Tag Archives: inspirasi

Bukti Arkeologis, Keberadaan Penghuni Langit di Bumi ?

Di kota Tiahuanacu Bolivia, terdapat peninggalan arkeologis, yang dikenal dengan nama “The Gate of The Sun” (Gerbang Matahari).

Gerbang Matahari, yang usianya diperkirakan telah berumur 15.000 tahun, terdapat gambar-gambar aneh, seperti berbentuk motor, pesawat jet dan alat-alat mekanis yang rumit, serta ditemukan Penanggalan Langka Planet Venus (Sumber : Buku “Makhluk-Makhluk yang Turun dari Langit“, karangan Anis Mansour).

Penemuan benda-benda arkeologis, yang berhubungan dengan keberadaan teknologi antariksa, ternyata bukan hanya ditemukan di Bolivia.

Di berbagai tempat di dunia, kita masih bisa menyaksikan, jejak-jejak “astronot kuno” yang sangat mengagumkan (sumber : Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook)).

Val Comonica, Italy, 7.000 - 10.000 SM

Tassili, Algeria, 8.000 SM

Sego Canyon, Utah, USA, 7.500 SM

Dogu Statue, Japan, 10.000 SM

Kiev, Ukraine, 4.000 SM

Wondjina gods, Australian Aborigines, 6.000 SM

Peche Merle Cave, France, paintings, 17.000-15.000 SM

Keberadaan Peninggalan Arkeologis ini, setidaknya menjadi bukti bahwa di Bumi di masa ribuan tahun yang silam, pernah mengenal teknologi antariksa.

Darimana munculnya teknologi antariksa ini ?

Ada dua jawaban, pertama berasal dari Kebudayaan Manusia di masa lalu, dan yang kedua bersumber dari Teknologi Para Penghuni Langit (baca juga : Misteri Piramid Giza, Teori Alien dan Banjir Nabi Nuh).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan :

Beberapa dalil tentang keberadaan Para Penghuni Langit

Hadis (1) : Penghuni Langit dibedakan dengan Malaikat

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya, serta para penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang ada di dalam lubangnya dan juga ikan, akan mendo’akan orang yang mengajarkan kebaikan kepada ummat manusia”.
(At-Tirmidzi, Kitab “al-‘Ilm”, Bab “Maa Jaa-a fii Fadhlil Fiqhi ‘alal ‘Ibaadah” (V/50, no. 2685). Dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahiih Sunanut Tirmidzi (II/343). Lihat pula kitab Misykaatul Mashaahiih dengan tahqiq al-Albani (I/74, no. 213).

Note : Pada Hadis di atas, Rasulullah membedakan antara Malaikat dengan Penghuni Langit.

Hadis (2) : Berita tentang Ya’juj dan Ma’juj

“Kemudian mereka berjalan dan berakhir di gunung Khumar, yaitu salah satu gunung di Baitul Maqdis. Kemudian mereka berkata: “kita telah membantai penduduk bumi, mari kita membantai penduduk langit.” Maka mereka melemparkan panah-panah dan tombak-tombak mereka ke langit. Maka ALLAAH SWT kembalikan panah dan tombak-tombak mereka dalam keadaan berlumuran darah.” (HR. Muslim dalam kitab Al-Fitan wa Asyrathus Sa’ah)

Note : Penduduk Langit pada Hadis di atas tentu bukan Malaikat, karena Malaikat makhluk gaib, bagaimana mereka bisa berlumuran darah?

Hadis (3) : Pendapat Ibnu Abbas r.a.

Abu Dhahi meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas ra membaca ayat, “Allah yg menciptakan tujuh langit dan dari bumi juga serupa,” lalu berkata, “ada tujuh bumi dan di setiap bumi terdapat nabi-nabi seperti nabi-nabi kalian. Ada Adam seperti nabi Adam, ada Nuh seperti nabi Nuh, ada Ibrahim seperti nabi Ibrahim, dan ada Isa seperti nabi Isa.”

Note : Imam Suyuthi ketika ditanya tentang hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Abi adh Dhuha dari Ibnu Abbas tentang,”Di setiap bumi terdapat Adam seperti Adam kalian, Nuh seperti Nuh kalian, Ibrahim seperti Ibrahim kalian, Isa seperti Isa kalian dan seorang Nabi seperti Nabi kalian.” Maka beliau (Suyuthi) menjawab bahwa hadits itu diriwayatkan oleh Hakim didalam “al Mustadrak” dan dia (Hakim) mengatakan bahwa hadits itu memiliki sanad yang Shahih…

ATHEIS dan LOGIKA

Apakah Atheis itu Logis ?

Mari kita ikuti cara berpikir mereka….

Mereka percaya, awal kehidupan berasal dari sejenis atom

Atom-atom ini kemudian saling berinteraksi, membentuk senyawa kimia seperti Asam Amino. Setelah itu, Asam Amino berinteraksi lagi membentuk DNA, yang merupakan komponen pembentuk makhluk hidup

Bermula dari DNA inilah makhluk hidup terbentuk melalui proses evolusi, bermilyar-milyar tahun lamanya…

Silsilah Kehidupan menurut Kaum Atheis kira-kira begini…

Asal Kehidupan…



Sebagian berevolusi menjadi Manusia dan Hewan



Sebagian lagi tidak berinteraksi dan berevolusi, di kemudian hari manusia memanfaatkannya menjadi…


Seorang Atheis Sejati, harus mengakui di dalam silsilah keluarganya, ia masih kerabat dengan tong sampah dan toilet ?!?

Beberapa Pertanyaan :

1. Jika kehidupan berawal dari atom, darimana atom itu muncul ?

2. Jika atom bisa saling berinteraksi untuk membentuk kehidupan, apakah saat ini mereka masih terus berinteraksi, dan membuat bentuk kehidupan yang baru ?

3. Jika makhluk hidup muncul dari proses evolusi, apakah saat ini mereka masih terus ber-evolusi, dan menghasilkan makhluk hidup jenis baru?

Peniadaan peran Sang Maha Pencipta, di dalam proses terbentuknya makhluk hidup, hanya akan membuat Kaum Atheis kebingungan untuk menjawab pertanyaan : Bagaimana atom-atom itu bisa saling berinteraksi? dan Bagaimana datangnya ruh kehidupan ?

Kaum Atheis-pun akan kelabakan, apabila harus menerangkan fenomena-fenomena Metafisika, yang terjadi di sekitar kehidupan manusia

Logika Kaum Atheis, yang mereka anggap sebagai sesuatu yang logis
Setelah diselusuri, pada kenyataannya menjadi sangat tidak logis, memalukan dan membingungkan

WaLlahu a’lamu bishshawab

(Galeri Foto) Shalat itu wajib, di berbagai tempat dan keadaan

Nabi Muhammad bersabda, “shalatlah sambil berdiri dan jika tidak dapat melakukannya, shalatlah sambil duduk. Dan jika tidak dapat melakukannya shalatlah sambil berbaring”

Sambil Berbaring

Sambil duduk


Shalat bagi semua Orang
shalat3
Belajar ketika Kecil

Gerakan Shalat (Youtube)
Gerakan 1 : http://www.youtube.com/watch?v=ujSR6Z7YQYc
Gerakan 2 : http://www.youtube.com/watch?v=K5UU0BOOTTo
Gerakan 3 : http://www.youtube.com/watch?v=2gNh8xYKIXA

Di dalam Pesawat

Di atas Perahu


Di dalam Pondok

Di atas mobil


Di dalam Toko

Di dekat Tank

Dekat kawat berduri

Di dekat Kereta


Di dekat Puing Bangunan

Di dekat Dagangan

Di dekat Unta

Di Lapangan Olahraga

Dekat Pesawat

Dekat Kolam


Dekat Rel Kereta Api

Di jalan raya



Di saat Perang


Di saat Demo

Di atas Bukit


Di atas Batu



Di atas Salju


Di tengah Danau

Di Padang Tandus

Di tengah Sungai

Di atas Jembatan

Di dalam Penjara
…....

…….

Apa Kamu Sudah Shalat ?

Sejarah Awal Mula Umat Muslim di China

Orang China mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti ‘agama yang murni’. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran ‘Ma-hia-wu’ (Nabi Muhammad SAW).

Sejarah Masuknya Islam di China

Ajaran Islam pertama kali tiba di China pada sekitar tahun 615 M. Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa’ad bin Abi Waqqash untuk membawa ajaran Illahi ke daratan China (Konon, Sa’ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M, dan kuburannya dikenal sebagai Geys’ Mazars).

Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar ini, kemudian memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Kanton, yang merupakan masjid pertama di daratan Cina.

Ketika Dinasti Tang berkuasa, China tengah mencapai masa keemasan, sehingga dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok.

Di dalam kitab sejarah Cina, yang berjudul Chiu T’hang Shu diceritakan Cina pernah mendapat kunjungan diplomatik dari orang-orang Ta Shih (Arab). Orang-orang Ta Shih ini, merupakan duta dari Tan mi mo ni’ (Amirul Mukminin), yang ke-3 (Khalifah Utsman bin Affan).

Sementara itu, Buya HAMKA didalam bukunya Sejarah Umat Islam menulis, pada tahun 674M-675M, Cina kedatangan salah seorang sahabat Rasulullah, Muawiyah bin Abu Sufyan (Dinasti Umayyah), bahkan disebutkan setelah kunjungan ke negeri Cina, Muawiyah melakukan observasi di tanah Jawa, yaitu dengan mendatangi kerajaan Kalingga.

Berdasarkan catatan, diperoleh informasi, pada masa Dinasti Umayyah ada 17 duta muslim datang ke China, sementara di masa Dinasti Abbasiyah dikirim sebanyak 18 duta.

Pada awalnya, pemeluk agama Islam terbanyak di China adalah para saudagar dari Arab dan Persia. Orang China yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi.

Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor. Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.

Pada tahun 1070 M, Kaisar Shenzong dari Dinasti Song mengundang 5.300 pria Muslim dari Bukhara untuk tinggal di China. Tujuannya untuk membangun zona penyangga antara China dengan Kekaisaran Liao di wilayah Timur Laut.

Orang-orang Bukhara itu lalu menetap di daerah antara Kaifeng dan Yenching (Beijing). Mereka dipimpin Pangeran Amir Sayyid alias ‘So-Fei Er’, yang kemudian dikenal sebagai `bapak’ komunitas Muslim di China.

Ketika Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di China semakin besar. Mongol, sebagai minoritas di China, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi China Han. Sehingga pengaruh umat Islam di China semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah Barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Mongol untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran.

Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan. Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq (Sumber : Sejarah Islam di Negeri Tirai Bambu ).

Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, ada lagi Lan Yu Who, sekitar tahun 1388, Lan memimpin pasukan Dinasti Ming dan menundukkan Mongolia. Selain itu, di masa Kaisar Yong Le (Zhu Di) muncul seorang pelaut Muslim yang handal, yang bernama Laksamana Cheng Ho.

Bekerja itu Mulia

Suatu hari Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Sa’d bin Mu’adz Al-Anshari, dilihatnya tangan sahabatnya itu melepuh. Nabi SAW bertanya, apa yang menyebabkannya.

Dengan jujur Sa’d menyatakan akibat kerja keras untuk menghidupi keluarganya. Mendengar jawaban Sa’d itu, dengan spontan Nabi Muhammad SAW meraih tangan sahabatnya lalu diciumnya.

Itu adalah tindakan yang menunjukkan pada kita bahwa kerja keras itu mulia. Terlebih bila kerja kita digunakan untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya. Allah SWT sudah melimpahkan rezeki-Nya di muka bumi untuk seluruh makhluk-Nya.

Nah, kitalah sebagai makhluk-Nya yang bertugas untuk bekerja mencari karunia-Nya. Kita tidak boleh berpangku tangan, soalnya tidak ada riwayatnya emas langsung diturunkan dari langit.

Di dalam QS. Al Munafiquun ayat 10 disebutkan :

Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Bekerja mencari nafkah buat keluarga, hendaknya dipandang sebagai salah satu bentuk ibadah dan sekaligus rasa syukur kepada Allah. Ini diterangkan dalam QS. Saba’ ayat 13 :

Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur kepada Allah! Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.

Kerja itu mulia. Islam juga menekankan tangan yang di atas selalu lebih baik daripada di bawah. Islam juga mengajarkan untuk hidup hemat atau tidak berlebih-lebihan, serta selalu bekerja keras, agar terhindar dari kemiskinan. Kemiskinan itu sangat dekat dengan kekufuran.

Dengan tuntunan seperti ini, rasanya sangat menyedihkan kalau kita melihat kenyataan yang ada di sekitar kita, terutama di kota-kota besar. Betapa banyak orang-orang muda, yang masih sehat, kokoh kuat, tapi menjadi pengemis atau peminta-minta. Mereka hanya menadahkan tangan untuk menghidupi kehidupan mereka.

Betapa mengerikan. Malu tidak lagi menjadi perhiasan mereka.

Usaha untuk membina mereka agar mendapatkan keterampilan dan bisa bekerja, ternyata tak berhasil dengan baik. Dirazia, dijaring, dihukum, tak lama sudah akan kembali berkeliaran di jalanan. Meskipun mereka sudah mendapatkan binaan dan bimbingan keterampilan, toh tak membuat mereka mau bekerja.

Ingin tahu apa alasan mereka?

Bekerja itu capek dan hasilnya tak seberapa. Sementara meminta-minta di jalanan, tidak capek dan hasilnya jauh lebih besar. MasyaAllah! Mau jadi apa umat Islam kalau sebagian generasi penerusnya bermental seperti itu?

Ada kisah di zaman Khalifah Umar, beliau sampai menarik dan menyeret keluar pemuda-pemuda yang selalu sholat dan sibuk dzikir di masjid tanpa mau bekerja. Mereka menganggap yang paling penting adalah ibadah.

Mereka hidup dari pemberian orang lain. Mereka lupa bahwa bekerja pun termasuk ibadah. Sungguh, Umar sangat keras terhadap namanya kemalasan. Lebih-lebih di lingkungan generasi muda. Khalifah Umar memaksa mereka bekerja karena begitu mulianya orang yang bekerja.

Jihad Para Pejuang Muslim

Pattimura adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia dan juga seorang pejuang muslim. Dari penyelusuran sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Pattimura punya nama asli Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy.

Mat Lussy (Mattulessy) adalah seorang bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau. Pada saat itu Sahulau diperintah Sultan Abdurrahman. Beliau juga seorang muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, Sultan Abdurrahman juga dikenal sebagai ulama.

Berdasarkan data sejarah, sebagian besar kerajaan di Maluku adalah Kerajaan Islam, seperti Ambon, Herat dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan Islam di daerah tersebut sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-Raja). Sebutan ini, di kemudian hari dikenal dengan nama Maluku. Ini akibat dari pemilihan penyebutan yang gampang.

Nah, balik lagi pada kisah Pattimura. Perjuangan Pattimura, terekam dalam tradisi lisan rakyat Maluku, di antaranya:

Yami Patasiwa. Yami Patalima. Yami Yama’a Kapitan Mat Lussy. Matulu lalau hato Sapambuine. Ma Parang kua Kompania…

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bunyinya:
Kami Patasiwa. Kami Patalima. Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy. Semua turun ke kota Saparua. Berperang dengan kompeni Belanda…

Selain Pattimura, kita juga mengenal pejuang dari tanah Batak, Si Singamangaraja XII. Si Singamangaraja XII disebut sebagai pejuang muslim berdasarkan pendapat sejarawan Prof. Drs. Ahmad Mansyur Suryanegara dalam bukunya Menemukan Sejarah Wacana Pergerakan Islam Indonesia. Walaupun sampai saat ini banyak yang mengira Si Singamangaraja XII adalah penganut Pelbagu, yaitu agama animisme suku Batak.

Selain mereka berdua, masih banyak lagi pejuang muslim dari Indonesia. Mereka semua berjihad membela agama dan bangsa. Di antara mereka itu ada Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol dan Sultan Mahmud Badaruddin II.

Jihad para pejuang muslim adalah dalam upaya untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, yang dilandasi perintah Allah SWT dalam QS. Al Hajj ayat 39—40,

Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka didzalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu, yaitu orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, ‘Tuhan kami ialah Allah.’

Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.

Jihad tentu saja wajib dilakukan oleh setiap umat Islam. Namun perlu ditegaskan bahwa terorisme seperti kebanyakan peristiwa yang dialamatkan pada gerakan Islam, itu sama sekali bukan jihad. Aksi-aksi bunuh diri massal yang mengatasnamakan jihad itu juga bukan jihad. Perintah dan aturan jihad begitu jelas di dalam Al Qur’an. Semoga ini membuka pikiran kita atas apa yang disebut dengan jihad.

MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI

Di awal abad ke-21 ini, Kaum Evolusionis sedang menghadapi dilema yang sangat berat, yaitu mereka harus mengakui TEORI EVOLUSI telah RUNTUH, atau berkeyakinan KERA-KERA PURBA adalah Para PENAMBANG BESI, yang gemar MEMAHAT BATU.

Penemuan Kebudayaan Jutaan Tahun

Pada tahun 1865 di pertambangan Abbey Nevada USA, ditemukan dalam satu gumpalan bijih logam berbentuk skrup besi sepanjang 2 inci (= 5 cm). Benda hasil karya manusia ini, telah ber-oksidasi dan meninggalkan bentuk fosil, yang diperkirakan berusia jutaan tahun.

Penemuan Hasil Karya Manusia, yang usianya sangat tua juga ditemukan di beberapa tempat, diantaranya :

1. Di gurun Gobi juga ditemukan bekas tapak sepatu (sandal?) dan diperkirakan berumur beberapa juta tahun.

2. Di satu pertambangan di Peru ditemukan paku besi ter-benam dalam karang. Sebelum kedatangan orang-orang Spanyol ke Amerika, paku besi tidak dikenal. Fosil paku ini diperkirakan berusia jutaan tahun.

3. Di Desa Schondorf Austria di-temukan besi bentuk kubus (panjang dan lebar kurang dari 1 cm) di dalam gumpalan batu-bara yang pecah. Kubus ini beralur disekelilingnya dan tepi alurnya rata. Benda ini seolah – olah merupakan bagian dari peralatan mesin, dan diperkirakan ber-umur jutaan tahun.

4. Pada barisan-barisan karang yang ada di Amerika Utara dan Selatan ditemukan banyak petroglyph (pahatan/ukiran pada batu) yang memperlihatkan gambar-gambar dinosaurus.

5. Pada tahun 1924 Doheny Expedition menemukan petroglyph (pahatan) yang amat purba di Havasupai dekat Grand Canyon USA. Satu gambar memperlihatkan orang-orang menyerang mammoth (gajah purba). Gambar lain memperlihatkan seekor tyrennosaurus (kadal purba raksasa) sedang ber-diri bertumpu pada ekornya.

6. Petroglyph-petroglyph yang ditemukan sepanjang sungai Amazon serta anak-anak sungainya, memperlihatkan gambar-gambar binatang purba khususnya stegosaurus.

7. Tapak-tapak kaki dinosaurus ditemukan di dasar sungai Paluxy dekat Glen Rose Texas USA berdampingan dengan tapak-tapak kaki manusia.

Sumber : kaskus.co.id

Jejak kaki manusia yang berumur 3,6 juta tahun di Laetoli, Tanzania (harunyahya.com)

Temuan arkeologis berumur jutaan tahun ini, sekaligus meruntuhkan Teori Evolusi, yang selama ini dijadikan pedoman berkenaan dengan sejarah umat manusia :

Menurut perkiraan evolusionis, manusia modern saat ini bermula dari sesosok mahkluk mirip kera, yang disebut Australopithecus (hidup pada sekitar 4 juta tahun sampai dengan 1 juta tahun yang lalu).

Australopithecus adalah sejenis kera yang telah punah, dan mirip dengan kera masa kini. Volume tengkorak mereka adalah sama atau lebih kecil daripada simpanse saat ini. Terdapat bagian menonjol pada tangan dan kaki mereka yang mereka gunakan untuk memanjat pohon, persis seperti simpanse sekarang, dan kaki mereka terbentuk untuk mencengkeram dan bergelantung pada dahan pohon.

Yang membedakan mereka dengan kera, meskipun mereka memiliki anatomi sangat mirip kera, tetapi mereka bisa berjalan tegak.

Sumber : HarunYahya.com

Para pendukung Teori Evolusi Darwin, berkeyakinan pada sekitar 1 juta tahun yang lalu, nenek moyang manusia sama sekali belum berbudaya, mereka saat itu masih asyik bertengger di atas pohon-pohon, sambil sesekali turun ke tanah, untuk mencari biji-bijian yang bisa dimakan.

Dan ketika temuan arkeologis umat manusia, berumur jutaan tahun ditemukan…
Kaum Evolusionis hanya bisa terdiam seribu bahasa.

Dalam meng-analisis Misteri Kebudayaan, yang berumur jutaan tahun ini, setidaknya terdapat tiga pendapat, yaitu :

1. Peninggalan jutaan tahun tersebut, adalah berasal dari makhluk berakal, sebelum turunnya Nabi Adam (Diperkirakan kemunculan Nabi Adam, bersamaan dengan keberadaan, Homo Sapiens, pada sekitar 200.000 tahun yang silam). Makhluk sebelum Adam ini, memiliki tabiat suka berperang dan membuat kerusakan di bumi. Pendapat ini, didasarkan kepada dialog antara Allah dengan para malaikat, sebelum diciptakannya Nabi Adam :

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka Bumi. Malaikat berkata : mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Tuhan mengatakan : Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya” (QS. Al Baqarah (2) ayat 30).

2. Peninggalan jutaan tahun tersebut, sejatinya berasal dari Bani Adam, atau dengan kata lain, mereka berpendapat kehadiran Nabi Adam, sudah mencapai jutaan tahun lamanya. Hal ini semakin dipertegas dengan hadits yang menceritakan bahwa, tinggi dari Nabi Adam mencapai 60 Hasta atau sekitar 30 Meter (silahkan baca Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza), dimana proses untuk menjadi keadaan manusia sekarang, dengan tinggi sekitar sekitar 1,5 m – 2,0 m, tentu diperlukan waktu yang sangat lama.

3. Peninggalan jutaan tahun tersebut ada yang berasal dari Bani Adam, yang sesungguhnya telah berbudaya selama jutaan tahun lamanya, akan tetapi ada juga yang berasal dari makhluk berakal sebelum Adam, sebagaimana yang disampaikan oleh para malaikat, sebagai makhluk yang gemar berbuat onar dan berperang.

Dari ketiga pendapat di atas, ada satu persamaan bahwa jarak dari masa kehidupan Nabi Adam hingga sampai kepada bencana Nuh, yang terjadi sekitar masa 11.000 SM (silahkan baca, Patung Spinx, bukti arkeologis bencana Nuh 13.000 tahun yang silam dan Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia), memiliki rentang waktu yang sangat lama, yakni mencapai ratusan ribu bahkan jutaan tahun.

Dengan demikian, adalah wajar, apabila ada pendapat yang mengatakan, sebelum terjadinya bencana global di masa Nabi Nuh, manusia sesungguhnya telah mencapai peradaban teknologi yang sangat tinggi.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Terkait
01. REVISI Periode KENABIAN?
02. Berdasarkan Genetika, Semua Manusia Berpotensi Menjadi Jenius
03. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi