Tag Archives: indonesia

[Misteri] Pisang Rasa Manggis dan Komedian Arafah Rianti ?

Dalam satu pementasan televisi di acara Stand Up Comedy Academy (SUCA Indosiar), salah seorang juri Kang Abdel memberi pertanyaan tebak-tebakan :

“apa nama buah, yang kulitnya kuning di dalamnya pisang ?”

Spontan peserta SUCA2, Arafah Rianti menjawab “Manggis”…

Akibat jawaban yang absurd (konyol) seperti itu, host acara Uus langsung protes karena dianggap di luar nalar.

arafah1
Pisang Rasa Manggis ?

Berdasarkan situs social.tnews.co.th, ternyata jawaban komedian Arafah Rianti bukan hal mustahil. Dengan teknik tertentu, buah pisang bisa dibuat dalam beraneka rasa.

Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menggunakan perisa cair, yang dimasukkan melalui batang pohon pisang.

pisang1Prosesnya adalah :

1. Kapas atau kain, direndam di dalam cairan perisa rasa (misalnya stroberi), kemudian ditempelkan pada batang pohon pisang, yang telah dilubangi sebelumnya.

2. Diperkirakan ukuran lubang sekitar 7 cm x 7 cm, dan agar tetap menempel dibantu perekat seperti tali atau plester.

Metode ini terbukti bisa membuat buah pisang dalam berbagai aneka rasa, seperti stroberi, coklat maupun manggis, sesuai selera yang kita inginkan (sumber : aritunsa.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
2. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1436 tahun yang lalu ?
3. Masya ALLAH… Keajaiban Makan Tiga Jari Cara Rasulullah
4.

Tan Kim Han (Syekh Abdul Qodir Al-Shini), Leluhur Presiden Indonesia GUS DUR ?

Pada tahun 2003, Mantan Presiden Indonesia KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), diundang untuk meresmikan monumen Tan Kim Han di China.

Di tahun yang sama, muncul silsilah singkat tentang sosok Tan Kim Han, berdasar kepada dua catatan silsilah dari marga Tan cabang Meixi dan cabang Chizai yang dikompilasi pada 1576 dan 1907 (sumber : merdeka.com).

silsilah tan

Kisah Tan Kim Han

Tan Kiem Han (陈金汉) nama kecilnya Tan Lan Cai (陈兰斋) adalah sibungsu dari 2 anak Tan Tek (陈德) cabang Chi-zai, ia lahir pada tahun 1383 di Kampung Chi-zai (池仔), dusun Shi-chun (仕春), kecamatan Chi-dian (池店), kabupaten Jinjiang (晋江), kota Quanzhou (泉州), Propensi Fujian / Hokkian, pada masa pemerintahan Hongwu.

Tan Kim Han adalah seorang Muslim, yang menjadi guru di Leizhou Guangdong setelah ia lulus dalam ujian pada tahun 1405, kemudian menikah dengan marga Kam (甘) tetapi tidak dikaruniai keturunan anak.

Ia tercatat  ikut bersama Laksamana Cheng Ho berlayar ke Samudra Barat untuk meninjau Lambri-Aceh (南勃里), setelahnya tidak ada kabar lagi, dalam catatan silsilah-silsilah tersebut (sumber : kompasiana.com).

Belakangan, seorang Peneliti Prancis Louis-Charles Damais, ikut menelusuri jejak Tan Kim Han.  Dalam penelitiannya pada situs-situs makam di Troloyo/Trowulan (bekas ibu kota Majapahit). Ia menyebutkan bahwa di sana terdapat beberapa makam Muslim, yang salah satunya bernama Syekh Abdul Qodir “Al-Shini”.

Syekh Abdul Qodir “Al-Shini” inilah yang diidentifikasi oleh Gus Dur sebagai Tan Kim Han, yang merupakan salah seorang dari leluhurnya (sumber : suaramerdeka.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dus), menjabat Presiden Indonesia tidak lama, yakni sekitar 1 tahun 9 bulan, 20 Oktober 1999- 23 Juli 2001 (sumber : wikipedia.org).

Artikel Menarik :
1. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
2. Misteri Astronomi di Langit Makkah, 1436 tahun yang lalu ?
3. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?
4. Silsilah Genetika Y-DNA : Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Idris dan Nabi Adam ?

Kiai Haji Mas Mansur (Ketua Muhammadiyah 1937-1941), Keturunan Sunan Kudus ?

Kiai Haji Mas Mansoer, lahir di Surabaya, 25 Juni 1896 adalah seorang tokoh Islam dan pahlawan nasional Indonesia.

Ibunya bernama Raudhah, yang berasal dari keluarga Pesantren Sidoresmo Wonokromo Surabaya. Sedangkan Ayahnya bernama KH. Mas Achmad Marzoeqi, seorang ahli agama di Jawa Timur pada masanya (sumber : wikipedia.org).

MasMansur
Berdasarkan penyelusuran genealogy, Kiai Haji Mas Mansur masih terhitung sebagai keturunan Sunan Kudus, sebagaimana terlihat pada data berikut ini.

o1. KH. Mas Mansur bin
02. KH. Mas Ahmad Marzuki bin
03. KH. Mas Abdul Hamid bin
04. Kiai Mas Hasan bin
05. Kiai Mas Muhammad bin
06. Kiai Mas Abdullah Mansur bin
07. Kiai Mas Abdul Karim bin
08. Kiai Mas Khatib bin
09. Pangeran Ketandur (Sayyid Ahmad Baidhawi) bin
10. Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) bin
11. Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq)

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :
1. Latar Belakang Kehidupan KH. Mas Mansur
2. Nasab Silsilah Kiai Muhammad Kholil Bangkalan
3. Silsilah Keluarga Pondok Pesantren Islam At-Tauhid

Catatan :

1. Pada beberapa catatan Silsilah, Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) tercatat sebagai cucu Sunan Kudus bukan anak, yakni Panembahan Pakaos (Sayyid Shaleh) bin Sayyid Amir Hasan bin Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shadiq) (sumber : wikipedia.org).

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Kota Palembang !!!
3. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?
4. Silsilah Sunan Kalijaga, dari berbagai jalur Leluhur Dinasti Tuban, Abbasiyah dan Azmatkhan

 

Bukti 21,5% Penduduk Dunia, adalah keturunan Sundaland (Nusantara) ?

Berdasarkan penyelusuran Y-DNA, sekitar masa 47,000-55,000 tahun yang lalu, Haplogroup K-M9 membentuk genetik marker baru, yang dikenal Haplogroup K2 (K-M526).

Haplo K2 (K-M526) bermigrasi menuju Sundaland (Nusantara). Di wilayah ini, Haplo K2 menurunkan Haplo NO yang kemudian menjadi 2 Haplo utama, yaitu N-M231 dan O-M175.

dnasundaland2
Penyebaran Haplogroup O

Pada sekitar 10.000-12.000 tahun lalu, ketika Sundaland tenggelam, keturunan Haplo O-M175 bermigrasi ke arah utara :

1.  Haplogroup O1-M119
Menyelusuri South China (Yangtze River), mencapai Kepulauan Formosa dan kembali ke Nusantara.

Haplogroup O1a-M119, dikenal sebagai genetik marker dari Austronesian dan Tai-Kadai speakers (Formosan, Melayu, Jawa, Polynesian, Thai dan lainnya).

2.  Haplogroup O2a-M95
Dikenal sebagai genetik marker dari rumpun Austro-asiatic speakers (Munda di India dan Mon-Khmer).

3.  Haplogroup O3-M122
Menyusuri Sungai Mekong, sampai Yellow River Basin, kemudian sebagian ke Timur (North China – Yellow River) dan sebagian ke Barat (Tibet Highland)

Haplogroup O3-M122 dikenal sebagai genetik marker Sino-Tibetan speakers (Tibet, Chinese, Japanese, Korean, Burma dan lainnya).

(sumber : Menemukan Leluhur berdasarkan Y-DNA haplogroups, di Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur ?).

dnasundaland1
Perhitungan Population Haplogroup O

Berdasarkan perkiraan penduduk 2016 (link), serta jumlah persentase Haplogroup O di dunia (sumber : Ancestral Lineages of the Malays dan populations Y-DNA), diperoleh data sebagai berikut :

China, population 1,382,323,332, Haplo O = 83%
Indonesia (Jawa 56,7%), population 147,000,000, Haplo O = 86,7%
Indonesia (Sumatera 21%), population 54,000,000, Haplo O = 61,3%
Japan, population 126,323,715, Haplo O = 55%
Philippines, population 102,250,133, Haplo O = 82,1%
Vietnam, population 94,444,200, Haplo O = 91%
Thailand, population 68,146,609, Haplo O = 44,1%
South Korea, population 50,503,933, Haplo O = 64%
Malaysia, population 30,751,602, Haplo O = 66,7%

Dari data di atas, diperoleh kesimpulan setidaknya lebih dari 1,6 milyar atau sekitar 21,5% penduduk dunia pada saat ini , adalah Haplogroup O dan merupakan keturunan dari Sundaland (Nusantara).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Selain Haplogroup O-M175, juga ter-indikasi Haplogroup C1b2 – M38, yang diduga berasal dari sebaran penduduk Sundaland, pada sekitar 11.600 tahun yang lalu.

Haplogroup C1b2 – M38 ini kemudian menyebar ke seluruh Nusantara, terutama daerah Indonesia Timur (Wallacea, Papua) dan wilayah Melanesia, Polinesia sampai Selandia Baru (referensi : Y-DNA Haplogroup C).

Artikel Sejarah Nusantara
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. Misteri Imam Mahdi, dalam Silsilah Genetika Y-DNA FGC10500+ ?
3. Gua Hunian Leluhur Nusantara, dari era Zaman Es, sekitar 14.825 tahun yang lalu?
4. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).

Menemukan Leluhur berdasarkan Y-DNA haplogroups, di Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur ?

Y-DNA merupakan genetik yang diturunkan secara patrilineal (garis keturunan langsung dari pihak ayah kepada anak laki-laki). Y-DNA sendiri dibedakan dalam beberapa haplogroups, yang merupakan kombinasi gen pada kromosom dari berbagai daerah, dengan kecenderungan diwariskan bersama-sama.

Berdasarkan penyelusuran genetika, Y-DNA haplogroups penduduk Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur (sumber : wikipedia.org), adalah sebagai berikut :

DNAnusantara1
Dari tabel diatas, Y-DNA yang dominan di Jawa dan Sumatera adalah Haplogroup O, sementara Indonesia Timur lebih dominan Haplogroup C.

Haplogroup O-M175 oleh beberapa ahli dianggap terkait dengan Kepulauan Formosa (Taiwan), dan disana ditemukan 93,2% penduduknya memiliki Haplogroup O.

Sedangkan Haplogroup C1b2 – M38 oleh beberapa ahli dianggap terkait dengan dari Kepulauan Polynesia (Pasifik), dan disana ditemukan 83,3% penduduknya memiliki Haplogroup C.

Sumber : Ancestral Lineages of the Malays

Dan yang menarik di Sumatera, terdapat Haplogroup F yang cukup dominan. Haplogroup F sendiri diperkirakan berasal dari wilayah India Selatan dan Srilangka (sumber : Haplogroup F).

Lain halnya dengan Indonesia Timur, teridentifikasi Haplogroup S dan Haplogroup M yang cukup dominan, keduanya  merupakan ciri penduduk yang mendiami  Papua, Nusa Tenggara dan Kepulauan Maluku (sumber : Haplogroup S dan Haplogroup M).

guaharimau2
Menemukan Jejak Leluhur

Dari data Y-DNA diatas, nampaknya di wilayah Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur, ditemukan interaksi antara Komunitas Formosa dengan Komunitas Polynesia. Komunitas Formosa mendominasi Jawa dan Sumatera, sementara Komunitas Polynesia mendominasi Indonesia Timur.

Di Indonesia Timur sendiri, teridentifikasi terdapat penduduk asli dengan ciri Haplogroup S dan Haplogroup M. Hal ini bermakna kehadiran Komunitas Polynesia datang dari luar kawasan, dan kemudian mendominasi daerah Indonesia Timur.

Komunitas Polynesia (Haplogroup C1b2 – M38), diduga berasal dari sebaran penduduk Sundaland yang mengalami kenaikan permukaan laut, pada sekitar 11.600 tahun yang lalu. Komunitas ini kemudian menyebar ke seluruh Nusantara dan wilayah Melanesia, Polinesia sampai Selandia Baru (referensi : Y-DNA Haplogroup C).

sunda2
Selepas tenggelamnya Sundaland, daerah Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur didiami oleh Haplogroup C, Haplogroup S dan Haplogroup M, hal ini bisa dibuktikan dengan ditemukannya kerangka manusia Ras Australomelanesid ( Haplogroup M) di Goa Harimau Sumatera Selatan, dari masa 4.840 tahun yang lalu (lihat : Gua Hunian Leluhur Nusantara, dari era Zaman Es, sekitar 14.825 tahun yang lalu?).

Salah satu pusat peradaban Nusantara Purba ketika itu, berada di Swana Bhumi bagian Selatan, yang dikenali sebagai Peradaban Bangsa Punt (lihat : [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).

Pada sekitar 3.500 tahun yang lalu (1.500 SM), Nusantara kedatangan Haplogroup O (Ras Mongoloid), dari kepulauan Formosa. Di masa itu, antara Bangsa Punt dan Ras Mongoloid terjadi persaingan, namun dibeberapa daerah juga ditemukan kedua kelompok ini saling berinteraksi.

Berdasarkan teori Migrasi Manusia, sesungguhnya Ras Mongoloid berasal dari Nusantara. Perpindahan Ras Mongoloid dari Sundaland (Nusantara) ke wilayah utara, diperkirakan terjadi sekitar 11.600 tahun yang lalu (lihat : Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab Asal Usul Bangsa Melayu ? dan Tanah Punt, Sundaland dalam Legenda Leluhur Bangsa Nusantara?).

Di Sumatera, juga kedatangan Haplogroup F dari India Selatan dan Haplogroup J dari Timur Tengah (lihat : Legenda Raja Mus, Pembawa Ajaran Nabi Ibrahim di Nusantara ?), yang membawa keyakinan monotheisme di Nusantara.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan:

1. Pada sekitar masa 47,000-55,000 tahun yang lalu, Haplogroup K-M9 (menetap di India) membentuk genetik marker baru yaitu Haplo K2 (K-M526).

Haplo K2 (K-M526) bermigrasi menuju Sundaland, menurunkan Haplo NO yang kemudian menjadi 2 Haplo utama N-M231 dan O-M175. Haplo O-M175 untuk kemudian mendominasi wilayah tersebut.

Haplo K (K-M9) -> Haplo K2 (K-M526) -> Haplo NO -> Haplo O-M175

Pada masa 10.000-12.000 tahun lalu ketika Sundaland tenggelam, keturunan Haplo O-M175 bermigrasi ke utara :

(O3-M122)-> menyusuri Sungai Mekong -> Yellow River Basin -> sebagian ke Timur (North China – Yellow River) dan sebagian ke Barat (Tibet Highland)

-> Haplogroup O3-M122 dikenal sebagai genetik marker Sino-Tibetan speakers (Tibet, Chinese, Japanese, Korean, Burma dan lainnya).

(O2a-M95) kemudian dikenal sebagai genetik marker dari rumpun Austro-asiatic speakers (Munda di India dan Mon-Khmer).

(O1-M119)-> South China (Yangtze River)-> Formosa -> kembali ke Nusantara

-> Haplogroup O1a-M119, dikenal sebagai genetik marker dari Austronesian dan Tai-Kadai speakers (Formosan, Melayu, Jawa, Polynesian, Thai dan lainnya).

(sumber : unri.ac.id, Haplogroup K-M9, Haplo K-M526 originated in Indonesia, K-M526 in Southeast Asia).

2. Jika kita mencermati Evolutionary tree of Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, diperkirakan Keluarga Nuh berasal dari Haplogroup IJK, yang merupakan pangkal percabangan keturunan Sem bin Nuh (Haplogroup IJ) dan Yafet bin Nuh (Haplogroup K).

Dari Y-DNA bisa kita peroleh informasi, keturunan Nabi Adam yang selamat dari Banjir Nuh, berasal dari 8 komunitas, yakni Haplogroup A, B, CF, D, E, G, H dan IJK.

Setelah peristiwa Bencana Nuh, setidaknya muncul 3 kelompok pengikut Nabi Nuh, yaitu :

– Kelompok Timur, yang dipimpin Yafet bin Nuh, diperkirakan mendiami Asia Selatan dan Sundaland (Paparan Sunda). Mereka kebanyakan berasal dari Haplogroup IJK dan CF, dan dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K, kemudian berkembang menjadi Haplogroup L, M, NO, P, Q, R, S dan T.

– Kelompok Tengah, yang dipimpin Sem bin Nuh, diperkirakan mendiami daerah Asia Tengah. Mereka berasal dari Haplogroup IJK, G dan H, dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup IJ, kemudian berkembang menjadi Haplogroup I dan Haplogroup J.

– Kelompok Barat, yang dipimpin Ham bin Nuh, diperkirakan mendiami daratan Afrika. Mereka berasal dari Haplogroup IJK, A, B, D, dan E.

(sumber : Jejak Nabi Nuh, dalam Gen Leluhur Nusantara).

Dan dengan mengacu timeline terbentuknya Haplogroup IJK, maka diperoleh informasi masa kehidupan Nabi Nuh serta Peristiwa Bencana Nuh, kemungkinan terjadi pada sekitar 47.000-60.000 tahun yang lalu.

3. Nabi Idris, yang merupakan leluhur Nabi Nuh dan diyakini sebagai sosok Oziris (leluhur Mesir Kuno [Haplogroup E] dan Bangsa Punt [Haplogroup C]), diperkirakan berasal dari keluarga Haplogroup CT, sekitar 70.000-75.000 tahun yang lalu.

Diperkirakan masa kehidupan Nabi Idris setelah Bencana Letusan Gunung Toba (74.000 tahun yang lalu, sumber : wikipedia.org), yang menyebabkan manusia hampir punah hanya tersisa sekitar 3.000 sampai 10.000 jiwa (sumber : Letusan Gunung Toba).

Data ini juga didukung perhitungan sejarawan Abu Said El Balchi, yang menyatakan Piramid di Mesir mulai dibangun sekitar 72.000 tahun sebelum Hijrah Nabi. Dimana Piramid itu sendiri, dibuat sebagai penghormatan kepada Oziris.

(sumber : Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA? dan Nabi Idris (Oziris), Tokoh Pembaharu MESIR PURBA ?).

4. Berdasar penyelusuran Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), diperkirakan Adam “Manusia Modern”, hidup di bumi pada sekitar 237.000 – 581.000 tahun yang lalu.

Fakta ilmiah ini didukung, atas penemuan fosil manusia modern, di Sungai Omo Ethiopia yang berusia sekitar 195.000 tahun. Serta hasil penyelusuran Mitochondrial Eve, yang masa kehidupannya di bumi sekitar 200.000 tahun yang lalu.

Namun masa kehidupan Nabi Adam mungkin bisa lebih lampau lagi, mengingat data genetika yang dipakai berdasarkan sampel manusia modern yang hidup saat ini, sementara sangat banyak bangsa-bangsa yang pernah hidup di bumi, telah mengalami kepunahan.

(sumber : Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi).

Raden Ajeng Kartini, keturunan ke-12 dari Sunan Giri ?

Raden Adjeng Kartini, lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879, dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 di usia 25 tahun.

R.A. Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi (sumber : wikipedia.org).

kartini1  Ilustrasi Foto Kartini, mustanir.com

Silsilah Raden Ajeng Kartini

Berdasarkan penyelusuran genealogy R.A.A Kartini Djojohadiningrat, terhitung sebagai keturunan ke-12 Sunan giri, salah satu anggota walisongo, berikut genealogy-nya :

01. R.A.A Kartini Djojohadiningrat binti

02. R.M.A.A Sosroningrat (Bupati Jepara) bin

03. Pangeran Ario Tjondronegoro IV (Bupati Demak) bin

04. Adipati Tjondronegoro III (Bupati Kudus) bin

05. Adipati Tjondronegoro II (Bupati Pati) bin

06. Adipati Tjondronegoro I (Bupati Surabaya) bin

07. Pangeran Onggojoyo bin

08. Lanang Dangiran @ Kyai Ageng Brondong Botoputih bin

09. Kendal Wesi @ Kyai Sholeh bin

10. Pangeran Ujung Pangkah II @ Abdul Haqq bin

11. Pangeran Ujung Pangkah I @ Muhammad Sirrullah bin

12. Sunan Kulon @ Ali Khoirol Fathihin bin

Sunan Giri @ Maulana Muhammad Ainul Yaqin

(sumber : catatan Nur Al-Fadhil Ba’alawy Al-Husaini).

quran11
Kisah Kartini dan Al Qur’an terjemahan bahasa Jawa

Dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang merupakn paman kartini. Ulama terkemuka di masa itu, Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah.

Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini dengan tekun menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah. Hal ini bisa dipahami, karena saat itu Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini ditemani pamannya menemui Kyai Sholeh Darat. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang ber-ilmu tetapi menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, Kyai Sholeh balik bertanya, “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”

“Kyai, selama hidupku baru kali ini berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kartini melanjutkan; “Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog ini telah menggugah Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; yaitu menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan kemudian diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebut hadiah ini sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia (sumber : republika.co.id).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Seiring waktu, juga berdasar saran Kartini, Kiyai Sholeh melanjutkan tafsir al-Fatihah menjadi kitab tafsir dan terjemahan al-Quran yang berjudul, Faid ar-Rahman. Inilah kitab tafsir perdana di Nusantara, yang ditulis dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab.

Kalimat “Habis Gelap Terbitlah Cahaya (Door Duisternis tot Licht”, diduga diperoleh Kartini setelah melalui kajian dalam Pengajian Faid ar-Rahman bimbingan Kiyai Sholeh Darat. Sebab kata-kata itu jelas diambil dari al-Quran, minazzulumati ila n-Nur (QS. Ibrahim [14] ayat 1)(sumber : Kisah Kiyai Sholeh Darat).

2. Dalam versi yang lain, leluhur R.A. Kartini, yang bernama Lanang Dangiran (Kyai Ageng Brondong Botoputih) bukan berasal dari Sunan Giri, melainkan dari keturunan Menak Soemandi.

Menak Soemandi mempunyai putra bernama Menak Gandru, Menak Gandru mempunyai putra bernama Menak Werdati, Menak Werdati mempunyai putra bernama Menak Lumpat (Sunan Rebut Payung), Menak Lumpat (Sunan Rebut Payung) mempunyai putra bernama Pangeran Kedawung (Sunan Tawang Alun), Pangeran Kedawung (Sunan Tawang Alun) mempunyai putra bernama Pangeran Lanang Dangiran (sumber : Pangeran Lanang Dangiran).

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?
2. Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Kota Palembang !!!
3. [Misteri] H.O.S. Tjokroaminoto (Guru Presiden Soekarno), yang pernah dikunjungi Rasulullah?
4. Silsilah Sunan Kalijaga, dari berbagai jalur Leluhur Dinasti Tuban, Abbasiyah dan Azmatkhan

 

Titik Nol Bumi, di Makkah dan Indonesia ?

Ada teori yang menyatakan, di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’.

Dan apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Salah satu lokasi ‘Zero Magnetism Area’ atau ‘Titik Nol Bumi’, yang terdeteksi pada saat ini berada di Kota Makkah Arab Saudi (sumber : Ayo Berkunjung Ke Pusat Planet Bumi, Lokasi Paling Prestisius di Dunia).

titiknol1
Titik Nol Bumi ada di Indonesia ?

Fenomena ‘Titik Nol Bumi’ ternyata tidak hanya ditemukan di Kota Makkah. Baru-baru ini, sekelompok orang, yang dipimpin oleh Emha Ainun Najib (Caknun), berkumpul di satu tempat yang dipercaya sebagai wilayah ‘Zero Magnetism Area’.

Wilayah tersebut berada di “Trowulan”. yang dipercaya sebagai lokasi ibukota Kerajaan Majapahit. Di sana media Kompas yang dibawa, tidak bisa menunjukkan arah utara-selatan secara benar (sumber : Titik Nol Bumi (Facebook)).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Pada saat ini, lokasi yang dianggap sebagai “Titik Nol Bumi” atau lebih tepatnya titik nol bujur (meridian utama universal), adalah Kota Greenwich di Inggris.

Penetapan Kota Greenwich ini, berdasarkan  kepada hasil Konferensi Meridian Internasional tahun 1884 (sumber : wikipedia.org).

2. Penetapan Greenwich sebagai acuan titik nol bumi, lebih bersifat teknis. Dimana jika Greenwich itu di 180 derajat ke arah timur dan ke arah barat, kemudian menjadi garis tanggal, posisinya berada di lautan.

Artinya pergantian tanggal, dengan patokan Greenwich akan terjadi di lautan. Dan kalau berada di lautan kita tidak berisiko mengubah tanggal (sumber : Greenwich dan Zona Waktu).

Artikel Analisa Misteri :
1. [Analisa Video] Misteri Penampakan Jin Naik Haji ?
2. Misteri Berlian 222 gram, milik kakek Qarsing dari Sidrap ?
3. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
4. (Analisa Foto) Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?