Tag Archives: genetika

MtDNA Rasulullah – 13 Maternal Ancestor Muhammad The Prophet ?

Mitochondrial DNA (mtDNA) is the DNA located in mitochondria. mtDNA is only a small portion of the DNA in a eukaryotic cell. In most species, including humans, mtDNA is inherited solely from the mother.

muhammad1
Based on the search genetics, mtDNA Rasulullah is derived from Sawdah Bint Usayyid Ibn `Amr Ibn Tamim.

mtdnarasul
Note :

1. Paternal Line (Y-DNA), Muhammad The Prophet…
Muhammad ibn Abdullāh ibn ‘Abd al-Muṭṭalib (Shaybah) ibn Hāshim (‘Amr) ibn Abd Manāf (al-Mughīra) ibn Qusayy (Zayd) ibn Kilāb ibn Murra ibn Ka`b ibn Lu’ayy ibn Ghālib ibn Fahr (Quraysh) ibn Mālik ibn an-Naḑr (Qays) ibn Kinānah ibn Khuzaymah ibn Mudrikah (‘Āmir) ibn Ilyās ibn Muḑar ibn Nizār ibn Ma’ād ibn ‘Adnān (source : Abdullah ibn Abdul Muttalib, wikipedia.org).

2. Maternal Line (MtDNA), Muhammad The Prophet…
Muhammad ibn Aminah bint  Barrah bint Um Habib bint Barrah bint Umaymah bint Qilàbah bint Dubb bint Lubna bint Fatimah bint Zaynab bint `Atikah bint Shaqiqah bint Sawdah (Ibn Sa’d, Kitab Al-Tabaqat Al-Kabir volume 1, parts 1.13.2 : link).

3. MtDNA Fatimah bint Muhammad The Prophet :

01. The mother of Fatimah bint Muhammad The Prophet was, Khadijah bint Khuwaylid ibn Asad ibn `Abd Al-`Uzzâ ibn Qusayy ibn Kilâb ibn Murrah ibn Ka`b ibn Lu’ayy ibn Ghâlib ibn Fihr.

02. Her (Khadijah) mother was, Fatima bint Zâ’idah ibn Al-Asamm ibn Rawâhah ibn Hajar ibn `Abd ibn Ma`îs ibn `Âmir ibn Lu’ayy ibn Ghâlib ibn Fihr

03. Her (Fatima) mother was, Hala bint `Abd Manâf ibn Al-Hârith ibn `Amr ibn Munqidh ibn ‘Amr ibn Ma`îs ibn `Âmir ibn Lu’ayy ibn Ghâlib ibn Fihr

04. Her (Hala) mother was, Qilaba (al ‘Arqa) bint Su`ayd ibn Sa`d ibn Sahm ibn `Amr ibn Husays ibn Ka`b ibn Lu’ayy ibn Ghâlib ibn Fihr

05. Her (Qilaba) mother was, ‘Atiqa bint ‘Abdul ‘Uzza

06. Her (‘Atiqa) mother was, Rayta (al Khuty) bint Ka’b

07. Her (Rayta) mother was, Na’ila bint Hud-hafa

(source : books.google.co.id1, islamophile.org, books.google.co.id2).

References :
1. Mitochondrial DNA
2. Wahb ibn Abd Manaf, wikipedia.org
3. Barrah bint Abdul Uzza explained
4. were ancient nabateans the same people as the original arab

WaLlahu a’lamu bishshawab

You May Like :
1. AMAZING PHOTOS FROM HAJJ 1953
2. Objection : The Stonehenge was built in 1954 ?
3. The Floating City of The Solution to Global Warming ?
4. Muhammad “The Prophet”, in the Genealogy of the US President ?

Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi

Berdasar penyelusuran Genetika, diketahui Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), diperkirakan Adam “Manusia Modern”, hidup di bumi pada sekitar 237,000 sampai 581,000 tahun yang lalu.

Fakta ilmiah ini didukung, atas penemuan fosil manusia modern, di Sungai Omo Ethiopia yang berusia sekitar 195.000 tahun. Serta hasil penyelusuran Mitochondrial Eve, yang diperoleh hasil telah ada di bumi pada sekitar 200.000 tahun yang lalu.

Dalam ilmu geologi, masa 237,000 sampai 581,000 tahun yang lalu, di sebut sebagai Era Middle Pleistocene (126.000 sampai dengan 781.000 tahun yang lalu).

middle

Beberapa Bantahan

1. Penyelusuran Genetika, baik Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), maupun Mitochondrial Eve, berdasarkan sampel manusia modern, yang hidup saat ini.

Sementara berdasarkan catatan sejarah, sangat banyak bangsa-bangsa yang pernah hidup di bumi, mengalami kepunahan.

Untuk salah satu contoh, saat terjadi Letusan Gunung Toba, manusia hampir diambang kepunahan.Dengan demikian, manusia yang ada sekarang, adalah keturunan dari segelintir manusia yang dahulu selamat dari bencana Letusan Gunung Toba.

Gunung Toba meletus diperkirakan terjadi pada 74.000 tahun yang lalu. Ada yang menduga letusan ini 20.000 kali lebih dahsyat dari Bom Atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Letusan Gunung Toba ini, menjadi letusan yang paling membunuh sepanjang masa, sehingga hanya menyisakan sekitar 30.000 orang yang selamat.

Hal ini memberi kita alasan, masa peradaban manusia, tentu akan jauh lebih lama, seandainya penyelusuran Genetika, juga memperhitungkan bangsa-bangsa yang telah punah.

2. Ditemukan benda-benda arkeologi, peninggalan umat manusia yang telah berumur jutaan tahun.

Peninggalan Arkeologi itu, antara lain :

Jembatan Penyebrangan (Rama Bridge), berdasarkan mitos dibuat oleh pasukan kera, ketika Sri Rama akan menyeberang ke Alengka. Jembatan ini setelah di tes dengan kadar isotop ternyata sudah berumur 1.700.000 tahun.

– Penelitian oleh Richard Leicky, di tahun 1972, terhadap sedimen Pleistocene di daerah Old Govie Jourg (Kenya), yang memperoleh kesimpulan telah ada peradaban umat manusia pada sekitar 1,7 juta tahun yang lalu (Sumber : Para Penghuni Bumi, sebelum Kita, hal.17-18, tulisan Muhammad Isa Dawud).

sedimen

Perkiraan masa hidup Nabi Adam

Ada yang memperkirakan, masa kehidupan Nabi Adam telah berumur milyaran tahun. Namun pendapat ini, tentu harus diselaraskan dengan keadaan bumi, berdasarkan penelitian para ilmuwan.

1. Menurut Ilmu Astronomi, Bumi mulai terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Dan Bumi berdasarkan pendapat para ilmuan, baru layak ditinggali makhluk hidup “mamalia” pada sekitar 70 juta tahun yang lalu. Dimana pada masa itu, oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk hidup, sudah sangat bersahabat.

2. Berdasarkan informasi dari Al Qur’an (Qs. al-Maidah (5) ayat 27-31), diperkuat Hadits yang berasal dari ‘Abdullah ibnu ‘Abbas : Dimasa Nabi Adam telah ada teknologi pertanian dan peternakan. Hal tersebut tergambar melalui Qurban, dari anak-anak Nabi Adam yang bersengketa, yaitu berupa hasil-hasil pertanian dan peternakan.

Dan salah satu bentuk korban yang dipersembahkan adalah hewan mamalia jenis Qibas (Kambing), jadi bukan binatang purba seperti “dinosaurus” atau lainnya.

Berdasarkan temuan Fosil di wilayah Nevshir, hewan Kambing telah ada di bumi pada sekitar 8 juta-10 juta tahun yang lalu (Sumber : Harun Yahya)

3. Adanya pertanian dan peternakan di masa Nabi Adam, menunjukkan pada masa itu, disekitar padang arafah, yang merupakan tempat tinggal pertama umat manusia, merupakan wilayah yang subur.

Berdasarkan pendapat Profesor Alfred Kroner (seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany), ia menyatakan dataran Arab pernah menjadi daerah yang subur, di masa belahan bumi lain, mengalami Era Salju (Snow Age).

qibas11

Dengan mengacu kepada dalil-dalil diatas, diperkirakan Nabi Adam hidup di bumi dengan rentang waktu antara 1,7 juta sampai 10 juta tahun yang lalu.

Nabi Adam hidup di sekitar Padang Arafah, yakni di masa Era Salju (Snow Age), yang berdasarkan Penelitian Geologi, terjadi pada sekitar 2,6 juta tahun yang lalu.

Apakah di masa 2,6 juta tahun yang lalu, adalah masa kehidupan Nabi Adam dan keluarganya ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan :

1. Masa kehidupan Nabi Adam mungkin bisa lebih lampau lagi. Hal ini terkait dengan ditemukannya “kawasan Al Gharbia” yang berada di Uni Emirat Arab, yang dipekirakan pada masa 8 juta tahun yang lalu, merupakan daerah yang subur.

2. Di temukannya jejak kaki, yang diduga jejak kaki manusia, yang telah berumur sekitar 3,6 juta tahun, di Laetoli, Tanzania.

Sumber :
1. Ice Age
2. Gunung Toba
3. thenational.ae
4. Middle Pleistocene
5. nationalgeographic
6. Mitochondrial Eve
7. Y Chromosomal Adam
8. Kisah Habil dan Qabil

The God Gene, dalam tinjauan Syar’i dan Genetika

Ketika ALLAH menciptakan Nabi Adam, ALLAH telah menanamkan sebuah perangkat khusus di dalam tubuh manusia, yang berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal Illahiah.

Sebagaimana dijelaskan di dalam ayat berikut ini :

maka ALLAAH mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. As-Syam (91) ayat 8-10)

Perangkat khusus ini, di dalam ilmu genetika dikenal sebagai The God Gene.


Kemuliaan Manusia

ALLAH
telah memuliakan manusia dibanding makhluk lainnya, yaitu dengan menitipkan Gen khusus ini. Maka dengan alasan kemuliaan inilah, mungkin yang menjadi salah satu sebabALLAH memerintahkan para Malaikat dan semua Jin untuk sujud kepada Nabi Adam (baca juga : Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius.

Dan (ingatlah) ketika KAMI berKalam kepada para Malaikat:
“Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqarah (2) ayat 34).

Keberadaan The God Gene, yang merupakan penerima sinyal-sinyal ajaran Illahiah, juga tergambar di dalam ayat-ayat berikut :

Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah), bahwasanya AKU adalah dekat… (QS 2:186)

dan KAMI lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat (QS 56:85)

…dan KAMI lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (QS 50:16).

Dalam Ilmu sains yang mempelajari tentang geneologi. The God Gene ini diidentifikasikan sebagai VMAT2 (vesicular monoamine taranspoter), yang ditetapkan bagi kode genetic adaptif yang lebih C ketimbang A di posisi 33050 pada genom Insan.

Gen ini ditemukan oleh Dean Hamer, seorang kepala struktur Gen di US National Cancer Institute, sebagaimana disebutkan oleh Kluger dalam Bukunya Is God in our genes, lihat Time Magazine, 25 Oktober 2004.

Saat menemukan The God Gene ini, Hamer juga mempelajari sembilan gen yang meningkatkan produksi zat-zat kimia otak yang disebut monoamine- termasuk serotonin, noreipinefrin dan dopamine, yang mana zat-zat kimia inilah yang mengatur suasana hati dan motivasi (sumber : Pertarungan antara DNA ALLAAH vs genetik iblis dalam tubuhmu).

muncul pertanyaan…

Jika manusia telah dibekali, perangkat khusus oleh ALLAH, dalam menangkap sinyal-sinyalNYA, mengapa manusia masih banyak yang ingkar?

Untuk dipahami, masih ada faktor lain yang bermain di sini, yakni  syaithon sang penggoda. Dan ALLAH telah menegaskan, bahwa Dia telah mengutus syaithon kepada orang-orang kafir, untuk mendorong mereka agar berbuat maksiat dengan sungguh – sungguh (Qs.19:83-84). (sumber : al Ulama-net)

Syaithon adalah misi penguji bagi manusia berupa kalam syar (Qs.113:2) yang merupakan lawan dari kalam wahyu yang diciptakan ALLAH. Bisikannya berupa hawa (Qs.45:23) yang ditiupkan secara terus menerus ke nafsu manusia oleh iblis (Qs.7:16-17). Sementara kalam wahyu, tempat penerimaannya pada hati manusia (Qs.8:24).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius

Dari hasil penelitian, otak manusia mempunyai 1 triliun sel, dengan 100 milyar sel aktif. Setiap sel itu mampu membuat jaringan sampai 20.000 sambungan tiap detik.

Dengan kondisi yang seperti itu, seorang master trainer dari Brains Power Indonesia, Irwan Widiatmoko mengatakan, “Apabila seluruh informasi alam semesta ini dimasukkan ke dalam otak kita, otak kita tidak akan penuh.” Begitu yang dikutip dari http://www.kompas.com tanggal 25 Agustus 2008.

Adakah manusia super jenius di dunia ini?

Jawabnya adalah Nabi Adam AS, yang merupakan leluhur seluruh umat manusia…

Kok bisa?

Soalnya beliau adalah satu-satunya makhluk, yang berhasil mempresentasikan keadaan seluruh alam semesta ini di hadapan Allah SWT. Kenyataan inilah yang membuat para para malaikat terkagum-kagum, dan mereka pun sujud kepada Adam AS dan mengagungkan kebesaran Allah SWT.

Kisah ini termuat dengan jelas dalam QS Al Baqarah ayat 33—34.

(33) “Dia (Allah) berfirman, ‘Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!’ Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia (Allah) berfirman, ‘Bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu sembunyikan?’.”

(34) “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!’ Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.”

Jadi kalau ada yang bilang, kecerdasan adalah faktor bibit atau keturunan, hal itu berarti semua manusia (termasuk kita ini) punya potensi jadi manusia super jenius.

Sebenarnya struktur otak Nabi Adam AS, relatif sama dengan struktur otak manusia kebanyakan, termasuk kita. Bedanya, Sang Nabi pertama itu sudah secara optimal memakai semua potensi otaknya.

Bagaimana dengan kita?

Berpikir saja biasanya malas. Kita lebih suka melihat orang lain yang jadi lebih jenius. Dan dari penelitian pula, kita ini kebanyakan hanya memakai daya otak kita sebesar 10%…

Jadi… apa yang mesti kita lakukan?

Yach, pilihan ada di tangan masing-masing. Yang jelas, orang-orang di Jepang itu memaksimalkan potensi otaknya dan mereka jadi bangsa yang besar.


Sejarah mencatat Jepang yang pernah dibom atom pada masa Perang Dunia II di Hirosima dan Nagasaki. Peristiwa itu menyebabkan kerugian dan kerusakan parah serta nyaris melumpuhkan perekonomian Jepang secara keseluruhan.

Namun tidak butuh lebih dari dua dekade, usaha yang keras dan kegigihan bangsa Jepang telah membuatnya kembali menancapkan giginya sebagai bangsa yang besar. Bahkan sampai saat ini Jepang dianggap sebagai salah satu ikon bangsa yang maju dan berbudaya di Asia.

Jadi, semuanya terserah kita. Apakah kita mau memaksimalkan kemampuan otak kita dan menjadi orang yang sukses atau hanya orang yang biasa-biasa saja.

Artikel Terkait
01. MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI
02. Sun Go Kong, itu Ilmiah ?
03. Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza