Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Dataran Tinggi Basemah, Leluhur Suku Ogan, dan Misteri Arya Penangsang ?

Suku Ogan, merupakan komunitas masyarakat yang hidup di sepanjang pinggiran Sungai Ogan Sumatera Selatan. Suku ini dikelompokkan sebagai Pendukung Budaya Melayu Muda (Deutro Melayu).

Bahasa masyarakat Suku Ogan, dikelompokan ke dalam Bahasa Melayu Tengah. Selain Suku Ogan, penutur dari Bahasa Melayu Tengah ini antara lain : Suku Semendo, Lintang, Kisam, Pasemah, Enim, Rambang, Lematang Ulu dan Kikim.

sundaland3

Dataran Tinggi Basemah

Dari kelompok Pendukung Budaya Melayu Muda di Sumatera Selatan, suku yang tertua adalah Suku Pasemah, yang mendiami Dataran Tinggi Basemah.

Berdasarkan temuan arkeologis, telah ada masyarakat yang hidup disekitar Dataran Tinggi Basemah, di masa 4.500 tahun yang lalu (2.500 SM). Nampaknya, Dataran Tinggi Basemah ini, merupakan awal pemukiman dari masyarakat pendukung budaya Melayu Muda.

Leluhur Suku Ogan, diperkirakan berasal dari dataran tinggi ini, yang dikemudian hari “turun gunung”, untuk mencari lahan pemukiman yang baru. Keberadaan mereka dipinggiran Sungai Ogan, pada akhirnya berinteraksi dengan masyarakat lainnya, untuk kemudian membentuk satu kebudayaan tersendiri.

basemah3

Kerajaan Sriwijaya, Negeri Melayu

Pada sekitar abad ke-7 Masehi, berdiri Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan. Kerajaan Sriwijaya ini, cikal bakal terbentuknya adalah melalui proses kesepakatan dari para tetua Pendukung Budaya Melayu Muda.

Kesepakatan tersebut kemudian mendapat dukungan dari berbagai suku dari daerah lain, seperti Suku Minangkabau, Suku Komering dan sebagainya. Sehingga terbentuklah sebuah kerajaan yang sangat kuat.

Diduga Sriwijaya berbentuk Negara Federasi, dimana Para Pemimpin Lokal masih memiliki kekuasaan di daerahnya. Kerajaan Sriwijaya, berdasarkan catatan sejarah, adalah Kerajaan Melayu terbesar yang pernah ada. Sistem Federasi yang diterapkan kerajaan ini, memungkinkan pengaruhnya hampir meliputi seluruh wilayah di Asia Tenggara.

basemah4Makam Arya Penangsang
di Indralaya Ogan Ilir

Leluhur Suku Ogan

Setelah runtuhnya Kerajaan Sriwijaya, masyarakat dipinggiran sungai ogan,  mendapat pengaruh budaya dari para pendatang. Mereka kebanyakan datang dari Lampung dan Tanah Jawa.

Di masa Raden Ario Dillah (Sultan Abdullah) berkuasa, diperkirakan  perkembangan Islam sangat pesat di Masyarakat Ogan. Keluarga Para Waliullah ini kemudian membaur dengan Suku Ogan, dan pada akhirnya menjadi bagian dari Leluhur Suku ini.

Berdasarkan Kisah Mitos serta Legenda yang ada, Leluhur Suku Ogan tersebut antara lain :

1.Sanghyang Sakti Nyata, Leluhur Suku Ogan berdasarkan catatan masyarakat Lampung Pesisir Waylima. Dikisahkan beliau memuliki 7 orang anak, yang kemudian menjadi leluhur bagi Suku Ogan, Rejang, Semende, Pasemah, Komering dan Lampung.

2. Ratu Sahibul (Arya Penangsang) dan pasukannya. Berdasarkan cerita masyarakat Ogan, Arya Penangsang tidak terbunuh di Tanah Jawa, beliau mengungsi ke pulau sumatera, dan makamnya sekarang berada di Indralaya Ogan Ilir.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Sejarah Lampung
2. Biografi Singkat Ratu Sahibul

About these ads

23 April 2014 Posted by | history, islam, kanzunQALAM, sejarah | , , , , | Tinggalkan komentar