Makhdum Syarif Amir Hasan merupakan putra dari Makhdum Syarif Jaafar Shodiq Susuhunan Kudus, ibu Makhdum Syarif Amir Hasan adalah Putri Sunan Bonang (dalam versi lain Putri Kyai Ageng Lepen Podang).
Makhdum Syarif Amir Hasan ibn Sunan Kudus, adalah sosok yang berbeda dengan Syekh Amir Hasan atau yang dikenal dengan nama Sunan Nyamplungan Karimun Jawa.
Makhdum Syarif Amir Hasan merupakan Panglima Perang Kesultanan Demak, ia menggantikan posisi ayahnya Makhdum Syarif Jaafar Shadiq Susuhunan Kudus.

GELAR dan KETURUNAN
Makhdum Syarif Amir Hasan diketahui memiliki beberapa gelar diantaranya: Kimas Panji Wirosingo, Panembahan Qodi ing Demak, Panembahan Mekkah, Panembahan Kali, Panembahan Haryo Poncowati dan Panembahan Kudus.
Makhdum Syarif Amir Hasan tercatat memiliki 2 isteri, yakni:
- Putri dari Sultan Trenggono Demak, yang melahirkan Ki Makhdum Syarif (Kimas) Abdullah dan Kimas Husain.
Dalam hikayat Palembang, kedua cucu Susuhunan Kudus ini hijrah ke wilayah Palembang, saat menjelang runtuhnya Kesultanan Demak.
- Putri dari Sunan Muria, yang melahirkan Panembahan Suro Agung dan Panembahan Sentono Agung.
Salah satu keturunan Panembahan Suro Agung yang terkemuka adalah Pangeran Janas Kudus atau Mbah Janas Kudus.
Mbah Janas Kudus adalah sosok ulama di wilayah Petajen Damaran Kudus, diperkirakan hidup di era Sultan Amangkurat I (Penguasa Mataram Islam, memerintah 1646-1677).
Mbah Janas Kudus dalam beberapa riwayat sering tertukar dengan sosok Mpu Janas Kediri, yang merupakan ahli dalam persenjataan.
WaLlahu a’lamu bishshawab


