Tag Archives: komunikasi

Teknologi Telepati, Metode Komunikasi di Masa Depan ?

Untuk pertama kalinya, ilmuwan berhasil mengirim pesan dari otak seseorang ke otak orang lain, tanpa melakukan kontak di antara mereka, dan bahkan dari jarak ribuan mil, antara India dan Prancis. Inilah salah satu kisah sukses percobaan telepati di dunia.

Itulah penelitian yang baru dilakukan oleh ilmuwan di bawah pimpinan ahli Universitas Oxford. Dalam penelitian itu menunjukkan teknologi bisa dipakai untuk mengirimkan pesan dari otak orang yang satu ke yang lainnya. Bahkan jika orang yang melakukan komunikasi itu terpisah jauh.
telepati1

“Ini semacam realisasi teknologi dari mimpi telepati, tapi ini benar-benar bukan magis,” kata kepala penulis dalam penelitian itu, Giulio Ruffini, sebagaimana dikutip Dream dari laman Emirates 24l7, Minggu 7 September 2014.

“Kami menggunakan teknologi untuk berinteraksi secara elektromagnet dengan otak,” tambah ahli psikologi ini.

Untuk penelitian ini, seseorang dipasang alat pengukur gelombang otak, electroencephalogram atau EEG, yang tersambung dengan internet secara wireless. Orang itu akan berfikir ucapan yang sederhana, seperti “halo” atau “ciao”.

Kemudian komputer akan menerjemahkan apa yang dipikirkan itu ke dalam kode-kode biner digital. Pesan itu kemudian di-email dari India ke Prancis, melalui robot ke penerima, yang melalui stimulasi otak non-invasif bisa melihat kilatan cahaya pada pinggir penglihatan mereka.

Subyek penerima pesan tidak mendengar ataupun melihat kata-kata yang dikirim, namun dapat dengan benar melaporkan kilatan cahaya yang berhubungan dengan pesan itu.

“Kami ingin mengetahui apakah seseorang dapat berkomunikasi secara langsung antara dua orang dengan membaca aktivitas otak dari satu orang dan menyuntikkan ativitas otak kepada orang ke dua, dan melakukannya melintasi jarak psikis yang besar dengan menggunakan jalur komnikasi yang ada,” kata Alvaro Pascual-Leone, profesor neurologi di Harvard Medical School.

“Salah satu jalur tersebut, tentu saja, internet, sehingga pertanyaan kita menjadi, ‘Bisakah kita mengembangkan percobaan yang akan memotong -menghilangkan- bicara atau mengetik yang menjadi bagian dari Internet dan membangun komunikasi langsung dari otak ke otak antara subyek yang terpisah jauh satu sama lain, di India dan Perancis?”

Ruffini menambahkan, percobaan ekstra dilakukan untuk memastikan tidak ada sensor informasi yang bisa mempengaruhi penafsiran pesan. Peneliti berusaha untuk mengirim pesan dari orang ke orang seperti ini selama puluhan tahun. Dan bukti penelitian yang dilaporkan ke dalam jurnal Plos One masih belum sempurna.

“Kami berharap dalam waktu yang lebih lama ini bisa menjadi perubahan radikal cara komunikasi satu sama lainnya,” kata Ruffini.

Sumber :
dream.co.id

Teknologi Komunikasi, Penduduk Surga ?

Dalam meng-analisa peristiwa-peristiwa yang dikisahkan di dalam Al Qur’an, terkadang kita dipengaruhi oleh dinamika perkembangan teknologi. Analisis dari seorang executive muda, yang memahami teknologi 3G, mungkin akan sangat berbeda dengan analisa eyang-nya, yang hanya mengerti kentongan, sebagai alat komunikasi.

Hal tersebut, dapat dilihat ketika kita meng-analisa, peristiwa yang diceritakan di dalam QS. Al A’raaf (7) ayat 44 :

“Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, ‘Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, ‘Laknat Allah bagi orang-orang yang dzalim.’.”

Dalam ayat tersebut dikisahkan adanya percakapan antara penduduk surga dan neraka dengan diawasi malaikat.

Dahulu… para muffasir (penafsir Al Qur’an) menafsirkan penduduk surga datang ke tepi neraka dan saling sahut-sahutan berbicara dengan penghuni neraka. Memang pada masa itu, begitulah cara berkomunikasi. Kita  mesti datang langsung menemui yang bersangkutan.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, untuk berkomunikasi, seseorang tidak harus bertemu muka dengan lawan bicaranya. Dengan bantuan telephone, seseorang yang berada di OSLO, bisa dengan mudah berbicara dengan temannya, yang ada di SOLO. Bahkan biarpun berjarak mencapai ribuan kilometer, dengan bantuan teknologi 3G, raut muka teman kita, bisa terlihat dengan jelas.

Bagaimana kita membayangkan, peristiwa percakapan penduduk surga dan neraka ?

Jika teknologi komunikasi buatan manusia saja, sudah sedemikian canggihnya, apalagi kalau yang kita membayangkan teknologi surga, tentu kecanggihan-nya jauh di atasnya.

Boleh jadi…. percakapan yang terjadi antara penduduk surga dan neraka itu, merupakan suatu tele-conference dengan menggunakan teknologi hologram, yang maha canggih. Penduduk surga tetap berada di surga, begitu juga dengan penduduk neraka, mereka tetap di neraka.

Mereka berbicara, seolah-olah seperti saling berhadap-hadapan dan tanpa dibatasi layar kaca, dimana penduduk surga, tiada merasakan kepanasan, sebagaimana yang dirasakan penduduk neraka. Mereka bisa saling menyapa dari dua dimensi ruang yang berbeda.


 Teknologi Hologram, saat Pemilihan Presiden USA
(Klik Video (Youtube)) 

Dari kisah percakapan ini, telah memberikan informasi kepada kita, bahwa kelak di hari akhir, manusia akan berkomunikasi dalam satu bahasa, dan tentunya berbeda dengan di dunia, yang terdapat ribuan bahasa, dalam berkomunikasi.

Dan kalau kita pikir-pikir, teknologi komunikasi sekarang yang begitu canggihnya, ternyata dalam Al Qur’an sudah dipaparkan sejak ribuan tahun lampau. Subhanallah….

Mungkin saja nantinya kemajuan teknologi komunikasi akan menemukan hal-hal baru lagi yang dikembangkan dari inspirasi Al Qur’an ini. Bisa jadi pula penemunya salah satu pembaca tulisan ini….

WaLlahu a’lamu bisshawab