Tag Archives: Isa

Silsilah Kekerabatan : Nabi Muhammad, Nabi Isa (Jesus), Siddhartha Gautama, Zoroaster, Krishna dan Nabi Musa (Moses) ?

Filsuf Reb Yakov Leib HaKohain dalam pengajaran Donmeh West dari Neo-Sabbatean menyebutkan bahwa keturunan Nabi Ibrahim (Abraham) ada yang berpindah ke timur dan menjadi tokoh agama Hindu, Buddha dan Shinto (Sumber : wikipedia.org).

Dari kalangan penelitian genealogy, mencoba untuk mengungkap kekerabatan Nabi Muhammad, Nabi Isa (Jesus), Siddhartha Gautama, Zoroaster, Krishna dan Nabi Musa (Moses), yang ternyata memiliki leluhur yang sama, yaitu Nabi Ibrahim (Abraham), sebagaimana terlihat pada bagan silsilah berikut :

genealogy1a

Sumber : bupc.org

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi
2. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?
3. Misteri Ajaran Kapitayan, Jejak Monotheisme Nabi Nuh dalam Keyakinan Purba masyarakat Nusantara?
4. Monotheisme, warisan Syariat Nuh, dalam Ajaran Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, Konghucu, Sikhism dan Zoroaster ?

Misteri Penciptaan Isa, Parthenogenese, dan Ruh Jibril

Bagaimana Nabi Isa bisa lahir, dari rahim seorang perawan ?

Jika hal ini, kita tanyakan kepada Para Ustadz, mereka akan menjawab…
“Semua itu adalah kehendak ILAHI, jika ALLAH menghendaki Kunfayakun, jadi maka jadilah ia…”

Namun ternyata, tidak semua Ustadz punya jawaban demikian, sebagian dari mereka mencoba menganalisa peristiwa ajaib tersebut, sebagaimana terdapat dalam uraian berikut ini…

13266264791394782693
Kelahiran Isa melalui proses Parthenogenese

Sekitar tahun 80-an, melalui serial bukunya “Tauhid dan Logika”, Ustadz Nazwar Syamsu berkesimpulan bahwa Nabi Isa lahir ke dunia melalui proses Parthenogenese

Proses Parthenogenese sendiri bermakna, membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia. Telur (ovum) dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi (Sumber : BUNDA MARIA versus MARYAM).

In 1956 the medical journal Lancet published a report concerning 19 alleged cases of virgin birth among women in England, who were studied by members of the British Medical Association. The six-month study convinced the investigators that human parthenogenesis was physiologically possible and had actually occurred in some of the women studied (sumber : Can Pregnancy Occur Without Man).

Proses selanjutnya adalah “ditiupkan”-nya ruh ke dalam janin sang bayi. Proses ini diawali oleh kedatangan Jibril (Ruhul Qudus) menemui Maryam binti Imran, sebagaimana terdapat di dalam keterangan ayat berikut :

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang malindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna”.

Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertaqwa”. Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang penzina!”. Jibril berkata: “Demikianlah. Rabbmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku, dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”. (QS. Maryam (19) ayat 16-21)

13266266722094404292
Dalil Ruh Nabi Isa adalah Malaikat Jibril…

Ada sebagian orang berpendapat, bahwa ruh yang bersemayam didalam tubuh Nabi Isa, sejatinya adalah malaikat Jibril (Ruhul Qudus)

Mari kita perhatikan Hadits berikut ini :

Dari Umar juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi RasuluLLAH SAW suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (RasuluLLAH SAW) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ILAAH ( yang disembah) selain ALLAH, dan bahwa Nabi Muhammad Utusan ALLAH, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian Dia bertanya lagi: “ Beritahukan Aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada ALLAH, malaikat-malaikat-NYA, kitab-kitabNYA, rasul-rasul-NYA dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian Dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu Beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada ALLAH seakan-akan engkau melihatNYA, jika engkau tidak melihatNYA maka DIA melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim dalam Kitabul Iman)

Sekarang coba perhatikan Hadits diatas pada bagian yang dicetak tebal, yakni ketika Jibril bertanya tentang Kiamat, maka Nabi menjawab : Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya, maka disimpulkan bahwa Jibril lebih tahu mengenai hari Kiamat dibandingkan Nabi Muhammad. Lalu kita hubungkan dengan ayat berikut :

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf (43) ayat 61)

Dijelaskan bahwa Nabi Isa lah yang memberitahukan tentang masa hari Kiamat secara global, bukan memberitahukan secara detail waktu tepatnya, karena itu hanya ALLAH yang tahu.

Sementara Jibril dalam Hadits di atas, memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat. Lalu siapakah Nabi Isa dan siapakah Jibril ?

Jibril adalah Malaikat Pembawa Wahyu, sebagian besar Nabi ALLAH menerima Wahyu dari Malaikat Jibril setelah Para Nabi itu dipandang cukup usia untuk menerima wahyu . Hal berbeda dengan Nabi Isa, yang pada masa kecilnya sudah mengaku sebagai Nabi menerima Wahyu. Nash berikut menjelaskan :

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun , ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina”.

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan”. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. (QS. Maryam (19) ayat 27-30)

Dalam ayat diatas tanpa menunggu waktu dewasa, dan dalam keadaan masih bocah, Isa bisa menjelaskan status ke-nabiannya dan pemberian wahyu kepadanya.

Lalu apakah Jibril telah memberikan Wahyu kepada Nabi Isa semenjak Beliau masih Bayi? Atau apakah Isa itu adalah Jibril itu sendiri?

Simak baik baik apakah tugas Jibril kepada Maryam?

Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (QS. Maryam (19) ayat 19)

Jibril datang untuk memberikan anak. Dan disinilah terjadi proses pembuahan janin dari Ruhul Qudus (Jibril) kepada Maryam dengan cara Jibril menghembuskan Ruh Nya kepada Maryam, sehingga bersemayamlah Jibril di rahim Maryam sebagai ‘Isa (Sumber : @israel pardede, diskusi Grup Facebook NAZWAR SYAMSU (Review buku-buku NS)).

Pendapat ini juga sekaligus mempertemukan, dua argument yang berbeda tentang Nabi Isa, yaitu antara mereka yang yakin Nabi Isa telah wafat di bumi dengan mereka yang percaya Nabi Isa diangkat ALLAH ke langit…

Karena sesungguhnya, jasad (tubuh) Nabi Isa yang berasal dari proses Parthenogenese telah diwafatkan oleh ALLAH, dan ruhnya yang merupakan Ruhul Qudus (Jibril) telah kembali ke “langit” tempat asalnya…

WaLlahu a’lamu bishshawab

Note :  Kemungkinan terjadinya, proses yang lain

Untuk dipahami sel telur (pada wanita selalu X, yang merupakan pecahan dari kromosom XX, ciri sel somatik pada wanita), dan sel sperma (pada pria ada yang X dan ada yang Y, pecahan dari kromosom XY. ciri sel somatik pada pria). Sel telur dan Sel Sperma adalah sel-sel kelamin pada manusia yang bersifat haploid (n)

Lalu dari mana partenogenesis bisa terjadi pada manusia secara alami ?

Jika dari sel somatik wanita yang diploid (XX), maka yang muncul adalah individu wanita.

Yaitu melalui proses dari sel telur yang haploid (X), menggandakan diri sehingga menjadi diploid (XX), yang muncul adalah individu wanita.

Adapun Nabi Isa AS adalah pria, yang berarti adanya kromosom Y dalam sel somatiknya (yakni XY), jadi tidak mungkin dari partenogenesis

Yang lebih logis adalah, adanya campur tangan Allah dengan cara merubah sel telur yang haploid itu (yakni X) digandakan menjadi diploid (XX), kemudian merubahnya menjadi diploid (XY), sehingga berkembang menjadi individu pria (Nabi Isa AS)…

Apakah perubahan dari diploid (XX) menjadi diploid (XY), dipengaruhi dari makanan yang di makan oleh Siti Maryam ?

Sebagaimana informasi dari Al Qur’an :

فَتَقَبَّلَهَارَبُّهَابِقَبُولٍحَسَنٍوَأَنبَتَهَانَبَاتًاحَسَنًاوَكَفَّلَهَازَكَرِيَّاكُلَّمَادَخَلَعَلَيْهَازَكَرِيَّاالْمِحْرَابَوَجَدَ عِندَهَارِزْقاًقَالَ يَامَرْيَمُأَنَّى لَكِهَذَاقَالَتْهُوَ مِنْعِندِاللّهِ إنَّاللّهَيَرْزُقُمَن يَشَاءبِغَيْرِ حِسَابٍ

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: `Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?` Maryam menjawab: `Makanan itu dari sisi Allah`. Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab (QS. Ali Imran (3) ayat 37)…

Sumber :
http://filsafat.kompasiana.com/2012/01/15/misteri-penciptaan-isa-parthenogenese-dan-ruh-jibril/

Meninjau Kembali Masa Hidup Rasulullah

Dalam tulisannya seri ke-410, yang berjudul “Muhammad: Umur Nabi Muhammad SAW (570—632 M) Menurut Kalender Miladiyah?” di Harian Fajar, Ustadz H. Muh. Nur Abdurrahman, menulis:

Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam tahun 570 M dan wafat dalam tahun 632 M. Berarti beliau berumur 632 – 570 = 62 tahun syamsiyah“.

Namun kalau angka 62 tahun dirujukkan pada sumber informasi yang otentik sebagai sumber sejarah, maka akan terdapat perbedaan. Berdasarkan sumber sejarah, menginformasikan : Dari ‘Aisyah RA, Nabi SAW wafat ketika beliau berumur 63 (Shahih Bukhari).

Kita telah pahami, bahwa.satu tahun Syamsiyah (peredaran matahari) terdiri atas 365,2422 hari, sedangkan satu tahun qamariyah (peredaran bulan) terdiri atas 354,5 hari.

Jadi 63 tahun qamariyah jika dikonversi menjadi tahun syamsiyah, akan kita peroleh = 63 x 354,5/365,2422 = 61 tahun syamsiyah. Dengan pernyataan ini, jelas bahwa apa yang tercantum dalam buku-buku sejarah itu tidak benar.

61 tidak sama dengan 62. Alhasil catatan sejarah, masa hidup Rasulullah SAW (570—632 M) perlu ditinjau kembali.


Kalau begitu, kapan Rasulullah SAW lahir?

Untuk merevisi (570—632 M) tidaklah sederhana. Apakah perbedaan 62 – 61 = 1 tahun itu dikoreksi pada angka kelahiran beliau (570 M), lalu menjadi (571—632 M)? Ataukah pada angka wafatnya beliau (632 M), lalu menjadi (570—631 M)? Pemilihan salah satu di antara kedua alternatif itu, adalah tindakan yang ceroboh, sebab tidak ada dasarnya.

Untuk itu, kita perlu mencari data baru yang bersumber dari informasi yang otentik. Dan sekali lagi kita mengambil rujukan dari Shahih Bukhari sebagai sumber informasi sejarah yang otentik. Dari Salman RA, katanya fitrah (zaman antar nabi) antara Nabi Isa AS dengan Nabi Muhammad SAW selama 600 tahun.

Untuk dapat meluruskan kebenaran kelahiran Nabi Muhammad SAW, kita mesti tahu kapan lahirnya Nabi Isa AS. Jadi pertanyaannya, kapan Nabi Isa AS dilahirkan?

Nabi Isa AS dilahirkan tatkala bangsa Yahudi dijajah oleh imperium Romawi di bawah Kaisar Agustus (63 SM—14 M), memerintah (30 SM—14 M). Kaisar ini, yang nama aslinya Gaius Octavius, yang dikenal sebelumnya dengan nama Octavianus. Kaisar inilah yang memerintahkan supaya penduduk dalam seluruh imperium Romawi disensus untuk keperluan pajak.

Di saat sensus yang baru pertama kali diadakan oleh imperium Romawi itu, yang menjadi Gubernur Siria adalah Cyrenius Cyrinus (4 – 1 SM). Maryam melahirkan Nabi Isa AS, disaat sensus diselenggarakan, dimana ketika itu, Herodes Agung menjadi Raja Judea (37—4 SM).

Artinya Nabi Isa AS dilahirkan dalam tahun 4 SM. Karena tahun 4 SM itu merupakan tahun persekutuan antara (4—1 SM) dengan (37—4 SM).

Interval waktu antara kelahiran Nabi Isa AS dengan Nabi Muhammad SAW adalah 600 x 354,5/365,2422 = 582 tahun syamsiyah. Alhasil Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam tahun -4 + 582 = 578 M. Dan beliau wafat dalam tahun 578 + 61 = 639 M.

Apabila Nabi Muhammad SAW, selama 10 tahun qamariyah di Madinah, berarti ketika hijrah umur beliau = 63 – 10 = 53 tahun qamariyah = 53 x 354,5/365,2422 = 51 tahun syamsiyah. Berarti tahun hijrah terjadi dalam tahun 578 + 51 = 629 M, bukan tahun 622 M, seperti selama ini kita ketahui.

Catatan Penambahan :

1. Fatrah (Fitrah/Zaman antar Nabi), mungkin lebih tepat dimaknai sebagai masa kevakuman (kekosongan) turunnya wahyu, yaitu “jarak antara kewafatan (kenaikan) Nabi Isa sampai dengan masa Nabi Muhammad menerima wahyu pertama”.

Melalui definisi ini, kita akan mendapati kelahiran Nabi Muhammad pada hari senin, tanggal 8 Rabi’ul Awal 52 Sebelum Hijriah, dan saat beliau menerima wahyu pertama pada hari senin, tanggal 21 Ramadhan 12 Sebelum Hijriah.

Dari data tersebut, kita bisa menyelusuri saat diwafatkannya Nabi Isa, yaitu tahun 28 Mesehi, dan saat Nabi Isa (Jesus) dilahirkan pada tahun 4 Sebelum Masehi.

Perincian Perhitungan :
Mukjizat Hadis “Fatrah (zaman antar nabi)”, menjawab dengan tepat masa kelahiran Nabi Isa (Jesus) ?

WaLlahu a’lamu bishshawab