Tag Archives: silsilah

Silsilah Mbah Kasan Sadali, Penyebar Islam di Rejenu Kudus

Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily (Mbah Kasan Sadali) merupakan salah satu murid Sunan Muria (Syaikh Maulana Umar Sa’id), yang berasal dari negeri seberang, berkelana hingga ke tanah Jawa selepas menuntut ilmu Tasawwuf di Negeri Baghdad, Iraq.

Di kemudian hari, Kanjeng Sunan Muria meminta kepada Syaikh Maulana Hasan Asy-Asyadzily untuk pergi ke sebelah utara, tepatnya di daerah Rejenu. Di wilayah ini Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily mendirikan padepokan untuk mempelajari ilmu keislaman bagi masyarakat setempat.

Nasab Silsilah Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily

Berdasarkan sanad silsilah yang terdapat di dalam Kanzul Wasilah wa Sanads Silsilah  Bani Maulana  Al daly Asy-Syadzily Langkat di Pulau Sembilan (Langkat, Sumatera Utara), berikut adalah sanad silsilah daripada Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily yang dipusarakan di Pertapan Alas Rejenu, Kudus, antara lain sebagai berikut :

(01). Syaikh Maulana Hasan Ali Nuruddin Asy-Syadzily Al Jawi
(02). Syaikh Maulana Muhammad Shalih Asy-Syadzily Al Bantani
(03). Syaikh Maulana Malik Abdurrahman Asy-Syadzily Al Malaka

(04). Syaikh Maulana Malik Abdullah Asy-Syadzily Waliyul Qutubuddin Al Jawi

(05). Syaikh Maulana Asy-Syarif Malik Ahmad Asy-Syadzily Al Jawi
(06). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abdul Malik Asy-Syadzily

(07). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abu Ahmad Awwaluddin Asy-Syadzily Al Quds

(08). Syaikh Maulana Asy-Syarif Abu Hasan Ali Nurruddin Asy-Syadzily
(09). Syaikhuna Maulana Al Quthub Asy-Syarif Abu Hasan Ali Asy-Syadzily
(10). Maulana Asy-Syarif Abu Abdullah Al Maghribi Al Aqsha

(11). Maulana Asy-Syarif Abdul Jabar
(12). Maulana Asy-Syarif Abu Thamiim
(13). Maulana Asy-Syarif Abu Hurmuz

(14). Maulana Asy-Syarif Abu Qushaiy
(15). Maulana Asy-Syarif Abu Yusuf
(16). Maulana Asy-Syarif Abu Yushaqq

(17). Maulana Asy-Syarif Abu Wardha
(18). Maulana Asy-Syarif Abu Batthal
(19). Maulana Asy-Syarif Abu Ali

(20). Maulana Asy-Syarif Abu Ahmad
(21). Maulana Asy-Syarif Abu Muhammad

(22). Maulana Asy-Syarif Abu Issa
(23). Maulana Asy-Syarif Abu Idhris
(24). Maulana Asy-Syarif Abu Umar

(25). Maulana Asy-Syarif Abu Idhris
(26). Maulana Asy-Syarif Abu Abdullah
(27). Asy-Syarif Hasan Al Mutsanna Radhiyallahu ‘anhu

(28). Sayyiduna Asy-Syarif Hasan As-Sabti Radhiyallahu ‘anhu

(29). Sayyidina Ali Al Haidar bin Abi Thalib Karamallahu wajhah

Sumber :
1. Rabithah Syaikh Maulana Daly Asy-Syadzily
2. Mudzakarah Syaikh Maulana Hasan Asy-Syadzily Rejenu Al Jawi

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantra :

1. [Misteri] Penduduk Jawa berasal dari Sumatera ?
2. [Misteri] Benarkah Masyarakat Nusantara adalah Zuriat Rasulullah ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. Hikayat Nakhoda Khalifah, Pelopor Kesultanan Islam di Negeri Sriwijaya ?

Iklan

[Misteri] Silsilah Fatimah binti Maimun, dalam Kitab Pangeran Wangsakerta Cirebon ?

Ada yang aneh dalam kisah Fatimah binti Maimun, pelopor mubaligh muslimah di tanah Jawa. Ia diceritakan sebagai keponakan dari Maulana Malik Ibrahim, penyebar Islam abad ke-15 Masehi, sementara Fatimah binti Maimun sendiri lahir pada abad ke-11 Masehi.

Untuk mengurai asal muasal Fatimah binti Maimun, salah satu sumber yang bisa dijadikan pedoman adalah hasil penyelusuran ahli sejarah Cirebon abad ke-17 yaitu Pangeran Wangsakerta.

Misteri Fatimah binti Maimun

Fatimah binti Maimun lahir di pada tahun 1064 Masehi. Berdasarkan penyelusuran Pangeran Wangsakerta, Fatimah binti Maimun merupakan puteri dari Maimun bin Hibatullah bin Muhammad Makhdum Sidiq.

Ayahanda Fatimah binti Maimun, berdasarkan legenda Gresik merupakan sepupu dari Syekh Maulana Malik Ibrahim, atau dengan dengan kata lain keduanya adalah cucu dari Muhammad Makhdum Sidiq.

Menarik gelar “Makhdum” pada sosok Muhammad Makhdum Sidiq, yang merupakan ciri dari nama keluarga dinasti Makhdum yang menjadi penguasa Kesultanan Perlak Aceh. Dari data ini bisa diambil asumsi bahwa jalur silsilah Fatimah binti Maimun berasal dari Kesultanan Perlak.

Pada abad ke-11, dalam silsilah Kesultanan Perlak ditemukan nama Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (Sultan Perlak, 986-1023). Nama Sultan Perlak inilah sejatinya paman dari Fatimah binti Maimun yang disebut-sebut dalam Legenda Gresik.

Sementara nama Muhammad Makhdum Sidiq, tidak lain adalah kakek dari Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat, yaitu bernama Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat (Sultan Perlak, 932-956).

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada diagram berikut :


Referensi :
1. sufiz.com
2. suaragresik.com
3. Kesultanan Perlak

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Dalam salah satu versi dikatakan Siti Fatimah binti Maimun adalah puteri Raja Kedah Malaka dan merupakan keturunan ke-16 dari Nabi Muhammad (sumber : utusan.com).

Berdasarkan data tersebut, dapat dikatakan Fatimah binti Maimun masih terhitung kerabat daripada :

Sultan Abdul Kadir (Sultan Kedah, 881-903) bin Sultan Hussain Shah Alirah (Sultan Kedah, 840-881) bin Syarif Ali Sultan Alirah Shah (Sultan Perlak Kedah, 804-840) bin  Syarif Muhammad Nafs Zakiyah bin Syarif Abdullah al-Kamil bin Sayyidina Hassan al-Muthanna bin Sayyidina Hassan radhiallahu ‘anhu…

2. Perlu pengkajian lagi terhadap silsilah Fatimah binti Maimun, yang bersumber dari catatan Pangeran Wangsakerta, dimana menyatakan…

Rasulullah Nabi Muhammad berputri Fatimah yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib, yang berputra Husain, kemudian berputra Zainal Abidin. Dari Zainal Abidin menurunkan Muhammad Al-Baqir, ayahanda dari Ja’far Shadiq, yang berputra Ali Al-Uraidi…

Ali Al-Uraidi adalah ayahanda Sulaiman Al-Basri, yang menetap di Persi. Sulaiman Al-Basri menurunkan Abu Zain Al-Basri, kemudian menurunkan Ahmad Al-Baruni, ayah Sayyid Idris Al-Malik, yang berputra Muhammad Makdum Sidiq, yang terakhir ini adalah ayah Hibatullah, kakek Fatimah binti Maimun (sumber : sufiz.com dan madawis blog).

Dengan membandingkan kepada Genealogy Ahlul Bayt, ternyata tidak ditemukan nama Sulaiman Al-Basri, sebagai salah seorang putra Ali Al-Uraidi (sumber : benmashoor blog).

Artikel Sejarah Nusantara
1. [Misteri] Benarkah Masyarakat Nusantara adalah Zuriat Rasulullah ?
2. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
3. Maharaja Diwakara, Penguasa Sriwijaya Penakluk Kerajaan Chola India ?
4. [Misteri] Kudeta Kekuasaan Wangsa Syailendra, dan bangkitnya Trah Keluarga Dapunta Hyang ? 

[Misteri] Sang Suparba, Kerabat Dinasti Yuan Cina, Zuriat Sasan Persia dan Keturunan Maharaja Sriwijaya ?

Berdasarkan penyelusuran tokoh-tokoh yang terdapat di dalam Sejarah Melayu, diperoleh beberapa informasi.

(1). Sang Suparba, memiliki Paman bernama Raja Pandin, Penguasa Turkistan yang ternyata indentik dengan Abaqa Khan ( Pemimpin Ilkhanate, 1265-1282).

(2). Sang Suparba, memiliki ibu berasal dari Gangga Nagara, yang indentik dengan Gangaikonda Cholapuram atau lebih dikenal dengan nama Kerajaan Chola. Dimana Raja Syah Johan yang tertulis dalam Sejarah Melayu, indentik dengan Rajendra Chola III (Raja Chola, 1256-1279).

(3). Sang Sapurba memiliki nasab kepada Raja Nusirwan Adil, yang ternyata indentik dengan King Anushirvan “The Just” of Persia (memerintah Kerajaan Persia Dinasti Sassanid, 531-578).

Dari data-data tersebut, maka disusunlah silsilah kekerabatan Sang Sapurba yang menghubungkan keluarga Sriwijaya, Dinasti Yuan Cina, Chola India, Dinasti Sasan Persia, Kediri, Singhasari dan Majapahit.

Keterangan :

1. Pendiri Dinasti Chola II, yaitu Kulothunga Chola I, sebelum menjadi Penguasa Chola merupakan Raja Sriwijaya, yang bergelar Raja Diwakara. Nama ayahanda Kulothunga Chola I adalah Sembiyan yang indentik dengan Sambugita, Maharaja Sriwijaya yang berpusat di Palembang (sumber : Kulottunga I dan Maharaja Diwakara, Penguasa Sriwijaya Penakluk Kerajaan Chola ?).

2. Berdasarkan kepada masa pemerintahan putera Sang Suparba, yakni Sang Nila Utama di Tumasik (Singapura) pada periode tahun 1320-1347, diperkirakan kedatangan Sang Sapurba di Bukit Siguntang pada sekitar tahun 1285 (sumber :  [Misteri] Puteri Melayu, ibunda Kusala Khan (Kaisar Dinasti Yuan, memerintah tahun 1329) ? dan [Teori] “Genghis Khan’s Genetic” di Alam Melayu ?).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1.  2. [Misteri] 5 Sosok Arya Damar, dalam Sejarah Melayu Palembang ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. [Misteri] Radin Galuh Chandra Kirana, pewaris Majapahit yang tersingkir ?

 

Dr. Osama Al-Bar, walikota Makkah keturunan Sunan Giri ?

Dalam status di Facebook, Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan, bercerita tentang pengalamanannya saat menjalankan ibadah umroh.

Di tanah suci Makkah, Anies bertemu dengan walikota Makkah Dr. Osama Al Bar, yang ternyata masih keturunan Palembang (Sumber : Anies Baswedan, thebusinessyear.com).


Guguk 2 Ulu Perigi Besak

Dari penyelusuran diperoleh informasi ibunda dari Dr. Osama Al Bar adalah seorang Raden Ayu dari Guguk 2 Ulu (Perigi Besak) Palembang.

Keluarga Kesultanan yang tinggal di Guguk 2 Ulu, sebagian besar merupakan keturunan dari Pangeran Citromenggalo yaitu anak Pangeran Arya Kesumo Cengek bin Pangeran Purbayo bin Sultan Muhammad Mansyur (Pangeran Jayo Dilago) (sumber : catatan al falimbani, diskusi grup palembang).

Berdasarkan kepada catatan Tuan Guru Jalaluddin bil Faqih (ulama yang hidup dimasa Sultan Muhammad Mansur, 1706 – 1714 ), terdapat Nasab sebagai berikut :

Raden Ario (Sultan Muhammad Mansur Jayo ing lago) bin Sultan Abdul Rakhman Kyai Mas Hindi Sayidul iman Sunan Cinde Welang bin Jamaluddin Mangkurat Kyai Gede ing Pasarean bin Maulana Fadlallah Pangeran Manconegara bin Maulana Abdullah Pangeran Adipati Sumedang Negara bin Maulana Ali Mahmud Nuruddin Pangeran Wiro Kusumo bin Muhammad Ainul Yaqin Sunan Giri (sumber : Silsilah Palembang, dalam Tarsilah Brunei).

Dari catatan Nasab tersebut, Sultan Muhammad Mansyur yang merupakan leluhur Dr. Osama Al Bar, terhitung masih keturunan Maulana Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri), salah seorang wali songo di Nusantara.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1.  Keberadaan zuriat Sunan Giri di Palembang, ditandai dengan hijrahnya salah seorang keturunan Sunan Giri bernama Pangeran Manco Negoro, yang kemudian menikah dengan Nyai Gede Pembayun binti Ki Gede ing Suro Mudo (memerintah Palembang, 1580-1581).

Anak dari Nyai Gede Pembayun bernama Pangeran Seda ing Pasarean, kemudian memerintah Palembang 1642-1643. Selanjutnya anak dari Pangeran Seda ing Pasarean, yang bernama Ki Mas Hindi dikenal sebagai pendiri Kesultanan Palembang Darussalam di tahun 1659, dengan gelar Sultan Abdurrahman.

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
2. [Misteri] Simbolisasi Ma-liki, Ma-luku dan Ma-laka menuju Kejayaan Nusantara ?
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. [Misteri] Rekening Bank milik Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan Potensi Income Tahunan mencapai 50 juta Riyal ?

Trah Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat), di Kesultanan Palembang Darussalam

Di dalam Silsilah Palembang tercatat nama Yang Zamiah sebagai salah seorang isteri daripada Sultan Mahmud Badaruddin (I) Jaya Wikrama. Nama Yang Zamiah (Zamnah), pada Hikayat Siak dikenal dengan nama Yang Mariam, merupakan puteri dari Datuk Dalam (Encek Wan Abdul Jabbar) bin Datuk Nandam Siantan (Encek Wan Abdul Hayat).

Identitas Datuk Nandam Siantan (Wan Abdul Hayat), berdasarkan sumber dari Kesultanan Johor dan Sejarah Pulau Siantan, bernama asli Lim Tau Kian, yang awalnya seorang Pejabat (Bangsawan) Kekaisaran Cina kemudian hijrah ke Kesultanan Johor. Di kemudian hari Lim Tau Kian dipercaya Sultan Johor untuk memerintah Negeri Siantan.


Trah Keluarga Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat)

Kekerabatan keluarga Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat) dengan Kesultanan Palembang Darussalam ternyata terus berlanjut. Zuriat keluarga Lim pada generasi setelahnya, antara lain Yang Pipah isteri dari Sultan Muhammad Bahauddin dan Yang Masyiroh isteri dari Sultan Mahmud Badaruddin (II) Pangeran Ratu.

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada diagram berikut :


Keberadaan keturunan Lim Tau Kian pada saat ini selain berada di Pulau Siantan (Riau Kepulauan), juga banyak bertempat tinggal di Kota Muntok (Bangka Belitung).

Kehadiran mereka di Kota Muntok, bermula dari hijrahnya isteri Sultan Mahmud Badaruddin (I) Jaya Wikrama, yakni Yang Zamiah (Mas Ayu Ratu) ke kepulauan Bangka Belitung. Di sana mereka memilih membangun pemukiman yang di masa sekarang dikenal sebagai Kota Muntok.

Anak keturunan Lim Tau Kian di Kota Muntok, sampai sekarang masih bertahan. Mereka dikenali dengan gelar di depan namanya “Abang” untuk laki-laki dan “Yang” untuk perempuan.

Catatan Penambahan : 

1. Lim Tau Kian tercatat memiliki 5 putera, yakni Wan Abdul Jabbar, Wan Ismail, Wan Zainal Abidin, Wan Abdurrani dan Wan Abdul Khalik. Dari keturunan ke-5 anaknya inilah awal mula gelar “Abang” dan “Yang” di Pulau Siantan dan Pulau Bangka.

2. Pernikahan Sultan Mahmud Badaruudin (I) Jaya Wikrama dengan Yang Zamiah, memiliki 5 anak, yaitu : Raden Nayu Jendul, Raden Rustam, Raden Pilit (Pangeran Banjar Kutama), Raden Nayu Fatimah dan Raden Nayu Aisyah.

3.  Lim Tau Kian (Lim To Khian) merupakan salah satu Hak Ngin Marga Lim (客家林氏; Kèjiā lín shì), yang anak keturunan-nya banyak mendiami di Pulau Bangka. Hal ini didukung dengan adanya kuburan anak keturunan mereka di muntok.

Sumber : 
1. Hikayat Siak
2. Kisah Pulau Siantan
3. Sejarah Pulau Bangka
4. Lim Tau Khian (geni.com)
5. Wan Abdul Khalik (geni.com)
6. Sejarah Hakka Bangka Belitung
7. Silsilah Kekerabatan Kesultanan Palembang

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
3. Jejak Perjuangan Muslim Tionghoa, dalam Negeri Kesultanan Palembang Darussalam ?
4. [Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?

Silsilah Keluarga dan Profil : Anies Rasyid Baswedan, Ph. D.

Anies Rasyid Baswedan, Ph. D, lahir di Kuningan (Jawa Barat), 7 Mei 1969. Ia pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26 dalam Kabinet Kerja (masa menjabat sejak 26 Oktober 2014 sampai 27 Juli 2016).

Anies Baswedan dikenal sebagai seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia. Ia merupakan cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan.

Salah satu aktivitasnya adalah menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar. Ia juga tercatat menjadi rektor termuda di Indonesia pada tahun 2007, saat diangkat sebagai Rektor Universitas Paramadina usianya 38 tahun.

anies11
Silsilah Keluarga Anies Baswedan 

Berikut adalah diagram Silsilah Keluarga Anies Baswedan

aniessilsilah1Keterangan :

1. Kedua orang tua Anies Baswedan, adalah tenaga pengajar (dosen). Ayahandanya Drs. Rasyid Baswedan, S.U. berkerja sebagai Dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Islam Indonesia, sedangkan ibunya Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd, merupakan Guru besar dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Negeri Yogyakarta).

2. Kakek dari Anies, Abdurrahman (AR) Baswedan adalah seorang jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat dan juga sastrawan Indonesia. AR Baswedan pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir.

AR Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia, yang berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

3. Abdurrahman (AR) Baswedan, adalah cucu dari Umar Baswedan, yang dikenal sebagai seorang pedagang yang sukses sekaligus juga ulama yang memiliki hubungan luas.

Umar Baswedan bersama saudaranya Ali Baswedan datang dari Hadramaut Yaman sekitar pertengahan abad ke-19 Masehi. Umar Baswedan kemudian menikah dengan wanita kelahiran Surabaya bernama Noor binti Salim.

4. Dari sebelah ibundanya, Abdurrahman  (AR) Baswedan adalah cucu dari Abdullah Djarhum dari Bangil. Abdullah Djarhum dikenal sebagai pendekar silat, dengan julukan “Macan Bangil”.

Abdullah Djarhum seorang yang ahli memainkan senjata seperti pedang dan tombak, kepiawaiannya dalam ilmu beladiri, tidak hanya dalam aliran silat di tanah Jawa, namun juga berasal dari daerah lain, seperti Makasar, Muntok dan lain-lain.

Sumber :
1. Keluarga Baswedan Indonesia
2. Baswedan Family (facebook.com)
3. Anies Rasyid Baswedan (wikipedia.org)
4. Abdurrahman Baswedan (wikipedia.org)
5. Biografi Anies Baswedan, Intelektual Indonesia Muda
6. Abdul Rahman Baswedan : Karya dan Pengabdiannya

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1.
2. 3.
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

Silsilah KHR As’ad Syamsul Arifin (Pahlawan Nasional), Keturunan Sunan Kudus, Sunan Ampel dan Sunan Giri ?

Pada 3 November 2016, berdasarkan Kepres Nomor 90, Bangsa Indonesia memiliki seorang Pahlawan Nasional yakni : KHR As’ad Syamsul Arifin.

Sosok Kyai As’ad dikenal dengan perjuangannya dalam melawan penjajah. Tidak segan, Kiai As’ad mengeluarkan biaya besar dalam mengkonsolidasi pasukan Hizbullah-Sabilillah disaat menumpas penjajah (sumber : nu.or.id).

silsilah-situbondo2
Silsilah KHR As’ad Syamsul Arifin

Kyai As’ad adalah putra pertama dari KH Syamsul Arifin (Raden Ibrahim) yang menikah dengan Siti Maimunah. Kiai As’ad lahir pada tahun 1897 di perkampungan Syi’ib Ali Makkah dekat dengan Masjidil Haram.

Garis kerurunannya berasal dari Sunan Kudus, Sunan Ampel dan Sunan Giri. Berikut jalur silsilah beliau (sumber : Bani Abdullah Zakaria) :

silsilah-situbondo
Sejak tahun 1938, Kyai  As’ad mulai fokus di dunia pendidikan. Lembaga pendidikan itupun dikembangkan dengan SD, SMP, SMA, Madrasah Qur’an dan Ma’had Aly dengan nama Al-Ibrahimy.

Peran Kiai As’ad dalam pendirian organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sangat nampak sekali. Ia merupakan santri kesayangan KH Kholil Bangkalan, yang diutus untuk menemui KH Hasyim Asy’ari memberi “tanda restu” pendirian NU.

Di usianya ke 93, Kiai As’ad. KH As’ad Syamsul Arifin wafat pada 4 Agustus 1990 dan dimakamkan di komplek Ponpes Salafiyyah Syafi’iyyah.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. Misteri 9 Sahabat Rasulullah, yang berdakwah di NUSANTARA?
3. Silsilah Kekerabatan Kyai Haji Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) dengan Keluarga Pesantren Gontor Ponorogo
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?