Tag Archives: palembang darussalam

Perlawanan Sultan Ahmad Najamuddin “Prabu Anom”, menjelang berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam?

Pada permulaan abad ke-19, Belanda yang pada saat itu menjadi bagian dari Perancis, terlibat konflik dengan Inggris untuk memperebutkan monopoli perdagangan di Nusantara.

Perseteruan antara kedua negara ini merupakan rambatan dari Perang Napoleon yang terjadi di Eropa.  Dengan semakin meredupnya kekuasaan Pemimpin Perancis, Napoleon Bonaparte, membuat Inggris berupaya mengakhiri pengaruh Belanda di Nusantara.

voc1

Masa Kekuasaan Inggris di Palembang

Pada tanggal 24 April 1812, Inggris berhasil menguasai Palembang. Sultan Mahmud Badaruddin “Pangeran Ratu” menyingkir ke pedalaman.

Berdasarkan Hirarki adik Sultan Mahmud Badaruddin “Pangeran Ratu”, yang bernama Husin Diauddin (Pangeran Adi Menggalo/Pangeran Adipati/Sultan Mudo), dinobatkan menjadi Penguasa Palembang, dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin “Pangeran Adi Menggalo”.

Namun saat Residen Inggris berganti dari Kapten Meares kepada Mayor Robinson, terjadi perubahan kebijakan. Pada tanggal 13 Juli 1813, Mayor Robinson mengangkat kembali Sultan Mahmud Badaruddin “Pangeran Ratu”, sebagai penguasa Palembang.

Tindakan Mayor Robinson ini, membuat Gubernur Jenderal Raffles geram. Ia mengirim sebuah komisi, yang dipimpin Kapten George Elliot dan memecat Mayor Robinson sebagai Residen Palembang.

Komisi ini juga mengembalikan Sultan Ahmad Najamuddin “Pangeran Adi Menggalo”, sebagai penguasa Palembang.

palembang3

Belanda dan Kesultanan Palembang

Setelah Belanda terbebas dari Perancis tahun 1814, Pada tahun 1817, Residen Palembang dipegang kembali oleh bangsa Belanda. Kapten Mutinghe kemudian mengangkat kembali Sultan Mahmud Badaruddin “Pangeran Ratu”.

Kelakuan Residen Palembang ini membuat berang Raffles, yang saat itu mendapat tugas baru sebagai Residen Bengkulu (setelah jabatannya sebagai Gubernur Jenderal, diambil alih oleh John Fendall).

Raffles mengirimkan pasukannya ke Palembang, akan tetapi pasukan ini diusir oleh tentara Belanda. Untuk menghindari dualisme kekuasaan di Palembang, Belanda mengasingkan Sultan Ahmad Najamuddin “Pangeran Adi Menggalo”, ke Betavia.

Hubungan baik antara Sultan Mahmud Badaruddin “Pangeran Ratu” dengan Belanda, ternyata tidak berlangsung lama. Kedua belah pihak, terlibat persengketaan, yang berakibat terjadi peperangan diantara mereka.

Ketika suasana Palembang sudah agak normal, diangkatlah putera Sultan menjadi penguasa Palembang, dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin “Pangeran Ratu”, sementara Mahmud Badaruddin menjadi Susuhunan.

palembang2

Perlawanan Sultan Palembang

Pada bulan Mei 1821, Belanda melancarkan serangan besar-besaran terhadap Palembang. Serangan ini berakibat terjadinya pertempuran yang dahsyat dan berlangsung cukup lama, yaitu antara tanggal 22 Mei 1821 sampai dengan 24 Juni 1821.

Disaat yang sangat mendesak, untuk menghindari pertumpahan darah yang lebih banyak, putera Sultan Ahmad Najamuddin “Pangeran Adi Menggalo”, yang juga merupakan kemenakan Susuhunan Mahmud Badaruddin, diangkat menjadi Penguasa Palembang dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin “Prabu Anom”.

Naiknya Sultan Ahmad Najamuddin “Prabu Anom”, dianggap bisa menengahi pihak-pihak yang bersengketa ketika itu, dan yang lebih penting Hirarki Pemerintahan di Kesultanan Palembang Darussalam, masih terus berlangsung.

Legitimasi Sultan Ahmad Najamuddin “Prabu Anom” cukup kuat, semua kekuatan Kesultanan Palembang Darussalam hampir sepenuhnya berada di belakang beliau.

benteng1

Dengan kekuatan ini-lah, pada tanggal 21 November 1824, Sultan dibantu keluarga, alim-ulama dan rakyat, menyerbu garnisun Belanda di Kuto Besak. Selepas melakukan penyerangan, Sultan beserta pengikutnya hijrah ke pedalaman.

Perlawanan Sultan Palembang dari daerah pedalaman cukup membuat pusing Pemerintah Belanda. Namun ketidak-hadiran Sultan di ibukota kerajaan, ternyata dimanfaatkan untuk menghapus Kekuasaan Kesultanan Palembang Darussalam.

Untuk melemahkan pengaruh Sultan Ahmad Najamuddin “Prabu Anom”, di tengah-tengah masyarakat issue tentang Sultan yang telah berkhianat serta ditinggalkan oleh para pengikutnya, direkayasa sedemikian rupa.

Dengan semakin pupusnya pengaruh Sultan, pihak Belanda menjadi lebih leluasa untuk menanamkan pengaruhnya di Palembang.

Selain itu, untuk meredam gejolak perlawanan rakyat,  pihak Belanda mengangkat beberapa pejabat pemerintah, yang berasal dari kalangan tokoh masyarakat, yang mereka anggap bisa diajak bekerja-sama.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Sejarah Perang Koalisi Napoleon (1792-1815)
2. Berakhirnya Kesultanan Palembang
3. Misteri Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam ?
4. Masa Pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin
5. Sejarah dan Kesultanan Palembang
5. Kesultanan Palembang Darussalam
6. Belanda, Pengkhianatan dan Pahlawan
7. Pulau Bangka dan Kesultanan Palembang Darussalam
8. Sultan Mahmud Badaruddin II, Pahlawan Nasional dari Keluarga Al Alawiyin di Kesultanan Palembang Darussalam

Iklan

Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”?

Ada hal menarik, dari catatan Tarsilah Brunei, yang tersimpan di Pusat Sejarah Brunei Darussalam.

Di dalam Tarsilah tersebut, terdapat nama Permaisuri Sultan Abdul Jalilul Akbar, yang berasal dari keluarga Dinasti Giri Kedaton, yaitu

Raden Mas Ayu Siti Aisyah binti Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik bin Pangeran Manchu Tando bin Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma bin Sunan Giri, Muhammad Ainul Yaqin (sumber : Tarsilah Brunei).

Selanjutnya diceritakan juga, bahwa melalui  anak keturunan dari Raden Mas Ayu Siti Aisyah inilah, Para Sultan Brunei Darussalam berasal sampai masa sekarang.

Hubungan kekerabatan Kesultanan Brunei dengan Dinasti Giri Kedaton (Sunan Giri), berdasarkan kepada penelitian ahli sejarah Brunei, Prof. Dr. Haji Awang bin Mohammad Jamil Al-Sufri, yang pernah disampaikan pada simposium sejarah di Kampus UGM Yogyakarta tahun 2009 (Sumber : Kajian Sejarah Kerajaan Brunei).

ziarah1
Jalur silsilah Raden Mas Ayu Siti Aisyah, memberikan kita beberapa infomasi sebagai berikut :

1. Sultan Haji Hassanal Bolkiah, yang merupakan Sultan Brunei sekarang, terhitung sebagai keturunan Sunan Giri, Maulana Ainul Yaqin.

01. Sultan Haji Hassanal Bolkiah [bin]
02. Sultan Haji Omar Ali Saifuddin III [bin]
03. Sultan Muhammad Jamalul Alam II [bin]
04. Sultan Hashim Jalalul Alam Aqamuddin [bin]
05. Sultan Omar Ali Saifuddin II [bin]
06. Sultan Muhammad Jamalul Alam I [bin]
07. Sultan Muhammad Tajuddin [bin]
08. Sultan Omar Ali Saifuddin I [bin]
09. Sultan Muhammad Alauddin [bin]
10. Pengiran Digadong Pengiran Muda Shah Mubin [bin]
11. Sultan Muhyiddin [bin]
12. Raden Mas Ayu Siti Aisyah [binti]
13. Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro Gresik [bin]
14. Pangeran Manchu Tando [bin]
15. Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma [bin]
16. Sunan Giri Muhammad Ainul Yaqin

Sedangkan Silsilah Sultan Muhyiddin sampai kepada Sultan Syarif Ali adalah sebagai berikut….

Sultan Muhyiddin [bin] Sultan Abdul Jalilul Akbar [bin] Sultan Muhammad Hassan [bin] Sultan Saiful Rijal [bin] Pengiran Tajuddin [bin] Sultan Bolkiah [bin] Sultan Sulaiman [bin] Sultan Syarif Ali

Sultan Syarif Ali adalah menantu Sultan Brunei, yang bernama Sultan Ahmad. Sultan Syarif Ali sendiri adalah putra dari dari Amir Makkah yang bernama Amir ‘Ajlan [bin] Amir Rumaytha [bin] Amir Muhammad Abu Numayy I, nasabnya akan sampai kepada Sayyidina Hassan (Sumber : Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei, the 42nd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?).

Amir ‘Ajlan melalui putranya yang lain bernama Amir Al Hassan, menurunkan Para Sultan di Kerajaan Yordania (Sumber : King Abdullah II of Jordan, the 43rd generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?).

2. Nama ayah dari Raden Mas Ayu Siti Aisyah, juga terdapat di dalam Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam (sumber : Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam).

Dalam Silsilah Palembang, Tumenggung Mancanegara (Pangeran Manchu Negoro) adalah kakek dari Sultan Abdurrahman, pendiri kesultanan Palembang Darussalam.

Dengan mangacu kepada Tarsilah  Brunei dan Silsilah Palembang, Nasab Sultan Abdul Rahman sampai kepada Sunan Giri, adalah sebagai berikut :

1. Sultan Abdul Rahman [bin]

2. Pangeran Seda ing Pasarean (merupakan saudara dari Mas Ayu Siti Aisyah, permaisuri Sultan Brunei, Sultan Abdul Jalilul Akbar) [bin]

3. Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara (dalam Tarsilah Brunei bernama Pangiran Manchu Negoro) [bin]

4. Adipati Panca Tanda (dalam silsilah Palembang disebut juga Ki Paca Tanda, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Pangiran Manchu Tando) [bin]

5. Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo (dalam silsilah Palembang disebut juga Pangeran Arya Kesuma Cerbon, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma) [bin]

6. Sunan Giri, yang juga dikenal sebagai Maulana Muhammad Ainul Yaqin

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Data Pendukung

a. Sumber : kerajaannusantara.com

brunei1
b. Sumber : royalark.net (Brunei)

brunei2
c. Sumber : tanjungsapuh.blogspot.com

brunei3
d. Sumber : kanzumqalam.com

brunei4
e. Sumber : pioneertempatan.com
tarsilah1
2. Jika diperhatikan dari sisi masa kehidupan, putra dan putri Tumenggung Manco Nagara, terlihat bahwa mereka berada pada era yang sama…

a. Mas Ayu Siti Aisyah binti Pangeran (Kyai) Tumenggung Manchu Negoro, merupakan isteri dari Sultan Brunei, Sultan Abdul Jalilul Akbar, dengan masa periode pemerintahan 1598-1659.

b. Ratu Sinuhun binti Tumenggung Manco Negara, merupakan istri Penguasa Palembang, Pangeran Sido Ing Kenayan. dengan masa periode pemerintahan 1636—1642.

c. Pangeran Seda ing Pasarean bin Tumenggung Manco Negara, menjadi Penguasa Palembang dengan masa pemerintahan 1642-1643.

3. Berdasarkan catatan Tuan Guru Jalaluddin bil Faqih (ulama yang hidup dimasa Sultan Muhammad Mansur, 1706 – 1714 ), terdapat Nasab sebagai berikut :

Raden Ario Sultan Muhammad Mansur Jayo ing lago bin Sultan Abdul Rakhman Kyai Mas Hindi Sayidul iman Sunan Cinde Welang bin Jamaluddin Mangkurat Kyai Gede ing Pasarean bin Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara bin Maulana Abdullah Pangeran Adipati Sumedang Negara bin Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo bin Muhammad Ainul Yaqin Sunan Giri

Pada Nasab di atas, tercatat ayahanda Pangeran Manconegara adalah Maulana Abdullah Adipati Sumedang Negara, yang merupakan saudara dari Adipati Panca Tanda (Pangiran Manchu Tando).

Dokumen asli catatan nasab ini, masih tersimpan di perpustakaan alm. Syed Alwi bin Thahir al Haddad, beliau semasa hidupnya menjabat sebagai Mufti Kesultanan Johor.

4. Hubungan kekerabatan antara Giri Kedaton, Kesultanan Brunei dan Kesultanan Palembang, dapat dilihat pada diagram silsilah berikut :

Data Pendukung Tarsilah Brunei :
Silsilah Kedayan , Raja Sang Aji Kala , Family History

Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam

bentengkuto1

BISMILLAH HIRROHMAN NIRROHIM

Masa pemerintahan Raja-raja atau Sultan-sultan di Kerajaan / Kesultanan Palembang Darussalam

KIGEDING SURO dua puluh dua tahun lamanya 22. pada tahun. Pada Nabi S.W.966 masa itulah KI GEDING SURO MUDO menjadi Raja Palembang. Maka diganti Puteranya, KIMAS ADIPATI, dua belas tahun 12 lamanya, Maka diganti saudaranya PENGERAN MADIANG SOKO, tiga puluh lima tahun lamanya.

Maka diganti saudaranya PENGERAN MADIA ALIT, satu tahun lamanya, maka diganti adiknya PENGERAN SIDING PURO, tujuh tahun lamanya. Maka diganti oleh keponakannya PENGERAN SIDING KENAYAN putera KEMAS ADIPATI, dua belas tahun lamanya.

Maka diganti oleh misannya / iparnya, PENGERAN RATU MAMANGKURAT, yang setelah wafatnya bergelar PENGERAN SIDING REJAK, dan adalah istana diperkuburannya di sako. Puteranya SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN, empat puluh lima tahun lamanya. Maka diganti oleh puteranya SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA, dua belas tahun lamanya.

Maka diganti oleh saudaranya SULTAN QOMARUDDIN, sepuluh tahun lamanya (bergelar SULTAN AGUNG QOMARUDDIN). Diganti oleh keponakanya putera SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR, SULTAN ANOM ALIMUDDIN. Maka diganti oleh saudaranya SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. tiga pilih lima tahun lamanya.

Maka diganti oleh puteranya, SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN , lima puluh lima tahun lamanya. Maka diganti puteranya SULTAN MUHAMMAD BAHAK UDDIN, dua puluh tujuh tahun lamanya. Maka diganti oleh puteranya SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN, sembilan tahun lamanya diatas tahta kerajaan Palembang adanya………….

————— o0o —————

Adapun putera-putera yang mereka sebelum digelarnya yaitu dinamakan Raden yakni SYARIFUDDINkarna adalah Raja-raja yang mereka itu AMIRRUL MUKMININ yaitu KHOLIFAH RASULLALLAH, maka dari sebab itu diberhanakan kepada anak cucunya, dan kemudian dari itu maka digelar PENGERAN RATU, kemudian bergelar SULTAN, kemudian bergelar SUHUNAN maka dari itu ada maknanya dan artinya dan cerita suatu -suatu zaman masa itu, dan telah mashurlah dari kekayaan serta adilnya Raja-Raja Palembang itu, dan adanya…………………………

Sahdan telah diriwaayatkan bahwa adalah SAIYID ASSYEH JAMADIL AKBAR itu anak cucu daripada SAIYIDINA HUSIN turun ketanah jawa maka banyaknya anak cucunya jadi Raja-Raja dan orang besar-besar, dan peryai-peryai.

Adapun SAIYID SYEH JAMALUDDIN AKBAR yang mazhur itu memberanakkanMAULANA ISHAQ dan MAULANA IBRAHIM, dan MAULANA ISHAQ itu memberanakkan SUHUNAN GIRI, maka banyaklah zuriatnay, dan adapun MAULANA IBRAHIM memberanakkan SUHUNAN MAHDUM AMPEL dan inilah banyak anak cucunya pindah ke Palembang adanya.

Adapun yang mulai pindah kenegeri Palembang yaitu KI GEDING SURO dengan KIGEDING ILIR, serta membawak rakyat dari Jawa, setelah itu maka jadilah RAJA KIGEDING SURO didalam negeri Palembang, setal wafat KIGEDING SURO, maka diganti oleh KI GEDING ILIR menjadi Raja, sahdan KIGEDING ILIR itu beranakkan KI GEDING SURO, yang digelar KIGEDING SURO MUDO inilah yang menggantikan ayahda Baginda KI GEDING ILIR yang mazhur.

Sahdan KI GEDING SURO MUDO ini berputera/puteri yaitu :
1. NYAI GEDING PEMBAYUN bersuami TUMENGGUNG MONCO NEGORO.
2. RATU MAS ADIPATI bersuami di Jambi
3. KIMAS ADIPATI
4. PENGERAN MADI ANG SOKO
5. PENGERAN MADIA LIAT (KETIB ABANG)
6. PENGERAN SIDING PURO
7. KIYAI MAS KEMBAR tidak beranak
8. NYIMAS KEMBAR.

Adapun NYI GEDEH PEMBAYUN itu bersuamikan TUMENGGUNG MONCO NEGORO.

RATU MAS ADIPATI bersuami di Jambi, beranakkan :
1. PENGERAN DEPATI ANOM JAMBI,
2. SULTAN AGUNG JAMBI

KIMAS ADIPATI itu memberanakkan PENGERAN RATU, yang kemudian dari wafatnya digelarPENGERAN SIDING KENAYAN, suami RATU SUNUHUN wafatnya pada tahun 1061. dari tahun Hijrah. dan saudara PENGERAN RATU SIDING KENAYAN itu, yaitu KIMAS MARTA KESUMA

PENGERAN MADIANG SOKO itu beristeri anak PENEMBAHAN KALINYAMAT, beranakkan dua yaitu :
1. RATU MAS DIPATI ANOM
2. RATU MAS ARYA,

RATU MAS ADIPATI ANOM bersuami PENGERAN ADIPATI JAMBI, adapun RATU MAS ARYA bersuami yang pertama putera TUMENGGUNG MANCO NEGORO yaitu RADEN JAYANG SARI dan digelar pula dia RADEN ARYA, dan wafat RADEN ARYA, maka bersuami pula dengan RADEN SANTERI yang digelar pula PENGERAN PURBA NEGARA yaitu anak KIPATIH JAMBI.

Adapun PENGERAN MADIA ALIT ( KETIB ABANG ) itu beristeri puteri dari Surabaya, yaitu beranak dua:
1. NYIMAS, bersuami KMS HAZAIRIN
2. NYIMAS MARTA YUDA bersuami KIMAS MARTA YUDA bin KI PANCA TANDAH.

Adapun PENGERAN SIDING PURO, beristeri NYI LAKITAN binti KIAI BINAYA SIDAN JATI, beranakRATU ANOM, RATU ANOM bersuami RADEN ARYA bin PENGERAN SIDING PESARIAN, kemudian bersuami kedua kalinya PENGERAN SIDING REJEK, PUTERA PENGERAN SIDING PESARIAN juga.

masjidagungpalembang

BISMILLAH HIRROHMAN NIRROHIM

Bermula raja yang penghabisan yang adalah ia tetap didalam kerajaan hingga sampai wafatnya didalam negeri Palembang, yaitu SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN bin SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN bin SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA . bin SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA bin SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN bin PENGERAN MENGKURAT yang digelari PENGERAN SIDING PESARIAN bin TUMENGGUNG MANCO NEGORO. adanya —

Syahdan bersalahan mereka yang menceritakan ialah TUMENGGUNG MANCO NEGORO itu; kata setengah mereka itu adalah TUMENGGUNG MANTIK gelarnya dari negeri Barawa berpindah ke Palembang, maka TUMENGGUNG MANTIK itu dijadikan KI GEDING KARANG PANJANG, dan TUMENGGUNG MANTIK itu beranakkan KI PACA TANDAH.

KI PACA TANDAH itu beranak dua :

1. TUMENGGUNG MONCO NEGORO
2. KIMAS MARTA YUDA.

dan kata setengah mereka adalah PENGERAN ARYA KESUMO CERBON beranak dua,

1. ADIPATI SUMEDANG
2. ADIPATI PANCA TADAH,

dan ADIPATI SUMEDANG itu beranakkan TUMENGGUNG MONCO NEGARA dan ADIPATI PANCA TANDA itu berpindah ia ke Palembang, dan TUMENGGUNG MONCO NEGORO itu mengikut mamaknya.—

————— o0o —————

Adapun ibu PENGERAN RATU MANGKURAT (PENGERAN SIDING PESARIAN ) NYAI GEDING PEMBYUN, dan anak KIMAS ANOM bergelar KIGEDING SURO MUDO juga digelari ADIPATI INGSURO, dan KIMAS ANOM anak KI GEDING ILIR, dan KI GEDING ILIR adalah anak raja-raja dari negeri Surabaya.—

Adapun ibu SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN, maka yaitu MASSAYU ADIA WIGAYA yang di gelar RATU MAS MANGKURAT binti KIMAS PANJI WIRO SINGO bin TUMENGGUNG BANYU bin KI GEDING MEMPELAM bin KI GEDING SUNGI dan KI GEDING SUNGI itu beranak Raja-raja dari negeri Tandunan dan Tandunan itu di darat negeri Surabaya.——

Adapun ibu SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA itu, yaitu RATU AGUNG, dan RATU AGUNG itu anak KIMAS MARTA YUDA dan KIMAS MARTA YUDA itu anak KIMAS MARTA YUDA TUA danKIMAS MARTA YUDA TUA itu anak KI PANCA TANDAH dan KI PANCA TANDAH itu anak KI GEDING KARANG PANJANG adanya.—-

Adapun Ibu SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA itu adalah orang dari negeri Jambi adanya.——–

Adapun Ibu SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN itu, maka yaitu RADEN NAYU CIBLUNG danRADEN NAYU CIBLUNG itu anak PENGERAN SURYO WIKRAMA SUBAKTI itu anak SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN adanya .—–

Adapun Ibu SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN itu maka yaitu RADEN NAYU MURATI yang digelar akan dia RATU SEPUH , RADEN NAYU MURATI itu anak PENGERAN SURYA KESUMO CENGEK bin PENGERAN PURBAYA bin SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR.JAYA-ING LAGA ———

————— o0o —————

Pada tahun 1062 dari pada hijrah Nabi S.W. wafat PENGERAN RATU MANGKURAT yang digelarkan dia dari pada wafatnya PENGERAN SIDING PESARIAN dipemakamannya di Palembang Lama.—-

Pada tahun 1103 dilahirkan SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA.

Pada tahun 1119 wafat SULTAN SUHUNAN ABDUL RACHMAN maka istana pemakamannya di Candi Walang.———-

Pada tahun 1126 wafat SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA, maka istana pemakamannya di Kebon Gedeh adanya.——

Pada tahun 1136 wafat SULTAN QOMARUDDIN, yang digelar SULTAN AGUNG QOMARUDDIN maka istana pemakamannya di Palembang lama, dan SULTAN QOMARUDDIN itu adalah adik SULTAN MUHAMMAD MANGSYUR JAYA ING LAGA yang seibu seayah adanya.——–

Pada tahun 1141 dan pada malam selasa yang ke lima belas hari Bulan Sakban dilahirkan SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN.———–

Pada tahun 1148 wafat SULTAN ANOM ALIMUDDIN, maka tempat pemakamannya di Kebon Gedeh adanya.—– dan SULTAN ANOM ALIMUDDIN itu adalah kakandanya SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA yang seibu seayah.————

Pada tahun 1171 pada malam sabtu yang ke empat hari bulan Muharam wafat SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. maka istana pemakamannya di Lemabang, dan baginya umur didunia enam puluh delapan (68) tahun. ————–

————— o0o —————

SULTAN MUHAMMAD MANSYUR

SULTAN MUHAMMAD MANSYUR menjadi Raja di Kesultanan Palembang tahun 1118 dan wafat tahun 1126, serta dimakamkan di Kebon Gede. Mempunyai Putera / Puteri sebagai berikut :

I. Dari Isterinya NYIMAS SUNGUK (Puteri dari Negeri Jambi)

1. SULTAN ANOM ALI MUDDIN istanah pemakamannya di Kebon Gede
2. RADEN NAYU GARIAN
3. SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA
4. RADEN BUNCIT (PANGERAN DIPO KESUMO)

sebelum bersuami dengan SULTAN MUHAMMAD MANSYUR, NYIMAS SUNGUK telah bersuamikan KIYAI TUMANGGUNG SANTABAYA dan tidak berputra.

II. Dari isterinya Puteri RADEN ARIA bin PANGERAN SIDING PESARIAN, yaitu :

1. PANGERAN PURBAYO
2. RADEN NAYU PENENGGAK bersuami PANGERAN MARTA WIJAYA

III. Dari Isterinya RATU MAS PUTERI, yaitu :

1. MASAYU GADAH
2. MASAYU TIBA
3. PANGERAN ADIA MENGGALA
4. RATU MAS GELAMAK (tidak beranak)

IV. Dari Isterinya RATU MAS DANGUR, yaitu : RATU MAS DANGUR ini sebelum menjadi Isteri SULTAN MUHAMMAD MANSYUR, telah menjadi Isteri dari PENGERAN ADI PATI, Kakandanya SULTAN MUHAMMAD MANSYUR.

1. RADEN NAYU SAMADI bersuami RADEN BUMA bin PANGERAN PURBA NEGARA mantu PANGERAN ADIA NINGRAT bin PENGERAN SIDING REJEK, ber Putera :

1). PANGERAN NATA KERAMA
2). RADEN NAYU ARIA

2. RADEN SULUB tidak beranak

3. RADEN NAYU MANDARAGA bersuami RADEN BASUKI bin PANGERAN MANDURA bin PANGERAN PULANG JIWA mantu PENGERAN SIDING PESARIAN.

4. RADEN BADUT bergelar PENGERAN CAKRA WIJATA.

5. RADEN NAYU PATI bergelar RADEN NAYU PENGHULU bersuamikan PENGERAN PENGHULU.

6. RADEN BALAI GETIH bergelar PANGERAN ADI PATI

7. RADEN BALAI KECIK bergelar PANGERAN JAYA WIKRAMA

8. RADEN NAYU GETIH bersuamikan RADEN KARTA SURO dan mempunyai Putera RADEN NAYU KARTIKA, kemudian bersuami kedua dengan PENGERAN KERAMA JAYA HAJI, maka beranakan RADEN NAYU SUMA DINATA.

9. RADEN NAYU KECIK bersuamikan PENGERAN KERAMA DINATA.

10. RADEN NAYU PENENGAH bersuamikan PENGERAN PURBO NEGARA bin PENGERAN PURBA NEGARA mantu PENGERAN ADI NINGRAT, Putera PENGERAN SIDING REJEK, dan mempunyai Putera :

1). RADEN BUHRAN
2). RADEN NAYU KASHIAH
3). RADEN NAYU ROBIAH
4). RADEN SITI

————— o0o —————

SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA

Menjadi Raja di Kesultanan Palembang tahun 1136 dan wafat tahun 1171 serta dimakamkan di Kawa Tekurep Lemabang 3 Ilir Palembang.

Mempunyai putera puteri sebagai berikut

I. Dari isterinya RADEN NAYU CIBLUNG binti PANGERAN SURYO WIKRAMA SUBAKTI adalah

1. RADEN BELATI bergelar PANGERAN RATU meninggal di waktu terjadi orang mengamuk di istana kesultanan Palembang.

2. SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDIN.

II. Dari istrinya RATU PUTRI binti SULTAN AGUNG QOMARUDDIN

1. RADEN GEDIH / RADEN MUHAMMAD ZEN bergelar PENEMBAHAN. (RATU itu janda dariPAGERAN ARYA KESUMO bin PAGERAN PURBAYA bin SULTAN MUHAMMAD MANSYUR).

III. Dari istrinya YANG ZAMIAH bergelar MASSAYU PUTERI DATUK DALAM bin DATUK NANDAM / CINA SIANTAN adalah

1. RADEN NAYU JENDUL
2. RADEN RUSTAM
3. RADEN PILIT bergelar PANGERAN BANJAR KUTAMA
4. RADEN NAYU FATIMAH
5. RADEN NAYU AISYAH

IV. Dari Isterinya NYIMAS MISEM

1. RADEN TUMENGGUNG / bergelar PAGERAN SURYO DILAGO

2. RADEN BALI bergelar PANGERAN NATA KESUMO, tidak berputera

3. RADEN NAYU BUGIS, bersuami PANGERAN PENGHULU BULE putera KIAI PENGHULU binPENGHULU LEMAH LUHUR yang didarat lemabang yaitu asal dari negeri Kuddus di tanah Jawa RADEN NAYU BUGIS berputera :

1). RADEN NAYU ASIA,
2). RADEN BADAR..
3). RADEN NAYU SITI
4). RADEN NAYU HUSNAH
5). RADEN MUHAMMAD SOLEH
6). RADEN NAYU HAKIMI
7). RADEN ZULAIHA
8). RADEN MUHAMMAD HOLIL.

4. RADEN CUPIT / bergelar PANGERAN SUMA DILAGO

V. Dari Isterinya NYIMAS PIAH

1. RADEN NAYU MARYAM bersuami PANGERAN ADIA WIKRAMA putera PANGERAN KERAMA DINATA (mantu SULTAN MUHAMMAD MANSYUR ) berputera :

1). RADEN NAYU SURA WIJAYA
2). RADEN NAYU MARDHIAH’

2. RADEN NAYU MARYA bersuami RADEN ALI, berputera :

1). RADEN HASAN beristeri Masyayu MARYAM binti RADEN LABU.

2). RADEN NAYU SYARFIAH

3. PANGERAN SULAIMAN (Wafat lagi kecil)

VI. Dari Isterinya MASYAYU DALAM binti HAJI ABDUL KHOLIK.

1. RADEN NAYU KARIMAH bersuami RADEN BURHAN bin PANGERAN PURBAYA (Mantu SULTAN MUHAMMAD MANSYUR), berputera :

1). RADEN NAYU SUTA WIJAYA

2). RADEN NAYU ALIMAH.bersuami RADEN SYARIF ALKHUSIN bin PANGERAN SYARIF AL HUSENberputera :

(1). PANGERAN ASSYARIF ALKHUSEN
(2). ASSYAID ACHMAD
(3). SYARIFAH MARYAM GUMBAK
(4). ASSAID ABUBAKAR
(5). ASSAID ABDULRACHMAN
(6). ASSYARIFAH ALWIYAH
(7). ASSYARIFAH AISYAH
dan. ASSYARIFAH KHODIJAH dan ASSAID AL MUCHSIN itu keduanya bukan dari Ibunya RADEN NAYU ALIMAH

3). RADEN NAYU ASHIMAH.
4). RADEN HABIB.
5). RADEN ILYAS.
6). RADEN MUHAMMAD HASIN
7). RADEN YUNUS.
8). RADEN MAKMUN
dan RADEN NAYU ASMA, RADEN NAYU AYU, RADEN NAYU HABIBAH

VII. Dari istrinya NYIMAS RAPAT berputerakan

1. RADEN NAYU AMINAH, bersuamikan PANGERAN ADIAWIKRAMA, duda dari saudaranya RADEN NAYU MARYAM, maka RADEN NAYU AMINAH itu berputerakan

1). RADEN NAYU BAIDAH
2). RADEN MUHAMMAD ALI
3). RADEN NAYU ARFAD
4). RADEN ACHMAD TIMBIL
5). RADEN MUHIBAD
6). RADEN NAYU NUR TIFA
7). RADEN MUHAMMAD AMIN
8). RADEN NAYU THOIBA

selain itu MASAGUS ISHAK, MASSAYU DINA, MASSAYU SOPIAH, MASSAGUS BETUK, mereka itu bukan dari Ibu RADEN NAYU AMINAH.

VIII. Dari Isterinya NYIMAS BAKUL berputra :

1. RADEN NAYU SUMBUL bersuamikan ASSYAID IDRUS, berputrakan :

1). ASSA ….. FA MUZNAH

2). ……….

IX. Dari Isterinya NYIMAS MAIMAH berputra :

1. PANGERAN MUHAMMAD YUSUF (tidak berputra)
2. PANGERAN CIK
3. RADEN NAYU JAMILAH
4. RADEN NAYU JAMILAN (wafat lagi kecil)

X. Dari Isterinya NYAI DALAM (orang Cina dari Semarang)

1. RADEN NAYU ROPIAH
2. RADEN USMAN bergelar PANGERAN NATO KESUMO
3. RADEN NAYU SALIMAH

XI. Dari Isterinya ………………………………. (belum bertemu nama Isterinya)

1. RADEN KOMERING
2. RADEN BELITI
3. RADEN MUHAMMAD HUSIN
4. RADEN IBRAHIM
5. RADEN NAYU NATIJAH
6. RADEN NAYU SYOPIAH
7. RADEN NAYU DARIAH
8. RADEN NAYU KAPIAH

————— o0o —————

SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN

Tareh menjadi Raja SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN Putera SULTAN MACHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA, pada tahun 1171 tiga puluh empat tahun beluaipun wafat / 1190, maka istana pemakamannya di Lemabang 3 Ilir Palembang.

Adapun Isteri dan anak-anaknya adalah sebagai berikut :

I. Dari Isterinya RATU SEPUH (RADEN NAYU MURATI)

1. SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN

2. PANGERAN DIPO KESUMO BALKIAH

3. PANGERAN PURBAYO ABDULLAH

4. RADEN NAYU JAYA KESUMO

5. RADEN NAYU ADI WIJAYA bersuami PANGERAN ADIA WIJAYA anak RADEN BUTUR, RADEN BUTUR itu mantu SULTAM MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA

6. RADEN NAYU NATA WIKRAMA bersuamikan PANGERAN NATA KERAMA bin PENGERAN NATA WIKRAMA menantu SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA

7. RADEN SAWAL beranakkan :

1). RADEN NAYU RAUDHO
2). RADEN NAYU ZAENAB DUKUN

II. Dari Isterinya MASSAYU KEDATON (anak RAJA BERUNAI)

1. PANGERAN SURA WIJAYA SAMSUDIN
2. PANGERAN SUTAWIJAYA SAHABUDIN
3. RADEN NAYU HABIBAH

III. Dari Isterinya NYIMAS BANAWATI

1. RADEN NAYU MARIAH
2. RADEN NAYU LATIAH
3. RADEN ALI

IV. Dari Isterinya MASSAYU KECIK binti PANGERAN ADIA WIJAYA

1. PANGERAN KESUMO WIJAYA

V. Dari Isterinya MASSAYU SAIDAH binti REDEN TAKAL bin PANEMBAHAN bin SULTAN ABDUL RACHMAN

1. PANGERAN SUTADINATA
2. PANGERAN SUTOWIKRAMA

VI. Dari Isterinya MASSAYU KASIAH

1. RADEN NAYU HASANAH bersuami dua kali, pertama RADEN HABIB bin RADEN BURHAN dan kedua dengan PANGERAN SUMANEGARA

2. RADEN NAYU JAMALIA

VII. Dari Isterinya MASSAYU BURI binti ENCIK JAKPAR MENTOK

1. RADEN NAYU CEK BURI

————— o0o —————

SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN

Pada tahun 1181 malam ahad sehari bulan Rejab, jam 9 (sembilan) dilahirkan SULTAN SUHUNAN MACHMUD BADARUDDIN itu RATU AGUNG binti DATUK MARNI bin ABDULLAH ALHADADI, adapun SULTAN MACHMUD BADARUDDIN itu ada sembilan saudara yang seibu seayah, yaitu:

1. RADEN NAYU PURBA NEGARA BALKIAH

2. RADEN NAYU MANGKU NEGARA HAMIDAH

3. RADEN NAYU WIKRAMA HASYIAH

4. SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU).

5. SUSUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN

6. RADEN NAYU SUTA WIKRAMA BARRIAH

7. RADEN MUHAMMAD HANAFIAH

8. PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM

9. PENGERAN ADIPATI ABDULRACHMAN

Tareh dilahirkan semuanya itu tersebut dibawah ini :

1. Tahun 1175 malam Isnen delapan hari bulan syofar jam 3 dilahirkan RADEN NAYU PURBA NEGARA NAKIAH

2. Tahun 1177 malam Jum’at 3 hari bulan Rejab jam 2 dilahirkan RADEN NAYU MANGKU NEGARA HAMIDAH

3. Tahun 1180 malam sabtu 28 bulan Muharam jam 10 dilahirkan RADEN NAYU WIKRAMA HASYIAH.

4. Tahun 1181 malam Ahad sehari bulan Rejeb jam 09. dilahirkan SRI SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN ( RADEN HASAN PANGERAN RATU ).

5. Tahun 1183 sehari bulan Syawal jam 4 dilahirkan SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN.

6. Tahun 1186 malam Jum’at 6 hari bulan Muharam jam 7 dilahirkan RADEN NAYU WIKRAMA BARRIAH

7. Tahun 1190 hari Sabtu 9 Zulhijjah jam 12 dilahirkan RADEN MUHAMMAD HANAFIAH.

8. Tahun 1192 hari Sabtu 17 bulan Syawal jam 8 dilahirkan PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM.

9. Tahun 1195 hari Isnen 8 Robiul akhir jam 6.30 dilahirkan PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN.——————–

Pada tahun 1190 malam Isnen 6 hari bulan Zulkoidah wafat SULTAN SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN, maka istana pemakamannya di Lemabang.

Pada tahun 1200 hari ahad sehari bulan Zulhijjah jam 2 wafat RADEN MUHAMMAD HANAFIAH bin SULTAN MUHAMMAD BAHA’UDDIN, dan baginya umur didalam dunia 10 tahun 19 hari dan dua jam, dimakamkan di Lemabang.

Pada tahun 1206 malam Sabtu 14 hari bulan Rabiul akhir jam 4, dilahirkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU bin SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN RADEN HASAN ibunya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU itu adalah RATU SEPUH ASMA binti PENGERAN ADIPATI BANJAR KUTAMA bin SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA. Adapun SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU itu 13 bersaudara yang seibu seayah, semuanya dilahirkan di Palembang.

Pada tahun 1211 hari Khomis 14 bulan syofar jam 12, dilahirkan SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM bin SUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN, dan Ibunya SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM itu RATU NAKIAH binti PENGERAN SURYO WIKRAMA DAWAU bin PENGERAN SURYO DILAGA bin SULTAN MAHMUD BADARUDDIN, adapun SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN itu yang digelar oleh Belanda setelah kemudian dari pada SRI SULTAN SUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU) keluar dari Palembang.

Pada tahun 1212 malam Selasa 24 hari bulan Rabiulakhir jam 7 dilahirkan RADEN NAYU KESUMO NAKIAH binti PENGERAN BUPATI PENEMBAHAN HAMIM dan ibunya RADEN NAYU KESUMO NAKIAH ituRADEN NAYU PENEMBAHAN UMMUHANI binti PENGERAN SURYO SYAMSUDDIN bin SUHUNAN ACHMAD NAJAMUDDIN, dan ibunya PENGERAN SYAMSUDDIN itu MASSAYU KEDATON anak raja-raja negeri Berunai adanya.

Pada tahun 1214 hari Selasa 1 Syawal jam lima, dilahirkan PENGERAN PURBAYA ABDUL RACHMAN bin PENGERAN ADIPATI ABDUL RACHMAN, dan ibu PENGERAN PURBAYA ABDUL RAHIM itu RADEN NAYU ADIPATI SARIMAH binti RADEN MULYA KESUMA, dan RADEN MULYA KESUMA itu anak Raja-raja dari negeri Matan dan ibu RADEN NAYU ADIPATI SARIMAH itu DAING MALIA dan DAING MALIA itu anak Raja-raja dari negeri Bugis, dan adalah PENGERAN PURBAYA ABDUL RAHIM itu masih mendapati zaman SULTAN MUHAMMAD BAHA UDDIN 4 tahun 2 bulan 21 hari dan 2 jam.

Sumber : 
1. Asal Usul Kesultanan Palembang Darussalam
2. Silsilah Keluarga Kesultanan Palembang Darussalam

Catatan Penambahan :

1. Silsilah (Nasab) Tumenggung Manco Negoro, sampai kepada Syaikh Muhammad Shohib Mirbath…

[Maulana Fadlallah Pangeran Manco Negoro Caribon] bin [Maulana Abdullah Pangeran Adipati Sumedang Negara] bin [Maulana Ali Mahmud Nuruddin atau Pangeran Arya Kesumo Cerbon atau Tumenggung Mantik atau Ki Geding Karang Panjang] bin [Sunan Giri II atau Sunan Dalem] bin [Sunan Giri atau Maulana Muhammad Ainul Yaqin] bin [Maulana Ishaq] bin [Syaikh Ibrahim Zain al Akbar] bin  [Syaikh Jamaluddin Husain Akbar] bin [Syaikh Ahmadsyah Jalal] bin [Syaikh Abdullah Azmatkhan] bin [Syaikh Abdul Malik al Muhajir] bin [Syaikh Alawi Ammil Faqih] bin [Syaikh Muhammad Shohib Mirbath]… Sumber

Dengan demikian, Maulana Ishaq bukanlah anak dari Syaikh Husein Jamaluddin Akbar sebagaimana tersebut di dalam silsilah diatas, melainkan adalah cucu dari Syaikh Husein Jamaludin Akbar.

2. Ada hal menarik, ternyata di dalam Tarsilah Kesultanan Brunei Darussalam terdapat Silsilah dari Tumenggung Mancanegara (sumber : Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, dalam catatan “Tarsilah Brunei”). Dengan mengacu kepada Tarsilah tersebut, diperoleh informasi silsilah sebagai berikut :

Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara (dalam Tarsilah Brunei bernama Pangiran Manchu Negoro) [bin]

Adipati Panca Tanda (dalam silsilah Palembang disebut juga Ki Paca Tanda, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Pangiran Manchu Tando) [bin]

Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo (dalam silsilah Palembang disebut juga Pangeran Arya Kesuma Cerbon, sementara dalam Tarsilah Brunei disebut Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma) [bin]

Sunan Giri, yang juga dikenal sebagai Maulana Muhammad Ainul Yaqin

3. Nama lengkap ibu dari SULTAN SUSUHUNAN RATU MACHMUD BADARUDDIN (RADEN HASAN PANGERAN RATU) dan SUSUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN adalah RATU AGUNG binti DATUK MURNI (HABIB MUHAMMAD) bin ALI bin ALWI bin AL-IMAM ABDULLAH AL-HADDAD… Sumber

4. Nama ibu dari SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA, adalah NYIMAS SENGUK (NYIMAS SUNGUK) binti SULTAN SRI INGALAGA (Sultan Jambi, 1665-1690)… Sumber

Hal ini berdasarkan pendapat budayawan Palembang Djohan Hanafiah yang menyatakan RADEN ARIA (SULTAN MUHAMMAD MANSYUR) menikah dengan putri SULTAN JAMBI setelah konflik Palembang – Jambi tahun 1681.

Putri SULTAN JAMBI tersebut merupakan sepupu dari RADEN ARIA. Dan SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYA WIKRAMA (merupakan anak ke-3), lahir sekitar tahun 1103 Hijriyah (sekitar tahun 1691-1692)

Ada juga versi yang menyebutkan ayahanda NYIMAS SUNGUK adalah SULTAN GEDEH (Sultan Jambi, 1690-1696)… Sumber

Nasabnya : SULTAN KYAI GEDE bin SULTAN ABDUL MUHYI SRI INGOLOGO bin SULTAN AGUNG  (PANGERAN DEPATI ANOM) bin SULTAN ABDUL KOHAR

Sementara versi lain Nyimas Senguk adalah putri Pangeran Depati Anom Jambi dan juga merupakan cucu Penembahan Kota Baru Jambi.

5. SULTAN MAHMUD BADARUDDIN PANGERAN RATU, berputera/puteri :

01. RADEN NAYU KHOTIMAH KERAMA JAYA

02. SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PENGERAN RATU lahir di Palembang wafatnya di Ternate.

03. PENGERAN BUPATI HAMZAH lahir di Palembang wafat di Ternate

04. RADEN NAYU WONGSO WIJAYA HALIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate

05. PENGERAN PRABU KESUMO lahir di Palembang wafat di Ternate

06. RADEN NAYU PURBAYA FATIMAH, suaminya PENGERAN PURBAYA ABDUL RAHIM dilahirkan di Palembang wafatnya di Palembang tidak ikut ke Ternate.

07 s.d 12 (dari tujuh sampai dengan dua belas) lahir di Palembang wafat di Palembang.

13. PENGERAN PURBAYA HUSIN lahir di Palembang wafat di Timur Kupang.

14. RADEN NAYU AZIMAH CEK AYU lahir di Palembang wafatnya di Palembang kemudian dari pulang dari Ternate.

15. PENGERAN PRABU NANDITO MUHAMMAD, lahir di Palembang, wafat di Ternate

16. RADEN NAYU KERAMA NATA HALIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate

17. PENGERAN PRABU DILAGO MUCHSIN lahir di Palembang wafat di Ternate

18. RADEN NAYU QOIYIMAH CEK CIK lahir di Palembang wafat di Ternate

19. RADEN NAYU SALMA lahir di Palembang wafat di Ternate.

20. PENGERAN SURYO DILAGA TOH lahir di Palembang wafat di Ternate

21. RADEN NAYU SHIHA dilahirkan di Ternate wafat di Ternate kecil

22. RADEN NAYU NUR lahir di Ternate kecil

23. PENGERAN SUTOWIJAYA USMAN, lahir di Palembang wafat di Palembang

24. PENGERAN SUTO WIJAYA AKIL lahir di Palembang wafat di Palembang, keduanya ini tidak ikut ke Ternate, dan mempunyai anak cucu.

25. PENGERAN SUTO DIRADJAH ABUBAKAR lahir di Palembang wafat di Palembang

26. RADEN NAYU SALIMAH KERAMA DIRADJAH suaminya PENGERAN KERAMA DIRADJAH bin KEMAS. HAJI MUHAMMAD lahir di Palembang wafat di Palembang keduanya tidak ikut ke Ternate.

27. PENGERAN PUTERA DINATO ALI,. lahir di Palembang wafat di Palembang tidak ikut ke Ternate, hanya sampai di Betawi.

28. RADEN NAYU HAJIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate kecil

29. RADEN NAYU NAJIMAH lahir di Palembang wafat di Palembang (K.DIWONGSO)

30. RADEN NAYU AZIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate.

31. PANGERAN PRABU DIRADJAH ABDULLAH lahir di Palembang wafat di Palembang setelah pulang dari Ternate.

32. RADEN NAYU NAZIMAH lahir di Palembang wafat di Ternate.

33. PENGERAN PRABU WIKRAMA ABDUL RACHMAN lahir di Palembang wafat di Palembang pulang dari Ternate

34. PENGERAN PRABU WIROMA THOHIR lahir di Palembang wafat di Ternate

35. RADEN NAYU ZAKIAH lahir di Palembang wafat di Makkatul musyarofah

36. RADEN NAYU AMINAH lahir di Ternate wafat nya di Ternate kecil

37. PENGERAN PRABU NATA MENGGALO UMAR lahir di Palembang wafat di Timor Kupang

38. PENGERAN PRABU DIWONGSO ZEN lahir di Palembang wafat di Ternate

39. RADEN NAYU MARYAM CEK NING lahir di Palembang wafat di Mentok

40. RADEN NAYU AZIZAH lahir di Palembang wafat di Banyuwangi

41. RADEN MASHUR lahir Ternate wafat di Ternate kecil

42. PENGERAN IDRUS lahir Ternate wafat Ternate

43. RADEN NAYU CIK lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

44. PENGERAN PRABU NATA MENGGALO ALWIE lahir di Ternate wafat di Mentok

45. RADEN NAYU ALWIYAH lahir di Ternate wafat di Ternate kecil.

46. RADEN QOSIM lahir di Palembang wafat di pulau Sapari kecil

47. PENGERAN PRABU DIKARA YASIN lahir di Palembang wafat di Manado

48. RADEN NAYU SHIHA lahir di Palembang wafat di Palembang kecil

49. RADEN NAYU SALMA lahir di Palembang wafat di Palembang kecil

50. RADEN NAYU SHIDAH lahir di Palembang wafat di Timur Kupang

51. RADEN NAYU NUR lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

52. PENGERAN KESUMO MUHAMMAD .SYEH lahir di Ternate wafat di Palembang

53. RADEN NAYU AYU lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

54. PENGERAN SURYO MENGGALO MACHDHOR lahir di Ternate wafat di Palembang

55. PENGERAN DIEN lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

56. RADEN NAYU ZAHRA lahir di Ternate wafat di Ternate kecil

57. RADEN NAYU HABIBAH lahir di Ternate wafat di Ternate

58. RADEN NAYU LATIFAH lahir di Ternate wafat di Ternate

59. PENGERAN KESUMO DIRADJAH MUHAMMAD. SAFIN lahir di Ternate pada ketika menulis surat ini 1313 hari Rabo yang ketiga Jemadil akhir hayatnya didalam negeri Ambon beranak beristeri

60. PENGERAN KESUMO DIMKIAH MUHAMMAD. HANAN lahir di Ternate wafat di Palembang.

6. SUSUHUNAN HUSIN DHIA UDDIN, berputera/puteri :

01. SULTAN ACHMAD NAJAMUDDIN PRABU ANOM

02. RADEN NAYU MALIYA, suaminya Pangeran Syarif Ali, atau Habib Ali bin Abubakar bin Shalih bin Ali bin Ahmad Bin Syaikh Abubakar bin Salim As-Seggaf

03. PENGERAN SUTONELONDRO MACHJUB

04. PENGERAN CAKRA DININGRAT (sumber : raden nangling)

7. Berdasarkan penyelusuran Kms. H. Andi Syarifuddin (KHAS), sumber

Nyai Geding Pembayun merupakan puteri dari Kemas Anom bergelar Ki Gede Ing Suro Mudo, yang merupakan peletak dasar-dasar kedaulatan Kerajaan Islam Palembang yang menjadi penguasa Palembang dalam tahun 1573-1590.

Selama hayatnya, Nyai Geding Pembayun sempat menikah dua kali. Suami pertamanya ialah Kemas Tengah bin Kiai Arya Selempar bin Sang Aji Kidul bin Kiai Gede Siding Lautan priyai Demak, memperoleh seorang putri Nyimas Pengulu.

Setelah suaminya ini wafat, ia menikah dengan Pangeran Tumenggung Manca Negara Cirebon bin Pangeran Adipati Sumedang bin Pangeran Wiro Kusumo Cirebon bin Sunan Giri, dikaruniai 4 putra-putri sebagai berikut:

1. Pangeran Ratu Mangkurat Sedo Ing Pesarean (memerintah: 1651-1652).
2. Ratu Sinuhun Sabokingking, yang menyusun kitab adat Undang-Undang Simbur Cahaya, bersuamikan Pangeran Sido Ing Kenayan (memerintah: 1639-1650).
3. Raden Arya Jayangsari.
4. Masayu Antasari.

8. Dari berbagai sumber referensi Pangeran Ratu Mangkurat Sedo ing Pesarean memiliki beberapa anak diantaranya:

01. Pangeran Sido ing Rejek, Raja Palembang (1652-1659)
02. Pangeran Ario Kusumo Abdurrahim Kemas Hindi,  Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Palembang (1659-1706)
03. Tumenggung Bagus Kuning Pangkulu
04. Kemas Tumenggung Yudhapati Sunan Goren

9. Berdasarkan kepada buku “101 Ulama Sumetera Selatan Riwayat Hidup dan Perjuangannya”, karya Kemas H.Andi Syarifuddin.S.Ag dan H.Hendra Zainuddin.M.PdI, dari pernikahan Susuhunan Abdurrahman dengan Ratu Agung binti Ki Mas Martayuda memperoleh 8 putera-puteri, yaitu:

01. Pangeran Adipati
02. Sultan Muhammad Mansur
03. Raden Ayu Dipa Kesuma
04. Pangeran Tumenggung
05. Raden Ayu Adiningrat
06. Raden Ayu Ditakusuma
07. Raden Kusuma Barata
08. Sultan Agung Komaruddin Sri Truno

Sedangkan dari isteri-isteri yang lain, Susuhunan Abdurrahman memiliki 25 anak, yaitu:

001. Panembahan Surya Dilaga
002. Pangeran Surya Wikrama Subakti
003. Pangeran Cakra Kesuma Raden Nusantara
004. Raden Wira Natara
005. Raden Suwila
006. Raden Kapiten
007. Raden Kuripan
008. Pangeran Sukarta
009. Masayu Astra Wijaya
010. Masayu Suro WIjaya
011. Masayu Suta Kesuma
012. Masayu Wayati
013. Masayu Irawati
014. Masayu Janaka
015. Masayu Ubat
016. Pangeran Adi Kesuma
017. Pangeran Adi Wijaya
018. Raden Ayu Purba Negara
019. Pangeran Cakra Wijaya
020. Pangeran Dita Kesuma Raden Kumbang
021. Pangeran Dipa
022. Pangeran Suta Kesuma
023. Pangeran Mentaram
024. Raden Ayu Adi Kesuma
025. Raden Ayu Adi Wijaya.

10. Pembahasan berbagai versi silsilah dari Kesultanan Palembang Darussalam, bisa dibaca pada artikel [Misteri] Pangeran Cerbon, Leluhur Kesultanan Palembang Darussalam ?