Author Archives: kanzunQALAM

[Tutorial Praktis] Cara Memprediksi Jenis Kelamin bayi di dalam Kandungan, berdasarkan Tradisi Masyarakat Cina Kuno?

Berdasarkan temuan dari Beijing Institute of Science, pada sekitar 700 tahun yang lalu, masyarakat Cina Kuno telah memiliki metode dalam memprediksi, Jenis Kelamin Bayi, yang ada dalam kandungan.

jilbab1Metode ini berdasarkan kepada 2 (dua) komponen data, yaitu usia ibu bayi saat pembuahan (mother’s age at conception) dan bulan saat terjadi pembuahan (month of conception).

Dari pengalaman yang ada, metode ini memiliki tingkat keakuratan cukup tinggi, yakni mencapai 75% sampai 90% (sumber : babycenter.com.au)

Setelah diperoleh data ke-2 komponen tersebut, kemudian dicocokkan dengan tabel berikut :

tab1a
sumber tabel : prokerala.com

Tutorial Praktis :

1. Kapan terjadinya conception (pembuahan), bisa kita ketahui melalui usia kandungan calon ibu.

Misalkan usia kandungan pada saat ini (21 April), adalah 7 bulan, berarti conception (pembuahan) terjadi pada tanggal 21 September.

Dengan menggunakan converter (prokerala.com), bertepatan dengan Gui-You(Rooster) (8th month), 28, 4712.

2. Untuk mengetahui usia calon ibu saat conception (pembuahan), berdasarkan kalender Cina, kita bisa menggunakan converter pada situs prokerala.com.

Misalkan “calon ibu” lahir tanggal 12 januari 1980, setelah diconvert di dapat  Yi-Chou(Ox) (11th month), 25, 4677 , sementara tanggal conception diperkirakan 21 September 2014 atau Gui-You(Rooster) (8th month), 28, 4712.

Artinya usia “calon ibu” saat conception (pembuahan), berdasarkan kalender China (Tiongkok) adalah 34 tahun (+9 bulan)

3. Dengan berpedoman kepada tabel di atas, maka diprediksi bayi yang akan lahir adalah Boy (Laki-Laki).

tab1b
WaLlahu a’lamu bishshawab

Silsilah Dapunta Hyang Jayanasa (Pendiri Sriwijaya), berdasarkan Naskah Sunda Kuno?

Dapunta Hyang Jayanasa adalah tokoh fenomenal dalam sejarah Nusantara. Ia diyakini sebagai pendiri kedatuan Sriwijaya, dan memiliki kekuatan angkatan perang yang sangat kuat pada masanya.

Tokoh ini juga menjadi rebutan, ada yang meng-klaim berasal dari negeri Champa (Semenanjung), ada lagi Funan (Semenanjung), kemudian dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa.

Siapakah sosok Dapunta Hyang Jayanasa ini….

pustaka1
Sri Jayanasa, dalam Naskah Sunda Kuno

Nama Dapunta Hyang, mulai dikenal ketika ditemukan Prasasti Kedukan Bukit (tahun 1920, wikipedia) dan Prasasti Talang Tuo (tahun 1920, wikipedia). Dan sejak itu, nama Dapunta Hyang Jayanasa menjadi kontroversi.

Namun nama Dapunta Hyang Jayanasa, ternyata tercatat dalam satu naskah Sunda Kuno, “Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa” dari masa tahun 1682 Masehi (sumber : indonesiaheritage.org). Diperkirakan naskah ini, adalah salinan dari naskah yang lebih tua.

Pada bagian (104), berbunyi sebagai berikut :

(10) nāran sang wiçnuwarman rajān
wam tarumanāgara // atyanta sihnya çri maharaja pūrnawarman / maputra ri sira sang wiçnuwarman / arinya stri paripurnéng

(terjemahan) namanya Sang Wisnuwarman Raja Muda Tarumanagara. Besar sekali kasih sayang Sri Mahārāja Purnawarman kepada putranya Sang Wisnuwarman. Adiknya seorang perempuan (yang) sangat sempurna

pustaka2
(15) ahayu pinakastri déning sang raja swarnabhumi // dlaha çri jayanaça rajāgheng i swarnabhumi kawilang putropādana nira // pantara ning sakwéh nira warmanwamça

(terjemahan) kecantikannya, menjadi istri Sang Raja Swarnabhumi. Kelak Sri Jaya Nasa raja besar di swarnabhumi termasuk keturunannya. Di antara semua anggota wangsa Warman

(20) i jawadwipa / sang pūrnawarman hana ta anyamtarékang wamsa // rasika mahaprabhāwa raja //

(terjemahan) di Pulau Jawa, Sang Purnawarman adalah pemimpin di antara wangsa. Beliau adalah raja yang sangat berkuasa

Sumber : Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa

Dari keterangan naskah kuno tersebut, secara jelas dikatakan Sri Jayanasa adalah keturunan dari Raja Swarnabhumi (Sumatera) dengan istrinya putri Raja Purnawarwan (Tarumanegara).

Berdasarkan sumber tersebut, diperoleh Bagan Silsilah, sebagai berikut :

silsilahdapunta
WaLlahu a’lamu bishshawab

[Misteri] Kuil Hatshesut (+/- 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?

Peradaban Mesir Purba pernah dipimpin seorang Fir’aun Perempuan, yang bernama “Ratu Hatshepsut” (1479 SM – 1458 SM). Salah satu peninggalannya yang sangat terkenal adalah Mortuary Temple of Hatshepsut (Kuil Hatshepsut, wikipedia).

Yang menarik dari Kuil Hatshepsut, terdapat relief yang bercerita tentang Land of Punt (Tanah Punt), yakni satu daerah yang memiliki ciri kehidupan masyarakat Nusantara.

Hatshetsuptemple1
Misteri Tanah Punt

Kisah Tanah Punt, yang terdapat dalam relief Kuil Hatshepsut selama ribuan tahun menjadi misteri. Banyak analisis tentang keberadaannya, ada yang mengatakan berada di benua Afrika (Somalia, Ethiopia dan Sudan).

Namun berdasarkan penelitian mutahir, ciri kehidupan “Tanah Punt” ternyata sangat mirip dengan budaya Masyarakat Nusantara, terutama di sekitar Pantai Barat Sumatera Bagian Selatan.

1. Rumah Bangsa Punt, mirip rumah Suku Enggano Bengkulu

puntrumah2. Hiasan Kepala Bangsa Punt

hiasankepalapunt
3. Kebiasaan Pisau di Pinggang

pisaupuntSelain bersumber dari relief Kuil Hatshepsut, ada beberapa argumen lain, yang memberi bukti lokasi Tanah Punt, berada di sekitar Pantai Timur Sumatera Bagian Selatan.

a. Lokasi Pantai Timur Sumatera, terhadap wilayah Mesir

mesirbengkulub. Beberapa kosa kasa Suku Rejang Bengkulu, memiliki kemiripan dengan kosa kata bahasa Mesir (sumber : EGYPTIAN AND WEST SEMITIC WORDS IN SUMATRA’S REJANG CULTURE).

rejang4
c. Di daerah Sumatera Bagian Selatan, banyak ditemukan situs-situs purbakala yang berusia ribuan tahun, diantaranya : Situs Besemah (Sumsel 4.500 tahun, sumber) dan Gua Harimau (Sumsel 4.840 tahun, sumber).

Referensi :
1. Suku Enggano
2. Pakaian adat Bengkulu
3. Nabi Idris (Oziris), Ilmuwan NUSANTARA dan Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?
4. Misteri Arjuna dalam Kisah Mahabharata, yang singgah di Nusantara (Sumatera), pada sekitar 5.000 tahun yang silam ?

[Misteri] Laptop “Yunani Kuno” dari masa 100 SM, Fakta atau Hoax?

Pada sebuah relief dari peradaban “Yunani Kuno”, terukir benda mirip Laptop yang  kenal pada saat ini. Relief yang berasal dari masa sekitar 100 Sebelum Masehi ini, mengundang tanya.

Apa mungkin pada ribuan tahun yang lalu, manusia sudah mengenal perangkat teknologi Laptop ?

laptop1a
Sumber : Youtube.com

Namun meyakini pada masa peradaban “Yunani Kuno”, telah mengenal Laptop, sepertinya terlalu mengada-ada.

Banyak yang beranggapan benda yang dimaksud adalah kotak perhiasan, seperti bisa terlihat pada relief berikut :

laptop2
Sumber : travel-rhodes.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Etnis Visaya, Dulur “Wong Kito” (Palembang) dari Negeri Filipina ?

Menjelang runtuhnya kejayaan Sriwijaya (sekitar abad ke-12 M), sebagian penduduk Sriwijaya Palembang mengungsi ke Filipina, dipimpin oleh Datu Puti.

Saat ini, mereka di kenal sebagai etnis Visaya, yang mendiami wilayah Filipina bagian tengah, yakni di daerah Panay, Negros, Cebu, Bohol, Leyte, Samar, serta kepulauan Romblon dan Masbate.

palembangfilipina1
Bukti Suku Visaya masih sedulur (keluarga) dengan Wong Kito (Palembang), bisa dilihat dari kemiripan pakaian adat Etnis Visaya dengan pakaian adat Palembang.

palembangfilipina
WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. wikipedia
2. kompasiana
3. melayuonline

[Misteri] Microchip ALIEN yang berumur 250 juta tahun?

Beberapa waktu yang lalu, para peneliti menemukan artefak berbentuk seperti microchip yang diperkirakan telah berusia 250 juta tahun.

Artefak ini berasal dari daerah Krasnodar (Rusia), ditemukan secara kebetulan oleh nelayan lokal bernama Viktor Morozov, yang kemudian ia serahkan kepada University of Southern Politeknik Nowoczerkaskiej.

micro1
Peninggalan Peradaban Masa Lalu

Artefak misterius ini, setelah dilakukan beberapa tes, diperoleh kesimpulan bahwa yang tertanam pada batu, merupakan “perangkat”  aneh menyerupai modern microchip.

Para peneliti belum mencoba mengambil microchip dari batu tersebut, karena khawatir akan merusaknya (sumber : ancient-code.com).

Penemuan microchip purba ini, menimbulkan banyak spekulasi.

micro2
Ada yang berpendapat merupakan sisa-sisa teknologi peninggalan peradaban yang sangat maju, yang pernah menghuni bumi jutaan tahun yang silam.

Ada lagi yang mengatakan, merupakan peninggalan alien yang pernah mengunjungi Bumi, dan yang menganggap hanyalah sejenis batu aneh, yang terbentuk secara alami.

WaLlahu a’lamu bishshawab

[Misteri] 8.000 anggota Pasukan Mujahidin, yang bisa berjalan di atas air?

Di masa kekhalifahan Abu Bakar ra., di negeri Bahrain muncul pemberotakan. Sang Khalifah kemudian mengutus salah seorang sahabat Rasulullah, Ala’ bin Hadhrami ra. pergi ke daerah tersebut.

sahaba2

Di daerah yang bernama Hijr, terjadi pertempuran antara Pasukan Ala’ bin Hadhrami dengan kaum pemberontak.

Pasukan Mujahidin pimpinan sahabat Rasulullah itu, dengan gemilang berhasil mengalahkan musuh.

Kaum pemberontak kocar kacir ketakutan, mereka menyemberangi lautan dengan menggunakan kapal.

Ketika pasukan Ala’ bin Hadhrami sampai ditepi laut, sahabat Nabi itu berkata : “Seberangilah dengan menyebut asma Allah.”

Ajaib mereka melintasi laut itu, seperti berjalan di atas pasir, dan airnya hanya setinggi tapak kaki kuda. Pada saat itu, jumlah pasukan berkuda kaum muslimin sekitar 6.000 orang dan yang berjalan kaki 2.000 orang.

bahrain1

Sesampai di seberang, Pasukan muslimin tidak membiarkan satu orang musyrik pun lolos, untuk dijadikan tawanan. Dan selesai berperang, mereka pulang dengan menyeberangi laut seperti sebelumnya.

Peristiwa ini sangat menghebohkan, dan menjadi salah satu sebab seorang rahib dari daerah Hijr, memeluk Islam.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Kitab Majma’ az-Zawa’id : 9/276
Abu Hurayrah narrated:
“al-‘Ala’ al-Hadrami supplicated for rain, and it then began to rain in the middle of the desert. In another incident, he supplicated, and we were able to walk over the water in the Arabian Peninsula (near Bahrain), without even the bottom of our feet getting wet. When he died, we buried him, and after a while, we opened up his grave to find that he was not there.”

2. Kitab Al Aghani li Abi al-Faraj al-Ashbahani (Link)
3. Riwayat Al-Baihaqi, yang bersumber dari Alias ra.
4. Riwayat Abu Na’im, yang bersumber dari Abu Hurairah ra.
5. Riwayat Ibnu Sa’ad, yang bersumber dari Abu Hurairah ra.