Tag Archives: indonesia

Asal Bangsa Indonesia, dan Misteri Manusia Goa Harimau ?

Penelitan arkeologi yang dilakukan di Goa Harimau, Sumatera Selatan menemukan ada dua jenis ras manusia Homo sapiens, yang pernah mendiami Goa Purba ini.

Kedua ras tersebut adalah Ras Australomelanesid dan Ras Mongoloid, dan kedua ras ini diduga pernah bertemu serta berinteraksi di goa tersebut.

guaharimau1
Manusia Gua Harimau

Dari 78 kerangka Homo sapiens yang diekskavasi, Tim Penelitian Arkeologi Goa Harimau mendeteksi empat kerangka ras Australomelanesid. Sementara 74 kerangka individu lainnya merupakan ras Mongoloid.

Homo sapiens ras Mongoloid ditemukan di lapisan tanah paling atas Goa Harimau. Sementara ras Australomelanesid berada di lapisan tanah ketiga, berupa tanah lempung coklat tua yang mengandung gamping.

Dari hasil penanggalan radiokarbon oleh Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional pada lapisan tanah teratas, umur kerangka Homo sapiens Mongoloid 3.464 tahun. Sementara itu, penanggalan radiokarbon oleh Waikato Radiocarbon Dating Laboratory, Selandia Baru, untuk lapisan tanah ketiga (tempat penemuan kerangka Australomelanesid) menunjukkan usia 4.840 tahun.

Temuan di Goa Harimau membuktikan, bahwa jauh sebelum kedatangan kelompok Proto Melayu (ras Mongoloid), di pulau Sumatera telah ada komunitas kehidupan manusia dari ras Australomelanesid.

Pembuktian Asal Bangsa Indonesia (Nusantara), dari interaksi Ras Australomelanesid dan Ras Mongoloid…

Mari kita perhatikan, gambar berikut…


Berpedoman kepada illustrasi di atas, kemungkinan sebagian besar Bangsa Indonesia adalah keturunan Ras Australomelanesid dan Ras Mongoloid, dengan analisa sebagai berikut :
1. Mata menurun dari Australomelanesid
2. Hidung menurun dari Mongoloid
3. Bibir menurun dari Mongoloid
4. Rambut berwarna hitam, sebagaimana Australomelanesid dan Mongoloid
5. Kulit lebih terang daripada Australomelanesid, dan lebih gelap dari Mongoloid

Referensi :
1. republika.co.id
2. nationalgeographic.co.id

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara :
1. Teori Migrasi Manusia, menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. 3. Identifikasi Zealandia, Legenda Benua MU dan Mitologi Garuda ?
4. [Misteri] asal muasal Bangsa Jawa, menurut Legenda dan Catatan Sejarah ?

Iklan

[Misteri] Keajaiban Nilai Numerik 9 dalam Sejarah Nusantara ?

Di masa lalu, Bangsa Nusantara dikenal sebagai Bani JAWI. Dimana kata JAWI atau JAWA, berdasarkan perhitungan numerik arabic memiliki nilai 9, yakni jim = 3 dan waw = 6,  maka 3 + 6 = 9.

Nilai 9 sangat akrab dengan Sejarah Nusantara, perhatikan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, seperti SRIWIJAYA dan MAJAPAHIT memiliki karakter huruf yang berjumlah 9.


Karakter berjumlah 9 huruf, juga terdapat pada kata NUSANTARA dan INDONESIA, serta landasan berbangsa masyarakat Indonesia, yakni PANCASILA.

Tokoh-tokoh Sejarah juga memiliki karakter 9 huruf seperti : GAJAH MADA, SILIWANGI dan BRAWIJAYA.

Ajaran Monotheisme Kuno Nusantara, yakni KAPITAYAN juga berkarakter 9 huruf, demikian juga dewan ulama yang berjasa dalam penyebaran Islam, yakni WALI SONGO (Wali Sembilan), juga terdapat 9 karakter huruf.

referensi :
1. miraclesofthequran.com
2. 
3. Post Hegemony XXIV: Jama’ah NU Kelanjutan Sistem Sosial Masyarakat Kuno Nusantara

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1. Teori Migrasi Manusia, untuk menjawab asal usul Bangsa Melayu?
2. [Misteri] Kuil Hatshesut (dari masa 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?).
3. 
4. Misteri “Tiang Rumah Kuno” berumur 2.800 tahun, dan Pemukiman Awal Bangsa Jawi (Melayu) di Nusantara?

[Misteri] Bukit Ka’ba, Pusat Dakwah Islam di masa Kedatuan SRIWIJAYA ?

Di  dalam Kitab Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah, diceritakan tentang kedatangan sahabat Rasulullah,  Akasyah bin Muhsin Al-Usdi radhiallahu anhu, di Kerajaan Sriwijaya. Legenda kemudian bercerita, munculnya Pusat Dakwah Islam di Bukit Ka’ba, yang saat ini berada dalam wilayah Kabupaten Rejang Lebong (Curup) Bengkulu.

Bukti arkeologis tentang telah adanya gerakan dakwah Islam di Pulau Sumatera pada abad pertama hijriyah, ditemukannya  Tuan Syekh Rukunuddin, yang wafat tahun 48 Hijiriah, di komplek pemakaman Mahligai, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Islam di Kerajaan Sriwijaya

Berdasarkan buku “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nsantara abad XVII & XVIII”, tulisan Prof. Dr. Azyumardi Azra MA, tercatat beberapa kali Raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Syiria.

Dan pada salah satu naskah surat yang ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M), Raja Sriwijaya bernama Sri Indravarman, mengajukan permintaan agar kholifah sudi mengirimkan da’i ke istana Sriwijaya.

Maraknya Dakwah Islam di Kedatuan Sriwijaya, sedikit terganggu selepas wafatnya Raja Sri Indravarman. Pengganti Sri Indravarman, tidak terlalu banyak memberi perhatian terhadap pekembangan Islam. Namun demikian, pengajaran Islam terus berlanjut, meski tanpa sokongan pihak berkuasa.

Legenda Bukit Kaba Sriwijaya, menceritakan pemimpin pusat dakwah di wilayah ini, disebut Si Pahit Lidah. Julukan Si Pahit Lidah ini, mungkin dikarenakan cara dakwah yang tegas, tidak segan-segan mengungkapkan satu ayat (kebenaran) meskipun dirasa pahit oleh pendengarnya.

Sebagai ulama penyebar Islam, sosok Si Pahit Lidah ini dipercaya memiliki karomah, bahkan beredar cerita, segala yang mereka ucapkan bisa menjadi kenyataan.

Selepas serangan Kerajaan Chola di tahun 1025 M, Kedatuan Sriwijaya mengalami perpecahan, salah satu pecahannya, kemudian mendirikan Keratuan Bukit Siguntang (Palembang). Salah satu penguasanya bernama Raja Segentar Alam masuk Islam dan berganti nama menjadi Iskandar Zulqarnain Alam Syah.

Atas prakarsa, Puyang Ogan “Wali Putih” yaitu ulama yang berhasil meng-islamkan Raja Segentar Alam, Pusat Dakwah Islam di Bukit Ka’ba dipindahkan ke Bukit Siguntang. Sejak masa itu, kepemimpinan “Si Pahit Lidah”, tidak saja sebagai panatagama (pemimpin agama) tetapi juga merangkap sebagai amir (kepala pemerintahan).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Referensi :
1. Diskusi Facebook : Bukit Siguntang
2. Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
3. Hadits Nabi, Negeri Samudra dan Palembang Darussalam
4. Legenda Segentar Alam, Raja Muslim Sriwijaya dari Bukit Siguntang Palembang ?
5. Kerajaan Sriwijaya, Pelarian Politik dan Dakwah Para Sahabat Rasulullah di Nusantara ?

Catatan Penambahan : 

1. Kitab Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara) ditulis oleh Habib Bahruddin Azmatkhan, tahun 1929, selain itu ada beberapa buku lain yang menginfomasikan tentang kedatangan da’i di Kerajaan Sriwijaya, diantaranya Buku “Sejarah Islam Pertama Di Palembang”, tahun 1986 tulisan Pangeran Gajahnata, “Islam Pertama di Palembang”, tahun 1929 tulisan R.M. Akib dan ‘The Preaching of Islam”, tahun 1968 tulisan T. W. Arnold.

2. Pemerintahan Keratuan Bukit Siguntang, kemudian dikenali dengan istilah “7 ganti 9 gilir”, dan diperkirakan berakhir pada sekitar tahun 1478 M, seiring dengan berdirinya Kesultanan Islam Demak.

3. Hubungan kekerabatan Keratuan Bukit Siguntang

4. Ketika Kukang (Palembang), dibawah kendali kelompok Chen Tsu Ji (yang kemudian berhasil dihancurkan oleh armada Laksamana Cheng Ho tahun 1407).
Keratuan Bukit Siguntang kemungkinan berpindah ke wilayah Jambi, hal ini bisa diketahui dengan adanya legenda keberadaan Si Pahit Lidah sebelum masa Tun Telanai (utusan Sultan Mansyur Syah, memerintah Malaka 1458-1477).

5. Masyarakat lebih mengenal Gunung Kaba sebagai Bukit Ka’ba, terletak di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupuh Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu


(sumber foto : ksmtour.com).

6. Pada makam Tuan Syekh Rukunuddin, tertulis tahun ha-mim. Berdasarkan sistem nilai numerik bangsa arab, ha = 8 dan mim = 40, sehingga makna ha-mim adalah 8 + 40 = 48 Hijriyah.


(sumber : ).

Apakah makna dari bukit Kaba adalah perlambang huruf Kaf dan Ba ?

dimana Kaf = 20 dan Ba = 2, atau 20 + 2 = 22 Hijriyah, yakni bersamaan dengan masa Khalifah Umar ra. (13-23 H).

Dan yang menarik berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, “Perjalanan Suci (Siddhayatra)” Penguasa Sriwijaya Dapunta Hyang Jayanasa, dimulai pada 7 Jesta 604 Saka atau 19 Mei 682 Masehi atau bertepatan dengan Hari Jum’at, 6 Ramadhan 62 Hijriyah (berdasarkan perhitungan rukyat global)…

Masya ALLAH… Beredar Video “Atraksi Aerobatic Team TNI AU” Membentuk Lafadz ALLAH

Atraksi Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU mencuri perhatian publik, hal ini dikarenakan manuvernya memunculkan lafal Allah di langit Yogyakarta.


Pada gambar yang viral di media sosial, terlihat Tim Jupiter tengah beraksi dalam acara Jogja International Air Show (JIAS) 2017 yang digelar di Pantai Depok, Bantul, pada Minggu 30 April 2017.

Sementara dalam video yang beredar, terlihat 6 pesawat membentuk formasi. Di detik ke-34, dari asap yang dikeluarkan 6 pesawat itu, membentuk lafal Allah.

Berikut Video Atraksi :

Dalam konfirmasinya, Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya mengatakan Kejadian tersebut bukanlah disengaja. Formasinya memang sudah dilatihkan, tapi untuk bentuk lafal Allah, bukan bentuk kesengajaan (sumber : detik.com).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Analisa Foto] Serangga Kanibal, Pemakan kulit dan daging manusia ?
2. [Analisa Foto] Sepasang ULAR NAGA dari Ponorogo, terbukti HOAX ?
3. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?
4.  Masya ALLAH, inilah “batu memancarkan air”, yang diceritakan dalam Al Qur’an ?

Hasil Final Real Count Pilkada DKI Jakarta (Putaran ke-2), tanggal 19 April 2017

Berdasarkan Perhitungan KPUD DKI Jakarta :


Hasil Perhitungan Quick Count 5 Lembaga Survei (sumber : kumparan.com) :


Artikel Menarik :
1.
2. 3.
4. Aksi Bela Islam 1918, H.O.S Tjokroaminoto dan Tentara Kandjeng Nabi Moehammad

Catatan Penambahan : 

1. Berdasarkan Perhitungan Kawal Pilkada :

[Misteri] Hang Tuah, Keturunan Ulu Ogan Sumatera Selatan ?

Dalam masyarakat melayu, dikenal seorang pahlawan yang gagah berani bernama Laksamana Hang Tuah. Akan tetapi, sampai saat ini  sosok Hang Tuah masih menjadi misteri asal  usulnya.

Di kalangan masyarakat, ada yang mengatakan ia berasal dari Semenanjung Malaka, ada lagi mengatakan berasal dari Pulau Bintan Riau, kemudian versi mengatakan berasal dari keturunan Bugis Makassar, serta pendapat Hang Tuah adalah keturunan tionghoa (sumber : variasi laksmana hang tuah dan origins of hang tuah).

Dari sekian banyak versi ini, kami mencoba menyajikan versi lain, yakni Hang Tuah berasal dari keturunan Suku Melayu Sumatera Selatan.

Hang Tuah adalah Uhang Ogan

Dalam Hikayat Hang Tuah diceritakan,

Ketika kedua orang tua dari Hang Tuah menunggu ketibaan hari ke 7 untuk ketanggalan tali pusat anaknya, mereka didatangi oleh seorang kakek tua.

Sang kakek berkata “Hang ini sungguh ber ‘tuah’ mendapat anak ini.” Lalu, kakek tua itu menghilang dari pandangan mata mereka (sumber : hikayat hang tuah).

Pada saat kejadian itu, ibu dan ayah Hang Tuah tinggal di Kampung Sungai Duyung Bintan. Pulau Bintan sendiri berdasarkan sejarah melayu, ikut dibangun oleh anak keturunan Sang Suparba yang berasal dari Bukit Siguntang Palembang (Sumatera Selatan).

Makna Hang bukanlah nama gelar apalagi marga. Hang adalah kata penyingkat untuk Uhang yang bermakna orang. Sebutan Uhang merupakan ciri dari bahasa masyarakat yang tinggal di daerah Ulu Sungai Ogan Sumatera Selatan.

Dengan demikian, arti dari kalimat “Hang ini sungguh ber’tuah’… ” adalah “Orang ini sungguh beruntung… ”

Kehadiran sosok kakek misterius di rumah kedua orang tua Hang Tuah, tentu akan bercakap (berbicara) dengan bahasa yang dimengerti oleh ahli rumah. Hal inilah yang menjadi indikasi bahwa kedua orang tua Hang Tuah berasal dari Ulu Ogan, salah satu cabang suku melayu di Sumatera Selatan.

Indikasi ini semakin kuat, ketika ditemukannya makam yang diyakini sebagai makam Hang Tuah, yang berada Kompleks Pemakaman Raja Raja Palembang Cinde Walang Sumatera Selatan (sumber : malaya.or.id dan ).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Dalam sejarah melayu, menurut terbitan Abdullah bin Abdulkadir Munsyi pada bait 2.21, diceritakan sebagai berikut :

“… Maka Sang Suparbapun berangkatlah ke Bintan. Setelah datang ke Bintan, lalu masuk ke dalam negeri. Adapun kasad permaisuri Iskandar Syah hendak diambil baginda akan suami; setelah dilihat muda, maka diambil baginda akan saudara. Terlalu kasih permaisuri Iskandar Syah akan Sang Suparba, dan sangat dipermulia baginda. Maka sang Nila Utama, anak Sang Suparba, diambil baginda akan menantu, didudukkan baginda dengan ananda baginda yang bernama Wan Seri Beni itu; maka dinobatkan sekali akan ganti baginda… ”

2. Daerah yang banyak didiami Suku Ogan Hulu, mencakup Kecamatan Ulu Ogan, Pengandonan, Baturaja dan Lubuk Batang (Kabupaten OKU) serta Muara Kuang (Kabupaten Ogan Ilir) (sumber : ).

Artikel Menarik :
1. Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA ?
2. Armada Laksamana Cheng Ho, dan Sejarah Pempek Palembang ?
3. Alhamdulillah, Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!
4. Penampakan Awan “Lafaz ALLAH”, pada Pemakaman Ulama Karismatik Malaysia Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat?

Kode 212 dalam Komik ‘X-Men Gold #1’ ?

Dunia Komik Indonesia, dibuat geger selepas terbitnya Komik ‘X-Men Gold #1’ karya komikus asal Tulungagung Ardian Syaf. Dalam komik tersebut memuat ‘QS 5:51’ dan ‘212’.

Menanggapi ramainya pemberitaan atas karyanya, melalui akun Facebook miliknya, Ardian berkomentar :

“Makna dibalik angka…mungkin ada yg bisa dipahami, bila tak paham, tak apa… Silakan berkomentar apapun, karena saya gak bisa kontrol lidah anda…eh jari anda…saran saya, walaupun anda tidak setuju dgn saya, tetap sampaikan dengan ucapan yg baik ya :),” kata Ardian dalam postingnya pada Minggu (9/4/2017).

Ardian juga menjelaskan mengenai makna di balik angka ‘212’ sebagai bentuk aksi damai, sebagaimana ia ungkapkan kepada salah seorang pembaca komiknya…

“The number is act peace in 2-12-2016, a governor that did blasphemy to Our Holy Book, because police never take him like blasphemy doers,”.

Menanggapi karya Ardian ini, pihak Tim advokasi Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI sempat melakukan kajian, dan hasilnya GNPF MUI menyatakan tidak ada pelanggaran.

Sumber :
1. Komikus X-Men ‘QS 5:51’ Bicara Soal Makna di Balik Angka
2. Usai Kaji Lebih Dalam, GNPF MUI Apresiasi Komikus X-Men ‘QS 5:51’

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :

1. Jejak Urine di Kolam Renang dalam Pandangan Hukum Islam
2. [Masya ALLAH] Inilah Gunung Pelangi, yang diceritakan di dalam Al Qur’an ?
3. Mengapa Rasulullah memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan Adzan di atap Ka’bah?
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?