Tag Archives: indonesia

Hasil Final Real Count Pilkada DKI Jakarta (Putaran ke-2), tanggal 19 April 2017

Berdasarkan Perhitungan KPUD DKI Jakarta :


Hasil Perhitungan Quick Count 5 Lembaga Survei (sumber : kumparan.com) :


Artikel Menarik :
1.
2. 3.
4. Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad

Catatan Penambahan : 

1. Berdasarkan Perhitungan Kawal Pilkada :

Iklan

[Misteri] Hang Tuah, Keturunan Ulu Ogan Sumatera Selatan ?

Dalam masyarakat melayu, dikenal seorang pahlawan yang gagah berani bernama Laksamana Hang Tuah. Akan tetapi, sampai saat ini  sosok Hang Tuah masih menjadi misteri asal  usulnya.

Di kalangan masyarakat, ada yang mengatakan ia berasal dari Semenanjung Malaka, ada lagi mengatakan berasal dari Pulau Bintan Riau, kemudian versi mengatakan berasal dari keturunan Bugis Makassar, serta pendapat Hang Tuah adalah keturunan tionghoa (sumber : variasi laksmana hang tuah dan origins of hang tuah).

Dari sekian banyak versi ini, kami mencoba menyajikan versi lain, yakni Hang Tuah berasal dari keturunan Suku Melayu Sumatera Selatan.

Hang Tuah adalah Uhang Ogan

Dalam Hikayat Hang Tuah diceritakan,

Ketika kedua orang tua dari Hang Tuah menunggu ketibaan hari ke 7 untuk ketanggalan tali pusat anaknya, mereka didatangi oleh seorang kakek tua.

Sang kakek berkata “Hang ini sungguh ber ‘tuah’ mendapat anak ini.” Lalu, kakek tua itu menghilang dari pandangan mata mereka (sumber : hikayat hang tuah).

Pada saat kejadian itu, ibu dan ayah Hang Tuah tinggal di Kampung Sungai Duyung Bintan. Pulau Bintan sendiri berdasarkan sejarah melayu, ikut dibangun oleh anak keturunan Sang Suparba yang berasal dari Bukit Siguntang Palembang (Sumatera Selatan).

Makna Hang bukanlah nama gelar apalagi marga. Hang adalah kata penyingkat untuk Uhang yang bermakna orang. Sebutan Uhang merupakan ciri dari bahasa masyarakat yang tinggal di daerah Ulu Sungai Ogan Sumatera Selatan.

Dengan demikian, arti dari kalimat “Hang ini sungguh ber’tuah’… ” adalah “Orang ini sungguh beruntung… ”

Kehadiran sosok kakek misterius di rumah kedua orang tua Hang Tuah, tentu akan bercakap (berbicara) dengan bahasa yang dimengerti oleh ahli rumah. Hal inilah yang menjadi indikasi bahwa kedua orang tua Hang Tuah berasal dari Ulu Ogan, salah satu cabang suku melayu di Sumatera Selatan.

Indikasi ini semakin kuat, ketika ditemukannya makam yang diyakini sebagai makam Hang Tuah, yang berada Kompleks Pemakaman Raja Raja Palembang Cinde Walang Sumatera Selatan (sumber : malaya.or.id dan ).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Dalam sejarah melayu, menurut terbitan Abdullah bin Abdulkadir Munsyi pada bait 2.21, diceritakan sebagai berikut :

“… Maka Sang Suparbapun berangkatlah ke Bintan. Setelah datang ke Bintan, lalu masuk ke dalam negeri. Adapun kasad permaisuri Iskandar Syah hendak diambil baginda akan suami; setelah dilihat muda, maka diambil baginda akan saudara. Terlalu kasih permaisuri Iskandar Syah akan Sang Suparba, dan sangat dipermulia baginda. Maka sang Nila Utama, anak Sang Suparba, diambil baginda akan menantu, didudukkan baginda dengan ananda baginda yang bernama Wan Seri Beni itu; maka dinobatkan sekali akan ganti baginda… ”

2. Daerah yang banyak didiami Suku Ogan Hulu, mencakup Kecamatan Ulu Ogan, Pengandonan, Baturaja dan Lubuk Batang (Kabupaten OKU) serta Muara Kuang (Kabupaten Ogan Ilir) (sumber : ).

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA ?
2. Armada Laksamana Cheng Ho, dan Sejarah Pempek Palembang ?
3. Alhamdulillah, Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!
4. Penampakan Awan “Lafaz ALLAH”, pada Pemakaman Ulama Karismatik Malaysia Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat?

Kode 212 dalam Komik ‘X-Men Gold #1’ ?

Dunia Komik Indonesia, dibuat geger selepas terbitnya Komik ‘X-Men Gold #1’ karya komikus asal Tulungagung Ardian Syaf. Dalam komik tersebut memuat ‘QS 5:51’ dan ‘212’.

Menanggapi ramainya pemberitaan atas karyanya, melalui akun Facebook miliknya, Ardian berkomentar :

“Makna dibalik angka…mungkin ada yg bisa dipahami, bila tak paham, tak apa… Silakan berkomentar apapun, karena saya gak bisa kontrol lidah anda…eh jari anda…saran saya, walaupun anda tidak setuju dgn saya, tetap sampaikan dengan ucapan yg baik ya :),” kata Ardian dalam postingnya pada Minggu (9/4/2017).

Ardian juga menjelaskan mengenai makna di balik angka ‘212’ sebagai bentuk aksi damai, sebagaimana ia ungkapkan kepada salah seorang pembaca komiknya…

“The number is act peace in 2-12-2016, a governor that did blasphemy to Our Holy Book, because police never take him like blasphemy doers,”.

Menanggapi karya Ardian ini, pihak Tim advokasi Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI sempat melakukan kajian, dan hasilnya GNPF MUI menyatakan tidak ada pelanggaran.

Sumber :
1. Komikus X-Men ‘QS 5:51’ Bicara Soal Makna di Balik Angka
2. Usai Kaji Lebih Dalam, GNPF MUI Apresiasi Komikus X-Men ‘QS 5:51’

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :

1. Jejak Urine di Kolam Renang dalam Pandangan Hukum Islam
2. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?
3. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Misteri Liontin Purba 22.000 tahun dari Sulawesi

Baru-baru ini, tim peneliti arkeologi dari Griffith University Australia, menemukan artefak berupa perhiasan dan karya seni yang berasal dari zaman es di sebuah gua di Indonesia.

Temuan ini menguatkan hipotesis yang menjelaskan bahwa manusia pra-sejarah yang pernah menetap di Tanah Air pada masa lalu, telah memiliki peradaban yang lebih maju.


Liontin Purba dari Sulawesi

Tim arkelog yang dipimpin oleh Adam Brumm ini, menemukan artefak tersebut pada salah satu pulau di kluster kepulauan Wallace (atau Wallacea), yang didalamnya mencakup wilayah Papua dan Sulawesi. Artefak yang berupa liontin dan manik-manik dibuat dari tulang-belulang babirusa dan kuskus, dan diperkirakan telah berusia sekitar 22.000 tahun.

Temuan ini berhasil diperoleh setelah melakukan penggalian arkeologi antara tahun 2013, 2015 dan 2017, tepatnya didapatkan dari Gua Leang Bulu Bettue di Sulawesi. Jenis artefak tersebut berbentuk manik-manik pipih yang dibuat dari gigi babirusa dan liontin dari tulang jari kuskus, yang merupakan hewan-hewan eksotis (hanya ditemukan pada kluster Wallacea).


Temuan terbaru itu, menurut Brumm, dapat mendobrak hipotesis yang menganggap kebudayaan manusia pra-sejarah Pleistosen di Wallacea cenderung primitif serta jauh tertinggal jika dibandingkan dengan kebudayaan manusia pra-sejarah Pleistosen di Eropa.

Kebudayaan manusia Wallacea dinilai memiliki hubungan eksotis dengan hewan-hewan endemik disekitarnya, seperti kuskus dan babirusa. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan bagian tubuh hewan-hewan itu menjadi karya seni dan perhiasan.

sumber :
1. tempo.co
2. kompas.com
3. liputan6.com
4. livescience.com

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?
3. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?
4. Misteri Kaghati, Layangan Purba 9000 SM dari Pulau Muna Sulawesi Tenggara ?

[Klarifikasi] Kehadiran Djarot dalam Aksi 113 di Masjid At Tin Jakarta

Baru-baru ini tersiar berita, Djarot Saiful Hidayat (Wakil Gubernur DKI Jakarta) mengalami pelarangan ketika akan mengikuti acara Dzikir dan Shalawat di Masjid At Tin, dalam aksi 113, pada tanggal 11 Maret 2017.

Issu miring ini, kemudian mendapat klarifikasi dari pihak penyelenggara, bahwa Sang Wakil Gubernur hadir dengan selamat dan bertemu langsung dengan mBak Titiek Soeharto selaku shohibul hajat di acara tersebut.


Bahwa pada saat kedatangan dan kepulangan yang bersangkutan mendapatkan teriakan kurang simpatik, hal itu menyangkut dinamika massa yang tentu sangat disesalkan. Namun berita yang sampai mengatakan Pak Djarot dipukuli, itu sama sekali tidak benar dan merupakan berita Hoax (sumber : tara palasara).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :

1. Jejak Urine di Kolam Renang dalam Pandangan Hukum Islam
2. Masya ALLAH !! Penampakan Lafadz ALLAH di masjid At Tin TMII
3. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

10 Picture Penguasa Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823)

Kesultanan Palembang Darussalam adalah Kerajaan Islam di Indonesia yang berlokasi di sekitar kota Palembang (Sumatera Selatan). Kesultanan ini diproklamirkan oleh Sri Susuhunan Abdurrahman tahun 1659, dan dihapuskan keberadaannya oleh pemerintah kolonial Belanda pada 7 Oktober 1823 (sumber : wikipedia.org, riwayat kesultanan palembang).

Berdasarkan catatan sejarah, terdapat 10 Sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan Palembang Darussalam, yakni :

01. Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Iman (1659 – 1706 M)


02. Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago (1706 – 1714 M)


03. Sultan Agung Komaruddin Sri Truno (1714 – 1724 M)


04. Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (1724 – 1758 M)


05. Sultan Ahmad Najamuddin Adi Kesuma (1758 – 1776 M)


06. Sultan Muhammad Bahauddin (1776 – 1804 M)


07. Sultan Mahmud Badaruddin Pangeran Ratu (1804 – 1821)


08. Sultan Ahmad Najamuddin Husin Diauddin (1813 – 1817)


09. Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu (1819 – 1821)


10. Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom (1821 – 1823)


WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Silsilah Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823)

Artikel Menarik :
1. [Polemik] Asal Usul Nama Palembang ?
2. Trah Lim Tau Kian (Wan Abdul Hayat), di Kesultanan Palembang Darussalam
3. [Misteri] Bajak Laut, Penguasa Perairan Sungai Musi Palembang di abad 14-15 Masehi ?
4. [Misteri] Naskah Matari Singa Jaya Himat, dan Penguasa Kuno Bukit Siguntang pasca runtuhnya Kedatuan Sriwijaya ?

Misteri Kaghati, Layangan Purba 9000 SM dari Pulau Muna Sulawesi Tenggara ?

Dalam Festival layang-layang internasional Berck sur Mer yang diselenggarakan di Perancis pada tahun 1997, salah seorang Pakar Internasional layang-layang, Wolfgang Bieck tertarik dengan layang-layang dari Indonesia.

Layang-layang ini dibuat hanya dari daun, dan pada festival tersebut Kaghati dapat mengalahkan layang-layang dari Jerman serta meraih juara pertama. Ketertarikannya pada Kaghati, membuat Wolfgang akhirnya datang ke Pulau Muna (Sulawesi Tenggara) untuk mempelajari lebih mendalam tentang layang-layang tradisional ini (sumber : gocelebes.com dan kemdikbud.go.id).


Lukisan Layangan Purba dari Gua Sugi Patani

Pada kesempatan kunjungan Wolfgang di Sulawesi Tenggara, ia diajak untuk melihat sebuah lukisan yang ada di dalam dinding Gua Sugi Patani, yang berada di Desa Liangkobori, Muna.


Di dinding gua tersebut, ditemukan sebuah coretan yang menggambarkan seseorang yang sedang menerbangkan layang-layang.


Dalam catatannya Wolfgang menulis :

Die Altersbestimmung der Höhlenzeichnungen sowie die Identifikation der Abbildungen und Symbole sind nach jüngsten Aussagen des Leiters der Unterabteilung Prähistorie der Universität Jakarta, Dr. Harry Truman Simanjuntak, von allererster Wichtigkeit.

Die Felszeichnung eines Pferdes, nur wenige Kilometer von der Höhle des “ersten Drachenfliegers” entfernt, ordnen die an der Erkundung der Felsenbilder beteiligten Archaeologen dem Epi-Palaeolitikum (Mesolithikum = Mittelsteinzeit) zu, dem Zeitraum zwischen 9000 bis 5000 v (source : “Der erste Drachenflieger” – Nachweis in Form einer prähistorischen Höhlenzeichnung in Indonesien).

Dengan mengambil pendapat dari Dr. Harry Truman Simanjuntak, keberadaan lukisan layangan di Gua Sugi Patani diperkirakan berasal dari masa 9000 – 5000 Sebelum Masehi (SM).

Berdasarkan temuan ini, Wolfgang Bieck menyimpulkan, bahwa klaim yang menyebutkan layang-layang tertua di dunia berasal dari Tiongkok terpatahkan.

Dan Wolfgang yakin, layang-layang tertua di dunia berasal dari Pulau Muna, Indonesia, hal ini dikarenakan usia lukisan prasejarah di Gua Sugi Patani jauh lebih tua ketimbang usia permainan layang-layang di negeri Tiongkok yang diperkirakan telah berumur sekitar 2.400 tahun (sumber : kompasiana.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?
3. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?
4. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).