Tag Archives: peradaban

Sejarah “Mesin Terbang”, bermula dari menara Masjid Cordoba ?

Pada tahun 852 M, dari arah menara muadzin Masjid Cordoba, seseorang yang dikenali sebagai Ibn Firnas melompat dari ketinggian, dengan mengenakan jubah bersayap hasil rancangannya.

Peristiwa ini, menjadikan Abbas ibn Firnas, sebagai manusia pertama yang behasil melayang di udara bersama mesin terbang, dalam catatan sejarah penerbangan dunia.

fly1
Sejarah Mesin Terbang Dunia

Upaya penemuan mesin terbang yang dilakukan Ibn Firnas, kemudian dilanjutkan oleh beberapa ilmuan, diantaranya Eilmer dari Malmesbury yang berusaha terbang di abad ke-11 M.

Desain mesin terbang, juga dirancang oleh seniman terkemuka dunia, Leonardo da Vinci. Dan pada sekitar tahun 1633, seorang ilmuan asal Turki, Lagari Hasan Celebi, menggunakan roket ciptaannya untuk terbang di udara.

fly2
Pesawat terbang dengan desain yang sudah sempurna, berhasil dirancang oleh Wright bersaudara, yang diuji coba pertama kali pada tanggal 17 Desember 1903.

Dengan mesin terbangnya, Wright bersaudara berhasil terbang dengan ketinggian 10 feet, dengan melakukan perjalanan sejauh 120 feet.

Referensi :
1. Abbas ibn Firnas
2. The Flying Monk
3. History of Airplane
4. The Man Who Gave Us Wings
5. Abbas ibn Firnas: “The first Muslim flying machine in 852”

Artikel Menarik :
1. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1437 tahun yang lalu?
2. Kota Nuh, dalam Prediksi Kehidupan Bumi di masa depan ?
3. [Misteri] 9 Keajaiban “Struktur Bangunan” dari Peradaban Kuno ?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Kota Nuh, dalam Prediksi Kehidupan Bumi di masa depan ?

Kisah Nabi Nuh sepertinya bakal terulang kembali, diprediksi bumi akan dipenuhi lagi oleh air, yakni di saat Kutup Es bumi mencair, dan permukaan air laut akan meninggi.

Pada masa lalu, ketika bumi dipenuhi air, para pengikut Nabi Nuh menyelamatkan diri mereka di atas sebuah Kapal. Namun di masa depan, umat manusia akan tetap bertahan hidup, di kota-kota terapung di tengah samudra.

fcity2
Kota Nuh, Tempat Kehidupan Penduduk Bumi di masa depan

Planet Bumi di masa depan, akan semakin sedikit daratannya. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, umat manusia harus memanfaatkan se-efektif mungkin lahan yang ada.

city1a
Gedung-gedung dibuat setinggi mungkin, dan alat trasportasi yang paling sesuai dengan keadaan seperti itu, adalah mobil-mobil angkasa.

city1b
Dengan terbatasnya daratan, jalan terbaik agar manusia bisa terus bertahan, adalah dengan membangun kota-kota di tengah samudra.

fcity1
city1c
city1e
city1d
Inilah gambaran keadaan Kota Nuh, yang merupakan tempat tinggal penduduk bumi di masa depan. Hal tersebut bisa terjadi, jika peradaban umat manusia, secara teknologi telah mempu untuk membuatnya.

Dan sekiranya, Kota Nuh di masa mendatang gagal untuk dibangun, artinya eksistensi manusia sedang menuju ke ambang kepunahan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Pinterest.com
2. The Floating City of The Solution to Global Warming ?

Artikel Menarik :
1. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1437 tahun yang lalu?
2. [Misteri] 9 Keajaiban “Struktur Bangunan” dari Peradaban Kuno ?
3. [Masya ALLAH] Belajar Kepemimpinan dalam Kelompok Srigala Salju ?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

[Misteri] Kuil Hatshesut (+/- 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?

Peradaban Mesir Purba pernah dipimpin seorang Fir’aun Perempuan, yang bernama “Ratu Hatshepsut” (1479 SM – 1458 SM). Salah satu peninggalannya yang sangat terkenal adalah Mortuary Temple of Hatshepsut (Kuil Hatshepsut, wikipedia).

Yang menarik dari Kuil Hatshepsut, terdapat relief yang bercerita tentang Land of Punt (Tanah Punt), yakni satu daerah yang memiliki ciri kehidupan masyarakat Nusantara.

Hatshetsuptemple1
Misteri Tanah Punt

Kisah Tanah Punt, yang terdapat dalam relief Kuil Hatshepsut selama ribuan tahun menjadi misteri. Banyak analisis tentang keberadaannya, ada yang mengatakan berada di benua Afrika (Somalia, Ethiopia dan Sudan).

Namun berdasarkan penelitian mutahir, ciri kehidupan “Tanah Punt” ternyata sangat mirip dengan budaya Masyarakat Nusantara, terutama di sekitar Pantai Barat Sumatera Bagian Selatan.

1. Rumah Bangsa Punt, mirip rumah Suku Enggano Bengkulu

puntrumah2. Hiasan Kepala Bangsa Punt

hiasankepalapunt
3. Kebiasaan Pisau di Pinggang

pisaupuntSelain bersumber dari relief Kuil Hatshepsut, ada beberapa argumen lain, yang memberi bukti lokasi Tanah Punt, berada di sekitar Pantai Timur Sumatera Bagian Selatan.

a. Lokasi Pantai Timur Sumatera, terhadap wilayah Mesir

mesirbengkulu
b. Tanah Punt (Land of Punt) dalam hieroglyphs Mesir, diucapkan pwene atau puene, yang mirip dengan kata “Pekan”. Pekan dalam bahasa Melayu bermakna Pasar atau daerah perdagangan.

Kita mengenal beberapa daerah di Sumatera, yang diawali dengan kata “Pekan”, seperti Pekanbaru, Pekan Labuhan dan Pekan Perigi (sumber : Land of Punt is Sumatera).

c. Beberapa kosa kasa Suku Rejang Bengkulu, memiliki kemiripan dengan kosa kata bahasa Mesir (sumber : EGYPTIAN AND WEST SEMITIC WORDS IN SUMATRA’S REJANG CULTURE).

rejang4
d. Di daerah Sumatera Bagian Selatan, banyak ditemukan situs-situs purbakala yang berusia ribuan tahun, diantaranya : Situs Besemah (Sumsel 4.500 tahun, sumber) dan Gua Harimau (Sumsel 4.840 tahun, sumber).

Referensi :
1. Suku Enggano
2. Pakaian adat Bengkulu
3. Gua Hunian Leluhur Nusantara, dari era Zaman Es, sekitar 14.825 tahun yang lalu?
4. Nabi Idris (Oziris), Ilmuwan NUSANTARA dan Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?

Abdurrahman Ad-Dakhil, Perintis Peradaban Islam Cordoba

Kisah bagaimana Abdurrahman Ad-Dkahil meninggikan Islam di tanah eropa terbilang luar biasa.

Kala itu, Abdurrahman yang saat itu berusia 19 tahun harus kabur dari istana saat keluarganya dari Dinasti Umayyah dihancurkan oleh Dinasti Abbasiyah. Pemuda yang mempunyai nama lengkap Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik sempat lari dari Irak, mengarungi gurun Syria menuju Palestina. Kemudian menyeberangi gurun Sinai ke Mesir, lalu melewati beberapa wilayah Afrika menuju Andalusia (Spanyol) yang telah ditaklukkan oleh nenek moyangnya dari Dinasti Umayyah.

Saat di perjalanan, Abdurrahman diikuti oleh 400 budak yang setia pada Bani Umayyah. Ada yang mengatakan, ketika dia mendarat pada 755 M, pasukan tentara Syam menghadiahkan seorang budak perempuan yang sangat cantik. Namun, Abdurrahman mengembalikan perempuan itu kepada mereka.


abdurrahman1

Abdurrahman dikenal sebagai orang yang cerdas dan berani. Ia memilih menaklukan Spanyol daripada harus merebut kembali kekuasaan khalifah dari tangan Abbasiyah. Dengan pasukan yang dihimpunnya selama perjalanan, ia kemudian memilih menyerang Cordoba. Dia berhasil menaklukkan kota itu dan kemudian menjadikannya sebagai ibu kota kerajaan.

Sayangnya, sejumlah orang dari bangsa Yamaniyun (Arab Selatan) tidak menghendaki Abdurrahman menjadi pimpinan mereka. Bersama sejumlah orang barbar, mereka pun melakukan pemberontakan.

Ancaman terhadap Abdurrahman pun tidak hanya dari kalangan sendiri, Khalifah Al Manshur yang mendirikan Dinasti Abbasiyah pun tak luput mengancam Abdurrahman. Beberapa kali Khalifah Al-Manshur mengirimkan bala tentaranya yang terdiri dari para budak belian yang setia kepada Daulah Abbasiyah untuk mengembalikan Andalusia ke tangan mereka. Lagi-lagi, Abdurrahman mampu memadamkan berbagai pergolakan tersebut, serta memukul mundur tentara Al-Manshur.

Ancaman terhadap Abdurrahman tidak hanya dari Dinasti Abbasiyah. Kaisar Romawi yang bertahta di Prancis, Charlemagne juga beberapa kali menyerang Cordoba. Namun berkat kesigapan dan keterampilan Abdurrahman dalam memimpin, pasukan Romawi bisa dipukul balik.

Abdurrahman pun kemudian membangun angkatan bersenjata yang teratur yang jumlahnya tidak kurang dari empat puluh ribu personel. Dia sadar bahwa Andalusia sangat mungkin diserang dari tiga arah di lautan. Oleh sebab itu, dia kemudian membangun armada perang laut yang tergolong sebagai armada yang pertama kali di Andalusia. Armada ini menjadi armada perang laut terkuat di Barat dan Laut Tengah.

andalusia

Abdurrahman pun tak hanya cakap dalam memimpin pasukannya. Di bawah kekuasaanya, Andalusia mencapai pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi, dan perkembangan peradaban yang sangat pesat. Suatu kemajuan yang belum pernah dicapai oleh Andalusia hingga saat ini. Cordoba bersaing dengan Konstantinopel dan Baghdad dari segi kemegahan, kemewahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan seni. Cordoba kemudian dikenal di barat sebagai sebagai Permata Dunia.

Tiga tahun sebelum meninggal dunia, Abdurrahman merenovasi dan memperluas bangunan Masjid Cordoba. Atapnya disangga oleh tiang-tiang besar yang berjumlah 1293 tiang. Bangunan ini laksana Ka’bah kaum Muslimin di dunia Islam bagian barat. Hingga kini masjid itu masih berdiri megah. Ia termasuk tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan setelah Istana Al-Hamra, sebagai peninggalan sejarah yang menarik.

Selain itu, Abdurrahman juga dikenal sebagai seorang penyair dan orator ulung. Meskipun sejarah menyebutkan bahwa dia adalah pemuda terusir, namun dengan ketegaran dan kemauan kerasnya ia berhasil mendirikan Daulah Umayyah II yang mampu bertahan hingga 1031 M.

Setelah memerintah selama 32 tahun, Abdurrahman Ad-Dakhil meninggal pada 172 H dalam usia 61 tahun. Abdurrahman layak disebut Rajawali Quraiys, dari seorang pelarian politik menjadi penguasa Andalusia.

Sumber :
islampos.com

Bukti Arkeologis, Budaya HIJAB telah ada Ribuan Tahun dalam Peradaban Kuno Dunia ?

Kaum Muslimin percaya bahwa Islam adalah ajaran yang telah ada sejak masa kehidupan leluhur umat manusia, Nabi Adam beserta keluarganya.

Demikian halnya perintah Hijab (berpakaian tertutup) bagi para wanita, sudah tentu telah disampaikan oleh nabi-nabi terdahulu, sebelum masa kenabian Muhammad Rasulullah.

Berikut adalah benda-benda arkeologis, yang menunjukkan budaya Hijab telah berlangsung ribuan tahun, dari berbagai Peradaban Kuno di Dunia…

hijabarkeologi
Hijab dalam Al Qur’an…

QS. Al-Ahzab (33) ayat 59 :
Wahai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak di ganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Hijab dalam Perjanjian Baru…

Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

Korintus 11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

Hijab dalam Perjanjian Lama…

Kejadian (Genesis) 24 : 63
Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang.

Kejadian (Genesis) 24 : 64
Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya.

Kejadian (Genesis) 24 : 65
Katanya kepada hamba itu: “Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?” Jawab hamba itu: “Dialah tuanku itu.” Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.

Sumber :
pinterest.com

[Misteri] Teknologi Manusia 17.000 Tahun Yang Silam ?

Manusia purba bukanlah sangat primitif seperti yang kita kira, sebuah temuan arkeologis menunjukkan manusia di masa ribuan tahun yang silam, telah mengenal kehidupan bermasyarakat, sarung kaki bahkan topi.

mp1

mp2

Gambar di atas merupakan rekonstruksi temuan tengkorak di wilayah Sungir (tidak jauh dari Moskow Rusia), diperkirakan berasal dari masa 28 000 sampai 30 000 tahun yang lalu

Sumber : donsmaps.com

Bahkan di masa ribuan tahun yang silam, ada temuan arkeologis yang menunjukkan manusia pada masa itu, telah mengenal teknologi pesawat angkasa…Mari perhatikan picture berikut ini :

mp3

mp4

Gambar diatas adalah lukisan yang ditemukan di Peche Merle Cave, France, yang diperkirakan berasal dari masa, 15.000 SM atau sekita5 17.000 tahun yang lalu.

Sumber : Bukti arkeologis keberadaan penghuni langit di bumi

Penemuan Patung Bison, di Zaraysk Rusia, yang diperkirakan telah berumur 20.000 tahun

bison1

Sumber : ft.com

Piramid Gunung Padang Indonesia, diperkirakan telah berusia 20.000 tahun

gpadang11

Sumber :
From Indonesia To Turkey New Archaeological Discoveries Uncover The Mysteries Of A Lost Civilisation By Graham Hancock

Piramid dibawah permukaan air, ditemukan di dekat Portugal, yang diperkirakan telah berusia 20.000 tahun.

pyramid1
Sumber : beforeitsnews.com

Penemuan arkeologis ini, memunculkan beberarapa teori, salah satunya teori mengatakan bahwa manusia pada masa lalu pernah mancapai peradaban ilmu pengetahuan yang sangat tinggi, namun peradaban itu musnah, diakibatkan oleh peperangan dan bencana alam yang dahsyat.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Nabi Idris (Oziris), Ilmuwan NUSANTARA dan Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?

Di dalam kepercayaan Mesir Purba, dikenal sosok Dewa Agung yang bernama Oziris (Osiris).

Oziris dalam Legenda Mesir Purba adalah seorang Raja (Penguasa) sekaligus Ilmuwan, yang meninggal karena di bunuh oleh saudaranya sendiri, disebabkan dengki akan pengaruhnya yang besar.

Namun setelah dia wafat, rakyat Mesir memuliakan Oziris, dikarenakan jasanya yang besar pada Peradaban Mesir Purba. Dan lama kelamaan, Oziris kemudian dianggap sebagai Dewa Yang Agung.

punt5

Oziris adalah Nabi Idris

Syaikh Thanthawi Jauhari
di dalam Tafsir Jawahir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan IDRIS tidak lain adalah Oziris atau Azoris.

Kalimat Idris adalah ucapan nama itu dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa diucapkan dalambahasa Arab dengan Isa; Yohannes diucapkan dalam bahasa Arab, Yahya.

Menurut Syaikh Thanthawi, Oziris atau Idris ini seorang Nabi yang diutus Allah kepada bangsa Mesir purba kala dan membawa ajaran-ajaran dan perubahan yang besar-besar (Sumber : Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?).

Sayid Quthub di dalam “Fi Zhilalil Quran“ sependapat dengan Syaikh Thanthawi Jauhari, bahwa besar kemungkinan bahwa Idris ialah Oziris yang ternama dalam Sejarah Mesir Purbakala itu.

Di dalam tafsir-tafsir yang lama sejak Thabari, ar-Razi, al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan yang sezaman tidak bertemu kemungkinan Oziris itu, dan baru bertemu pada Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari pada sekitar tahun 1928, atau pada Tafsir Sayid Quthub selepas tahun 1955.

punt6

Nabi Idris dan Nusantara

Dalam Legenda Mesir Purba, dikenal Tanah Punt sebagai asal muasal Para Dewa.

Di kisahkan seorang  Ratu Mesir Purba, yang bernama Ratu Hatshepsut, mengirim delegasi perdagangan menuju Tanah PuntRatu Hatshepsut  adalah Firaun kelima dari Dinasti ke-18 di Mesir kuno. Ratu Hatshepsut dipercayai pernah memerintah dari sekitar 1479 hingga 1458 SM.

Ada beberapa teori tentang keberadaan Tanah Punt, salah satunya adalah di wilayah Nusantara, yang didasarkan kepada beberapa alasan (Sumber : Punt: Lambang Usia Tamadun Melayu).

1. Dalam sebuah buku yang berjudul The Shipwrecked Sailor, penulisnya mengatakan bahawa lokasi Punt terletak di sebuah kawasan yang berpulau. Kalaulah lokasi Punt itu terletak di pantai laut Afrika, maka secara tidak langsung, teori Afrika sudah batal.

2. Terdapat ukiran di dinding kuil ratu Hatshepsut menunjukkan lokasi Punt terletak di antara persimpangan jalan perdagangan beberapa peradaban besar dunia. Lokasi seperti itu, tidak lain adalah  Nusantara, yang terletak di laluan perdagangan antara bangsa antara China dan India.

3. Jangka masa yang diambil oleh kapal-kapal Hatshepsut sangat lama untuk kembali ke Mesir. Rekod mengatakan bahawa mereka hanya tiba ke Mesir sewaktu tahun ke-5 pemerintahan Hatsheptsut. Bayangkanlah di manakah lokasi tersebut? Kalaulah terletak di Afrika, tidaklah mengambil masa selama itu.

4. Terdapat ukiran di dinding Kuil Hatshesut yang menjelaskan bahawa Raja Punt yang disingahi delegasi Hatsheptsut memiliki sebilah ‘pisau pendek’ yang diselitkan pada kain sarungnya. Ketahuilah bahawa budaya Mesir purba tidak pula menyelitkan senjata pada kain atau seluar. Budaya kaum manakah ini?  (Gambar di bawah)

punt1

5. Ukiran di dinding kuil Hatshepsut mengatakan bahawa kaum yang mendiami Negeri Punt ini mempunyai berbagai ragam warna kulit dan puak. Ada diantaranya yang berkulit gelap, ada yang berkulit kemerah-merahan dan ada yang berkulit perang kekuningan. Kalau dilihat di Nusantara misalnya, terdapat Negrito dan orang Asli yang berkulit gelap, yang berkulit merah ialah Melayu pelaut dan pedagang manakala yang berkulit kuning mungkin orang Melayu Banjar, Rejang, Minang dan sebagainya yang berkulit cerah. Ini sangat bertentangan dengan penduduk di Afrika. (Gambar di bawah)

punt2

 6. Seni Arsitektur di Punt juga menjurus ke arah seni arsitektur rumah kayu Melayu. Kajian Antropologi menunjukkan bahawa seni bina rumah Punt yang digambarkan di dinding kuil Hatshepsut tidak langsung mempunyai ciri-ciri rumah di Afrika. (Gambar di bawah)

punt3
7. Potoh, (gelang dipergelangan tangan) merupakan bukti seterusnya. Nehesi yang merupakan ketua armada laut Hatshepsut mengatakan bahawa Raja Punt memakai potoh pada pergelangan lengannya Kawan-kawan yang mengkaji tentang budaya dan adat tradisi raja-raja Melayu sudah pasti dapat menangkap.  Ini budaya raja-raja Melayu.

8. Kalau kita membaca teori Punt, mereka datang ke situ untuk berdagang. Satu daripada barang terpenting yang mendapat permintaan tinggi para pedagang Mesir purba adalah Anti atau kemenyan Punt. Untuk pengetahuan anda ukiran di dinding Kuil Ratu Hatshepsut ada memperincikan tentang kemenyan dan pokoknya sekali. Dan kejutannya ialah… pokok kemeyan di dinding sana menunjukkan bahawa hanya hidup di Nusantara! Yakni di Kepulauan Melayu ini.

9. Lagi ukiran di dinding Kuil Hatshepsut ialah mengenai budaya MELILIT oleh PENDUDUK PUNT. Sekarang beritahu saya, bangsa mana yang menjadikan ini sebagai budaya wahai rakan-rakan? Tak lain tak bukan ialah rumpun melayu kita. Yang Melayu dengan tengkolok dan semutarnya, yang Jawa dengan blangkonnya yang Dayak, iban dan banyak lagi suku-suku lain dengan budaya lilitan di kepala. (Gambar di bawah)

punt4

Dengan alasan-alasan diatas, Tanah Punt yang merupakan asal muasal Para Dewa Mesir, di-sinyalir berada di Nusantara. Tentu kita semua paham, salah satu Dewa yang Paling Agung bagi rakyat Mesir Kuno adalah Oziris, yang menurut Syaikh Thanthawi, Oziris sejatinya tidak lain adalah Nabi Idris.

Apakah ini berarti, Nabi Idris (Oziris), berasal dari Nusantara ?

WaLlahu a’lamu bishshawab