Category Archives: islam

[Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

Bangsa Indonesia, mengenal sosok Raden Hadji Oemar Said (H.O.S) Tjokroaminoto sebagai tokoh pelopor berdirinya Organisasi Syarekat Islam, sekaligus juga Guru bagi Para Pemimpin di Indonesia, seperti Soekarno, Tan Malaka dan Kartosuwiryo (sumber : wikipedia).

Tjokroaminoto berasal dari Keluarga Santri, buyutnya merupakan seorang Ulama yang bernama Kyai Bagoes Kesan Besari (sumber : repository.usu.ac.id).

Cokroaminoto

Suatu ketika, Tjokroaminoto pernah mengalami sakit keras hingga tidak sadarkan diri. Beberapa tabib berusaha untuk menyembuhkannya, namun hasilnya sia-sia (sumber : serbasejarah.wordpress.com).

Di suatu malam, ketika terbaring lemah, tiba-tiba Tjokroaminoto yang saat itu sedang membaca al-Qur’an, memekik…

“Ada tamu, Ada Tamu.” …

Salah seorang kerabat yang menungguinya bertanya : “Siapa?

Beliau berujar : “Rosulullah. Rosulullah!”, dan iapun pingsan.

Kejadian yang sama, ternyata terulang pada keesokan harinya. Dan  secara ajaib, penyakit Tjokroaminoto berangsur-angsur berkurang.

Melalui salah satu orang dekatnya, Tjokroaminoto mengatakan bahwa Rasulullah telah memberi pelajaran membaca beberapa ayat Al-Qur’an kepadanya.

Kisah kedatangan Rasulullah ini, sebagaimana ditulis oleh Amelz, dalam bukunya “H.O.S. Tjokroaminoto : Hidup dan Perdjuanganndja” pada tahun 1952.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Gema Syiar Jilbab, sebelum masa Kemerdekaan?

Baru-baru ini Kepolisian Republik Indonesia, telah secara resmi mengeluarkan izin penggunaan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan).

Berita yang menggembirakan ini, tentu patut kita syukuri dan dampaknya akan lebih menyemangati para penggiat pejuang penggunaan jilbab di seluruh Indonesia (sumber : sangpencerah.com).

Jika kita membuka kembali lembaran sejarah, ternyata perjuangan penggunaan jilbab di masyarakat Nusantara, telah ada sejak masa sebelum kemerdekaan.

jilbab1

Sejarah Jilbab Nusantara

Hilbab (pakaian perempuan yang tertutup), sudah sangat dikenal dalam budaya masyarakat melayu. Dahulu masyarakat Nusantara, mengenalnya dalam bentuk baju kurung, dengan menggunakan selendang di kepala.

Dalam masyarakat Nusantara, terutama etnis Melayu, menggunakan kerudung saat keluar rumah, sudah menjadi budaya berabad-abad yang silam.

Hal ini terlihat pada, pakaian muslimah di tanah aceh, sebagaimana ilustrasi dari Sultana Seri Ratu Nihrasyiah Rawangsa Khadiyu, yang memerintah Kerajaan Samudra Pasai (1400-1427) (sumber : kanzunqalam.com).

sultana1Sultana Seri Ratu Nihrasyiah
Rawangsa Khadiyu

Namun penggunaan Jilbab, belum sampai mengakar kepada masyarakat muslim secara luas. Di pulau Jawa, banyaknya wanita muslim yang tidak menutupi kepala, hal inilah yang mendorong gerakan reformis muslim menyiarkan kewajiban jilbab.

Gerakan Dakwah Jilbab

Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan aktif menyiarkan dan menyatakan bahwa jilbab adalah kewajiban bagi wanita Muslim sejak 1910-an. Ia melakukan dakwah jilbab ini secara bertahap (Sumber : Muda-Mudi Muhammadiyah)

Awalnya ia meminta untuk memakai kerudung meskipun rambut terlihat sebagian. Kemudian ia menyarankan mereka untuk memakai Kudung Sarung dari Bombay.

Pemakaian kudung ini dicemooh oleh sebagian orang. Mereka mencemoohnya dengan mengatakan,“Lunga nang lor plengkung, bisa jadi kaji” (pergi ke utara plengkung, kamu akan jadi haji).

Namun KH. Ahmad Dahlan tak bergeming. Ia berpesan kepada murid-muridnya, “Demit ora dulit, setan ora Doyan, sing ora betah bosok ilate,” (Hantu tidak menjilat, setan tidak suka yang tidak tahan busuk lidahnya).

Upaya menggemakan kewajiban jilbab ini terus berjalan. Tak hanya itu, Kyai Dahlan mendorong wanita untuk belajar dan bekerja, semisal menjadi dokter, ia tetap menekankan wanita untuk menutup aurat dan melakukan pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

Salah satu tokoh perempuan yang cukup lantang di masa itu, adalah Siti Zoebaidah. Melalui majalah Al Fatch (majalah milik Aisyiyah “organisasi perempuan yang menginduk pada Muhammadiyah”), Siti Zoebaidah menegaskan bahwa wajib bagi kaum muslimat memakai jilbab.

Kalangan Aisyiyah memang dikenal selalu memakai jilbab. Hal ini diungkap dalam Majalah Berita Tahunan Muhammadiyah Hindia Timur 1927 bahwa, “Rambut kaum Aisyiyah selalu ditutup dan tidak akan ditunjukkan, sebab termasuk aurat.”

WaLlahu a’lamu bishshawab

Kisah Cincin Perak Nabi Muhammad, dalam Hadis Sahih Bukhari

Dalam beberapa Hadis Sahih, diberitakan Nabi Muhammad memakai Cincin Perak. Sehingga muncul anggapan, memiliki cincin bagi kaum Pria, adalah Sunnah Rasulullah, benarkah demikian?

Untuk menjawabnya, mari kita perhatikan kisah dan dalil, yang bersumber dari Hadis Sahih Bukhari berikut ini :

ringaaCincin yang dimiliki Rasulullah terbuat dari perak, pada matanya terukir “Muhammad Rasulullah”. Kegunaan dari cincin tersebut adalah sebagai alat stempel untuk surat-surat yang berasal dari beliau.

Letter1Cincin milik Nabi Muhammad ini, kemudian dipakai oleh Khalifah Abu Bakar, setelah itu Khalifah Umar dan kemudian Khalifah Utsman. Pada saat digunakan Khalifah Utsman, cincin tersebut kecemplung di Sumur Arisy.

Kisah Cincin Rasulullah dalam Hadis Bukhari…

Hadis 1 :

ringa1
”Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak, dan mata cincin juga dari bahan perak.” (HR. Bukhari 5870, Nasai 5198, dan yang lainnya).

Hadis 2 :

ringa2
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menulis surat ke Kisra (persi), Kaisar (romawi), dan Najasyi (Ethiopia). Kemudian ada yang mengatakan, ’Mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Saya melihat putihnya cincin itu di tangan beliau. (HR. Ahmad 12738, Bukhari 5872, Muslim 2092, dan yang lainnya).

Hadis 3 :

ring1
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki cincin dari perak. Pertama beliau yang memakai, setelah itu dipakai Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian dipakai Utsman, hingga akhirnya kecemplung di sumur air Arisy. Ukirannya bertuliskan: Muhammad Rasulullah. (HR. Bukhari 5873, Muslim 2091, Nasai 5293, dan yang lainnya)

Hadis 4 :

ring2
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir: Muhammad Rasulullah. Kemudian Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku membuat cincin dari perak, dan aku ukir Muhammad Rasulullah. Karena itu, jangan ada seorangpun yang mengukir dengan tulisan seperti ini.” (HR. Bukhari 5877)

Kesimpulan :
Dengan memperhatikan Kisah dan Dalil di atas, memakai dan memiliki cincin bagi kaum pria adalah dibolehkan, namun untuk dikatakan sebagai Sunnah Rasulullah sepertinya masih perlu ditinjau lagi.

Rasulullah memiliki cincin bukan sekedar buat perhiasan, melainkan ada kegunaannya yakni sebagai alat stempel. Lagi pula batu yang dijadikan mata cincin beliau, bukanlah batu mulia yang bernilai sangat tinggi.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan Fenomena Pemakaian Cincin Batu Akik, yang marak akhir-akhir ini. Selain tujuannya bisa dikatakan, sekedar untuk perhiasan, serta mata cincin yang digunakan terkadang harganya sangat mahal.

Dan yang lebih memprihatinkan, ada sebagian yang sampai lalai waktu shalat, karena terlalu asyik dengan batu cincin miliknya, serta ada yang meyakini Batu Akik yang mereka punya, memiliki kekuatan tertentu untuk mendatangkan keberuntungan.

Hal ini tentu bertentangan dengan aqidah dan bisa membuat kita semakin menjauh dari ajaran Islam.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
sunnah.com
konsultasisyariah.com
unsfinecrafts.com
themuslimtimes.org
sahih-bukhari.com

[Misteri] Cincin Perak Bangsa Viking bertuliskan “Untuk ALLAH”?

Sekitar 100 tahun yang lalu, pada pemakaman seorang wanita bangsa Viking, ditemukan sebuah cincin perak, yang diperkirakan berasal dari masa abad ke-9 masehi.

Yang menarik pada cincin tersebut, terdapat rangkaian huruf arab kuno, yang bermakna “untuk ALLAH”.

ringvikingTemuan cincin ini memunculkan berbagai pendapat, tentang pengaruh “Peradaban Islam” terhadap kebudayaan Bangsa Eropa Kuno.

Namun sebagian ahli sejarah beranggapan, penemuan cincin perak ini, sebagai akibat dari hubungan perdagangan antara bangsa Skandinavia dengan Bangsa Arab, yang telah berlangsung ribuan tahun (sumber : sciencenews.org  dan Republika.co.id).

Boleh jadi cincin perak ini hanya dianggap sebagai bentuk perhiasan biasa, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan keyakinan bangsa Viking ketika itu.

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Dunia Maya beberapa waktu yang lalu, sempat dihebohkan dengan berita yang menceritakan keberadaan Kubah Makam Rasulullah, yang awalnya berwarna hijau, menjadi kemerahan.

Peristiwa perubahan warna ini, konon telah membuat histeris kaum muslimin, yang kebetulan hadir di lokasi.

Perhatikan video berikut :

Banyak spekulasi yang muncul, ada yang mengatakan peristiwa ini tanda telah keluarnya dajjal, ada juga merupakan isyarat bakal terjadi sesuatu yang dahsyat dikalangan umat muslim dan lain sebagainya.

Penjelasan Logis :

Setelah dilakukan penyelusuran, ternyata peristiwa yang menghebohkan ini, terkait dengan dinyalakannya satu lampu yang berwarna merah, yang posisinya berdekatan dengan kubah makam Rasulullah.

Lampu yang sudah sekitar 30 tahun lebih tidak dihidupkan ini, ternyata pantulan cahayanya, mengenai kubah makam, akibatnya seolah ada perubahan warna pada kubah, menjadi agak kemerahan (sumber : youtube).

Dengan demikian, peristiwa perubahan warna pada kubah Makam Rasulullah, hanya peristiwa biasa saja, tidak perlu terlalu panik menanggapinya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Legenda Patih Gajah Mada, wafat di Kota Suci Makkah?

Di saat mengikuti acara dauroh di PP al madani Lombok timur (Pebruari 2015), Ustadz Emdeka Saka Guru berkesempatan mengunjungi makam Raja Islam Sela Parang.

Sang Raja merupakan seorang pendakwah Islam pada periode awal, sekitar abad XIV M di Pulau lombok.

Yang tidak terduga di komplek makam itu, terdapat petilasan.

Petilasan Keberangkatan Patih Gajah Mada ketika pergi haji ke Makkah

Sumber Picture

Petilasan ini, menurut tutur kata dari generasi ke generasi setempat, di yakini sebagai lokasi keberangkatan Sang Maha Patih Gajah Mada ketika hendak pergi haji menuju Makkah.

Penduduk wilayah ini percaya, Patih Gajah Mada setelah masuk Islam dan lengser keprabon berganti nama menjadi Muhammad Rum.

Dan menurut Babad Sela Parang, Gajah Mada tidak pernah kembali, karena beliau wafat di kota suci Makkah.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Kedatangan Gajah Mada ke Lombok, tercatat pada prasasti Bencangah Punan (tahun 1357 M) yang ditulis dalam aksara Jejawan (Sumber : opiniartikel.kampung-media.com)

2. Makam Selaparang berada di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tepatnya di kecamatan Swela sekitar 65 km dari kota Mataram (Sumber : lombok.panduanwisata.id)

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. Misteri Koin Majapahit, berukiran Kalimat Tauhid “Syahadat”?
3. Misteri 9 Sahabat Rasulullah, yang berdakwah di NUSANTARA?
4. Pidato Lengkap Sri Sultan Hamengkubuwono X, pada Pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6

Benarkah Rumah Kelahiran Nabi Muhammad, telah berubah menjadi WC Umum?

Akhir-akhir ini, di media sosial ada isu yang cukup hangat, yakni berkenaan dengan keberadaan rumah yang menjadi tempat kelahiran Rasulullah.

Gosip yang menyebar di kalangan Umat Islam adalah, rumah kelahiran Nabi di Makkah, telah berubah menjadi WC Umum, namun benarkah yang terjadi demikian ?

Penelitian tentang Posisi Rumah Rasulullah

Melalui penyelusuran ahli sejarah, posisi rumah Rasulullah saat ini, telah dijadikan perpustakaan “Maktabah Makkah al-Mukarromah”, perhatikan photo berikut…

gambar-rumah-nabi-1Keberadaan rumah tersebut, pada masa sekarang….

gambar-rumah-nabi-yg-jadi-perpustakaanrumah-nabi
Untuk dijadikan renungan, ketika terjadi peristiwa fathu Mekah, dimana tanah negeri itu dikuasai kaum muslimin.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak berupaya melestarikan rumah kelahirannya serta merawat tempat-tempat bersejarah, seperti  gua hira, ataupun gua tsur (sumber : konsultasisyariah.com).

Rasulullah bersama para sahabatnya, lebih fokus kepada memperluas dakwah Islam di jazirah Arabia, daripada mengenang peristiwa di masa lalu.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Rasulullah di BACK UP, Para Milyuner
2. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1436 tahun yang lalu ?
3. Misteri Koin Majapahit, berukiran Kalimat Tauhid “Syahadat”?
4. Rahasia Tubuh Ideal Rasulullah, dan Program Diet OCD Deddy Corbuzier ?