Part 11: Jembatan di Atas Arus

Angin Timur di Ujung Musi, Part 11

Jembatan di Atas Arus

Ketegangan antara Palembang dan Barisan Darah Adat di huluan, mulai mereda setelah Datuk Mangku Alam dan Tuan Bungsu Sakti, melakukan pendekatan secara bijaksana.

Dalam proses dialog, Tuan Bungsu Sakti yang memiliki wawasan luas di bidang Agama dan Budaya, mampu menjembatani antara ajaran Islam dan adat setempat. Dan pada akhirnya, terjadi akulturasi budaya yang harmonis.

Kemampuan Tuan Bungsu Sakti, membangun Integrasi Islam ke dalam masyarakat adat membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan:

  • Pendidikan:
    Munculnya surau dan madrasah sebagai pusat pendidikan agama.
  • Hukum dan Adat:
    Penerapan hukum Islam dalam penyelesaian sengketa, yang sebelumnya diselesaikan murni berdasarkan adat.
  • Kehidupan Sehari-hari:
    Perubahan dalam tata cara pernikahan, warisan, dan ritual keagamaan yang disesuaikan dengan ajaran Islam.

Tugas Khusus

Keberhasilan Datuk Mangku Alam dan Tuan Bungsu Sakti, dalam mengatasi ketegangan dengan masyarakat di Huluan, di sambut penuh suka cita oleh Ratu Sinuhun dan Hang Suro.

Khusus untuk Tuan Bungsu Sakti, semakin mendapat kepercayaan Ratu Sinuhun untuk menjalankan tugas-tugas khusus.

Salah satu tugas penting yang ia dapatkan, adalah memimpin sebuah tim untuk mengintegrasikan hukum adat ke dalam aturan pemerintahan, yang diselaraskan dengan Syariat Islam.

Perpaduan Islam dan Budaya

Sebagai orang kepercayaan Ratu Sinuhun Ning Sakti, Tuan Bungsu Sakti berperan penting dalam membantu penyusunan aturan pemerintahan, yang memadukan nilai-nilai masyarakat dengan ajaran Islam.

Peranannya memperkuat posisi adat dalam struktur pemerintahan dan kehidupan masyarakat Palembang.​

Aturan pemerintahan yang disusun di masa Ratu Sinuhun Ning Sakti ini, kelak tidak hanya berlaku di Palembang, tetapi juga mempengaruhi wilayah-wilayah sekitarnya.

Peraturan ini menjadi simbol integrasi antara adat dan agama, mencerminkan kearifan lokal dalam menyusun sistem hukum yang adil dan harmonis.

Warisan ini terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Serie Fiksi Sejarah Lengkap:
💥 Angin Timur di Ujung Musi
https://kanzunqalam.com/2025/05/04/serie-fiksi-sejarah-angin-timur-di-ujung-musi/

Tinggalkan komentar