Alasan Orang BARAT, Lebih Pilih TISU ketimbang AIR, saat Membersihkan Kotoran Setelah BAB

Alasan Orang BARAT, Lebih Pilih TISU ketimbang AIR, saat Membersihkan Kotoran Setelah BAB

Dunia terbagi menjadi dua bagian dalam hal membersihkan kotoran setelah Buang Air Besar (BAB): tim cebok pakai air dan tim cebok pakai tisu.

Mayoritas masyarakat Timur menggunakan air, sedangkan masyarakat Barat menggunakan tisu.

Namun, mengapa perbedaan ini terjadi?

Sejarah Penggunaan Air dan Tisu

Kebiasaan membersihkan kotoran telah ada sejak lama dan berbeda-beda di setiap wilayah. Pada zaman kuno, masyarakat menggunakan berbagai bahan seperti air, dedaunan, rumput, batu, atau bahkan tangan saja.

Penggunaan tisu sebagai pembersih kotoran pertama kali terdeteksi di China, bukan di Barat.

Tisu toilet pertama kali muncul di Barat pada abad ke-16, tetapi tidak efektif digunakan untuk cebok.

Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Penggunaan Air dan Tisu

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan penggunaan air dan tisu dalam membersihkan kotoran:

  1. Faktor Cuaca: Cuaca dingin membuat masyarakat Barat lebih suka menggunakan tisu daripada air. Sementara masyarakat tropis tidak keberatan bersentuhan dengan air.
  2. Pola Konsumsi: Orang Barat yang mengonsumsi makanan rendah serat menghasilkan kotoran yang lebih sedikit dan rendah air, sehingga mereka dapat membersihkannya dengan tisu.

Sementara orang Asia, Afrika, dan sebagian Eropa mengonsumsi makanan tinggi serat yang menghasilkan lebih banyak kotoran dan air, sehingga metode air lebih efektif.

Efektivitas Penggunaan Air dan Tisu

Riset ilmiah telah membuktikan bahwa cebok menggunakan air lebih bersih dan efektif dalam menghilangkan kotoran yang mengandung bakteri dan kuman.

Namun, cebok pakai tisu sulit dilepaskan karena sudah terlanjur terikat kebudayaan dan mengakar lintas generasi.

Referensi:
https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20250423173804-33-628229/mengapa-orang-barat-cebok-pakai-tisu-bukan-air-ini-jawabannya

WaLlahu a’lamu bishshawab

Tinggalkan komentar