Tag Archives: nusantara

Menemukan Leluhur berdasarkan Y-DNA haplogroups, di Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur ?

Y-DNA merupakan genetik yang diturunkan secara patrilineal (garis keturunan langsung dari pihak ayah kepada anak laki-laki). Y-DNA sendiri dibedakan dalam beberapa haplogroups, yang merupakan kombinasi gen pada kromosom dari berbagai daerah, dengan kecenderungan diwariskan bersama-sama.

Berdasarkan penyelusuran genetika, Y-DNA haplogroups penduduk Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur (sumber : wikipedia.org), adalah sebagai berikut :

DNAnusantara1
Dari tabel diatas, Y-DNA yang dominan di Jawa dan Sumatera adalah Haplogroup O, sementara Indonesia Timur lebih dominan Haplogroup C.

Haplogroup O-M175 oleh beberapa ahli dianggap terkait dengan Kepulauan Formosa (Taiwan), dan disana ditemukan 93,2% penduduknya memiliki Haplogroup O.

Sedangkan Haplogroup C1b2 – M38 oleh beberapa ahli dianggap terkait dengan dari Kepulauan Polynesia (Pasifik), dan disana ditemukan 83,3% penduduknya memiliki Haplogroup C.

Sumber : Ancestral Lineages of the Malays

Dan yang menarik di Sumatera, terdapat Haplogroup F yang cukup dominan. Haplogroup F sendiri diperkirakan berasal dari wilayah India Selatan dan Srilangka (sumber : Haplogroup F).

Lain halnya dengan Indonesia Timur, teridentifikasi Haplogroup S dan Haplogroup M yang cukup dominan, keduanya  merupakan ciri penduduk yang mendiami  Papua, Nusa Tenggara dan Kepulauan Maluku (sumber : Haplogroup S dan Haplogroup M).

guaharimau2
Menemukan Jejak Leluhur

Dari data Y-DNA diatas, nampaknya di wilayah Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur, ditemukan interaksi antara Komunitas Formosa dengan Komunitas Polynesia. Komunitas Formosa mendominasi Jawa dan Sumatera, sementara Komunitas Polynesia mendominasi Indonesia Timur.

Di Indonesia Timur sendiri, teridentifikasi terdapat penduduk asli dengan ciri Haplogroup S dan Haplogroup M. Hal ini bermakna kehadiran Komunitas Polynesia datang dari luar kawasan, dan kemudian mendominasi daerah Indonesia Timur.

Komunitas Polynesia (Haplogroup C1b2 – M38), diduga berasal dari sebaran penduduk Sundaland yang mengalami kenaikan permukaan laut, pada sekitar 11.600 tahun yang lalu. Komunitas ini kemudian menyebar ke seluruh Nusantara dan wilayah Melanesia, Polinesia sampai Selandia Baru (referensi : Y-DNA Haplogroup C).

sunda2
Selepas tenggelamnya Sundaland, daerah Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur didiami oleh Haplogroup C, Haplogroup S dan Haplogroup M, hal ini bisa dibuktikan dengan ditemukannya kerangka manusia Ras Australomelanesid ( Haplogroup M) di Goa Harimau Sumatera Selatan, dari masa 4.840 tahun yang lalu (lihat : Gua Hunian Leluhur Nusantara, dari era Zaman Es, sekitar 14.825 tahun yang lalu?).

Salah satu pusat peradaban Nusantara Purba ketika itu, berada di Swana Bhumi bagian Selatan, yang dikenali sebagai Peradaban Bangsa Punt (lihat : [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).

Pada sekitar 3.500 tahun yang lalu (1.500 SM), Nusantara kedatangan Haplogroup O (Ras Mongoloid), dari kepulauan Formosa. Di masa itu, antara Bangsa Punt dan Ras Mongoloid terjadi persaingan, namun dibeberapa daerah juga ditemukan kedua kelompok ini saling berinteraksi.

Berdasarkan teori Migrasi Manusia, sesungguhnya Ras Mongoloid berasal dari Nusantara. Perpindahan Ras Mongoloid dari Sundaland (Nusantara) ke wilayah utara, diperkirakan terjadi sekitar 11.600 tahun yang lalu (lihat : Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab Asal Usul Bangsa Melayu ? dan Tanah Punt, Sundaland dalam Legenda Leluhur Bangsa Nusantara?).

Di Sumatera, juga kedatangan Haplogroup F dari India Selatan dan Haplogroup J dari Timur Tengah (lihat : Legenda Raja Mus, Pembawa Ajaran Nabi Ibrahim di Nusantara ?), yang membawa keyakinan monotheisme di Nusantara.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan:

1. Pada sekitar masa 47,000-55,000 tahun yang lalu, Haplogroup K-M9 (menetap di India) membentuk genetik marker baru yaitu Haplo K2 (K-M526).

Haplo K2 (K-M526) bermigrasi menuju Sundaland, menurunkan Haplo NO yang kemudian menjadi 2 Haplo utama N-M231 dan O-M175. Haplo O-M175 untuk kemudian mendominasi wilayah tersebut.

Haplo K (K-M9) -> Haplo K2 (K-M526) -> Haplo NO -> Haplo O-M175

Pada masa 10.000-12.000 tahun lalu ketika Sundaland tenggelam, keturunan Haplo O-M175 bermigrasi ke utara :

(O3-M122)-> menyusuri Sungai Mekong -> Yellow River Basin -> sebagian ke Timur (North China – Yellow River) dan sebagian ke Barat (Tibet Highland)

-> Haplogroup O3-M122 dikenal sebagai genetik marker Sino-Tibetan speakers (Tibet, Chinese, Japanese, Korean, Burma dan lainnya).

(O2a-M95) kemudian dikenal sebagai genetik marker dari rumpun Austro-asiatic speakers (Munda di India dan Mon-Khmer).

(O1-M119)-> South China (Yangtze River)-> Formosa -> kembali ke Nusantara

-> Haplogroup O1a-M119, dikenal sebagai genetik marker dari Austronesian dan Tai-Kadai speakers (Formosan, Melayu, Jawa, Polynesian, Thai dan lainnya).

(sumber : unri.ac.id, Haplogroup K-M9, Haplo K-M526 originated in Indonesia, K-M526 in Southeast Asia).

2. Jika kita mencermati Evolutionary tree of Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, diperkirakan Keluarga Nuh berasal dari Haplogroup IJK, yang merupakan pangkal percabangan keturunan Sem bin Nuh (Haplogroup IJ) dan Yafet bin Nuh (Haplogroup K).

Dari Y-DNA bisa kita peroleh informasi, keturunan Nabi Adam yang selamat dari Banjir Nuh, berasal dari 8 komunitas, yakni Haplogroup A, B, CF, D, E, G, H dan IJK.

Setelah peristiwa Bencana Nuh, setidaknya muncul 3 kelompok pengikut Nabi Nuh, yaitu :

– Kelompok Timur, yang dipimpin Yafet bin Nuh, diperkirakan mendiami Asia Selatan dan Sundaland (Paparan Sunda). Mereka kebanyakan berasal dari Haplogroup IJK dan CF, dan dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K, kemudian berkembang menjadi Haplogroup L, M, NO, P, Q, R, S dan T.

– Kelompok Tengah, yang dipimpin Sem bin Nuh, diperkirakan mendiami daerah Asia Tengah. Mereka berasal dari Haplogroup IJK, G dan H, dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup IJ, kemudian berkembang menjadi Haplogroup I dan Haplogroup J.

– Kelompok Barat, yang dipimpin Ham bin Nuh, diperkirakan mendiami daratan Afrika. Mereka berasal dari Haplogroup IJK, A, B, D, dan E.

(sumber : Jejak Nabi Nuh, dalam Gen Leluhur Nusantara).

Dan dengan mengacu timeline terbentuknya Haplogroup IJK, maka diperoleh informasi masa kehidupan Nabi Nuh serta Peristiwa Bencana Nuh, kemungkinan terjadi pada sekitar 47.000-60.000 tahun yang lalu.

3. Nabi Idris, yang merupakan leluhur Nabi Nuh dan diyakini sebagai sosok Oziris (leluhur Mesir Kuno [Haplogroup E] dan Bangsa Punt [Haplogroup C]), diperkirakan berasal dari keluarga Haplogroup CT, sekitar 70.000-75.000 tahun yang lalu.

Diperkirakan masa kehidupan Nabi Idris setelah Bencana Letusan Gunung Toba (74.000 tahun yang lalu, sumber : wikipedia.org), yang menyebabkan manusia hampir punah hanya tersisa sekitar 3.000 sampai 10.000 jiwa (sumber : Letusan Gunung Toba).

Data ini juga didukung perhitungan sejarawan Abu Said El Balchi, yang menyatakan Piramid di Mesir mulai dibangun sekitar 72.000 tahun sebelum Hijrah Nabi. Dimana Piramid itu sendiri, dibuat sebagai penghormatan kepada Oziris.

(sumber : Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA? dan Nabi Idris (Oziris), Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?).

4. Berdasar penyelusuran Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), diperkirakan Adam “Manusia Modern”, hidup di bumi pada sekitar 237.000 – 581.000 tahun yang lalu.

Fakta ilmiah ini didukung, atas penemuan fosil manusia modern, di Sungai Omo Ethiopia yang berusia sekitar 195.000 tahun. Serta hasil penyelusuran Mitochondrial Eve, yang masa kehidupannya di bumi sekitar 200.000 tahun yang lalu.

Namun masa kehidupan Nabi Adam mungkin bisa lebih lampau lagi, mengingat data genetika yang dipakai berdasarkan sampel manusia modern yang hidup saat ini, sementara sangat banyak bangsa-bangsa yang pernah hidup di bumi, telah mengalami kepunahan.

(sumber : Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi).

Meninjau Kembali, Sejarah Berdirinya Wali Songo ?

Konon awal mula berdirinya Wali Songo, adalah atas upaya seorang ulama bernama Syeikh Jumadil Kubro, yang memberi usulan kepada menantunya, Sultan Muhammad I (Mehmed I) dari Turki, agar membentuk dewan mubaligh dakwah Islam di Nusantara.

Pada tahun 1404, usulan Syekh Jumadil Kubro ditindak lanjuti Sultan Muhammad I (Mehmed I), dengan mengirim surat kepada Para Pembesar Umat Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah, agar mereka mengirimkan Para Ulama ke Nusantara (Sumber : Benarkah Dewan Walisongo Terbentuk di Turki ? , Tokoh Perintis Islam di Indonesia dan Pencetus Walisongo).

Mari kita selusuri kisah diatas berdasarkan Fakta Sejarah…

mehmed
(1). Sultan Muhammad I (Mehmed I), bukan menantu Syeikh Jumadil Kubro

Berdasarkan catatan sejarah, Sultan Muhammad I, memiliki 3 orang istri yaitu :

(a) Şehzade Hatun binti Dividdar Ahmed Paşa
(b) Kumru Hatun binti Yakupşah II Bey
(c) Emine Hatun binti Şaban Süli Bey

Tidak ada nama Syekh Jumadil Kubro pada data di atas (Sumber : Mehmed I [wikipedia.org]).

Dengan demikian, kisah Sultan Muhammad I sebagai menantu Syekh Jumadil Kubro masih perlu diteliti lagi.

(2). Sultan Muhammad I (Mehmed I), pada tahun 1404 belum menjadi penguasa Turki

Dalam sejarah Turki, pada 20 Juli 1402 Kekuasaan Ottoman sempat beralih kepada Timur Lenk. Sultan Bayazid I berhasil di tangkap, dan wafat dalam masa tahanan pada 8 Maret 1403 (sumber : Bayezid I [wikipedia.org]).

Kekosongan kepemimpinan di Turki, berakibat terjadi perebutan kekuasaan antara sesama Pangeran Ottoman. Dan di tahun 1413, “gonjang-ganjing” ini berhasil dimenangkan oleh Gubernur Anatolia, Şehzade Mehmed Çelebi, yang kemudian diangkat menjadi Sultan Muhammad I (Mehmed I).

Artinya jikapun Walisongo dibentuk oleh Sultan Muhammad I, hal tersebut tidak terjadi di tahun 1404, melainkan pada tahun 1413 atau sesudahnya.

(3) Anggota Walisongo berasal dari Nusantara

Apabila kita cermati, anggota walisongo disebutkan berasal dari berbagai negara, seperti : Maulana Malik Ibrahim (berasal dari Turki), Maulana Ishaq (Samarkand, Rusia Selatan), Maulana Ahmad Jumadil Kubro (Mesir), Maulana Muhammad Al Maghrobi (Maroko), Maulana Malik Isro’il (Turki) dan Syekh Subakir (Iran).

Secara logis, sulit rasanya menerima ada ulama yang berbicara dalam Bahasa Arab, Turki atau Persia (Iran), kemudian masyarakat  yang mendengarnya berbondong-bondong masuk Islam.

Lebih tepatnya, jika ulama tersebut berasal dari Nusantara, yang sehari-hari berbahasa Jawa atau Melayu, namun sebelumnya bermukim di luar nusantara.

Artinya ulama-ulama yang tergabung dalam dewan Wali Songo, adalah mereka yang telah mengenal budaya nusantara dengan baik, mengerti kebiasaan masyarakat setempat dan tentunya berbahasa yang dipahami oleh penduduk pribumi.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. Dakwah Para Sahabat Rasulullah di Nusantara ?
3. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

[Misteri] Keberadaan Leluhur Nusantara di Gua Shandingdong (China), sekitar 10.000 tahun yang silam?

Penemuan kerangka manusia di Gua Shandingdong (China) pada penggalian tahun 1933 dan 1934, telah membuat para ilmuan kebingungan.

Di dalam gua yang diperkirakan dari masa 10.175 ± 360 BP (Before Present), ditemukan kerangka 3 ras manusia, yaitu Cromagnons (hidup di daratan Eropa), Eskimoid (tinggal di daerah Kutub Utara) dan Melanesian (berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Pasifik).

Bagaimana cara mereka bisa bertemu di China ?

man1
Peradaban Nusantara 10.000 tahun yang silam

Kehadiran Ras Melanesian, yang merupakan Leluhur Nusantara di Gua Shandingdong (China) memberikan bukti, bahwa sejak ribuan tahun umat manusia dari berbagai penjuru dunia, telah saling ber-interaksi satu dengan lainnya.

Pertemuan antar ras manusia, juga terjadi di Gua Harimau (Sumatera Selatan). Gua yang diperkirakan telah ada  14.825 tahun yang silam, ditemukan kerangka manusia dari ras Australomelanesid dan ras Mongoloid.

man3
Untuk mengatakan bahwa ada hubungan antara ras Australomelanesid yang tinggal di Gua Harimau (Sumatera Selatan), dengan keberadaan kerangka ras Melanesian yang ditemukan di Gua Shandingdong (China), masih perlu diteliti lebih mendalam lagi.

Namun yang jelas, kehidupan manusia gua di masa silam, tidak se-primitif yang kita duga. Mereka bisa saling bersilaturahim dengan bangsa-bangsa lain, yang lokasinya sangat jauh dari tempat tinggalnya.

Manusia-manusia gua ini, sudah sangat beradab. Mereka bisa saling bekerja sama dengan sesamanya dengan latar belakang budaya yang berbeda. Dan tentunya telah memiliki sarana trasportasi yang handal, sehingga bisa melakukan perjalanan yang jauh.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Upper Cave 101
2. The Peking Man World Heritage Site at Zhoukoudian
3. “Peking Man” Upper Cave and the Ethnic Variety of Lemurians
4. Gua Hunian Leluhur Nusantara, dari era Zaman Es, sekitar 14.825 tahun yang lalu?

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
3. Misteri Ajaran Kapitayan, Jejak Monotheisme Nabi Nuh dalam Keyakinan Purba masyarakat Nusantara?
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

Gua Hunian Leluhur Nusantara, dari era Zaman Es, sekitar 14.825 tahun yang lalu?

Di tepian Sungai Ogan, terdapat peninggalan arkeologi yang menjadi pusat perhatian dunia, yakni Situs Hunian Manusia Purba di Gua Harimau Sumatera Selatan.

Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional di tahun 2013, berhasil mengidentifikasi lapisan tanah di goa harimau, yang menunjukkan usia 14.825 tahun pada kedalaman dua meter (sumber : sains.kompas.com).

guaharimau1
Hunian Awal Masyarakat Nusantara

Istilah “Goa Harimau” sendiri diyakini berasal dari masyarakat setempat yang konon dulu sering mendengar auman harimau dari dalam goa ini.

Sebelum dibuka kembali oleh para arkeolog untuk diteliti. Keadaan disekitar goa ini, banyak dipenuhi semak belukar, dan ditutupi sejumlah pohonan besar (Sumber : mongabay.co.id).

Pada dinding gua, ditemukan setidaknya 34 motif Lukisan Purba, yang diperkirakan merupakan alat penanda ritual penguburan (Sumber : nationalgeographic.co.id).

guaharimau2
Di Gua Harimau ini, ditemukan 78 kerangka Homo sapiens, Tim Penelitian Arkeologi Goa Harimau mendeteksi terdapat 4 kerangka ras Australomelanesid. Sementara 74 kerangka individu lainnya merupakan ras Mongoloid.

Homo sapiens ras Mongoloid ditemukan di lapisan tanah paling atas dari Goa Harimau. Sementara kerangka ras Australomelanesid berada pada lapisan tanah ketiga, yakni berupa tanah lempung coklat tua yang mengandung gamping.

Dari berbagai penemuan artefak dan kerangka manusia purba yang diteliti, para arkeolog menyimpulkan hunian ini berlangsung sebelum akhir Zaman Es atau sekitar 20.000-10.000 tahun yang lalu.

topi2
Temuan di Goa Harimau ini juga membuktikan, bahwa jauh sebelum kedatangan masyarakat Proto Melayu (ras Mongoloid), di pulau Sumatera telah ada komunitas kehidupan manusia dari ras Australomelanesid.

Dan ketika komunitas Proto Melayu datang, kedua komunitas ini saling ber-interaksi satu dengan lainnya, dimana hasil penyatuan kedua kebudayaan ini, menghasilkan satu masyarakat baru, yang kelak menjadi leluhur bangsa-bangsa di Nusantara.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Ada yang menarik pada Goa Harimau. Meskipun diperkirakan goa tersebut telah ada sejak 14.825 tahun, namun kerangka manusia yang ditemukan di dalam goa usianya jauh lebih muda, yakni berasal dari masa 4.840 tahun yang lalu.

Banyak kemungkinan, mengapa hal ini terjadi. Salah satunya manusia generasi awal penghuni goa (hidup di masa zaman es), telah terlebih dahulu mengalami kepunahan.

Penyebabnya bisa saja akibat naiknya permukaan air, pada saat zaman es berakhir, yang dalam beberapa kisah terkait erat dengan Peristiwa Bencana di era Nabi Nuh (diperkirakan sekitar 13.000 tahun yang lalu).

Pada sekitar 5.000 tahun yang silam, goa yang kosong ini, mulai dihuni lagi oleh generasi kedua, yakni berasal dari Ras Australomelanesid.

Dan ketika Ras Mongoloid datang (sekitar 3.500 tahun yang lalu), kedua ras ini (Australomelanesid dan Mongoloid), kemudian saling ber-interaksi, dan membetuk generasi ke-3, yang kelak menjadi leluhur bangsa-bangsa di Nusantara.

2. Dari hasil penanggalan radiokarbon. pada lapisan tanah teratas Goa Harimau, diperoleh umur kerangka Homo sapiens Mongoloid 3.464 tahun.

Sementara itu, di lapisan tanah ketiga (tempat penemuan kerangka Ras Australomelanesid), menunjukkan usia 4.840 tahun.

3. Diperkirakan pada sekitar 2.800 tahun yang silam atau tahun 810 Sebelum Masehi, Leluhur masyarakat Nusantara sudah tidak lagi menghuni goa-goa. Mereka telah membentuk perkampungan, yang ditandai penemuan “Tiang Rumah Kuno”, di daerah Air Sugihan (Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan).

Artikel Sejarah Nusantara
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Tanah Punt, Sundaland dalam Legenda Leluhur Bangsa Nusantara?
3. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
4. Misteri Ajaran Kapitayan, Jejak Monotheisme Nabi Nuh dalam Keyakinan Purba masyarakat Nusantara?
5. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

Misteri Ajaran Kapitayan, Jejak Monotheisme Nabi Nuh dalam Keyakinan Purba masyarakat Nusantara?

Adalah satu kekeliruan, jika kita beranggapan Leluhur masyarakat Nusantara, adalah penganut animisme, penyembah benda-benda alam.

Leluhur Nusantara di masa purba, telah memiliki keyakinan monotheisme, yang disebut “Ajaran Kapitayan”.

purba1a

Ajaran Tauhid dalam Keyakinan Kapitayan

Ajaran Kapitayan menyakini bahwa segala sesuatu di alam semesta ini, diciptakan oleh Sang Maha Kuasa, yang di-istilahkan sebagai Sang Hyang Taya. Sosok Sang Hyang Taya, memiliki makna Dzat yang tidak bisa didefinisikan, yang tidak bapat didekati dengan Panca Indra.

Kepercayaan Ajaran Kapitayan kepada Sang Maha Pencipta, tentu tidak lepas dari ajaran tauhid yang dibawa oleh leluhur umat manusia Nabi Adam.

Setelah peristiwa bencana di masa Nabi Nuh, ajaran monotheisme ini kemudian disebarluaskan oleh pengikut serta keluarga Nabi Nuh, ke seluruh penjuru dunia. Jejak ajaran Tauhid Nabi Nuh, nampaknya memberkas kepada ajaran Kapitayan yang dianut oleh leluhur masyarakat Nusantara di masa Pra Sejarah.

purba1

Ajaran Kapitayan, bukan Animisme

Dalam perkembangan selanjutnya, ajaran kapitayan yang awalnya merupakan kepercayaan monotheisme, mengalami pergeseran.

Sang Hyang Taya yang Maha Ghaib, kemudian muncul dalam pribadi “TU”, “TU” lazim disebut Sanghyang Tu-nggal, yang memiliki 2 sifat, yaitu sifat yang baik disebut Tu-Han dan sifat yang tidak baik disebut Han-Tu.

Sosok Kekuatan Sang “TU” dalam ajaran ini, diyakini berada (mempribadi) kepada benda-benda yang memiliki kosa kata Tu atau To, seperti : wa-Tu (Batu), Tu-rumbuk (pohon beringin), Tu-gu, Tu-lang, Tu-ndak (bangunan berundak), Tu-tud (hati,limpa), To-san (pusaka), To-peng, To-ya (air). Dan melalui sarana benda-benda ini, masyarakat Pra Sejarah melakukan persembahan dalam bentuk sesaji.

Sesaji yang diletakkan di benda-benda alam ini, kemudian disalah artikan sebagai bentuk penyembahan kepada benda-benda alam (animisme). Padahal sejatinya merupakan sarana peribadatan kepada “Sang Pencipta”, dalam bentuk sajian yang disebut Tumpeng.

Referensi :
1. Sejarah Nasi Ambeng, oleh Dr. Agus Sunyoto (Youtube)
2. Kapitayan : Agama Bangsa Nusantara
3. Agama kapitayan dan Sejarah Nasi Ambeng

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Tanah Punt, Sundaland dalam Legenda Leluhur Bangsa Nusantara?
3. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

[Analisa] 10 BERITA ANEH, yang pernah menghebohkan DUNIA MAYA?

Di masa sekarang, Berita atau Informasi yang beredar terutama di dunia maya (Internet), tidak selamanya merupakan kejadian sebenarnya (fakta), banyak diantaranya merupakan berita bohong (hoax).

Oleh karenanya, perlu “kehati-hatian” ketika kita menerima khabar (berita), kita sebaiknya “check and recheck”, untuk memastikan apakah berita tersebut fakta atau hanya berita hoax.

Inilah 10 Berita Aneh, yang pernah beredar di dunia maya…

1. Penampakan Batman di Istana Presiden

Baru-baru ini, beredar foto yang cukup menghebohkan, yaitu penampakan sosok bayangan mirip “batman” di Istana Negara…

batman3
batman1
Berita anhe ini, kemudian menyebar dengan cepat. Mari kita analisa… [Analisa Selengkapnya]

2. Penampakan Jin naik haji dalam video

Di dalam video ini menampilkan penampakan sosok makhluk aneh di Mina, tempat jemaah haji melakukan ibadah ritual melontar jumrah.

Sosok makhluk ini, terlihat berpakaian arab kuno, dengan memakai tas besar. Ia nampak bergerak sangat cepat.

videojin2
Beredar spekulasi bahwa sosok makhluk aneh tersebut adalah Jin yang sedang naik haji. Namun benarkan demikian ? [Analisa Selengkapnya]

3. Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan

Beberapa waktu yang lalu, di media sosial sempat dihebohkan dengan berita yang menceritakan keberadaan Kubah Makam Rasulullah, yang awalnya berwarna hijau, menjadi kemerahan.

kubah1
Muncul banyak spekulasi, ada yang mengatakan peristiwa ini tanda telah keluarnya dajjal, ada juga merupakan isyarat bakal terjadi sesuatu yang dahsyat dikalangan umat muslim [Analisa Selengkapnya]

4. Makhluk Raksasa dari Situs Arkeologi Gunung Padang

Beredarnya foto yang memperlihatkan, penampakan sesosok makhluk ghaib, yang diyakini sebagai penjaga situs arkeologi gunung padang.

Makhluk ini terlihat bertubuh sangat besar (raksasa).

raksasapd2
Benarkah ada makhluk raksasa di Situs Gunung Padang ? [Analisa Selengkapnya]

5. Lukisan Nabi Muhammad, yang terbukti Palsu

Sekitar tahun 1990-an, di Iran beredar lukisan yang dipercaya merupakan, gambar Nabi Muhammad ketika masih remaja.

Muncul kontroversi tentang lukisan ini.

muhammad1
Pada tahun 2006, Pierre Centlivres dan Micheline Centlivres-Demont mengulas asal-usul gambar ini dalam sebuah publikasi ISIM Review nomor 17. [Analisa Selengkapnya]

6. Issu keberadaan Rumah Kelahiran Nabi Muhammad

Akhir-akhir ini, di media sosial beredar issu yang cukup hangat, yakni tentang keberadaan rumah yang menjadi tempat kelahiran Rasulullah.

rumah-nabi
Gosip yang menyebar di kalangan Umat Islam adalah, rumah kelahiran Nabi di Makkah, telah berubah menjadi WC Umum, namun benarkah yang terjadi demikian ? [Analisa Selengkapnya].

7. Penemuan manuskrip Al Qur’an abad ke-9 di Benua Amerika

Beberapa waktu yang lalu, muncul berita yang cukup menghebohkan, yakni ditemukannya Manuskrip Al Qur’an, yang berasal dari abad-9 M di Benua Amerika.

Berita ini menjadi menarik, dikarenakan masa keberadaan manustrip tersebut, jauh sebelum kedatangan Columbus yang disebut-sebut sebagai Penemu Benua Amerika.

manuskrip1
Di dalam artikel itu dikatakan, penemuan benda arkeologis ini adalah hasil penelitian dari University of Rhode Island, naskah tersebut ditemukan di sebuah pot tanah liat kuno.

Namun benarkah demikian ? [Analisa Selengkapnya]

8. Shalat dalam Kobaran Api

Baru-baru ini, beredar foto yang memperlihatkan seseorang seperti dalam posisi gerakan shalat, namun berada di dalam kobaran api.

Bahkan ada artikel yang menulis peristiwa ini, dengan judul dramatis “SubhanAllah!!! Pria Ini Tetap Meneruskan Sholatnya Walaupun Dalam Keadaan Di BAKAR“.

api3
Benarkah ? [Analisa Selengkapnya]

9. PIN BB pada Patung Suku Maya

QR Code  yang merupakan pengkodean yang saat ini digunakan pada PIN BB (Blackberry), ditemukan pada sebuah Patung. Gosip yang beredar bahwa Patung tersebut berasal dari teknologi Suku Maya.

patung1
Bahkan ada yang berspekulasi, Patung tersebut dibuat oleh makluk asing (alien) [Analisa Selengkapnya].

10. Laptop dari masa 100 sebelum masehi

Pada sebuah relief dari peradaban “Yunani Kuno”, terukir benda mirip Laptop yang  kenal pada saat ini. Tentu saja, relief yang berasal dari masa sekitar 100 Sebelum Masehi ini, mengundang tanya.

laptop1a
Apa mungkin pada masa ribuan tahun yang lalu, manusia sudah mengenal perangkat teknologi Laptop ? [Analisa Selengkapnya].

Syeikh Siti Jenar Menggugat, kultur “Kawula Gusti” dalam Budaya Nusantara?

Dalam kultur Nusantara, istilah Abdi (Sunda), Kulo/Kawula (Jawa) dan Saya/Sahaya (Melayu), memiliki makna yang sama, yaitu Hamba.

Kultur penghambaan diri (Kawula), kepada penguasa (Gusti – Kaum Bangsawan Istana) inilah yang digugat Syeikh Siti Jenar. Karena bagi Sang Syeikh, manusia hanya wajib menghambakan dirinya kepada ALLAH dan bukan kepada sesama manusia.

relief1

Penyelawengan Makna Kawula-Gusti

Ketika Syeikh Siti Jenar, pulang dari belajar di negeri Baghdad, ia merasakan ada yang perlu ia perbaiki dalam kultur nusantara saat itu.

Selama di Baghdad yang merupakan negara berperadaban tinggi, Syeikh Siti Jenar menyaksikan seorang rakyat (Kawula) bisa dengan mudah bertemu dengan penguasa (Gusti). (Sumber : Wawancara dengan Prof. Agus Sunyoto, Youtube).

jenar1
Berbeda dengan kondisi di Nusantara, ada jurang pemisah antara seorang penguasa dengan rakyatnya. Sang Penguasa (Gusti) bagaikan tuan yang harus dilayani oleh rakyatnya (Kawula).

Sikap Humanisme yang dimiliki Syeikh Siti Jenar, sesungguhnya bersumber dari pesan Rasulullah, ketika malaksanakan Haji Wada’.

Di dalam riwayat Ibnu Hisyam, Rasulullah bersabda…

pesan1
Pendirian Syeikh Siti Jenar, tentu membuat kalangan bangsawan menjadi gerah. Apalagi ketika Syeikh Siti Jenar, mempelopori terbentuknya komunitas yang disebut “masyarakat”, dimana setiap orang memiliki kesetaraan, tanpa mengenal istilah pemisahan Kawula Gusti.

Namun sayang, Reformasi Syeikh Siti Jenar ini, pada akhirnya mengalami kegagalan, Syaikh Siti Jenar kemudian berhasil disingkirkan.

Sementara ajaran tentang “Kawula-Gusti”, yang sejatinya merupakan bentuk kesetaraan antara sesama manusia, dikemudian hari di salah-artikan, seakan-akan Sang Syeikh berkeinginan menyatukan dirinya, kepada Sang Maha Pencipta.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. [Misteri] Jati diri Nabi Khidir, menurut Syekh Siti Jenar?
3. [Misteri] Bacaan Kyai Subkhi “Bambu Runcing”, di masa Revolusi Kemerdekaan?
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?