Tag Archives: indonesia

Jalan Kaki itu Berpahala dan Sehat ?

Mengapa di daerah Perkotaan Indonesia sering terjadi kemacetan ?
Jawabannya karena jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan yang disediakan.

Mengapa di Indonesia banyak kendaraan ?
Jawaban karena orang Indonesia, merupakan penduduk yang paling malas berjalan kaki di dunia.

Padahal Rasulullah sangat menganjurkan berjalan kaki, bahkan kita bisa memperoleh ganjaran pahala sedekah, sebagaimana sabdanya :

وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ

“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.”
(HR. Muslim no. 2382)

Jalan Kaki solusi Kemacetan dan manfaatnya bagi kesehatan

Di negara-negara yang penduduknya aktif berjalan kaki, tingkat kemacetan lalu lintas cenderung lebih rendah daripada negara dengan penduduk yang malas berjalan kaki.

Aktivitas berjalan kaki sesungguhnya dapat menjadi solusi yang murah untuk mengurangi kemacetan di Indonesia. Pihak Pemerintah tidak perlu menyediakan anggaran yang besar untuk memperlebar jalan-jalan di perkotaan. Dana yang ada akan lebih bijak jika diperuntukkan bagi kampanye aktifitas berjalan kaki serta memperbanyak penyediaan fasilitas penunjang bagi pejalan kaki.

Selain itu, aktivitas berjalan kaki juga memiliki manfaat bagi kesehatan, diantaranya adalah :

1. Baik untuk kesehatan jantung
Menurut sebuah studi, jalan kaki selama 30 menit diduga bisa menurunkan kemungkinan seorang wanita mengalami masalah jantung sekitar 40 persen.

Hal ini karena jalan kaki dapat meningkatkan denyut jantung, meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh, dan memperkuat jantung.

2. Mencegah diabetes tipe 2
Selain penyakit jantung, diabetes tipe 2 juga bisa dicegah dengan berjalan kaki setidaknya selama 30 menit dalam sehari. Dengan melakukan jalan kaki, Anda telah memicu otot untuk bekerja lebih sehingga kemampuan untuk menyerap glukosa meningkat.

3. Menurunkan berat badan
Dengan berjalan cepat selama 30 menit dalam sehari Anda bisa membakar setidaknya 150 kalori per hari. Semakin cepat langkah kaki Anda, semakin banyak kalori yang dibakar.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Kurang olahraga bisa membuat tubuh Anda mudah terkena penyakit. Cobalah untuk sempatkan diri melakukan jalan kaki setidaknya selama 30 menit. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh akan meningkat dan melawan infeksi.

5. Mencegah osteoporosis
Osteoporosis disebabkan oleh adanya penipisan tulang sehingga tulang menjadi keropos, dan rentan patah karena rapuh. Dengan melakukan olahraga berjalan kaki, Anda dapat membangun dan mempertahankan kesehatan tulang Anda.

Referensi :
1. stanford.edu
2. countries by steps
3. Keutamaan Melangkahkan Kaki ke Masjid
4. Jangan Takut Lelah, Ada Banyak Manfaat Jalan Kaki
5.
Hong Kong people walk more steps per day than anyone else, says Stanford study

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik  
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Keajaiban dari Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?3. [Misteri] Sabdo Palon, Tokoh Mistis Rekayasa Belanda ?
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?

Iklan

Inilah Salinan Dokumen : Perppu No. 2/2017 tentang Perubahan UU No. 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Sumber : setneg.go.id

[Teori] asal muasal nama “Gajah Mada”, antara Gajah Mabuk atau Gajah Mahamada ?

Kontroversi tentang sosok Mahapatih Majapahit Gajah Mada seolah tidak pernah mereda. Baru-baru ini sebagian pihak memperdebatkan identitas Gajah Mada, apakah Gajah Mada itu Muslim atau bukan.

Pendekatan dalam meng-identifikasi seseorang sangat banyak caranya, salah satunya adalah melalui penafsiran makna dari nama sang tokoh. Seorang bernama Sunarto sangat mungkin berasal dari etnis jawa, dan yang bernama Umar, besar kemungkinan beragama Islam.

Makam Patih Gajah Mada di Prabumulih Sumatera Selatan

Pendekatan nama “Gajah Mada”

Apabila kita artikan, makna kata “Mada” dalam bahasa jawa berarti mabuk. Jadi secara literal, arti dari Gajah Mada adalah Gajah Mabuk. Penamaan seseorang sebagai Gajah Mabuk tentu sangat janggal dan aneh (sumber : phdi.or.id dan
liputan6.com).

Oleh karenanya sebagian pihak beranggapan nama “Gajah Mada” adalah kiasan, yang berarti seseorang yang pemberani, tahan mental, tidak mudah menyerah dan menerabas segala rintangan.

Namun pemaknaan “Gajah Mada” tidak hanya satu. Dalam versi yang lain, istilah Mada kemungkinan berasal dari kata “Mahamada atau Ahmada” , kata “Mahamada atau Ahmada”, merujuk kepada nama Nabi Muhammad, yaitu Ahmad dan Muhammad (sumber : Prophet Mohammed: Is He Really Predicted in the Bhavishya Purana?, hendrajailani blog dan hangno blog).

Sementara istilah “Gajah” merupakan penggambaran dari tahun kelahiran Nabi Muhammad, yaitu tahun Gajah. Dengan demikian arti dari nama “Gajah Mada” atau “Gajah Mahamada”, adalah personifikasi dari sosok Nabi Muhammad yang dilahirkan pada tahun Gajah.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1.  
2. [Misteri] 5 Sosok Arya Damar, dalam Sejarah Melayu Palembang ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. [Misteri] Kolerasi Peristiwa Karbala dengan munculnya Kedatuan Sriwijaya di Palembang ?

Asal Bangsa Indonesia, dan Misteri Manusia Goa Harimau ?

Penelitan arkeologi yang dilakukan di Goa Harimau, Sumatera Selatan menemukan ada dua jenis ras manusia Homo sapiens, yang pernah mendiami Goa Purba ini.

Kedua ras tersebut adalah Ras Australomelanesid dan Ras Mongoloid, dan kedua ras ini diduga pernah bertemu serta berinteraksi di goa tersebut.

guaharimau1
Manusia Gua Harimau

Dari 78 kerangka Homo sapiens yang diekskavasi, Tim Penelitian Arkeologi Goa Harimau mendeteksi empat kerangka ras Australomelanesid. Sementara 74 kerangka individu lainnya merupakan ras Mongoloid.

Homo sapiens ras Mongoloid ditemukan di lapisan tanah paling atas Goa Harimau. Sementara ras Australomelanesid berada di lapisan tanah ketiga, berupa tanah lempung coklat tua yang mengandung gamping.

Dari hasil penanggalan radiokarbon oleh Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional pada lapisan tanah teratas, umur kerangka Homo sapiens Mongoloid 3.464 tahun. Sementara itu, penanggalan radiokarbon oleh Waikato Radiocarbon Dating Laboratory, Selandia Baru, untuk lapisan tanah ketiga (tempat penemuan kerangka Australomelanesid) menunjukkan usia 4.840 tahun.

Temuan di Goa Harimau membuktikan, bahwa jauh sebelum kedatangan kelompok Proto Melayu (ras Mongoloid), di pulau Sumatera telah ada komunitas kehidupan manusia dari ras Australomelanesid.

Pembuktian Asal Bangsa Indonesia (Nusantara), dari interaksi Ras Australomelanesid dan Ras Mongoloid…

Mari kita perhatikan, gambar berikut…


Berpedoman kepada illustrasi di atas, kemungkinan sebagian besar Bangsa Indonesia adalah keturunan Ras Australomelanesid dan Ras Mongoloid, dengan analisa sebagai berikut :
1. Mata menurun dari Australomelanesid
2. Hidung menurun dari Mongoloid
3. Bibir menurun dari Mongoloid
4. Rambut berwarna hitam, sebagaimana Australomelanesid dan Mongoloid
5. Kulit lebih terang daripada Australomelanesid, dan lebih gelap dari Mongoloid

Referensi :
1. republika.co.id
2. nationalgeographic.co.id

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. 3. Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?

[Misteri] Keajaiban Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?

Di masa lalu, Bangsa Nusantara dikenal sebagai Bani JAWI. Dimana kata JAWI atau JAWA, berdasarkan perhitungan numerik arabic memiliki nilai 9, yakni jim = 3 dan waw = 6,  maka 3 + 6 = 9.

Nilai 9 sangat akrab dengan Sejarah Nusantara, perhatikan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, seperti SRIWIJAYA dan MAJAPAHIT memiliki karakter huruf yang berjumlah 9.


Karakter berjumlah 9 huruf, juga terdapat pada kata NUSANTARA dan INDONESIA, serta landasan berbangsa masyarakat Indonesia, yakni PANCASILA.

Tokoh-tokoh Sejarah juga memiliki karakter 9 huruf seperti : GAJAH MADA, SILIWANGI dan BRAWIJAYA.

Ajaran Monotheisme Kuno Nusantara, yakni KAPITAYAN juga berkarakter 9 huruf, demikian juga dewan ulama yang berjasa dalam penyebaran Islam, yakni WALI SONGO (Wali Sembilan), juga terdapat 9 karakter huruf.

referensi :
1. miraclesofthequran.com
2. 
3. Post Hegemony XXIV: Jama’ah NU Kelanjutan Sistem Sosial Masyarakat Kuno Nusantara

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
3. 
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

[Misteri] Bukit Ka’ba, Pusat Dakwah Islam di masa Kedatuan SRIWIJAYA ?

Di  dalam Kitab Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah, diceritakan tentang kedatangan sahabat Rasulullah,  Akasyah bin Muhsin Al-Usdi radhiallahu anhu, di Kerajaan Sriwijaya. Legenda kemudian bercerita, munculnya Pusat Dakwah Islam di Bukit Ka’ba, yang saat ini berada dalam wilayah Kabupaten Rejang Lebong (Curup) Bengkulu.

Bukti arkeologis tentang telah adanya gerakan dakwah Islam di Pulau Sumatera pada abad pertama hijriyah, ditemukannya  Tuan Syekh Rukunuddin, yang wafat tahun 48 Hijiriah, di komplek pemakaman Mahligai, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Islam di Kerajaan Sriwijaya

Berdasarkan buku “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nsantara abad XVII & XVIII”, tulisan Prof. Dr. Azyumardi Azra MA, tercatat beberapa kali Raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Syiria.

Dan pada salah satu naskah surat yang ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M), Raja Sriwijaya bernama Sri Indravarman, mengajukan permintaan agar kholifah sudi mengirimkan da’i ke istana Sriwijaya.

Maraknya Dakwah Islam di Kedatuan Sriwijaya, sedikit terganggu selepas wafatnya Raja Sri Indravarman. Pengganti Sri Indravarman, tidak terlalu banyak memberi perhatian terhadap pekembangan Islam. Namun demikian, pengajaran Islam terus berlanjut, meski tanpa sokongan pihak berkuasa.

Legenda Bukit Kaba Sriwijaya, menceritakan pemimpin pusat dakwah di wilayah ini, disebut Si Pahit Lidah. Julukan Si Pahit Lidah ini, mungkin dikarenakan cara dakwah yang tegas, tidak segan-segan mengungkapkan satu ayat (kebenaran) meskipun dirasa pahit oleh pendengarnya.

Sebagai ulama penyebar Islam, sosok Si Pahit Lidah ini dipercaya memiliki karomah, bahkan beredar cerita, segala yang mereka ucapkan bisa menjadi kenyataan.

Selepas serangan Kerajaan Chola di tahun 1025 M, Kedatuan Sriwijaya mengalami perpecahan, salah satu pecahannya, kemudian mendirikan Keratuan Bukit Siguntang (Palembang). Salah satu penguasanya bernama Raja Segentar Alam masuk Islam dan berganti nama menjadi Iskandar Zulqarnain Alam Syah.

Atas prakarsa, Puyang Ogan “Wali Putih” yaitu ulama yang berhasil meng-islamkan Raja Segentar Alam, Pusat Dakwah Islam di Bukit Ka’ba dipindahkan ke Bukit Siguntang. Sejak masa itu, kepemimpinan “Si Pahit Lidah”, tidak saja sebagai panatagama (pemimpin agama) tetapi juga merangkap sebagai amir (kepala pemerintahan).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Diskusi Facebook : Bukit Siguntang
2. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
3. Hadits Nabi, Negeri Samudra dan Palembang Darussalam
4. Legenda Segentar Alam, Raja Muslim Sriwijaya dari Bukit Siguntang Palembang ?
5. Kerajaan Sriwijaya, Pelarian Politik dan Dakwah Para Sahabat Rasulullah di Nusantara ?

Catatan Penambahan : 

1. Kitab Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara) ditulis oleh Habib Bahruddin Azmatkhan, tahun 1929, selain itu ada beberapa buku lain yang menginfomasikan tentang kedatangan da’i di Kerajaan Sriwijaya, diantaranya Buku “Sejarah Islam Pertama Di Palembang”, tahun 1986 tulisan Pangeran Gajahnata, “Islam Pertama di Palembang”, tahun 1929 tulisan R.M. Akib dan ‘The Preaching of Islam”, tahun 1968 tulisan T. W. Arnold.

2. Pemerintahan Keratuan Bukit Siguntang, kemudian dikenali dengan istilah “7 ganti 9 gilir”, dan diperkirakan berakhir pada sekitar tahun 1478 M, seiring dengan berdirinya Kesultanan Islam Demak.

3. Hubungan kekerabatan Keratuan Bukit Siguntang

4. Ketika Kukang (Palembang), dibawah kendali kelompok Chen Tsu Ji (yang kemudian berhasil dihancurkan oleh armada Laksamana Cheng Ho tahun 1407).
Keratuan Bukit Siguntang kemungkinan berpindah ke wilayah Jambi, hal ini bisa diketahui dengan adanya legenda keberadaan Si Pahit Lidah sebelum masa Tun Telanai (utusan Sultan Mansyur Syah, memerintah Malaka 1458-1477).

5. Masyarakat lebih mengenal Gunung Kaba sebagai Bukit Ka’ba, terletak di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupuh Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu


(sumber foto : ksmtour.com).

6. Pada makam Tuan Syekh Rukunuddin, tertulis tahun ha-mim. Berdasarkan sistem nilai numerik bangsa arab, ha = 8 dan mim = 40, sehingga makna ha-mim adalah 8 + 40 = 48 Hijriyah.


(sumber : ).

Apakah makna dari bukit Kaba adalah perlambang huruf Kaf dan Ba ?

dimana Kaf = 20 dan Ba = 2, atau 20 + 2 = 22 Hijriyah, yakni bersamaan dengan masa Khalifah Umar ra. (13-23 H).

Dan yang menarik berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, “Perjalanan Suci (Siddhayatra)” Penguasa Sriwijaya Dapunta Hyang Jayanasa, dimulai pada 7 Jesta 604 Saka atau 19 Mei 682 Masehi atau bertepatan dengan Hari Jum’at, 6 Ramadhan 62 Hijriyah (berdasarkan perhitungan rukyat global)…

Masya ALLAH… Beredar Video “Atraksi Aerobatic Team TNI AU” Membentuk Lafadz ALLAH

Atraksi Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU mencuri perhatian publik, hal ini dikarenakan manuvernya memunculkan lafal Allah di langit Yogyakarta.


Pada gambar yang viral di media sosial, terlihat Tim Jupiter tengah beraksi dalam acara Jogja International Air Show (JIAS) 2017 yang digelar di Pantai Depok, Bantul, pada Minggu 30 April 2017.

Sementara dalam video yang beredar, terlihat 6 pesawat membentuk formasi. Di detik ke-34, dari asap yang dikeluarkan 6 pesawat itu, membentuk lafal Allah.

Berikut Video Atraksi :

Dalam konfirmasinya, Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya mengatakan Kejadian tersebut bukanlah disengaja. Formasinya memang sudah dilatihkan, tapi untuk bentuk lafal Allah, bukan bentuk kesengajaan (sumber : detik.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
2. [Analisa Foto] Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?
3. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?
4.  Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ?