Category Archives: sejarah

Tak Banyak Yang Tahu, Inilah Rahasia Mengapa Rasulullah Begitu Dicintai Para Sahabatnya

APA kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabiﷺ bersabda, “Andai kuambil kekasih di antara insan, pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku”

Apa kiranya perasaan ‘Umar, saat dia berpamit ‘umrah dan Nabi Muhammad ﷺ bersabda padanya, “Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang”

sumber: tkgunungjati.com

Apa kiranya perasaan ‘Utsman saat membekali pasukan Tabuk dan Nabiﷺ bersabda, “Tiada yg membahayakan ‘Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini?”

Apa kiranya perasaan ‘Ali kala Nabiﷺ bersabda, “Bahwasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku”.

Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, “Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah”

Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, “Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al ‘Awwam”

Apa kiranya perasaan Abu ‘Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, “Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu ‘Ubaidah”.

Apa kiranya perasaan ‘Abdurrahman ibn ‘Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, “Jangan cela sahabatku.. Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya”.

Apa kiranya perasaan Sa’d ibn Abi Waqqash saat Nabiﷺ bersabda, “Panahlah duhai Sa’d, panahlah! Ayah & Bundaku sebagai tebusan bagimu”

Apa kiranya perasaan Mu’adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, “Wahai Mu’adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu”.

Apa kiranya perasaan Ibn ‘Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, “Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya”.

Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka’b, saat Nabiﷺ berkata padanya, “Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu.. hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, “Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?” & Nabiﷺ menjawab, “Benar!”.

Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy’ari, di saat Nabiﷺ bersabda, “Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu”.

Apa kiranya perasaan ‘Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya ‘Amr siapakan yang paling dicintai.

Apa kiranya perasaan Ibn Mas’ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, “Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud”.

Apa kiranya perasaan ‘Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, “Engkau termasuk di antara mereka”.

Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, “Ceritakan padaku hai Bilal, ‘amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam. Sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?”, lalu dia menjawab tersipu, “Menjaga wudhu’ & dua raka’at syukur atas wudhu’”.

Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, “Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar”.

Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang dan pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?

Yang lebih penting dan elok dari itu semua, bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya?

Adakah Nabiﷺ kan bersabda, “Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu”? “Kaliankah orangnya yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa, yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?”

Ini kami Ya RasulaLlah, yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu, adakah kami layak jadi ummatmu dan beroleh syafaa’atmu?

Ya Allah, limpahkan shalawat pada Muhammadﷺ, sampaikan salam kami padanya. Pula ridhaMu atas semua sahabat; jadikan kami bersama mereka.

Judul Asli :  APA KIRANYA…….  Oleh: Salim A Fillah

Twitter @salimafillah

Iklan

Misteri Peradaban Tinggi di Kawasan Afrika Era Sebelum Masehi

Di kalangan ilmuan ada yang berpendapat benua Afrika menjadi salah satu tempat asal kelahiran peradaban umat manusia. Hal ini bermakna Tanah Sahara ini memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan teknologi dan inovasi.

Sebagaimana dilansir republika.co.id, keberadaan Peradaban Tinggi di kawasan Afrika telah dapat terdekteksi hingga di era milenium kedua sebelum masehi, atau sekitar tahun 2000 SM sampai 1001 SM.

sumber: republika.co.id

Menguasai Metalurgi (Teknologi Logam)

Metalurgi (teknologi logam) merupakan penerapan sains dalam produksi logam dan rekayasa komponen-komponen logam untuk digunakan pada produk-produk yang ditujukan bagi konsumen dan industri-industri manukfaktur.

Orang-orang Nubia, yang sekarang disebut Sudan dan Mesir sangat ahli di bidang metalurgi dan penggalian. Salah satu kota kuno masyarakat Nubia, Meroe di sebut-sebut sebagai kota yang luar biasa.

Di wilayah Meroe inilah pusat teknologi metal berkembang pesat. Mulai dari besi, perunggu hingga beragam batuan berharga. Bahkan, makam-makam pada masa itu pun berlapis metal.

Teknologi ini kemudian menyebar luas seperti ke Mesir Kuno, Kekaisaran Yunani-Romawi, hingga masyarakat Aksum (100-700 M) yang tinggal di wilayah yang saat ini bernama Ethiopia dan Dataran Tinggi Eritrea.

Djenne-Djenno, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak di Lembah Sungai Niger di negara Mali menunjukkan bahwa metalurgi tiba di Afrika Barat sekitar milenium pertama SM.

Pemerhati sejarah Khaleel Shaikh mengungkapkan, Soninke (Etnis Afrika Barat) adalah yang pertama mengambil keuntungan dari teknologi pengerjaan besi yang dikembangkan di Afrika Barat sekitar 500 SM hingga 400 SM.

Pengetahuan Tentang Pertanian dan Tekstil

Selama masa perang Punisia (264 SM-146 SM) di Afrika Utara, produksi pewarna alami, Garum (bumbu ikan yang difermentasi), dan minyak zaitun mencapai puncaknya.

Berkat ditemukannya sisa-sisa mesin pengepres minyak zaitun yang sebagian ada di Tripoli selatan, para arkeolog berasumsi bahwa orang-orang Afrika Punisia dan Romawi Utara adalah pengekspor barang-barang tersebut.

Selain itu, di Afrika Barat pengetahuan terkait dengan naskah adalah bagian penting dari budaya mereka. Karena itu, pembuat kertas, alat tulis, juru tulis, cendekiawan, penjilid buku serta penyamak kulit menjadi spesialis dalam produksi buku-buku di wilayah ini.

Bidang Militer dan Transportasi

Setelah berlangsungnya Perang Punisia (264 SM-146 SM) antara Carthage dan Roma, teknologi militer menjadi bagian penting dari budaya Afrika Utara. Kota kuno di Afrika Utara, Kartago dikenal karena Angkatan Laut Militernya dan pembangunan kapal perangnya untuk memerangi Romawi.

Sedangkan kekuatan militer telah ditunjukkan para prajurit Ratu Amina dari Zazzau, Nigeria Utara. Wilayah taklukan mereka diperluas dari Bauchi di timur ke Sungai Niger di selatan. Ratu Amina terkenal karena membangun kota-kota bertembok agar terlindung dari penjajah.

Orang Afrika Timur tidak hanya mahir dalam membangun kapal, mereka juga tampaknya memiliki pemahaman yang baik tentang keterampilan navigasi dan pelayaran karena ada bukti kontak mereka dengan Madagaskar, Kepulauan Comoro, dan Asia Selatan serta Asia Tenggara.

Misteri 5 Silsilah Garis Keturunan Nabi Khidir

Salah satu tokoh misteri yang seringkali memunculkan pro dan kontra terkait dengan identitas dirinya adalah Nabi Khidir.

Bahkan seorang ilmuawan muslim terkemuka Ibnu Hajar al-Asqalani sampai membahasnya secara khusus, sebagaimana tertulis dalam Kitab az-Zahrun Nadhir fi Naba’il Khadir.

sumber: nu.or.id

Seperti dilansir republika.co.id, dalam karyanya itu Ibnu Hajar menjelaskan beberapa riwayat yang berkaitan erat dengan silsilah dan garis keturunan dari Nabi Khidir.

Pertama, pendapat yang mengatakan bahwa Nabi Khidir adalah putra dari Nabi Adam. Pendapat ini disampaikan oleh Daruquthni di dalam karyanya berjudul al-Afrad dari jalur Rawwad bin Jarah.

Kedua, pendapat yang mengatakan bahwa Nabi Khidir adalah putra Qabil bin Adam. Pernyataan ini pernah dikatakan oleh Abu Hatim as-Sijistani dalam kitab al-Mu’ammarin. Menurut As-Sijistani. ia mendapati kisah ini dari guru-gurunya, salah satunya Abu Ubaidah. Abu Hatim as-Sijistani menambahkan bahwa nama asli Khidir adalah Khadirun.

Ketiga, pendapat yang disampaikan oleh Wahhab bin Munabbih. Menurutnya nama asli dan garis keturunan Khidir adalah Balya bin Mulkan bin Qali bin Syalikh bin `Abir bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh. Pendapat ini didukung oleh Ibnu Qutaibah dan an-Nawawi.

Keempat, pendapat yang disampaikan oleh Ismail bin Abi Uwais. Ia mengatakan, Khidir adalah Mu’ammar bin Malik bin Abdullah bin Nash bin al-Azad. Dan ada yang mengatakan bahwa nama aslinya adalah `Amir, sebagaimana diceritakan oleh Abu al-Khattab bin Dihyah, yang bersumber dari Ibnu Habib al-Baghdadi.

Kelima, pendapat yang mengatakan bahwa Khidir merupakan putra dari Amanil bin Nur bin al-`Ish bin Ishaq. Pendapat ini diungkapkan oleh Ibnu Qutaibah. Sementara, menurut Muqatil, ayahnya bernama `Amil.

Dikarenakan banyaknya riwayat tentang Nabi Khidhir, Buya Hamka mencoba menengahi dengan menyatakan bahwa Khidhir yang bukan hanya seorang, melainkan berganti-ganti di sepanjang masa.

Pendapat Buya Hamka ini, tertuang di dalam karyanya Tafsir Al Azhar pada pembahasan Juzu’ XV (lihat: ).

Hubungan Kekerabatan Prabowo Subianto dengan Pelopor Pendirian Masjid Agung Semarang

Berdasarkan sejumlah catatan yang dipercaya kebenarannya, Masjid Agung Semarang didirikan pertama kali pada sekitar pertengahan abad XVI Masehi (1575 M) atau jauh sebelum masa penjajahan di bumi nusantara ini.

Dalam catatan sejarah Yayasan Masjid Agung Semarang (MAS), cikal bakal masjid ini bermula dari Padepokan yang didirikan oleh Sunan Pandan Arang atau dikenal juga dengan sebutan Ki Ageng Pandan Arang. Bagi warga Semarang, mereka menyebutnya dengan nama Pandanaran (sumber: republika.co.id).

sumber: republika.co.id

Ada hal menarik, melalui penyelusuran genealogy Ki Ageng Pandan Arang ternyata masih terhitung leluhur Raja-Raja Jawa, bahkan jika diurut lagi tersambung kepada keluarga besar Prabowo Subianto.

Adapun urutan silsilahnya adalah sebagai berikut:

01. Letjen TNI Prabowo Subianto bin
02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo bin
03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo bin

04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo bin

05. Raden Ayu Djojoatmojo binti

06. Raden Tumenggung Djojodiningrat bin

07. KGPA Moerdoningrat bin

08. Sri Sultan Hamengkubuwono II bin

09. Sri Sultan Hamengkubuwono I bin

10. Sunan Amangkurat IV bin
11. Sri Susuhunan Pakubuwana I bin

12. Kanjeng Ratu Pelabuhan binti
13. Pangeran Kajoran (Panembahan Rama) bin
14. Ki Ageng Wanakusuma II bin
15. Ki Ageng Wanakusuma bin
16. Ki Ageng Giring IV bin
17. Ki Ageng Giring III bin
18. Nyai Ageng Giring II binti
19. Sunan Tembayat bin

20. Ki Ageng Pandan Arang yang lebih dikenal sebagai bupati pertama Semarang dan Pelopor Pendirian Masjid Agung Semarang.

Referensi:

1. 

2. 

Catatan Penambahan:

1. Dalam versi yang lain, Sunan Tembayat adalah menantu dari Ki Ageng Pandan Arang (sumber: Makam Sunan Bayat).

2. Tokoh Sunan Bayat (Susuhunan Tembayat) sering kali menjadi polemik. Ada yang menyatakan ia adalah putera Maulana Islam, versi lain mengatakan ia keturunan Raden Sahun dan sebagainya.

Setelah mengkaji beberapa sumber, serta memperhatikan juga timeline tokoh-tokoh yang bersangkutan, diperoleh Silsilah Kekerabatan sebagai berikut:


3. Masjid Agung Semarang dikenal juga dengan nama Masjid Kauman Semarang, tercatat sebagai masjid tertua di kota Semarang (ibukota Provinsi Jawa Tengah).

Bukan Syirik! Inilah Makna Sujud Malaikat kepada Nabi Adam

Ketika Muadz bin Jabal datang dari negeri Syam, ia sujud kepada Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam. Melihat hal itu, Rasulullah melarang tindakan sahabatnya tersebut.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jangan kamu melakukannya! Sebab sesungguhnya aku, kalau (boleh) memerintahkan sesuatu untuk sujud kepada sesuatu, niscaya aku perintahkan kepada perempuan untuk sujud kepada suaminya… (HR. Ibnu Majah).

sumber: kiblat.net

Seperti dibahas kiblat.net, hadits di atas menjadi salah satu dalil yang mendasari para ulama dalam menetapkan hukum haramnya bersujud kepada manusia.

Namun banyak yang bertanya-tanya, bukankah di dalam Al Qur’an terdapat kisah tentang malaikat yang diperintahkan ALLAH untuk bersujud kepada Nabi  Adam?

Makna Sujud Para Malaikat Menurut Para Ulama

Seperti diketahui bersama, bahwa dalam salah satu fragmen kisah Nabi Adam terdapat perintah Allah kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam, sebagaimana firmanNya:

وَ إِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوْا لِآدَمَ فَسَجَدُوْا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَ كَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ

“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Bersujudlah kamu kepada Adam!’ maka mereka semua pun bersujud, kecuali Iblis. Dia enggan dan menyombongkan diri, dan dia termasuk dalam golongan orang-orang kafir.”
(QS. Al-Baqarah (2) ayat 34)

Lantas, apa yang dimaksud sujud yang diinginkan ALLAH dari para malaikat ini? Apakah sujud diperbolehkan kepada selain Allah?

Di dalam ajaran Islam, apapun bentuk sujud hanya diperuntuk kepada ALLAH semata. Adapun sujud yang dilakukan oleh para malaikat kepada Nabi Adam hanyalah sujud penghormatan.

Dan setiap kali kita meletakkan kening di atas tanah, setiap kali itu pula Allah meninggikan derajat kita. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tsauban, dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda:

“Sesungguhnya tidaklah kamu melakukan sekali sujud kepada Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dengannya.” (HR. Muslim)

Terkait permasalahan sujud Malaikat kepada Nabi Adam ini, Syaikh Aidh Al-Qarni mengemukakan dua pendapat dari para ulama:

Pendapat pertama: maksud sujud di sini (sujud malaikat) adalah merunduk dan menunduk, yaitu merundukkan dan merendahkan kepalanya.

Pendapat kedua: maksud sujud di sini adalah bersujud ke bumi. Jadi, pada hakikatnya ketika itu para malaikat bersujud kepada ALLAH juga. Akan tetapi, di sini maksudnya adalah sebagai penghormatan kepada Adam dan dalam rangka memenuhi perintah ALLAH.

Pendapat yang kedua adalah pendapat yang lebih benar, karena bersujud pada syariat umat sebelum kita merupakan bentuk penghormatan, sebagaimana firman ALLAH ketika menerangkan kisah Nabi Yusuf:

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا

“Dan ia (Yûsuf) menaikkan kedua orangtuanya ke atas singgasana. Lalu mereka semua merendahkan diri dan bersujud kepada Yusuf.” (QS. Yusuf (12) ayat 100)

Ketika menafsirkan ayat di atas, Ibnu Katsir menjelaskan, “Dulu sujud itu diperbolehkan dalam syari’at mereka. Apabila mereka memberi salam kepada orang tua, maka mereka bersujud kepadanya.

Kebolehan ini terus berlaku dari jaman Adam hingga syari’at Nabi Isa, lalu diharamkan oleh ajaran Islam. Islam menjadikan sujud hanya dikhususkan pada ALLAH.” (Tafsir ibnu Katsir, 4/412).

Legenda dan Sejarah Lomba Perahu Bidar di Kota Palembang

Pada setiap tahun, tepatnya tanggal 17 Agustus, di tepian Sungai Musi dipenuhi oleh ribuan orang untuk menyaksikan Lomba Perahu Bidar. Makna Bidar sendiri adalah kependekan dari Biduk Lancar.

Perlombaan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, merupakan acara rutin tahunan yang banyak menyedot kedatangan para wisatawan baik lokal maupun manca negara.

sumber: detik.com

Tipe perahu yang digunakan adalah perahu bidar tradisional, dengan spesifikasi memiliki panjang 29 meter dan lebar 1,5 meter serta tinggi 80 cm. Perahu bidar jenis ini membutuhkan 55 orang pendayung.

Awal mula Lomba Perahu Bidar ini menurut legenda bermula dari perlombaan dua pemuda, yang bernama Kemala Negara dan Dewa Jaya. Keduanya bertanding dengan tujuan untuk memperebutkan seorang gadis bernama Dayang Merindu.

Dalam perlombaan bidar itu berakhir dengan kisah tragis, dimana kedua pemuda yang mengikuti pertandingan tewas akibat perahu yang mereka gunakan terbalik. Sementara Dayang Merindu dikisahkan bunuh diri, karena tidak sanggup menahan kesedihan.

Namun berdasarkan dokumentasi sejarah, Perlombaan Perahu Bidar mulai diselenggarakan pada sekitar tahun 1898, saat perayaan ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina.

Meskipun Lomba Perahu Bidar adalah tradisi bawaan dari kolonial Belanda, masyarakat Kota Palembang memandangnya sebagai warisan sejarah yang patut dilestarikan.

Dahsyatnya Perang Nuklir, Ketika Kematian Menjadi Satu Keberuntungan

Beberapa waktu tang lalu, penduduk bumi sempat was-was dan dihantui ancaman terjadinya perang nuklir. Hal ini dikarenakan memanasnya situasi di semenanjung Korea yang dapat menjadi pemicu peristiwa mengerikan itu.

sumber: liputan6.com

Seperti diberitakan merdeka.com, Korea Utara (Korut) mengancam akan melakukan pembalasan kepada Amerika Serikat (AS) atas kebijakan sanksi ekonomi PBB. Negara yang dipimpin Kim Jong-Un tersebut, saat ini diketahui telah berhasil memproduksi rudal balistik yang berisi hulu ledak nuklir.

Menanggapi ancaman Korut, Presiden AS, Donald Trump, balik mengancam Korut. Presiden Trump menyatakan siap menghadapi kemarahan lawan dengan kekuatan yang nyata.

Bagaimana kondisi Bumi jika perang nuklir benar-benar terjadi?

Menurut laporan dari para ilmuwan Oxford University terungkap perang nuklir merupakan salah satu hal yang bisa membawa dunia pada kehancuran.

Senjata nuklir memiliki potensi besar untuk menghancurkan seluruh umat manusia, sebagaimana disampaikan oleh Piers Millet, pakar biosecurity dari Future of Humanity Institute.

Selain bisa memusnahkan manusia dalam hitungan detik, ledakan nuklir memiliki dampak radiasi.

Seseorang yang meninggal di detik pertama saat terjadinya ledakan mungkin bisa dikatakan beruntung. Karena akan sangat menyiksa hidup dengan paparan radiasi.

Robeknya Lapisan Ozon

Kehidupan penduduk bumi sesudah ledakan bom atom tidak bisa seluruhnya kembali normal. Diprediksi setahun setelah hantaman bom, beberapa proses yang diakibatkan oleh atmosfer yang tercemar mulai melubangi lapisan ozon.

Seperti dilansir liputan6.com, diperkirakan dengan ledakan nuklir kecil setara dengan 0,03 persen seluruh arsenal nuklir dunia pun diduga dapat merusak sekitar 50 persen lapisan ozon. Hal ini berakibat dunia pun dihujam terpaan sinar ultra ungu (ultraviolet, UV).

Tanaman-tanaman yang ada di seluruh dunia akan mati dan setiap bentuk kehidupan yang berhasil menyintas akan berjuang menghadapi mutasi DNA mereka. Bahkan, tanaman yang paling kebal pun menjadi lebih lemah, lebih kecil, dan semakin sulit melakukan reproduksi.

Dan ketika langit kembali cerah dan dunia kembali menghangat, pertanian tanaman pangan menjadi amat sulit dilakukan. Keseluruhan lahan pertanian akan mati ketika orang mencoba menanam tanaman pangan dan petani yang terlalu lama berada di bawah matahari dapat meninggal karena kanker kulit.

Kabut Asap dan Badai Ganas

Segala sesuatu berada di sekitar pusat ledakan akan diterpa energi amat kuat, semua benda yang bisa terbakar akan terbakar, termasuk bangunan, hutan, plastik, dan bahkan aspal jalan raya.

Sementara tempat-tempat penyulingan minyak, akan meletup dalam kobaran api. Api yang melingkupi setiap sasaran bom nuklir akan menghasilkan asap jelaga yang beracun.

Selain itu, muncul awan asap pada 15 meter di atas permukaan Bumi. Ukuran awan itupun semakin membesar sambil melarung dihembus angin hingga menutupi seluruh permukaan planet serta menghalangi pemandangan ke langit.

Selama beberapa tahun pertama, ketika kita melangkah ke luar rumah, maka matahari seperti tidak terlihat bersinar. Yang tampak hanyalah awan-awan hitam yang menghalangi cahaya.

Dalam waktu 2 atau 3 tahun setelah kegelapan yang membeku, diduga akan muncul serbuan badai bertubi-tubi. Debu yang terhambur ke stratosfer bukan sekadar menghalangi matahari tapi juga berdampak pada cuaca karena mengubah cara pembentukan awan.

Sebelum kembali normal, penduduk bumi mengalami hujan yang hampir terus menerus dalam bentuk badai ganas. Badai-badai ganas juga akan menyerang sepanjang tepi samudra. Topan akan melanda pantai-pantai dunia selama bertahun-tahun.