Part 5: Penobatan Ratu Bukit Siguntang

Angin Timur di Ujung Musi, Part 5

Penobatan Ratu Bukit Siguntang

Dalam sebuah upacara agung di kaki Bukit Siguntang, disaksikan oleh para sesepuh adat, guru-guru agama, para pedagang, dan rakyat,
Hang Suro dan Shi Jin Qing mengangkat Pangeran Kelana sebagai: Ratu Bukit Siguntang, dengan gelar Ratu Sinuhun Ning Sakti.

Ratu Sinuhun Ning Sakti menjadi Kepala negara, menjaga adat, agama, hukum, dan sosial rakyat Palembang.

Sementara Shi Jin Qing, menjadi Kepala pemerintahan ekonomi, syahbandar, serta pertahanan maritim.

Sosok Hang Suro, bertugas sebagai Panglima Bela Negara, yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri dan menjaga kerajaan dari gangguan pihak luar.

Pemerintahan Palembang diatur berdasarkan prinsip dua kekuatan bersatu:

  • Kekuatan adat dan agama, dipimpin Ratu Sinuhun Ning Sakti.
  • Kekuatan ekonomi dan pertahanan, dipimpin Shi Jin Qing dan Hang Suro.

Palembang Baru

Dalam masa-masa berikutnya:

  • Masjid-masjid kecil mulai berdiri di sepanjang Sungai Musi.
  • Pasar-pasar baru dibangun, menghubungkan rakyat pedalaman dan pesisir.
  • Padepokan Muahe Hening dan Tanjung Raman berkembang menjadi pusat ilmu agama dan kebijaksanaan adat.

Rakyat kecil mulai memanggil Palembang sebagai: “Negeri di Bawah Payung Dua Cahaya”, yang maksudnya berada dalam naungan cahaya Islam dan cahaya keadilan adat.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Tinggalkan komentar