Tag Archives: manusia

[Misteri] Manusia Sang Hyang, Penghuni Awal Nusantara ?

Dalam mitologi masyarakat Jawa, dikisahkan tentang awal mula penduduk Nusantara, yang bermula dari pernikahan Sang Hyang Nurcahya (Anwar) dengan Dewi Nurrini (Dewi Mahamuni). Digambarkan Sang Hyang Nurcahya merupakan anak keturunan Nabi Adam, sementara Dewi Nurrini merupakan puteri Prabu Nurhadi (sumber : babad tanah jawi dan kisah pewayangan).

Legenda kuno ini memberikan gambaran, tentang kepercayaan adanya makhluk sebelum Bani Adam, yang oleh beberapa kalangan di-istilahkan sebagai Bani Jan, yang diwakili oleh sosok Dewi Nurrini.

Neanderthal, Credit: Mauro Cutrona

Misteri Manusia Sang Hyang 

Pernikahan antara Bani Adam (Anwar), dengan Bani Jan (Dewi Nurrini) melahirkan Sang Hyang Nurrasa, sebagai cikal bakal Manusia Sang Hyang, yang memiliki pusat pemerintahan yang disebut Kahyangan.

Di dalam legenda, sering kali ditemukan silsilah yang menghubungkan kekerabatan manusia modern, sebagai keturunan Manusia Sang Hyang. Hal ini bisa terlihat dalam genealogy raja-raja di jawa, meskipun secara sains belum terbukti kebenarannya.

Manusia Sang Hyang boleh jadi merupakan komunitas manusia pra sejarah, sebagaimana Manusia Neanderthal yang dalam pemetaan Y-DNA dan MtDNA, sudah tidak terdeteksi lagi keberadaannya.

Kepunahan ras-ras manusia ini, bisa disebabkan karena wabah penyakit atau bisa juga dikarenakan bencana alam, seperti yang dialami Manusia Neanderthal 30.000 tahun yang lalu (sumber : Neanderthal). Namun demikian, jejak keberadaan DNA Manusia Neanderthal, masih bisa ditemukan pada sekitar 1%-4% pada genom manusia modern (sumber : sejarahdk.com dan livescience.com).

Kuat dugaan Manusia Sang Hyang yang banyak berdiam di wilayah India dan Nusantara, mengalami penurunan populasi diakibatkan letusan Gunung Toba, pada 74.000 tahun yang lalu. Bencana vulkanik ini, diperkirakan hanya menyisakan sekitar 30.000 orang yang selamat (sumber : misteri manusia bumi).

Di sisi lain, secara suprnatural masih banyak yang meyakini keberadaan komunitas Sang Hyang hingga masa sekarang. Komunitas Sang Hyang dipercaya memiliki struktur genetik yang berbeda dari manusia biasa, sehingga memiliki usia yang sangat lanjut serta dapat hidup di ruang luar dimensi alam syahadah.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?
3. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
4.

Iklan

[Misteri] Qarin, Black Box Manusia ?

Dalam dunia penerbangan dikenal istilah kotak hitam atau black box, yang merupakan sekumpulan perangkat perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) serta perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam suatu pesawat terbang.

Setiap manusia juga memiliki black box, yang disebut qarin. Tugas qarin adalah merekam semua perilaku seseorang. Dan ketika manusia telah wafat, sering kali sosok qarin ini dianggap sebagai arwah (ruh) dari orang yang meninggal.


Qarin dan Muwakkal

Identifikasi sosok Qarin, bisa terlihat dalam hadits Abdullah bin Mas’ud,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan dikuasai satu Qarin (pendamping) dari kalangan jin dan malaikat.”

Mereka bertanya: “Kepada engkau juga, wahai Rasulullah??” Beliau menjawab: “Aku juga, tetapi Allah membantuku mengalahkannya lalu dia masuk Islam, hingga dia tidak menyuruhku selain terhadap kebenaran.” (Sahih Muslim, no. 5034, Musnad Ahmad, no. 4160)

Qarin akan berpisah dengan manusia, apabila manusia itu meninggal dunia. Roh manusia akan ditempatkan di alam barzakh, sementara Qarin akan terus hidup sebagaimana lazimnya umur jin yang panjang. Dan kelak di hari akhirat nanti, kedua-duanya akan dihadapkan ke hadapan Allah untuk diadili (sumber : Qarin, Pendamping Setiap Manusia).

Sebagian ahli kasyaf (orang yang memiliki mata batin) jika berziarah ke ahli barzakh, dia tahu sosok yang hadir di makam, apakah muwakkal (perwakilan) atau qarin-nya yang di sana.

Ada meyakini di makam-makam para wali, bukan hanya terdapat Qarin, namun juga ditemui para malaikat sebagai muwakkal (perwakilan). Para malaikat ini, ditugasi menjaga kuburan sang wali, dan malaikat penjaga ini, akan menjadi perantara para peziarah dalam menyampaikan hajatnya.

Arwah Orang Meninggal

Berkenaan dengan kehadiran sosok ruhani (arwah) orang yang telah wafat, ada yang percaya di  waktu-waktu tertentu, mereka hadir di kuburnya. Semisal ketika ziarah kepada Syaikh Abdul Wahab asy-Sya’roni, beliau akan hadir saat menjelang ba’da shalat Fajar atau menjelang Shubuh (sumber : antara Qarin dan Arwah).

Namun ada juga yang berpendapat, ruhani (arwah) orang telah meninggal, masing-masing telah disibukkan dengan balasan yang Allah berikan kepada mereka. Ruh orang baik, berada di tempat yang baik, sebaliknya, ruh orang jelek berada di tempat yang jelek.

Sebagaimana pendapat Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barrak, beliau mengatakan :

والميت كذلك لا يعلم بشيء من أحوالهم لأنه غائب عنهم في نعيم أو عذاب ، ولكن قد يُطلع الله بعض الموتى على بعض أحوال أهله ولكن دون تحديد. وقد جاءت آثار لا يعتمد عليها بأن الأموات قد يعرفون أشياء من أحوال أهلهم

Demikian pula mayit, dia tidak mengetahui keadaan keluarganya, karena dia tidak ada di tengah-tengah mereka. Mereka sibuk dalam kenikmatan atau adzab. Hanya saja, terkadang Allah tampakkan kepada beberapa mayit sebagian keadaan keluarganya, namun ini tanpa batasan waktu tertentu.

Terdapat beberapa atsar (riwayat dari para ulama) tentang hal ini yang belum bisa dijadikan dalil (karena perlu dilakukan penelitian ulang) yang menyebutkan bahwa mayit terkadang mengetahui keadaan keluarganya (Fatwa Islam, 13183, sumber : Benarkah Orang Meninggal Bisa Menemui Keluarganya?).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] 100.000 Adam, menurut Ibnu Arabi ?
2. Misteri di Langit Makkah, 1437 tahun yang lalu ?
3. Bukti Arkeologis, Keberadaan Penghuni Langit di Bumi ?
4. Time Traveller (Perjalanan Lintas Waktu), dalam Kisah Qibas Nabi Ibrahim ?

Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?

Para ilmuwan telah mengidentifikasi sebuah benua baru yang letaknya di barat daya Samudera Pasifik, dan menamakannya Zealandia. Dari perspektif geoscience, keberadaan benua ini di-identifikasikan sebagian besar di bawah air.

Sebuah laporan yang baru dipublikasikan oleh Geological Society of America menyatakan bahwa beberapa pulau, terutama Selandia Baru dan Kaledonia Baru, dihubungkan oleh kerak benua yang terendam, dimana secara geologis terpisah, dari Benua Australia dan Antartika (sumber : watchers.news).

benua1

Legenda Burung Roc (Anqa)

Kisah Benua yang terendam tercatat dalam “Kitab Kematian” dari Bangsa Mesir Kuno. Di dalam kitab tersebut diceritakan tentang Benua MU yang tenggelam, yang berakibat kepada kehancuran peradaban umat manusia.

Berdasarkan pendapat peneliti Shershord, Benua MU diperkirakan berada di Lautan Pasifik, menurutnya keberadaan Benua MU, terkait dengan mitos burung roc, yang banyak dijadikan simbol kebangsaan di beberapa negara.

Di dalam epos Shalmameh, tulisan al-Firdausi, terdapat kisah burung roc yang menjadi pengasuh dan memelihara manusia asing yang tenggelam. Dan berdasarkan penelitian Christine Salinger mengungkapkan, burung roc telah ada pada ukiran-ukiran kuno di masa lalu (sumber : makhluk-makhluk yang kembali ke langit, tulisan Anir Mansour).

roc1
Burung roc memiliki kemiripan dengan burung-burung bersayap bundar yang terdapat di Mesir, Babilonia, Asyuria, Guetemala dan Meksiko. Burung ini di dalam sastra Arab Kuno, dikenal sebagai Burung Anqa. Burung ini juga dikenal dengan nama Simurgh dan Phoenix.

Berdasarkan catatan Wittkower di dalam  “The bird and serpent myth”, yang mengidentifikasikan Burung Roc merupakan Burung Garuda, yang pada masa sekarang ini merupakan lambang kebangsaan rakyat Indonesia (sumber : Roc (mythology), roc (physiology)).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?
3. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” yang berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

[Misteri] Manusia Bumi dan Nabi Idris, selepas Letusan Gunung Toba 74.000 tahun yang lalu ?

Ketika terjadi Letusan Gunung Toba sekitar 74.000 tahun yang lalu, manusia hampir diambang kepunahan. Bencana vulkanik ini diperkirakan hanya menyisakan sekitar 30.000 orang yang selamat.

Dengan demikian, manusia yang hidup sekarang, merupakan keturunan dari segelintir manusia yang dahulu selamat dari bencana Letusan Gunung Toba (sumber : Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan GeologiMigration after Toba dan Gunung Toba).

supervolcano1
Manusia Bumi adalah Keturunan Nabi Idris (Oziris)

Syaikh Thanthawi Jauhari di dalam Tafsir Jawahir menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan Nabi Idris tidak lain adalah Oziris, leluhur Bangsa Mesir Purba.

Kalimat Idris adalah ucapan nama dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa diucapkan dalam bahasa Arab adalah Isa, dan Yohannes diucapkan dalam bahasa Arab adalah Yahya (Sumber : Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?).

Sejalan dengan perjalanan waktu, dikarenakan jasa yang besar pada Peradaban Mesir Purba, Oziris kemudian dianggap sebagai Dewa Yang Agung. Pendirian Piramid Besar Khufu (Cheops) di Giza, erat hubungannya dengan pemujaan bangsa Mesir purba terhadap Oziris (Osiris), yang mereka anggap sebagai jelmaan Orion (Dewa Kematian) (sumber : Nabi Idris (Oziris), Ilmuwan NUSANTARA dan Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?).

Berdasarkan kepada penemuan naskah kuno di dalam Piramid Giza, yang mengatakan bahwa piramid dibangun ‘pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer’, menurut perhitungan sejarawan, Abu Said El Balchi, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar 72.000 tahun sebelum Hijrah Nabi (622 Masehi) atau sekitar 73.378 yang lalu (sumber : Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia ). Dengan demikian keberadaan Nabi Idris (Oziris) di Peradaban Mesir Purba, diperkirakan sekitar 600-700 tahun selepas Letusan Gunung Toba.

Setelah melewati jarak ribuan tahun, kelak dari keturunan Nabi Idris inilah akan lahir Keluarga Nabi Nuh, yang merupakan nenek moyang umat manusia yang ada pada saat ini.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Berdasarkan situs International Starch Institute, jumlah penduduk bumi yangtersisa setelah Letusan Gunung Toba, berkisar antara 10.000 – 40.000 jiwa.

2. Pendapat Sejarawan Abu Said El Balchi (Abou Zeid el Balkhy, source : The Literary Gazette, Volume 24) :

“The Pyramid had been constructed when the Lyra was in the sign of Cancer, this event was twice 36,000 years before this day”.

“Piramida telah dibangun ketika Lyra berada di tanda Cancer, peristiwa ini adalah dua kali 36.000 tahun sebelum hari ini”.

pyramid1
Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Misteri Ajaran Kapitayan, Jejak Monotheisme Nabi Nuh dalam Keyakinan Purba masyarakat Nusantara?
3. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?
4. [Misteri] Keberadaan Leluhur Nusantara di Gua Shandingdong (China), sekitar 10.000 tahun yang silam?

Eksistensi Manusia sebelum Adam, dalam bahasan Genealogy Ilmuan Muslim ?

Upaya menulusuri genealogi umat manusia telah dilakukan oleh umat Islam, jauh sebelum munculnya beragam teori tentang manusia dalam paleontropologi atau ilmu tentang manusia purbakala (Teori Darwinisme).

Para cendekiawan di masa salaf, banyak mengupas persoalan ini. Lebih dari 400 buah kitab telah berhasil dikarang, beberapa di antaranya ada yang fokus pada nasab orang-orang Arab, dan tak sedikit pula yang panjang lebar mengulas genealogi secara umum.

jejakkaki
Perdebatan Manusia Pertama

Kitab-kitab yang cukup dikenal membahas tentang asal usul manusia, misalnya Bahr an-Nishab, karangan Abu Makhnaf Luth bin Yahya (157 H), an-Nasab al-Kabir karya Amir bin Hafsh (170 H), al-Kamil fi an-Nasab besutan Ibnu Thabathaba (449 H), dan masih banyak lagi.

Dan faktanya belum pernah muncul kesepakatan dari mereka akan siapakah manusia pertama kali yang layak dijadikan sebagai muara keturunan umat manusia saat ini.

Bahkan sebagian sejarawan menegaskan bahwa Adam bukanlah muara dari keturunan segenap manusia (abu al-basyariyah), mereka menganggap Adam sebagai bapak manusia (abu al-Insan). Dua istilah yang berbeda makna tentunya.

Al-Qalaqasyandi di dalam Nihayat al-Irib fi Ma’rifat Ansab al-Arab menambahkan, para ahli genealogi dan sejarawan sepakat bangsa-bangsa yang eksis dan berkembang saat ini, merupakan keturunan dari Nuh yang selamat dari peristiwa banjir bandang.

Di kalangan sejarawan terkemuka seperti Ibn al-Atsir, at-Thabari, al-Muqrizi, berpendapat bahwa jutaan tahun sebelum Adam, telah ada eksistensi manusia di muka bumi. Mereka berjibaku dengan golongan jin, untuk saling berebut hegemoni dan kekuasaan sebagai penguasa tunggal di bumi.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber : republika.co.id

Artikel tentang Genealogi Manusia :
1. [Misteri] 100.000 Adam, menurut Ibnu Arabi ?
2. Nabi Adam, dan misteri telapak kaki 200 juta tahun yang lalu ?
3. Proses Penciptaan Nabi Adam, Persenyawaan Atom dan Sinar Kosmik ?
4. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi

[Misteri] 100.000 Adam, menurut Ibnu Arabi, dan dalil keberadaan Alien?

Di dalam tulisan, yang berjudul “Mungkinkah berguru dengan penghuni alam lain?”, Dr. Nasaruddin Umar mengangkat cerita tentang Ibnu Arabi.

Ibnu Arabi pernah mengalami pengalaman spiritual, beliau berjumpa seseorang yang memperkenalkan diri telah hidup 400.000 tahun. Ibnu Arabi mengatakan, bagaimana mungkin, sedangkan Nabi Adam saja belum hidup ketika itu.

Lalu orang itu mengatakan, Adam yang mana, sambil mengingatkannya kepada hadis Nabi Muhammad, “Innallaha khalaqa miata alaf Adam” (Sesungguhnya Allah telah menciptakan 100.000 Adam). (Lihat Futuhat, jilid III, h. 459). (sumber : republika.co.id).

alien3
Adam di Bumi yang lain

Keberadaan Adam yang lebih dari satu orang, juga merupakan pendapat sahabat Rasulullah, Ibnu Abbas ra. (Sumber : Nabi Adam, dan misteri telapak kaki 200 juta tahun yang lalu ?).

adam1Al-Allamah Al-Alusi rahimahullahu dalam Kitabnya Ma Dalla Alaihi Al-Qur an Min Ma Yadhadhu Al-Haiah Al-Jadidah Al-Qawimah Al-Burhan, halaman 132 menjelaskan hadis diatas,

“Maksud khabar ini adalah bahwasannya setiap bumi dihuni oleh mahluk yang berasal dari satu keturunan, seperti misalkan dibumi kita ini yang bersumber dari Adam. Lalu disana ada pula pribadi-pribadi yang memiliki keistimewaan dibanding dengan lainnya.

Sebagaimana kedudukan Nuh, Ibrahim, dan Nabi-Nabi lain ditengah-tengah kita”. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (no. 3822 – Dar Kutub Ilmiyah), ia berkata, “Hadits ini shahih isnad”, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Al-Ajluni dalam Kasyful Khafa (1/113) no. 316, berkata, “Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam Asma wa Shifat dengan sanad yang shahih”.

Sebagian ahli hadis mengatakan hadis ini lemah, sebab diriwayatkan oleh Syarik yang buruk hapalannya dari Atho yang juga lemah.

Tetapi hadis ini terdapat jalan lain yang lebih ringkas : “Di tiap-tiap bumi ada semisal Ibrohim, dan yang semisal apa-apa yang diciptakan di bumi kita ini”.

Diriwayatkan oleh Ibn Jarir dalam Tafsir (23/469) dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (no. 3823–Dar Kutub Ilmiyah), keduanya dari jalan Syu bah dari Amru ibn Muroh dari Abi Dhahi dari Ibn Abbas. Al-Hakim berkata, “Hadits ini shahih dengan syarat Syaikhain (Bukhari dan Muslim)”, dan disetujui Adz-Dzahabi. Berkata Ibn Hajar dalam Fathul Baari (9/476), “Isnadnya shahih” (sumber : Review Misteri Besar Alien Planet Inhabit)

Dalil dari Ibnu Abbas ra ini, sering dijadikan sandaran bagi mereka yang meyakini, adanya makhluk cerdas (Alien) di luar planet bumi yang kita tinggali ini.

solarsystem1
Misteri 100.000 Adam

Tentang eksistensi 100.000 Adam, dimanakah mereka bermukim ?
Apakah semua berada di planet Bumi ? ataukah sebagian bertempat tinggal di luar angkasa, yang sangat luas ini ?

Berkenaan tentang keberadaan makhluk cerdas (Alien) di planet lain, Ustadz Yudi N. Ihsan, mengupasnya berdasarkan kepada ayat al qur’an, sebagaimana kajiannya pada tulisan Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi.

adam2
WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Allah has created one hundred thousand Adams before the Adam, known to us (source : Farid Wajid, Da’irah Ma’arif, 1:124).

The same is referred to Ja’far al-Sadiq. Muhammad ‘Ali al-Baqir goes further and is quoted to has said: Indeed, before Adam, our father, one million or more Adams have passed…

source : Farid Wajid, Da’irah Ma’arif, 1:126 ; Al-Razi, Tafsir-e-Kabir, 19:179. Imam Razi has recorded the following words: “Indeed, before our father Adam, one million or more Adams have passed.”

Link : ummah.com

Dalam versi yang lain…

Jafar Sadiq said “Before this Adam, there were a thousand thousand Adams.”
(Bihar Al Anwar, Volume 2, Part Baa, whyislam.org)

2. Dari kalangan Tabi’in, terkait dengan makhluk cerdas di luar planet Bumi, terdapat riwayat yang bersumber dari Aun bin Abi Syadad, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdulloh bin Ahmad bin Hambal dalam kitab Al-Zuhud (No. 1589), dan Abu Syaikh dalam Al-Adzamah (no. 921).

Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata:

حدثني نَصْرَ بْنَ عَلِيٍّ، حدثنا نُوحُ بْنُ قَيْسٍ، حدثني عَوْنُ بْنُ أَبِي شَدَّادٍ، قَالَ إِنَّ للَّهِ تبارك وتعالى خلق بمسقط الشَّمْسِ أَرْضًا بَيْضَاءَ نُورُهَا بَيَاضُهَا فِيهَا قَوْمٌ لَمْ يَدْرُوا أَنَّ اللَّهَ تبارك وتعالى عُصِيَ قَطُّ »

Menceritakan kepada saya Nashr bin Ali, men-ceritakan kepada kami Nuh bin Qais. Menceritakan kepada saya ‘Aun bin Abi Syadad yang berkata: “Sesungguhnya Allah Tabaroka wa Ta’ala mencipta-kan diarah terbenamnya matahari, bumi yang putih, cahayanya itulah yang (menyebabkan) putih, didalam-nya ada kaum yang tidak melakukan kemaksiatan kepada Alloh Tabaroka wa Ta’ala sedikitpun”.

Abu Syaikh berkata:

حَدَّثَنَا الْهَرَوِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنَا نُوحُ بْنُ قَيْسٍ الْحُدَّانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ عَوْنَ بْنَ أَبِي شَدَّادٍ يَقُولُ: «إِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى أَرْضًا بَيْضَاءَ نُورُهَا بَيَاضُهَا خَلْفَ مَسْقَطِ الشَّمْسِ، فِيهَا قَوْمٌ مَا يَشْعُرُونَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عُصِيَ فِي أَرْضٍ»

Menceritakan kepada kami Al-Harawi, menceritakan kepada kami Ubaidullah, menceritakan kepada kami Nuh bin Qais al-Hudani yang berkata: aku mendengar Aun bin Syadad berkata: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan bumi yang putih, cahayanya itulah yang (menyebabkan) putih, diarah terbenamnya matahari, didalamnya ada kaum yang tidak mengetahui sesung-guhnya Alloh Azza wa Jalla dimaksiati dibumi” (Sumber : Misteri Planet Inhabit).

3. Dalil keberadaan makhluk di luar bumi, terdapat pada tafsir Sayyid Abul Ala Maududi, untuk Surah Ash Shura (The Consultation), ayat 29

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَابَّةٍ وَهُوَ عَلَى جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ

Among His Signs is the creation of the heavens and the earth and the living things, which He has scattered in both. He can gather them all together whenever He wills

Beliau menulis :

In both”: In both the earth and the heavens. This is a clear pointer to the fact that life does not only exist on the earth but on other planets as well
(Sumber : tafsir Sayyid Abul Ala Maududi)

4. Secara matematis, keberadaan 100.000 Adam dapat dijelaskan sebagai berikut :

Ilmuan memperkirakan ada sekitar 30 milyar trilliun (3×10²²) Bintang (serupa matahari, yang memiliki sumber cahaya sendiri, dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari matahari ), yang ada di alam semesta.

Jika di setiap bintang memiliki tata surya sendiri, anggaplah hanya 0,000.000.001% (sepermilyar persen), yang memiliki persyaratan adanya kehidupan, berarti ada sekitar 300 milyar tata surya yang ada kehidupan.

Kalau kemudian ada 100.000 Adam, yang terbagi merata, artinya masing-masing Adam akan ter-integrasi dengan komunitas kehidupan di 3.000.000 tata surya.

Artikel Menarik :
1. Misteri di Langit Makkah, 1437 tahun yang lalu ?
2. Bukti Arkeologis, Keberadaan Penghuni Langit di Bumi ?
3. Time Traveller (Perjalanan Lintas Waktu), dalam Kisah Qibas Nabi Ibrahim ?
4. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi?

Misteri Ajaran Kapitayan, Jejak Monotheisme Nabi Nuh dalam Keyakinan Purba masyarakat Nusantara?

Adalah satu kekeliruan, jika kita beranggapan Leluhur masyarakat Nusantara, adalah penganut animisme, penyembah benda-benda alam.

Leluhur Nusantara di masa purba, telah memiliki keyakinan monotheisme, yang disebut “Ajaran Kapitayan”.

purba1a

Ajaran Tauhid dalam Keyakinan Kapitayan

Ajaran Kapitayan menyakini bahwa segala sesuatu di alam semesta ini, diciptakan oleh Sang Maha Kuasa, yang di-istilahkan sebagai Sang Hyang Taya. Sosok Sang Hyang Taya, memiliki makna Dzat yang tidak bisa didefinisikan, yang tidak bapat didekati dengan Panca Indra.

Kepercayaan Ajaran Kapitayan kepada Sang Maha Pencipta, tentu tidak lepas dari ajaran tauhid yang dibawa oleh leluhur umat manusia Nabi Adam.

Setelah peristiwa bencana di masa Nabi Nuh, ajaran monotheisme ini kemudian disebarluaskan oleh pengikut serta keluarga Nabi Nuh, ke seluruh penjuru dunia. Jejak ajaran Tauhid Nabi Nuh, nampaknya memberkas kepada ajaran Kapitayan yang dianut oleh leluhur masyarakat Nusantara di masa Pra Sejarah.

purba1

Ajaran Kapitayan, bukan Animisme

Dalam perkembangan selanjutnya, ajaran kapitayan yang awalnya merupakan kepercayaan monotheisme, mengalami pergeseran.

Sang Hyang Taya yang Maha Ghaib, kemudian muncul dalam pribadi “TU”, “TU” lazim disebut Sanghyang Tu-nggal, yang memiliki 2 sifat, yaitu sifat yang baik disebut Tu-Han dan sifat yang tidak baik disebut Han-Tu.

Sosok Kekuatan Sang “TU” dalam ajaran ini, diyakini berada (mempribadi) kepada benda-benda yang memiliki kosa kata Tu atau To, seperti : wa-Tu (Batu), Tu-rumbuk (pohon beringin), Tu-gu, Tu-lang, Tu-ndak (bangunan berundak), Tu-tud (hati,limpa), To-san (pusaka), To-peng, To-ya (air). Dan melalui sarana benda-benda ini, masyarakat Pra Sejarah melakukan persembahan dalam bentuk sesaji.

Sesaji yang diletakkan di benda-benda alam ini, kemudian disalah artikan sebagai bentuk penyembahan kepada benda-benda alam (animisme). Padahal sejatinya merupakan sarana peribadatan kepada “Sang Pencipta”, dalam bentuk sajian yang disebut Tumpeng.

Referensi :
1. Sejarah Nasi Ambeng, oleh Dr. Agus Sunyoto (Youtube)
2. Kapitayan : Agama Bangsa Nusantara
3. Agama kapitayan dan Sejarah Nasi Ambeng

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Tanah Punt, Sundaland dalam Legenda Leluhur Bangsa Nusantara?
3. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?