Category Archives: sejarah

Benang Merah Kekerabatan 600 tahun, dari Sriwijaya ke Majapahit sampai Palembang Darussalam ?

Dalam catatan sejarah, kejayaan Nusantara dimulai ketika berdirinya Kedatuan Sriwijaya pada sekitar tahun 683 M. Setelah mengalami masa keemasan, pada sekitar tahun 1017 M dan 1025 M, Sriwijaya mendapat serangan dari Kerajaan Chola India.

nasabpalembang
Setelah menghadapi serangan besar-besaran itu. Sriwijaya mengalami kemunduran dan perpecahan. Bukit Siguntang yang merupakan simbol persatuan Sriwijaya, pada akhirnya harus berdiri sendiri dalam satu lingkup kerajaan yang lebih kecil.

Berikut Benang Merah Kekerabatan, dari masa Sriwijaya Bukit Siguntang sekitar tahun 1059 M, sampai kepada era Kesultanan Palembang Darussalam sekitar tahun 1659 M…

palembang19b
Referensi :
1. Silsilah Majapahit
2. Tambo Alam Minangkabau
3. Legenda Bukit Siguntang Palembang
4. Polemik Dyah Lembu Tal Dinasti Majapahit
5. Silsilah Leluhur Jalur Sunda Prabu Siliwangi
6. Silsilah Dinasti Majapahit, menurut Sejarah Melayu ?
7. 
8. 
9. [Misteri] Sri Maharaja Diraja, Raja Muslim Leluhur Masyarakat Minangkabau ?
10. Legenda Segentar Alam, Raja Muslim Sriwijaya dari Bukit Siguntang Palembang ?
11. [Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?

Silsilah Keluarga dan Profil : Anies Rasyid Baswedan, Ph. D.

Anies Rasyid Baswedan, Ph. D, lahir di Kuningan (Jawa Barat), 7 Mei 1969. Ia pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26 dalam Kabinet Kerja (masa menjabat sejak 26 Oktober 2014 sampai 27 Juli 2016).

Anies Baswedan dikenal sebagai seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia. Ia merupakan cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan.

Salah satu aktivitasnya adalah menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar. Ia juga tercatat menjadi rektor termuda di Indonesia pada tahun 2007, saat diangkat sebagai Rektor Universitas Paramadina usianya 38 tahun.

anies11
Silsilah Keluarga Anies Baswedan 

Berikut adalah diagram Silsilah Keluarga Anies Baswedan

aniessilsilah1Keterangan :

1. Kedua orang tua Anies Baswedan, adalah tenaga pengajar (dosen). Ayahandanya Drs. Rasyid Baswedan, S.U. berkerja sebagai Dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Islam Indonesia, sedangkan ibunya Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd, merupakan Guru besar dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Negeri Yogyakarta).

2. Kakek dari Anies, Abdurrahman (AR) Baswedan adalah seorang jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat dan juga sastrawan Indonesia. AR Baswedan pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir.

AR Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia, yang berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

3. Abdurrahman (AR) Baswedan, adalah cucu dari Umar Baswedan, yang dikenal sebagai seorang pedagang yang sukses sekaligus juga ulama yang memiliki hubungan luas.

Umar Baswedan bersama saudaranya Ali Baswedan datang dari Hadramaut Yaman sekitar pertengahan abad ke-19 Masehi. Umar Baswedan kemudian menikah dengan wanita kelahiran Surabaya bernama Noor binti Salim.

4. Dari sebelah ibundanya, Abdurrahman  (AR) Baswedan adalah cucu dari Abdullah Djarhum dari Bangil. Abdullah Djarhum dikenal sebagai pendekar silat, dengan julukan “Macan Bangil”.

Abdullah Djarhum seorang yang ahli memainkan senjata seperti pedang dan tombak, kepiawaiannya dalam ilmu beladiri, tidak hanya dalam aliran silat di tanah Jawa, namun juga berasal dari daerah lain, seperti Makasar, Muntok dan lain-lain.

Sumber :
1. Keluarga Baswedan Indonesia
2. Baswedan Family (facebook.com)
3. Anies Rasyid Baswedan (wikipedia.org)
4. Abdurrahman Baswedan (wikipedia.org)
5. Biografi Anies Baswedan, Intelektual Indonesia Muda
6. Abdul Rahman Baswedan : Karya dan Pengabdiannya

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1.
2. 3.
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

[Misteri] Sri Maharaja Diraja, Raja Muslim Leluhur Masyarakat Minangkabau ?

Berdasarkan Tambo Alam Minangkabau, semasa pemerintahan Datuk Suri Diraja di Nagari Pariangan, datanglah Rusa Emas dari Lautan, rusa itu kemudian dapat dijerat oleh datuk.

Cerita ini sejatinya adalah kiasan dari datangnya seorang raja bermahkota dari Wangsa Syailendra, yang menyingkir ke Gunung Marapi.  Di Pariangan sang bangsawan ini dikawinkan dengan adik Datuk Suri Diraja dan kemudian dirajakan dengan gelar Sri Maharaja Diraja (sumber : Asal Muasal Pagaruyung).

minang1
Sri Maharaja Diraja, cucu Maharaja Sulan Bukit Siguntang Palembang

Dalam Hikayat Palembang, selepas Kedatuan Sriwijaya tepecah akibat serangan Kerajaan Chola tahun 1025 M, muncul Kerajaan Bukit Siguntang di wilayah Palimbang. Penguasa Bukit Siguntang dikenal dengan nama Maharaja Sulan (Raja Segentar Alam).

Maharaja Sulan diperkirakan memerintah pada sekitar tahun 1070an Masehi, dikemudian hari memeluk Islam atas upaya dakwah Puyang Sungai Ogan “Wali Putih”, sang Raja kemudian juga dikenali dengan nama Iskandar Zulqarnain Syah Alam (sumber : Legenda Segentar Alam, Raja Muslim Sriwijaya dari Bukit Siguntang Palembang ? dan [Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?).

Maharaja Sulan memiliki 2 orang anak, bernama Raja Alim dan Raja Mufti. Sepeninggal Maharaja Sulan, putera beliau Raja Alim menggantikannya. Setelah beberapa lama memerintah, Raja Alim wafat, kerabat Istana kemudian mengangkat puteranya Raja Alim II sebagai penguasa.

Pengangkatan Raja Alim II ini mendapat protes dari pamannya Raja Mufti, karena dianggap tanpa melalui kesepakatan dalam musyawarah. Dalam upaya menghindari perang saudara Raja Alim II, bersama para pendukungnya hijrah ke pedalaman.

Keberadaan Raja Alim II inilah kemudian dicatat dalam Tambo Alam Minangkabau, sebagai Bangsawan dari Wangsa Syailendra, yang kemudian menurunkan para penguasa di negeri Minang.

Sri Maharaja Diraja, Leluhur Lareh Suku Piliang

Berdasarkan Ranji Tambo Alam Minangkabau, yang dibuat oleh Drs. Mid Jamal, Sri Maharaja Diraja memerintah Kerajaan Pariangan pada masa 1119-1149. Ia tercatat memiliki 3 orang istri, yaitu : Puti Indo Jelita, Puti Cinto Dunie dan Puti Sidayu.

Dari istrinya Puti Indo Jelito, Sri Maharaja Diraja memiliki putera Sutan Paduko (Datuk Ketumanggungan), yang kelak menurunkan 8 Suku dalam Lareh Suku Piliang (sumber : Tambo Alam Minangkabau).

stempelBerdasarkan Leiden University Library Cod.Or. 1745, hal. ii & iii, ditemukan stempel Datuk Ketumanggungan, yang menggunakan aksara arab-melayu (sumber : stempel minang). Disinyalir Datuk Ketumanggungan dan ayahnya Sri Maharaja Diraja telah beragama Islam, dan hal ini sangat wajar, mengingat kakek mereka Raja Sulan adalah seorang muslim dengan gelar “Iskandar Zulqarnain Syah Alam”.

palembang19b
WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. [Misteri] Harimau Tengkes, Penjaga Ghaib dari Negeri Siak ?
3. Hikayat Perang Candu di Tanah Minang pada abad ke-19 Masehi ?
4. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?

[Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?

Di dalam lampiran buku Perintis Sastera karya Dr. C. Hooykaas, terjemahan Raihoel Amar gl. Datoek Besar. J. B. Wolter, terdapat halaman khusus Prasasti (Naskah) Matari Singa Jaya Himat.

Naskah Matari Singa Jaya Himat, diperkirakan dibuat pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya, sampai menjelang era Kerajaan Islam di Palembang. Naskah ini, tertulis pada lempeng tembaga, ber-aksara Rencong (Kaganga), menggunakan Bahasa Melayu dan ada pengaruh Bahasa Jawa.

prasastimatari1
Penguasa Kuno Negeri Palembang 

Pada Naskah Matari Singa Jaya Himat yang diperkirakan berasal dari abad ke-13 sampai 15 Masehi, jelas-jelas menyebut nama Palimbang (Palembang), yang berada dalam pengaruh Ratu Bukit Sagutang (Bukit Siguntang).

bukitsiguntang1aIstilah Ratu Bukit Siguntang, merupakan gelar bagi Penguasa Palembang sebelum masa pemerintahan Adipati Ario Dillah (1440-1486), yang merupakan perwakilan Penguasa Majapahit.

palembang1c

Bahkan istilah ini, kemungkinan telah muncul tidak lama setelah Kedatuan Sriwijaya terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil, selepas serangan Kerajaan Chola pada tahun 1025 M.

Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan Naskah Matari Singa Jaya Himat, merupakan salinan dari naskah yang jauh lebih tua.

Legenda Masyarakat Palembang

Berdasarkan Legenda Palembang, selepas masa Kedatuan Sriwijaya, Negeri Palembang dipimpin Raja Sulan Penguasa Bukit Siguntang. Raja Sulan memiliki 2 (dua) orang putera bernama Sultan Alim (Raja Alam) dan Sultan Mufti (Raja Mughni).

Sepeninggal Raja Sulan, Kerajaan Bukit Siguntang ini terpecah menjadi 2, yakni Bukit Siguntang (Pedalaman) yang dipimpin oleh keturunan Sultan Alim (Raja Alam), dan Bukit Siguntang (Pesisir) yang dipimpin oleh keturunan Sultan Mufti (Raja Murgni).

Dikemudian hari, Bukit Siguntang (Pedalaman), terpecah lagi menjadi Kerajaan Pagaruyung, Dharmasraya, Gasib (siak) dan Kerintang (Indragiri). Sementara Bukit Siguntang (Pesisir), berpindah pusat kerajaannya ke wilayah Lebar Daun, sehingga pemimpinnya dikenal sebagai Demang Lebar Daun.

Diperkirakan setelah 3 generasi berlalu, Bukit Siguntang Palembang kedatangan Sang Sapurba yang kelak merupakan leluhur raja-raja Melayu. Singkat cerita, Sang Sapurba menikah dengan Wan Sendari, puteri Demang Lebar Daun (III) (sumber : Legenda Bukit Siguntang dan ).

Isi Lengkap Naskah Matari Singa Jaya Himat

Berdasarkan sumber situs wacana.com, berikut transkrip lengkap Naskah Matari Singa Jaya Himat…
naskahmatari1a
WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Di dalam kitab Sejarah Melayu, berdasarkan tulisan Abdullah bin Abdulkadir al-Munsyi, diceritakan ketika Sang Suparba (Sapurba, Bitjitram Syah), tiba di Bukit Siguntang, daerah tersebut nyaris tak berpenghuni.

Sang Suparba akhirnya dapat bertemu dengan penguasa setempat Demang Lebar Daun, setelah Sang Demang mendapat laporan dari penduduk disekitar Bukit Siguntang yang bernama Wan Empuk dan Wan Malini (lihat Sejarah Melayu,  bait 2.5).

Dari kisah ini memperlihatkan di saat kedatangan Sang Suparba (diperkirakan pada akhir abad ke-13 Masehi), pusat pemerintahan telah berpindah dari Bukit Siguntang ke wilayah Lebar Daun.

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. Makna Lambang dan Semboyan, Kesultanan Palembang Darussalam
3. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
4. Jejak Perjuangan Muslim Tionghoa, dalam Negeri Kesultanan Palembang Darussalam ?

Makna Lambang dan Semboyan, Kesultanan Palembang Darussalam

Kesultanan Palembang Darussalam merupakan Kerajaan Islam di Indonesia yang berlokasi di wilayah Sumatera Selatan. Kesultanan ini diproklamirkan oleh Sri Susuhunan Abdurrahman tahun 1659, sampai kemudian dihapuskan keberadaannya oleh Kolonial Belanda pada 7 Oktober 1823.

Kepemimpinan Kesultanan Palembang Darussalam :

sultanpalembang
Lambang dan Semboyan, Kesultanan Palembang Darussalam

kesultanan1

Berbentuk bulan atau perisai yang didalamnya tertulis QS. Al-Baqarah: 190-194.

Dibagian atas terdapat moto dengan kata-kata: “Qauluhu al-Haq wa kalamuhu ash-Shiddqu” (perkataan yang hak dan kalam yang benar, QS. Al-An’am: 73).

Ditengah-tengah terdapat bunga melati, merupakan bintang yang bersudut 12 (melambangkan tarikh Islam dan adab sopan santun serta kesucian).

Dibagian bawah terdapat 2 tombak nibung bersilang bertuliskan ayat QS. Al-Baqarah: 194 yang maknanya: “Maka barangsiapa memusuhi diatas kamu, maka balaslah permusuhan itu seimbang sebagaimana mestinya”.

Di antara tombak dan bintang terdapat 2 tangkai padi keemasan, yang melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran (Darussalam).

Sumber:
1. Kesultanan Palembang Darussalam
2. Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Facebook)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. Tuan Faqih Jalaluddin, dan Misteri Silsilah Wali Songo ?
3. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
4. Jejak Perjuangan Muslim Tionghoa, dalam Negeri Kesultanan Palembang Darussalam ?

[Kisah] inilah sebab Ummul Mukminin Aisyah ra., digelari wanita yang diberkahi ?

Ketika ‘Aisyah ra. (radhiyallahu ‘anha) menemani perjalanan Rasulullah, di penghujung malam menjelang subuh, kalung yang dikenakan ‘Aisyah ra. terputus.

Pada saat itu, Rasulullah memutuskan untuk berhenti, untuk mencari kalung yang terjatuh itu. Apa yang dilakukan Rasulullah, kemudian di-ikuti juga para sahabat beliau.

sahabat1a
Dikarenakan tidak juga ditemukan, rombongan perjalanan memutuskan untuk beristirahat di lokasi tersebut.

Tempat pemberhentian itu, dikenal sebagai daerah Baida’ (Dzatul Jaisy), yang merupakan wilayah kering dan sulit menemukan air. Sementara pada saat itu, bekal air rombongan kaum muslimin telah habis.

Dan ketika masuk waktu subuh, turunlah ayat Tayamum (Qs. An-Nisa’ (4) ayat 43), yang berbunyi…

tayamum1

Peristiwa turunnya ayat itu berdampak besar bagi kaum Muslimin. Sebelum diturunkannya ayat tersebut, kaum Muslimin wajib bersuci dengan berwudhu, karena belum ada kemudahan (keringanan) berupa tayamum.

Dalam tafsir Ishaq Al-Busthi disebutkan bahwa Rasulullah, berkata kepada ‘Aisyah : “Betapa besarnya barokah kalungmu. “

Sementara Ath-Thabrani menyebutkan, ayahanda ‘Aisyah ra. yakni Sayyidina Abu Bakar ra.,  kemudian memberi julukan kepada puterinya sebagai wanita yang diberkahi dengan mengatakan: “Innaki lamubarokah”.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. tafsirq.com
2. hidayatullah.com
3. ringkasan shahih bukhari
4. hadits Imam Malik no. 110

Artikel Menarik :
1.
2. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Kisah Kalung Emas Siti Khadijah, dan masuk Islam-nya Paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthalib

Catatan Penambahan : 

1. Kalung Ummul Mukminin ‘Aisyah ra., pada akhirnya ditemukan dibawah seekor unta yang dikendarai beliau, setelah membangunkan unta tersebut.

[20 Picture] Sholat Shubuh Berjamaah, Masjid Al-Azhar Jakarta, pada 15 Januari 2017

azhar1a

Inilah suasana Sholat Shubuh berjamaah, yang diadakan jamaah masjid al-azhar Jakarta pada Ahad tanggal 15 Januari 2017…

azhar1b
azhar1c
azhar2
azhar3
azhar4
azhar5
azhar6
azhar7
azhar8
azhar9
Sumber : 
facebook.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Perhitungan] Aksi Damai 212, dihadiri oleh 2.120.000 Peserta ?
2. [Spirit212] Tabligh Akbar di Kepulauan Seribu, bersama Aa Gym dan Umi Irena
3. [9 Picture-Video] Suasana Tabligh Akbar Bela Islam di Kota Palembang, 7 Januari 2017
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?