Lembu Agung, yang merupakan Raja Sumedang di tahun 778 M. Ibundanya bernama Nyai Banon Pujasari, yang merupakan puteri dari Hidayat dan Sari Fatimah.

Dari ciri nama keluarga Nyai Banon Pujasari, menunjukkan bahwa mereka berasal dari keluarga muslim, yang telah bertempat tinggal di tanah Jawa pada abad ke-2 Hijriyah (sumber : hsumedangtandang.com).

Misteri Pangeran Santapura

Dalam situs sumedang online, diceritakan setelah Prabu Lembu Agung (Jayabrata) turun tahta, Pangeran Santapura tinggal di padepokan Lemah Sagandu Cipaku.

Disanalah Sang Pangeran bersama kerabat mendapat pengajaran ilmu keagamaan dan ilmu Kadarmarajaan. Sepertinya Prabu Lembu Agung sengaja mempersiapkan Pangeran Santapura untuk mensyiarkan Agama Tauhid di tanah Jawa (sumber : sumedangonline.com).

Keberadaan sosok Pangeran Santapura bisa dibuktikan dengan adanya situs arkeologi di wilayah Jatigede Kabupaten Sumedang, yang didalamnya terdapat makam kuno yang dipercaya sebagai makamnya Pangeran Santapura (sumber : cipaku darmaraja blog).

Kehadiran Penyebar Islam di Tanah Jawa di masa abad ke-8 Masehi, semakin memberi keyakinan kepada kita, bahwa Islam di Nusantara telah ada sejak era para sahabat Rasulullah (sumber : ).

Dan pemeluk Islam bukan hanya berasal dari kalangan pedagangan asing, melainkan juga sudah dianut rakyat pribumi biasa, bahkan sudah menyebar di kalangan keluarga kerajaan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
2. Hikayat Nakhoda Khalifah, Pelopor Kesultanan Islam di Negeri Sriwijaya ?
3. Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

[Misteri] Invasi Dinasti Mongol Yuan, atas Negeri Palembang tahun 1287 Masehi ?

Pada sekitar tahun 1287 Masehi, terjadi peralihan kekuasaan di Negeri Palembang, yakni dari Demang Lebar Daun kepada Sang Suparba. Peristiwa peralihan kekuasaan ini, diceritakan secara tersirat di dalam Sejarah Melayu.

Meskipun peralihan kekuasaan ini berlangsung damai, namun berakibat penduduk negeri Palembang banyak yang hijrah keluar daerah. Hal ini digambarkan dalam Sejarah Melayu, saat Sang Suparba tiba di Bukit Siguntang, wilayah tersebut dalam keadaan sepi (sunyi).

[Teori] Invasi Dinasti Yuan (Mongol) di Palembang

Berdasarkan kisah dalam Sejarah Melayu, Sang Suparba berasal dari Amdan Negara. Di masa kakek buyut Sang Suparba, yakni Raja Sulan, wilayah Amdan Negara mencakup daerah Hindi dan Sindi (sekitar Sungai Indus). Dari keterangan Sejarah Melayu ini, bisa diambil kesimpulan Amdan Negara berada di India sebelah utara.

Pada kisaran tahun 1287 Masehi, wilayah India Utara berada dalam situasi perang terkait perluasan kekuasaan Kekaisaran Mongol Dinasti Yuan. Klan yang berkuasa pada masa itu adalah Chagatai Khanate, dibawah kepemimpinan Duwa Khan (Khan Chagatai Khanate, 1282–1307). (sumber : wikipedia.org, duwa khan dan barmazid.com).

Diperkirakan Sang Suparba (Sapurba) meninggalkan Benua Hindi atas dukungan dari Clan Chagatai Khanate, tujuan kepergiannya adalah untuk mengamankan rute perdagangan Internasional “Jalur Sutra Laut”. Sang Suparba bersama armada pasukannya langsung menuju Palembang, yang merupakan bandar pelabuhan yang ramai pada masa itu.

Berita akan datangnya Armada Sang Suparba, membuat masyarakat Negeri Palembang was-was, sebagian dari mereka mempersiapkan diri untuk berperang, sebagian lagi hijrah untuk sementara keluar daerah.

Situasi genting ini akhirnya cair, setelah Demang Lebar Daun yang ketika itu menjadi penguasa Palembang menawarkan jalan damai dalam upaya menghindari pertumpahan darah. Sang Suparba diperkenankan untuk menjalankan tugasnya mengamankan jalur sutra laut, namun ia juga berkewajiban melindungi Palembang dari ancaman pihak luar.

Ikatan kerjasama antara Demang Lebar Daun dan Duta Negeri Mongol ini semakin kuat, ketika salah seorang puteri Demang Lebar Daun, yang bernama Puteri Wan Sendari menjadi isteri Sang Suparba. Bahkan Sang Suparba kemudian diangkat menjadi Penguasa Palembang, mengantikan kedudukan sang mertua.

Pengaruh kekuasaan Dinasti Yuan di negeri Palembang, bisa terlihat ketika salah seorang putri angkat Sang Suparba yang bernama puteri Junjung Buih menikah dengan kerabat Raja Cina (Dinasti Mongol Yuan), yang kelak dikemudian hari diangkat menjadi Penguasa Palembang menggantikan Sang Suparba.

Selain itu salah seorang putri Sang Suparba, yang bernama Puteri Seri Dewi tercatat menjadi isteri Raja Cina (Dinasti Mongol Yuan), yang dikemudian hari anak cucu dari sang puteri palembang ini menjadi penguasa di negeri Cina (sumber : ).

Berdasarkan genealogy, Sang Suparba adalah anak dari Raja Suran yang nasabnya sampai kepada Raja Nusirwan Adil (King Anushirvan “The Just” of Persia, Dinasti Sassanid, 531-578). Sementara ibu Sang Suparba, adalah puteri Dara Segangga dari negeri Gangga Nagara (Gangaikonda Cholapuram atau Kerajaan Chola) (sumber : ).

Sang Sapurba terpilih memimpin misi Dinati Yuan di Palembang, karena secara susur galur, Sang Sapurba memiliki hak waris atas negeri Palembang, melalui jalur ibunda-nya. Penguasa dan kerabat Kerajaan Chola, berdasarkan garis silsilah adalah keturunan dari Raja Sriwijaya Bukit Siguntang yang bernama Maharaja Diwakara atau dalam Sejarah Chola dikenal sebagai  Kulothunga Chola I (Raja Sriwijaya dan Chola, 1067-1118) (sumber : ).

Referensi :
Sejarah Melayu, menurut terbitan Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi

Catatan Penambahan :

1. Pemilihan Pelabuhan Kukang (Palembang) sebagai tempat pelarian Chen Tsu Ji bersama ribuan pengikutnya pada sekitar akhir abad ke-14 Masehi, bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan wilayah Palembang, merupakan sekutu dari Dinasti Yuan pada masa itu.

Penyerangan Armada Dinasti Ming di Palembang tahun 1407, bukan hanya untuk menjinakkan “Bajak Laut”, tetapi juga untuk menghancurkan kekuatan Dinati Yuan yang bermarkas di perairan sungai musi (sumber : ).

2. Pada masa akhir abad ke-13 Masehi, Islam sudah tersebar luas di daerah Sindi, Persia dan Hindi Utara. Kemungkinan besar Sang Sapurba adalah seorang Muslim (sumber : ).

3. Sejarawan Melayu ada yang mengidentifikasikan Gangga Nagara sebagai Negeri Perak (Semenanjung).

4. Wilayah Amdan Negara, yang pada era Raja Sulan menguasai daerah Sindi dan Hindi, masih belum diketahui secara pasti lokasinya. Ada kemungkinan Amdan Negara adalah bagian dari Kesultanan Delhi dibawah Dinasti Mamluk.

Dan identifikasi Raja Sulan kemungkinan adalah Shams ud-Din Iltutmish (Sultan Delhi, 1211 – 1236) (sumber : wikipedia.org).

Dari data silsilah diatas, Raja Suran (ayahanda Sang Suparba) kemungkinan adalah Sultan Nasir ud din Firuz Shah (Sultan Delhi, 1246-1266). Namun di dalam Sejarah Melayu, Raja Suran adalah cucu dari Raja Sulan, melalui puteri Raja Sulan.


Dalam catatan sejarah, pada tahun 1266 M terjadi peralihan kekuasaan dalam Dinasti Mamluk, dimana Keluarga Balban mulai berkuasa, menggantikan Keluarga Iltutmish.

Perubahan kekuasaan dalam Dinasti Mamluk ini, bisa menjadi alasan logis, jika sebagian Keluarga Iltutmish kemudian berpihak kepada Chagatai Khanate Dinati Yuan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1.  2. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
3. [Misteri] Radin Galuh Chandra Kirana, pewaris Majapahit yang tersingkir ?
4. [Misteri] 5 Bukti Pernikahan Sedarah di Kerajaan Galuh abad ke-7 Masehi, adalah Kisah Fiksi ?

[Misteri] 5 Bukti Pernikahan Sedarah di Kerajaan Galuh abad ke-7 Masehi, adalah Kisah Fiksi ?

Dalam beberapa literatur dikatakan, Sena (Raja Galuh, 709-716), menikah dengan saudara tiri-nya bernama Sannaha.

Dari Pernikahan Manu (Sedarah) ini menghasilkan seorang putera bernama Sanjaya, yang merupakan Pendiri Wangsa Sanjaya dan menjadi Raja Sunda Galuh, pada masa 723-732 (sumber : Kerajaan Galuh).

Kisah Pernikahan Manu Kerajaan Galuh

Kisah Pernikahan Manu ini bermula dari Perselingkuhan puteri Pohati Rababu, dengan saudara iparnya Mandiminyak, yang membuahkan seorang putera bernama Sena (Sanna).  Dimana Mandiminyak adalah adik dari suami puteri Pohati Rababu, yang bernama Sempakwaja.

Akibat peristiwa memalukan ini, Mandiminyak kemudian disingkirkan dari tahta Galuh, dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati anak dari Ratu Sima Kerajaan Kalingga. (sumber : wong wedoknusantara blog dan kebuyutan blog).

Dari perkawinan dengan Parwati ini, Mandiminyak memiliki puteri bernama Sannaha. Dan dengan tujuan untuk mempersatukan kekuatan Kalingga dan Galuh, setelah dewasa Sannaha dinikahkan dengan saudara tirinya Sena (Sanna) (sumber : wacana.co).

Keanehan Kisah Kerajaan Galuh

Dari cerita ini, nampak sekali merupakan kisah yang direkayasa dan tidak selaras dengan kronologis sejarah. Setidaknya ada 5 keanehan dalam kisah tersebut :

(1). Dikatakan Mandiminyak disingkirkan dari istana, pada kenyataannya berdasarkan sejarah Kerajaan Galuh, Mandiminyak menjadi Penguasa Galuh selama 7 tahun yaitu dalam periode 702-709.

(2). Jika Mandiminyak disingkirkan dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati, artinya pernikahan tersebut terjadi setelah tahun 709, artinya tahun kelahiran puterinya Sannaha otomatis setelah tahun 709.

Sementara catatan sejarah mengungkapkan di tahun 723, putera Sannaha yang bernama Sanjaya sudah menjadi Raja Sunda Galuh. Bagaimana mungkin seseorang yang belum berusia 14 tahun, bisa punya anak yang telah jadi Raja ?

(3). Ibunda puteri Parwati, Ratu Sima adalah penguasa Kalingga yang terkenal sangat ketat dan taat kepada hukum. Sangat ganjil jika kemudian ia mengizinkan cucunya Sannaha menikah diluar kewajaran, dengan melanggar aturan kesusilaan.

(4). Keanehan lainnya setelah Mandiminyak disingkirkan dari Istana, justru anaknya Sena yang katanya hasil perselingkuhan, diangkat menjadi penguasa berikutnya.

(5). Alasan pernikahan Sena (Sanna) dan Sannaha yang katanya bisa mempersatukan kekuatan Galuh dan Kalingga, ternyata tidak terbukti. Dimana Sena disingkirkan oleh saudaranya bernama Purbasora, padahal Purbasora sendiri lebih banyak mengurusi padepokan ayahnya, yang menjadi resiguru di Galunggung.

Ke-5 keanehan ini, memberi kita keyakinan, bahwa kisah Perkawinan Manu di Kerajaan Galuh hanyalah cerita fiksi yang bersifat politis, dalam situasi perebutan pengaruh di Kraton Sunda Galuh.

Catatan Penambahan :

1. Peristiwa Pernikahan Manu, kemungkinan besar tidak pernah terjadi. Dikarenakan Sena dan Sannaha bukan saudara satu ayah, melainkan saudara sepupu. Dimana Mandiminyak (ayahanda puteri Sannaha), merupakan saudara dari Sempakwaja (ayahanda Sena).


Sena lebih diprioritaskan menjadi penguasa Galuh, menggantikan pamannya Mandiminyak dikarenakan :
(a). Sena adalah putera dari Sempakwaja, yang harus kehilangan hak atas tahta Galuh akibat cacat badan yang dideritanya.
(b). Sena lebih banyak berinteraksi dengan ketatanegaraan, dan berbeda dengan saudaranya Purbasora yang lebih fokus mengurus Padepokan.

2. Dalam versi yang lain, Sena (Bratasenawa) dan Sannaha (Sanaha), adalah saudara sepupu dari sebelah keluarga Kalingga. Dimana Sena adalah putera Mandiminyak dan Parwati (Purwati), sementara Sannaha adalah puteri dari saudara laki-laki Parwati (sumber : siwisang blog).

3. Diperkirakan Pernikahan antara Sena dengan Sannaha terjadi pada sekitar tahun 682 Masehi, dan setahun kemudian yakni tahun 683 Masehi Sanjaya dilahirkan. Informasi ini semakin menunjukkan kisah disingkirkannya Mandiminyak di tahun 709 M, dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati adalah cerita dongeng semata.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Majapahit :

1. [Misteri] Penduduk Jawa berasal dari Sumatera ?
2. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
3. 
4. [Misteri] Raja Jawa yang bergelar “Sultan Abdullah Muhammad Maulana Jawi Matarami” ?

jangan mencari musibah, dan carilah takdir terbaik bagimu

Ada dua kisah menarik, yang berkaitan dengan cara kita dalam memahami takdir ALLAH

(1). Jangan Menguji ALLAH

Imam Abul Faraj Ibnul Jauzy (508-597), di Kitab Al Adzkiyaa’  meriwayatkan bahwa Iblis pernah datang menemui Nabiyyullah ‘Isa ‘Alaihissalam.

Berkatalah Iblis, “Hai ‘Isa! Bukankah engkau yakin, bahwa segala yang tak ditakdirkan oleh Allah, tidak akan menimpamu?”

Ya,” jawab Nabi Isa

“Kalau begitu, coba engkau terjun dari atas gunung ini. Kalau Allah menakdirkan selamat, pasti engkau akan selamat”, ujar Iblis lagi.

Dengan tenang, ibnu Maryam ‘Alaihissalam menjawab, “Sesungguhnya Allah berhak menguji para hambaNya. Tapi seorang hamba tidak punya hak sama sekali untuk menguji Allah!” (sumber : salimafillah.com).

(2). Carilah Takdir Yang Terbaik

Diceritakan, sebagai seorang khalifah, Umar bin Khathab pernah berencana melakukan kunjungan ke Suriah. Tiba-tiba terbetik berita bahwa di daerah itu sedang terjadi wabah penyakit menular.

Lalu, Khalifah Umar membatalkan rencana kunjungannya itu.

Para sahabat banyak yang protes atas sikap Umar itu. ”Apakah Tuan hendak lari dari takdir Allah?” tanya mereka.

Jawab Umar, ”Aku lari dari takdir Allah kepada takdir Allah yang lain.”
(sumber : republika.com)

Dua kisah diatas, memberikan pencerahan kepada kita, agar jangan mencari musibah dengan menguji kekuasaan ALLAH. Namun carilah takdir terbaik bagi kita, karena ALLAH telah menciptakan kesempatan baik dan kesempatan buruk, selanjutnya manusia memilih, untuk menetapkan takdirnya sendiri.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1.
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?