Tag Archives: science

Muhammad al-Idrisi, Muslim geographer and botanist, the 16th generation direct descendant of the Prophet Muhammad ?

Abu Abd Allah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti, Muslim geographer, cartographer and botanist, he was born in 1099 in modern-day Cuepta (Ceuta), Spain.

idrisi1
Al-Idrisi procured a ball (globe) of silver weighing approximately 400 kilograms and meticulously recorded on it the seven continents with trade routes, lakes and rivers, major cities, and plains and mountains.

Regarding botany, he delved into the science of medicinal plants and wrote several books, the most popular entitled “Kitab al-Jami-li-Sifat Ashtat al-Nabatat” (The Simple Text on Medicinal Plants).

In his writings, he associated drugs available to him from Muslim scientists with those from his own research and travels, describing the names of these drugs in several languages including Berber, Persian, Hindi, Greek, Syriac, and Latin.

Muhammad al-Idrisi, Genealogy

01. Abu Abdullah Muhammad (Muhammad al-Idrisi) ibn
02. Muhammad ibn
03. Abdullah ibn
04. Idris ibn
05. Ali ibn
06. Hammud ibn
07. Maymun ibn
08. Ahmed ibn
09. Ali ibn
10. ‘Obeydullah ibn
11. ‘Omar ibn
12. Idris ibn
13. Abdullah ibn
14. Hasan al-Mu’thannā ibn
15. Sayyidina Hassan ibn
16. Sayyidatuna Fatima az-Zahra’ bint
17. Sayyidina Muhammad (The Prophet)

Reference :
1. imgrum.net
2. pinterest.com
3. Hasan ibn Ali (wikipedia)
4. Al Idrisi (unhas.ac.id)
5. Muhammad al Idrisi (wikipedia)
6. The History of the Mohammedan Dynasties in Spain

MtDNA Rasulullah – 13 Maternal Ancestor Muhammad The Prophet ?

Mitochondrial DNA (mtDNA) is the DNA located in mitochondria. mtDNA is only a small portion of the DNA in a eukaryotic cell. In most species, including humans, mtDNA is inherited solely from the mother.

muhammad1
Based on the search genetics, mtDNA Rasulullah is derived from Sawdah Bint Usayyid Ibn `Amr Ibn Tamim.

mtdnarasul
Note :

1. Paternal Line (Y-DNA), Muhammad The Prophet…
Muhammad ibn Abdullāh ibn ‘Abd al-Muṭṭalib (Shaybah) ibn Hāshim (‘Amr) ibn Abd Manāf (al-Mughīra) ibn Qusayy (Zayd) ibn Kilāb ibn Murra ibn Ka`b ibn Lu’ayy ibn Ghālib ibn Fahr (Quraysh) ibn Mālik ibn an-Naḑr (Qays) ibn Kinānah ibn Khuzaymah ibn Mudrikah (‘Āmir) ibn Ilyās ibn Muḑar ibn Nizār ibn Ma’ād ibn ‘Adnān (source : Abdullah ibn Abdul Muttalib, wikipedia.org).

2. Maternal Line (MtDNA), Muhammad The Prophet…
Muhammad ibn Aminah bint  Barrah bint Um Habib bint Barrah bint Umaymah bint Qilàbah bint Dubb bint Lubna bint Fatimah bint Zaynab bint `Atikah bint Shaqiqah bint Sawdah (Ibn Sa’d, Kitab Al-Tabaqat Al-Kabir volume 1, parts 1.13.2 : link).

3. MtDNA Fatimah bint Muhammad The Prophet :

01. The mother of Fatimah bint Muhammad The Prophet was, Khadijah bint Khuwaylid ibn Asad ibn `Abd Al-`Uzzâ ibn Qusayy ibn Kilâb ibn Murrah ibn Ka`b ibn Lu’ayy ibn Ghâlib ibn Fihr.

02. Her (Khadijah) mother was, Fatima bint Zâ’idah ibn Al-Asamm ibn Rawâhah ibn Hajar ibn `Abd ibn Ma`îs ibn `Âmir ibn Lu’ayy ibn Ghâlib ibn Fihr

03. Her (Fatima) mother was, Hala bint `Abd Manâf ibn Al-Hârith ibn `Amr ibn Munqidh ibn ‘Amr ibn Ma`îs ibn `Âmir ibn Lu’ayy ibn Ghâlib ibn Fihr

04. Her (Hala) mother was, Qilaba (al ‘Arqa) bint Su`ayd ibn Sa`d ibn Sahm ibn `Amr ibn Husays ibn Ka`b ibn Lu’ayy ibn Ghâlib ibn Fihr

05. Her (Qilaba) mother was, ‘Atiqa bint ‘Abdul ‘Uzza

06. Her (‘Atiqa) mother was, Rayta (al Khuty) bint Ka’b

07. Her (Rayta) mother was, Na’ila bint Hud-hafa

(source : books.google.co.id1, islamophile.org, books.google.co.id2).

References :
1. Mitochondrial DNA
2. Wahb ibn Abd Manaf, wikipedia.org
3. Barrah bint Abdul Uzza explained
4. were ancient nabateans the same people as the original arab

WaLlahu a’lamu bishshawab

You May Like :
1. AMAZING PHOTOS FROM HAJJ 1953
2. Objection : The Stonehenge was built in 1954 ?
3. The Floating City of The Solution to Global Warming ?
4. Muhammad “The Prophet”, in the Genealogy of the US President ?

Eksistensi Manusia sebelum Adam, dalam bahasan Genealogy Ilmuan Muslim ?

Upaya menulusuri genealogi umat manusia telah dilakukan oleh umat Islam, jauh sebelum munculnya beragam teori tentang manusia dalam paleontropologi atau ilmu tentang manusia purbakala (Teori Darwinisme).

Para cendekiawan di masa salaf, banyak mengupas persoalan ini. Lebih dari 400 buah kitab telah berhasil dikarang, beberapa di antaranya ada yang fokus pada nasab orang-orang Arab, dan tak sedikit pula yang panjang lebar mengulas genealogi secara umum.

jejakkaki
Perdebatan Manusia Pertama

Kitab-kitab yang cukup dikenal membahas tentang asal usul manusia, misalnya Bahr an-Nishab, karangan Abu Makhnaf Luth bin Yahya (157 H), an-Nasab al-Kabir karya Amir bin Hafsh (170 H), al-Kamil fi an-Nasab besutan Ibnu Thabathaba (449 H), dan masih banyak lagi.

Dan faktanya belum pernah muncul kesepakatan dari mereka akan siapakah manusia pertama kali yang layak dijadikan sebagai muara keturunan umat manusia saat ini.

Bahkan sebagian sejarawan menegaskan bahwa Adam bukanlah muara dari keturunan segenap manusia (abu al-basyariyah), mereka menganggap Adam sebagai bapak manusia (abu al-Insan). Dua istilah yang berbeda makna tentunya.

Al-Qalaqasyandi di dalam Nihayat al-Irib fi Ma’rifat Ansab al-Arab menambahkan, para ahli genealogi dan sejarawan sepakat bangsa-bangsa yang eksis dan berkembang saat ini, merupakan keturunan dari Nuh yang selamat dari peristiwa banjir bandang.

Di kalangan sejarawan terkemuka seperti Ibn al-Atsir, at-Thabari, al-Muqrizi, berpendapat bahwa jutaan tahun sebelum Adam, telah ada eksistensi manusia di muka bumi. Mereka berjibaku dengan golongan jin, untuk saling berebut hegemoni dan kekuasaan sebagai penguasa tunggal di bumi.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber : republika.co.id

Artikel tentang Genealogi Manusia :
1. [Misteri] 100.000 Adam, menurut Ibnu Arabi ?
2. Nabi Adam, dan misteri telapak kaki 200 juta tahun yang lalu ?
3. Proses Penciptaan Nabi Adam, Persenyawaan Atom dan Sinar Kosmik ?
4. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi

Misteri Ajaran Kapitayan, Jejak Monotheisme Nabi Nuh dalam Keyakinan Purba masyarakat Nusantara?

Adalah satu kekeliruan, jika kita beranggapan Leluhur masyarakat Nusantara, adalah penganut animisme, penyembah benda-benda alam.

Leluhur Nusantara di masa purba, telah memiliki keyakinan monotheisme, yang disebut “Ajaran Kapitayan”.

purba1a

Ajaran Tauhid dalam Keyakinan Kapitayan

Ajaran Kapitayan menyakini bahwa segala sesuatu di alam semesta ini, diciptakan oleh Sang Maha Kuasa, yang di-istilahkan sebagai Sang Hyang Taya. Sosok Sang Hyang Taya, memiliki makna Dzat yang tidak bisa didefinisikan, yang tidak bapat didekati dengan Panca Indra.

Kepercayaan Ajaran Kapitayan kepada Sang Maha Pencipta, tentu tidak lepas dari ajaran tauhid yang dibawa oleh leluhur umat manusia Nabi Adam.

Setelah peristiwa bencana di masa Nabi Nuh, ajaran monotheisme ini kemudian disebarluaskan oleh pengikut serta keluarga Nabi Nuh, ke seluruh penjuru dunia. Jejak ajaran Tauhid Nabi Nuh, nampaknya memberkas kepada ajaran Kapitayan yang dianut oleh leluhur masyarakat Nusantara di masa Pra Sejarah.

purba1

Ajaran Kapitayan, bukan Animisme

Dalam perkembangan selanjutnya, ajaran kapitayan yang awalnya merupakan kepercayaan monotheisme, mengalami pergeseran.

Sang Hyang Taya yang Maha Ghaib, kemudian muncul dalam pribadi “TU”, “TU” lazim disebut Sanghyang Tu-nggal, yang memiliki 2 sifat, yaitu sifat yang baik disebut Tu-Han dan sifat yang tidak baik disebut Han-Tu.

Sosok Kekuatan Sang “TU” dalam ajaran ini, diyakini berada (mempribadi) kepada benda-benda yang memiliki kosa kata Tu atau To, seperti : wa-Tu (Batu), Tu-rumbuk (pohon beringin), Tu-gu, Tu-lang, Tu-ndak (bangunan berundak), Tu-tud (hati,limpa), To-san (pusaka), To-peng, To-ya (air). Dan melalui sarana benda-benda ini, masyarakat Pra Sejarah melakukan persembahan dalam bentuk sesaji.

Sesaji yang diletakkan di benda-benda alam ini, kemudian disalah artikan sebagai bentuk penyembahan kepada benda-benda alam (animisme). Padahal sejatinya merupakan sarana peribadatan kepada “Sang Pencipta”, dalam bentuk sajian yang disebut Tumpeng.

Referensi :
1. Sejarah Nasi Ambeng, oleh Dr. Agus Sunyoto (Youtube)
2. Kapitayan : Agama Bangsa Nusantara
3. Agama kapitayan dan Sejarah Nasi Ambeng

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Tanah Punt, Sundaland dalam Legenda Leluhur Bangsa Nusantara?
3. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

Misteri Malaikat Jibril, Jurus Naruto dan Penelitian Sains tentang “Ghost illusion” ?

Bagi penggemar serial kartun Naruto, tentu tidak asing dengan istilah “Kage Bunshin no Jutsu”, yakni salah satu jurus yang bisa memperbanyak diri.

Dengan menggunakan jurus ini, “Naruto” bisa menyembunyikan sosok aslinya, ketika sedang bertempur. Musuh akan dibuat kebingungan, dengan munculnya ratusan bayangan yang mirip dengan sang tokoh.

naruto1a
Kage Bunshin no Jutsu dalam tinjauan Sains

Sekelompok peneliti dari National University of Singapore, belum lama ini berhasil mengembangkan prototipe alat yang memiliki kemampuan mirip jurus “Kage Bunshin no Jutsu”.

Setelah melakukan berbagai riset, tim ini berhasil membuat sebuah benda menjadi tidak terlihat, dan pada saat bersamaan muncul ilusi bayangan lain (ghost illusion) dari benda tersebut di tempat yang lain.

Menurut Cheng-Wei Qiu, fisikawan dari National University of Singapore, dengan menggunakan alat ini, kita mampu mengontrol bagaimana bayangan yang muncul akan terlihat (Sumber : kompas.com).

Sejauh ini, prototipe alat ini baru mampu menciptakan satu bayangan tipuan, yang bekerja pada pemindai dua dimensi seperti radar. Pengembangan ke depan, ditargetkan mampu untuk merubah bentuk dari bayangan yang tercipta.

ilusi1
Misteri Tugas Malaikat Jibril

Imam al-Shuyuti dalam al-Hawi li al-Fatawa menjelaskan bahwa malaikat Jibril masih tetap bertugas turun ke Bumi.

Dalam kitab itu, beliau mencantumkan sebuah hadits yang di-riwayatkan oleh al-Thabrani.

“Dari Maimunah binti sa’ad, dia berkata: “Wahai Rasulullah, bolehkah seseorang tidur dalam keadaan junub?

Kemudian Nabi menjawab “Aku tidak suka jika ia (orang yang junub) tidur sebelum mengambil wudlu’, aku khawatir ia lantas mati (dalam keadaan berhadats), sehingga tidak dihadiri oleh Malaikat Jibril.”

Hadits ini, menurut al-Suyuthi, secara tersurat menjelaskan bahwa Malaikat jibril selalu turun ke bumi untuk menghadiri setiap orang mukmin yang wafat dalam keadaan suci dari hadats (Sumber : inspirationyourlife.blogspot.co.id).

Logika-nya, ketika ada dua orang mukmin yang wafat secara bersamaan, di tempat yang berbeda. Atas karunia ALLAH, Malaikat Jibril bisa menggandakan dirinya.

Meskipun ada kemiripan dengan jurus “Kage Bunshin no Jutsu” milik Naruto, kemampuan Malaikat Jibril dalam memperbanyak diri, bukanlah bersifat ilusi bayangan, namun sejatinya merupakan sosok yang sama, dan bisa berada dalam berbagai tempat yang berbeda.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Mukjizat Jasad Para Syuhada Perang Uhud ?
2. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
3. [Misteri] 8.000 anggota Pasukan Mujahidin, yang bisa berjalan di atas air?
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

Could a wormhole in our galaxy take us to another UNIVERSE ?

A giant doorway to another universe may exist at the centre of the Milky Way, and it could be large enough to swallow spaceships whole.

This is according to a recent study which claims it would be possible to travel through a wormhole in a similar way to moving through the space-time tunnel in the film Interstellar.

Wormholes, allowing instantaneous travel between distant points in space and time, are allowed under Einstein’s theory of General Relativity.

10303142-1

But most scientists dismiss the idea of ever building one large and stable enough to pass through, and no natural examples have been detected.

The extraordinary new theory, published in the journal Annals of Physics, follows the discovery of what appears to be a super-massive black hole at the centre of our galaxy.

According to the Italian authors, the black hole – a region of concentrated gravity that distorts space-time – may be a wormhole in disguise.

The scientists, who base their conclusion on complex mathematical models, say the portal could be constructed from dark matter.

This is invisible and mysterious material making up around 26 per cent of the universe.

wormhole2

The researchers combined the map of the dark matter in the Milky Way with the most recent Big Bang model to explain the universe.

‘What we get is that our galaxy could really contain one of these tunnels, and that the tunnel could even be the size of the galaxy itself,’ said Professor Paulo Salucci, from the International School for Advanced Studies in Trieste, Italy.

‘But there’s more. We could even travel through this tunnel, since, based on our calculations, it could be navigable. Just like the one we’ve all seen in the recent film ‘Interstellar”.

He said the research was surprisingly close to what was depicted in director Christopher Nolan’s movie, for which theoretical physicist Kip Thorne provided technical assistance.

‘What we tried to do in our study was to solve the very equation that the astrophysicist ‘Murph’ was working on,’ said Prof Salucci. ‘Clearly we did it long before the film came out.’

Any wormholes existing in nature have previously been assumed to be microscopic rips in the fabric of space-time.

But the one possibly lying at the centre of the Milky Way would be large enough to swallow up a spaceship.

Professor Salucci added: ‘Obviously we’re not claiming that our galaxy is definitely a wormhole, but simply that, according to theoretical models, this hypothesis is a possibility.’

Other ‘spiral’ galaxies similar to the Milky Way – like its neighbour Andromeda – may also contain wormholes, the scientists believe.

Theoretically it might be possible to test the idea by comparing the Milky Way with a different type of nearby galaxy, such as one of the irregular Magellanic Clouds.

wormhole3b

In their paper, the scientists write: ‘Our result is very important because it confirms the possible existence of wormholes in most of the spiral galaxies ..

‘Dark matter may supply the fuel for constructing and sustaining a wormhole.

‘Hence, wormholes could be found in nature and our study may encourage scientists to seek observational evidence for wormholes in the galactic halo region.’

The study follows similar research last year in which physicists at Cambridge University arguedthat some wormholes are capable of staying open long enough to send messages backwards and forwards through time.

‘My calculations showed that if a wormhole is very long compared to how wide it is, you can get negative energy created in the centre of the wormhole,’ said Professor Luke Butcher

‘It’s not quite the right sort to keep the wormhole stable – which is what I’d hoped – but it does mean the wormhole collapses very slowly’

The wormhole would be open just long enough, Dr Butcher suggests, to send a photon through to the centre.

Because the ends of a wormhole can exist at different points in time, if Professor Butcher’s theory proves correct, a message could be sent through time.

wormhole3

Source :
dailymail.co.uk

Dua Planet Tersembunyi di Tata Surya Kita ?

Ada dua planet yang mungkin tersembunyi di tata surya kita dan menunggu untuk ditemukan. Itu berdasarkan hasil studi astronom asal Inggris dan Spanyol yang diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomy Socioety pada Januari 2015.

Dugaan adanya planet yang tersembunyi tersebut muncul dari hasil studi benda-benda angkasa di tata surya yang letaknya sangat jauh, disebut Extreme Trans-Neptunian Objects atau singkatnya ETNO.

Secara teori, diperkirakan ETNO berada pada jarak sekitar 150 unit astronomi (AU). Satu AU didefinisikan sebagai jarak antara matahari dan bumi (150 juta kilometer). Jadi, jarak ETNO diperkirakan 150 kali jarak bumi-matahari.

ETNO bisa berada pada bidang orbit yang sama dengan planet-planet lain di tata surya, tetapi bisa juga berbeda. Bila berbeda, rentang jarak ETNO bisa lebih lebar lagi, antara 150-525 AU dengan kemiringan orbit 20 derajat.

solar-system1
Untuk sampai pada dugaan adanya dua planet tersembunyi, para astronom melakukan perhitungan berdasarkan jumlah planet yang ada di tata surya serta gravitasi yang memengaruhi ETNO.

Berdasarkan hasil studi, Carlos de la Fuente Marcos dari Compulsente University di Madrid, astronom yang melakukan studi, menemukan kemungkinan adanya obyek berlebih di tata surya yang gravitasinya memengaruhi ETNO. Obyek itu diperkirakan planet.

“Jumlah pastinya belum pasti karena data kami masih sangat minim, tetapi kalkulasi kita menunjukkan bahwa paling tidak ada dua planet, mungkin lebih, di tata surya,” kata Carlos seperti dikutip AFP, Senin (19/10/2015).

Diperkirakan, satu planet berada pada jarak 200 AU dan planet lain berada pada jarak 250 AU. Jika dugaan Marcos terkonfirmasi, riset yang dilakukannya bersama astrofisikawan dari University of Cambridge di Inggris ini akan mengguncang dunia astronomi.

Mungkinkah ada planet yang letaknya sangat jauh dari bintangnya? Studi astronom dengan teleskop ALMA di Cile menunjukkan bahwa hal itu mungkin, terbukti dari penemuan planet yang letaknya sangat jauh di tata surya lain.

Neptunus berjarak 30 AU, sementara Pluto yang ditendang statusnya sebagai planet pada tahun 2006 berjarak 40 AU. Bila dua planet tersembunyi itu memang ada, letaknya bakal sangat jauh, 5-6 kali jarak matahari dengan Pluto.

Sumber :
kompas.com