Tag Archives: jin

Kisah Dakwah Nabi Muhammad Kepada Bangsa Jin ?

Di dalam riwayat Shahih Muslim, diceritakan tentang dakwah Nabi kepada Bangsa Jin.

Keterangan :

Bahwa Alqamah bertanya kepada sahabat Ibnu Mas’ud,

”Apakah ada diantara kalian yang ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam beliau bertemu jin?”

Kemudian Ibnu Mas’ud menjawab :

”Tidak, hanya saja, pada suatu malam, sebelumnya kami bersama Rasulullah. Tiba-tiba kami kehilangan beliau, dan kamipun mencari beliau di lembah dan semak-semak (setapak jalan ke gunung).

Hingga kami mengatakan, ’Beliau dibawa pergi oleh jin.’ Malam itu, kami menjalani malam paling buruk.

Dan di pagi harinya, tiba-tiba beliau datang dari arah Hira. Kamipun segera menyambut beliau,

’Ya Rasulullah, kami kehilangan anda dan kami berusaha mencari anda, namun kami tidak berhasil menemukan anda. Sehingga kami merasa sangat sedih di malam itu.”

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ فَذَهَبْتُ مَعَهُ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ

”Ada seorang dari kalangan jin yang mendatangiku, akupun pergi bersamanya dan aku bacakan ayat al-Quran kepada mereka.”

Ibnu Mas’ud melanjutkan ceritanya, Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi bersama kami. Kamipun melihat bekas mereka dan bekas api mereka. Dan mereka meminta bekal hidup. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ يَقَعُ فِي أَيْدِيكُمْ أَوْفَرَ مَا يَكُونُ لَحْمًا وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ

Pada setiap tulang hewan yang disembelih secara syar’i, akan berisi penuh daging di tangan kalian. Dan setiap kotoran hewan ternak, menjadi makanan binatang kalian (jin).

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

فَلَا تَسْتَنْجُوا بِهِمَا فَإِنَّهُمَا طَعَامُ إِخْوَانِكُمْ

”Janganlah kalian melakukan istinjak dengan tulang dan kotoran, karena itu makanan saudara kalian (dari bangsa jin).”

Referensi :
1. konsultasisyariah.com
2. shirathal-mustaqim.org
3. mutiarahadits.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik
1.
2. 
3. Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ?
4. Masya Allah… inilah 12 Pendapat Tokoh Non Muslim, tentang “Nabi Muhammad” !!

Catatan Penambahan :

1. Di dalam Al Qur’an, terdapat beberapa dalil berkenaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah kepada bangsa para jin.

Di dalam QS. Al-Ahqaf: 29, diterangkan sebagai berikut :

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِين

Ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al- Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan al-Quran, lalu mereka berkata:

“Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (bangsa jin) untuk memberi peringatan.

Ibnu Katsir menukil keterangan dari Ibnu Abbas, menyatakan bahwa bahwa jumlah mereka ada 7 jin yang semuanya rajin ibadah. (Tafsir Ibn Katsir, 7/289).

2. Setelah Para Jin beriman, mereka kemudian mendakwahi kaumnya di kalangan jin. Sebagaimana firmanNya :

قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ ( ) يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ( ) وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Mereka berkata: “Hai kaum kami, Sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih

dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka Dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Ahqaf: 30-32).

Iklan

[Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?

Sebuah video menjadi pembicaraan dunia maya. Video ini menampilkan penampakan se-sosok makhluk aneh di Mina, tempat jemaah haji melakukan ibadah ritual melontar jumrah.

Sosok makhluk ini, terlihat berpakaian arab kuno, dengan memakai tas besar. Ia nampak bergerak sangat cepat.

videojin2
Penampakan Jin Naik Haji

Beredar spekulasi bahwa sosok makhluk aneh tersebut adalah Jin yang sedang naik haji. Namun benarkan demikian ?


Jika kita cermati, setidaknya ada beberapa keanehan yang terdapat di dalam video ini, yaitu :

(1). Sosok yang dikatakan sebagai penampakan jin ini, gambarnya lebih terang dari yang para jemaah haji lainnya.

(2). Bentuk tubuh makhluk ini, lebih kecil dari orang-orang disekitarnya.

(3). Ada jemaah haji, seakan melempar jumrah ke arah makhluk ini.

Dari ketiga alasan ini, dapat disimpulkan video ini tidak asli lagi, karena sudah disisipkan animasi berbentuk makhluk yang berpakaian biru.

Jadi bukan penampakan jin, melainkan teknologi animasi seperti yang sering kita lihat di dalam film-film kartun.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Mukjizat Jasad Para Syuhada Perang Uhud ?
2. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1438 tahun yang lalu ?
3. [Analisa Foto] Makhluk Raksasa dari Situs Gunung Padang, terbukti Berita HOAX ?
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

Bangsa Jin dan Adab Membuang Air Panas?

Syaikhul Islam menulis…

وقد يكون وهو كثير أو الأكثر عن بغض ومجازاة مثل أن يؤذيهم بعض الإنس أو يظنوا أنهم يتعمدوا أذاهم إما ببول على بعضهم وإما بصب ماء حار وإما بقتل بعضهم وإن كان الإنسي لا يعرف ذلك – وفي الجن جهل وظلم – فيعاقبونه بأكثر مما يستحقه

Dan terkadang – dan ini sering terjadi – pada sebagian orang – bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka.

Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan.. sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi. (Majmu’ Fatawa, 19/40).

Untuk itulah, hendaknya setiap muslim berhati-hati ketika membuang air panas.

jin1

Beberapa Adab yang Perlu Diperhatikan

Pertama, aktifkan dzikir pagi petang. Karena dzikir pagi petang ibarat baju besi bagi manusia, yang menjadi sebab Allah melindungi orang yang rutin membacanya dari gangguan makhluk yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.

Kedua, hindari membuang air di tempat yang umumnya dihuni jin.

Sebagian ulama menyarankan agar tidak dibuang di kamar mandi. Karena kamar mandi termasuk tempat favorit jin dalam rumah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الْخَلاَءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti (oleh setan). Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan,

فليحترز المسلم من صب الماء الحار في الحمامات أو غيرها ؛ لئلا يصيب الجن وهو لا يعلم ، فيصيبونه بأذى ، ومثل هذا يعرف بالتجربة ، ولا نعلم فيه شيئاً عن النبي صلى الله عليه وسلم ، أو عن أحد من أصحابه رضي الله عنهم .

Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun kami tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. (Fatwa Islam no. 226625).

Termasuk yang perlu dihindari adalah membuang air panas di lubang-lubang tanah.

Dari Qatadah, dari Abullah bin Sirjis, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْجُحْرِ

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kencing di lubang.

Qatadah ditanya, ‘Mengapa kencing di lubang dilarang?’

Jawab beliau:

إِنَّهَا مَسَاكِنُ الْجِنِّ

“Lubang itu tempat persembunyian jin.” (HR. Ahmad 19847, Nasai 34, Abu Daud 29, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

jin2

Ketiga, jika diperlukan, baca basmalah sebelum membuang air panas

Misalnya, ketika kondisi kita berada di tempat asing, atau kita merasa sangat khawatir dengan satu tempat tertentu, kita bisa membaca basamalah sebelum membuang air panas.

Syaikh Abdurrahman al-Barrak pernah ditanya,

Apakah ada anjuran untuk membaca basmalah ketika seeorang membuang air panas?

Jawab beliau,

لا أذكر أنه ورد الندب في التسمية في خصوص ما ذُكر، لكن ذكرك لله من الأسباب التي دلت النصوص أنه يطرد الشياطين ويمنع من شرهم ، كما شُرعت التسمية عند الاضطجاع ، وعند دخول المنـزل

Saya tidak mengetahui adanya dalil yang menganjurkan memmbaca basamalah secara khusus untuk kasus yang disebutkan. Akan tetapi menyebut nama Allah termasuk salah sebab yang ditunjukkan oleh dalil bahwa itu bisa mengusir setan dan menghalangi kejahatan mereka. Sebagaimana kita dianjurkan untuk membaca basamalah ketika tidur atau ketika masuk rumah.

Kemudian beliau melanjutkan,

فأرجو أن ما يفعله الناس في مثل هذه الأحوال التي أُشير إليها في السؤال أرجو أنه حسن؛ لأن صب الماء الحار ولا سيما في بعض المواضع التي يمكن أن تكون مسكناً للجن يُخشى أن يكون له أثر انتقامي، فإذا ذكر الإنسان اسم الله فقال: باسم الله، كان ذلك سبباً في طرد ما يخشى من شر الشياطين

Saya berharap apa yang dilakukan masyarakat dengan membaca basmalah ketika membuang air panas sebagaimana yang ditanyakan, saya berharap ini termasuk perbuatan baik. Karena membuang air panas, terlebih di tempat-tempat yang mungkin itu dihuni jin, dikhawatirkan akan menyebabkan balas dendam. Jika seseorang membaca basmalah, ini bisa menjadi sebab menjauhkan dari kekhawatiran akan dampak kejahatan setan. (al-Arak Majmu’ Fatawa al-Barrak).

jin3

Kisah Meruqyah Jin

Syaikh Abdul Aziz as-Sidhan menceritakan,

Saya pernah menghadiri acara ruqyah orang yang kesurupan. Terjadi dialog antar jin dan peruqyah,

Peruqyah: ‘Mengapa kamu masuk ke badan orang ini’

Jin: ‘Orang ini membuang air mendidih dan mengenai anakku, sampai mati.’

Peruqyah: ‘Itu karena dia tidak tahu ada anakmu di tempat itu.’

Jin: ‘Mengapa dia tidak membaca basmalah sehingga anakku bisa menghindar sebelum dia buang air panas.’

(Syarh kitab ad-Dakwah ilallah wa Akhlak ad-Duat, dinukil dari Fatwa Islam no. 226625).

Allahu a’lam.

Sumber :
konsultasi syariah

Rasionalisasi Fenomena Hantu dan Jin Nabi Sulaiman ?

Hantu merupakan sosok dari masa lalu, yang bisa terlihat pada saat ini. Penampakan Hantu, terutama dalam bentuk manusia yang telah meninggal, terkadang membuat rasa takut. bagi mereka yang melihatnya.

Di Indonesia ada beberapa jenis Hantu yang populer, di antaranya Si Manis Jembatan Ancol, Sundel Bolong, Genderuwo serta Tuyul. Keberadaan mereka selalu diselubungi dengan aroma mistis, dan dibumbui oleh cerita-cerita yang menyeramkan.

Penampakan Hantu dalam Sains

iklanjinsulaiman
Di dalam Islam, keberadaan Hantu erat kaitannya dengan keberadaan makhluk halus, yang disebut Jin. Jin memiliki kehidupan bermasyarakat seperti manusia, namun karena berbeda dimensi dengan kita, mereka tidak bisa terlihat.

Jin bisa merubah dirinya dalam berbagai bentuk. Salah satunya, bisa mengubah dirinya dalam bentuk orang-orang yang telah wafat.

Namun tidak semua penampakan Hantu merupakan ulah Jin. Di dalam bukunya ”Spookisma”, DR. M. Mannico mencoba menganalisa Fenomena Hantu ini :

Ruangan yang jarang sekali di kunjungi orang, terdapat suatu zat yang di namakan zat ”Eather perekam”. Zat ini mempunyai kemampuan merekam segala bentuk kejadian, baik berbentuk rupa, bau ataupun suara.

Elecktron-proton-neutron yang berkumpul di dalam atom mempunyai sifat merekam. Bahkan atom terdapat di dalam diri manusia , seperti dalam otak, hati, mata, kulit, syaraf-syaraf, telinga dan bagian tubuh yang lain nya.

hantu6
Jika atom rekaman berkumpul di dalam satu ruangan, yang kebetulan di dalam ruangan tersebut terjadi satu kejadian atau peristiwa. Maka dalam satu waktu di masa mendatang, atom-atom akan memunculkan rekaman suara atau bentuk penampakan, sebagaimana yang dulu pernah terjadi peristiwa di tempat tersebut.

Penampakan tersebut akan timbul dari waktu tertentu dengan mengeluarkan suara atau menampakan dalam bentuk rupa yang tidak berubah. Hanya saja semakin lama akan makin menghilang (rusak) [Sumber : Hantu dalam Sudut Pandang Ilmiah]

Selain itu, penampakan sosok dari masa lalu, bisa berasal dari gelombang energi yang berasal dari Lauhul Mahfudz, yang merupakan perangkat pencatat semua kejadian yang ada di langit dan di bumi.

“Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauhul Mahfuz)” (QS: An-Naml (27) :75).

Skema Penampakan yang berasal dari masa lalu maupun masa mendatang, kira-kira seperti ini :

fenomena1
Misteri Jin Nabi Sulaiman

Di dalam Al Qu’an di kisahkan tentang Jin, yang membantu Nabi Sulaiman untuk mendirikan bangunan-bangunan yang tinggi.

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

“Para jin itu membuat untuk Sulaiman, apa yang dikehendakinya, dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam, dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud (Sulaiman), untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu, yang berterima kasih.” (QS. Saba’ (34) ayat 13)

Sudah sama dipahami, Jin sebagai makhluk metafisika (supranatural), tentu ada. Dan kita wajib mempercayai hal-hal yang bersifat ghaib.

Namun apa yang di-dirikan, makhluk Jin di masa Nabi Sulaiman, adalah benda real, bukan benda ghaib.

Artinya yang merancang dan membinanya juga, seharusnya secara Sunnatullah, adalah makhluk real juga, dalam hal ini manusia, atau makhluk Jin (metafisika) yang telah merubah wajud-nya menjadi manusia.

jin1

Mungkinkah Jin, bisa memiliki tubuh kasar ?

Mari kita perhatikan, Hadis Imam Bukhari berikut :

Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Bassyar telah bercerita kepada kami Muhammad binJa’far telah bercerita kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Sesungguhnya ‘Ifrit dari bangsa jin baru saja menggangguku untuk memutuskan shalatku namun Allah menjadikan aku dapat menundukkannya lalu aku tangkap dan hendak mengikatnya pada tiang diantara tiang-tiang masjid hingga tiap orang dari kalian dapat melihatnya.

Namun aku teringat akan do’a saudaraku, Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam; (“Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku”). (QS. Shad ayat 35). Maka kulepaskan kembali setan itu dalam keadaan hina [sumber hadis]

Pada hadis diatas, keadaan Jin yang ghaib (metafisika), berubah menjadi real. Di mana Rasulullah, bisa menangkapnya, bahkan bisa di-ikat dan bisa dilihat para sahabatnya (meskipun tidak jadi dilakukan).

Dengan demikian, tidak selamanya Jin itu berbadan halus. Para Jin juga bisa berbadan kasar. Dan ketika Jin berbadan kasar, maka keadaannya akan sama dengan manusia, yaitu akan dipengaruhi gaya gravitasi bumi.

Di saat kondisi Jin = kondisi manusia, maka Jin bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia, seperti menyusun batu, mengangkat batu, sebagaimana ketika mereka membangun bangunan-bangunan di masa Nabi Sulaiman.

WaLlahu a’lamu bishshawab