Tag Archives: bilangan

Menghitung Umur Semesta

Ada yang mencoba, menghitung Umur Semesta…

Namun, bukan melalui penelitian selama bertahun-tahun…
Akan tetapi, hanya cukup dengan beberapa ayat di dalam Al Qur’an…

Hasilnya !
Umur Semesta diperoleh angka 18,26 milyar tahun

Kok bisa secanggih itu ya?

Terus bagaimana angka  18,26 milyar, bisa diperoleh ?

(1). Berdasarkan informasi Al Qur’an, keberadaan alam dunia tidak lebih dari 1 hari. Ini termuat dalam QS. Thaha ayat 104.

“Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, ‘Kami tinggal (di dunia) tidak lebih dari sehari saja.’.”

(2). Sehari langit sama artinya dengan 1.000 tahun perhitungan manusia. Dijelaskan dalam QS. Al Hajj ayat 47.

“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar adzab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

(3). Sehari kadarnya 50.000 tahun yang termuat dalam QS. Ma’arij ayat 4.

“Para malaikat dan Jibril naik, (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”

Bila 1 tahun manusia adalah 365,2422 hari, maka sehari langit diperoleh:

365,2422 x 50.000 x 1.000 x 1 diperoleh 18,26 milyar tahun.

Wah, ini perhitungan matematika yang sangat canggih!

Ternyata paparan itu dibuktikan oleh pendapat Moh. Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything. Dia menyatakan kalau umur alam semesta itu 17—20 milyar tahun. Sementara, Profesor Jean Claude Batelere bilang kalau umur semesta itu kisarannya ada di 18 milyar tahun. Terus ditambah dengan teori NASA yang mengeluarkan data umur semesta itu ada di kisaran 12—18 milyar tahun.

Para ilmuwan dengan segala peralatan canggihnya dan ilmu ’tingginya’ berusaha menguak berapa umur semesta, ternyata sebenarnya di dalam Al Qur’an sudah tertera dengan begitu jelasnya tentang misteri itu.

Apakah anda percaya… dengan semua perhitungan di atas ?

boleh yakin… boleh juga tidak…

WaLlahu a’lamu bisshawab…

Catatan :

1. Perhitungan Umur Semesta, Qarrobin Djuti
The Origin Of Meaning (Grup Facebook)

041,009 : qul -a -inna kum la takfuruwna bi lladziy khalaqa l-ardha fiy yawma yni wa taj’alu wna la hhu -andaadan dzaalika rabbu l’aalami yna

katakan : “apakah bahwa kamu bagi terkafur dengan yang menciptakan bumi di dalam DUA HARI dan menjadikan baginya bandingan – bandingan? itu rabb al ‘aalam iyn”

Bumi diciptakan dalam 2 hari dari 6 hari jumlah keseluruhan waktu penciptaan. Bumi tercipta bersamaan dengan matahari dan planet tetangga yang lain yang disebut solar system dalam 4,567 milyar tahun yang lalu. Dibandingkan dengan usia universe 13,701 milyar tahun, maka 4,567/13,701 = 1/3 = 2/6

041,010 : wa ja’ala fiy hhaa rawaasiya min fawqi hhaa wa baaraka fiy hhaa wa qaddara fiy hhaa -aqwaata hhaa fiy -arba’ati -ayyaamin sawaa-an lli ssaa-ili yna

dan dijadikan di dalam nya penambat – penambat dari -ufuwq nya dan membarak di dalam nya dan mengkuasakan di dalam nya kekuatan – kekuatan (penambat) nya di dalam empat hari, suatu yang sejajar bagi orang-orang yang meminta (bertanya)

041,011 : tsumma stawaa -ilaa ssamaa-i wa hhiya dukhaanun fa qaala la hhaa wa li l-ardhi -tiyaa thaw’an -aw karhhan qaalataa -atay naa thaa-i’i yna

kemudian mensejajarkan kepada langit, dan dia asap (nebula), maka dikatakan bagi nya dan bagi bumi : “berikan ku ketha’atan atau keterpaksaan”, (keduanya) mengatakan : “kami berikan ketha’atan”

041,012 : fa qadhaa hhunna sab’a samaawaatin fiy yawma yni wa -awhaa fiy kulli samaa-in -amra hhaa wa zayyan naa ssamaa-a ddunyaa bi ma shaabiyha wa hifzhan

maka dijatuhkan (ketentuan) mereka tujuh langit – langit di dalam DUA HARI, dan diwahyukan di dalam tiap langit urusan nya, dan kami hiasi langit terendah dengan tempat hamburan – hamburan (konstelasi) dan suatu penjagaan

dua masa penciptaan bumi = 4,567 milyar tahun
dua masa sisa penciptaan langit – langit = berkisar 4,561 milyar tahun
13,701 + 4,561 sisa usia = 18,262 milyar tahun
50.000 * 1 000 * 365,2422 (days in human year) = 18.262.110.000 tahun

Iklan

Keajaiban 30 BILANGAN BULAT, dalam AL QUR’AN

Dalam tulisannya di harian Fajar, tanggal 7 April 2002 M, yang berjudul “Menyelusuri Bilangan Bulat Dalam Al Qur’an” (seri 519), Ustadz H. Muh Nur Abdurrahamn, menuliskan bahwa ada 30 jenis bilangan bulat di dalam Al Qur’an, yaitu sebagai berikut.

Bilangan 1, yang menunjuk kepada Allah, QS. Al Ikhlas ayat 1, “Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa.’.”

Bilangan 2, yang menunjuk kepada kerusakan, QS. Al Isra’ ayat 4, “Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu, ‘Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”

Bilangan 3, menunjuk kepada hari, QS. Al Baqarah ayat 196, “….Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari)….”

Bilangan 4, menunjuk kepada hitungan bulan, QS At Taubah ayat 36, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram….”

Bilangan 5, menunjuk kepada orang, QS Al Kahfi ayat 22, “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, ‘(Jumlah mereka) tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya.’, dan (yang lain) mengatakan, ‘(Jumlah mereka) lima (orang), yang keenam adalah anjingnya,’ sebagai terkaan terhadap yang gaib, dan (yang lain lagi) mengatakan, ‘(Jumlah mereka) tujuh (orang) yang kedelapan adalah anjingnya.’….”

Bilangan 6, menunjuk kepada periode, QS Al A’raf ayat 54, “Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ’Arasy.”

Bilangan 7, menunjuk kepada langit, QS Al Baqarah ayat 29, “Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Bilangan 8, menunjuk kepada pasangan binatang ternak, QS Az Zumar ayat 6, “Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu.”

Bilangan 9, menunjuk kepada tahun, QS Al Kahfi ayat 25, “Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.”

Bilangan 10, menunjuk kepada malam, QS Al Fajr ayat 2, “Demi malam yang sepuluh.”

Bilangan 11, menunjuk kepada bintang, QS Yusuf ayat 4, “(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku.”

Bilangan 12, menunjuk kepada bulan, QS At Taubah ayat 36, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram….”

Bilangan 19, tidak menunjuk apa-apa, hanya bilangan, QS Al Muddassir ayat 30, “Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”

Bilangan 20, menunjuk kepada orang,  QS Al Anfal ayat 65, “… Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu….”

Bilangan 30, menunjuk kepada malam, QS Al A’raf ayat 142, “Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam.”

Bilangan 40, menunjuk kepada malam, QS Al Baqarah ayat 51, “Dan (ingatlah) ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu….”

Bilangan 50, menunjuk kepada tahun, QS Al Ankabuut ayat 14, “Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang dzalim.”

Bilangan 60, menunjuk kepada orang, QS Al Mujadilah ayat 4, “Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin.”

Bilangan 70, menunjuk kepada ampunan, QS At Taubah ayat 80, “(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka.”

Bilangan 80, menunjuk kepada cambukan, QS An Nuur ayat 4, “Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Bilangan 99, menunjuk kepada kambing, QS. Shad ayat 23, “Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, ‘Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.’.”

Bilangan 100, menunjuk kepada orang, QS Al Anfal ayat 66, “Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka mengalahkan dua ratus (orang musuh), dan jika ada di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Bilangan 200, menunjuk kepada orang, QS Al Anfal ayat 65, “Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.”

Bilangan 300, menunjuk kepada tahun, QS Al Kahfi ayat 25, “Dan mereka tinggal di dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.”

Bilangan 1.000, menunjuk kepada tahun, QS Al Ankabuut ayat 14, “Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang dzalim.”

Bilangan 2.000, menunjuk kepada orang, QS Al Anfal ayat 66, “Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka mengalahkan dua ratus (orang musuh), dan jika ada di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Bilangan 3.000, menunjuk kepada malaikat, QS Ali Imran ayat 124, “(Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman, ‘Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?’.”

Bilangan 5.000, menunjuk kepada malaikat, QS Ali Imran ayat 125, “Ya, (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.”

Bilangan 50.000, menunjuk kepada tahun, QS Al Ma’arij ayat 4, “Para Malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”

Bilangan 100.000, menunjuk kepada orang, QS As Shaffat ayat 147, “Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih.”

Dan istimewanya, bila ke-30 jenis bilangan bulat itu, kita jumlahkan:

1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 19 + 20 + 30 + 40 + 50 + 60 + 70 + 80 + 99 + 100 + 200 + 300 + 1000 + 2000 + 3000 + 5000 + 50.000 + 100.000 = 162.146 atau 8534 x 19.

(Mengenai Keajaiban angka 19, di dalam Al Qur’an bisa dilihat di dalam tulisan : Angka 19 dan Mukjizat Al Qur’an )

Mengapa hanya 30 bilangan bulat?

Pada tulisannya seri 577 di Harian Fajar,  Ustadz H. Muh Nur Abdurrahaman, menulis beberapa kemungkinan, di antaranya:

Bilangan prima urutan ke-19 adalah 67. Surat ke-67 memiliki ayat berjumlah 30.

Bilangan prima tertinggi dalam rentang bilangan hingga 114 (jumlah surah Al Qur’an) adalah 113, dan menempati urutan bilangan prima yang ke-30.


Ashabul Kahfi dan Umur Nabi Nuh

Ada sekelompok anak muda, yang bertakwa kepada Allah SWT bersembunyi di dalam gua. Mereka menghindari kekejaman penguasa Romawi ketika itu Raja Trajan (98 M—117 M). Berdasarkan manuskrip sejarah, Raja Trajan dikenal sebagai seorang diktator penyembah berhala. Sang Raja mengeluarkan peraturan yang mengancam siapa yang beriman selain dari Tuhan yang dia sembah, maka akan dibunuh.

Pemuda-pemuda beriman ini, berencana untuk hijrah ke tempat lain. Tentunya untuk menyelamatkan diri dari ancaman Sang Raja. Dengan mukzijat Allah SWT, mereka tertidur di dalam gua. Di dalam Al Qur’an (QS. Al Kahfi ayat 25) dikisahkan mereka tertidur selama 300 tahun ditambah 9 tahun,

“Dan mereka tinggal di dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.”

Bila kita cermati angka 300 tahun adalah berdasarkan tahun Masehi (peredaran matahari). Sedangkan bila kita menghitung berdasarkan peredaran bulan (Hijriah), maka akan didapatkan penambahan 9 tahun, menjadi 309 tahun.

Kalimat “300 tahun ditambah 9 tahun”, tampaknya memiliki keterikatan dengan jumlah bilangan bulat di dalam Al Qur’an.

Fenomena ini juga nampak pada QS. Al Ankabuut ayat 14, berkenaan dengan umur Nabi Nuh AS, yang dipecah menjadi 1000 tahun kurang 50 tahun.

“Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang dzalim.”

Seperti yang kita ketahui bersama, Al Qur’an didesain memiliki 30 bilangan bulat. Bila kalimat yang digunakan bukan “300 tahun ditambah 9 tahun” (misalnya langsung 309 tahun), tentu bilangan bulat di dalam Al Qur’an tidak lagi berjumlah 30.  Sungguh rancangan yang sempurna. Subhanallah.

Angka 19 dan Mukjizat Al Qur’an

Di dalam Al Qur’an, angka 19 menjadi sangat unik, bahkan ada yang berpendapat merupakan angka kunci Al Qur’an.

Keistimewaan angka 19 di dalam Al Qur’an ini, di antaranya:

1. Kata bismillahirrahmanirrahim, yang merupakan kata pembuka dari surah Al Qur’an terdiri dari 19 huruf.

2. Paket wahyu pertama (QS. Al Alaq (96) ayat 1—5), diturunkan sebanyak 76 huruf atau 19 x 4.

3. Ayat pertama kali turun, (QS. Al Alaq ayat 1), terdiri dari 19 huruf.

4. Jumlah surah Al Qur’an ada 114 atau 19 x 6.

Angka 19 juga menjadi alat kontrol huruf di dalam Al Qur’an, seperti:

1. Surah ke-68, yang diawali huruf nun. Jumlah nun dalam surah tersebut 133 atau 19 x 7.

2. Surah ke-36, yang diawali huruf ya sin, memiliki huruf ya sebanyak 237 dan huruf sin 48. Bila dijumlahkan mejadi 285 atau 19 x 15.

3. Surat ke-13, yang diawali huruf alif lam mim ra’, di mana jumlah alif = 605, lam = 480, mim = 260 dan ra’ = 137, total keempat huruf tersebut 1482 atau 19 x 78.

Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat. Bagaimana mungkin jumlah malaikat dapat dijadikan untuk cobaan bagi orang-orang kafir (QS. Al Muddassir ayat 30—31).

“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat, dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?’ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan kepada manusia.”

Selain penjelasan di atas, dalam beberapa kejadian di alam ini dan juga dalam kehidupan kita sehari-hari, ada yang mengacu kepada bilangan 19, di antaranya sebagai berikut:

1. Bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun.

2. Komet Halley mengunjungi sistem tata surya kita pada setiap 76 tahun (19 x 4).

3. Tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19 x 11.

Selain berhubungan dengan kejadian di alam, bilangan 19 juga berkaitan dengan ibadah umat Islam, seperti:

1. Dalam syahadat, kata la ilaha illa Allah. Nilai-nilai numerik dari setiap huruf Arab pada kalimah syahadat di atas adalah dapat ditulis sebagai berikut: 30 1 – 1 30 5 – 1 30 1 – 1 30 30 5. Jika susunan angka tersebut ditulis menjadi sebuah bilangan, diperoleh :
30.113.051.301.130.305 = 19 x 1.584.897.436.901.590.
(Mengenai Nilai Numerik, bisa dipelajari di dalam tulisan : (MUKJIZAT) BILANGAN NUMERIK AL QUR’AN)

2. Sholat, jumlah rakaat pada shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ masing-masing adalah 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat tersebut disusun menjadi sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan 19 atau 19 x 1286.

Ada yang menemukan perhitungan lainnya tentang 19?

Mudah-mudahan bisa makin melengkapi dan makin menambah kecintaan kita agar menjadikan Al Qur’an sebagai sumber kemuliaan lahir batin dunia akhirat. Amin.

(MUKJIZAT) BILANGAN NUMERIK AL QUR’AN

Hampir setiap muslim telah hafal huruf-huruf Arab (huruf hijaiyah), tetapi mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui urutan abjad yang benar. Kalau selama ini kita mengenal abjad Arab dari alif sampai ya’. Urutan huruf tersebut adalah abjad Arab yang disusun dan dikelompokkan menurut kemiripan bentuknya. Sedangkan urutan abjad Arab yang sebenarnya adalah dari alif sampai ghain.

Adapun urutan huruf Arab sekaligus nilai numeriknya (sumber : miraclesofthequran.com), adalah sebagai berikut:

1. ALIF = 1
2. BA = 2
3. JIM = 3
4. DAL = 4
5. HA = 5 (untuk kata Arab Huwa)
6. WAU = 6
7. ZA = 7
8. HA = 8 (untuk kata Arab Hayyun)
9. THA = 9
10. YA’ = 10
11. KAF = 20
12. LAM = 30
13. MIM = 40

numerik11
14. NUN = 50
15. SIN = 60
16. ‘AIN = 70
17. FA’ = 80
18. SHAD = 90
19. QAF = 100
20. RA’ = 200
21. SYIN = 300
22. TA’ = 400
23. TSA’ = 500 (untuk kata Arab Tsa-laa-stah)
24. KHA’ = 600
25. DZAL = 700
26. DHAD = 800
27. DHLA = 900 (untuk kata Arab Dhluhur)
28. GHAIN = 1.000

Nilai Numerik merupakan simbol atau karakter yang digunakan untuk mewakili sebuah bilangan. Dalam sistem Romawi kita telah mengenal angka 1 yang disimbolkan dengan huruf I. Dan juga simbol-simbol Romawi untuk angka-angka lainnya, seperti huruf V = 5, X = 10, L = 50, C = 100, D = 500, dan M = 1.000.

Melalui perhitungan dengan nilai numerik, dapat menjadi alat bagi kita untuk menemukan kemukzijatan di dalam ayat-ayat Al Qur’an.

numerik1
Nilai Derajat

Salah satu ayat dalam Al Qur’an, yaitu QS Al Mu’miin (40) ayat 15 yang menyatakan bahwa Allah SWT adalah pemilik derajat tertinggi. “(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, yang memiliki ‘Arasy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat).

Pemilik derajat tertinggi dalam ayat tersebut merupakan terjemahan dari kata Rafii-u al-darajaat. Kata Rafii-u menyatakan ketinggian.

Apabila kita hitung total nilai numerik dari kata Rafii-u (yang terdiri dari huruf-huruf Ra, Fa’, Ya, dan ‘Ain) akan kita dapatkan total nilai numerik sebesar 360. Dalam matematika 360 merupakan derajat yang tertinggi. Nilai numerik dari masing-masing huruf dalam kata Rafii-u.

Ra (Ra’) = 200, Fa’ = 80, Ya = 10, ‘Ain = 70. Total = 200 + 80 + 10 + 70 = 360.

Nomor Atom Fe

Jika kita buka buku-buku kimia, maka kita akan menemukan nomor atom unsur Fe (besi) adalah 26. Di dalam Al Qur’an kata besi menggunakan istilah HADIID, perhatikan QS. Al Hadiid ayat 25,

Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.

Sekarang marilah kita hitung nilai numerik dari kata HADIID (besi)!

Ha = 8, Dal = 4, Ya = 10, Dal = 4, Total = 8 + 4 + 10 + 4 = 26.

Jelaslah bahwa Al Qur’an sumber ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. Sungguh merugilah kita sebagai umat Islam yang memiliki Al Qur’an kalau tidak mau mempelajari Al Qur’an dan menyingkap informasi penting di dalamnya.