Tag Archives: indonesia

[20 Picture] Sholat Shubuh Berjamaah, Masjid Al-Azhar Jakarta, pada 15 Januari 2017

azhar1a

Inilah suasana Sholat Shubuh berjamaah, yang diadakan jamaah masjid al-azhar Jakarta pada Ahad tanggal 15 Januari 2017…

azhar1b
azhar1c
azhar2
azhar3
azhar4
azhar5
azhar6
azhar7
azhar8
azhar9
Sumber : 
facebook.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Perhitungan] Aksi Damai 212, dihadiri oleh 2.120.000 Peserta ?
2. [Spirit212] Tabligh Akbar di Kepulauan Seribu, bersama Aa Gym dan Umi Irena
3. [9 Picture-Video] Suasana Tabligh Akbar Bela Islam di Kota Palembang, 7 Januari 2017
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

[Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?

Dalam masyarakat Palembang, ada Legenda yang mengatakan asal nama Palembang berasal dari nama seorang tokoh asal Tiongkok yang bernama Pai Li Bang.

Pai Li Bang sendiri dikisahkan murid Sunan Gunung Jati, yang pernah menjabat wali negeri Palembang, setelah masa Adipati Ario Damar (sumber : viva.co.id).

Namun cerita ini terbantahkan dengan ditemukannya Prasasti Matari Singa Jaya Himat. Prasasti ini merupakan prasasti tembaga yang ditemukan di Palembang, yang menggunakan aksara Kaganga (Rencong) dan berbahasa Melayu Kuno.

Prasasti Matari Singa Jaya Himat diperkirakan berasal dari masa abad ke-13 sampai 15 Masehi (sumber : wacana.com, Sastra Melayu).

aksara1

contoh aksara rencong (kaganga) atau surat ulu


Di dalam Prasasti Matari Singa Jaya Himat, jelas-jelas disebut nama Palimbang (Palembang) dan Bukit Sagutang (Bukit Siguntang)…

bukitsiguntang1aDan nama Palembang, juga terdapat di dalam Nagarakertagama karangan Prapanca pada tahun 1365. Di dalam Pupuh XIII (sumber : menguak tabir sejarah)…

palembang1a

Asal Nama Palembang

Berdasarkan buku “Sriwijaya”, tulisan Slamet Muljana, dikatakan asal nama Palembang berasal dari bahasa sangsekerta, yaitu Palimbang(a) yang bermakna tepi (Sumber : Sriwijaya). Mungkin dikarenakan posisi Kota Palembang yang berada ditepian Sungai Musi.

Pendapat lain, mengatakan nama Palembang berasal dari kata lembang, yang bermakna tanah yang berlekuk, tanah yang rendah, akar yang membengkak karena terendam lama di dalam air (sumber : terjemahkan dari R.J.Wilkinson dalam kamusnya ‘A Malay English Dictionary’ ). Sementara arti kata Pa atau Pe menunjukkan keadaan atau tempat.

Nampaknya pengertian Palembang menunjukkan tanah yang berair. Hal ini sangat sesuai dengan kenyataan. Berdasarkan data statistik tahun 1990, terdapat 52,24% tanah yang tergenang di kota Palembang. Dan Palembang setidaknya tercatat memiliki sebanyak 117 anak sungai yang mengalir di tengah kota (sumber : infokito).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Hikayat Perang Palembang – Banten, di tahun 1596 M ?
2. Tuan Faqih Jalaluddin, dan Misteri Silsilah Wali Songo ?
3. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
4. Jejak Perjuangan Muslim Tionghoa, dalam Negeri Kesultanan Palembang Darussalam ?

[Misteri] Malik al-Hind, Raja Nusantara yang bertemu Rasulullah ?

Di dalam Kitab Mustadrak al-Hakim (kitab al-‘At’imah), Volume (bab). 4, page (halaman). 150, diriwayatkan ada seorang raja dari Hind yang datang bertemu dengan Rasulullah. Sebagaimana hadis dari Abu Sa’id Al Khudri ra, berikut ini…

“Seorang Malik al-Hind telah mengirimkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebuah tembikar yang berisi jahe.

Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi makan kepada sahabat– sahabatnya sepotong demi sepotong dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam-pun memberikan saya sepotong makanan dari dalam tembikar itu” (HR. Hakim, sumber hadis : India negeri unikquranandscience.com)

Dalam teks Arab (sumber : theislamshow.weebly.com dan quranandscience.com),  bisa dilihat pada keterangan berikut…

alhind1

“Then “Malik al-Hind” gave Allah’s Messenger (peace be upon him) a gift, a bottle of pickle that had ginger in it. The Holy Prophet distributed it among his Companions. I also received a piece of it to eat.”

atau versi lengkapnya (sumber :  freewebs.com)…

hind12
Beberapa versi sosok Malik al Hind

Di kalangan sejarawan Islam ada yang beranggapan, yang dimaksud Malik (Raja) al-Hind adalah Cheraman Perumal, yaitu seorang Raja dari Kerajaan Kodungallur (Kerala, India).

Setelah masuk Islam, Sang Raja tinggal beberapa lama di wilayah Jeddah, kemudian ia dikenal dengan nama menjadi Thajuddin. r.a (Abdullah Samudri r.a).

Ketika Sang Raja hendak pulang ke kerajaannya, beliau wafat di dalam perjalanan, saat berada di Salalah Oman (sumber : mohdiqbal).

Namun ada yang beranggapan, sosok Raja Cheraman Perumal tidak bertemu dengan Rasulullah. Hal ini dikarenakan, ketika ia datang, di saat pemerintahan Khalifah Abu Bakar ra. dan Rasulullah telah wafat pada masa itu (siasatdaily).

nusantara1
Raja al-Hind berasal dari Nusantara?

Jika kita membuka lembaran sejarah, istilah “Malik al-Hind”, juga dipergunakan oleh Raja-Raja dari Nusantara. Hal ini bisa dilihat pada surat Raja Sriwijaya (sumber : jejakislam.net), yang dikirim kepada Khalifah Bani Umayyah.

surat-srwijaya

Dalam riwayat Raja al-Hind dikenal dengan nama Abdullah Samudri ra., nama ini mungkin ada kaitannya dengan Pulau Sumatera. Hal ini dikarenakan nama Sumatera, berasal dari kata “Samudera” (wikipedia).

Meng-identifikasikan sosok Malik al-Hind sebagai Raja dari Nusantara, memang perlu dikaji lagi lebih mendalam. Namun hipotesa ini bukan hal yang mustahil, mengingat hubungan perniagaan antara Nusantara (Asia Tenggara) dengan Jazirah Arab, sudah berlangsung sangat lama (katailmu.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Tulisan di artikel ini, merupakan revisi atas tulisan sebelumnya yang berjudul : 

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. Misteri 9 Sahabat Rasulullah, yang berdakwah di NUSANTARA?
3. Armada Laksamana Cheng Ho dan Sejarah Pempek Palembang ?
4. Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad

[9 Picture-Video] Suasana Tabligh Akbar Bela Islam di Kota Palembang, 7 Januari 2017

Inilah beberapa picture suasana Tabligh Akbar, Bela Islam 7 Januari 2017 yang bersumber dari berbagai media :

1. Ribuan jemaah Tabligh Akbar berkumpul di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) yang berada persis dipinggir Sungai Musi (sumber : DL Media).

tabligh1

2. Tabligh akbar merupakan rangkaian acara Maulid Nabi Arba’in, yang dihadiri oleh Pimpinan GNPF MUI Pusat  (sumber : DL Media).

tabligh2

3. Penghelatan Tabligh Akbar Bela Islam, dimulai malam hari pukul 20.00 WIB. Acara berakhir sekitar pukul 24.00 WIB  (sumber : DL Media).

tabligh3
4. Video suasana Penghelatan Tabligh Akbar

Beberapa picture cuplikan dari video :

tablighv1
tablighv2
tablighv3
tablighv4
tablighv5
tablighv6
5. Tabligh akbar juga dihadiri Ketua Dewan Pembina GNPF MUI , Habib Rizieq Shihab (sumber : sumeks.co.id).

tabligh4
6. Acara Tabligh Akbar berlangsung dengan damai dan tertip  (sumber : portalpiyungan.co).

tabligh5
7. Peserta tabligh akbar, selain menggunakan trasportasi darat juga melalui transportasi air

tabligh6
8. Pihak Kepolisian turut menjaga ketertipan dan keamanan selama berlangsungnya acara

tabligh7
9. Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin yang ikut hadir dalam acara tabligh akbar, mengungkapkan kekagumannya (sumber : Muhammad Zaitun Rasmin (Facebook)).

tabligh8
WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Perhitungan] Aksi Damai 212, dihadiri oleh 2.120.000 Peserta ?
2. Syarikat Islam 212, awal kebangkitan ekonomi umat muslim Indonesia ?
3. Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad
4. [Misteri] Silsilah Habib Rizieq Shihab, dari jalur keluarga Raden Fattah (Demak) dan Trah Prabu Siliwangi (Pajajaran) ?

[Misteri] Harimau Tengkes, Penjaga Ghaib dari Negeri Siak ?

Dalam Legenda Masyarakat Riau, Harimau Tengkes merupakan Harimau Siluman peliharaan Sultan Mahmud dari Kerajaan Gasib (Siak). Sang Raja dipercaya memiliki kesaktian kebal terhadap senjata tajam, apabila kakinya menginjak tanah.

Harimau Tengkes memiliki arti harimau yang pincang kaki kiri bagian belakangnya. Konon harimau ini pernah berbuat salah pada Sultan, sehingga Sultan menghukumnya dengan memukul kaki kirinya.

Harimau Tengkes dipercaya selalu terlihat secara supranatural, pada saat hari ulang tahun penobatan Sultan-Sultan yang meneruskan tampuk kerajaan (sumber : Kisah dari Pekan Baru Riau).

harimau1
Sultan Mahmud dalam Sejarah

Pemilik Harimau Tengkes, yaitu Sultan Mahmud berupakan putra Sultan Asif (Raja Ali al-Ajali, sumber : Kesultanan Perak), sementara ibunya adalah Putri Putih anak dari Penguasa Negeri Pahang, Sultan Mansur Shah II. Sultan Mahmud diperkirakan memerintah Kerajaan Gasib (Siak) pada sekitar awal tahun 1600an.

Sultan Mahmud, tercatat sebagai suami dari Tun Dharmapala Johara Tun Isap, dan memiliki 3 orang putera yang bernama : Sultan Muzaffar Shah II, Raja Sulong Raja Muhammad dan Raja Mansur.

Melalui penyelusuran di beberapa situs genealogy seperti : royalark.net dan geni.com, diperoleh diagram silsilah Sultan Mahmud sebagai berikut :

mahmudsiak
Sultan Mahmud adalah Raja Siak dari keturunan Megat Kudu (Sultan Ibrahim). Megat Kudu merupakan suami Raja Maha Dewi putri Sultan Mansyursyah dari Negeri Melaka (memerintah 1458-1477 M, sumber : Kerajaan Siak).

Keberadaan Harimau Tengkes, ternyata juga diyakini oleh masyarakat Johor Malaysia. Bahkan di negeri tersebut Sang Harimau menjadi simbol Kerajaan, dan dikenal dengan nama “Harimau Dengkes”.

Kisah Harimau Tengkes (Dengkes) bisa sampai ke tanah Semenanjung, kemungkinan berasal dari keturunan anak Sultan Mahmud, yang menjadi Sultan Kerajaan Perak ke-10, yakni Sultan Muzaffar Shah II (memerintah 1636-1654,sumber : geni.com, alamendah.org dan Kisah Negeri Johor).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
2. [Misteri] Ketika Syaikh Siti Jenar menjadi 2 (dua) ?
3. [Misteri] Silat Nusantara, dari abad ke-9 Masehi ?
4. Legenda Segentar Alam, Raja Muslim Sriwijaya dari Bukit Siguntang Palembang ?

Video… Om Telolet Om, Lihat Anak – Anak Ini ! Viral di Youtube diatas 1 juta views

Video yang menggambarkan kebahagian anak-anak, mendengar bunyi klakson bus menjadi viral di dunia maya. Setidaknya jumlah yang menonton video ini mencapai lebih dari 1 juta views…

om-telolet-om
Membuat bahagia itu memang sangat sederhana, sebagaimana tergambar dalam video tersebut….

Wabah kepopuleran kata-kata “om telolet om” merambah di Facebook dan Twitter hingga ke mancanegara…

realtelolet
barcatelolet
citytelolet
httelolet
bamtelolet
camerontelolet

billboardtelolet
michtelolet

zeddtelolet
marstelolet

Bahkan instagram “Barack Obama”, “Donald Trump” dan “Hillary Clinton” dipenuhi komentar “om telolet om”…

obamatelolet
trumptelolet2
hillarytelolet
WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
2. Desa “Sepakbola” Tulehu, Kampung-nya Abduh Lestaluhu
3. tweet simpati @iwanfals terhadap aksi damai 2 des 2016 (212)
4.

Desa “Sepakbola” Tulehu, Kampung-nya Abduh Lestaluhu

Dalam ajang laga final Piala AFF 2016, bek tim nasional Indonesia, Abduh Lestaluhu, menerima kartu merah, setelah menendang bola ke arah bangku cadangan Timnas Thailand. Abduh mengaku emosi melihat pemain timnas lawan mengulur-ulur waktu (sumber : cnnindonesia.com).

lestaluhu

Berbagai macam respons dari netizen bermunculan di dunia maya, terhadap aksi tersebut, mulai dari dukungan hingga kecaman. Mereka yang mendukung, diantaranya (sumber : pikiran-rakyat.com)…

tweet1tweet2tweet3

Abduh Lestaluhu dari Desa Tulehu

Abduh dilahirkan di Tulehu, sebuah desa di Maluku yang dikenal sebagai Brasil-nya Indonesia. Abduh meupakan salah satu bakat besar sepakbola nasional yang lahir di wilayah tersebut.

Desa Tulehu sebelumnya juga sudah memunculkan nama-nama besar seperti Ramdani Lestaluhu, Ambrizal Umanailo, Alfin Tuassalamony, Manahati Lestusen, dan Hasyim Kipuw (sumber : sport.detik.com).

desasepakbola
Di desa yang berjarak sekitar 24 kilometer dari kota Ambon tersebut, sepakbola memang sudah mendarah daging, dan pada tanggal 18 Februari 2015, Desa Tulehu dinobatkan sebagai Kampung Sepakbola.
bayisepakbolaKonon, ada sebuah adat di Tulehu di mana saat bayi laki-laki dalam upacara aqiqahan, warga harus melengkapinya dengan rumput dari lapangan Matawaru. Tidak mengherankan bila perlengkapan bermain bola seperti sepatu bola dan bola itu sendiri menjadi benda wajib yang harus ada di tiap rumah.

Tidak sedikit bayi laki-laki di Tulehu yang tidur ditemani oleh bola. Warga Tulehu memang melakukan apa saja agar lapangan Matawaru tak sepi bakat-bakat hebat, yang kemudian mampu menjadi langganan timnas Indonesia (sumber : fourfourtwo.com dan potret tulehu).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik
1. tweet simpati @iwanfals terhadap aksi damai 212
2. Misteri Berlian 222 gram, milik kakek Qarsing dari Sidrap ?
3. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
4. (Analisa Foto) Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?