Category Archives: islam

Pembuktian HABIB melalui Tes DNA ?

Pada masa sekarang, kita sering mendengar pengakuan dari seseorang sebagai keturunan Rasulullah (Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib). Di depan nama mereka, biasanya ada tambahan kata Habib, Sayyid atau Syarif.

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, klaim seperti ini bisa dibuktikan melalui pembuktian ilmiah, yaitu dengan Tes DNA.

muhammad1
Makna DNA dan Y-DNA Abdul Muthalib

DNA merupakan singkatan dari Deoxyribonucleic Acid, yang merupakan molekul yang mengkode sifat genetik suatu organisme. Ketika manusia melakukan proses reproduksi, akan ada penggabungan antara DNA ayah dan ibu. Nantinya DNA ini akan terus diturunkan kepada keturunan selanjutnya (sumber : argaaditya.com).

dnaprophet1Khusus untuk DNA ayah, ada istilah Y-DNA yaitu kode genetik yang diturunkan dari seorang ayah kepada anak laki-lakinya.

Berdasarkan Sirah Nabi, Rasulullah memiliki puteri bernama Sayyidatuna Fatimah az-Zahra, yang merupakan istri dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib.

Melalui keluarga Sayyidina Ali inilah Rasulullah memiliki 2 (cucu) laki-laki, bernama Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein, yang menjadi leluhur Zuriat Rasulullah pada masa sekarang.

Saat ini telah ditemukan Y-DNA dari kakek Rasulullah dan Sayyidina Ali, yaitu  Abdul Muthalib dengan kode (L859) (sumber : isogg.org)

dna prophet
Ditemukannya Y-DNA (L859) pada diri seseorang, belum pasti ia adalah keturunan Rasulullah. Hal ini dikarenakan, Abdul Muthalib memiliki beberapa anak laki-laki lainnya, yang juga mewarisi Y-DNA tersebut.

Nama anak laki-laki Abdul Muthalib (Sumber : klikuk.com) :
1. Abdullah (ayah Nabi Muhammad)
2. Abu Thalib (ayah Sayyidina Ali)
3. Al Abaas
4. Al Haarits
5. Az Zubair
6. Hamzah
7. Abu Lahab

Namun seorang yang mengaku sebagai keturunan Rasulullah, sudah seharusnya memiliki kode DNA ini. Dan melalui Tes DNA ini, setidaknya bisa memberi tambahan bukti secara ilmiah, bagi nasab seseorang, selain bukti yang bersifat tertulis sebagaimana yang berlaku selama ini.

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Misteri] 8.000 anggota Pasukan Mujahidin, yang bisa berjalan di atas air?

Di masa kekhalifahan Abu Bakar ra., di negeri Bahrain muncul pemberotakan. Sang Khalifah kemudian mengutus salah seorang sahabat Rasulullah, Ala’ bin Hadhrami ra. pergi ke daerah tersebut.

sahaba2

Di daerah yang bernama Hijr, terjadi pertempuran antara Pasukan Ala’ bin Hadhrami dengan kaum pemberontak.

Pasukan Mujahidin pimpinan sahabat Rasulullah itu, dengan gemilang berhasil mengalahkan musuh.

Kaum pemberontak kocar kacir ketakutan, mereka menyemberangi lautan dengan menggunakan kapal.

Ketika pasukan Ala’ bin Hadhrami sampai ditepi laut, sahabat Nabi itu berkata : “Seberangilah dengan menyebut asma Allah.”

Ajaib mereka melintasi laut itu, seperti berjalan di atas pasir, dan airnya hanya setinggi tapak kaki kuda. Pada saat itu, jumlah pasukan berkuda kaum muslimin sekitar 6.000 orang dan yang berjalan kaki 2.000 orang.

bahrain1

Sesampai di seberang, Pasukan muslimin tidak membiarkan satu orang musyrik pun lolos, untuk dijadikan tawanan. Dan selesai berperang, mereka pulang dengan menyeberangi laut seperti sebelumnya.

Peristiwa ini sangat menghebohkan, dan menjadi salah satu sebab seorang rahib dari daerah Hijr, memeluk Islam.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Kitab Majma’ az-Zawa’id : 9/276
Abu Hurayrah narrated:
“al-‘Ala’ al-Hadrami supplicated for rain, and it then began to rain in the middle of the desert. In another incident, he supplicated, and we were able to walk over the water in the Arabian Peninsula (near Bahrain), without even the bottom of our feet getting wet. When he died, we buried him, and after a while, we opened up his grave to find that he was not there.”

2. Kitab Al Aghani li Abi al-Faraj al-Ashbahani (Link)
3. Riwayat Al-Baihaqi, yang bersumber dari Alias ra.
4. Riwayat Abu Na’im, yang bersumber dari Abu Hurairah ra.
5. Riwayat Ibnu Sa’ad, yang bersumber dari Abu Hurairah ra.

[Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

Bangsa Indonesia, mengenal sosok Raden Hadji Oemar Said (H.O.S) Tjokroaminoto sebagai tokoh pelopor berdirinya Organisasi Syarekat Islam, sekaligus juga Guru bagi Para Pemimpin di Indonesia, seperti Soekarno, Tan Malaka dan Kartosuwiryo (sumber : wikipedia).

Tjokroaminoto berasal dari Keluarga Santri, buyutnya merupakan seorang Ulama yang bernama Kyai Bagoes Kesan Besari (sumber : repository.usu.ac.id).

Cokroaminoto

Suatu ketika, Tjokroaminoto pernah mengalami sakit keras hingga tidak sadarkan diri. Beberapa tabib berusaha untuk menyembuhkannya, namun hasilnya sia-sia (sumber : serbasejarah.wordpress.com).

Di suatu malam, ketika terbaring lemah, tiba-tiba Tjokroaminoto yang saat itu sedang membaca al-Qur’an, memekik…

“Ada tamu, Ada Tamu.” …

Salah seorang kerabat yang menungguinya bertanya : “Siapa?

Beliau berujar : “Rosulullah. Rosulullah!”, dan iapun pingsan.

Kejadian yang sama, ternyata terulang pada keesokan harinya. Dan  secara ajaib, penyakit Tjokroaminoto berangsur-angsur berkurang.

Melalui salah satu orang dekatnya, Tjokroaminoto mengatakan bahwa Rasulullah telah memberi pelajaran membaca beberapa ayat Al-Qur’an kepadanya.

Kisah kedatangan Rasulullah ini, sebagaimana ditulis oleh Amelz, dalam bukunya “H.O.S. Tjokroaminoto : Hidup dan Perdjuanganndja” pada tahun 1952.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Gema Syiar Jilbab, sebelum masa Kemerdekaan?

Baru-baru ini Kepolisian Republik Indonesia, telah secara resmi mengeluarkan izin penggunaan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan).

Berita yang menggembirakan ini, tentu patut kita syukuri dan dampaknya akan lebih menyemangati para penggiat pejuang penggunaan jilbab di seluruh Indonesia (sumber : sangpencerah.com).

Jika kita membuka kembali lembaran sejarah, ternyata perjuangan penggunaan jilbab di masyarakat Nusantara, telah ada sejak masa sebelum kemerdekaan.

jilbab1

Sejarah Jilbab Nusantara

Hilbab (pakaian perempuan yang tertutup), sudah sangat dikenal dalam budaya masyarakat melayu. Dahulu masyarakat Nusantara, mengenalnya dalam bentuk baju kurung, dengan menggunakan selendang di kepala.

Dalam masyarakat Nusantara, terutama etnis Melayu, menggunakan kerudung saat keluar rumah, sudah menjadi budaya berabad-abad yang silam.

Hal ini terlihat pada, pakaian muslimah di tanah aceh, sebagaimana ilustrasi dari Sultana Seri Ratu Nihrasyiah Rawangsa Khadiyu, yang memerintah Kerajaan Samudra Pasai (1400-1427) (sumber : kanzunqalam.com).

sultana1Sultana Seri Ratu Nihrasyiah
Rawangsa Khadiyu

Namun penggunaan Jilbab, belum sampai mengakar kepada masyarakat muslim secara luas. Di pulau Jawa, banyaknya wanita muslim yang tidak menutupi kepala, hal inilah yang mendorong gerakan reformis muslim menyiarkan kewajiban jilbab.

Gerakan Dakwah Jilbab

Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan aktif menyiarkan dan menyatakan bahwa jilbab adalah kewajiban bagi wanita Muslim sejak 1910-an. Ia melakukan dakwah jilbab ini secara bertahap (Sumber : Muda-Mudi Muhammadiyah)

Awalnya ia meminta untuk memakai kerudung meskipun rambut terlihat sebagian. Kemudian ia menyarankan mereka untuk memakai Kudung Sarung dari Bombay.

Pemakaian kudung ini dicemooh oleh sebagian orang. Mereka mencemoohnya dengan mengatakan,“Lunga nang lor plengkung, bisa jadi kaji” (pergi ke utara plengkung, kamu akan jadi haji).

Namun KH. Ahmad Dahlan tak bergeming. Ia berpesan kepada murid-muridnya, “Demit ora dulit, setan ora Doyan, sing ora betah bosok ilate,” (Hantu tidak menjilat, setan tidak suka yang tidak tahan busuk lidahnya).

Upaya menggemakan kewajiban jilbab ini terus berjalan. Tak hanya itu, Kyai Dahlan mendorong wanita untuk belajar dan bekerja, semisal menjadi dokter, ia tetap menekankan wanita untuk menutup aurat dan melakukan pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

Salah satu tokoh perempuan yang cukup lantang di masa itu, adalah Siti Zoebaidah. Melalui majalah Al Fatch (majalah milik Aisyiyah “organisasi perempuan yang menginduk pada Muhammadiyah”), Siti Zoebaidah menegaskan bahwa wajib bagi kaum muslimat memakai jilbab.

Kalangan Aisyiyah memang dikenal selalu memakai jilbab. Hal ini diungkap dalam Majalah Berita Tahunan Muhammadiyah Hindia Timur 1927 bahwa, “Rambut kaum Aisyiyah selalu ditutup dan tidak akan ditunjukkan, sebab termasuk aurat.”

WaLlahu a’lamu bishshawab

Kisah Cincin Perak Nabi Muhammad, dalam Hadis Sahih Bukhari

Dalam beberapa Hadis Sahih, diberitakan Nabi Muhammad memakai Cincin Perak. Sehingga muncul anggapan, memiliki cincin bagi kaum Pria, adalah Sunnah Rasulullah, benarkah demikian?

Untuk menjawabnya, mari kita perhatikan kisah dan dalil, yang bersumber dari Hadis Sahih Bukhari berikut ini :

ringaaCincin yang dimiliki Rasulullah terbuat dari perak, pada matanya terukir “Muhammad Rasulullah”. Kegunaan dari cincin tersebut adalah sebagai alat stempel untuk surat-surat yang berasal dari beliau.

Letter1Cincin milik Nabi Muhammad ini, kemudian dipakai oleh Khalifah Abu Bakar, setelah itu Khalifah Umar dan kemudian Khalifah Utsman. Pada saat digunakan Khalifah Utsman, cincin tersebut kecemplung di Sumur Arisy.

Kisah Cincin Rasulullah dalam Hadis Bukhari…

Hadis 1 :

ringa1
”Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak, dan mata cincin juga dari bahan perak.” (HR. Bukhari 5870, Nasai 5198, dan yang lainnya).

Hadis 2 :

ringa2
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menulis surat ke Kisra (persi), Kaisar (romawi), dan Najasyi (Ethiopia). Kemudian ada yang mengatakan, ’Mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Saya melihat putihnya cincin itu di tangan beliau. (HR. Ahmad 12738, Bukhari 5872, Muslim 2092, dan yang lainnya).

Hadis 3 :

ring1
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki cincin dari perak. Pertama beliau yang memakai, setelah itu dipakai Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian dipakai Utsman, hingga akhirnya kecemplung di sumur air Arisy. Ukirannya bertuliskan: Muhammad Rasulullah. (HR. Bukhari 5873, Muslim 2091, Nasai 5293, dan yang lainnya)

Hadis 4 :

ring2
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir: Muhammad Rasulullah. Kemudian Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku membuat cincin dari perak, dan aku ukir Muhammad Rasulullah. Karena itu, jangan ada seorangpun yang mengukir dengan tulisan seperti ini.” (HR. Bukhari 5877)

Kesimpulan :
Dengan memperhatikan Kisah dan Dalil di atas, memakai dan memiliki cincin bagi kaum pria adalah dibolehkan, namun untuk dikatakan sebagai Sunnah Rasulullah sepertinya masih perlu ditinjau lagi.

Rasulullah memiliki cincin bukan sekedar buat perhiasan, melainkan ada kegunaannya yakni sebagai alat stempel. Lagi pula batu yang dijadikan mata cincin beliau, bukanlah batu mulia yang bernilai sangat tinggi.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan Fenomena Pemakaian Cincin Batu Akik, yang marak akhir-akhir ini. Selain tujuannya bisa dikatakan, sekedar untuk perhiasan, serta mata cincin yang digunakan terkadang harganya sangat mahal.

Dan yang lebih memprihatinkan, ada sebagian yang sampai lalai waktu shalat, karena terlalu asyik dengan batu cincin miliknya, serta ada yang meyakini Batu Akik yang mereka punya, memiliki kekuatan tertentu untuk mendatangkan keberuntungan.

Hal ini tentu bertentangan dengan aqidah dan bisa membuat kita semakin menjauh dari ajaran Islam.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
sunnah.com
konsultasisyariah.com
unsfinecrafts.com
themuslimtimes.org
sahih-bukhari.com

[Misteri] Cincin Perak Bangsa Viking bertuliskan “Untuk ALLAH”?

Sekitar 100 tahun yang lalu, pada pemakaman seorang wanita bangsa Viking, ditemukan sebuah cincin perak, yang diperkirakan berasal dari masa abad ke-9 masehi.

Yang menarik pada cincin tersebut, terdapat rangkaian huruf arab kuno, yang bermakna “untuk ALLAH”.

ringvikingTemuan cincin ini memunculkan berbagai pendapat, tentang pengaruh “Peradaban Islam” terhadap kebudayaan Bangsa Eropa Kuno.

Namun sebagian ahli sejarah beranggapan, penemuan cincin perak ini, sebagai akibat dari hubungan perdagangan antara bangsa Skandinavia dengan Bangsa Arab, yang telah berlangsung ribuan tahun (sumber : sciencenews.org  dan Republika.co.id).

Boleh jadi cincin perak ini hanya dianggap sebagai bentuk perhiasan biasa, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan keyakinan bangsa Viking ketika itu.

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Dunia Maya beberapa waktu yang lalu, sempat dihebohkan dengan berita yang menceritakan keberadaan Kubah Makam Rasulullah, yang awalnya berwarna hijau, menjadi kemerahan.

Peristiwa perubahan warna ini, konon telah membuat histeris kaum muslimin, yang kebetulan hadir di lokasi.

Perhatikan video berikut :

Banyak spekulasi yang muncul, ada yang mengatakan peristiwa ini tanda telah keluarnya dajjal, ada juga merupakan isyarat bakal terjadi sesuatu yang dahsyat dikalangan umat muslim dan lain sebagainya.

Penjelasan Logis :

Setelah dilakukan penyelusuran, ternyata peristiwa yang menghebohkan ini, terkait dengan dinyalakannya satu lampu yang berwarna merah, yang posisinya berdekatan dengan kubah makam Rasulullah.

Lampu yang sudah sekitar 30 tahun lebih tidak dihidupkan ini, ternyata pantulan cahayanya, mengenai kubah makam, akibatnya seolah ada perubahan warna pada kubah, menjadi agak kemerahan (sumber : youtube).

Dengan demikian, peristiwa perubahan warna pada kubah Makam Rasulullah, hanya peristiwa biasa saja, tidak perlu terlalu panik menanggapinya.

WaLlahu a’lamu bishshawab