Tag Archives: misteri

[Misteri] Pangeran Santapura, Penyebar Islam pada abad ke-8 Masehi di Tanah Jawa ?

Pangeran Santapura adalah putera dari Prabu Lembu Agung, yang merupakan Raja Sumedang di tahun 778 M. Ibundanya bernama Nyai Banon Pujasari, yang merupakan puteri dari Hidayat dan Sari Fatimah.

Dari ciri nama keluarga Nyai Banon Pujasari, menunjukkan bahwa mereka berasal dari keluarga muslim, yang telah bertempat tinggal di tanah Jawa pada abad ke-2 Hijriyah (sumber : hsumedangtandang.com).

Misteri Pangeran Santapura

Dalam situs sumedang online, diceritakan setelah Prabu Lembu Agung (Jayabrata) turun tahta, Pangeran Santapura tinggal di padepokan Lemah Sagandu Cipaku.

Disanalah Sang Pangeran bersama kerabat mendapat pengajaran ilmu keagamaan dan ilmu Kadarmarajaan. Sepertinya Prabu Lembu Agung sengaja mempersiapkan Pangeran Santapura untuk mensyiarkan Agama Tauhid di tanah Jawa (sumber : sumedangonline.com).

Keberadaan sosok Pangeran Santapura bisa dibuktikan dengan adanya situs arkeologi di wilayah Jatigede Kabupaten Sumedang, yang didalamnya terdapat makam kuno yang dipercaya sebagai makamnya Pangeran Santapura (sumber : cipaku darmaraja blog).

Kehadiran Penyebar Islam di Tanah Jawa di masa abad ke-8 Masehi, semakin memberi keyakinan kepada kita, bahwa Islam di Nusantara telah ada sejak era para sahabat Rasulullah (sumber : ).

Dan pemeluk Islam bukan hanya berasal dari kalangan pedagangan asing, melainkan juga sudah dianut rakyat pribumi biasa, bahkan sudah menyebar di kalangan keluarga kerajaan.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Menarik :
1. [Misteri] Kesaksian selama 14 malam berada di Makam Rasulullah
2. Hikayat Nakhoda Khalifah, Pelopor Kesultanan Islam di Negeri Sriwijaya ?
3. Alhamdulillah… Makam Tokoh Betawi, PITUNG ditemukan di Palembang !!!
4. [Penjelasan Logis] Misteri Kubah Makam Nabi Muhammad, yang berubah menjadi Kemerahan?

Iklan

[Misteri] 5 Bukti Pernikahan Sedarah di Kerajaan Galuh abad ke-7 Masehi, adalah Kisah Fiksi ?

Dalam beberapa literatur dikatakan, Sena (Raja Galuh, 709-716), menikah dengan saudara tiri-nya bernama Sannaha.

Dari Pernikahan Manu (Sedarah) ini menghasilkan seorang putera bernama Sanjaya, yang merupakan Pendiri Wangsa Sanjaya dan menjadi Raja Sunda Galuh, pada masa 723-732 (sumber : Kerajaan Galuh).

Kisah Pernikahan Manu Kerajaan Galuh

Kisah Pernikahan Manu ini bermula dari Perselingkuhan puteri Pohati Rababu, dengan saudara iparnya Mandiminyak, yang membuahkan seorang putera bernama Sena (Sanna).  Dimana Mandiminyak adalah adik dari suami puteri Pohati Rababu, yang bernama Sempakwaja.

Akibat peristiwa memalukan ini, Mandiminyak kemudian disingkirkan dari tahta Galuh, dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati anak dari Ratu Sima Kerajaan Kalingga. (sumber : wong wedoknusantara blog dan kebuyutan blog).

Dari perkawinan dengan Parwati ini, Mandiminyak memiliki puteri bernama Sannaha. Dan dengan tujuan untuk mempersatukan kekuatan Kalingga dan Galuh, setelah dewasa Sannaha dinikahkan dengan saudara tirinya Sena (Sanna) (sumber : wacana.co).

Keanehan Kisah Kerajaan Galuh

Dari cerita ini, nampak sekali merupakan kisah yang direkayasa dan tidak selaras dengan kronologis sejarah. Setidaknya ada 5 keanehan dalam kisah tersebut :

(1). Dikatakan Mandiminyak disingkirkan dari istana, pada kenyataannya berdasarkan sejarah Kerajaan Galuh, Mandiminyak menjadi Penguasa Galuh selama 7 tahun yaitu dalam periode 702-709.

(2). Jika Mandiminyak disingkirkan dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati, artinya pernikahan tersebut terjadi setelah tahun 709, artinya tahun kelahiran puterinya Sannaha otomatis setelah tahun 709.

Sementara catatan sejarah mengungkapkan di tahun 723, putera Sannaha yang bernama Sanjaya sudah menjadi Raja Sunda Galuh. Bagaimana mungkin seseorang yang belum berusia 14 tahun, bisa punya anak yang telah jadi Raja ?

(3). Ibunda puteri Parwati, Ratu Sima adalah penguasa Kalingga yang terkenal sangat ketat dan taat kepada hukum. Sangat ganjil jika kemudian ia mengizinkan cucunya Sannaha menikah diluar kewajaran, dengan melanggar aturan kesusilaan.

(4). Keanehan lainnya setelah Mandiminyak disingkirkan dari Istana, justru anaknya Sena yang katanya hasil perselingkuhan, diangkat menjadi penguasa berikutnya.

(5). Alasan pernikahan Sena (Sanna) dan Sannaha yang katanya bisa mempersatukan kekuatan Galuh dan Kalingga, ternyata tidak terbukti. Dimana Sena disingkirkan oleh saudaranya bernama Purbasora, padahal Purbasora sendiri lebih banyak mengurusi padepokan ayahnya, yang menjadi resiguru di Galunggung.

Ke-5 keanehan ini, memberi kita keyakinan, bahwa kisah Perkawinan Manu di Kerajaan Galuh hanyalah cerita fiksi yang bersifat politis, dalam situasi perebutan pengaruh di Kraton Sunda Galuh.

Catatan Penambahan :

1. Peristiwa Pernikahan Manu, kemungkinan besar tidak pernah terjadi. Dikarenakan Sena dan Sannaha bukan saudara satu ayah, melainkan saudara sepupu. Dimana Mandiminyak (ayahanda puteri Sannaha), merupakan saudara dari Sempakwaja (ayahanda Sena).


Sena lebih diprioritaskan menjadi penguasa Galuh, menggantikan pamannya Mandiminyak dikarenakan :
(a). Sena adalah putera dari Sempakwaja, yang harus kehilangan hak atas tahta Galuh akibat cacat badan yang dideritanya.
(b). Sena lebih banyak berinteraksi dengan ketatanegaraan, dan berbeda dengan saudaranya Purbasora yang lebih fokus mengurus Padepokan.

2. Dalam versi yang lain, Sena (Bratasenawa) dan Sannaha (Sanaha), adalah saudara sepupu dari sebelah keluarga Kalingga. Dimana Sena adalah putera Mandiminyak dan Parwati (Purwati), sementara Sannaha adalah puteri dari saudara laki-laki Parwati (sumber : siwisang blog).

3. Diperkirakan Pernikahan antara Sena dengan Sannaha terjadi pada sekitar tahun 682 Masehi, dan setahun kemudian yakni tahun 683 Masehi Sanjaya dilahirkan. Informasi ini semakin menunjukkan kisah disingkirkannya Mandiminyak di tahun 709 M, dengan cara mengawinkannya dengan puteri Parwati adalah cerita dongeng semata.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Majapahit :

1. [Misteri] Penduduk Jawa berasal dari Sumatera ?
2. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
3. 
4. [Misteri] Raja Jawa yang bergelar “Sultan Abdullah Muhammad Maulana Jawi Matarami” ?

[Misteri] Silsilah Fatimah binti Maimun, dalam Kitab Pangeran Wangsakerta Cirebon ?

Ada yang aneh dalam kisah Fatimah binti Maimun, pelopor mubaligh muslimah di tanah Jawa. Ia diceritakan sebagai keponakan dari Maulana Malik Ibrahim, penyebar Islam abad ke-15 Masehi, sementara Fatimah binti Maimun sendiri lahir pada abad ke-11 Masehi.

Untuk mengurai asal muasal Fatimah binti Maimun, salah satu sumber yang bisa dijadikan pedoman adalah hasil penyelusuran ahli sejarah Cirebon abad ke-17 yaitu Pangeran Wangsakerta.

Misteri Fatimah binti Maimun

Fatimah binti Maimun lahir di pada tahun 1064 Masehi. Berdasarkan penyelusuran Pangeran Wangsakerta, Fatimah binti Maimun merupakan puteri dari Maimun bin Hibatullah bin Muhammad Makhdum Sidiq.

Ayahanda Fatimah binti Maimun, berdasarkan legenda Gresik merupakan sepupu dari Syekh Maulana Malik Ibrahim, atau dengan dengan kata lain keduanya adalah cucu dari Muhammad Makhdum Sidiq.

Menarik gelar “Makhdum” pada sosok Muhammad Makhdum Sidiq, yang merupakan ciri dari nama keluarga dinasti Makhdum yang menjadi penguasa Kesultanan Perlak Aceh. Dari data ini bisa diambil asumsi bahwa jalur silsilah Fatimah binti Maimun berasal dari Kesultanan Perlak.

Pada abad ke-11, dalam silsilah Kesultanan Perlak ditemukan nama Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (Sultan Perlak, 986-1023). Nama Sultan Perlak inilah sejatinya paman dari Fatimah binti Maimun yang disebut-sebut dalam Legenda Gresik.

Sementara nama Muhammad Makhdum Sidiq, tidak lain adalah kakek dari Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat, yaitu bernama Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat (Sultan Perlak, 932-956).

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada diagram berikut :


Referensi :
1. sufiz.com
2. suaragresik.com
3. Kesultanan Perlak

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan : 

1. Dalam salah satu versi dikatakan Siti Fatimah binti Maimun adalah puteri Raja Kedah Malaka dan merupakan keturunan ke-16 dari Nabi Muhammad (sumber : utusan.com).

Berdasarkan data tersebut, dapat dikatakan Fatimah binti Maimun masih terhitung kerabat daripada :

Sultan Abdul Kadir (Sultan Kedah, 881-903) bin Sultan Hussain Shah Alirah (Sultan Kedah, 840-881) bin Syarif Ali Sultan Alirah Shah (Sultan Perlak Kedah, 804-840) bin  Syarif Muhammad Nafs Zakiyah bin Syarif Abdullah al-Kamil bin Sayyidina Hassan al-Muthanna bin Sayyidina Hassan radhiallahu ‘anhu…

2. Perlu pengkajian lagi terhadap silsilah Fatimah binti Maimun, yang bersumber dari catatan Pangeran Wangsakerta, dimana menyatakan…

Rasulullah Nabi Muhammad berputri Fatimah yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib, yang berputra Husain, kemudian berputra Zainal Abidin. Dari Zainal Abidin menurunkan Muhammad Al-Baqir, ayahanda dari Ja’far Shadiq, yang berputra Ali Al-Uraidi…

Ali Al-Uraidi adalah ayahanda Sulaiman Al-Basri, yang menetap di Persi. Sulaiman Al-Basri menurunkan Abu Zain Al-Basri, kemudian menurunkan Ahmad Al-Baruni, ayah Sayyid Idris Al-Malik, yang berputra Muhammad Makdum Sidiq, yang terakhir ini adalah ayah Hibatullah, kakek Fatimah binti Maimun (sumber : sufiz.com dan madawis blog).

Dengan membandingkan kepada Genealogy Ahlul Bayt, ternyata tidak ditemukan nama Sulaiman Al-Basri, sebagai salah seorang putra Ali Al-Uraidi (sumber : benmashoor blog).

Artikel Sejarah Nusantara
1. [Misteri] Benarkah Masyarakat Nusantara adalah Zuriat Rasulullah ?
2. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
3. Maharaja Diwakara, Penguasa Sriwijaya Penakluk Kerajaan Chola India ?
4. [Misteri] Kudeta Kekuasaan Wangsa Syailendra, dan bangkitnya Trah Keluarga Dapunta Hyang ? 

[Misteri] Ahmad Syah Jalaluddin, antara Gubernur Kesultanan Delhi atau Sultan Nasarabad India ?

Sosok As-Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin Azmatkhan sudah sangat dikenal di kalangan pemerhati genealogy Nusantara. Beliau merupakan leluhur walisongo, ayahanda dari Maulana  Husain Jamaluddin Akbar Jumadil Kubra.

Tokoh Ahmad Syah Jalaluddin masih menimbulkan perdebatan, apakah beliau Raja di Kerajaan Nasarabad India atau Gubernur di Kesultanan Delhi. Munculnya dua versi riwayat ini, melahirkan dua kronologis sejarah yang berbeda ketika berbicara tentang kerabat dan keturunannya.

Misteri Ahmad Syah Jalaluddin

Secara garis besar, terdapat dua versi tentang riwayat kehidupan Ahmad Syah Jalaluddin Azmatkhan, yaitu :

1. Ahmad Syah Jalaluddin, Raja di Kerajaan Nasarabad India

Dalam versi ini berpedoman kepada kronologis masa kehidupan dari leluhur Ahmad Syah Jalaluddin. Sebagaimana diketahui kakek Ahmad Syah Jalaluddin bernama As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan yang lahir di kota Qasam, sebuah kota di Hadhramaut, sekitar tahun 574 Hijriah (1179 Masehi).

Sementara ayahanda Ahmad Syah Jalaluddin bernama Amir Abdullah Azmatkhan, yang naik tahta menjadi Raja di Kerajaan Nasarabad India Lama, pada tahun 653 Hijriah (1255 Masehi).

Dari kronologis ayahanda dan kakeknya ini, Ahmad Syah Jalaluddin tercatat naik tahta pada tahun 696 Hijriyah (1297 Masehi) dan wafat pada 711 Hijriyah (1312 Masehi).

Mengikuti kronologis ini, putera Ahmad Syah Jalaluddin bernama Maulana  Husain Jamaluddin Akbar Jumadil Kubra, lahir tahun 1270 Masehi dan cucunya bernama Maulana Ibrahim Zainuddin Asmaraqandi lahir di tahun 1297 Masehi (sumber : madawis blog dan asal azmatkhan).

2. Ahmad Syah Jalaluddin, Gubernur Kesultanan Delhi

Dalam versi ini berpedoman kepada kronologis masa kehidupan dari keturunan Ahmad Syah Jalaluddin. Sebagaimana diketahui cicit Ahmad Syah Jalaluddin bernama Maulana Ishaq lahir sekitar tahun 1393 Masehi.

Mengikuti kronologis ini, cucu Ahmad Syah Jalaluddin, yang bernama Maulana Ibrahim Zainuddin Asmaraqandi dilahirkan pada tahun 1373 Masehi, sedangkan anak Ahmad Syah Jalaluddin bernama Maulana  Husain Jamaluddin Akbar Jumadil Kubra, lahir tahun 1333 Masehi.

Pada kronologis ini Ahmad Syah Jalaluddin merupakan Gubernur di Kesultanan Delhi, di masa pemerintahan Sultan Muhammad Taghlug (1325-1351) (sumber : kisah nusantara).

Perbandingan :

Dari kedua kronologis ini, terjadi perbedaan data yang sangat mencolok, sebagai terlihat dalam daftar kejadian berikut ini :

Dari data di atas diperoleh beberapa kesimpulan :

1. Terdapat perbedaan mencolok diantara kedua versi, sebagaiman terlihat dari tahun kelahiran Husain Jumadil Kubro dan Ibrahim Asmoro.

2. Dengan menggunakan patokan versi Raja Nasarabad, penyusunan kronologis akan kesulitan dalam menyesuaikan kejadian-kejadian di era Maulana Ishaq atau setelahnya. Sementara dengan patokan versi Gubernur Delhi, akan kesulitan mencari titik temu dengan era Abdullah Azmatkhan atau sebelumnya.

3. Pada data di atas, kemungkinan besar adanya beberapa generasi yang belum tercatat dalam Silsilah Kekerabatan Marga Azmatkhan. Diperkirakan kedua versi ini terdapat masa selisih sekitar 60-70 tahun atau ada 2-3 generasi yang misterius.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Versi Gubernur Delhi, secara time line bersesuaian dengan versi walisongo berasal dari samudra pasai. Dimana dalam versi Pasai, Syekh Husain Jumadil Kubro adalah anak dari Sultan Zainal Abidin (Sultan Pasai, 1349-1406) (sumber : [Misteri] Versi Walisongo dari Pasai, dan Silsilah Makhdum Perlak ?).

Artikel Sejarah Nusantara
1.  2. [Misteri] 5 Sosok Arya Damar, dalam Sejarah Melayu Palembang ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. [Misteri] Satrio Piningit, Simbolisasi Bukit Siguntang dan Zuriat Sunan Giri ?

[Misteri] Versi Walisongo berasal dari Pasai Aceh, dalam Silsilah Ahlul Bayt Makhdum Perlak ?

Dalam versi Pasai Aceh, Syekh Husein Jumadil Kubro adalah putera dari Sultan Zainal Abdidin (memerintah Kerajaan Samudra Pasai, 1349-1406). Leluhur Syekh Husein berasal dari Dinasti Makhdum, yang mendirikan Kerajaan Perlak pada sekitar abad ke-9 Masehi.

Dari Perlak, Zuriat Dinasti Makhdum kemudian menyebar menjadi kerabat Kerajaan Sriwijaya, Pariangan (Minangkabau), Dharmasraya, Majapahit, Tumasik dan Malaka. Fenomena tersebarnya Zuriat Dinasti Makhdum ini, membuktikan Pengaruh Islam telah ada jauh sebelum era walisongo.

Berikut diagram silsilah kekerabatan Dinasti Makhdum Perlak dan Walisongo versi Samudra Pasai…

>> untuk pembesaran gambar bisa klik picture-nya atau klik disini

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Di kalangan pemerhati sejarah Aceh, tokoh Leluhur Dinasti Makhdum Perlak, yakni Syahriansyah Salman al-Farisi sebagian besar dianggap berasal dari keluarga Bangsawan Persia (Dinasti Sassanid), namun ada juga yang beranggapan Syariansyah Salman merupakan zuriat dari Ahlul Bayt Rasulullah.

2. Salah satu bukti yang menguatkan, bahwa keluarga Syekh Ibrahim Asmoro berasal dari keluarga Makhdum, bisa terlihat dari gelar yang disandang Sunan Bonang, yakni Raden Maulana Makhdum Ibrahim. Dimana Sunan Bonang adalah anak dari Sunan Ampel bin Syekh Ibrahim Asmara.

Artikel Sejarah Nusantara
1.  2. [Misteri] 5 Sosok Arya Damar, dalam Sejarah Melayu Palembang ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. [Misteri] Kolerasi Peristiwa Karbala dengan munculnya Kedatuan Sriwijaya di Palembang ?

[Misteri] Sang Suparba, Kerabat Dinasti Yuan Cina, Zuriat Sasan Persia dan Keturunan Maharaja Sriwijaya ?

Berdasarkan penyelusuran tokoh-tokoh yang terdapat di dalam Sejarah Melayu, diperoleh beberapa informasi.

(1). Sang Suparba, memiliki Paman bernama Raja Pandin, Penguasa Turkistan yang ternyata indentik dengan Abaqa Khan ( Pemimpin Ilkhanate, 1265-1282).

(2). Sang Suparba, memiliki ibu berasal dari Gangga Nagara, yang indentik dengan Gangaikonda Cholapuram atau lebih dikenal dengan nama Kerajaan Chola. Dimana Raja Syah Johan yang tertulis dalam Sejarah Melayu, indentik dengan Rajendra Chola III (Raja Chola, 1256-1279).

(3). Sang Sapurba memiliki nasab kepada Raja Nusirwan Adil, yang ternyata indentik dengan King Anushirvan “The Just” of Persia (memerintah Kerajaan Persia Dinasti Sassanid, 531-578).

Dari data-data tersebut, maka disusunlah silsilah kekerabatan Sang Sapurba yang menghubungkan keluarga Sriwijaya, Dinasti Yuan Cina, Chola India, Dinasti Sasan Persia, Kediri, Singhasari dan Majapahit.

Keterangan :

1. Pendiri Dinasti Chola II, yaitu Kulothunga Chola I, sebelum menjadi Penguasa Chola merupakan Raja Sriwijaya, yang bergelar Raja Diwakara. Nama ayahanda Kulothunga Chola I adalah Sembiyan yang indentik dengan Sambugita, Maharaja Sriwijaya yang berpusat di Palembang (sumber : Kulottunga I dan Maharaja Diwakara, Penguasa Sriwijaya Penakluk Kerajaan Chola ?).

2. Berdasarkan kepada masa pemerintahan putera Sang Suparba, yakni Sang Nila Utama di Tumasik (Singapura) pada periode tahun 1320-1347, diperkirakan kedatangan Sang Sapurba di Bukit Siguntang pada sekitar tahun 1285 (sumber :  [Misteri] Puteri Melayu, ibunda Kusala Khan (Kaisar Dinasti Yuan, memerintah tahun 1329) ? dan [Teori] “Genghis Khan’s Genetic” di Alam Melayu ?).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Artikel Sejarah Nusantara
1.  2. [Misteri] 5 Sosok Arya Damar, dalam Sejarah Melayu Palembang ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. [Misteri] Radin Galuh Chandra Kirana, pewaris Majapahit yang tersingkir ?

 

Maharaja Diwakara, Penguasa Sriwijaya Penakluk Kerajaan Chola ?

Berdasarkan inskripsi dari sebuah kuil di Guangzhou Cina, diceritakan sejak tahun 1064 M, seorang Raja Sriwijaya bernama Diwakara, membantu perbaikan sebuah kuil yang mengalami keruntuhan. Dana yang disumbangkan Raja Diwakara, mencapai 500.000 keping emas (sumber : Penakluk Chola dan Ancient Southeast Asia).

Sebelum perbaikan Kuil selesai di tahun 1079 M, dalam satu catatan resmi Dinasti Sung tahun 1077 M, menginformasikan Diwakara telah menjadi raja asing di Kerajaan Chola India Selatan.

Misteri Raja Diwakara (Divakara)

Pada awal abad ke-11 Masehi, Kedatuan Sriwijaya terpecah menjadi dua, yaitu Sriwijaya Pesisir yang berpusat di Kedah dan Sriwijaya Pedalaman yang berpusat di Palembang.

Ketika Pusat Kerajaan Sriwijaya Pesisir diserang Kerajaan Chola tahun 1025 M, dan berhasil menawan  Sangrama Vijayottunggavarman (sumber : wikipedia.org), sebagian kerabat Sriwijaya Pesisir dibawa ke Palembang. Pilihan hijrah ke Sriwijaya Palembang, kemungkinan antara kedua Kerajaan telah menjalin ikatan keluarga satu dengan lainnya.

Kelak dikemudian hari, salah seorang putri  Sangrama Vijayottunggavarman yang berada di Palembang dinikahi oleh Maharaja Erlangga dari Kerajaan Kahuripan.

Dalam situasi demikian, praktis Kedatuan Sriwijaya yang terpecah kembali menyatu dan berpusat di Palembang.

Berdasarkan sumber-sumber catatan dari Kerajaan Chola, dikatakan bahwa Raja Diwakara merupakan seorang Gubernur (Perwakilan Kerajaan Chola) di Sriwijaya. Namun hal ini tentu sangat mengherankan, ada seorang Gubernur yang bisa langsung menyumbang pembangunan kuil di negeri asing, sampai 500.000 keping emas.

Kemungkinan lain yang lebih logis, Raja Diwakara adalah Penguasa Sriwijaya yang berhasil menaklukkan Kerajaan Chola, dimana yang bersangkutan masih terhitung anggota keluarga kerabat Kerajaan Chola.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan :

1. Raja Diwakara (Divakara) dalam sejarah Kerajaan Chola lebih dikenal dengan nama Prince Rajendra Chalukya (Kulothunga Chola I), yang memerintah Chola pada periode 1070–1118 (sumber : Athirajendra Chola).

Raja Diwakara juga diceritakan memiliki nama Prince Thivakaala Rajendra, yang dipercaya menjadi Gubernur Sriwijaya di Palembang tahun 1067, pada masa Virarajendra Chola Keertivartana (sumber : Tamil History).

2.  Kulothunga Chola I, dalam salah satu versi nama ayahandanya Sembiyan yang indentik dengan Sambugita, Maharaja Sriwijaya yang berpusat di Palembang (sumber : Kulottunga I ).

3. Dalam catatan Kerajaan Chola, Raja Diwakara (Kulothunga Chola I), anak dari Rajaraja Narendran I (ayah) dan Ammanga Devi (ibu) (sumber : Kulotunga I)

4. Berdasarkan pendapat Anthonyswan.Pi.Art (gelar Datok Paduka Rangkayo Besar Bertuah) dalam tulisannya berjudul “Balai Adat Yang Pertama”, yang menyatakan Sang Sapurba berasal dari Kerajaaan Chola. Ia berpendapat Sang Sapurba adalah anak keturunan dari Rajendra Chola I (Raja Chola, 1012-1044) (sumber : MALPU 187).

Apabila kita mengacu kepada timeline kehidupan anak dari Sang Sapurba bernama Sang Nila Utama (Raja Tumasik, 1320-1347), kemungkinan Sang Sapurba adalah anak keponakan dari Raja Hiran atau Rajendra Chola III (Raja Chola, 1246–1279). Rajendra Chola III, merupakan Raja Chola terakhir dari Dinasti yang didirikan oleh  Raja Diwakara (Kulothunga Chola I) (sumber : wikipedia.org).

Artikel Sejarah Nusantara
1.  2. [Misteri] 5 Sosok Arya Damar; dalam Sejarah Melayu Palembang ?
3. Mengungkap Legenda Prabu Damarwulan, berdasarkan fakta Sejarah ?
4. [Misteri] Radin Galuh Chandra Kirana, pewaris Majapahit yang tersingkir ?