Tag Archives: tokoh

Kiai Haji Mas Mansur (Ketua Muhammadiyah 1937-1941), Keturunan Sunan Kudus ?

Kiai Haji Mas Mansoer, lahir di Surabaya, 25 Juni 1896 adalah seorang tokoh Islam dan pahlawan nasional Indonesia.

Ibunya bernama Raudhah, yang berasal dari keluarga Pesantren Sidoresmo Wonokromo Surabaya. Sedangkan Ayahnya bernama KH. Mas Achmad Marzoeqi, seorang ahli agama di Jawa Timur pada masanya (sumber : wikipedia.org).

MasMansur
Berdasarkan penyelusuran genealogy, Kiai Haji Mas Mansur masih terhitung sebagai keturunan Sunan Kudus, sebagaimana terlihat pada data berikut ini.

o1. KH. Mas Mansur bin
02. KH. Mas Ahmad Marzuki bin
03. KH. Mas Abdul Hamid bin
04. Kiai Mas Hasan bin
05. Kiai Mas Muhammad bin
06. Kiai Mas Abdullah Mansur bin
07. Kiai Mas Abdul Karim bin
08. Kiai Mas Khatib bin
09. Pangeran Ketandur (Sayyid Ahmad Baidhawi) bin
10. Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) bin
11. Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Latar Belakang Kehidupan KH. Mas Mansur
2. Nasab Silsilah Kiai Muhammad Kholil Bangkalan
3. Silsilah Keluarga Pondok Pesantren Islam At-Tauhid

Catatan :

1. Pada beberapa catatan Silsilah, Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) tercatat sebagai cucu Sunan Kudus bukan anak, yakni Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) bin Sayyid Amir Hasan bin Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq) (sumber : wikipedia.org).

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Kota Palembang !!!
3. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?
4. Silsilah Sunan Kalijaga, dari berbagai jalur Leluhur Dinasti Tuban, Abbasiyah dan Azmatkhan

 

Raden Ajeng Kartini, keturunan ke-12 dari Sunan Giri ?

Raden Adjeng Kartini, lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879, dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 di usia 25 tahun.

R.A. Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi (sumber : wikipedia.org).

kartini1  Ilustrasi Foto Kartini, mustanir.com

Silsilah Raden Ajeng Kartini

Berdasarkan penyelusuran genealogy R.A.A Kartini Djojohadiningrat, terhitung sebagai keturunan ke-12 Sunan giri, salah satu anggota walisongo, berikut genealogy-nya :

01. R.A.A Kartini Djojohadiningrat binti

02. R.M.A.A Sosroningrat (Bupati Jepara) bin

03. Pangeran Ario Tjondronegoro IV (Bupati Demak) bin

04. Adipati Tjondronegoro III (Bupati Kudus) bin

05. Adipati Tjondronegoro II (Bupati Pati) bin

06. Adipati Tjondronegoro I (Bupati Surabaya) bin

07. Pangeran Onggojoyo bin

08. Lanang Dangiran @ Kyai Ageng Brondong Botoputih bin

09. Kendal Wesi @ Kyai Sholeh bin

10. Pangeran Ujung Pangkah II @ Abdul Haqq bin

11. Pangeran Ujung Pangkah I @ Muhammad Sirrullah bin

12. Sunan Kulon @ Ali Khoirol Fathihin bin

Sunan Giri @ Maulana Muhammad Ainul Yaqin

(sumber : catatan Nur Al-Fadhil Ba’alawy Al-Husaini).

quran11
Kisah Kartini dan Al Qur’an terjemahan bahasa Jawa

Dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang merupakn paman kartini. Ulama terkemuka di masa itu, Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah.

Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini dengan tekun menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah. Hal ini bisa dipahami, karena saat itu Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini ditemani pamannya menemui Kyai Sholeh Darat. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang ber-ilmu tetapi menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, Kyai Sholeh balik bertanya, “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”

“Kyai, selama hidupku baru kali ini berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kartini melanjutkan; “Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog ini telah menggugah Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; yaitu menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan kemudian diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebut hadiah ini sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia (sumber : republika.co.id).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Seiring waktu, juga berdasar saran Kartini, Kiyai Sholeh melanjutkan tafsir al-Fatihah menjadi kitab tafsir dan terjemahan al-Quran yang berjudul, Faid ar-Rahman. Inilah kitab tafsir perdana di Nusantara, yang ditulis dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab.

Kalimat “Habis Gelap Terbitlah Cahaya (Door Duisternis tot Licht”, diduga diperoleh Kartini setelah melalui kajian dalam Pengajian Faid ar-Rahman bimbingan Kiyai Sholeh Darat. Sebab kata-kata itu jelas diambil dari al-Quran, minazzulumati ila n-Nur (QS. Ibrahim [14] ayat 1)(sumber : Kisah Kiyai Sholeh Darat).

2. Dalam versi yang lain, leluhur R.A. Kartini, yang bernama Lanang Dangiran (Kyai Ageng Brondong Botoputih) bukan berasal dari Sunan Giri, melainkan dari keturunan Menak Soemandi.

Menak Soemandi mempunyai putra bernama Menak Gandru, Menak Gandru mempunyai putra bernama Menak Werdati, Menak Werdati mempunyai putra bernama Menak Lumpat (Sunan Rebut Payung), Menak Lumpat (Sunan Rebut Payung) mempunyai putra bernama Pangeran Kedawung (Sunan Tawang Alun), Pangeran Kedawung (Sunan Tawang Alun) mempunyai putra bernama Pangeran Lanang Dangiran (sumber : Pangeran Lanang Dangiran).

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Kota Palembang !!!
3. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?
4. Silsilah Sunan Kalijaga, dari berbagai jalur Leluhur Dinasti Tuban, Abbasiyah dan Azmatkhan

 

Silsilah Sandiaga Uno, Keturunan Raja Amai Pendiri Masjid Hunto Gorontalo?

Pada tahun 1495, Kerajaan Palasa (Sulawesi Tengah), kedatangan rombongan yang dipimpin Raja Amai dari Kerajaan Hulonthalangi. Tamu dari kerajaan tetangga ini, bertujuan untuk melamar Puteri Raja Palasa, yang bernama Owutango.

Puteri Owutango ternyata menerima lamaran ini, dengan persyaratan mempelai pria yaitu Raja Amai, beserta seluruh keluarganya harus menganut agama Islam.

sandi
Selain itu, ia juga meminta kepada Raja Amai menjadikan penduduk Kerajaan Hulonthalangi menjadi penganut agama Islam sepenuhnya, dimana semua semua adat bersumber pada Al-Qur’an (sumber : kekunaan.blogspot.com).

Raja Amai menyetujui persyaratan tersebut, bahkan sebuah masjid didirikan oleh Sang Raja, sebagai hadiah pernikahan. Masjid tersebut sampai sekarang masih berdiri, dikenal dengan nama Masjid Hunto Gorontalo.

sandi1
Silsilah Keluarga Sandiaga Uno

Raja Amai dikalangan pemerhati sejarah, dikenal sebagai Penguasa Muslim pertama di daerah Gorontalo. Jejak Raja Amai mendirikan tempat ibadah, ternyata diikuti juga oleh anak keturunannya, yaitu Raja Botutihe.

Raja Batutihe yang merupakan Raja ke-10 Kerajaan Gorontalo, mendirikan Masjid Agung Baiturrahim, pada tahun 1728 M (sumber : wikipedia.org dan  budisusilo85.blogspot.com).

sandi2
Berdasarkan silsilah keluarga Uno, Raja Batutihe (Sultan Batutihe), memiliki putera bernama Imam Podeita. Imam Podeita memiliki putera bernama Bila. Bila memiliki putera bernama Unonongo (sumber :  erjeuno.blogspot.com).

Unonongo memiliki putera bernama Uno atau yang dikenal sebagai Mufti Guru Uno. Melalui Multi Guru Uno inilah, asal dari marga Uno di Gorontalo, dimana salah seorang keluarga dari marga ini adalah Razif Halik Uno (Henk Uno), yang merupakan ayah dari pengusaha muda nasional Sandiaga Uno (sumber : gorontalofamily.org).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan

1. Sandiaga Salahudin Uno, lahir di Rumbai (Pekanbaru) 28 Juni 1969. Ia adalah pengusaha asal Indonesia, mantan ketua umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), periode 2005-2008.

Menikah dengan Noor Asiah, wanita asli betawi di karuniai dua orang anak, yakni : Anneesha Atheera Uno dan Amyra Atheefa Uno.

Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran, ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Ia bersama rekannya, mendirikan perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Perusahaan tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain.

Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Di tahun 2011, Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta (sumber ; wikipedia.org).

2. Bersumber dari buku berjudul “30 Kesaksian Pengamal Dhuha” yang ditulis oleh Mamby Alice Syahputra (wartawan Majalah Islam Furqan). Sandiaga Uno diceritakan memiliki kebiasaan menjalani puasa senin kamis. Ia juga secara rutin melaksanakan shalat Dhuha pada setiap harinya (sumber : motivasiana.com).

3. Ibu dari Sandiaga Uno bernama Rachmini Rachman, atau lebih dikenal dengan nama Mien Uno. Mien Uno, adalah puteri dari pasangan R. Abdullah Rachman dan Siti Koersilah.

Mien Uno dikenal sebagai seorang pakar etiket dan pengembangan diri, sekaligus Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa. Adiknya bernama Prof Dr. Arief Rachman, merupakan Pakar Pendidikan di Indonesia, dan Guru Besar di Universitas Negeri Jakarta.

4. Di Gorontalo dikenal seorang Aulia yang bernama Raja Kilat (Ju Panggola). Menurut legenda, ia merupakan salah seorang penyebar Islam di daerah Gorontalo, dan memiliki kemampuan menghilang serta bisa muncul seketika, jika Gorontalo dalam keadaan gawat.

Ju Panggola masih terhitung keturunan Raja Amai, salah seorang anaknya yang bernama Puteri Otu menikah dengan Raja Walangadi (sumber : beautyhulondhalo.blogspot.co.id) , pada pernikahan ini menghasilkan 9 orang anak, yang salah satunya adalah Raja Batutihe, leluhur Sandiaga Uno.

Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!

Hari Kamis Sore, tanggal 25 Desember 2014, yang bertepatan dengan tanggal 3 Rabiul Awwal 1436 H, makam tokoh Betawi, yang juga anggota PITUNG berhasil ditemukan di Pemakaman Puncak Sekuning Palembang (sumber : Makam Tokoh Betawi).

Penemuan makam ini, setelah melalui perjuangan yang melelahkan sdr. Muhammad Ihsan, bersama tim Dzurriyah Aria Jipang dari Jayakarta, Palembang dan Jawa Barat.

pitung3
Sejarah Pitung Betawi

Banyak yang salah mengerti tentang Pitung, Pahlawan dari tanah Betawi. Hal ini disebabkan pengaruh dari kisah-kisah yang beredar di masyarakat, yang menggambarkan Pitung sebagai sosok Jawara, yang membela kaum lemah, melalui keahliannya dalam ilmu beladiri.

Namun sejatinya Pitung itu adalah sebuah organisasi perlawanan rakyat Betawi, terhadap pemerintahan kolonial Belanda. PITUNG merupakan singkatan dari PITUAN PITULUNG, yang bermakna Tujuh Orang Penolong”, yang dipimpin oleh Ratu Bagus Mohammad Ali bin Raden Samirin.

Nama ke-7 Pendekar itu adalah :

1. Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
2. Ratu Bagus Roji’ih Nitikusuma (GUGUR TERTEMBAK)
3. Ratu Bagus Rais Sonhaji Nitikusuma
4. Hasan
5. Saman (nama Panggilan)
6. Jebul (nama samaran)
7. Abdullah (Dulo)
(Sumber : Pitung dari Kemanggisan/Kemandoran)

Keberadaan organisasi PITUNG ini, tentu sangat menghawatirkan Belanda, dengan segala upaya mereka berusaha memadamkan perlawanan masyarakat Betawi.

Dua orang dedengkot PITUNG, Muhammad Ali dan Roji’ih, berhasil mereka bunuh, namun PITUNG ternyata tidak bubar, bahkan pada tahun 1893 muncul Anggota Pitung yang tidak kalah menakutkan mereka, yaitu Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma

pitung1

Pada tahun 1914, Ahmad Syar’i bersama 2 rekan seperjuangan, membentuk organisasi perlawanan yang bernama “KI DALANG”. Pada masa itu, dikenal 3 (tiga)  orang pemimpin yaitu :

a. KI SAMA’UN , yang berpusat di Teluk Naga Kampung Melayu Tangerang (kini masuk wilayah Provinsi Banten)

b. KI SYAR’IE (KH AHMAD SYAR”IE MERTAKUSUMA), berpusat di Bambu Larangan Cengkareng Jakarta Barat.

c. KI ABDUL KARIM DAIM, berpusat di Kampung Duri Gang Jamblang.

Perlawanan “KI DALANG” ini berakhir pada tahun 1924, yang ditandai dengan terbunuhnya Ki Sama’un, serta tertangkapnya Ki Syar’ie, Ki Abdul Karim Da’im bersama pemimpin lainnya.

Tidak beberapa lama ditahan, Ki Syar’ie berhasil kabur, namun beliau tertangkap di Kota Bandung, dan dijatuhi hukuman gantung oleh Pemerintah Kolonial Belanda waktu itu. Tetapi belum sempat dihukum, Ki Sya’ie untuk kedua kalinya berhasil melarikan diri.

Selama bertahun-tahun pihak Belanda mencari keberadaan Ki Syar’ie ini, tetapi tidak juga mereka temukan. Dalam pelariannya Ki Syar’ie sempat ke Medan, kemudian di tahun 1926 bermukim di Kota Palembang (Sumber : Biografi Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma).

Dan makam yang ditemukan oleh Muhammad Ihsan di Palembang, merupakan makam dari Ki Syar’ie atau Kyai Haji Ratu Bagus Ahmad Syar’i Mertakusuma, pembentuk organisasi ‘KI DALANG” sekaligus anggota Kelompok PITUNG yang paling dicari Pemerintah Kolonial Belanda.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang ?
3. [Misteri] Bacaan Kyai Subkhi “Bambu Runcing”, di masa Revolusi Kemerdekaan?
4. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?

Silsilah Gus Dur, Jaka Tingkir dan Keluarga Basyaiban

Di tengah jamuan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia, di hadapan Presiden Ali Abdallah Salih dan para tokoh dari qabilah-qabilah utama di Yaman, Presiden Abdurrahman Wahid (GUSDUR) berkata :

“Ana kaman Yamaani… min Basyaiban!”
(Saya ini juga orang Yaman… dari marga Basyaiban)

Perkataan GUSDUR ini, bukan sekedar gurauan, sebab berdasarkan penyelusuran genealogy, beliau adalah keturunan dari Mbah Sambu Lasem atau dikenal sebagai Sayyid Abdurrahman bin Sayyid Hasyim bin Sayyid Abdurrahman Basyaiban..

gusdur1

silsilah gusdur
Berdasarkan diagram di atas, Gus Dur selain keturunan dari keluarga Basyaiban, juga memiliki pertalian dengan Sultan Pajang, Hadiwijaya atau dikenal sebagai Jaka Tingkir.

Catatan : Ada pendapat, bahwa yang menjadi istri dari Mbah Sambu Lasem, adalah puteri Adipati Tejo Kusuma I, melalui istrinya yang lain (bukan puteri Pajang).

mbah sambu

Keluarga Basyaiban dalam Silsilah Kyai Jawa

Dengan mengacu kepada Silsilah KH. Muhammad Shiddiq (Jember) dan KH. Abdul Hamid (Pasuruan), di dapat informasi, silsalah Mbah Sambu adalah sebagai berikut :

01. Sayyid Abdurrachman al-Basyaiban alias Mbah Sambu (Lasem)
02. bin Sayyid Muhammad Hasyim.
03. bin Sayyid Abdurrachman al-Basyaiban
04. bin Sayyid Abdullah
05. bin Sayyid Umar.
06. bin Sayyid Muhammad
07. bin Sayyid Achmad
08. bin Sayyid Abubakar Basyaiban
09. bin Sayyid Muhammad Asadillah 
10. bin Sayyid Hasan At-Turabi 
11. bin Sayyid ‘Ali 
12. bin Sayyid Muhammad Faqih Muqaddam

Silsilah Sayyid Muhammad Faqih Muqaddam, sampai kepada Nabi Muhammad…

silsilahjalur1

Untuk dipahami, di dalam data keluarga Basyaiban, nama keturunan Sayyid Abdullah bin Sayyid Umar bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Achmad bin Sayyid Abubakar Basyaiban, belum tercatat.

Hal ini berakibat, nama-nama seperti KH. Hasyim Asy’ari (kakek Gusdur), KH. Muhammad Shiddiq (Jember) dan KH. Abdul Hamid (Pasuruan), belum tercantum di dalamnya.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Mbah Sambu Lasem, dalam beberapa silsilah disebut juga dengan nama Pangeran Samhud Bagda atau Pangeran Muhammad Syihabudin Sambu Digdadiningrat atau Pangeran Sam Bua Syayid Ngabdurrahman.

2. Versi lain mengatakan, Silsilah Gusdur berasal dari keturunan Sayyid Maulana Ishaq Azmatkhan (sumber).

01. KH Abdurrahman Wahid
02. bin KH Wachid Hasyim
03. bin KH.M.Hasyim Asy’ari Tebuireng
04. bin KH.M.Asy’ari Keras
05. bin AbSarwan
06. bin Abdul Wahid
07. bin Abdul Halim
08. bin Abdurrahman
09. bin Abdullah
10. bin Abdul Aziz
11. bin Abdul Fatah
12. bin Maulana Ishaq (yang juga merupakan ayah Sunan Giri)

Referensi :
1. Keluarga Bani Shiddiq
2. Silsilah KH. Abdul Hamid
3. Data Keluarga Basyaiban
4. Diplomasi Ketawa : Gusdur keturunan mana ?
5. Wisata Ziarah di Kauman Lasem

Nabi Idris (Oziris), Ilmuwan NUSANTARA dan Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?

Di dalam kepercayaan Mesir Purba, dikenal sosok Dewa Agung yang bernama Oziris (Osiris).

Oziris dalam Legenda Mesir Purba adalah seorang Raja (Penguasa) sekaligus Ilmuwan, yang meninggal karena di bunuh oleh saudaranya sendiri, disebabkan dengki akan pengaruhnya yang besar.

Namun setelah dia wafat, rakyat Mesir memuliakan Oziris, dikarenakan jasanya yang besar pada Peradaban Mesir Purba. Dan lama kelamaan, Oziris kemudian dianggap sebagai Dewa Yang Agung.

punt5

Oziris adalah Nabi Idris

Syaikh Thanthawi Jauhari
di dalam Tafsir Jawahir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan IDRIS tidak lain adalah Oziris atau Azoris.

Kalimat Idris adalah ucapan nama itu dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa diucapkan dalambahasa Arab dengan Isa; Yohannes diucapkan dalam bahasa Arab, Yahya.

Menurut Syaikh Thanthawi, Oziris atau Idris ini seorang Nabi yang diutus Allah kepada bangsa Mesir purba kala dan membawa ajaran-ajaran dan perubahan yang besar-besar (Sumber : Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?).

Sayid Quthub di dalam “Fi Zhilalil Quran“ sependapat dengan Syaikh Thanthawi Jauhari, bahwa besar kemungkinan bahwa Idris ialah Oziris yang ternama dalam Sejarah Mesir Purbakala itu.

Di dalam tafsir-tafsir yang lama sejak Thabari, ar-Razi, al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan yang sezaman tidak bertemu kemungkinan Oziris itu, dan baru bertemu pada Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari pada sekitar tahun 1928, atau pada Tafsir Sayid Quthub selepas tahun 1955.

punt6

Nabi Idris dan Nusantara

Dalam Legenda Mesir Purba, dikenal Tanah Punt sebagai asal muasal Para Dewa.

Di kisahkan seorang  Ratu Mesir Purba, yang bernama Ratu Hatshepsut, mengirim delegasi perdagangan menuju Tanah PuntRatu Hatshepsut  adalah Firaun kelima dari Dinasti ke-18 di Mesir kuno. Ratu Hatshepsut dipercayai pernah memerintah dari sekitar 1479 hingga 1458 SM.

Ada beberapa teori tentang keberadaan Tanah Punt, salah satunya adalah di wilayah Nusantara, yang didasarkan kepada beberapa alasan (Sumber : Punt: Lambang Usia Tamadun Melayu).

1. Dalam sebuah buku yang berjudul The Shipwrecked Sailor, penulisnya mengatakan bahawa lokasi Punt terletak di sebuah kawasan yang berpulau. Kalaulah lokasi Punt itu terletak di pantai laut Afrika, maka secara tidak langsung, teori Afrika sudah batal.

2. Terdapat ukiran di dinding kuil ratu Hatshepsut menunjukkan lokasi Punt terletak di antara persimpangan jalan perdagangan beberapa peradaban besar dunia. Lokasi seperti itu, tidak lain adalah  Nusantara, yang terletak di laluan perdagangan antara bangsa antara China dan India.

3. Jangka masa yang diambil oleh kapal-kapal Hatshepsut sangat lama untuk kembali ke Mesir. Rekod mengatakan bahawa mereka hanya tiba ke Mesir sewaktu tahun ke-5 pemerintahan Hatsheptsut. Bayangkanlah di manakah lokasi tersebut? Kalaulah terletak di Afrika, tidaklah mengambil masa selama itu.

4. Terdapat ukiran di dinding Kuil Hatshesut yang menjelaskan bahawa Raja Punt yang disingahi delegasi Hatsheptsut memiliki sebilah ‘pisau pendek’ yang diselitkan pada kain sarungnya. Ketahuilah bahawa budaya Mesir purba tidak pula menyelitkan senjata pada kain atau seluar. Budaya kaum manakah ini?  (Gambar di bawah)

punt1

5. Ukiran di dinding kuil Hatshepsut mengatakan bahawa kaum yang mendiami Negeri Punt ini mempunyai berbagai ragam warna kulit dan puak. Ada diantaranya yang berkulit gelap, ada yang berkulit kemerah-merahan dan ada yang berkulit perang kekuningan. Kalau dilihat di Nusantara misalnya, terdapat Negrito dan orang Asli yang berkulit gelap, yang berkulit merah ialah Melayu pelaut dan pedagang manakala yang berkulit kuning mungkin orang Melayu Banjar, Rejang, Minang dan sebagainya yang berkulit cerah. Ini sangat bertentangan dengan penduduk di Afrika. (Gambar di bawah)

punt2

 6. Seni Arsitektur di Punt juga menjurus ke arah seni arsitektur rumah kayu Melayu. Kajian Antropologi menunjukkan bahawa seni bina rumah Punt yang digambarkan di dinding kuil Hatshepsut tidak langsung mempunyai ciri-ciri rumah di Afrika. (Gambar di bawah)

punt3
7. Potoh, (gelang dipergelangan tangan) merupakan bukti seterusnya. Nehesi yang merupakan ketua armada laut Hatshepsut mengatakan bahawa Raja Punt memakai potoh pada pergelangan lengannya Kawan-kawan yang mengkaji tentang budaya dan adat tradisi raja-raja Melayu sudah pasti dapat menangkap.  Ini budaya raja-raja Melayu.

8. Kalau kita membaca teori Punt, mereka datang ke situ untuk berdagang. Satu daripada barang terpenting yang mendapat permintaan tinggi para pedagang Mesir purba adalah Anti atau kemenyan Punt. Untuk pengetahuan anda ukiran di dinding Kuil Ratu Hatshepsut ada memperincikan tentang kemenyan dan pokoknya sekali. Dan kejutannya ialah… pokok kemeyan di dinding sana menunjukkan bahawa hanya hidup di Nusantara! Yakni di Kepulauan Melayu ini.

9. Lagi ukiran di dinding Kuil Hatshepsut ialah mengenai budaya MELILIT oleh PENDUDUK PUNT. Sekarang beritahu saya, bangsa mana yang menjadikan ini sebagai budaya wahai rakan-rakan? Tak lain tak bukan ialah rumpun melayu kita. Yang Melayu dengan tengkolok dan semutarnya, yang Jawa dengan blangkonnya yang Dayak, iban dan banyak lagi suku-suku lain dengan budaya lilitan di kepala. (Gambar di bawah)

punt4

Dengan alasan-alasan diatas, Tanah Punt yang merupakan asal muasal Para Dewa Mesir, di-sinyalir berada di Nusantara. Tentu kita semua paham, salah satu Dewa yang Paling Agung bagi rakyat Mesir Kuno adalah Oziris, yang menurut Syaikh Thanthawi, Oziris sejatinya tidak lain adalah Nabi Idris.

Apakah ini berarti, Nabi Idris (Oziris), berasal dari Nusantara ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Matematika Sedekah, menurut Ustadz Yusuf Mansur

Di dalam tulisannya berjudul Mempebanyak Sedekah, pada tanggal 20 July 2014 di situs republika.co.id, Ustadz Yusuf Mansur memaparkan tentang proses hitung-hitungan sedekah, yang ternyata sedikit berbeda dengan perhitungan matematika yang biasa kita temui…

sedekah6

Republika, 20 Juli 2014

Jika seseorang menggunakan matematika biasa (berhitung ala manusia) untuk menghitung, maka hal itu tidak bisa diterapkan dalam sedekah. Sebab, matematika sedekah berbeda dengan matematika biasa.

Dan kalau menggunakan matematika biasa, sepertinya banyak orang yang tak akan mau bersedekah. Kenapa, karena setiap kita member kepada orang lain, dipandangnya, dilihatnya, diketahuinya, pasti akan berbeda. Bahkan, mungkin dianggapnya akan berkurang.

Misalnya, 10 dikurang satu, maka hasilnya pasti sembilan (10-1=9). Dan kalau 10 dikurang dua, maka hasilnya akan delapan (10-2=8). Kalau 10 dikurang tujuh, maka hasilnya tersisa tiga (10-7=3). Demikian seterusnya. Itu hitungan matematika yang biasa atau umum.

Karena itu, ia harus punya matematika ilahiyah. Matematika sedekah yang berbeda dengan matematika biasa. Matematika ilahiyah, atau matematika sedekah, ketika seseorang bersedekah maka nilainya akan bertambah.

sedekah5
Misalnya, 10 dikurang satu, hasilnya bukan sembilan, melainkan 19. Kemudian 10 dikurang dua, maka hasilnya bukan delapan, melainkan 28. Dan 10 dikurang tiga, hasilnya bukan tujuh, melainkan 37.

Begitu seterusnya. Semakin banyak disedekahkan, maka hasilnya pun akan terus bertambah. Misalnya, 10 dikurangi 10, hasilnya adalah 100 bukan nol.

Jadi, semakin dia tahu, semakin dia merasakan, semakin dia melihat, dan jika dia bersedekah, maka hasilnya akan semakin banyak. Dan jika dia mengetahui hal ini, semestinya dia akan semakin rajin bersedekah, dengan nilai yang akan lebih banyak lagi.

Nilai ini, jika kelipatannya hanya 10. Bagaimana jika hasilnya dikalikan dengan kelipatan 700 kali lipat? Tentu akan lebih besar lagi. Jika 10 dikurangi (disedekahkan) 10, maka hasilnya adalah 7.000, bukan nol.

Seorang karyawan dengan gaji sebesar Rp 2 juta, tetapi pengeluarannya Rp 3 juta, tidak mungkin dia akan bersedekah. Sebab, untuk kebutuhan sehari-harinya saja sudah nombok. Begitu pula pandangan masyarakat umum akan hal ini. Akibatnya, jangankan untuk bersedekah, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya saja dia tak bisa. Hal ini juga yang membuat mereka dan kebanyakan umat Islam, enggan bersedekah.

Andai dia tahu matematika sedekah, niscaya mereka akan banyak bersedekah. Jika dia mengetahui gajinya Rp 2 juta sedangkan kebutuhannya Rp 3 juta per bulan, maka dia akan bersedekah untuk mencukupi kebutuhannya.

Bismillah. Misalnya, dia mengeluarkan 10 persen dari kebutuhannya (Rp 3 juta) atau sebesar Rp 300 ribu. Insya Allah, dia akan mendapatkan hasil sebesar Rp 4,7 juta. Bahkan bisa mencapai lebih besar lagi bila dikalikan dengan 700 kali lipat.

Seorang pengusaha punya giro sebesar Rp 100 juta, tapi dia punya kebutuhan yang harus ditunaikan sebesar Rp 700 juta. Kemana mencari kekurangan Rp 600 jutanya? Setelah pengusaha ini meyakini dan memahami tentang ilmu sedekah, maka Bismillahirrahmanirrahim, dia sedekahkan seluruh uang yang ada di gironya itu. Subhanallah, dia akan mendapatkan Rp 1 miliar.

sedekah3

Khusus di bulan suci Ramadhan ini, Allah akan makin melipatkan gandanya melebihi yang biasa. Jika pada bulan-bulan lainnya dilipatgandakan 10 kali lipat atau 700 kali lipat, tapi pada bulan puasa ini, Allah akan melipatgandakannya hingga ribuan bahkan puluhan ribu kali lipat.

Karena itu, bila sudah memahami matematika sedekah ini, saya berharap seluruh pembaca Republika Online, dikaruniakan Allah kelebihan rezeki yang berlipat-lipat. Sehingga bisa bersedekah semakin banyak, semakin besar. Dan tentu saja, tetap dengan niat yang tulus ikhlas karena mengharapkan ridha Allah Taala.